Adiksi seksual

2,785 views

Published on

Adi, pemuda ganteng berusia 20 tahunan, mengeluh belakangan ini dia sering lemas, tidak bersemangat, dan hanya mau merenung saja. Wah..wah..ada apa ya.. Dengar-dengar katanya Adi baru saja bertemu psikater untuk mengatasi masalah adiksi seksual dia. Apa iya kecanduan beneran?

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,785
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
148
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • in
  • Adiksi seksual

    1. 1. AdiksiSeksual<br />Hyper-sexuality<br />Sexual compulsivity <br />Sexaholic<br />
    2. 2. Adiksiterhadapsuatuperilaku (sepertiseks& judi) menyerupaiadiksiterhadapsuatuzat (sepertialkohol& opiat).<br />Adiksimencakupketergantungansecarafisikdanpsikologis.<br />
    3. 3.
    4. 4. AdiksiSeksualAdalah…<br />Perilakuseseorangyang memilikidoronganseks yang tinggidisertaidenganobsesiberlebihanterhadapseksdanhalinimendominasiisipikiranorangtersebut, sehinggaperilakuinimengganggukehidupansehari-harinyadalampekerjaandanhubunganinterpersonal yang sehat.<br />
    5. 5. Epidemiologi<br /> 3-6 % dari total populasidunia (menurutNational Coalition for The Protection of Children & Families)<br />
    6. 6. RangsanganSeksualpadaTubuhSebabkan<br /> (1) Desire (libido)<br />(2) Excitement (“arousal”)<br />(3) Plateau<br />(4) Orgasm<br /> (5) Resolution<br />
    7. 7. GrafikRangsanganSeksualpadaTubuh<br />
    8. 8. Ketergantunganpadazat ingin<br />merasakaneuforia, bahagia, sejahtera, <br />flysetelahpemakaianzat.<br />Ketergantunganpadaseks  perasaaninginmengulangiperasaan yang dialamipadatiapfase-faseseksual (setelahmelakukankegiatanseksualakantimbulperasaanrelax, bahagia, sejahtera, kondisiwell being).<br />
    9. 9. PenyebabAdiksiSeksual<br />Konsepadanya “reward centre” diotak.<br />Bagianotaktertentumelaluipengaturankadardopaminmenentukanapakahsuatuperilakubersifat normal atauadiktif.<br />Padaperilaku yang adiktifterjadipeningkatankadardopamin, sehinggapadaakhirnyadidapatkansensasi yang menyenangkan, bahagiadannyaman.<br />
    10. 10. PenyebabAdiksiSeksual<br />Teoridistresspsikologis<br />Konsepperkembangan “core belief”: dalamperkembangannya, anak-anakmemilikisuatu “core belief” yang dapatberkembangmenjadipositifmaupunnegatif.<br />Negative core belief dapatmengakibatkananakcenderungmencaripengakuandalammasyarakat, dalamperkembangannyamenjadidewasa, salahsatunyadenganmenutupi “kelemahannya” denganmelakukanaktivitasseksualsecaraberlebihan.<br />
    11. 11. PornografidanAdiksiSeksual<br />Stephen F.Arterburn<br /> “pornography is the gateway to sexual addiction...”<br />
    12. 12. Tanda-tandaAndaAdiksiSeksual<br />Perilakuseks yang takterkontrol.<br />Timbulnyaakibat yang buruk (medical, legal, interpersonal) berkaitandenganperilakuseks.<br />Selalumeneruskanperilakuseks yang berisikotinggidandapatmerusakdirinya.<br />Usaha menghentikanperilakuseksualberkali-kali namungagal.<br />Obsesidanfantasi, sebagaimekanismeuntukmenanggulangiaktivitasseksual yang taktersalurkan.<br />Keinginanuntukmeningkatkanbanyaknyaaktivitasseksual yang dilakukan.<br />Perubahan mood berkaitandenganaktivitasseksual (misal: depresi, euforia).<br />Banyaknyawaktu yang dihabiskanuntukaktivitasseksual.<br />Perilakuseksualsudahmenggangguaktivitassosial, pekerjaan, dankehidupansehari-hari.<br />
    13. 13. Kegiatan yang dapat berhubungan denganAdiksi Seksual<br />Masturbasi berlebihan<br />Multiple affairs<br />Konsumsi pornografi berlebihan<br />Cybersex (phone-computer sex)misalnyadenganchatting<br />Prostitusi<br />Eksibisionisme<br />Voyeurisme<br />Pemerkosaan<br />
    14. 14. Apakah Anda Kecanduan Sex?<br />Apakah Anda sering mengonsumsi majalah porno?<br />Apakah Anda sering berpikir tentang seks (“ngelamun jorok”)?<br />Apakah Anda merasa bahwa kebiasaan seks Anda tidak normal?<br />Apakah pasangan Anda pernah mengeluhkan tentang kebiasaan seks Anda?<br />Apakah Anda sering merasa bersalah akibat kebiasaan seks Anda?<br />Apakah kebiasaan seks Anda itu sudah mengganggu kehidupan sehari-hari Anda (pekerjaan, rumah tangga, dll) sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya?<br />Apakah Anda pernah melakukan perilaku seksual yang menyimpang (eksibisionisme, voyeurisme, sadomasokisme, dll)?<br />Apakah Anda sudah pernah mencoba menghentikan kebiasaan seks Anda itu namun gagal?<br />
    15. 15. Dan Jawabannya Adalah....<br />Kuesioner sederhana seperti tadi secara garis besar dapat membantu dokter mendiagnosis adiksi seksual walaupun penegakan diagnosis ini tidaklah selalu mudah.<br />Jika kebanyakan jawaban Anda adalah “YA”, maka kemungkinan Anda menderita adiksi seksual, dan disarankan untuk menemukan solusinya ke dokter, psikolog maupun psikiater<br />
    16. 16. Apa sih akibat yang dapat ditimbulkan??<br />Ternyata banyak lho akibat dari adiksi seks ini, diantaranya adalah:<br /> - Perceraian<br /> - Hilang pekerjaan<br /> - Rendahnya rasa percaya diri<br /> - Rasa bersalah<br /> - Depresi<br /> - Kehamilan tak diinginkan<br /> - Penyakit menular seksual (termasuk HIV-AIDS)<br /> - Putus asa, dan merasa tak ada harapan hidup<br /> - dan masih banyak lagi<br />
    17. 17. Lalu bagimana solusinya??<br />Segera mencari bantuan medis, sebaiknya kunjungi psikolog atau psikiater<br />Fokus dari terapi adalah:<br /> - Memisahkan dari kebiasaan seksual Anda<br /> - Mengatasi akibat yang <br />ditimbulkan dari kebiasaan <br />tersebut.<br /> - Membangun kebiasaan <br />seksual yang sehat <br />
    18. 18. Apa saja sih yang dapat dilakukan??<br />Pertama Anda tidak melakukan denial atau penyangkalan dan harus menerima kenyataan, dan memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh.<br />Anda dapat mengikuti suatu kelompok yang memiliki keinginan bersama untuk sembuh (Sexaholic Anonymous) seperti kelompok pada kecanduan alkohol dan yang lainnya.<br />Mengikuti konseling, psikoterapi (oleh psikiater)<br />
    19. 19. ANDA DISEBUT ADIKSI/KECANDUAN APABILA KEGIATAN TERSEBUT SUDAH MENGGANGGU KEHIDUPAN ANDA SEHARI-HARI SEHINGGA TIDAK BERJALAN SEBAGAIMANA MESTINYA SEGERALAH MENCARI BANTUAN PROFESIONAL MEDIS<br />

    ×