Module Public Speaking Mabes Polri 09

19,416 views

Published on

Published in: Education, Business
18 Comments
31 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
19,416
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
18
Likes
31
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Module Public Speaking Mabes Polri 09

  1. 1. i
  2. 2. Materi Pelatihan PUBLIC SPEAKING DIKLAT TEKNIS HUBUNGAN MASYARAKAT (PUBLIC RELATIONS) dipersembahkan khusus untuk: dan diselenggarakan bekerjasama dengan: disusun oleh: Tarsih Ekaputra Public Relations Consultant, Trainer & Director of mistertipr mobile: +62 87878778753 / +62 8567 515 749 e-mail:tarsihekaputra@trainersclub.or.id tarsihekaputra@mistertipr.com ------[Tarsih Ekaputra adalah director dari mistertipr dan Executive member of Trainers Club Indonesia (TCI) yang juga aktif sebagai PR Consultant di beberapa perusahaanadvertising dan business community atau lembaga swadaya masyarakat. Hingga saat ini ia juga sebagai Redaktur F (Film) Magazine, Trainer di The International Republican Institute (IRI) untuk media relations dan Candidate branding dan Branding New Party. Selain itu ia juga pernah menjadi instruktur tamu untuk tema media relations dan creative writing di Selapa Polri untuk Dikjur Humas angkatan 2008. Tahun lalu bersama dengan Progresiff Communications ia dipercayamenjadi Program Director Pelatihan Public Speaking DivHumas Mabes Polri (27 Juli s/d 15 Agustus 2008 di Hotel Paragon Jakarta). Personal web: www.mistertipr.com i
  3. 3. pengantar ii
  4. 4. daftar isi DAFTAR ISI Pengantar Penyusun............................................................................................................. ii Daftar Isi ........................................................................................................................ ..... iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1 A. Deskripsi Singkat B. Hasil Belajar C. Indikator Hasil Belajar D. Pokok Bahasan BAB II PUBLIC SPEAKING & KECEPATAN INFORMASI......................................... 2 A.Pembahasan B. Sikap Public dan Pengaruhnya bagi organisasi C. Kebutuhan Masyarakat akan Informasi D. Sumber Informasi Public E. Wartawan & Berita F. Rangkuman BAB III DASAR-DASAR PUBLIC SPEAKING............................................................... 5 A. Definisi Public Speaking B. Prinsip-Prinsip Public Speaking C. Konsep Public Speaking D. Unsur-Unsur Public Speaking E. Metode Public Speaking F. Diskusi & Latihan G. Rangkuman BAB IV PERSIAPAN & PRAKTIKPUBLIC SPEAKING .............................................. 9 A. Tujuan & Pemetaan Audience B. Mengorganisasikan Materi C.Teknik Menulis Naskah Public Speaking D.Menyampaikan Pesan E. Hambatan Public Speaking BAB V TALK WITH CAMERA........................................................................................ 28 A. Kamera dan pengaruhnya B. Masalah yang Sering Timbul C. Angle & Personal Style D. Pakaian & Aksesoris iii
  5. 5. daftar isi DAFTAR ISI BAB VI MEDIA RELATIONS............................................................................................ 31 A. Definisi Media Relations B. Teknik berhadapan dengan wartawan. C. Teknik menjawab pertanyaan wartawan. D. Yang boleh dan Yang Tidak E. Diskusi F. Rangkuman BAB VII VOCAL DEVELOPMENT ....................................................................................36 A. Suara dan Teknik Berbicara B. Public Speaking dan Vocal Management C. Kapan Public Speaking dibutuhkan D. Konsep 3 ”V” E. Anatomi Suara F. Latihan iv
  6. 6. bab 1 PENDAHULUANA. Deskripsi Singkat Modul ‘Public Speaking’ ini membahas tentang prinsip public speaking; persiapan public speaking; mengorganisasikan materi; menghantarkan pesan; dan kiat menghantar public speaking yang persuasif.B. Hasil Belajar Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif.C. Indikator Hasil BelajarSetelah pelatihan, peserta latih diharapkan : 1. Mampu menjelaskan prinsip public speaking. 2. Mampu mempersiapkan public speaking. 3. Mampu menyusun dan mengorganisasikan materi public speaking. 4. Mampu menghantarkan pesan dalam public speaking. 5. Mampu memilih tindakan yang tepat ketika menghadapi masalah dalam menghantar public speaking.D. Pokok Bahasan 1. Seni Kehumasan: Public Speaking dan kecepatan informasi. 2. Dasar-dasar Public Speaking. 3. Persiapan dan Praktik Public Speaking. 4. Talk with Camera: Kiat Berhadapan dengan Kamera TV 5. Vocal Development / Management. 6. Media Relations: Kiat Berhadapan dengan Wartawan 7. Teknik Menulis Naskah Public Speaking. 8. Coaching Clinic: Berbagi Pengalaman Dengan Public Fegure 1
  7. 7. bab 2 SENI KEHUMASAN: PUBLIC SPEAKING & KECEPATAN INFORMASI “Peserta pelatihan disuguhi dan diajak secara aktif untuk berdiskusi seputar trend terkini yang terjadi di dalam kegiatan public speaking yang menyangkut 3 sisi; pertama sisi public, kemudian sisi media, dan ketiga adalah sisi organisasi. Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu: memahami dan menyiasati arus informasi secara bijak dan strategis melalui kegiatan public speaking yang tepat”. A. Pembahasan Public Speaking adalah bagian dari kegiatan kehumasan. Sedangkan kehumasan menurut Frank Jefkins dalam Public Relations Techniques adalah sebuah upaya dari organisasi untuk menjalin hubungan baik dengan public (media, instansi terkait, internal dalam organisasi dan masyarakat umum) sehingga didapatkan saling pengertian secara berkesinambungan. Lebih lanjut Frank Jefkins menjelaskan bahwa kehumasan adalah seni dan keahlian sebuah organisasi dalam menganalisis berbagai gejala yang sedang berlangsung di tengah masyarakat, serta prediksi mengenai bernagai konsekuensi yang akan dihadapi organisasi tersebut. Hasilnya akan diimplementasikan dalam program-program pelayanan masyarakat yang saling menguntungkan. Oleh karenanya, untuk menunjang sukses kerja kehumasan diperlukan ketrampilan khusu dan salah satunya adalah ketrampilan dalam menyampaikan/mengkomunikasikan beragam informasi, langkah dan kebijakan yang diambil oleh organisasi dan diimplementasikan ke dalam kegiatan yang disebut dengan public speaking. Karenanya ada beberapa hal yang wajib untuk diketahui dan dikuasai oleh seorang public speaker antara lain; B. SIKAP PUBLIK Dalam hal ini, sikap publik dibagi dalam dua kategori; pertama adalah sikap negatif yang merugikan organisasi dan kedua adalah sikap positif yang menguntungkan bagi organisasi. - SIKAP NEGATIF 1. Sikap tidak bersahabat (antipatif) 2. Penuh prasangka 3. Ketidak pedulian 4. Ketidaktahuan Dari hal diatas hasilnya adalah RUMOR (desas-desus) 2
  8. 8. ::SeniKehumasan- SIKAP POSITIF 1. Simpati 2. Penerimaan tanpa prasangka 3. Keingintahuan 4. Pengetahuan Dari hal diatas hasilnya adalah Fakta Sebenarnya yang diketahui masyarakat.C. KEBUTUHAN MASYARAKAT AKAN INFORMASI 1. Kecepatan informasi 2. Informasi yang faktual dan akurat 3. Informasi yang memiliki “kedekatan” dengan masyarakat 4. Informasi tentang penyelesaian masalah yang berkesinambungan dan transparan. 5. Kabar Gembira 6. Rasa AmanD. SUMBER INFORMASI (yang paling mudah didapat masyarakat) 1. Rumor dikalangan masyarakat (baik yang didapat dari SMS atau bisik-bisik antartetangga). 2. Radio 3. Televisi 4. Internet (blog/website) 5. PolisiE. WARTAWAN & BERITA - NEWS VALUE (yang paling dicari oleh wartawan/media) 1. News 10. Conflic 2. Important 11. Drama / human interest 3. Unique 12. Scandal 4. Prominence 5. Relevance 6. Magnitude 7. Proximity 8. Cover both side 9. Impact 3
  9. 9. ::SeniKehumasan- SUMBER BERITA BAGI WARTAWAN 1. Masyarakat 2. Media-media lainnya (koran, radio, majalah, televisi, internet, kantor berita) 3. Aparat keamanan (Polisi, Tentara) 4. Pejabat pemerintahan (pusat dan daerah) 5. Tokoh masyarakat 6. Sesama wartawan- KIAT MEDIA DALAM MEMBURU BERITA 1. Menempatkan wartawan pada pos-pos penting (instansi pemerintah pusat/daerah, kepolisian, organisasi kemasyarakatan/politik) 2. Menyebarkan wartawan secara mobile (hunting) 3. Memperbanyak koresponden dan kontributor (stringer)F. RANGKUMAN Arus informasi begitu tumbuh dan berkembang serta mengalir begitu cepat, di sisi lainseorang humas memiliki tingkat kesulitan terkait dengan tuntutan publik akan kecepatan informasiini. Beberapa hal di atas menjadi bekal kita untuk dapat memenuhi kebutuhan organisasi danpublik akan kesiapan dan ketrampilan kita dalam menyajikan informasi, baik melalui kegiatankehumasan yang lain maupun dalam aktivitas public speaking. Untuk dapat memenuhi kebutuhanpublik dan organisasi terkait dengan penyebaran informasi ini perlu diperhatikan beberapalangkah berikut;1. Perkuat sentra-sentra informasi yang sudah ada, dengan memperbanyak petugas-petugas khusus di bidang tersebut.2. Menjadikan Masyarakat sebagai Sumber Informasi.3. Bekerja sama dengan wartawan.4. Menjadi wartawan. 4
  10. 10. bab 3 DASAR - DASAR PUBLIC SPEAKING “Peserta pelatihan disuguhi dan diajak secara aktif untuk berdiskusi seputar pengertian/definisi public speaking, prinsip-prinsip public speaking, konsep, unsur dan metode public speaking sehingga peserta kedepannya mampu menjelaskan definisi public speaking dengan baik, memahami prinsip, konsep dan unsur-unsur dalam kegiatan public speaking, serta mampu memahami dan menyusun strategi/metode dalam Public Speaking ”.A. DEFINISI PUBLIC SPEAKING Untuk dapat memahami pengertian public speaking, terlebih dahulu kita perlu memahami arti/definisi public speaking. Berikut beberapa definisi public speaking; 1. Menurut Webster’s Third New International Dictionary, Public Speaking adalah: a). The act of process of making speeches in public (proses pembicaraan di depan publik). b). The art of science of effective oral communication with an audience (seni ilmu pengetahuan mengenai komunikasi lisan yang efektif dengan para pendengarnya). 2. Menurut David Zarefsky, dalam Public Speaking: Strategic for Success; “Public speaking is a continous communication process in which message and signals circulate back and forth between speaker and listeners.” (Berbicara di muka umum adalah suatu proses komunikasi yang berkelanjutan di mana pesan dan lambang bersirkulasi ulang secara terus menerus antara pembicara dan para pendengarnya). 3. Menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi; Public Speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang sesuatu hal atau topik dihadapan banyak orang. Tujuannya antara lain untuk mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu. Dari beberapa definisi tersebut, dapat kita rangkum menjadi satu kesatuan, bahwa public speaking adalah seni berbicara di depan umum/publik tentang suatu hal/topik tertentu secara lisan, dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi. 5
  11. 11. ::DasarPublicSpeakingB. PRINSIP-PRINSIP PUBLIC SPEAKING Rata-rata orang dewasa menghabiskan 30% dari waktu yang mereka miliki (selain saat tidur), untuk melakukan percakapan. Dan percakapan sehari-hari itu memiliki banyak persamaan dengan public speaking. Stephen E. Lucas dalam bukunya The Art of Public Speaking menyebutkan bahwa keahlian Anda dalam melakukan percakapan sebenarnya adalah keahlian yang paling penting untuk Anda gunakan dalam public speaking. Keahlian itu yang dimaksud adalah: 1. Mengorganisasikan pikiran kita sesuai logika Ketika memberikan petunjuk pada rekan pers agar ia bisa ke kantor Anda untuk mengikuti konferensi pers yang akan Anda adakan, maka tidak mungkin melakukannya dengan cara mengatakan: “Saat Anda turun dari jalan tol dalam kota, Anda akan melihat rumah makan yang besar di sebelah kiri. Tapi sebelum itu, jangan lupa untuk terus menggunakan jalan tol sampai Anda tiba di pintu keluar tol Rawamangun. Biasanya beberapa anak SD akan terlihat bermain di depan sekolah mereka, jadi hati-hatilah setelah kamu belok di lampu merah. Terus Anda juga harus lewat jalan Pisangan, kalau mau menuju jalan tol tadi. Tapi kalau Anda melewati toko roti, berarti kamu sudah kelewatan. Oh iya, kantor Saya yang berwarna biru.” Sebaliknya, Anda akan menyampaikan petunjuk kepada rekan pers secara sistematik, tahap demi tahap, dari kantornya sampai kantor Anda. Tentu Anda akan mengorganisasikan pesan Anda. 2. Menjahitkan baju pesan’ sesuai dengan lawan bicara kita Ketika Anda berbicara dengan pimpinan Anda mengenai suatu isu, tentu tidak akan sama dengan ketika Anda berbicara kepada kolega Anda. 3. Menyampaikan cerita untuk dampak yang maksimum Seperti ketika Anda sedang menceritakan cerita lucu, tentu Anda tidak akan langsung menyebutkan klimaks dari kelucuan cerita Anda, melainkan dengan membangun cerita dari awal, meningkatkan intonasi untuk mendapatkan efek yang terbaik. 4. Beradaptasi dengan feedback lawan bicara Kapanpun bicara dengan seseorang, Anda tentu memperhatikan perbuatan atau ekspresi wajah mereka, untuk mengetahui apakah mereka senang atau tidak. Keahlian kita dalam melakukan percakapan di atas, dibutuhkan dalam public speaking. Karena kebiasaan melakukan percakapan dengan baik akan menjadikan Anda mudah pula untuk berbicara dalam berbagai situasi dan suasana seperti berdiskusi, pertemuan bisnis, wawancara, dan jumpa pers. Kemampuan berbicara dalam berbagai keadaan dan situasi inilah yang disebut sebagai public speaking 6
  12. 12. ::DasarPublicSpeakingWalaupun terdapat kemiripan, public speaking dan percakapan sehari-hari tidaklah kembar siam.Bahkan terdapat tiga perbedaan utama antara percakapan dengan public speaking, yaitu:1. Public Speaking harus terstruktur secara sangat baik. Seringkali Anda akan dibatasi oleh waktu. Pendengar juga tidak bisa sembarangan memberikan komentar dan pertanyaan karena sudah ditetapkan dan diatur waktunya. Anda juga dituntut untuk dapat mencapai tujuan dari pembicaraan Anda. Saat mempersiapkan diri, Anda juga harus memikirkan kemungkinan jawaban, dan pertanyaan yang dapat muncul dari pikiran pendengar. Karena itu pada dasarnya, public speaking menuntut perencanaan yang rinci dan lebih teliti dari percakapan biasa.2. Public Speaking menuntut penggunaan bahasa yang formal. Pendengar biasanya akan beraksi negatif pada pembicara yang tidak mempercantik bahasa mereka saat membicarakan keadaan pendengar.3. Public Speaking menuntut metode penyampaian yang berbeda. Kalau berbicara pada situasi informal, Anda sering berbicara pelan, menggunakan kata-kata seperti “gitu lho,” “tau gak sih,” dan sering memberikan jeda sambil mengeluarkan suara seperti, “ee..,” “hmm.” Sedangkan pada public speaking, Anda harus menyesuaikan volume suara untuk dapat didengar dengan jelas dan menghindari kebiasaan yang kurang sopan dan mengganggu. Karena itu, public speaking juga sangat erat kaitannya dengan penampilan.Pendengar akan selalu menanggapi hal-hal yang berkaitan dengan penampilan Anda. Mereka akanmenanggapi: a. 55% dari ekspresi dan bahasa tubuh Anda. b. 37% dari tekanan suara Anda. c. 8% dari apa yang Anda ucapkan.Lalu bagaimana suara yang baik itu? a. Bernada menyenangkan, membawa rasa persahabatan. b. Alami, menunjukkan kepribadian pembicara. c. Dinamis, bertenaga dan punya kekuatan, meski barangkali tidak keras. d. Ekspresif, mengungkap berbagai arti dan rasa, tidak monoton. e. Mudah didengar, cukup keras dan jelas. 7
  13. 13. ::DasarPublicSpeaking Perbedaan antara percakapan dan public speaking seperti yang telah dijelaskan di atas dapat terjadi karena pada dasarnya public speaking memiliki maksud dan tujuan untuk: 1. Persuading. Membujuk orang untuk melakukan sesuatu yang Anda anggap benar. 2. Informing. Memberitahu orang mengenai hal-hal yang tidak mereka ketahui. 3. Entertaining. Menghibur orang, lalu membuat mereka merasa senang, dan merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Karena itu, ketika Anda akan berbicara mengenai isu-isu seperti good governance, gender, atau desentralisasi, maka Anda akan sangat memerlukan kemampuan public speaking. Sebab dengan public speaking Anda akan mampu mempengaruhi pemikiran orang-orang mengenai hal-hal yang penting. Stephen E. Lucas menjelaskan bahwa public speaking dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda atau membuat perubahan pada dunia dengan cara yang sederhana, yaitu berbicara.C Rangkuman Rata-rata orang dewasa menghabiskan 30% dari waktu yang mereka miliki (selain saat tidur), untuk melakukan percakapan. Dan percakapan sehari-hari itu memiliki banyak persamaan dengan public speaking. Namun sebenarnya terdapat perbedaan antara percakapan dan public speaking, karena pada dasarnya public speaking memiliki maksud dan tujuan untuk: Persuading (Membujuk orang untuk melakukan sesuatu yang Anda anggap benar); Informing (Memberitahu orang mengenai hal-hal yang tidak mereka ketahui); dan Entertaining (Menghibur orang, lalu membuat mereka merasa senang, dan merasa nyaman dengan diri mereka sendiri). Sedangkan pecakapan biasa belum tentu. 8
  14. 14. bab 4 PERSIAPAN PUBLIC SPEAKING “Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu: menjelaskan mengenai persiapan persiapan yang harus dilakukan dalam menghadapi public speaking”.A. PembahasanSaat mengetahui bahwa Anda akan melakukan public speaking, langkah pertama yang harus dilakukan adalahmenetapkan topik. Biasanya topik sangat dipengaruhi oleh tema acara, karakterisktik pendengar dan kemampuanpembicara sendiri, namun topik yang baik biasanya lahir dari: 1. Topik yang Anda tahu banyak, dan 2. Topik yang Anda ingin tahu lebih banyak lagi.Karena itu dalam menetapkan topik, Anda dituntut untuk aktif mengumpulkan informasi. Baik itu dengan diskusi,mencari bukti, atau data yang dibutuhkan. Selanjutnya setelah topik ditetapkan, Anda juga harus menetapkantujuan. Penetapan tujuan merupakan pintu gerbang persiapan public speaking. Karena setelah menetapkan tujuan,Anda akan mengetahui persiapan-persiapan apa saja yang harus Anda lakukan selanjutnya.Tujuan public speaking dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu:1. Tujuan Umum Telah dijelaskan sebelumnya, tujuan umum public speaking terdiri dari tiga macam, yaitu: membujuk,memberi tahu, dan mengibur. Yang harus Anda perhatikan adalah, jangan sampai tujuan yang ingin digunakanoverlapping dengan tujuan lain. Karena seringkali orang tercampur dalam menetapkan tujuan, khususnya tujuanmemberi informasi dengan tujuan membujuk. Padahal jika tujuan umumnya menginformasikan, maka Andaharus bertindak sebagai guru atau pengajar. Dimana Anda harus menyampaikan informasi dengan sangat jelas,akurat, dan menarik perhatian, agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pendengar. Ini berartimemberikan pendengar informasi yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Sedangkan jika tujuan umumnyamembujuk, maka peran Anda adalah sebagai penasihat, atau pendukung berat dari ide yang Anda kemukakan.Berarti Anda harus berupaya menyusun tindakan, atau merubah perilaku pendengar.2. Tujuan Khusus Setelah memilih tujuan umum, Anda harus tajamkan tujuan tersebut menjadi tujuan khusus pembicaraanyang akan dilakukan. Tujuan khusus harus fokus pada satu aspek. Anda harus dapat mengutarakan tujuan khususitu ke dalamsebuah kalimat yang padat, hingga orang lain dapat mengidentifikasikan secara tepat apa yang ingin Anda capai,seperti: a. Untuk menginformasikan pendengar Saya tentang ……. b. Untuk membujuk pendengar Saya agar melakukan ……Untuk memudahkan Anda, berikut ini adalah prinsip umum yang dapat digunakan dalam membuat pernyataantentang tujuan khusus public speaking Anda. a. Tulis pernyataan tujuan Anda dalam kalimat padat yang lengkap. b. Ekspresikan tujuan Anda dalam pernyataan, bukan pertanyaan. c. Hindari bahasa simbolik. d. Batasi tujuan Anda hanya menjadi satu tujuan yang jelas. e. Pastikan tujuan Anda tidak terlalu umum atau kurang jelas. 9 2
  15. 15. ::PersiapanPublicSpeaking Terkadang Anda dapat langsung membuat tujuan khusus setelah mengetahui topik pembicaraan. Namun kadang,Anda harus melakukan riset terlebih dahulu untuk menetapkannya. Hal ini tergantung dari seberapa paham dandekatnya Anda dengan topik yang akan dibicarakan. Tapi bagaimanapun itu, setelah selesai menyusun tujuan khusus,coba tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut ini: a. Apakah tujuannya sejalan dengan misi Anda? b. Dapatkah Anda mencapai tujuan dengan waktu yang tersedia? c. Apakah tujuannya relevan dengan pendengar Anda? d. Apakah tujuannya cukup bernilai bagi pendengar Anda? e. Apakah tujuannya terlalu teknis? Karena pembicaraan yang paling cepat membuat pendengar tertidur adalah pembicaraan yang kering, dan hanyaseputar masalah teknis. Setelah Anda menetapkan topik, tujuan umum, dan tujuan khusus, maka untuk semakinmemudahkan public speaking Anda, tujuan khusus itu dapat dikembangkan lagi menjadi ide sentral. Yaitu isisingkat dari apa yang ingin Anda sampaikan pada pendengar untuk semakin mempertajam tujuan khusus Anda.Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan contoh berikut. Topik : Good Governance Tujuan Umum : Untuk membujuk Tujuan Khusus : Untuk membujuk para aparat Humas lembaga pemerintah agar bersikap profesional dalam membentuk reputasi positif lembaga yang diwakilinya. Ide Sentral : Untuk dapat bersikap profesional, aparat harus berusaha meningkatkan kualitas pribadi. Cara lain untuk membuat ide sentral adalah dengan menetapkan ‘pesan residual,’ yaitu: pesan apa yang Andaingin pendengar tetap ingat, setelah mereka melupakan semua isi public speaking Anda. Pada dasarnya pedomanmembuat ide sentral memiliki kesamaan dengan pedoman membuat tujuan khusus yang baik, yaitu: 1. Ide sentral harus ditulis dalam kalimat padat yang lengkap. 2. Jangan menggunakan bentuk pertanyaan. 3. Hindari bahasa simbolik. 4. Pastikan ide Anda tidak terlalu umum atau kurang jelas. Selesai menetapkan topik, tujuan umum, tujuan khusus, dan ide sentral, bukan berarti rencana public speakingAnda dapat berjalan dengan lancar. Karena selain hal tadi, Anda juga harus melakukan analisis terhadap calonpendengar Anda. Coba Anda bayangkan. Ketika orang mendengar pidato, kadang mereka memperhatikan dankadang mereka membiarkan pikiran mereka menerawang. Hal ini menunjukkan bahwa orang mungkin dapat dipaksauntuk menghadiriseseorang berpidato, tapi tidak seorangpun yang dapat membuat seseorang mendengar, kecuali jika merekamenginginkannya. Karena itu timbul pertanyaan “Apa yang orang ingin dengar?” Stephen E. Lucas mengatakan bahwa jawabannyasangat sederhana. Orang biasanya ingin mendengar tentang hal-hal yang berarti bagi mereka. Orang itu sifatnyaegois (egocenstric). Mereka memberikan perhatian yang besar terhadap pesan yang mempengaruhi nilai-nilaimereka, kepercayaan mereka, dan keberadaan mereka. Pertanyaan yang sering diajukan pendengar adalah, “Mengapahal ini penting bagi saya?” Tidak ada hal yang paling membuat orang tertarik, selain tantang diri mereka sendiri, masalah mereka sendiri,dan cara menyelesaikan masalah mereka itu. Karena itu, pembicara yang baik adalah yang berorientasi padapendengarnya. Anda harus tahu bahwa landasan public speaking bukanlah untuk membuat Anda menjadi di atasatau superior dari pendengar. Melainkan untuk membangkitkan perasaan, dan keinginan yang kuat dari pendengar.Sehingga dapat menghasilkan respon yang sesuai dengan keinginan Anda. 10
  16. 16. ::PersiapanPublicSpeaking Hal ini tidaklah begitu berbeda dengan apa yang Anda lakukan setiap hari pada kehidupan sosial Anda. Andaikansaja instansi Anda diulas dalam sebuah surat kabar. Mereka menyebutkan divisi tertentu dalam instansi Anda tidakprofesional dalam memberikan pelayanan pada publik. Padahal instansi Anda sedangmenggalakkan program goodgovernance. Setelah membaca ulasan tersebut, tentu tidak mungkin Anda mengatakan, “Dasar pembuat masalah!Mengapa divisi itu tidak berpartisipasi dalam program good governance kita?” Pernyataan ini tidak mungkin Andautarakan karena belum tentu ulasan surat kabar itu benar. Inilah sebabnya kebanyakan orang yang membahas topikkontroversial, akan memulai dengan pernyataan yang netral agar dapat melihat bagaimana pendengar merekamerespon. Mereka akan mengatakan, “Apakah Anda mendengar berita tentang divisi itu hari ini?” atau “ApakahAnda tahu apa yang terjadi di divisi itu?” Dengan memulai pernyataan netral, berarti Anda tidak ‘memukul’ orang dengan pendapat Anda. Di sisi lain,Anda juga tidak perlu sepakat dengan pendapat yangberbeda. Perinsip-prinsip seperti ini sebenarnya merupakanprinsip psikologi. Secara spesifik, prinsip psikologi bagi seorang public speaker adalah: 1. Pendengar akan mendengar dan menilai apa yang Anda katakan. Khususnya pada hal-hal yang pada dasarnya pendengar sudah mengetahui dan meyakininya. 2. Anda harus mencocokkan pesan Anda dengan pendengar. Ini berarti Anda harus menunjukkan bahwa hal yang Anda bicarakan cocok untuk mereka, dan menjelaskan mengapa mereka harus peduli seperti Anda peduli. Dari prinsip tersebut, maka jelas bahwa orang hanya mengerti tentang hal-hal yang sesuai dengan pengalamanmereka. Artinya, untuk dapat berkomunikasi dengan mereka, Anda harus dapat memasuki pengalaman mereka.Walaupun Anda tidak bisa benar-benar memasuki pengalaman orang, tapi Anda dapat mempelajari dengan baiktentang pendengar, sehingga Anda dapat mengetahui apa yag harusAnda lakukan untuk membuat pesan Andamenjadi jelas dan berarti.Salah satu cara public speakers menganalisis pendengarnya adalah ‘analisis demografi.’ Yaitu menganalisispendengar dengan merujuk pada hal-hal yang dapat diamati, antara lain:1. UsiaAkan susah apabila Anda mengamati setiap usia yang akan menjadi pendengar dalam public speaking Anda. Namunsekumpulan orang dengan kemiripan usia membentuk sebuah generasi. Dimana setiap generasi memiliki kemiripannilai dan pengalaman, yang membedakan mereka dengan generasi lain.2. GenderPublic speaker yang baik akan teliti ketika menganalisis perbedaan maupun persamaan antara pria dan wanita. Yangperlu Anda perhatikan adalah menghindari penggunaan bahasa yang mengandung unsur gender. Kata“bapak-bapak,” atau “ibu-ibu,” kadang dapat melahirkan persepsi negatif dalam diri pendengar. Mereka dapatmerasa tidak diberi kesempatan yang sama, merasa dipojokkan, hingga direndahkan, atau dianggap tidak mampu.Walaupun Anda tidak bermaksud seperti itu.3. Suku, budaya, dan bangsaPerbedaan suku, budaya, dan bangsa dapat menghasilkan respon yang berbeda pula. Karena itu, setiap petugasHumas lembaga pemerintah di daerah, dituntut untuk memahami dengan baik karakteristik suku, budaya, dan bangsadimana lembaga mereka berada.Beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar dapat menghindari responnegatif dari pendengar yang memiliki perbedaan suku, budaya, dan bangsa, adalah: a. Mengenali apakah ada dari pendengar Anda yang memiliki orientasi berbeda, berhubungan dengan topik yang akan disampaikan, karena perbedaan suku/budaya/bangsa. b. Coba bayangkan orientasi mereka dan pikirkan bagaimana orientasi mereka tersebut dapat mempengaruhi respon mereka terhadap pesan yang ingin Anda sampaikan. c. Sesuaikan pesan Anda agar tetap menjadi pesan yang se-jelas, se-tepat, dan se-meyakinkan mungkin bagi setap latar belakang suku/budaya/ bangsa pendengar Anda. 11
  17. 17. ::PersiapanPublicSpeaking4. Agama Kapanpun Anda berbicara tentang topik yang bersinggungan dengan agama, maka pastikan Anda telahmempertimbangkan orientasi agama dari para pendengar Anda. Dampak terkecil jika tidak mempertimbangkanhal ini adalah melemahnya kekuatan public speaking Anda. Namun fatalnya, hal ini dapat membuat Anda benar-benar malu di hadapan pendengar Anda.5. Keanggotaan dalam kelompok tertentu Indonesia saat ini telah memasuki dimensi group-oriented. Pekerja tergabung dalam serikat pekerja, profesionalbisnis dengan club-nya, beragam profesi seperti dokter, pengacara, hingga public relations memiliki asosiasi danperkumpulannya, pencinta lingkungan dengan kelompok pelindung ozon-nya, para feminis dengan organisasiwanitanya, dan masih banyak lagi. Memahami karakteristik mereka akan memaparkan kepada Anda petunjukyang sempurna mengenai ketertarikan dan kebiasaan pendengar Anda. Selain analisis demografi di atas, Anda jugabisa melakukan ‘analisis situasi’. Yaitu menganalisis ancaman dari luar diri pendengar, yang dapat muncul dalamsituasi tertentu pada kegiatan public speaking Anda, yaitu:1. Ukuran/Jumlah Pendengar Melakukan public speaking dengan pendengar yang berjumlah banyak, lebih membutuhkan pengalamandibandingkan dengan pendengar yang berjumlah sedikit. Tapi seberapapun ukuran pendengar yang akan Andahadapi, camkan prinsip berikut ini dalam benak Anda. Semakin besar jumlah pendengar Anda, maka semakinformal pula public speaking yang harus Anda lakukan.2. Perilaku yang dipengaruhi oleh setting fisik Kemampuan menangkap materi oleh pendengar juga dipengaruhi oleh faktorfaktor yang berada di luar kontrolpendengar, dan Anda sendiri. Saat melakukan public speaking di luar ruangan, Anda akan dihadapi oleh banyakkejutan yang tidak menyenangkan (kecuali Anda mempersiapkan public speaking Anda dengan sebaik mungkin).Jangan malu menanyakan pada panitia mengenai keadaan tempat dilakukannya public speaking. Jika memungkinkan,lihat dengan mata Anda sendiri tempat tersebut beberapa hari sebelum kegiatan, atau datang lebihawal untuk menganalisis dan memeriksa tempat Anda akan melakukan public speaking. Amati kondisi-kondisiseperti temperatur ruangan dan posisi pembicara dengan pendengar (apakah pendengar dapat melihat pembicaradengan baik atau tidak). Intinya, lakukan pembenahan semaksimal mungkin atas semua hal yang bisa mengontrolkeadaan pendengar. Lalu bagaimana hal-hal yang tidak dapat Anda kontrol? Misalkan saja public speaking Anda dijadwalkansetelah makan siang atau malam (ctt: setelah makan, temperatur badan akan meningkat, karena terjadi pembakarandalam tubuh). Sementara ruangannya terlalu kecil, dan pendengarnya terlalu banyak dari perkiraan. Ditambahtemperatur ruangan tidak dapat didinginkan lagi suhunya. Tentu saja situasi seperti ini menuntut Anda untuk bekerjalebih keras lagi dalam menyesuaikan diri Anda dengan kondisi pendengar. Dimana Anda harus membuat publicspeaking Anda semenarik dan sehidup mungkin. Lalu jangan biarkan situasi yang tidak menguntungkan inimempengaruhi konsentrasi Anda. Karena jika pendengar melihat Anda bersemangat, tanggap, dan menyatu dengantopik, maka pendengar dapat melupakan kondisi ketidaknyamanan fisik tadi dan menjadi terbawa suasana olehsemangat Anda.3. Kedudukan pendengar terhadap subjek Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Anda harus menanamkan pikiran tentang pendengar dalam benak Andaketika memilih topik. Idealnya Anda memilih topik yang cocok dengan mereka dan Anda sendiri. Namun ketikaAnda telah mendapatkan topiknya, Anda juga harus melakukan pertimbangan yang lebih rinci tentang bagaimanapendengar Anda akan bereaksi terhadap topik tadi. Untuk itu Anda harus mengetahui: 12
  18. 18. ::PersiapanPublicSpeakinga. Tingkat ketertarikan mereka terhadap topik Cara yang dapat Anda lakukan untuk membangkitkan ketertarikan pada topik yang akan Anda bawakanantara lain dengan memanfaatkan pembukaan public speaking yang menyedot perhatian, menggunakanmaterial pendukung yang memikat, bahasa yang jelas, teknik penyampaian yang dinamis, dan alat bantu visualyang baik.b. Pengetahuan mereka tentang topik Jika pendengar Anda hanya memiliki pengetahuan yang sedikit tentang topik, maka sebaiknya Anda hanyamenyampaikan materi dasar dari topik tersebut. Namun apabila pendengar memiliki pengetahuan yangbanyak mengenai topik, maka Anda dapat menyampaikan hal-hal sampai rinci dan yang bersifat teknis.c. Tingkah laku mereka terhadap topik Mengetahui perilaku pendengar terhadap topik Anda dapat sangat bermanfaat dalam menetapkan bagaimanaAnda menangani materi public speaking Anda. Sehingga Anda dapat menyesuaikan perkataan Anda denganapa yang pendengar ingin dengar dari Anda.4. Kedudukan pendengar terhadap pembicara Dalam setiap kasus, respon pendengar atas pesan diwarnai oleh persepsi mereka atas Anda (sebagaipembicara). Semakin kompeten Anda dipandang oleh pendengar, maka akan semakin bisa pendengar menerimaapa yang Anda sampaikan. Begitu pula jika Anda dapat membuat pendengar percaya bahwa Anda menyampaikanpesan dari lubuk hati yang paling dalam, maka akan semakin positif pula respon pendengar.5. Kedudukan pendengar terhadap tema acara. Bayangkan ketika Anda sedang melangsungkan acara peresmian salah satu kantor cabang baru lembagaAnda. Pada acara tersebut Anda mengundang Walikota setempat untuk memberikan kata sambutan. Namunternyata selainkata sambutan, beliau juga menyampaikan pada yang hadir untuk tetap mendukung dirinya. Kejadian initentunya akan membuat Anda merasa risih. Jika saja beliau menyampaikannya pada kegiatan kampanye, tentuhal ini dianggap wajar.Tapi dalam tema acara yang berbeda, respon pendengar yang negatif-lah yang akan dituai oleh pembicara.Dari contoh tersebut, kiranya Anda mengerti mengapa kedudukan pendengar terhadap tema acara pentinguntuk diketahui sebelum memulai public speaking Anda.B. Diskusi dan Latihan(Diskusi seputar materi yang di sampaikan)C. Rangkuman Saat mengetahui bahwa Anda akan melakukan public speaking, maka langkahlangkah yang harus Andalakukan untuk mempersiapkannya adalah: menetapkan topik; menetapkan tujuan; lalu kembangkan tujuanitu menjadi ide sentral (yaitu isi singkat dari apa yang ingin Anda sampaikan pada pendengar); dan melakukananalisa terhadap calon pendengar Anda. 13
  19. 19. ::MengorganisasikanMateriPublicSpeakingLangkah pertama dalam mengorganisasikan dan membangun materi public speaking yang kokoh adalah denganmenguasai fungsi ketiga komponen dasar materi public speaking, yaitu:1. Pembukaan First impression sangatlah penting. Awal yang jelek akan mengganggu atau mengurangi simpati dan Anda akan sulituntuk memperbaiki keadaan ini. Namun jika dapat melalui pembukaan tanpa dinodai kecerobohan ataukesalahan, maka pada tahap selanjutnya public speaking Anda akan berjalan dengan mulus. Pada kebanyakan situasipublic speaking, terdapat empat sasaran yang harus dicapai agar pembukaan Anda dapat dipandang berhasil,yaitu: a. Mendapatkan perhatian dan rasa ingin tahu pendengar Anda. Jika public speaker tidak dapat memanfaatkan pembukaan untuk mendapatkan perhatian dan membangkitkan ketertarikan pendengar, maka betapapun terkenalnya pembicara atau betapapun pentingnya topik, tetap saja pembicara akan kehilangan pendengar. Lalu pendengar akan mengatakan, “So what? Siapa yang peduli!” Memperoleh perhatian pendengar di awal biasanya mudah dilakukan Bahkan Anda dapat melakukannya sebelum mengeluarkan sapatah katapun. Setelah diperkenalkan oleh moderator dan melangkah ke mimbar, normalnya pendengar akan memperhatikan Anda. Jika tidak, maka tunggu saja dengan sabar. Tatap langsung pendengar Anda tanpa mengucapkan sepatah katapun. Maka dalam waktu singkat, semua pembicaraan dan suara yang mengganggu akan berhenti. Pendengar akan memberikan perhatian dan Anda siap untuk berbicara.Yang lebih sulit adalah menjaga agar pendengar tetap memperhatikan. Berikut ini adalah metode yang sering digunakan untuk tetap ‘memikat’ pendengar saat public speaking Anda. 1) Hubungkan topik dengan para pendengar. 2) Umumkan hal terpenting dari materi Anda. 3) Takut-takuti pendengar Anda 4) Pancing rasa ingin tahu mereka. 5) Mulai dengan kutipan atau pendapat ahli. 6) Sampaikan cerita. b. Umumkan topik public speaking Anda. Dalam proses membangun perhatian, pastikan topik public speaking Anda diutarakan secara jelas. Jika di akhir pembukaan topik tidak Anda sampaikan dengan jelas, maka pendengar bisa menjadi bingung. Akibatnya, kesempatan membuat pendengar menyerap materi hampir tak mungkin. Penting diperhatikan. Semenarik dan sebaik apapun pembukaan, namun jika tidak dihubungkan dengan topik, maka pembukaan tadi hanyalah siasia. c. Menunjukkan kredibilitas dan itikat baik Anda. Pendengar yang tahu maupun tidak tahu tentang topik, tentu akan lebih tertarik apabila merasa pembicara tahu tentang apa yang ia katakan. Kredibilitas tidak perlu bersumber dari pengalaman langsung. Tapi bisa juga dari membaca, kelas, wawancara, dan teman yang kompeten. Tapi apapun sumbernya, pastikan bahwa Anda memberitahukannya pada pendengar. Sedangkan menunjukkan itikad baik adalah permasalahan yang sedikit berbeda. Terlebih terhadap pendengar yang bersikap menentang. Karena itu usaha Anda harus dilakukan sejak pembukaan dengan memaparkan alasan-alasan yang logis. Minimal Anda harus bisa membuat mereka mempertimbangkan pemikiran Anda. 14
  20. 20. ::MengorganisasikanMateriPublicSpeaking d. Mem-preview batang tubuh topik public speaking Anda. Kebanyakan orang adalah pendengar yang payah. Bahkan pendengar yang baik sekalipun, membutuhkan bantuan dalam menyaring ide Anda. Salah satu cara membantunya adalah dengan menyampaikan di pembukaan, tentang apa yang harus mereka perhatikan pada materi public speaking yang akan Anda sampaikan. Mem-preview batang tubuh juga bisa menjadi tanda bahwa Anda akan mulai menjelaskan batang tubuh. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan definisi-definisi atau latar belakang yang dibutuhkan pendengar untuk memahami batang tubuh yang akan Anda sampaikan. Agar keempat sasaran pembukaan di atas dapat Anda laksanakan, maka coba perhatikan tips-tips berikut ini. a. Buatlah batang tubuh terlebih dahulu sebelum membuat pembukaan, karena batang tubuh adalah bagian yang paling penting. Setelah Anda mengetahui dengan pasti apa yang akan Anda sampaikan dalam batang tubuh, maka akan lebih mudah membuat pembukaan yang efektif. b. Jaga agar pembukaan dikemas secara singkat dan padat. Normalnya tidak boleh melebihi 10%-12% dari keseluruhan materi public speaking Anda. c. Ketika sedang mengumpulkan data untuk materi public speaking Anda, kumpulkan juga bahan-bahan yang dapat mandukung pembukaan Anda. d. Kreatif-lah dalam merencanakan pembukaan public speaking Anda. Lakukan percobaan dengan dua atau tiga macam pembukaaan yang berbeda, lalu pilih salah satu yang Anda pikir akan menjadi pembukaan yang mampu menarik perhatian dan minat pendengar Anda. e. Buatlah pembukaan Anda secara rinci. Sebagian orang menulis pembukaaan kata perkata, sebagian lagi hanya membuat out line. Namun cara manapun yang Anda gunakan, latihlah pembukaan berulang-ulang hingga Anda bisa melakukannya dengan kontak mata yang kuat dan lancar tanpa melihat catatan. Memulai public speaking Anda dengan baik, akan mengembangkan rasa percaya diri Anda.2. Batang tubuh Proses penyusunan batang tubuh dimulai dengan menetapkan ‘pokok pikiran,’ yaitu inti dari materi public speakingAnda. Karena itu, pikiran utama ini harus Anda pilih secara teliti, lalu mentransfernya ke dalam tulisan sebaik mungkin,dan menyusunnya secara tepat (strategis). Pokok pikiran erat hubungannya dengan ide sentral, seperti beberapa contohberikut ini. a. Apabila pada ide sentral Anda menyebutkan, “Terdapat tiga hal yang harus dilakukan untuk menjadi petugas humas yang profesional,” maka jelaslah bahwa pokok pikirannya harus terdiri dari tiga. b. Kadang pokok pikiran juga dapat dibuat dengan memaparkan bukti-bukti dari ide sentral yang telah Anda buat. Jika sebuah ide sentral menyebutkan, “Permasalahan gender dalam lingkungan pekerjaan merupakan isu yang sangat sensitif,” maka pokok pikirannya harus memaparkan bagaimana dunia internasional, atau ibu negara, atau aktivis perempuan, atau pers menyingkapi masalah ini, sehingga dapat menjadi bukti yang kuat atas ide sentral Anda. Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan contoh berikut. Topik : Good Governance Tujuan Umum : Untuk membujuk Tujuan Khusus : Untuk membujuk para aparat Humas lembaga pemerintah untuk bersikap profesional dalam membentuk reputasi positif lembaga yang diwakilinya. Ide Sentral : Untuk dapat bersikap profesional, aparat harus berusaha meningkatkan kualitas pribadi. 15
  21. 21. ::MengorganisasikanMateriPublicSpeaking Pokok Pikiran : I. Harus bersungguh-sungguh dalam bekerja. II. Harus konsisten dalam pekerjaan. III. Harus mengedepankan moral saat bekerja. IV. Harus mengedepankan etika saat bekerja. V. Harus dapat memberikan layanan yang berkualitas. Yang harus dipikirkan saat membuat pokok pikiran adalah waktu dan kemampuan para pendengar. Karena itu,pokok pikiran yang baik biasanya tidak melebihi lima macam pokok pikiran, sehingga dapat disampaikan sejelasmungkin dan memudahkan pendengar untuk mencerna serta mengingatnya. Namun biasanya terdapat dua masalah yangsering muncul pada proses penyusunan pokok pikiran ini, yaitu:a. Bagaimana jika materi pokok pikiran yang harus disampaikan jumlahnya banyak? Terdapat dua cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu: 1) Dengan mengevaluasi kembali materi tersebut, dan memilih yang benar-benar penting untuk disampaikan. 2) Jika masih belum bisa, maka kelompokkanlah materi tersebut menjadi beberapa kategori. Seperti ketika Anda berbicara tentang, “Pihak-pihak yang peduli terhadap permasalahan gender di lingkungan lembaga Anda.” Tentu pihak-pihak itu terdiri dari: a) Pimpinan Lembaga b) Karyawan c) Keluarga Karyawan d) Investor e) Media Massa f) Pemerintah g) Lembaga-Lembaga Wanita h) Mahasiswa Karena pokok pikiran dari ide sentral di atas banyak, maka pihak-pihak tersebut dapat Anda kelompokkan sajamenjadi: 1) Pihak Internal 2) Pihak Eksternalb. Sebaliknya, bagaimana jika ide sentral yang Anda rumuskan sudah terlalu rinci? Untuk kasus ini Anda tinggal membagi lagi ide sentral tersebut menjadi poin-poin yang terpisah. Jika kedua masalah di atas sudah dapat Anda atasi, maka selanjutnya perhatikanlah tips-tips berikut, yang dapat Andagunakan untuk menghasilkan pikiran pokok yang baik dalam public speaking Anda. a. Setiap pikiran pokok harus jelas dan independen dari pokok pikiran lainnya. Jika pokok pikiran Anda menyebutkan, “Harus menerapkan moral dan etika saat bekerja,” maka pokok pikiran ini harus Anda bagi menjadi dua”. 1) Harus mengedepankan moral saat bekerja. 2). Harus mengedepankan etika saat bekerja. b. Gunakan pola bahasa yang sama dalam setiap pokok pikiran. Penggunaan pola bahasa yang sama akan memudahkan Anda atau pendengar mengingatnya. Walaupun tidak semuanya bisa menggunakan pola yang sama, tapi Anda harus mengusahakannya jika bisa. Karena penggunaan pola bahasa yang paralel akan menonjolkan pokok pikiran Anda. 16
  22. 22. ::MengorganisasikanMateriPublicSpeaking c. Usahakan untuk menyeimbangkan kapasitas waktu untuk menjelaskan masing-masing pokok pikiran. Jika Anda memiliki tiga pokok pikiran dengan presentase waktu penyampaian sebagai berikut: 1) 85% 2) 10% 3) 5% Maka presentase di atas mencerminkan bahwa sebenarnya Anda hanya memiliki satu pokok pikiran atau pokokpikiran II dan III Anda tidak dipersiapkan dengan matang. Karena itu pokok pikiran yang baik ituharus seimbang, seperti: 1) 30% 2) 40% 3) 30% Atau 1) 20% 2) 30% 3) 50%3. Penutupan Penutupan adalah kesempatan terakhir untuk menyampaikan ide Anda, dan merupakan penampilan terakhir yangakan tertanam dalam benak pendengar Anda. Bagaimanapun Anda menyampaikan materi public speaking Anda, penutupmemiliki dua fungsi utama, yaitu: a. Untuk membuat pendengar tahu bahwa Anda akan mengakhiri public speaking Anda Bayangkan Anda sedang berbicara dengan rekan Anda. Setelah 15 menit berbicara, secara tiba-tiba ia berhenti dan meninggalkan Anda. Apa yang ada dalam benak Anda? Pikiran yang kurang menyenangkan pastinya. Begitu pula dengan public speaking, Andapun harus memberikan sinyal kepada pendengar, bahwa Anda sudah mau selesai. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan mengatakan: “Kesimpulannya adalah…” “Yang terakhir yaitu…” “Sebagai penutup Saya akan…” “Akan Saya akhiri dengan mengatakan…” Namun sebagian public speaker memberitahu pendengar dengan cara crescendo ending. Metode ini diadopsi dariteknik musik. Dengan menggunakan metode ini, Anda harus membangun minat dan perhatian dari pembukaan denganmenggunakan suara, baik itu nada, intonasi, ketukan, maupun volume suara. Selain itu, metode ini juga merupakankombinasi antara isi pesan yang dramatik, gerak badan, dan jeda kalimat. Kombinasi itulah yang menciptakan momenpenutupan yang berkesan karena memang sudah dibangun dari awal. b. Untuk mengusahakan agar pendengar mengerti atau komitmen dengan ide sentral Anda Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda gunakan: 1) Merangkum materi Anda. Cara ini merupakan cara termudah untuk melakukan penutupan Anda. 2) Gunakan kutipan. Cara ini paling sering digunakan. Kumpulkan semua kutipan dalam materi Anda, lalu pilih yang paling mencerminkan ide sentral Anda. 3) Menggunakan pernyataan yang dramatis. Kalau ingin menciptakan penutupan yang berenergi dan hidup, maka ciptakanlah pernyataan dramatis hasil pikiran Anda. Agar lebih efektif, berikan jeda sebelum menutup, lalu tambahkan tekanan emosional pada suara Anda saat menutup. 4) Arahkan kembali pendengar pada pembukaan. Mengulang skenario di pembukaan akan mengikat keseluruhan public speaking Anda dari awal sampai akhir menjadi sebuah kesatuan yang utuh. 17
  23. 23. ::MengorganisasikanMateriPublicSpeaking Keempat teknik di atas dapat dilakukan secara terpisah atau dikombinasikan satu sama lain, bahkan keempatnyasekaligus. Bayangkan saja jika Anda bisa menciptakan pernyataan dramatik, yang berisi rangkuman materi, sambilmengarahkan pendengar kembali pada pembukaan. Tentu akan menjadi penutupan yang luar biasa. Untuk menyusunpenutupan yang dapat memenuhi fungsinya seperti di atas, Anda bisa menggunakan tips-tips sebagai berikut: a. Seperti pembukaan, maka ketika sedang mengumpulkan data untuk materi, kumpulkan juga bahan-bahan yang dapat mandukung penutupan Anda. b. Jangan terlalu luas. Penutupan biasanya hanya berisi 5% - 10% dari materi yang Anda sampaikan. Karena pendengar akan merasa sebal, apabila sudah mendengar kalimat “Kesimpulannya adalah…,” tapiternyata Anda masih mengoceh panjang lebar. c. Buatlah penutupan Anda serinci mungkin, kata perkata, dan latihlah sesering Anda bisa. Pastikan penutupan disampaikan sebaik mungkin, sehalus mungkin, dengan percaya diri, dan menggunakan perasaan, tanpa bergantung pada caatatan yang Anda buat. Intinya, buatlah kesan terakhir Anda tidak terlupakan.B. LatihanDisesuaikan dengan permintaan instructor / peserta (diskusi)C. RangkumanMengorganisasikan dan membangun materi public speaking yang kokoh dapat dilakukan jika Anda menguasai fungsiketiga komponen dasar materi public speaking, yaitu: pembukaan; batang tubuh; dan penutup 18
  24. 24. ::WritingTechnique TEKNIK MENULIS NASKAH PUBLIC SPEAKING Setelah anda memahami tujuan, kebutuhan public speaking adalah 5M serta bagaimana mengorganisasikanmateri, maka dilanjutkan dengan implementasi konsep PIK dalam penyusunan materi public speaking Anda.Dalam menyusun naskah/materi public speaking sesungguhnya hanya terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu;Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.-) PENDAHULUAN Mulailah naskah/materi public speaking anda dengan membuat serangkaian kalimat sebagai pembuka.Pendahuluan/pembukaan ini harus semenarik mungkin. Hal ini dikarenakan 30 detik pertama merupakan waktuyang sangat rawan. Ketika dalam waktu 30 detik pertama tersebut anda mampu menarik / mendapatkan perhatianpendengar, maka jalan selanjutnya akan mudah. Dalam membuat sebuah pendahuluan/pembukan ini harus disesuaikan dengan jenis acara di mana anda akanberbicara. Formal / non formal. Namun demikian, sebuah pembukaan yang baik, seyogyanya tidak terlalukaku/formal. Berikut contoh pembukaan yang formal; “Bapak KadivHumas Polri yang terhormat, Bapak WakadivHumas yang terhormat, danpara tamu undangan yang kami banggakan......” Kalimat pembukaan ini memang sangat lazim dugunakan diberbagai instansi pemerintah, termasuk dalamhal ini di Kepolisian. Hal ini boleh-boleh saja, namun demikian seiring dengan era globalisasi dewasa ini kitaperlu menyuguhkan sebuah kalimat pembuka yang memiliki daya tarik tinggi sehingga dalam waktu 30 detikpertama ini semua perhatian pendengar berpusat pada anda. Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah pembukaan, antara lain; 1. Cerita Kebanyakan orang sangat senang mendengarkan cerita, terlebih jika cerita tersebut merupakan cerita yang mampu menginspirasi dan memotivasi. Berdasarkan pengalaman dari banyak pembicara (public speaker) sukses, penggunaan cerita sebagai pembukaan ini dinilai cukup berhasil dan lebih efektif. Lebih- lebih jika cerita tersebut adalah pengalaman pribadi yang ada kaitannya dengan tema/isi pembicaraan/naskah anda. 2. Kutipan Pembukaan juga dapat menggunakan kutipan berupa pepatah / motto dari orang-orang terkemuka/yang dikenal oleh pendengar anda, tentunya kutipan tersebut harus terkait dengan naskah anda. Sebagai contoh pembukaan yang bersifat kutipan; “Datang bersama adalah permulaan; berada bersama adalah kemajuan; bekerja bersama adalah keberhasilan. (Henry Ford) 19
  25. 25. ::WritingTechnique 3. Pernyataan Jika anda memilih membuat pembukaan dengan sebuah pernyataan, buatlah pernyataan yang mengejutkan sehingga audience memikirkan makna dan dampak dari pernyataan anda tersebut. Misalkan naskah/pembicaraan anda tentang Pemilu, maka pembukaan presentasi anda bisa dengan; “Suhu politik terasa begitu panas dan terus memanas. Pergesekan antar pendukung partai, petinggi partai dan sponsor partai kian memanas. Lalu siapakah yang akan berada di garda paling depan dan menjadi tameng keamanan dan kenyamanan public dalam pesta akbar nanti?......” 4. Pertanyaan Pertanyaan merupakan strategi jitu untuk mengawali sebuah presentasi/pembicaraan/paparan. Adanya pertanyaan yang diajukan akan memaksa audience untuk berfikir dan menjawab (tentunya harus ada relevansinya dengan makalah/naskah yang akan anda sampaikan). Sebagai contoh; “Pesta akbar demokrasi telah di ambang pintu, apa yang akan kita lakukan sebagai person yang diharapkan rakyat seluruh Indonesia mengawal dan menyukseskan pesta demokrasi negeri ini...?” 5. Salam Salam yang kebanyakan digunakan ini juga berfungsi sebagai ciri khas dari seorang pembicara, misalkan; Salam dahsyat, Salam Super, dan lain sebagainya.-) ISI NASKAH “Sebuah presentasi sebaiknya diumpamakan seperti rok wanita; cukup panjang untuk mencakuptopik, tetapi cukup pendek agar tampak menarik” (Winston Churcill)Sebuah formula sederhana layak anda miliki, seperti END; - Essential; inti dari presentasi yang berisi data dan fakta - Necessary; sebuah sisipan yang membuat materi anda lebih menarik yang berisi cuplikan peristiwa terkait/ visual yang menunjang materi utama. - Desirable; Bisa berupa game singkat yang membantu peserta agar tidak mengalami kejenuhan.-) KESIMPULAN “Presentasi sama halnya dengan menerbangkan pesawat. Hal tersulit yang dilakukan adalah saatakan mendaratkannya. Jika anda gagal maka bencana yan terjadi”. Untuk membuat kesimpulan dari sebuah presentasi, sama halnya membuat sebuah pendahuluan / pembukaan.Presentasi bisa disimpulkan dengan; Cerita, Kutipan, Pernyataan, Pertanyaan, dan Salam. 20
  26. 26. ::WritingTechnique KEKUATAN PIRAMIDA TERBALIK **MENULIS LEAD Lead adalah bagian terpenting dari berita. Unsur 5W 1H: Who Peristiwa terjadi pada siapa atau siapa yang melakukan aksi atas siapa. What Apa yang terjadi atau akan terjadi Where Di mana peristiwa terjadi / akan terjadi When Kapan peristiwa itu terjadi / akan terjadi Why Mengapa peristiwa terjadi, alasan di balik peristiwa How Bagaimana peristiwa terjadi/kronologis Berikut adalah struktur penulisan lead; - Latar Belakang -) Berisi penjelasan hal teknis / memperjelas cerita -) Harus meng-cover seluruh elemen -) Gunakan paragraf ketiga atau paragraf awal lainnya guna menjelaskan berbagai hal ke audience - Format Menurun -) Berisi penjelasan secara detail tentang ide dan gagasan dari paragraf sebelumnya pada lead/ body text -) Susun dengan format menurun, mulai dari fakta penting hingga fakta kurang penting - Kutipan -) Waktu yang tepat untuk memberi kutipan adalah setelah pembaca diberi informasi secara jelas pada body text -) Pisahkan kutipan langsung dengan menggunakan berita tambahan dan parafrase - Transisi -) Bisa dengan parafrase (seperti kata: sementara itu, meskipun demikian, oleh karenanya, kadang-kadang, dan, tetapi, dan bagaimanapun) -) Bisa juga dengan kutipan langsung sebagai transisi - Opini -) Jangan memberikan opini melainkan sampaikan fakta - Hindari Tamat -) Salah satu cara efetif adalah menutup dengan memberikan kesimpulan dengan menggunakan kutipan langsung.LATIHANDalam sesi ini peserta akan diajak untuk berlatih menyusun naskah Public Speaking dan mempresentasikan di depanpeserta lainnya dan dilanjutkan dengan diskusi 21
  27. 27. ::MenyampaikanPesanA. Pembahasan Anda tidak dapat melakukan public speaking tanpa memiliki materi yang akan disampaikan. Tetapi ketika Andamemiliki materi, maka Anda juga harus tahu bagaimana cara menyampaikannya. Karena itu ketika Anda akan melakukanpublic speaking, tentu akan timbul pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apakah Saya harus bersikap tegas, agresif, ataukalem saja?” “Di mana Saya harus berdiri nanti?” “Bagaimana seharusnya gerak tubuh (gesture) Saya?” “BagaimanaSaya memanfaatkan catatan Saya?” “Seberapa cepat Saya harus bicara?” “Kapan Saya harus berhenti untuk jeda?”“Kemana Saya harus memandang?” “Apa yang Saya lakukan apabila Saya melakukan kesalahan?” Namun tidak adajawaban tegas dan pasti dari setiap pertanyaan tadi. Karena public speaking adalah ‘seni.’ Apa yang berguna bagiseseorang bisa jadi akan gagal bagi orang lain. Keberhasilan pada pendengar saat ini, belum tentu terjadilagi pada pendengar yang akan datang. Anda tidak dapat menjadi public speaker yang handal hanya dengan mengikuti serangkaian peraturan dalam bukupedoman. Karena untuk menjadi public speaker yang handal, pengalaman adalah guru terbaik. Tapi ingat, denganpedomanpedoman yang ada, Anda akan memiliki petunjuk dasar untuk dapat memulai dariarah yang benar. Terdapat empat metode dasar dalam menyampaikan materi public speaking Anda. 1. Membaca persis sama dengan yang ada di naskah. Beberapa materi public speaking harus disampaikan kata perkata, seperti pidato presiden. Metode ini seringdigunakan karena setiap kata yang dikeluarkan presiden biasanya akan dianalisis secara mendalam oleh jurnalis,presiden negara lain, bahkan oleh musuhnya. Karena itu, untuk menghindari kesalahan (yang fatalnya dapat mengakibatkaninsiden internasional), maka presiden sering menggunakan metode ini. Waktu juga menjadi faktor yang menyebabkanorang menggunakan metode ini. Jika Anda sedang melakukan public speaking di radio atau televisi, makasetiap detik ada harganya. Karena itu, waktu yang tersedia harus diisi sepadat mungkin. Mungkin Anda merasa metode ini mudah. Tapi sebenarnya metode ini menuntut kemampuan yang tinggi. Bahkansebagian besar orang menodai metode ini. Bukannya tampil penuh energi dan bergaya dialog, mereka malah kaku danseperti dibuat-buat. Ragu-ragu, memberi jeda di tempat yang salah, membaca terlalu cepat atau terlalu lambat, tanpanada (monotone). Kesimpulannya, mereka bukannya ‘berbicara dengan pendengar,’ tapi malah ‘membaca untukpendengar.’ Jika Anda harus menggunakan metode ini, pastikan Anda melatihnya. Ucapkan dengan keras, sampaiAnda terdengar alami. Latihlah kontak mata Anda hingga dapat dilakukan secara berkala, walaupun sambil membaca. 2. Menyampaikan naskah yang sudah dihapal. Saat ini jarang orang melakukan metode ini, kecuali pada public speaking singkat, seperti toast, pidato ucapanterima kasih, pidato perkenalan, dan sejenisnya. Jika ingin menggunakan metode ini, pastikan Anda benar-benar hafal,agar dapat berkonsentrasi dalam menyampaikannya, bukan berkonsentrasi menghapalkannya. Akan lebih buruk lagijika Anda sampai terdiam, melihat langit-langit atau jendela untuk dapat mengingat hafalan Anda. Karena itu latihlahsebaik mungkin. 3. Berbicara Impromptu Impromptu adalah teknik public speaking yang digunakan apabila Anda hanya memiliki waktu persiapan yangsedikit dan singkat. Hanya sedikit orang yang mau menggunakan cara ini, tapi kadang cara ini tidak dapat dihindari. 22
  28. 28. ::MenyampaikanPesan Bahkan pembicaraan yang sering Anda lakukan dalam hidup ini, termasuk impromptu. Seperti ketika Andaditunjuk tiba-tiba untuk memberi sepatah dua patah kata, atau berdiskusi dalam kelas, atau rapat/pertemuan bisnis,atau menyampaikan progress report, atau menanggapi seorang pembicara, atau menjelaskan suatu prosedur padamasyarakat, dan juga saat menanggapi keluhan khalayak. Apabila Anda dihadapkan dengan situasi ini, janganpanik! Tak seorangpun mengharapkan Anda sempurna dalam momen seperti ini. Jika Anda berada pada sebuahrapat atau diskusi, maka perhatikan saja perkataan dari pembicara lainnya. Buat catatan dari pokok pikiran merekadan beri catatan pada pokok pikiran yang Anda setujui maupun tidak. Selama proses ini berjalan, maka secaraotomatis Anda akan memformulasikan apa yang ingin Anda katakan. Jika Anda akan merespon seorang pembicara, maka cobalah untuk berbicara dengan empat langkah sederhanaberikut: a. Nyatakan inti dari jawaban/tanggapan Anda. b. Nyatakan inti keinginan Anda. c. Dukung pernyataan Anda dengan statistik, contoh, atau testimonial. d. Rangkumlah inti pernyataan Anda. Jika sempat, buat outline sederhana pada secarik kertas dengan kata kunci berisi hal-hal yang ingin Andakatakan, agar tidak berbicara melantur tanpa arah yang jelas. Pada beberapa kasus, Anda bisa berbicara dari tempatduduk. Namun jika harus ke mimbar atau sejenisnya, maka jalanlah dengan tenang, tarik nafas yang dalam (tapijangan terlihat orang lain), lakukan kontak mata dengan pendengar terlebih dahulu, baru mulailah berbicara.Seberapapun paniknyaAnda, berusahalah sekuat tenaga untuk terlihat tenang dan yakin di mata yang lain. Saat Anda mulai berbicara,jagalah kontak mata dengan pendengar. Jika Anda cenderung berbicara cepat saat gugup, konsentrasilah untukberbicara pelan. Kemudian jika outline sederhananya sempat dibuat, maka tetaplah pada jalur yang telah Andatulis. Lalu jangan lupa untuk menolong pendengar agar mudah mengikuti pembicaraan Anda, dengan memberipetunjuk seperti: “Point pertama saya adalah…” “Yang kedua, dapat kita lihat bahwa…” “Pada kesimpulan ini, Saya ingin mengatakan…” Ingatlah, bahwa hampir setiap hari Anda menggunakan teknik impromptu. Karena tidak ada alasan bagi Andauntuk panik atau mental jatuh, ketika diminta secara mendadak untuk berbicara. Jika Anda tetap cool, danmengorganisasikan pikiran Anda, maka semuanya akan berjalan lancar. 4. Berbicara Extemporaneously. Makna Extemporaneously sebenarnya tidak berbeda dengan Impromptu. Tapi secara teknis, keduanya sangatberbeda. Karena berbicara Extemporaneously pada dasarnya dilakukan dengan penuh persiapan.Untuk dapat menggunakan metode ini, buatlah outline singkat, atau sekumpulan catatan tentang hal-hal yangpenting, untuk memancing ingatan Anda saat berbicara. Sedangkan kata-kata yang Anda gunakan ditentukan hanyabeberapa saat sebelum Anda ucapkan. Ini tidaklah sesulit yang Anda kira. Begitu Anda selesai membuat outline/catatan, mengetahui topik yang akan Anda bawakan, dan dalam acaraapa, maka Anda dapat memulai latihannya. Keluarkan apa yang ada dalam pikiran Anda dengan pedomanoutline/catatan tadi. Setiap Anda mengulangnya, maka kata yang Anda gunakan akan berbeda. Namun jika dilakukanberulang-ulang, Anda akan menemukan dan mengingat cara terbaik yang muncul selama latihan. 23
  29. 29. ::MenyampaikanPesanKelebihan metode ini adalah: a. Memberikan latihan pada Anda untuk mengendalikan pikiran dan bahasa, dibandingkan teknik impromptu. b. Menawarkan spontanitas yang baik dan terarah, daripada teknik membaca atau menghapal naskah. c. Teknik ini membantu kita untuk beradaptasi dengan situasi yang bermacam-macam. d. Meningkatkan kualitas berbicara sesuai yang diharapkan pendengar. Karena walaupun berbicara berulang- ulang di tempat yang berbeda, Anda akan tetap terlihat spontan. e. Anda bebas melakukan kontak mata, gerak tubuh terlihat alami, dan dapat berkonsentrasi untuk ‘berbicara’ dengan pendengar, bukannya hanya ‘pidato.’B. LatihanLatihan disesuaikan dengan instruktur atau diskusi dengan pesertaC. Rangkuman Terdapat empat metode dasar dalam menyampaikan materi public speaking Anda, yaitu; membaca persissama dengan yang ada di naskah; menyampaikan naskah yang sudah dihapal. Berbicara Impromptu; dan berbicaraExtemporaneously. Namun, apapun metodenya, Anda tidak dapat menjadi public speaker yang handalhanya dengan mengikuti serangkaian peraturan dalam buku pedoman. Karena untuk menjadi public speaker yanghandal, pengalaman adalah guru terbaik. Tapi ingat, dengan pedoman-pedoman yang ada, Anda akan memilikipetunjuk dasar untuk dapat memulai dari arah yang benar.D. Notes ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 24
  30. 30. ::HambatanPublicSpeakingA. Pembahasan Dengan belajar dan latihan, Anda akan dapat menguasai perbedaan di atas, dan mampu untuk mengembangkankemampuan percakapan Anda menjadi kemampuan public speaking yang baik. Hal ini dimulai dengan membangunkepercayaan diri. Hal yang harus kita pahami dalam membangun kepercayaan diri adalah: 1. Gugup itu normal Gugup dapat terjadi karena situasi public speaking sering dianggap sebagai situasi yang mengancam. Karena dianggap ancaman, maka adrenalin kita bergerak cepat. Akibatnya kendali otak melemah, tubuh menjadi kaku, gemetar, keluar keringat, dan reaksi biologis lainnya. Namun Anda tak perlu khawatir karena semua orang mengalaminya, khususnya pada saat pertama melakukan public speaking. Karena dalam dunia komunikasi, kita mengenal apa yang disebut sebagai Adagium, yaitu: “Semakin tinggi ketidakpastian (uncertainty), maka semakin tinggi kecemasan (anxiety).” Nah, wajar kan kalau kecemasan itu muncul. Lalu bagaimana kita dapat menghilangkan kecemasan itu sampai nol? Menghilangkan kecemasan sampai nol tidak boleh dilakukan. Karena menurut ilmu komunikasi, jika kecemasan terlalu rendah, Anda tak perduli untuk tampil baik. Kemudian jika ketidakpastian terlalu rendah (artinya semakin pasti), maka tak ada lagi ‘misteri’ dalam interaksi Anda, dan Anda akan jadi bosan.” Yang perlu Anda pahami adalah di mana batas atas dan batas bawah ketidakpastian dan kecemasan Anda masing-masing. Dengan memahami batasan itu, maka secara tidak langsung Anda telah berusaha mengontrol perasaan gugup dan membuatnya bekerjasama dengan diri Anda. 2. Mengontrol dan menghadapi gugup a. Dapatkan pengalaman berbicara Kalau Anda sudah sering menghadapi sebuah situasi, maka keadaan itu kelak tidak akan menjadi ancaman lagi bagi Anda. Sebab pengetahuan dan pengalaman akan membangun kepercayaan diri Anda. Tapi jangan berfikir bahwa jalan menuju percaya diri adalah jalan yang mulus. Karena percaya diri harus Anda capai dengan uji coba berkalikali, walaupun pernah melakukan kesalahan. Intinya adalah bagaimana meminimalkan kesalahan, sehingga dapat membangun perasaan bebas dari rasa cemas. b. Persiapan, persiapan, persiapan Seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mempersiapkan diri? Stephen E. Lucas mengatakan bahwa: “Satu menit dari waktu berbicara Anda, membutuhkan persiapan selama satu jam.” Anda mungkin berpikir waktunya terlalu banyak, tapi yakinlah bahwa Anda akan mendapat hasil yang sepadan dengan lamanya persiapan Anda tersebut. Layaknya aktor, Andapun harus latihan hingga dapat tampil dengan baik. Maka Andapun akan menemukan bahwa kepercayaan diri Anda sebagai pembicara akan meningkat setiap kali Anda melatih diri Anda hingga benar. Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan yang baik dapat mengurangi demam panggung hingga 75%. 25
  31. 31. ::HambatanPublicSpeakingc. Berpikir positif Percaya diri sering dikenal sebagai kekuatan dari positive thinking. Jika Anda berfikir ‘Anda bisa,’ maka Anda akan bisa, begitu pula sebaliknya. Karena itu pikiran negatif yang seringkali muncul harus dapat diubah menjadi positif seperti contoh ini; Negatif : Saya harap saya tak melakukan (pidato) ini Positif : Pidato ini kesempatan buat saya untuk membagi gagasan saya dan mendapatkan pengalaman sebagai pembicara Negatif : Saya bukan public speaker yang hebat Positif : Tak ada orang yang sempurna, tapi saya menjadi lebih baik pada setiap kesempatan Negatif : Saya selalu gugup ketika berpidato Positif : Semua orang gugup. Jika orang lain mampu menghadapinya, saya pun bisa Negatif : Tak ada seorangpun tertarik pada pidato saya Positif: Saya punya topik yang bagus, dan saya sangat siap. Tentu saja, mereka akan tertarik mendengarkannya.d. Gunakan kekuatan visualisasi Kekuatan visualisasi juga erat kaitannya dengan positif thinking. Karena penelitian menunjukkan bahwa imajinasi visual pada pikiran kita, dapat meningkatkan performa secara signifikan. Coba imajinasikan diri Anda berada dalam suatu ruangan dan akan menyampaikan betapa signifikannya upaya peningkatan kualitas pribadi untuk mewujudkan good governance. Bayangkan anda berdiri dengan percaya diri dan mantap di depan, sambil melakukan kontak mata dengan khalayak. Menyampaikan buah pikiran Anda dengan lancar, tegas, dan suara yang jelas. Akibatnya, semakin jauh Anda menjelaskan, maka semakin meningkat ketertarikan khalayak dan semakin meningkat pula kepercayaan diri Anda. Namun bukanlah jaminan pada setiap public speaking, imajinasi Anda akan terwujud. Lalu ini juga tidak dapat dijadikan pengganti dari bentuk persiapan-persiapan lainnya. Tapi jika digunakan bersama dengan metode-metode lainnya, imajinasi pikiran ini terbukti dapat menolong dalam mengontrol kegugupan, dan mewujudkan presentasi yang berhasil.e. Sadari bahwa banyak kecemasan Anda sebenarnya tidak tampak. Walaupun tangan Anda berkeringat dan jantung berdegup keras, khalayak kemungkinan tidak menyadari kondisi Anda, khususnya jika Anda berusaha untuk menampakkan sikap cool dan percaya diri dengan kemampuan terbaik Anda. Walaupun Anda mengatakan, “Saya sangat gugup sampai mau mati rasanya,” setelah mereka melakukan public speaking (yang dipersiapkan dengan matang), tidak akan ada orang yang percaya ucapan Anda.f. Jangan mengharapkan kesempurnaan. Pada titik tertentu dalam presentasi, Anda akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak direncanakan, betapapun kecilnya. Namun faktanya, moment itu tidak akan tertangkap oleh khalayak, karena mereka tidak tahu apa yang telah direncanakan oleh Anda. Public speaking bukanlah perlombaan ice skeating atau loncat indah, dimana para juri mencari penampilan sempurna dari pesertanya. Karena public speaking lebih menekankan pada penyampaian ide dan pesan pembicara yang jelas dan mengena. Bahkan kesalahan dapat membuat pembicara semakin tampak manusiawi. 26
  32. 32. ::HambatanPublicSpeakingMengontrol dan menghadapi gugup juga dapat dilakukan dengan menghindari kalimat-kalimat ‘apologi’ yang makinmengacaukan Anda, seperti: a “Maafkan saya. Saya benar-benar gugup!” Reaksi peserta : “Iya, ya, dia benar-benar gugup, bahkan tangannya gemetaran. Waduh, orang ini bikin saya gak nyaman.” Reaksi pembicara : “Wah, ternyata saya lebih gugup dari yang saya kira.” b. “Saya benar-benar minta maaf, saya tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri” Reaksi peserta : “Terima kasih, ya, udah ngabisin waktu gue!” Reaksi pembicara : “Ini benar-benar kacau dan saya harus menghadapinya.” c. “Saya tidak tahu kenapa saya yang diminta untuk bicara hal ini, sebetulnya ada banyak orang lain yang lebih layak.” Reaksi peserta : “Duh, ini pasti akan menjadi kebosanan yang panjang.” Reaksi pembicara : “Saya benar-benar merasa tidak layak dan yakin dengan diri saya.” d. “Saya benar-benar tidak layak jadi pembicara.” Reaksipeserta : “Ya, ya, kelihatan kok Anda tuh gak becus.” Reaksi pembi cara : “Saya berharap saya bisa melewati ini.” Kini Anda telah memahami mengapa gugup itu muncul dan hal-hal apa saja yang dapat mengontrolnya. Namunsebelum memulai, persiapkan terlebih dahulu penampilan Anda. Alasannya karena manusia mencari informasi melalui: 1. 87% dengan Pandangan 2. 7% dengan Pendengaran 3. 3,5% dengan Penciuman 4. 1,5% dengan Penyentuhan 5. 1% dengan PengecapanKarena itu, berikut ini adalah tiga belas cara yang dapat Anda lakukan untuk tampil baik. 1. Berbusanalah yang nyaman dan aman. Sangat penting secara psikologis untuk bisa percaya diri dengan bagaimana Anda akan terlihat. 2. Konsentrasi pada pesan utama Anda. Jika Anda punya hal penting yang mau disampaikan pada peserta maka Anda akan bersemangat untuk menyampaikannya. 3. Tariklah nafas dalam-dalam. Cara ini mungkin bisa Anda gunakan agar Anda tidak terlalu tegang. Sebelum bicara (sampai di tempat Anda bicara), tariklah nafas dari diafragma Anda, tahan sampai hitungan keempat, lalu keluarkanlah nafas itu sambil mengucapkan “gampang/mudah”. 4. Bergeraklah. Hal ini bisa melepaskan energi kegugupan Anda. 5. Bayangkanlah Anda berhasil melakukan pembicaraan ini. 6. Jangan buat pengakuan negatif. 7. Bangkitkan percaya diri dengan banyak melakukan praktek. 8. Ingat, audiens Anda juga sama seperti Anda (artinya sama-sama “orang”). 9. Ingat-ingatlah ketika Anda tampil baik. 10. Tunjukkanlah wajah bersahabat dan buatlah kontak mata. 13. Bekerjasamalah dengan tubuh Anda. Istirahatlah yang cukup, makanlah makanan yang membuat diri Anda tidak bermasalah. 27
  33. 33. bab 5KAMERA TV, apapun bentuknya untuk sebagian orang menjadi hal yang bisa sangat menakutkan. Oleh karenanyadalam pelatihan ini dicoba untuk secara jelas mengurai beberapa masalah yang sering muncul ketika berhadapandengan kamera TV, angle kamera, tips, dan lain sebagainya;MASALAH YANG BIASA MUNCULMasalah yang biasa muncul ketika Anda berhadapan dengan kamera TV adalah:Tidak Nyaman dan Kurang Percaya Diri dan hasilnya adalah: Penampilan Anda Tidak Maksimal. TIPS UMUM MENGHADAPI KAMERA TV - Mengetahui masalah angle kamera - Pendekatan profesional - Penampilan - Bahasa Tubuh - Menjadi diri sendiri - Memperlihatkan antusiasme ANGLE KAMERA TV Saat wawancara: - Perhatikan sisi wajah terbaik - Door stop: Wajah arahkan ke kamera TV (bukan wartawan tulis) - Kalau ada beberapa kamera letakkan berdekatan - Wawancara khusus: selalu hadapkan wajah ke pewawancara bukan kamera - Perhatikan back ground - Sesuaikan dengan tema wawancara - Arah cahaya - Back-light (cahaya dari belakang): wajah gelap PENDEKATAN PROFESIONAL Penampilan ==> • Akan menyampaikan pesan tentang diri pemakainya . • Sesuaikan dengan acara, orang yang hadir dan kenyamanan 28
  34. 34. :: Talk with Camera TVBerpakaian di kamera, HINDARI • Pakaian yang bercorak besar • Pakaian bercorak rapat • Pakaian yang terkesan berat • Warna yang terlalu terang • Warna yang terlalu kontras • Jika menggunakan virtual hati-hati dengan warna virtual • Pakaian dengan banyak hiasan • Pakaian yang tidak pas • Laki-laki: pakaian dan dasi dengan terlalu banyak warnaPelengkap Busana:• Sepatu, tas & ikat pinggang – Warna yang sesuai – KenyamananAsesoris• Gunakan sebagai aksen• Jangan terlalu banyakKacamata• Gunakan kacamata untuk membuat efek tertentu• Hindari: – Menggunakan bingkai yang besar dan berat – Lensa yang “mantul” 29
  35. 35. :: Talk with Camera TVMembangun Gaya Pribadi Bahasa tubuh adalah bagian dari gaya pribadi seseorang Jangan ubah gaya asli Jangan coba mengubah seluruh penampilan & gaya kita Sedikit perubahan untuk perbaikanYang harus diperhatikan dalam penampilan & bahasa tubuh - Berbusana dan berpenampilan menarik. - Posisi tegak. - Senyum - Suara yang berwibawa - Gaya indivual - Antusias - Santai dan menikmati acara 30
  36. 36. bab 6 Relasi Media: pertama berkenaan dengan komunikasi, kedua berkenaan dengan pemberian informasi atau memberi tanggapan pada pemberitaan media atas nama pribadi maupun organisasi.Arus komunikasi dalam Relasi MediaAlur Kerja MediaJenis Media 31
  37. 37. :: Media Relations32
  38. 38. :: Media Relations Kenapa Harus Berhubungan dengan Media? • Media massa sudah menjadi bagian dari pribadi, organisasi dan kehidupan banyak orang. • Nyaris tak ada kegiatan yang tidak melibatkan media massa dalam keseharian kita. • Hubungan baik dengan media menjadi salah satu roh penting dalam melakukan branding. • Hubungan baik dengan media bukan hanya dijalin demi menjalankan perannya sebagai “pemadam kebakaran”, atau sebagai solusi setelah timbul masalah. Hubungan baik dengan media (media relations) dijalin dan dipelihara secara terus menerus sepanjang masa.Bentuk – Bentuk Relasi dengan Media? • Berita Pers • Konferensi Pers • Jumpa Pers • Kunjungan Pers • Wawancara Pers • Hubungan Pers Telpon )* Seiring perkembangan, kini juga telah populis bentuk relasi media Melalui surat elektronik – yang oleh pers dijadikan pilihan paling favorite dalam berkomunikasi. 33
  39. 39. :: Media RelationsNews Values (Yang Dicari Wartawan) • New • Conflict • Important • Drama/human interest • Unique • Scandal • Prominence • Relevance • Magnitude • Proximity • Cover both side • ImpactSumber-sumber Berita (Bagi Wartawan) • Masyarakat • Media-media lainnya (koran, majalah, radio, televisi, internet, kantor berita) • Aparat Keamanan (Polisi, Tentara) • Pejabat Pemerintahan (Pusat dan Daerah) • Tokoh Masyarakat • Sesama Wartawan • Pejabat humasKiat Media dalam Memburu Berita • Menempatkan wartawan pada pos-pos penting (instansi pemerintah pusat/daerah, kepolisian, organisasi kemasyarakatan/politik) • Menyebarkan wartawan secara mobile (hunting) • Memperbanyak koresponden dan kontributor (stringer) • Melibatkan masyarakat melalui layanan telpon interaktif/pengaduanBila Organisasi Ingin Menyaingi Wartawan dalam Hal Kecepaan Informasi • Perkuat sentra-sentra informasi yang sudah ada, dengan memperbanyak petugas-petugas khusus di bidang tersebut. • Menjadikan Masyarakat sebagai Sumber Informasi. • Bekerja sama dengan wartawan. • Menjadi wartawan.Hal-hal yang Dipersiapkan Wartawan Sebelum Meliput • Mengumpulkan Latar Belakang Informasi Sebanyak-banyaknya. • Menentukan Angle (Fokus) Peliputan. • Menentukan/Memilih Narasumber yang Kompeten untuk Dimintai Keterangan. 34
  40. 40. :: Media RelationsHal-hal yang Akan Ditanyakan Wartawan kepada Narasumber • 5 W 1 H --- what who where when why & how. • Check & Recheck (memeriksa fakta dan data-data lainnya di belakang informasi yang telah diperoleh). • Follow up news (kelanjutan/kesinambungan dari suatu peristiwa).Tuntutan terhadap Wartawan • Mencari berita yang eksklusif (lain dari yang lain, baik dari segi fakta maupun angle berita). • Mendapat berita secepat mungkin (semua unsur berita lengkap, dan bagi wartawan televisi mutlak memperoleh visual dan audionya). • Cover both-side (seimbang).Perilaku Wartawan • Selalu Mengejar Informasi. • Tidak akan puas dengan informasi yang diperoleh, terutama bila informasi tsb belum lengkap atau merasa ada yang disembunyikan oleh narasumber. • Mencari kontra-informasi. • Tidak bisa menerima penolakan.Jawaban yang Harus Dihindari • No Comment, baik secara lisan maupun dengan bahasa tubuh. • Tidak Tahu, baik secara lisan maupun dengan bahasa tubuh. • Diam atau menghindar. • Bertele-tele. • Marah. • Melemparkan pertanyaan kepada pihak lain tanpa alasan yang jelas.Jawaban yang Harus Diberikan • Fakta yang sudah bisa dipublikasikan. • Sampaikan latar belakang kasus, dan pertegas mana yang off the record dan mana yang on the record. • Bila masih ada fakta dan latar belakang yang belum layak diungkapkan, sampaikan bahwa hal itu masih dalam tahap penyelidikan atau penyidikan. • Segera beritahukan wartawan jika ada perkembangan (follow up news).Cara Menjawab yang Baik • Sampaikan dengan tenang. • Informasi straight to the point (terutama untuk wartawan TV). • Gunakan bahasa yang sederhana (mudah dimengerti siapapun). • Penjelasan yang sistematis. • Jangan menggunakan kata e … • Sampaikan dengan penuh otoritas (ingat: diafragma). • Pergunakan bahasa tubuh untuk mempertegas pernyataan yang disampaikan. 35
  41. 41. bab 7SUARA DAN TEKNIK BERBICARA Bernilai sangat strategis, karena bisa dioptimalkan untuk pencapaian sukses seseorang maupun institusi.Tanpa strategi berbicara yang terencana dengan benar, interaksi antara karyawan dengan pelanggan dapat tergelincirmenjadi kesalahan yang fatal. Ini dapat dibuktikan dari banyaknya keluhan pelanggan di media massa mengenailayanan yang arogan, tidak simpatik atau bahkan merugikan. Public Speaking merupakan rangkaian teknik yang dilatih, dipraktekkan dan dimanfaatkan untuk berbicara didepan umum. Contohnya: ceramah dan pidato, tetapi secara luas public speaking mencakup semua aktivitas berbicaradi depan orang lain: rapat, membawakan acara (MC), presentasi, diskusi, briefing bahkan mengajar.Dalam public speaking, berbicara merupakan suatu strategi, setiap unsurnya direncanakan dengan baik dan bukanmerupakan bakat atau kebetulan.KAPAN PUBLIC SPEAKING DIBUTUHKAN? - Presentasi produk, system atau jasa - Persuasi penjualan - Layanan Pelanggan - Road show korporat (investasi, listing/ delisting) - Telemarketing/ telecanvassing - Wawancara (interviewer maupun interviewee) - Peluncuran produk/ outlet baru - Jumpa pers - Pelatihan/ pengajaran/ coaching - Meeting atau rapat kerja - Kampanye atau penyuluhan, dll KONSEP 3 V’s Dalam dunia public speaking kita mengenal 3 V’s of Communication (Albert Mahrabian) VERBAL rangkaian kata atau isi dari materi yang akan kita bawakan. VOICE suara yang kita keluarkan ketika kita berbicara. VISUAL penampilan atau body language. 36
  42. 42. ::VocalManagementCONTOH MATERI PRESENTASIApabila anda akan menyampaiakan presentasi pasti anda akan menyiapkan media yang akan digunakan dalampresentasi selain isi dari materi itu sendiri seperti: - Susunan kata - Jenis huruf - Tampilan gambar - Diagram - Chart - Warna dsbItu selalu saja dianggap kurang. Selalu saja tidak pas. Materi adalah hal yang paling berpengaruh dalam berhasilnyapresentasi yang akan dibawakan. - Apakah benar ?! Bahwa materi is everything on presentation ?! - Apakah betul materi kita yang merupakan first attraction point (Pengalih Utama) kepada audiens kita?PEMBUKTIAN Menurut anda, V manakah yang merupakan V penyumbang persentase terbesar dalam kesuksesan suatu presentasi?Banyak sekali atau hampir seluruhnya memilih V pertama (verbal) yang mempunyai nilai lebih dari 50 persen!Ternyata dalam research yang dilakukan, Verbal hanya menyumbang 7 persen! Bukankan itu sangat mencengangkan?! First impression kita terhadap audiens ternyata bukan berasal dari materi yang akan kita sampaikan. V yangterakhir (Visual) lah yang menjadi barometer barhasil atau tidaknya kita dalam mengambil perhatian audiens.Nilai untuk Visual adalah 55 persen, sedangkanNilai untuk Voice sebesar 38 persen.PENELITIAN Menurut penelitian, 60 % sampai dengan 70 % manusia berkomunikasi dengan cara non verbal, artinya manusiaberkomunikasi kebanyakan tidak menggunakan mulut! Banyak orang yang merasa sangsi atau bingung bahkan tidak percaya. C Contoh film Charlie Chaplin yang tanpa suara.Kenapa film Charlie Chaplin bisa menjadi film yang sangat populer pada jaman itu sedangkan film itu dibuat tanpasuara ? Atau kalau jaman sekarang film Mr. Bean. Ada yang pernah mendengar Mr. Bean mengucapkan suatu kata atau kalimat sederhana yang jelas ? Jawabannyatidak. Ternyata para pemirsa TV di rumah sudah sangat mengerti dengan isi atau alur cerita dalam film itu lewattampak visual dari mimik dan body language dari para aktor layar kaca tersebut. 37
  43. 43. ::VocalManagementSEBERAPA PENTINGNYA SUARA MAMPU MENARIK PERHATIAN AUDIENCE? Sekitar akhir tahun 80 an, Seorang ibu sedang menangis tersedu - sedu di depan radio transistor. Kenapa dia menangis. Dia bilang kalo tokoh kesayangannya dalam sandiwara radio tersebut, Bhrama Kumbara hampir terbunuh. Saya Tanya ke dia, apakah dia sudah pernah melihat si Bhrama Kumbara atau orang yang mengisi suara untuk tokoh itu?, dijawab belum! Aneh bukan?! Hal ini menunjukkan kalo Voice atau suara itu sangat berpengaruh terhadap audiens. Kadang dari suara seseorang di Radio atau di telephone bisa membuat kita jadi jatuh hati tanpa kita melihat wujud dari si pembicara. Padahal setelah bertemu langsung, mungkin saja kita menyesal. Untuk hal ini ada ungkapan “Indah Berita dari Rupa”. Hal ini membuktikan kalau bukan hanya ada istilah fals dalam bernyanyi, tapi juga dalam hal berbicara. Bagaimana supaya kita tidak fals ketika berbicara?“MERDU” DALAM BERBICARA Melalui pemantapan dalam : - Artikulasi - Nada - Tone - Volume. Dari Visual dan Voice yang sudah kita bahas sebelumnya, apakah Verbal atau isi materi kita jadi tidak penting? Setelah orang memperhatikan penampilan atau body language kita, dan suara kita, barulah perhatian akan tertuju kepada materi yang akan kita bawakan. Apabila audiens tidak merasa nyaman dengan Visual dan Voice kita, maka akan dapat sekali dipastikan mereka akan cepat bosan dengan presentasikan yang kita bawakan. Jadi, ubahlah cara persiapan anda dalam menghadapi suatu presentasi. Pertama - tama perhatikan penampilan dan Body language anda, kemudian tidak lupa latihan olah vocal yang baik dan benar, serta siapkan materi anda dengan matang, dan lakukan presentasi dengan tenangMENGENAL ANATOMI TUBUH Suara manusia adalah alat musik tertua didunia Didalam hidupnya setiap manusia pasti pernah menyanyi, tetapi apakah kita cukup mengenal anatomi tubuh kita dan mengetahui mengapa kita dapat bernyanyi? 38
  44. 44. ::VocalManagementSEBERAPA PENTINGNYA SUARA MAMPU MENARIK PERHATIAN AUDIENCE? Jadi, ubahlah cara persiapan anda dalam menghadapi suatu presentasi. Pertama - tama perhatikan penampilan dan Body language anda, kemudian tidak lupa latihan olah vocal yang baik dan benar, serta siapkan materi anda dengan matang, dan lakukan presentasi dengan tenangA. RONGGA RESONATOR • Rongga mulut • Rongga dada • Rongga hidung(termasuk rongga kepala) B. ALAT-ALAT PENGUCAP • Langit – langit keras • Langit – langit lunak • Lidah • Bibir • Gigi • Rahang bawah C. PHARYNX Terletak didalam tenggorokan, tepatnya dirongga mulut bagian belakang. Berfungsi sebagai persimpangan jalan suara. Dibagian inilah kita arahkan suara kita. Kalau banyak diarahkan kerongga kepala akan menjadi suara kepala (head voice). Kalau banyak diarahkan kerongga hidung akan menjadi suara hidung (nasal voice) 39

×