Makalah workshop bandung

2,210 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Makalah workshop bandung

  1. 1. Media Relation and Communication Training ProgramJune, 9th – 11th 2010, Holiday Inn - Bandung<br />
  2. 2. Content<br />
  3. 3. Content<br />
  4. 4. Program<br />Day 1<br />
  5. 5. 2010 mencapai 57,8 jutapengguna internet<br />Lebihdari 1200 stasiunradio<br />se Indonesia<br />11 TV Nasional<br />49 TV Lokal<br />4 pay TV<br />Media yang sangatcepat<br />pertumbuhannya, saatiniada<br />sekitar97 jutaorangpemakai<br />handphone<br />SuratKabar – lebihdari 200 judul<br />Majalahdan Tabloid – lebihdari 500 judul<br />
  6. 6. The Nature of Media<br /><ul><li>MediaScape</li></ul>MEDIA READERS 2010<br />
  7. 7. The Nature of Media<br /><ul><li>Media Type & Characteristic
  8. 8. Radio
  9. 9. Auditori
  10. 10. Imajinatif
  11. 11. Akrab
  12. 12. Gaya percakapan
  13. 13. Aktualitasnya tinggi
  14. 14. Sifatnya santai
  15. 15. Praktis
  16. 16. Fleksibel
  17. 17. Undocumented
  18. 18. Duration time
  19. 19. Bias Audience</li></li></ul><li>The Nature of Media<br /><ul><li>Media Type & Characteristic
  20. 20. Televisi
  21. 21. Internet
  22. 22. SOCMED
  23. 23. Audiovisual
  24. 24. Communicator
  25. 25. More Complex
  26. 26. Duration time
  27. 27. Varieties
  28. 28. Bias Audience
  29. 29. Documented
  30. 30. Global
  31. 31. Longer
  32. 32. Actual
  33. 33. Practice
  34. 34. Flexible
  35. 35. Documented
  36. 36. Segmented
  37. 37. More details
  38. 38. More picture
  39. 39. Global
  40. 40. Actual
  41. 41. Bias Audience
  42. 42. Free
  43. 43. UnDocumented
  44. 44. Complicated
  45. 45. Multiframe</li></li></ul><li>The Nature of Media<br />Mass Media<br />Media Massa<br />Public<br />Brand You<br />Corporate<br />Brand You<br />Brand You<br /><ul><li>How Media Work</li></ul>“Arus komunikasi dalam Relasi Media”<br />
  46. 46. The Nature of Media<br />Wartawan /<br />Reporter<br />Wartawan / Reporter<br /><ul><li>How Media Work</li></ul>Alur kerja media<br />Kantor Berita<br />Kantor Berita<br />Redaktur<br />Bidang/<br />Desk<br />Redaktur<br />Pelaksana<br />Redaktur<br />Bidang/<br />Desk<br />Redaktur<br />Pelaksana<br />Siaran Pers<br />Kantor Berita<br />
  47. 47. The Nature of Media<br /><ul><li>The Deadline of each media</li></li></ul><li>The Nature of Media<br /><ul><li>The Deadline of each media</li></li></ul><li>The Nature of Media<br /><ul><li>Beberapa Istilah Jurnalistik
  48. 48. Embargo
  49. 49. Premiur / yang pertama
  50. 50. Off the Record
  51. 51. Rektifikasi /koreksi
  52. 52. Free Publicity</li></li></ul><li>Media Control  (ownership Vs Control of Media) <br />
  53. 53. Media Relations: Theory Vs Fact<br />Sikap yang POSITIF dan YAKIN merupakankunciutamadalamberhubungandengan media<br />(Sikap yang Salah)<br /> (“Media adalah Musuh”)<br /> -Richard Nixon<br />(Sikap yang Benar)<br /> (“Anda adalah Pesan”)<br /> -Roger Ailes<br />
  54. 54. Media Relations: Theory Vs Fact<br /><ul><li>Theory Vs Fact</li></ul>Relasi Media: pertama berkenaan dengan komunikasi, kedua berkenaan dengan pemberian informasi atau memberi tanggapan pada pemberitaan media atas nama pribadi maupun organisasi.<br />
  55. 55. Media Relations: Theory Vs Fact<br /><ul><li>Why Media Relations
  56. 56. Media massasudahmenjadibagiandaripribadi, organisasidankehidupanbanyakorang.
  57. 57. Nyaristakadakegiatan yang tidakmelibatkan media massadalamkesehariankita.
  58. 58. Hubunganbaikdengan media menjadisalahsaturohpentingdalammelakukanbranding.
  59. 59. Hubunganbaikdengan media bukanhanyadijalindemimenjalankanperannyasebagai“pemadamkebakaran”,atausebagaisolusisetelahtimbulmasalah. Hubunganbaikdengan media (media relations) dijalindandipeliharasecaraterusmenerussepanjangmasa.</li></li></ul><li>Media Relations: Theory Vs Fact<br /><ul><li>Media Relations Type
  60. 60. BeritaPers
  61. 61. KonferensiPers
  62. 62. JumpaPers
  63. 63. KunjunganPers
  64. 64. WawancaraPers
  65. 65. HubunganPersTelpon
  66. 66. Agency Pers
  67. 67. Dll</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />PrilakuWartawan<br /><ul><li>Selalu Mengejar Informasi.
  68. 68. Tidak akan puas dengan informasi yang diperoleh, terutama bila informasi tsb belum lengkap atau merasa ada yang disembunyikan oleh narasumber.
  69. 69. Mencari kontra-informasi.
  70. 70. Tidak bisa menerima penolakan.</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />TuntutanTerhadapWartawan<br /><ul><li>Mencari berita yang eksklusif (lain dari yang lain, baik dari segi fakta maupun angle berita).
  71. 71. Mendapat berita secepat mungkin (semua unsur berita lengkap, dan bagi wartawan televisi mutlak memperoleh visual dan audionya).
  72. 72. Cover both-side (seimbang).</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />Hal-hal yang Dipersiapkan Wartawan Sebelum Meliput<br /><ul><li>Mengumpulkan Latar Belakang Informasi Sebanyak-banyaknya.
  73. 73. Menentukan Angle (Fokus) Peliputan.
  74. 74. Menentukan/Memilih Narasumber yang Kompeten untuk Dimintai Keterangan.</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />Sumber-sumberBerita (BagiWartawan)<br /><ul><li>Masyarakat
  75. 75. Media-media lainnya (koran, majalah, radio, televisi, internet, kantorberita)
  76. 76. AparatKeamanan (Polisi, Tentara)
  77. 77. PejabatPemerintahan (Pusatdan Daerah)
  78. 78. TokohMasyarakat
  79. 79. SesamaWartawan
  80. 80. Pejabathumas</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />News Values (Yang DicariWartawan)<br /><ul><li>New
  81. 81. Important
  82. 82. Unique
  83. 83. Eminence /Prominence (melibatkanorangbesar)
  84. 84. Relevance
  85. 85. Magnitude (besaran)
  86. 86. Proximity /Keseharian
  87. 87. Cover both side
  88. 88. Impact
  89. 89. Conflict
  90. 90. Drama/human interest
  91. 91. Scandal</li></li></ul><li>How Journalist Work<br />Kiat Media dalam Memburu Berita<br /><ul><li>Menempatkanwartawanpada pos-pos penting (instansipemerintahpusat/daerah, kepolisian, organisasikemasyarakatan/politik)
  92. 92. Menyebarkanwartawansecara mobile (hunting)
  93. 93. Memperbanyakkorespondendankontributor (stringer)
  94. 94. Melibatkanmasyarakatmelaluilayanan</li></ul>telponinteraktif/pengaduan<br />
  95. 95. How Journalist Work<br />Hal-hal yang Akan Ditanyakan Wartawan kepada Narasumber<br /><ul><li>5 W 1 H --- what who where when why & how.
  96. 96. Check & Recheck (memeriksa fakta dan data-data lainnya di belakang informasi yang telah diperoleh).
  97. 97. Follow up news (kelanjutan/kesinambungan dari suatu peristiwa).</li></li></ul><li>How to Handle Media<br />Berhubungan Dengan Wartawan: Yang harus dan Yang tidak boleh dilakukan<br />(Yang Harus)<br /><ul><li>Berhubunganuntukmemperolehkepercayaanwartawan
  98. 98. Pro-aktiflah
  99. 99. Selalubersikapprofesional
  100. 100. Selalumembalastelpon
  101. 101. Menghargaibataswaktupemuatanberita yang dimilikiwartawan
  102. 102. Tetaplahpadapesananda</li></ul>(Yang Tidak Boleh)<br /><ul><li>Berbohong pada wartawan
  103. 103. Menanggapi pemberitaan negatif secara personal
  104. 104. Menganggap bahwa apa yang anda sampaikan tidak akan dimuat
  105. 105. Membuat pernyataan yang tidak layak muat</li></li></ul><li>How to Handle Media<br />MengontrolAliranInformasi<br /><ul><li>Jika informasi berasal langsung dari kantor anda, anda memegang penuh kendali atas berita tersebut.
  106. 106. Berikan informasi yang berguna kepada wartawan sehingga mereka tidak perlu mencari ke tempat lainnya. Hal ini membantu terciptanya hubungan yang erat dengan kalangan media sehingga mereka akan selalu mencari anda untuk mendapatkan informasi.
  107. 107. Gunakan ini untuk membangun kredibilitas dengan kalangan media dan memudahkan dalam menyampaikan pesan keluar.</li></li></ul><li>How to Handle Media<br />Berhubungan Dengan WartawanWawancara Melalui Telpon<br /><ul><li>Segeracaritahumengenaiwartawantersebutdandari media manadiaberasal
  108. 108. Carilahinformasiuntukbisamenghubunggimerekakembali (no. telp, alamat email, no. fax) dansimpanlahdalamdaftarrekanananda
  109. 109. Caritahulahapa yang sebenarnyamerekainginkandarianda
  110. 110. Kapanbataswaktupemuatanberitanya?</li></li></ul><li>How to Handle Media<br />BerhubunganDenganWartawanWawancaraMelaluiTelpon (lanjutan)<br /><ul><li>Jika memungkinkan, berilah waktu untuk anda dan telponlah wartawan tersebut kembali. “saya akan bantu anda mencari informasi tersebut dan menelpon anda segera.”
  111. 111. Kumpulkan fakta-fakta yang anda peroleh dan siapkan hal-hal yang ingin anda sampaikan sebelum menelponnya
  112. 112. Para jurubicara sangat jarang sekali menjawab pertanyaan wartawan pada kontak telpon yang pertama kali</li></li></ul><li>Crisis Communications Team<br /><ul><li>Background
  113. 113. Media Relations dalam krisis adalah bagian dari rancangan besar bidang komunikasi organisasi
  114. 114. Krisis menjadi besar salah satunya karena adanya eskalasi pemberitaan media masa
  115. 115. Media jangan hanya difungsikan sebagai “pemadam kebakaran”
  116. 116. Fungsi media relations dalam krisis menjadi sangat penting dan harus disiapkan sedini mungkin  untuk kondisi normal maupun kondisi krisis.</li></li></ul><li>Crisis Communications Team<br />
  117. 117. Crisis Communications Team<br /><ul><li>Pedoman Juru Bicara
  118. 118. Menyebutkan nama dan jabatan dengan jelas
  119. 119. Memberi informasi faktual dan jangan pernah berspekulasi
  120. 120. Berbicara dengan tenang dan menunjukkan kesungguhan serta sikap seorang profesionl
  121. 121. Hindari bicara menggunakan jargon, istilah yang tidak umum
  122. 122. Hindari penyampaian kemungkinan penyebab terjadinya krisis, lebih baik sampaikan upaya-upaya terakhir dalam penyelesaian krisis. Tegaskan bahwa apa yang terjadi sedang dalam penelitian dan penanganan menyeluruh.
  123. 123. Jagalah agar catatan atau informasi terperinci selalu terbuka
  124. 124. Telaah lagi pernyataan sebelumnya dengan konsultan untuk memastikan tak ada kesalahan dan semua tim sudah satu suara
  125. 125. Umumkan informasi mutakhir secara berkala
  126. 126. Lakukan kliping dan analisa pemberitaan yang ada setiap hari
  127. 127. Buat daftar wartawan dan pihak diluar organisasi yang telah mendatangi lokasi / tempat kejadian / lainnya
  128. 128. Hindari memberi pernyataan off the record</li></li></ul><li>Writing Press Release / Statement <br />90% press release yang dikirim ke media berakhir di tempat sampah<br />
  129. 129. Writing Press Statement <br /><ul><li>Informasi / Berita yang diinginkan media
  130. 130. New
  131. 131. Important
  132. 132. Unique
  133. 133. Eminence /Prominence (melibatkanorangbesar)
  134. 134. Relevance
  135. 135. Magnitude(besaran)
  136. 136. Proximity /Keseharian
  137. 137. Cover both side
  138. 138. Impact
  139. 139. Conflict
  140. 140. Drama/human interest
  141. 141. Scandal
  142. 142. Ingat: Wartawan menyukai berita yang bersifat lokal, terkini, tidak biasa, dan mengejutkan pembaca</li></li></ul><li>Writing Press Statement <br /><ul><li>PertimbangandalamPenulisan
  143. 143. Tujuanpenulisan
  144. 144. Obyektivitas
  145. 145. Review sumberinformasi
  146. 146. Dampak yang diharapkan
  147. 147. Teknikpenulisan
  148. 148. Kecenderunganprilakupublik</li></li></ul><li>HUMAS<br />JURNALISTIK<br />Diseminasi informasi organisasi, aktivitas, kebijakan, produk, personalitas, atau sudut pandang.<br />Pemaparan fakta<br />Tujuannya bisa menjelaskan tetapi juga melindungi<br />Tujuannya pengungkapan pada publik<br />Prinsip keberimbangan krusial dalam melaporkan isu pro dan kontra<br />Keberimbangan dipahami dengan memunculkan sisi positif dan mereduksi atau mengabaikan sisi negatif<br />Detail informasi sering menjadi tuntutan dari pihak manajemen<br />Sederhana dan ringkas menjadi pertimbangan editor<br />Fakta ditampilkan secara alami tetapi dengan pertimbangan matang untuk memenuhi tujuan tertentu<br />Fakta mengalir alami dalam bercerita atau cerita feature atau siaran<br />Writing Press Statement <br /><ul><li>Perbedaanpenulisan PR denganPenulisanJurnalistik</li></li></ul><li>Writing Press Statement <br /><ul><li> Teknik penulisan Naskah PR</li></ul>Pada prinsipnya PR menggunakan teknik lisan, tulisan, <br />serta kombinasi keduanya dalam penyampaian pesan <br />kepada publik perusahaan<br /><ul><li>Klasifikasi media yang digunakan dalam PR</li></ul>- Controlled media<br /> - Uncontrolled media<br /><ul><li>Kelayakan berita:</li></ul> - Timeliness (kekinian)<br /> - Proximity (keseharian)<br /> - Eminence & Prominence (melibatkan orang besar)<br /> - Consequence & Impact (sebab – akibat)<br /> - Human interest<br />
  149. 149. Writing Press Statement <br />Prinsip penulisan / The Art of Readable writing<br />Gunakan kalimat singkat<br />Gunakan kata-kata familiar<br />Hindari kata-kata tak perlu<br />Gunakan kata kerja aktif<br />SINGKAT,<br />PADAT,<br />JELAS<br />Tulis sebagaimana anda bicara<br />Gunakan istilah yan mudah dipahami<br />Menyatu dengan pengalaman pembaca<br />Optimalkan penggunaan variasi<br />Menulis untuk mengekspresikan dan<br />bukan untuk mengesankan<br />
  150. 150. Writing Press Statement <br />Kekuatan Piramida Terbalik<br />LEAD<br />LEAD<br />BODY TEXT<br />BODY TEXT<br />CLOSING<br />CLOSING<br />
  151. 151.
  152. 152.
  153. 153. Program<br />Day I1I<br />
  154. 154. Media Interview<br /><ul><li>Interview Preparations
  155. 155. SiapkanpenampilanAnda
  156. 156. Persiapkandanpahamiapa yang akanAndasampaikan (pesankuncidanpenjabarannya)
  157. 157. Petakanapa yang kira-kiraakanditanyakanolehwartawan
  158. 158. BekalidiriAndaterkaitdenganisu-isu yang sedangterjadidiorganisasi / perusahaanAnda
  159. 159. Kenalilahkarakterdanjenisdarimasing-masing media</li></li></ul><li>Media Interview<br />Yang tidak boleh dilakukan dalam Wawancara<br />DO NOT (tidakboleh)<br /><ul><li>Berdebat
  160. 160. Menjawabpertanyaanhipotesa
  161. 161. Menduga-duga
  162. 162. Menyampaikanpendapatpribadianda
  163. 163. Menjawabsegalapertanyaandengan “tidakadakomentar”
  164. 164. Menggunakankata-katasindiran yang tajam</li></ul>DO NOT (tidakboleh)<br /><ul><li>Mengulangkata-katanegatif yang diucapkanwartawan
  165. 165. Membiarkanwartawanmemancingandauntukmenjawabpertanyaan yang tidakinginandajawab.
  166. 166. Membiarkanwartawanmengarahkanapa yang andaucapkan
  167. 167. Menarikkembaliucapan yang sudahandaucapkan</li></li></ul><li>Media Interview<br />Tetap Fokus pada PesanMenyampaikan Apa Yang ANDA Inginkan<br /><ul><li>Siapasajabisatetapfokuspadapesanjikapertanyaan yang diajukanlangsungberkaitandengan agenda anda
  168. 168. Memerlukanlatihanuntukmengalihkantopikpembicaraanwartawan yang tidakandainginkanatau yang negatifketopik yang andainginkan.
  169. 169. Teknikinidinamakan ‘melakukantransisi’ – menjembatanidaritopikpembicaraan yang negatifkepositif (daritopik yang diinginkanolehwartawanketopik yang inginandasampaikan)</li></li></ul><li>Media Interview<br />Gunakan Teknik ‘ Melakukan Transisi’ Untuk Kembali kepada Pesan Anda<br /><ul><li>Janganbiarkanwartawanmemojokkanandaataumendorongandamengatakansesuatu yang tidakandainginkan. Segeralahkendalikanarahwawancara.
  170. 170. Ungkapanseperti “masalahsebenarnyadisiniadalah…..” menciptakanjembatandarinegatifkepositifdanmengembalikanandapadapesan yang andainginkan
  171. 171. Bertahanlah. Ulangilahjawaban yang samaseseringmungkinuntukmenegaskanmaksudanda</li></li></ul><li>Media Interview<br />Tenang Dalam Menghadapi TekananMenyikapi berita negatif<br /><ul><li>Tidakmungkinuntukselalubisamengendalikanapa yang akandituliswartawan
  172. 172. Tujuanandaadalahmeminimkandampakdarisuatuberitanegatif
  173. 173. Ketahuilahbahwawartawantersebuthanyamenjalankantugasmereka. Janganditanggapisecarapribadi
  174. 174. Berbicaralahkepadawartawanseseringmungkinmengenailatarbelakangpermasalahanatausesuatu yang bukanuntukdimuat/disiarkanuntukmenciptakankonteks yang andainginkan
  175. 175. Segalakutipan yang dikaitkandenganandaharuspositif</li></li></ul><li>Media Interview Technique<br /><ul><li>Television</li></li></ul><li>Television<br />KameraTv<br />Apapunbentuknya, kamera TV bisasangatmenakutkan<br />
  176. 176. Television<br />Masalah yang biasa muncul:<br /><ul><li>Tidak nyaman
  177. 177. Kurang percaya diri</li></ul><br />Penampilan kurang maksimal<br />
  178. 178. Television<br />Tips umum menghadapi kamera TV<br /><ul><li>Mengetahuimasalahanglekamera
  179. 179. Pendekatanprofesional
  180. 180. Penampilan
  181. 181. BahasaTubuh
  182. 182. Menjadidirisendiri
  183. 183. Memperlihatkanantusiasme</li></li></ul><li>Television<br />Angle Kamera TV<br />Saatwawancara:<br /><ul><li>Perhatikansisiwajahterbaik
  184. 184. Door stop: Wajaharahkankekamera TV (bukanwartawantulis)
  185. 185. Kalauadabeberapakameraletakkanberdekatan
  186. 186. Wawancarakhusus: selaluhadapkanwajahkepewawancarabukankamera
  187. 187. Perhatikan back ground
  188. 188. Sesuaikandengantemawawancara
  189. 189. Arahcahaya
  190. 190. Back-light (cahayadaribelakang): wajahgelap</li></li></ul><li>Television<br />Pendekatan Profesional<br />Penampilan <br />Akan menyampaikan pesan tentang diri pemakainya .<br />Sesuaikan dengan acara, orang yang hadir dan kenyamanan <br />
  191. 191. Television<br />Berpakaian di TV<br />Kesuksesanberpakaiandi TV ditentukandenganpengetahuanmengenaiAPA YANG TIDAK BOLEH DIPAKAI<br />
  192. 192. Television<br />Berpakaian di kamera, HINDARI<br /><ul><li>Pakaian yang bercorak besar
  193. 193. Pakaian bercorak rapat
  194. 194. Pakaian yang terkesan berat
  195. 195. Warna yang terlalu terang
  196. 196. Warna yang terlalu kontras
  197. 197. Jika menggunakan virtual hati-hati dengan warna virtual
  198. 198. Pakaian dengan banyak hiasan
  199. 199. Pakaian yang tidak pas
  200. 200. Laki-laki: pakaian dan dasi dengan terlalu banyak warna</li></li></ul><li>Television<br />Pelengkap Busana:<br /><ul><li>Sepatu, tas & ikatpinggang
  201. 201. Warna yang sesuai
  202. 202. Kenyamanan</li></li></ul><li>Television<br />Pelengkap Busana:<br /><ul><li>Asesoris
  203. 203. Gunakansebagaiaksen
  204. 204. Janganterlalubanyak</li></li></ul><li>Television<br />Pelengkap Busana:<br />Kacamata<br /><ul><li>Gunakankacamatauntukmembuatefektertentu
  205. 205. Hindari:
  206. 206. Menggunakanbingkai yang besardanberat
  207. 207. Lensa yang “mantul”</li></li></ul><li>Television<br />Membangun Gaya peribadi<br />BahasatubuhadalahbagiandarigayapribadiseseorangJanganubahgayaasliJangancobamengubahseluruhpenampilan & gayakitaSedikitperubahanuntukperbaikan<br />
  208. 208. Television<br />Yang harus diperhatikan dalam penampilan & bahasa tubuh<br /><ul><li>Berbusana dan berpenampilan menarik.
  209. 209. Posisi tegak.
  210. 210. Senyum
  211. 211. Suara yang berwibawa
  212. 212. Gaya indivual
  213. 213. Antusias
  214. 214. Santai dan menikmati acara</li></li></ul><li>Radio & Print / Newspaper<br /><ul><li>Persiapaninterview
  215. 215. Interview radio berdurasicukuppanjangantara 15 menit s/d 45 menit
  216. 216. Jagaenergiselamawaktu interview
  217. 217. Jikamemungkinkandalam interview lebihbaikadapendampinguntuksalingmengisidanmengarahkanpadapesankunci
  218. 218. Siapakan summary pembicaraanAndadalambentik hardcopy (untukdibagikandenganwartawancetak)
  219. 219. PersonalisasijawabanAndajikadimungkinkan
  220. 220. Siapkan note kecil yang berisipoin-pointerkaitdengan data danfakta yang akandisampaikan
  221. 221. Tetapfokuspadapesankuncidantetaprileks</li></li></ul><li>Simulations<br />Day I1I<br />Interview with TV – Radio & Print<br />

×