Implikasi etis etika informasi

14,025 views

Published on

implikasi etis tentang teknologi informasi

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
14,025
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4,545
Actions
Shares
0
Downloads
203
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Implikasi etis etika informasi

  1. 1. MAKALAH IMPLEMENTASI ETIS TEKNOLOGI INFORMASIDisusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Disusun Oleh: Chaenur Rofiq (2011- 53- 142) Mohamad Taqwa Nuddin (2011- 53- 132) Mohamad Bekti Liswyantoro (2011- 53- 149) Yohanes Darma Adi S (2011- 53- 145) PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2011/2012
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware,softwarejaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah,dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi adalah satuKesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkanoutput baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan. Sistem informasi adalahsekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satukomponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasidalam suatu bidang tertentu. Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umummerupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisiinformasi- informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. SISKO mampumemberikan kemudahan pihak pengelola menjalankan kegiatannya dan meningkatkankredibilitas dan akuntabilitas dalam berbagai bidang. Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yangmuncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatikamelibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasidi dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demikeuntungan masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkanteknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakatinformatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagianmasyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasimasyarakat. Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan masyarakat informasidengan cara berikut: Masyarakat Informatika adalah aplikasi teknologi informasi dankomunikasi untuk memungkinkan proses masyarakat dan pencapaian tujuanmasyarakat yang mencakup pembagian digital di dalam maupun antar masyarakat.
  3. 3. Masyarakat informatika muncul sebagai kerangka untuk mendekati SistemInformasi secara sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan SistemInformasi Manajemen dalam pengembangan strategi dan teknik untuk manajemenpenggunaan dan aplikasi sistem informasi masyarakat. Masyarakat informatika mengatasi hubungan antara teori akademik danpenelitian, masalah kebijakan dan pragmatis yang timbul dari puluhan ribu “JaringanMasyarakat”, “Pusat Teknologi Masyarakat”, Telecentre, Pusat KomunikasiMasyarakat, dan Telecottage yang saat ini berada secara globa l. Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika mengambil sumberdaya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk Ilmu Komputer,Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan, Sosiologi, Pendidikan,Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan Pembangunan. Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan kepentingan bagimereka yang perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan Ekonomi Lokal diNegara Berkembang maupun Maju dan memiliki hubungan dekat denga n mereka yangbekerja di bidang-bidang seperti Pembangunan Masyarakat, Pembangunan EkonomiMasyarakat, Informatika Kesehatan Berbasis Masyarakat, Pendidikan Dewasa danLanjutan. Masyarakat informatika adalah bagian dari struktur masyarakat di dunia yangmuncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yangberkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan sebagai penggunaanteknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat, yang didefinisikan olehGlen (1993) sebagai Penyampaian Layanan Masyarakat, dan Tindakan Masyarakat.Khususnya, Praktik Masyarakat semakin dianggap fundamental untuk masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia perdaganganmodern yang kurang menjadi subyek negara/ bangsa. Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam mengembangkan danmempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis sepanjang sejarah.Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada masyarakat jaringan
  4. 4. modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampaiawal 1990. Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untukmenggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untukmemberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi,kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat). Namun, terkadang terdapat beberapa pihak dalam masyarakat yang kurangtepat menggunakan teknologi informasi secara bijak. Hal itu terlihat pada beberapapenyalahgunaan mereka dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan nilai, dan normayang ada dalam masyarakat. Pentingnya pengetahuan etis dalam penggunaanteknologi inormasi menjadi kajian lanjut yang perlu dipelajari demi tercapainya tujuanawal teknologi informasi untuk mempermudah kehidupan manusia.
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN A. Moral/Akhlak, Hukum dan Etika Pada Tekhnologi Informasi Dibawah ini adalah Berbagai macam – macam moral/akhlak, hukum dan Etikapada saat pemakaian Tekhnologi Informasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Melakukan semua kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau penyalahgunaan uang, peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer. 2. Menghindari segala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaing bisnis dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkin mempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerima hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu. 3. Menghindari segala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk membawa senjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikan standar keselamatan dan keamanan. 4. Tidak menggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di bawah pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar untuk bekerja. 5. Memelihara hubungan yang sopan dan profesional dengan para pemakai, rekan kerja dan penyelia. Tugas pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan manajemen serta harus sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran perilaku atau keamanan harus segera dilaporkan. 6. Berpegang pada peraturan kerja dan kebijakan pengupahan lain. 7. Melindungi kerahasiaan atau informasi yang peka mengenai posisi persaingan perusahaan, rahasia dagang atau aktiva.
  6. 6. 8. Melakukan praktek bisnis yang sehat dalam mengelola sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, penggunaan komputer, atau jasa luar. B. Pentingnya Etika Komputer Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi padakomputer, yaitu : 1. Kelenturan logika : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan . 2. Faktor transformasi : komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu. 3. Faktor tak kasat mata : semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Ketiga faktor diatas membuka peluang pada nilai - nilai pemprograman yangtidak terlihat, perhitungan rumit yang tidak terlihat dan penyalah gunaan yang tidakterlihat. C. Moral Etika dan Hukum Dalam Sistem Informasi Moral : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah Etika : Satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatuindividu, kelompok dan masyarakat. Hukum : peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, sepertipemerintah pada rakyat atau warga negaranya. Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai- nilai moral dan etikadari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku.Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etikadan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggotamasyarakat. Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosialtekhnologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan
  7. 7. tekhnologi tsb secara etis. Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etikakomputer adalah CIO (Chief Information Officer). Etika komputer terdiri dari duaaktivitas utama yaitu 1. CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhimasyarakat. 2. CIO harus berbuat sesuatu dengan menformulasikan keb ijakan - kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut secara tepat. Kekuatan yg dimiliki CIO dalam menerapkan etika IT (InformationTechnology) pada perusahaannya dan jg masyarakat sangat dipengaruhi kesadaranhukum, budaya etika dan kode etik profesional oleh CIO itu sendiri. Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yangbertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain jugabertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlakdalam dunia end user computing saat ini semua manajer di semua areabertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka. Selain manajersetiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang berhubungan dengankomputer. D. Implikasi Etis Tekhnologi Informasi Penggunaan tekhologi informasi akan berkaitan erat dengan moral, etika danhukum. Moral merupakan tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan salahdan berlaku secara universal. Sementara itu, etika adalah suatu kepercayaan, standaratau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat tertentu. Etika dalam penggunaan teknologi informasi ditujukan sebagai analisismengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi infomasi serta formulasidan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seseorang secara tidak bertanggungjawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demikepentingan diri atau kelompok tertentu.
  8. 8. Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besardaripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutamakarena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tsb adalah pembajakanperangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hinggamilyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalahprivasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan so sial yang penuh daya dan dapatmembantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung padacara penggunaannya. E. Apakah Etika Komputer ? Etika komputer didefinisikan sebagai analisis mengenai sifat dan dampaksosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untukmenggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu, etika komputer terdiri daridua aktifitas utama, dan pimpinan organisasi yang paling bertanggungjawab atasaktifitas tersebut. Kedua aktifitas tersebut adalah:1. waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat;2. karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat. Namun ada satu hal yang sangat penting, yaitu bukan hanya pimpinan puncaksendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer; para pimpinan dilapis kedua, danketiga lainnya juga bertanggungajawab. Keterlibatan seluruh organisasi merupakankeharusan mutlak dalam dunia end-user computing saat ini, semua pimpinan di semualapisan bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka; selainitu, setiap pegawai bertanggungjawab juga atas aktifitas mereka yang berhubungandengan komputer.Ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu: 1. Kelenturan logika (logical malleability)Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkan;komputer bekerja tepat dan sesuai seperti yang diinstruksikan oleh pembuat program.Kelenturan logika inilah yang bisa menakutkan masyarat
  9. 9. kat, tetapi pada dasarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer; sebaliknya masyarakat bisa takut terhadap orang-orang yang memberi perintah di belakang komputer. 2. Faktor transformasi Alasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara melakukan sesuatu. Sebagai contoh yang baik adalah surat elektronik (e- mail) yang tidak hanya memberikan cara berkomunikasi yang lain, tetapi memberikan cara berkomunikasi yang sama sekali baru. Transformasi seruapa dapat dilihat cara mengadakan rapat; jika pada masa lalu rapat harus dilakukan dengan berkumpul secara fisik, maka saat ini dapat dilakukan dalam bentuk konferensi video (video conference). 3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors) Alasan lain minat masyarakat pada etika komputer adalah karena semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai- nilai pemrograman yang tidak terlihat (perintah-perintah yang programer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai), perhitungan rumit yang tidak terlihat (bentuk program-program yang sedemikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai), dan penyalahgunaan yang tidak terlihat (tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika). Oleh karena itu masyarakat sangat memperhatikan etika komputer, masyarakatmengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer, dan dengan demikian meredakankekhawatiran tersebut.
  10. 10. BAB III PENUTUPKesimpulan Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masukke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakanuntuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak de ngan individu dankelompok yang menggunakan atau yang mempengaruhi oleh output informasinya.Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasainformasi. Kontrak tersebut, menyatakan bahwa : 1. Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang. 2. Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer. 3. Hak milik intelektual akan dilindungi. 4. Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi. Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaankomputer dan menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budayaetika. Manajer- manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer atauyang terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung jawabini. Masyarakat mementingkan etika komputer karena tiga alasan dasar, yaitu : 1. Logika kelenturan komputer. 2. Komputer mengubah cara hidup dan kerja kita. 3. Proses komputer tersembunyi dari penglihatan karena nilai- nilai pemprograman yang tidak terlihat.
  11. 11. DAFTAR PUSTAKAhttp://Lamtiurs.blogspot.com/2008/03/etika-teknologi-informasi-komunikasi.html.diunduh 09 Maret 2012.http://penerapanetikateknogi-informasi.pdf. diunduh 09 Maret 2012.

×