Hasil dan PembahasanHasil PengamatanDalam melakukan percobaan ini, kita mengikuti beberapa tahap seperti yang telah dijela...
Pada gelas kimia B dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung),proses fotosintesis berjalan cepat kare...
Pertanyaan :       1. Mengapa dalam percobaan ini digunakan H2O2 sebagai substratnya ?       2. Gelembung-gelembung apakah...
enzim yang tersusun atas protein.Sifatnya labil (mudah berubah),tidak tahan akan panas dan      mudah terpengaruh oleh suh...
b.    pH     Dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Hal itu dapat dibuktikan dengan     banyaknya gele...
3. Jika terdapat timbunan H2O2 dalam tubuh, yang terjadi adalah terjadinya         kerusakan sel, terutama sel-sel yang te...
Jawab: Larutan A : amilum Larutan B : amilum, glukosa Larutan C : protein Larutan D : protein, glukosaKesimpulanBahan maka...
LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsiuntuk membentuk bayangan maya, tegak, dan dip...
PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar      tidak mudah bergeser.      LENGAN ...
ANGIOSPERMAE (tumbuhan berbiji tertutup)     Ciri-ciri Angiospermae memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun ...
Dalam tumbuhan berbiji, generasi gametofit biasanya berukuran mikroskopis dan tetapberada dalam jaringan sporofitnya.     ...
Secara umum daur hidup dari tumbuhan berbiji di ilustrasikan sebagai berikut:ut:        Megasporangium dikelilingi oleh ja...
Biji       Biji mengandung embrio dari sporofit, cadangan makanan, kulit pelindung.       Embrio di dalam biji bersifat do...
berikut gambar bagian-bagian pembentuk biji:                                                           Ciri tumbuhan berbi...
a .Ciri-ciri umumAngiospermae memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup yang disebutdaun buah (...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Biouprak

6,820 views

Published on

n

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,820
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Biouprak

  1. 1. Hasil dan PembahasanHasil PengamatanDalam melakukan percobaan ini, kita mengikuti beberapa tahap seperti yang telah dijelaskandalam langkah kerja. Untuk dapat membandingkan perbedaan banyaknya gelembung yangdihasilkan maka perangkat percobaan di tempatkan pada dua kondisi yang berbeda yaitu tempatteduh dan tempat terbuka (terkena sinar matahari langsung). Selain di tempatkan di dua kondisiyang berbeda, juga diberi perlakuan yang berbeda. Ada yang ditambahkan dengan NaHCO3 danada juga yang ditambahkan dengan es batu. Hasil pengamatan yang kami lakukan disajikandalam tabel sebagai berikut : Banyaknya gelembung No. Perangkat Nyala api Keterangan (+/-) 1. A + Kecil 2. B ++ Sedang 3. C ++++ Besar 4. D ± SedangKeterangan:+ : gelembung yang terbentuk sedikit+ + : gelembung yang terbentuk sedang+ + + + : gelembung yang terbentuk banyak± : gelembung yang terbentuk semakin lama semakin berkurang Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yangtelah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dankemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuandengan memberikan cahaya padaHydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembungudara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yangtidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yangdirendam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit.Percobaan yang ditambah larutan NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Fungsilarutan NaHCO3 disini sebagai katalisator dalam reaksi fotosintesis.PembahasanGelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentukkarena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupagelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:2H2O → 4H+ + O2Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air. Pada gelas kimia A yang diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya rendah, prosesfotosintesisnya ternyata lambat (diketahui dari sedikitnya jumlah gelembung yang dihasilkan).Hal ini terjadi karena walaupun di dalam air terdapat CO2 terlarut tetapi energi yang tersedia(cahaya) untuk melakuan proses fotosintesis oleh hydrilla sangat sedikit. Sehingga, walaupunada bahan baku, tetapi bila energi untuk mengolah tidak ada maka tidak akan terbentuk hasil.
  2. 2. Pada gelas kimia B dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung),proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah CO2 terlarutdan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis tersebut. Akan tetapijumlah gelembung yang terbentuk tidak sebanyak gelas kimia C. Hal ini disebabkan, walaupunkeduanya sama – sama memiliki energi untuk produksi yang melimpah tetapi jumlah bahan bakuyang tersedia tidak sama. Pada gelas kimia C diberi larutan NaHCO3. Penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkanuntuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagaiberikut :NaHCO3 + H2O → NaOH + CO2 + H2O Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi, di samping itugelas kimia tersebut juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi untuk berfotosintesis).Oleh karena itu proses fotosintesisnya menjadi sangat cepat, karena disamping bahan bakutersedia banyak, energi untuk mengolahnya menjadi sejumlah produk juga melimpah, sehinggaproses produksi (reaksi) yang berjalan dalam waktu 20 menit mendapatkan hasil yang banyak(gas O2 pada dasar tabung reaksi). Pada gelas kimia D yang diletakkan di tempat terang dan ke dalamnya ditambahkan esbatu, ternyata gas yang terbentuk sangat sedikit, artinya proses fotosintesis pada gelas kimia Dberjalan sangat lambat. Hal ini terjadi karena pada suhu yang rendah enzim – enzim banyak yangtidak aktif sehingga banyak reaksi kimia yang dialamikan oleh enzim menjadi lambat sekali. Dari hasil percobaan, semua tanaman Hydrilla verticillata pada setiap corongmengeluarkan gelembung-gelembung udara.Gelembung-gelembung ini terkumpul pada dasartabung reaksi yang dalam keadaan terbalik, sehingga membentuk rongga udara. Gas yangterkumpul ini akan diuji coba dengan menggunakan bara api dari lidi. Seperti yang diketahui, apidapat menyala jika ada oksigen disekitarnya. Untuk membuktikan apakah gelembung udara yangterkumpul tersebut mengandung oksigen, maka praktikan memasukkan bara api dari lidi kemulut tabung reaksi. Ketika bara api dari lidi dimasukkan, ternyata bara api tersebutmenyala(mengeluarkan api). Hal tersebut membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis gasyang dihasilkan adalahoksigen. Ini ditunjukan dengan menyalanya bara api yang didekatkandengan mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil dari fotosintesis. Kesimpulan Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Ini ditunjukan dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil dari fotosintesis. Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal. Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat. Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis. Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan proses fotosintesis.
  3. 3. Pertanyaan : 1. Mengapa dalam percobaan ini digunakan H2O2 sebagai substratnya ? 2. Gelembung-gelembung apakah yang timbul sebagai akibat reaksi enzim dengan H2O2? Bagaimana mengujinya ? 3. a. Jika dalam sel terdapat H2O2, apa yang akan terjadi terhadap sel tersebut ? b. Untuk menghindari akibat tersebut, bagaimana cara sel untuk menanganinya ? c. Organel apakah yang berperan dalam hal tersebut ? 4. Mengapa langkah kerja no.8 perlu dilakukan ? 5. Dari hasil pengamatan tadi, apakah yang dapat anda simpulkan tentang kerja enzim ? Jawab: 1. Karena H2O2 merupakan hidrogen peroksia yang berupa senyawa kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Sehingga dengan adanya enzim katalase, akan mempercepat reaksi penguraian H2O2 menjadi H2O dan O2. 2. Gelembung yang timbul merupakan hasil penguraian H2O2 menjadi H2O, dapat diuji dengan menambahkan substrat H2O2 ke dalam ekstrak hati ayam, akan timbul gelembung yang menandakan adanya H2O dan saat dimasukkan lidi yang membara akan terdapat nyala api yang menandakan ada oksigen. 3. a. Sel tersebut akan rusak, karena H2O2 merupakan larutan yang bersifat racun dalam tubuh b. Dengan cara menggunakan enzim katalase untuk mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2 c. Badan mikro, peroksisom 4. Sebagai tolak ukur untuk menentukan enzim katalase terhadap H2O2, pada tabung E hanya berisi ekstrak hati ayam dan F berisi H2O2, pada kedua tabung tidak terjadi reaksi 5.Kesimpulan : Enzim katalase akan bereaksi jika ditambahkan dengan H2O2 sebagai substratnya. Enzim katalase tidak dapat bekerja atau bereaksi jika dalam kondisi pH yang terlalu asam atau yang terlalu basa Landasan Teori Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alkohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia.Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup.Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan orgnisme ekuivalen dengan kerusakan. Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup.Karena berperan sebagai katalis maka enzim dinamakan juga biokatalisator. Enzim dapat bertindak sebagai katalis,yakni dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa merubah reaksi kimia tersebut.Komponen Enzim Secara kimia enzim yang lengkap atau haloenzim tersusun dari dua komponen: · Komponen protein (apoenzim)
  4. 4. enzim yang tersusun atas protein.Sifatnya labil (mudah berubah),tidak tahan akan panas dan mudah terpengaruh oleh suhu dan tingkat keasaman. · Bagian nonprotein (gugus prostetik) Ø Gugus prostetik yang berasal dari molekul nonorganik disebut kofaktor. Ø Gugus prostetik,yaitu gugus yang berasal dari molekul organik kompleks yang disebut dengan koenzim.misal:NADH,FADH,koenzim A dan VitB.Cara Kerja Enzim Seperti yang telah kita ketahui bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk. Hasil Pengamatan: Larutan Ekstrak hati + H2O2 Ekstrak jantung + H2O2 Gelembung Nyala api Gelembung Nyala api Netral ++ + + - HCl (asam) + - - - NaOH (basa) ++ + + + Setelah - - - - ekstrak dipanaskan Keterangan: v ++ (banyak) v + (ada) v - (tidak ada) Kesimpulan: Dari hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada percobaan ekstrak hati + H2O2 dan ekstrak jantung + H2O2 dan dicampurkan dengan netral, asam(HCl), basa(NaOH), dan setelah ekstrak dipanaskan, memiliki perbadaan dalam percobaan. Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: a. Suhu Dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
  5. 5. b. pH Dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala api bara api. Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaksi. Pertanyaan:1. Mengapa H2O2 dipakai sebagai bahan percobaan untuk mengamati kerja enzim katalase?2. Mengapa reaksi berkurang jika ekstrak hati + H2O2 dimasukkan asam atau basa?3. Apa yang terjadi bila dalam jaringan tubuh, banyak tertimbun H2O2?4. Bagaimana usaha untuk menetralkannya dalam tubuh?5. Dapatkah kamu simpulkan apa peranan enzim katalase dalam tubuh?6. H2O2 yang terdapat dalam tubuh itu merupakan hasil proses apa?7. Factor-faktor apakah yang mempengaruhi keaktifan katalase? Jawab pertanyaan: PERHATIAN !!!! : Silahkan dicopy isi blog ini dengan menyertakan Alamat URL blog sebagai Referensi (Daftar Pustaka). Terima Kasih telah berkunjung,.. By : //Nando Ditulis oleh Retmonando di 23:20 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Fisiologi Manusia 3 komentar: Radianita Anggi Saskia mengatakan... Maaf sebelumnya, di sini saya akan mengoreksi jawaban pertanyaan Penulis di atas. 1. Karena sifat enzim yang SPESIFIK (1 substrat untuk 1 produk), yang dapat dikatalisis oleh enzim katalase hanya H2O2. enzim katalase tidak dapat mengkatalisis substrat selain H2O2,begitu juga dengan substrat H2O2 yang tidak dapat dikatalisis oleh katalis selain enzim katalase. 2. Hal itu terjadi karena pada keadaan asam/basa enzim akan rusak. Enzim akan bekerja secara optimal pada pH 7 (netral)
  6. 6. 3. Jika terdapat timbunan H2O2 dalam tubuh, yang terjadi adalah terjadinya kerusakan sel, terutama sel-sel yang terkena H2O2 tersebut. 4. Tubuh akan mensekresi Enzim Katalase dengan jumlah yang seimbang dengan kadar H2O2 yang tertimbun/terdapat pada tubuh untuk mengubah hidrogen peroksida (H2O2) menjadi H20 (air) dan oksigen (O2) 6. Hidrogen Peroksida merupakan jhasil sampingan dari reaksi kimia pada proses metabolisme aerob sel. 7. Selain pH dan Suhu, ada faktor faktor lainnya seperti konsentrasi enzim katalase dan konsentrasi substrat. Radianita Anggi Saskia Kelas XII IPA 4 SMA Negeri 1 Purbalingga1. Sebutkan bahan apa saj yang dapat diuji dengan reagent biuret, lugol, dan fehling A+B?Jawab: Biuret: protein Lugol: amilum Fehling A+B: glukosa2. Sebutkan indicator perubahan warna yang timbul dalam percobaan uji bahan makanan/ bahanorganic tertentu?Jawab: Biuret: ungu Lugol: biru kehitaman Fehling A+B: orange/jingga3. Bahan organic/bahan makanan apa saja yang terdapat dalam larutan A-D?
  7. 7. Jawab: Larutan A : amilum Larutan B : amilum, glukosa Larutan C : protein Larutan D : protein, glukosaKesimpulanBahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wanamenjadi ungu.Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi ungu hinggakehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.Jika bahan makanan diteesi larutan fehling A+B kemudian dipanaskan akan berubah warnamenjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.Dari percobaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa: Larutan A mengandung amilum Larutan B mengandung amilum dan glukosa Larutan C mengandung protein Larutan D mengandung Protein dan glukosa Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya. berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:
  8. 8. LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsiuntuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektifLENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa inimembentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolveruntuk menentukan perbesaran lensa objektif.TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus danmenghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaikturunkan tabung mikroskop secara cepat.MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan danmenurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan caramemutarnya.REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung.Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melaluilubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakanketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya makamenggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat inidapat putar dan di naik turunkan.MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
  9. 9. PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya. Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah Merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan Spora itu berupa megaspora membentuk gamet betina, sedangkan mikrosporamenghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam strobilus. Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal.Gymnospermae dibagi dalam empat kelompok yaitu 1. Pinophyta 2. Cycadophyta 3. Ginkgophyta 4. Gnetophyta.DETAIL 1. Pinophyta dikenal sebagai konifer, menghasilkan resin/getah, monoesis, daun berbentuk jarum, contohnya Pinus sp. 2. Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis, diesis, contohnya Cycas revoluta, Cycas rumphii, Encephalartos transvenosus. 3. Ginkgophyta hanya mempunyai satu spesies di dunia ini yaitu Ginkgo biloba, diesis, biji tidak di dalam rujung benar-benar terbuka ke udara bebas. 4. Gnetophyta berbeda dengan kelompok lainnya karena memiliki pembuluh kayu untuk mengatur air pada bagian xilemnya. Contohnya Gnetum gnemon, Epherda dan Welwitschia. Manfaat gymnospermae yaitu untuk industri kertas dan korek api (Pinus dan Agathis),untuk obat-obatan (Pinus, Ephedra, Juniperus), untuk makanan (Gnetum gnemon), tanaman hias(Thuja, Cupressus, Araucaria).METAGENESIS GYMNOSPERMAE
  10. 10. ANGIOSPERMAE (tumbuhan berbiji tertutup) Ciri-ciri Angiospermae memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah,mempunyai bunga sejati, umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba. Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda. Angiospermae dibedakan menjadi dua yaituMonocotyledoneae (berkeping satu) dan Dicotyledoneae (berkeping dua).Monocotyledoneae Mempunyai biji berkeping satu, berakar serabut, batangnya dari pangkal sampai ujunghampir sama besarnya. Umumnya tidak bercabang. Akar dan batang tidak berkambium. Contohnya: Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (pisang), Cocosnucifera (kelapa).Dicotyledoneae Berkeping biji dua , berakar tunggang , batang berkambium sehingga membesarbercabang , daun bertulang menyirip/menjari dan bunga baik mahkota dan kelopaknyaberkelipatan 4 atau 5 , tipe berkas pengangkut melingkar teratur dengan type kolateral terbuka (Xilem dan Floem dipisahkan kambium) Contoh : mangga , jambu , rambutan dllMEKANISME REPRODUKSI
  11. 11. Dalam tumbuhan berbiji, generasi gametofit biasanya berukuran mikroskopis dan tetapberada dalam jaringan sporofitnya. Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan heterospor dengan dua jenis spora yang berbedaukuran yaitu mikrospora (serbuk sari) dan megaspora (putik)
  12. 12. Secara umum daur hidup dari tumbuhan berbiji di ilustrasikan sebagai berikut:ut: Megasporangium dikelilingi oleh jaringan sporofit yang disebut integumen. Integumendan struktur yang terdapat di dalamnya (mengasporangium, megaspora) disebut ovula. Mikrospora berkecambah di dalam jaringan sporofit dan menjadi serbuk sari. Keseluruhan dari mikrogametofit (serbuk sari) di transfer ke daerah sekitarmegagametofit melalui proses polinisasi (penyerbukan. Angin atau hewan kadangkala menyempurnakan proses transfer tersebut. Ketika serbuk sari mecapai gametofit betina, ia membuat struktur berupa memanjangdalam megasporangium yang disebut buluh serbuk sari hingga mencapai sel telur. Sperma si transfer melalui struktur ini menuju sel telur. Keuntungan dari proses ini adalah sperma tidak membutuhkan air (berenang)untukmencapai sel telur seperti tanaman yang tidak berbiji.
  13. 13. Biji Biji mengandung embrio dari sporofit, cadangan makanan, kulit pelindung. Embrio di dalam biji bersifat dorman (tidur atau tidak aktif)sehingga mampu bertahandalam jangka waktu yang lama tanpa penambahan air atau makanan. ketika kondisimenguntungkan embrio mulai tumbuh atau dikatakan biji mulai berkecambah.Struktur biji 1. Biji mengandung embrio yang dibungkus oleh kulit biji yang disebut testa 2. Dalam biji tersimpan cadangan makanan atau endosperm, yang digunakan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang 3. Biji terbentuk dari ovula dewasa yang telah dibuahiBagian-bagian dari biji: 1. akar pertama yang disebut radikula 2. satu atau dua lembar daun embrio yang disebut kotiledon 3. daun pertama yang disebut plumula yang akan bercabang membentuk ranting 4. batang yang terletak di bagian bawah kotiledon disebut hipokotil 5. batang yang terletak di bagian atas kotiledon disebut epikotil
  14. 14. berikut gambar bagian-bagian pembentuk biji: Ciri tumbuhan berbiji: 1. multiseluler 2. autotrof 3. mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya 4. berkembangbiak dengan menggunakan biji 5. memiliki jaringan pengangkut (fasis) untuk mengedarkan air dan bahan makananBeberapa faktor yang menyebabkan tumbuhan biji dapat hidup dengan baik di darat adalah: 1. memiliki kutikula (lapisan lilin) pada permukaan atas daun yang berfungsi untuk mengatasi penguapan yang terlalu besar 2. memiliki stomata dengan sel-sel penjaga (gusrd cell) yang dapat membuka dan menutup untuk mengatur kadar air dan mengatur proses penguapan 3. alat perkembangbiakan (gamet) dilindungi oleh jaringan yang disebut gametangia, sehingga menghindari dari kerusakan mekanis dan chemis. 4. memiliki buluh srbuk sari sebagai tempat jalannya sperma menuju sel telur. 5. biji mengandung embrio dan makanan cadanganTumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)Sekarang ini Angiospermae merupakan tumbuhan yang dominan, beraneka ragam, danmenempati daerah persebaran yang paling luas di permukaan bumi.Diperkirakan hinggasekarang terdapat sekitar 250.000 spesies Angiospermae.
  15. 15. a .Ciri-ciri umumAngiospermae memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup yang disebutdaun buah (carpels).Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur pembiakan majemuk yangdisebut bunga.Pada umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana, atau herba.Di antaraAngiospermae ada yang hidup tahunan ada yang semusim, berumah satu atau berumah dua.b .Penggolongan dan peranannyaSemua Angiospermae digolongkan dalam divisio tunggal, yaitu Anthophyta.Divisio ini terdiriatas dua kelas yaitu Monocotyledonae (monokotil) dan Dicotyledonae (dikotil).1 ) Monocotyledonae (Monokotil)Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki kotiledon tunggal (berkeping biji tunggal),batang bagian atas tidak bercabang. Umumnya berdaun tunggal, kecuali pada golongan palma(kelapa, palem) dengan tulang daun melengkung atau sejajar. Jaringan xilem dan floem padabatang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium.Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk tidak beraturan dan berwarna tidakmenyolok.2 ) Dicotyledonae (Dikotil)Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki 2 kotiledon (berkeping biji dua).Daundengan pertulangan menjari atau menyirip.Batangnya berkambium, oleh karena itu mengalamipertumbuhan sekunder.Pembuluh xilem dan floem tersusun melingkar (konsentris).Akar berupa akar tunggang ujung akar lembaga tidak dilindungi selaput pelindung.Jumlahbagian-bagian bunga berkelipatan 4 atau 5.

×