5. antifungal, antiviral dan obat imunisasi

2,996 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

5. antifungal, antiviral dan obat imunisasi

  1. 1. ANTIFUNGAL, ANTIVIRAL DAN OBAT IMUNISASI
  2. 2. BATASAN Virus bersifat parasitik, mikroorganisme yang dapat menyerang sel-sel normal dan menyebabkan penyakit. Kebutuhan terhadap – nutrisi, metabolisme dan reproduksinya tergantung kepada sel-sel yang diinvasi. Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus, fungi, bakteri, dan zat asing lainnya.
  3. 3. ANTIFUNGAL AGENTS Merupakan obat hasil sintesis yang dapat menghambat atau menghancurkan pertumbuhan fungi. . Karakteristik dan Kegunaan Cara kerja. Bersifat fungistatik atau fungicidal terhadap sel yang sedang tumbuh atau istirahat, obat ini tidak efektif untuk bakteri, rickettsia, atau virus. . Indikasi. Digunakan untuk penyakit infeksi Candida pada kulit, membran mukosa, intestine dan vagina seperti histoplasmosis dan cryptococcosis.
  4. 4. Kontraindikasi. Hypersensitif terhadap obat antifungal dan gangguan ginjal . Efek samping. Nausea, muntah, diare, sakit kepala, vertigo, sakit otot, anemia, dan hipersensitif seperti pruritus, urticaria, gatal- gatal, demam dan anaphylaksis . Dosis dan rute. Ditetapkan oleh dokter
  5. 5. Contoh obat : Amphotericin B., Klotrimazole, Fluconazole, Griseofulvin, Ketoconazole, dan Nystatin Bentuk sediaan: Krim, lotion, salep, solution, tablet dan vaginal suppository
  6. 6. ANTIVIRAL AGENTS Merupakan obat hasil sintesis yang dikembangkan untuk melawan penyakit viral tertentu, seperti demam, influenza, herpes genital, herpes zoster dan AIDS Contoh obat : Acyclovir (Zovirax) Karakteristik dan Kegunaan Cara kerja. Secara in vitro menghambat aktivitas virus herpes simplek tipe 1 dan 2, varicella zoster, Epstein-Barr dan cytomegalovirus.
  7. 7. Indikasi. Digunakan pada pengobatan episode awal penyakit herpes genital Kontraindikasi. Hypersensitif terhadap formula /komponen obat, wanita hamil dan menyusui . Efek samping. Nausea, muntah, diare, anorexia, ngantuk, lelah, ede ma, skin rash, bingung dan sakit kepala. . Dosis dan rute Oral dosis awal 200mg/cap setiap 4 jam – 5 cap /hari selama 10 hari Salep dioleskan pada luka setiap 3 jam, 6 kali / hari selama 7 hari
  8. 8. Obat lain : Amantadine hydrochloride (Symmetrel), Vidarabine (Vira-A), Famciclovir (Famvir), Rimantadine (Flumadine), Penciclovir (Denavir), Oseltamivir Phosphate (Tamiflu), Zanamivir (Relenza).
  9. 9. ANTIRETROVIRAL AGENTS Merupakan kelompok obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi HIV, terdapat empat kelompok : . 1. Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs) 2. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) 3. Protease inhibitors (PIs) 4. Fusion (entry) inhibitors (Fis)
  10. 10. Contoh obat : (NRTIs) Abacavir (Ziagen, ABC), Didanosine (Videx, ddI), Lamivudine (Epivir, 3TC) (NNRTIs) Delavirdine(Rescriptor), Nevirapine (Viramun) (PIs) Amprenavir (Agenerase) Indinavir (Crixivan)
  11. 11. IMMUNISASI Merupakan keadaan terlindung atau resisten terhadap penyakit tertentu karena terbentuknya antibodi Immunisasi Aktif ; produksi antibodi / antitoksin sebagai respon pemberian vaksin atau toksoid Immunisasi Pasif ; keadaan imunitas sementara karena pemberian antitoksin atau antibodi
  12. 12. IMMUNIZING AGENTS Vaccines, Toxoid, Immune Globulin, Specific Immune Globulin, Antitoksin . Imunisasi untuk anak dan dewasa: Vaksin Diphteria, Tetanus Toxoid dan Acellular Pertusis Adsorbed (DTaP) Vaksin Haemophilus b Conjugate Vaksin Haemophilus b Conjugate dan Hepatitis B Vaksin Hepatitis A Vaksin Hepatitis B (Rekombinant) Influenza type A dan B

×