Dasar dasar korespondensi bisnis

12,213 views

Published on

Dasar-dasar Korespondensi Bisnis
Sumber: Komunikasi Bisnis, Djoko Purwanto

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,213
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
300
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dasar dasar korespondensi bisnis

  1. 1. By: Syeira Hatta UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
  2. 2. Tujuan pembelajaran Korespondensi Bisnis yaitu mengetahui dan memahami : Dasar-dasar untuk dapat  Definisi Korespondensi  Definisi Korespondensi Bisnis  Pengertian surat dan surat bisnis  Beberapa fungsi surat bisnis  Pengelompokan surat  Bagian-bagian surat  Berbagai macam bentuk atau format surat  Berbagai macam contoh surat-surat
  3. 3. DEFINISI KORESPONDENSI Korespondensi berasal Correspondence kata Correspondentie dari (Inggris) (Belanda) yang berarti atau suatu kegiatan atau hubungan yang terjadi antara pihakpihak terkait yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Hubungan pihak-pihak yang terkait dalam bisnis biasanya bersifat resmi dan dilakukan dengan suratmenyurat. Oleh karena itu, korespondensi juga
  4. 4. Korespondensi merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis maupun nonbisnis kepada pihak lain. Pada umumnya, kegiatan korespondensi berkaitan dengan suatu proses penyampaian pesan-pesan bisnis maupun nonbisnis baik dalam bentuk surat, memo, proposal, agenda, maupun dalam bentuk laporan yang dilakukan oleh seseorang atau lembaga kepada orang atau lembaga lain untuk mencapai suatu tujuan
  5. 5. Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi 1. Korespondensi Eksteren menjadi dua, yakni: Hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar. 2. Korespondensi Interen Hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.
  6. 6. Korespondensi Bisnis adalah suatu kegiatan korespondensi antara satu pihak dengan pihak yang lain baik secara perorangan maupun lembaga yang berkaitan dengan dunia bisnis.
  7. 7. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Koresponden, yaitu orang atau pihak yang berkirim surat dan atau yang menandatangani surat. Redaktur, yaitu orang yang menyusun naskah surat. Sekretaris, yaitu orang yang membantu pemimpin dalam kegiatan korespondensi. Juru ketik, yaitu orang yang membantu memproduksi surat-surat. Register, yaitu orang yang melakukan aktivitas tata usaha atau administrasi surat-surat yang meliputi pemberian nomor surat, pencatatan surat keluar dan surat masuk, serta menangani pengarsipan surat-surat (filling system). Kurir, yaitu orang atau pihak yang mmenyampaikan surat kepada penerima.
  8. 8. Pengertian Surat Menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, “surat dapat didefinisikan sebagai suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh
  9. 9. Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain baik yang berkaitan dengan kegiatan bisnis maupunadalah surat yang digunakan Surat bisnis nonbisnis. orang atau organisasi untuk menyampaikan informasi tertulis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan Media yang kegiatan bisnis. terlibat : Pengiriman lewat pos, faksimile, telepon seluler, atau melalui jalur dunia maya (Internet).
  10. 10. Korespondensi bisnis atau surat-menyurat bisnis memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa korespondensi bisnis. Ciri-ciri bahasa korespondensi bisnis : 1. Jelas Mudah dimengerti dan bebas dari kemungkinan salah tafsir. Dalam korespondensi bisnis, dituntut kecermatan dalam pilihan kata, keutuhan kalimat dan penggunaan tanda baca. 2. Lugas Lugas ialah hemat. Hemat berarti ekonomis dalam menggunakan kata, tetapi dengan cakupan makna yang lengkap. 3. Menarik dan Santun Bahasa yang menarik tidak harus indah seperti bahasa yang digunakan dalam syair. Bahasa menarik disini ialah bahasa yang hidup dan santu,
  11. 11. 4. Tidak Bertele-tele Isi surat tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele, tetapi menggunakan bahasa yang efisien, efektif dan lugas namun harus tetap menjaga etika kesopanan sehingga menjadi lebih mudah dipahami dan berkesan mendalam. Di samping itu, yang tak kalah penting adalah adalah pilihlah apabila kertas menggunakan yang baik, surat kertas, bersih, dan ukurannya sesuai dengan maksud dan tujuan pengiriman surat (tidak terlalu tipis maupun
  12. 12. Fungsi Surat Bisnis 1. Sebagai wakil atau duta bagi pengirim surat 2. Alat untuk menyampaikan pemberitahuan, permintaan atau permohonan, buah pikiran, atau gagasan yang berkaitan dengan masalah-masalah bisnis 3. Alat bukti tertulis (dokumen tertulis) 4. Alat untuk mengingat (arsip surat bisnis) 5. Bukti sejarah (historis) 6. Pedoman kerja 7. Media promosi bagu pengirim surat
  13. 13. Beberapa kelebihan surat dibandingkan dengan alat komunikasi lisan :  Dapat menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi karena pengirim pesan dapat mempersiapkan dengan sebaik-baiknya dan sejelas-jelasnya Penyampaian pesan-pesan bisnis memungkinkan pembaca membacanya berulang-ulang, sehingga apa yang disampaikan dalam surat tersebut dapat dipahami dengan sebaik-baiknya Penyampaian pesan-pesan bisnis lebih ekonomis
  14. 14. Pengelompokan Surat Menurut Wujudnya Menurut Pemakaiannya Pengelompokan Surat Menurut Banyaknya Sasaran yang Dituju Menurut Sifatnya Menurut Urgensi Penyelesaiannya Menurut Isi dan Maksudnya
  15. 15. Menurut Wujudnya Menurut Pemakaiannya a. Surat Bersampul b. Kartu Pos c. Warkat Pos d. Memo dan Nota e. Surat Tanda Bukti Menurut Sifatnya a. Surat Pribadi b. Surat Dinas c. Surat Bisnis d. Surat Sosial a. Surat Biasa b. Surat Konfidensial (terbatas) c. Surat Menurut Urgensi Penyelesaianny a a. Surat Biasa b. Surat Segera c. Surat Kilat Menurut Banyaknya Sasaran yang Dituju a. Surat Biasa b. Surat Edaran c. Surat Pengumuman Menurut Isi dan Maksudnya Bervariasi, tergantung dari maksud dan tujuan pengirimnya
  16. 16.  Pengelompokan Surat Menurut Wujudnya a. Surat Bersampul ☺Surat bersampul (surat tertutup) adalah surat yang dikirimkan seseorang kepada orang yang terdiri atas kertas surat dan sampul (amplop) dengan berbagai ukuran. Surat bersampul dimaksudkan untuk menjaga kerahasiaan isi pesan dalam surat tersebut, sehingga tidak diketahui oleh orang yang tidak berhak menerimanya. Pengiriman surat bersampul dengan berat standar melalui kantor pos perlu dilengkapi dengan prangko. Jika berat surat melebbihi batas maksimum yang telah ditentukan, perlu adanya
  17. 17. b. Kartu Pos ☺Kartu pos adalah bentuk surat terbuka yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan singkat dan praktis, yang berbentuk kartu kecil dengan ukuran 10cm x 15cm yang dikeluarkan oleh PT Pos Indonesia. Oleh karena itu kartu pos berukuran kecil, harus diusahakan agar pesanpesan yang penting-penting saja yang disampaikan. Kartu pos tidak dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang sifatnya rahasia atau confidential maupun surat yang berisi pesan-pesan panjang.
  18. 18. c. Warkat Pos ☺ Warkat pos adalah surat yang wujudnya berupa gabungan kertas surat dan amplop. Kertas warkat pos dibuat sedemikian rupa, sehingga apabila kertas tersebut dilipat akan membentuk amplop. Sebagaimana diketahui, amplop tersebut dapat berfungsi sebagai lembaran isi surat. Yang membedakan antara warkat pos dengan surat bersampul yaitu di mana dalam warkat pos, bagian dalam amplop tersebut berfungsi sebagai lembaran isi surat, sedangkan dalam surat bersampul, amplop yang ada tersebut terpisah dan tidak dapat digunakan sebagai lembaran isi surat. Ukuran warkat pos
  19. 19. d. Memorandum (Memo) dan Nota ☺Memorandum atau sering disebut memo adalah surat yang digunakan oleh pimpinan untuk menyampaikan suatu pesan seingkat yang berupa pemberitahuan, permintaan, atau halhal lain dalam suatu internal organisasi. Sedangkan nota adalah suatu pesan singkat yang dibuat oleh pimpinan suatu lembaga atau organisasi untuk meminta data atau informasi penting di dalam organisasi. ☺Komponen penting dalam sebuah memo mencakup kepada siapa memo tersebut ditujukan, dari siapa, tentang hal apa, dan tanggal pembuatan atau penulisan memo.
  20. 20. e. Surat Tanda Bukti ☺Surat tanda bukti adalah surat yang memiliki fungsi sebagai tanda bukti pengakuan sah atas suatu pembayaran tertentu antara satu pihak kepada pihak lain. Contoh surat tanda bukti yang sering dijumpai di dalam praktik antara lain: Faktur, kuitansi, dan tanda terima.
  21. 21.  Pengelompokan Surat Menurut Pemakaiannya a. Surat Pribadi ☺Surat pribadi (personal letters) adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan atau hal-hal yang sifatnya personal atau pribadi. Oleh karena bersifat pribadi, maka jenis surat ini tidak memiliki format penulisan yang baku dan cenderung bersifat informal. ☺Penulisan surat pribadi tergantung dari kemampuan seseorang dalam mengekspresikan buah pikiran, ide, ataupun gagasan yang ingin disampaikan kepada pihak lain. Surat-menyurat pribadi timbul dala pergaulan hidup sehari-hari dan terjadi dalam komunikasi antara anak dan orangtua, antarkerabat, antarsejawat, dan antarteman. ☺Contoh surat pribadi yaitu : Surat perkenalan, surat
  22. 22. b. Surat Dinas Surat dinas atau surat resmi (formal letters) adalah surat yang isinya berkaitan dengan kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi pemerintah. Surat dinas bersifat formal dan memiliki format penulisan yang baku yang dapat digunakan dalam kegiatan korespondensi suatu instansi tertentu. ☼ ☼ Contoh surat dinas : Surat undangan surat pengumuman, surat edaran, pengantar, surat tugas, surat nota, instruksi, surat kuasa, surat perjalanan surat keputusan, dan surat dinas lainnya. dinas, surat surat dinas,
  23. 23. c. Surat Bisnis ☼ Surat bisnis (business letters) atau surat niaga, adalah surat yang digunakan orang atau badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha bisnis, seperti bidang usaha produksi, perdagangan, dan usaha jasa. Sebagaimana diketahui, usaha bisnis adalah setiap usaha yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk menghasilkan barang dan jasa dengan motif keuntungan (profit oriented). ☼ Contoh surat bisnis : Surat pemberitahuan, surat pemesanan, surat permintaan informasi, surat penawaran produk, surat pengiriman produk, surat penagihan, surat pembayaran , surat penolakan kerja, surat permintaan kerja, surat
  24. 24. d. Surat Sosial Surat sosial (social letters) adalah surat yang digunakan oleh organisasi atau lembagalembaga sosial kemasyarakatan untuk berbagai kepentingan sosial bagi masyarakat pada umumnya. Yang termasuk lembagalembaga sosial antaralain : Lembaga anak yatim-piatu, yayasan peduli AIDS, yayasan peduli korban narkona, dan lembaga-lembaga sosial lainnya yang memiliki misi sosial dan bukan berorientasi pada profit atau keuntungan. Contoh surat sosial : Surat pemberitahuan kepada instansi yang terkait, surat
  25. 25.  Pengelompokan Surat Menurut Banyaknya (Jumlah) Sasaran yang Dituju a. Surat Biasa Surat yang dibuat oleh seseorang atau organisasi yang ditunjukkan kepada seseorang atau organisasi lain yang berisi suatu informasi yang bersifat umum dan bersifat pribadi atau privasi. b. Surat Edaran Surat pemberitahuan secara tertulis yang disampaikan oleh seseorang atau suatu lembaga yang ditunjukkan kepada orang atau lembaga lain dalam jumlah banyak. Contoh surat edaran : Surat edaran hari kerja, surat edaran hari libur, surat edaran upacara dan hari-hari besar nasional, dan surat edaran tentang jadwa; penggunaan pakaian seragam
  26. 26. c. Surat Pengumuman Surat yang berisi pemberitahuan tentang suatu hal yang perlu diketahui oleh pegawai atau karyawan suatu organisasi ataupun masyarakat luas (bila dipublikasikan melalui media massa). Komponen penting : o Kepala surat organisasi/lembaga o Nomor, perihal/hal pengumuman o Isi pengumuman o Tanggal, bulan, tahun pengumuman o Penanggungjawab pengumuman Contoh : Surat pengumuman lowongan kerja dan surat pemberitahuan pindah alamat
  27. 27.  Pengelompokan Surat Menurut Sifatnya a. Surat Biasa Surat yang isinya bersifat biasa (bukan rahasia), dapat beramplop dan tanpa amplop. b. Surat Konfidensial (terbatas) Surat yang termasuk rahasia tetapi terbatas untuk kalangan tertentu (pejabat tertentu) dan bukan untuk disebarluaskan secara meluas dalam suatu organisasi. c. Surat Rahasia Surat yang isinya hanya boleh dibuka dan dibaca oleh orang atau pejabat tertentu dalam suatu organisasi dan hanya orang atau pejabat yang dituju saja yang mempunyai hak untuk membuka dan membacanya.
  28. 28.  Pengelompokan Surat Menurut Urgensi Penyelesaiannya a. Surat Biasa Surat yang penanganannya diperlakukan biasa saja atau tidak ada suatu perlakuan khusus atas surat tersebut. Biasanya surat dibebani dengan prangko pengiriman biasa (standar minimal) untuk pengiriman surat. b. Surat Segera Surat yang memerlukan penanganan secepat mungkin (dilakukan dengan segera), meskipun penanganannya tidak secepat surat kilat. c. Surat Kilat Surat yang memerlukan penanganan dengan sangat segera, harus didahulukan, dan memperoleh perlakuan khusus daripada surat-surat yang lain.
  29. 29.  Pengelompokan Surat Menurut Isi dan Maksudnya Pengelompokan surat menurut isi dan maksudnya sangat bervariasi, tergantung maksud dan tujuan dari pengirim surat. Beberapa jenis surat menurut isi dan maksudnya : Surat pemesanan produk Surat keterangan Surat pemberitahuan Surat penawaran produk Surat konfirmasi Surat tugas Surat perintah kerja Surat penolakan kerja Surat penerimaan kerja Surat penghargaan Surat perjalanan dinas, dan lain-lain.
  30. 30. Bagian Surat dan Bentuk Surat (1)Kepala surat/kop surat (letterhead) (2)Tanggal surat (date) (3)Nomor, lampiran, dan perihal/hal (number, enclosed, subject) (4)Nama dan Alamat tujuan (inside address) (5)Salam pembuka (salutation) (6)Paragraf pembuka (first paragraph) (7)Paragraf isi (body paragraph) (8)Paragraf penutup (close paragraph) (9)Salam penutup (complimentary close) (10)Tanda tangan (signature) (11)Nama jelas penanda tangan (name and title) (12)Tembusan (notation)
  31. 31. (1)Kepala surat/kop surat (letterhead) Kepala surat atau kop surat merupakan ciri khas suatu lembaga, organisasi bisnis, badan, instansi yang mencakup : Nama instansi, alamat lengkap, nomor telepon, nomor faksiile, nomor kode pos, alamat situs web, e-mail, dan logo atau lambang instansi tersebut.
  32. 32. (2) Tanggal surat (date) Tanggal surat berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat kapan surat itu ditulis. Pembuatan tanggal surat : (1) Jika pembuatan surat mencantumkan nama kota tempat perusahaan dan tempat perusahaan berada sesuai dengan yang tercantum pada kepala surat, maka nama kota tempat perusahaan tidak perlu dicantumkan lagi. (2)Jika surat dibuat di kota lain dan nama kota berbeda dengan yang tercantum pada kepala surat, maka nama kota tempat surat dibuat harus diikuti dengan angka tanggal, nama bulan, dan angka tahun. (3)Penulisan bulan sebaiknya tidak disingkat atau menggunakan angka tetapi ditulis lengkap, seperti : Januari, Februari, dan seterusnya.
  33. 33. (3)Nomor, lampiran, dan perihal/hal (number, enclosed, subject) Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan titik dua yang ditulis secara berurutan ke bawah. Penulisan kata lampiran hanya diperlukan apabila ada berkas yang dilampirkan dalam surat tersebut. Untuk surat-surat dinas dan surat-surat bisnis biasanya terdapat nomor urut penulisan surat sesuai dengan kode pengarsipan yang telah dianut. Penomoran ini bersifat bebas,. Penulisan kata hal/perihal dalam surat bisnis lazim ditulis setelah nama dan alamat surat.
  34. 34. (4) Nama dan Alamat tujuan (inside address) Penulisan nama seseorang yang akan dituju hendaklah memperhatikan penggunaan kata sapaan seperti Bapak, Ibu, dan Saudara maupun gelar akademik maupun gelar kehormatan. Penulisan nama dan alamat yang dituju serta kata sapaan, gelar akademis maupun nonakademis dengan ejaan yang benar. Penulisan nama penerima surat diawali dengan huruf kapital pada setiap unsurnya, bukan menggunakan huruf kapital seluruhnya. Jika nama orang yang dituju bergelar akademis seperti Dr., Ir., dr., atau Drs., maka kata sapaan seperti Bapak, Ibu, dan Saudara sebaiknya tidak digunakan lagi.
  35. 35. (5) Salam pembuka (salutation) Salam pembuka merupakan salam penghormatan yang dilakukan oleh pengirim surat atau pesan kepada pihak lain sebelum menyampaikan maksud dan tujuan penulisan surat. Beberapa salam pembuka yang sering dijumpai dalam korespondensi bisnis saat ini yaitu : • Dengan hormat, • Salam hormat, • Salam sejahtera, • Saudara Rizky yang terhormat, • Ibu Vera yang terhormat, • Bapak Djuanda yang terhormat, • Assalamualaikum Wr. Wb.
  36. 36. (6) Isi Surat Isi surat merupakan inti surat yang ingin disampaikan oleh pengirim surat kepada penerima surat. Penulisan isi surat hendaklah menggunakan kata-kata atau istilah yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Secara garis besar, isi surat mencakup tiga hal yaitu : Paragragaf pembuka, paragraf isi, dan a. Paragraf pembuka : Berisi pemberitahuan, paragraf penutup. pertanyaan, pernyataan, atau permintaan. b. Paragraf isi : Berisi hal yang ingin disampaikan kepada penerima surat dengan menggunakan bahasa yang singkat, lugas, dan jelas. c. Paragraf penutup : Merupakan kesimpulan dan kunci isi surat, mengandung suatu harapan pengirim surat maupun ucapan terimakasih kepada penerima surat.
  37. 37. Contoh paragraf pembuka : • Kami beri tahukan kepada Saudara bahwa … • Dengan ini perkenankalah kami melaporkan kepada Bapak bahwa … • Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 10 Agustus 2011, kami menyampaikan … Contoh paragraf penutup : • Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terimakasih. • Kami berharap agar jawaban Anda tentang merevisi buku Komunikasi Bisnis dapat kami terima secepatnya. • Besar harapan saya untuk mengikuti wawancara selanjutnya, saya ucapkan terimakasih.
  38. 38. (7) Salam penutup (complimentary close) Surat yang baik memerlukan salam penutup sebagai suatu ungkapan sikap respek (hormat) dan menunjukkan mengirim sebuah surat. etika Salam yang penutup baik yang dalam lazim digunakan dalam korespondensi antaralain: Hormat kami, Hormat saya, Salam takzim, Salam kami, Wassalam,
  39. 39. (8) Tanda tangan, Nama Jelas, dan Jabatan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan nama dan jabatan dalam korespondensi yaitu sebagai berikut : Penulisan nama pengirim menggunakan huruf kapital pada setiap unsur, tidak perlu menggunakan huruf kapital seluruhnya Nama tidak perlu ditulis di dalam kurung, tidak perlu bergaris bawah dan tidak perlu diakhiri dengan tanda titik. a) Hormat kami, dapat dicantumkan di bawah nama Nama jabatan Andrias pengirim. Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D. Ketua Program Studi Hubungan Internasional
  40. 40. (9) Tembusan  Ditulis huruf awal kapital  Diletakkan di sebelah kiri pada bagian kaki surat, lurus dengan bagian nomor dan hal, dan sejajar dengan nama pengirim surat  Kata tembusan diikuti tanda titik dua tanpa digarisbawahi.  Hanya dicantumkan apabila surat memerlukan tembusan untuk beberapa instansi atau pihak lain yang ada kaitannya dengan surat tersebut. Tembusan : Contoh : 1. Manajer Keuangan PT PERMATA BARU 2. Ketua Himpunan Mahasiswwa Unggulan 2011 3. Manajer Personalia PT BERLIAN
  41. 41. (10) Inisial  Inisial disebut juga sandi  Merupakan tanda pengenal bagi petugas yang membuat konsep  Merupakan tanda pengenal bagi petugas yang mengetik surat tersebut  Mempermudah menghubungi pengonsep dan pengetik surat apabila terjadi kesalahan dalam pengetikan surat. DF/RT (DF = Dzikri Fajari, pembuat konsep; RT = Riezal Triansyah, pengetik surat)
  42. 42. Bentuk Surat Bentuk surat adalah suatu pola surat menurut susunan letak bagian-bagian surat. Setiap bagian surat mempunyai peranan yang sangat penting artinya sebagai identifikasi atau petunjuk pengelolaan suatu surat. surat : Beberapa macam bentuk Bentuk lurus penuh (full-block style) Bentuk lurus (block style) Bentuk setengah lurus (semi block style) Bentuk bertekuk (indented style) Bentuk paragraf menggantung (hanging paragraph style) Bentuk surat Amerika (American style) Bentuk surat Inggris (British style)
  43. 43. Bahasa Surat Komunikatif Mudah dipahami oleh penerima surat Menggunakan bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah yang berlaku Diksi (pemilihan kata) yang baku dan lazim untuk surat formal, pemakaian EYD, penyusunan paragraf, dan penyusunan kalimat yang baik dan benar Pemilihan kata-kata yang sudah dikenal, cermat, dan bermakana jelas, hindari penggunaan kata yang memiliki makna lebih dari satu. Sedapat mungkin, gunakan kata atau istilah dalam bahasa Indonesia Menggunakan huruf miring dan memberi tanda kurung jika mencantumkan kata asing
  44. 44. Contoh-contoh Surat Bisnis Surat-surat bisnis yang lazim kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di antaranya : Surat Pemesanan Surat Peringatan Surat Konfirmasi Surat Perintah Kerja Surat Pengaduan Surat Permintaan Informasi (SPK) Surat Pengumuman Surat Undangan RUPS Surat Ucapan Selamat Surat Kuasa Surat Pemberitahuan Surat Perjanjian Surat Penagihan
  45. 45. Kesimpula Korespondensi adalah n suatu kegiatan atau hubungan yang terjadi antara pihak-pihak terkait yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Termasuk di dalamnya sebuah korespondensi bisnis yang merupakan suatu kegiatan korespondensi antara satu pihak dengan pihak yang lain baik secara perorangan maupun lembaga yang berkaitan dengan dunia bisnis. Surat merupakan sarana komunikasi yang digunakan dalam kegiatan korespondensi bisnis untuk menyampaikan informasi tertulis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan kegiatan bisnis. Fungsi utama surat bisnis adalah sebagai sarana komunikasi bisnis untuk menyampaikan suatu informasi dengan pengelompokkan surat yang telah ditetapkan. Penulisan surat dan bahasa surat hendaknya memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku, sesuai

×