GURU BERKARAKTER                                          Ari Prasmono                                 Guru SMP Negeri 1 B...
Permasalahannya adalah dari mana pendidikan berkarakter ini harusnya dimulaidan dari siapa yang lebih dahulu mempunyai wat...
untuk menumbuhkan akhlaqul karimah pada anak-anak (Lili Pramudji, 2008). Gurudiharapkan mampu menjadi model dalam pembelaj...
DAFTAR PUSTAKAKhoiruddin Bashori. (2010). Menata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa. MediaIndonesia.com, diunduh pada tangga...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Guru berkarakter

1,690 views

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • dengan membaca artikel ini smga para guru semangat untuk menyumbangkan fikiran, tenaga dan waktu untuk mencerdaskan , mengarahkan, mendidik generasi penerus bangsa.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sebuah keputusan bijak Saudara memberikan banyak refrensi buku yang terkait dengan pendidikan karakter. Hal ini sangat diperlukan oleh segenab guru khususnya umumnya untuk masyarakat sabai pijakan pendidikan untuk putra-puyti kita. Dengan memahami prinp dasar pendidikan karakter dan ektion mengaplikasikan dalam kehidupan kita sebagai orang tua dan profesi itulah yang harus kita lakukan. Terima kasih kepada para penggas, terima kasih kepada para pelaku profesi pendidik yang peduli pada pembenahan karakter anak bangsa.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
1,690
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
417
Actions
Shares
0
Downloads
50
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Guru berkarakter

  1. 1. GURU BERKARAKTER Ari Prasmono Guru SMP Negeri 1 Baturetno Bangsa kita sedang mengalami berbagai masalah yang bertubi-tubi yang melandakehidupan berbangsa dan bernegara. Kemiskinan dimana mana dibarengi angkapengangguran yang masih tinggi, kesehatan masyarakat yang memprihatinkan yang ditandaidengan banyaknya anak kurang gizi dan tingginya angka kematian balita. Sementara itumasyarakat kelas atas yang diwakili oleh para pejabat dan anggota dewan melakukantindakan-tindakan tidak terpuji dengan merampas hak-hak rakyat dengan melakukan suap danpenggelapan pajak dan korupsi. Ditambah lagi permasalahan sosial dan politik yang selalu terjadi setiap hari yangmenghiasi media-media massa. Tawuran antar pelajar, tawuran antar kampung, tawuran antarkelompok seperti tiada habisnya. Perampokan dan pembunuhan terjadi dimana mana, danjuga tindakan tindakan amoral dilakukan oleh tidak hanya orang tua tetapi juga remaja dananak-anak. Peristiwa-peristiwa dan bukti-bukti ini menunjukkan bahwa bangsa kita sedangmempunyai masalah yang berkaitan dengan karakter bangsa. Watak yang baik atau akhlaqulkarimah belum secera baik dipunyai oleh bangsa kita. Sedikit banyak dunia pendidikanmempunyai kepentingan dan tanggung jawab yang besar berkaitan dengan masalah karakterbangsa karena tujuan pendidikan salah satunya adalah membentuk watak atau karakterbangsa. Sehingga diharapkan dari dunia pendidikan kita diharapkan out put- out put ataupunlulusan dari sebuah lembaga pendidikan mempunyai karakter yang baik dengan pola pikeryang ilmiah, logis dan berbudi pekerti. Isu pendidikan berkarakter yang dikumandangkan oleh pemerintah sudahterdengar sangat keras gaungnya meskipun masyarakat awam masih belum paham apa maknadari pendidikan berkarakter. Sebagian masyarakat memahaminya dengan pendidikan budipekerti. Pendapat ini tidaklah salah karena hal itu merupakan bagian dari pendidikanberkarakter. Masyarakat menilai bahwa kejadian dan peristiwa yang terjadi selama ini diliputoleh media-media, seperti terjadinya banyak tindak kekerasan, penyalahgunanaan obat danteknologi dan kemerosotan moral yang lain adalah merupakan bukti bahwa pelajar dan outputdari lembaga pendidikan yang bernama sekolah, belum mempunyai karakter yang baik ataudapat dikatakan belum berakhlaq mulia.
  2. 2. Permasalahannya adalah dari mana pendidikan berkarakter ini harusnya dimulaidan dari siapa yang lebih dahulu mempunyai watak yang diharapkan berkarakter. Selama iniyang benar-benar diharapkan berkarakter adalah para siswa di suatu lembaga pendidikanyang disebut sekolah. Memang tidak adil kalau masalah karakter bangsa hanya dibebankankepada sekolah atau lembaga pendidikan. Hal ini dikarenakan waktu atau durasi pelajar disekolah hanyalah 33,33 persen dari keseluruhan waktu yang mereka miliki. Selebihnya 66.33persen adalah diluar sekolah. Sehingga kehidupan di rumah dan di masyarkatlah yang palingberpengaruh terhadap karakter anak didik. Tidak perlu disangsikan lagi, bahwa pendidikan karakter merupakan upaya yangharus melibatkan semua pihak, baik keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.Pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa adanya kesinambungan dan keharmonisansemua pihak. Peran dan kontribusi guru sangat dominan. Tugas seorang guru tidak hanyamengajar, tetapi juga mendidik. Harapannya, siswa tidak hanya memiliki kecerdasan kognitif,tetapi juga memiliki karakter yang baik. Guru atau pendidik memiliki tanggung jawab besardalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral karena gurumerupakan teladan bagi para siswa. Guru berperan sebagai model atau contoh bagi siswa.Oleh karena itu tingkah laku pendidik, baik guru, orang tua maupun tokoh-tokoh masyarakatharus sesuai dengan norma-norma dan agama yang dianut oleh masyarakat, bangsa dannegara serta nilai-nilai Pancasila. Kadang-kadang ada permasalahan yang terlihat membingungkan dalam pendidikanberkarakter. Hal ini ditandai dengan adanya kenyataan bahwa peserta didik sering dihadapkandengan nilai-nilai yang bertentangan. Di satu sisi, siswa dididik untuk bertingkah laku yangbaik, jujur, hormat, hemat, rajin, disiplin, sopan, tetapi di sisi lain pada saat yang bersamaan,siswa dipertontonkan hal-hal yang bertolak belakang dengan apa yang sudah dipelajari olehorangtua, lingkungan, bahkan oleh gurunya sendiri. Sebagai contoh, hukuman atau sanksipelanggaran tata tertib sekolah hanya berlaku untuk siswa. Siswa dilarang melakukankekerasan tetapi sebaliknya, banyak guru melakukan kekerasan terhadap siswa. Guru perokokmelarang anak didiknya merokok, dan masih banyak peristiwa yang merusak citra profesiguru. Hal-hal yang bertolak belakang inilah yang menyebabkan peserta didik kesulitandalam mencari figur teladan yang baik di lingkungannya, termasuk di sekolah. Keteladanandan pembiasaan orang tua di rumah dan guru di sekolah adalah metode yang paling efektif
  3. 3. untuk menumbuhkan akhlaqul karimah pada anak-anak (Lili Pramudji, 2008). Gurudiharapkan mampu menjadi model dalam pembelajaran pendidikan karakter dan budi pekerti,baik pendidikan moral kebangsaan (nasionalisme) maupun pendidikan moral keagamaan(akhlak). Kegiatan pembiasaan dapat di integrasikan pada proses pembelajaran di sekolah,misalnya gotong royong, bhakti sosial, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an. Beberapacontoh kegiatan tersebut wajib diikuti oleh warga sekolah, termasuk guru, sehingga dalam halini peran guru tidak hanya sebagai “penganjur yang baik” kepada anak didiknya.Oleh karenaitu, sekolah dan keluarga perlu meningkatkan efektivitaskemitraan dengan merekrut bantuandari komunitas yang lebih luas, seperti organisasi pemuda dan lembaga keagamaan dalammempromosikan pembangunan karakter. Dalam pendidikan karakter penting sekali dikembangkan nilai-nilai etikainti,seperti kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap diridan orang lain. Selain itu juga mencakup nilai-nilai kinerja pendukungnya, seperti ketekunan,etos kerja yang tinggi, dan kegigihan sebagai basis karakter yang baik (Khoiruddin Bashori,2010). Guru harus berkomitmen untuk mengembangkan karakter dirinya sendiri terlebihdahulu baru kemudian peserta didik berdasarkan nilai-nilai tersebut, mendefinisikannyadalam bentuk perilaku yang dapat diamati dalam kehidupan sekolah sehari-hari,mencontohkan nilai-nilai itu, mengkaji dan mendiskusikannya, menggunakannya sebagaidasar dalam hubungan antarmanusia, dan mengapresiasi manifestasi nilainilai tersebut disekolah dan masyarakat. Guru harus manjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan berkarakter dinegeri tercinta kita ini. Untuk perekrutkan guru kedepan tidak hanya didasarkan pada tespotensi akademik semata tetapi harus juga diimbangi dengan tes budi pekerti dankepribadian, karena guru akan menjadi suri teladan bagi para muridnya.
  4. 4. DAFTAR PUSTAKAKhoiruddin Bashori. (2010). Menata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa. MediaIndonesia.com, diunduh pada tanggal 3 Mei 2010.Lili Pramudji. (2008). Pendidikan Moral, Kompetensi Kepribadian Guru, danSertifikasi, diunduh pada tanggal 30 April 2010

×