Laboratorium FISIKA                               Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                 ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKA                               Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                 ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKA                                 Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                               ...
Laboratorium FISIKA                                  Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                              ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKA                                Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                ...
Laboratorium FISIKA                                    Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                            ...
Laboratorium FISIKA                            Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                    ...
Laboratorium FISIKA                               Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                 ...
Laboratorium FISIKA                                   Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                             ...
Laboratorium FISIKA                          Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                      ...
Laboratorium FISIKAPenuntun Praktikum Elektronika Dasar II              Jurusan Pendidikan Fisika    1                    ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKA                           Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                     ...
Laboratorium FISIKA                                Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                ...
Laboratorium FISIKA                        Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                      Ju...
Laboratorium FISIKA                        Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                      Ju...
Laboratorium FISIKA                                          Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                      ...
Laboratorium FISIKA                                  Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                              ...
Laboratorium FISIKA                               Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                 ...
Laboratorium FISIKA                              Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                  ...
Laboratorium FISIKAPenuntun Praktikum Elektronika Dasar II              Jurusan Pendidikan Fisika                         ...
Laboratorium FISIKA                                          Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                      ...
Laboratorium FISIKA                                  Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                              ...
Laboratorium FISIKA                                Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                ...
Laboratorium FISIKA                            Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                    ...
Laboratorium FISIKA                            Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II                                    ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penuntun praktikum e lka 2 uin

6,147 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Penuntun praktikum e lka 2 uin

  1. 1. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT I PENYEARAH SETENGAH GELOMBANGA. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan VII bagian pertama ini adalah: 1. Memahami fungsi dioda sebagai penyearah setengah gelombang. 2. Memahami prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah setengah gelombang. 3. Memahami perbedaan mendasar besaran-besaran berbentuk gelombang sinusoidal.B. LANDASAN TEORI Sejumlah besar rangkaian elektronika membutuhkan tegangan DC (direct current)untuk dapat bekerja dengan baik. Karena tegangan jala-jala adalah tegangan AC (alternatingcurrent), maka yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam setiap peralatan elektronikaadalah mengubah tegangan AC ke tegangan DC. Rangkaian yang melaksanakan konversi inidisebut sebagai catu daya (Power Supply). Alat pokok dari suatu catu daya adalah diodapenyearah yang hanya mengalirkan arus dalam satu arah saja. Untuk memperoleh tegangan DC dari saluran tegangan AC, dapat digunakanpenyearah setengah gelombang seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.1 berikut. F D 220 VAC Vin Vout RL 50 Hz Gambar 1.1. Penyearah Setengah-gelombang Sebagaimana diketahui dari teori rangkaian, antara nilai tegangan rms dan nilaitegangan puncak (peak value) terdapat hubungan : Vrms = 0,707 Vp (1.1)Kebalikan persamaan (1.1) adalah : Vrm s Vp  (1.2) 0,707 1
  2. 2. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika Suatu penyearah setengah gelombang akan menghasilkan keluaran setengahgelombang. Bila dibuat penyearah setengah gelombang di Laboratorium, akan ditemukanbahwa tegangan rata-ratanya sama dengan 0,318 kali tegangan puncak. Harga rata-ratatersebut juga dikenal dengan sebutan harga dc. Apa sebabnya ? karena pengukuran tegangantersebut dengan sebuah voltmeter dc akan memberi harga rata-rata dari bentuk gelombangtersebut. Tugas 1.1. 1. Gambarkan dan jelaskan proses terbentuknya keluaran penyearah setengah-gelombang !C. KOMPONEN DAN ALAT UKUR 1. Transformator step-down CT dan Enkel. 2. Dioda penyearah. 3. Resistor 4. Kapasitor. 5. Voltmeter. 6. Osiloskop Sinar Katoda (CRO). 7. Kabel Penghubung.D. PROSEDUR KERJA Untuk melaksanakan kegiatan unit VII ini, diharapkan anda sudah terampil dalam menggunakan osiloskop (syarat mutlak). Perlu diingat, catat nilai spesifikasi masing-masing komponen yang anda gunakan. 1. Rangkailah kit percobaan seperti pada Gambar (1.1) di atas. 2. Setelah yakin bahwa rangkaian anda telah benar, hubungkan input salah satu channel osiloskop dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk mendapatkan tampilan gelombang puncak ke puncak (Vpp). Catat hasil pengamatan anda ini sebagai nilai tegangan Vpp, dan gambar bentuk gelombangnya di atas kertas grafik semilog. 3. Pindahkan probe osiloskop ke output (Vout) rangkaian untuk mengamati tampilan 2
  3. 3. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika keluaran. Catat ini sebagai tegangan keluaran (Vout) dan gambar bentuk gelombangnya. 4. Sekarang gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan keluaran dari rangkaian. Catat sebagai nilai tegangan dc (Vdc).E. ANALISIS DATA Setelah seluruh rangkaian kegiatan di atas telah dilaksanakan, maka anda diharuskanuntuk membuat laporan sementara yang di-ACC oleh asisten pembimbing pada hari itu jugadan laporan lengkap dirumah dengan teknik analisis sebagai berikut : 1. Sama seperti kegiatan Unit VII, hitung nilai tegangan (Vrms) dari tampilan osiloskop dengan terlebih dahulu menghitung nilai tegangan puncak (Vp) dari nilai Vpp untuk masing-masing data hasil pengamatan (Ingat, yang ditampilkan oleh osiloskop adalah tegangan puncak-ke-puncak (Vpp) ) ! 2. Dari nilai tegangan puncak (Vp) yang diperoleh pada (1), hitung tegangan rata-rata (Vdc) untuk masing-masing jenis penyearah (tentu berbeda antara satu penyearah dengan penyearah yang lain !). bandingkan dengan hasil pengukuran dengan menggunakan multimeter (Ingat, nilai yang terukur pada voltmeter adalah tegangan rata-rata atau Vdc ). 3. Beri pembahasan masing-masing hasil yang anda peroleh dan diakhiri dengan kesimpulan dan saran. 3
  4. 4. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT II PENYEARAH GELOMBANG PENUHA. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan VII bagian pertama ini adalah : 1. Memahami fungsi dioda sebagai penyearah gelombang penuh. 2. Memahami prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah gelombang penuh. 3. Memahami perbedaan mendasar besaran-besaran berbentuk gelombang sinusoidal.B. LANDASAN TEORI Sejumlah besar rangkaian elektronika membutuhkan tegangan DC (direct current)untuk dapat bekerja dengan baik. Karena tegangan jala-jala adalah tegangan AC (alternatingcurrent), maka yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam setiap peralatan elektronikaadalah mengubah tegangan AC ke tegangan DC. Rangkaian yang melaksanakan konversi inidisebut sebagai catu daya (Power Supply). Alat pokok dari suatu catu daya adalah diodapenyearah yang hanya mengalirkan arus dalam satu arah saja.1. Penyearah Gelombang-Penuh (Full-Wave Rectifier) Rangkaian dari Gambar 2.1 berikut disebut penyearah gelombang-penuh. F D1 220 V AC CT 50 Hz RL Vout D2 Gambar 2.1. Penyearah Gelombang-Penuh Kumparan kedua dalam rangkaian di atas mempunyai penyadap tengah (center tap)yang dihubungkan dengan salah satu ujung dari hambatan beban (melalui ground). Ujung laindari hambatan beban dihubungkan dengan diode-diode. Rangkaian ini berfungsi sebagai dua 4
  5. 5. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisikapenyearah setengah-gelombang, masing-masing menghantar selama setengah siklus secarabergantian. Karena adanya penyadap-tengah pada lilitan sekunder, masing-masing rangkaiandioda hanya menerima setengah gelombang sekunder. Bila dioda dinggap sempurna, iniberarti bahwa puncak tegangan keluar yang di searahkan adalah : Vout(peak) = 0,5 Vp(peak) (2.1)Nilai rata-rata atau nilai dc dari keluaran gelombang penuh yang disearahkan adalah dua kalisetengah gelombang yang disearahkan yang digerakkan oleh tegangan sekunder yang sama : Vdc = 0,636 Vout(peak) (2.2)Persamaan yang lainnya : 2Vout(peak) Vdc =  Tugas 2.1. 1. Gambarkan dan jelaskan proses terbentuknya keluaran penyearah gelombang penuh!2. Penyearah Jembatan (Bridge-Rectifier) Gambar 7.3 merupakan rangkaian dari suatu penyearah jembatan (bridge rectifier),yang merupakan rangkaian penyearah paling luas penggunaannya. F D1 D2 220 VAC 60 HZ D3 D4 RL Vout Gambar 2.2. Penyearah JembatanTegangan beban dc yang bersangkutan dengan mengabaikan penurunan tegangan pada diodaditentukan oleh persamaan : 5
  6. 6. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika Vout(peak) = Vp(peak) (2.3)Pada rangkaian penyearah jembatan, semua tegangan sekunder yang muncl melintasitahanan beban, ini salah satu hal yang membuat penyearah jembatan lebih baik daripadapenyearah gelombang lainnya. Karena penyearah jembatan adalah sinyal gelombang penuh, nilai rata-rata atau nilaidc-nya adalah : Vdc = 0,636 Vout(peak) (2.4) Tugas 2.2. 1. Gambarkan dan jelaskan proses terbentuknya keluaran penyearah gelombang penuh! 2. Jelaskan kelebihan penyearah jembatan dibanding penyearah gelombang lainnya ditinjau dari tegangan keluaran beban dc-nya !C. KOMPONEN DAN ALAT UKUR 1. Transformator step-down CT dan Enkel. 2. Dioda penyearah. 3. Resistor 4. Kapasitor 5. Voltmeter. 6. Osiloskop Sinar Katoda (CRO). 7. Kabel Penghubung.D. PROSEDUR KERJA Untuk melaksanakan kegiatan unit VII ini, diharapkan anda sudah terampil dalam menggunakan osiloskop (syarat mutlak). Perlu dingat, catat nilai spesifikasi masing- masing komponen yang anda gunakan.  Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh. 1. Rangkailah kit percobaan seperti pada gambar (2.1) di atas. 2. Setelah yakin bahwa rangkaian anda telah benar, hubungkan input salah satu channel osiloskop dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk mendapatkan 6
  7. 7. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika tampilan gelombang puncak-ke-puncak (Vpp). Catat hasil pengamatan anda ini sebagai nilai tegangan Vpp, dan gambar bentuk gelombangnya di atas kertas grafik semilog. 3. Pindahkan probe osiloskop ke output (Vout) rangkaian untuk mengamati tampilan keluaran. Catat ini sebagai tegangan keluaran (Vout) dan gambar bentuk gelombangnya. 4. Sekarang gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan keluaran dari rangkaian. Catat sebagai nilai tegangan dc (Vdc) 5. Pasang pararel kapasitor dikeluarkan. Catatlah hasil pengukuranmu dengan menggunakan CRO dan multimeter digital.  Rangkaian Penyearah Jembatan. - Rangkailah kit percobaan seperti pada gambar (2.2) di atas. (Untuk pengambilan data, selanjutnya sama dengan bagian pada kegiatan pertama.E. ANALISIS DATA Setelah seluruh rangkaian kegiatan di atas telah dilaksanakan, maka anda diharuskanuntuk membuat laporan sementara yang di ACC oleh asisten pembimbing pada hari itu jugadan laporan lengkap di rumah dengan teknik analisis sebagai berikut : 1. Sama seperti kegiatan Unit VII, hitung nilai tegangan (Vrms) dari tampilan osiloskop dengan terlebih dahulu menghitung nilai tegangan puncak (Vp) dari nilai Vpp untuk masing-masing data hasil pengamatan (Ingat, yang ditampilkan oleh osiloskop adalah tegangan puncak ke puncak (Vpp) ) ! 2. Dari nilai tegangan puncak (Vp) yang diperoleh pada (1), hitung tegangan rata-rata (Vdc) untuk masing-masing jenis penyearah (tentu berbeda antara satu penyearah dengan penyearah yang lain !). bandingkan dengan hasil pengukuran dengan menggunakan multimeter (Ingat, nilai yang terukur pada voltmeter adalah tegangan rata-rata atau Vdc ). 3. Beri pembahasan masing-masing hasil yang anda peroleh dan diakhiri dengan kesimpulan dan saran. 7
  8. 8. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT III PENGIKUT ZENERA. TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami prinsip kerja dari suatu regulator tegangan 2. memahami prinsip kerja dari pengikut Emiter (Emiter Follower) dan Regulator Zener 3. Memahami prinsip kerja dan penerapan dari suatu pengakut emitter dengan regulator zener sebagai regulator teganganB. ALAT DAN BAHAN 1. Kit zener follower 2. Voltmeter 3. Amperemeter 4. Variable Power Supply 5. Kabel penghubungC. DASAR TEORI PENGIKUT EMITER (Emitter Follower) Jika suatu sumber impedansi tinggi dihubungkan dengan beban impedansi rendah, maka penurunan tegangan yang terbesar akan terjadi pada impedansi dalam dari sumber tersebut. Suatu cara untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menggunakan pengikut emitter (emitter follower)antar sumber impedansi tinggi dan beban impedansi rendah. Pengikut emitter berfungsi menaikkan tingkat impedansi dan mengurangi kehilangan sinyal. (if do you want to know it, read againt materi of common collector) PENGIKUT ZENER (Zener follower) Pengikut emitter dapat memperbaiki kemampuan dari suatu regulator zener. Dalam gambar berikut, diperlihatkan suatu yang merupakan rangkaian tersusun dari regulator zener (karakteristik Dioda Zener, red) dan pengikut emitter. 8
  9. 9. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika + VCE Rs Vin (unregulated Vout RL ) Vz Figure 1. Zener followerCara operasinya adalah sebagai berikut.Tegangan zener merupakan tegangan masuk DC pada basis transistor. Jadi tegangankeluar transistor adalah BOut = Vz -VbeTegangan yang keluar ini merupakan selisih yang konstan antara tegangan zener Vz danpenurunan tegangan transistor VBE. Jika tegangan catu Vin mengalami perubahan,tegangan zener akan bertahan kurang lebih pada harga yang sama dan demikian pula VoutDalam regulator zener biasa, arus zener merupakan selisih antara arus yang melaluipenghambat seri dan arus beban: IZ = Is - ILUntuk melayani arus beban yang beasr, kita harus menggunakan arus zener yang besarpula. Pengikut zener mempunyai keuntungan penting terhadap regulator zener biasa.Dalam rangkaian gambar diatas arus zener adalah selisih antara arus melalui R s dan arusbasis; IZ = Is – IBKarena arus basis sama dengan IB = IL/  DCMaka untuk arus beban yang sama diperlukan arus zener yang kecil. Ini berarti dapatdipilih diode zener lebih kecil yaitu diode zener dengan batas daya yang lebih rendah. 9
  10. 10. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan FisikaD. PROSEDUR KERJA 1. Susunlah rangkaian seperti gambar berikut: + VCE Is Rs Vin (unregulated) Vout RL Vz 2. Setelah anda yakin tidak ada kesalahan, aktifkan power supply dan amati penunjukan alat-alat ukur arus dan tegangan (semua dalam keadaan nol) 3. Atur tegangan power supply hingga penunjukan tegangan (Vin) 2 Volt dan baca penunjukan amperemeter (Is) dan Voltmeter (Vout) pada kedudukan tersebut 4. Ulangi langkah 3 dengan kenaikan tegangan input 4 Volt, 4,5Volt, 6Volt, 7,5 Volt,…….. 5. Catat hasil pengamatan anda pada lembar berikut Spesifikasi Komponen: Rs =……………….k.ohm RL =……………….k.ohm Z =………………...Volt NO Vin (Volt) Vout (Volt) Is (A) 1 2 3 4 5 6 7 10
  11. 11. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan FisikaE. ANALISIS DATA Setelah semua kegiatan pengambilan data selesai, anda diharuskan membuat laporan lengkap untuk percobaan pengikut zener dengan langkah sebagai berikut; 1. Dari data tegangan input (Viv), Rs dan VZ yang anda peroleh dari setiap data, hitung besar arus resistor seri (Is). bandingkan hasilnya dengan yang terukur. 2. Hitung pula tegangan otput (Vout) dengan menggunakan tegangan zener spesifikasi dan tegangan VBE I(aproksimasi 0.7 Volt). Bandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran. 3. Buatlah grafik hubungan antara tegangan input (Vin) dengan tegangan output (Vout) disertai dengan analisis dan pembahasan. 11
  12. 12. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT IV RANGKAIAN DASAR LOGIKAA. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan dapat; 1. Membuat tabel kebenaran dari gerbang dasar logika 2. Menganalisa prinsip kerja gerbang dasar logika 3. Menyusun kesimpulan hasil praktekB. TEORI DASAR Komputer, kalkulator dan peralatan digital lain kadang-kadang dianggap oleh orangawam sebagai sesuatu yang ajaib. Sebenarnya, peralatan digital sangat logis dalamoperasinya. Bentuk dasar blok dari rangkaian digital adalah suatu gerbang logika. Gerbanglogika yang digunakan untuk operasi bilangan biner, sehingga sering disebut gerbang logikabiner. Gerbang logika merupakan dasar pembentuk sistem digital dan semua sistem digitaldisusun dengan menggunakan tiga gerbang logika dasar, yakni gerbang AND, gerbang OR dangerbang NOT. a. Gerbang AND Gerbang And Kadang-kadang disebut “gerbang Semua atau tidak”. Gerbang And yang akan kita operasikan kebanyakan tersusun dari dioda dan transistor yang tergabung dalam suatu IC. Untuk memperlihatkan gerbang AND kita gunakan simbol logika seperti pada gambar berikut; A A.B MASUKAN KELUARAN B Suatu tegangan +5V yang dibandingkan terhadap GND muncul pada A, B atau Y yang disebut sebagai suatu biner 1 atau suatu tegangan TINGGI (HIGH). Suatu biner 0, atau tegangan RENDAH, didefenisikan sebagai tegangan GND (mendekati 0V dibandingkan terhadap GND) yang muncul pada A,B atau Y. Kita menggunakan logika positif karena memerlukan 5V positif untuk menghasilkan apa yang kita sebut biner 1. 12
  13. 13. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika b. Gerbang OR Gerbang OR kadang-kadang disebut “Gerbang setiap atau semua”. Gerbang OR keluarannya RENDAH apabila semua masukan adalah RENDAH. Simbol logika untuk gerbang OR dapat dilihat pada gambar berikut MASUKAN A A+B KELUARAN B Gerbang OR keluarannya RENDAH bila semua masukan adalah RENDAH. Hal ini dapat dilihat pada tabel kebenarannya. c. Gerbang NOT Semua gerbang yang telah kita bahas mempunyai paling sedikit dua masukan dan satu keluaran, akan tetapi gerbang NOT (TIDAK) hanya mempunyai satu masukan dan satu keluaran. Rangkaian NOT sering kali disebut Rangkaian Pembalik. Tugas rangkaian NOT (pembalik) ialah memberikan suatu keluaran yang tidak sama dengan masukan. Simbol logika untuk pembalik (inverter, Rangkaian NOT) dapat dilihat pada gambar berikut; MASUKAN A’ KELUARAN AC. ALAT DAN BAHAN 1. Power Supply 1 Buah 2. IC 7404 (NOT) 1 Unit 3. IC 7408 (AND) 1 Unit 4. IC 7432 (OR) 1 Unit 5. Bread Board 1 Buah 6. Kabel secukupnya 7. LED secukupnyaD. PROSEDUR KERJA 1. Gerbang AND 1. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A B 13
  14. 14. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika 2. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) 3. Berikan pulsa input A dan B 4. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut; B A Y 0 0 0 1 1 0 1 1 5. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan teori2. Gerbang OR 1. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A B 2. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) 3. Berikan pulsa input A dan B 4. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut; B A Y 0 0 0 1 1 0 1 1 5. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan teori3. Gerbang NOT 1. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A 2. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) 3. Berikan pulsa input A dan B 4. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut; A Y = A’ 0 14
  15. 15. Laboratorium FISIKAPenuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika 1 15
  16. 16. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT V GERBANG LANJUTANA. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan dapat; 1. Membuat tabel kebenaran dari gerbang NAND, NOR, X-OR dan Pembalik Ganda 2. Menganalisis prinsip kerja rangkaianB. TEORI DASAR 1. Gerbang NAND Gerbang AND, OR, dan NOT merupakan tiga rangkaian dasar yang dapat menghasilkan semua rangkaian digital. Gerbang NAND ialah suatu NOT AND, atau suatu fungsi AND yang dibalik. simbol logika standar untuk gerbang NAND digambarkan sebagai berikut, A A. B B Atau A A.B A. B B Gambar di atas memperlihatkan suatu gerbang AND dan pembalik yang terpisah dan digunakan untuk menghasilkan fungsi logika NAND. Tabel kebenaran untuk gerbang NAND diperlihatkan sebagai berikut; MASUKAN KELUARAN B A AND NAND 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 Berdasarkan tabel kebenaran di atas, terlihat bahwa gerbang NAND keluaran RENDAH apabila semua masukannya TINGGI. Kolom keluaran pada tabel di atas ditunjukkan oleh baris ke empat, dimana semua masukannya 1 akan menghasilkan keluaran 0 sedangkan semua baris yang lain menghasilkan keluaran 1. 16
  17. 17. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika2. Gerbang NORGerbang NOR sebenarnya merupakan suatu gerbang NOT OR. Dengan kata lain, keluaransuatu gerbang OR dibalik untuk membentuk suatu gerbang NOR. Simbol logika untukgerbang NOR berupa suatu simbol OR dengan gelembung pembalik (lingkaran kecil)pada sisi sebelah kanan. A BAtau A A+B A+B BTabel kebenaran untuk gerbang NOR diperlihatkan pada gambar berikut, MASUKAN KELUARAN B A OR NOR 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0Tabel kebenaran di atas memperlihatkan bahwa gerbang NOR keluaran TINGGI bilasemua masukannya adalah RENDAH, diperlihatkan pada baris pertama.3. Gerbang OR Eksklusif (X-OR)Gerbang OR Eksklusif kadang-kadang disebut “Gerbang setiap tapi tidak semua”. Istilah”Gerbang OR Eksklusif” sering disebut “Gerbang XOR”. Simbol logika untuk gerbang XORdiperlihatkan pada gambar berikut, A Batau, A A + B B 17
  18. 18. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika Tabel kebenaran gerbang XOR diperlihatkan pada gambar berikut. Kita perhatikan bahwa bila setiap tetapi tidak semua masukan adalah 1, maka keluaran akan menjadi suatu biner, atau logis 1. tabel kebenaran gerbang OR juga diberikan sehingga dapat dilihat perbedaan antara keduanya. MASUKAN KELUARAN B A OR XOR 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 Suatu bilangan ganjil (1,3,5 dst) dari masukan TINGGI pada suatu gerbang XOR mengeluarkan gerbang TINGGI, sedangkan bilangan genap (0,2,4,dst) dari masukan TINGGI menghasilkan keluaran RENDAH dari suatu gerbang XOR. Baris ke empat memperlihatkan suatu bilangan genap (2) dari masukan TINGGI, dan oleh karena itu keluaran adalah RENDAH. Baris ketiga memperlihatkan suatu bilangan ganjil (1) dari masukan TINGGI dan oleh karena itu keluaran adalah TINGGI.C. ALAT DAN BAHAN 1. Power Supply 1 Buah 2. IC 7404 (NOT) 1 Unit 3. IC 7408 (AND) 1 Unit 4. IC 7432 (OR) 1 Unit 5. Bread Board 1 Buah 6. Kabel secukupnya 7. LED secukupnyaD. PROSEDUR KERJA 1. Gerbang NAND a. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A B 18
  19. 19. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika b. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) c. berikan pulsa input A dan B d. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut; MASUKAN KELUARAN B A AND NAND 0 0 0 1 1 0 1 12. Gerbang NOR a. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A B b. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) c. Berikan pulsa input A dan B d. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut; MASUKAN KELUARAN B A OR NOR 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 03. Gerbang XOR a. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A A + B B 19
  20. 20. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika b. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) c. Berikan pulsa input A dan B d. Amati dan catat level outputnya, sesuai dengan tabel kebenaran berikut;4. Gerbang Pembalik Ganda a. Buatlah Rangkaian seperti berikut; A A’ b. Berikan sumber tegangan pada IC (tanyakan pada asisten anda) c. Berikan pulsa input A dan B d. Amati dan catat level outputnya 20
  21. 21. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT VI KARAKTERISTIK TRANSISTOR BASIS DITANAHKANA. TUJUAN 1. Memahami karakteristik transistor basis ditanahkan 2. Memahami prinsip kerja transistor basis ditanahkanB. PENGANTAR Transistor adalah suatu komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor. Adadua macam transistor, yaitu transistor dwikutub (bipolar) dan transistor efek medan (FieldEffect Transistor-FET). Transistor dwikutub dibuat dengan menggunakan semikonduktor ekstrinsik jenis pdan jenis n, yang disusun seperti pada gambar 1 berikut. E C E C p n p n p n basis emitor colektor B B Gambar 1. Susunan Transistor Dwikutub (a) Transistor pnp (b) Transistor npnKetiga bagian transistor ini disebut emitor, basis, dan kolektor. Masing-masing bagian tersebutmemiliki makna tersendiri. Pada dasarnya ada tiga jenis rangkaian hubungan (yang disebut konfigurasi) untukmengoperasikan transistor. 1. Basis ditanahkan (Common Base-CB) 2. Emitor ditanahkan (Common Emitter-CE) 3. Kolektor ditanahkan (Common Collector-CC) Karakteristik dari transistor biasanya disebut juga karakteristik statik, yangdigambarkan dalam suatu kurva yang menghubungkan antara selisih arus dc dan teganganpada transistor. Kurva karakteristik statik tersebut sangat membantu dalam mempelajari 21
  22. 22. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisikaoperasi dari suatu transistor ketika diterapkan dalam suatu rangkaian. Ada tiga karakteristikyang sangat penting dari suatu transistor, yaitu : 1. Karakteristik input. 2. Karakteristik output. 3. Karakteristik transfer arus konstan. Sebagaimana transistor bipolar, karakteristik dari FET sering kali disajikan dalam bentuk seperangkat grafik yang menghubungkan tegangan dengan arus yang terdapat pada terminal-terminal transistor.C. Komponen dan Alat Ukur. 1. Kit percobaan masing-masing untuk :  Konfigurasi CB 2. Power Supply. 3. Voltmeter. 4. Amperemeter. 5. Kabel penghubung.D. Prosedur kerja. Rangkai dan pelajari kit Common Base (CB) berikut. C E IC IE VCC VEE VCB VBE R1 R2 B Ciri Statik Masukan : 1. Putarlah kedua potensiometer agar nilai VCB, VEB, dan IE = 0. 2. Putar kembali potensiometer sebelah kanan agar nilai VCB naik menjadi 2 V. 3. Putar potensiometer sebelah kiri agar nilai VEB naik menjadi 0,1 V. Baca pula penunjukan amperemeter yang menunjukkan IE. 4. Naikkan lagi nilai VEB dengan interval yang sama dengan bagian (4) di atas dan baca 22
  23. 23. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika lagi nilai IE. 5. Naikkan terus nilaiVEB sampai maksimum sambil membaca nilai IE. 6. Ulangi kegiatan (3) sampai (6) dengan menaikkan nilai VCB dengan interval yang sama. 7. Ulangi kegiatan (7) sampai nilai VCB maksimum. 8. Catat semua hasil pengamatan anda pada tabel pengamatan. Ciri Statik Keluaran : 1. Putarlah kedua potensiometer agar nilai IE, IC, dan VCB = 0. 2. Putar kembali potensiometer sebelah kiri agar nilai I E naik menjadi 1 mA. 3. Putar potensiometer sebelah kanan agar nilai VBC naik menjadi 1 V. Baca pula penunjukan amperemeter yang menunjukkan IC. 4. Naikkan lagi nilai VCB dengan interval yang sama dengan bagian (4) di atas dan baca lagi nilai IC. 5. Naikkan terus nilaiVCB sampai maksimum sambil membaca nilai I C. 6. Ulangi kegiatan (3) sampai (6) dengan menaikkan nilai I E dengan interval yang sama. 7. Ulangi kegiatan (7) sampai nilai IE maksimum. 8. Catat semua hasil pengamatan anda pada tabel pengamatan.E. TUGAS PENDAHULUAN. 1. Jelaskan prinsip kerja dari transistor bipolar . 2. Apa yang dimaksud dengan : a. Keadaan cut-off, b. Keadaan saturasi, c. Transkonduktansi, d. Tegangan penjepitan (Pinch-off) 3. Gambarkan dan jelaskan kurva karakteristik masukan dan keluaran jenis konfigurasi yang akan anda percobakan.F. HASIL PENGAMATAN. Judul Percobaaan : ……………. Nama Praktikan : ……………. Nim : ……………. 23
  24. 24. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika Kelompok : ……………. Partner : 1. … 2. … 3 … 4. … Asisten : …………….. Konfigurasi Common-Base a. Ciri Statik Masukan. Nilai IE pada VCB tertentu VCE 12 V (volt) 0V 2V 4V 6V 8V 10 V 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 . . . b. Ciri Statik Keluaran VCB Nilai IC pada IE tertentu (volt) 1 mA 2 mA 3 mA 4 mA 5 mA 6 mA 7 mA 1 2 3 4 5 . . .G. ANALISIS LAPORAN Setelah anda melakukan semua kegiatan, anda diharuskan menyusun laporan lengkap dengan analisis sebagai berikut. 1. Buatlah karakteristik ciri keluaran dan masukan berdasarkan data masing-masing konfigurasi yang anda peroleh. 2. Lukislah garis beban masing-masing grafik dan tentukan titik kerja terbaiknya. 24
  25. 25. Laboratorium FISIKAPenuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika 25
  26. 26. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika UNIT VII KARAKTERISTIK TRANSISTOR EMITER DITANAHKANA. TUJUAN 1. Memahami karakteristik transistor emitor ditanahkan 2. Memahami prinsip kerja transistor emitor ditanahkanB. PENGANTAR Transistor adalah suatu komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor. Adadua macam transistor, yaitu transistor dwikutub (bipolar) dan transistor efek medan (FieldEffect Transistor-FET). Transistor dwikutub dibuat dengan menggunakan semikonduktor ekstrinsik jenis pdan jenis n, yang disusun seperti pada gambar 1 berikut. E C E C p n p n p n basis emitor colektor B B Gambar 1. Susunan Transistor Dwikutub (a) Transistor pnp (b) Transistor npnKetiga bagian transistor ini disebut emitor, basis, dan kolektor. Masing-masing bagian tersebutmemiliki makna tersendiri. Pada dasarnya ada tiga jenis rangkaian hubungan (yang disebut konfigurasi) untukmengoperasikan transistor. 1. Basis ditanahkan (Common Base-CB) 2. Emiter ditanahkan (Common Emitter-CE) 3. Kolektor ditanahkan (Common Collector-CC) Karakteristik dari transistor biasanya disebut juga karakteristik statik, yangdigambarkan dalam suatu kurva yang menghubungkan antara selisih arus dc dan teganganpada transistor. Kurva karakteristik statik tersebut sangat membantu dalam mempelajarioperasi dari suatu transistor ketika diterapkan dalam suatu rangkaian. Ada tiga karakteristikyang sangat penting dari suatu transistor, yaitu : 26
  27. 27. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika 1. Karakteristik input. 2. Karakteristik output. 3. Karakteristik transfer arus konstan.C. ALAT DAN BAHAN 1. Komponen dan Alat Ukur. 2. Kit percobaan masing-masing untuk Konfigurasi CE 3. Power Supply. 4. Voltmeter. 5. Amperemeter. 6. Kabel penghubung.D. PROSEDUR KERJA. 1. Rangkai dan pelajarilah kit percobaan Common Emitter (CE) berikut. C B IC IB E VBB VCE VCC R2 VBE R1 1. Pengukuran karakteristik input menyatakan bagaimana IB bervariasi dengan VBE ketika VCE dibuat konstan. Pertama, tegangan VCE dibuat konstan dengan suatu nilai tertentu dan kemudian VBE dan IB akan meningkat dalam setiap rentang nilai Catat nilai-nilai tersebut. Selanjutnya, prosedur ini diulangi untuk nilai VCE konstan. 2. Pengukuran karakteristik Output menunjukkan bagaimana I C bervariasi dengan perubahan VCE ketika IB dibuat konstan. Pertama, IB diset pada suatu nilai yang konstan dan kemudian VCE akan meningkat dalam suatu rentang nilai, IC akan menunjukkan nilai tertentu dan catat nilai ini. Selanjutnya, VCE dikembalikan ke keadaan nol dan IB diset pada nilai yang lain dan seterusnya.E. HASIL PENGAMATAN. 27
  28. 28. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika Judul Percobaaan : ……………. Nama Praktikan : ……………. Nim : ……………. Kelompok : ……………. Partner : 1. … 2. … 4 … 5. … Asisten : …………….. Konfigurasi Common-Emitter a. Ciri Statik Masukan. VEB Nilai IB pada VCE tertentu (volt) 0V 2V 4V 6V 8V 10 V 12 V 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 . . b. Ciri Statik Keluaran VCE Nilai IC pada IB tertentu (volt) 1 mA 2 mA 3 mA 4 mA 5 mA 6 mA 7 mA 1 2 3 4 5 . .F. ANALISIS LAPORAN Setelah anda melakukan semua kegiatan, anda diharuskan menyusun laporan lengkap dengan analisis sebagai berikut. 1. Buatlah karakteristik ciri keluaran dan masukan berdasarkan data masing-masing konfigurasi yang anda peroleh. 2. Lukislah garis beban masing-masing grafik dan tentukan titik kerja terbaiknya. 28
  29. 29. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika TUGAS AKHIR ELEKTRONIKA DASAR 2PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini semakin pesatterutama dalam dunia elektronika. Sehingga tidak heran jika kehidupanmanusia dikatakan telah sampai pada peradaban yang sangat tinggi. Namundemikian Indonesia selaku negara yang berkembang harus mengejar perkembanganilmu pengetahuan dan teknologinya. Olehnya mahasiswa di tuntut agar semakin kreatif dari hari ke hari.Salah satu hal yang patut untuk dilakukan dalam memenuhi tuntunan tersebutadalah menyelesaikan tugas akhir Praktikum Elektronika Dasar 2. Adapun tugasakhir tersebut adalah kemampuan merakit sebuah rangkaian sederhana yang siappakai dan berkualitas.ALAT DAN BAHAN Untuk merancang dan menunjang kegiatan tersebut di atas, makadiperlukan alat dan bahan sebagai berikut : a. Beberapa komponen aktif elektronika. b. Beberapa komponen pasif elektronika c. Timah aluminium solder d. Solder e. Beberapa hambatan. f. Kabel penghubung. g. Trafo Step down. h. Beberapa alat dan bahan lainnya yang sangat dibutuhkan. 29
  30. 30. Laboratorium FISIKA Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II Jurusan Pendidikan Fisika DAFTAR PUSTAKAGanti S. Depari, 1985, Teori & Keterampilan Elektronika. Bandung: Armico.Sutrisno, 1996. Elektronika Dasar Teori dan Penerapannya. Jakarta: ITB Bandung.Tim Dosen Elektronika, 1998. Penuntun Praktikum Elektronika. Jakarta: ITB Bandung.Tim Dosen Elektronika Dasar, 2002. Penuntun Praktikum Elektronika. Jurusan Fisika UNM: Makassar. 30

×