Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
11
Dibutuhkan Perubahan PerspektifDibutuhkan Perubahan Perspektif
Kebijakan untuk MengoptimalkanKebijakan untuk Mengoptima...
2
Latar belakang:Latar belakang:
 Terdapat perspektif negatif terhadap peranTerdapat perspektif negatif terhadap peran
pe...
3
Latar belakang (lanjutan):Latar belakang (lanjutan):
 Dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalamDibutuhkan pemahaman yang...
4
Kebijakan Pemerintah terhadapKebijakan Pemerintah terhadap
Perdagangan Hasil Pertanian:Perdagangan Hasil Pertanian:
 KK...
5
Lanjutan:Lanjutan:
 Untuk beras (Untuk beras (JamalJamal et alet al.,., 2006) terjadi disparitas harga2006) terjadi dis...
6
Lanjutan:Lanjutan:
 Sistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1980-anSistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1980-an
berorienta...
7
Pemahaman terhadap pasar:Pemahaman terhadap pasar:
 Pasar (=pemasaran) adalah inti aktivitas ekonomi.Pasar (=pemasaran)...
8
Karakteristik Sistem Sosial Pedagang HasilKarakteristik Sistem Sosial Pedagang Hasil
PertanianPertanian
 Secara umum, k...
9
Karakteristik (lanjutan):Karakteristik (lanjutan):
 Perdagangan hasil-hasil pertanianPerdagangan hasil-hasil pertanian ...
10
Modal Sosial pada Relasi AntarModal Sosial pada Relasi Antar
PedagangPedagang
 MModal sosialodal sosial == adanya “nil...
11
Modal sosial (lanjutan):Modal sosial (lanjutan):
 Modal sosial mampu mengurangiModal sosial mampu mengurangi
dampak ke...
12
Modal sosial (lanjutan):Modal sosial (lanjutan):
 Fafchamps dan Minten (1999):Fafchamps dan Minten (1999): “... trader...
13
Skema Memperbaiki atau MengembangkanSkema Memperbaiki atau Mengembangkan
Kelembagaan Pemasaran:Kelembagaan Pemasaran:
...
14
Opsi Perubahan
struktur
Perubahan person
pedagang
Perubahan harga Perubahan dalam sistem transaksi dan
pembayaran
1 Tet...
15
Opsi Perubahan
struktur
Perubahan
person
pedagang
Perubahan harga Perubahan dalam sistem transaksi
dan pembayaran
9 Pet...
16
Kesimpulan dan Implikasi KebijakanKesimpulan dan Implikasi Kebijakan
 PPedagang, dibalik sifatnya yang kelihatan hanya...
17
Terima kasihTerima kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peran pedagang (semnas pse 4 des 07 yuti)

764 views

Published on

Pedagang adalah mitra petani yang riel selama ini. Mereka jangan langsung disingkirkan. Pahami dulu persoalan mereka, apa kebutuhannya, dan jadi kan mereka lebih baik. Pedagang adalah juga pelaku agribisnis.

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Peran pedagang (semnas pse 4 des 07 yuti)

  1. 1. 11 Dibutuhkan Perubahan PerspektifDibutuhkan Perubahan Perspektif Kebijakan untuk MengoptimalkanKebijakan untuk Mengoptimalkan Peran Pedagang Hasil-HasilPeran Pedagang Hasil-Hasil PertanianPertanian SyahyutiSyahyuti ““Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan”Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan” Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan PertanianPusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian 4 Desember 2007, Bogor4 Desember 2007, Bogor
  2. 2. 2 Latar belakang:Latar belakang:  Terdapat perspektif negatif terhadap peranTerdapat perspektif negatif terhadap peran pedagang dalam pembangunan pertanian (=pedagang dalam pembangunan pertanian (= ibarat lintah yang mengisap petani).ibarat lintah yang mengisap petani).  Perspektif lain memandang pedagang sebagaiPerspektif lain memandang pedagang sebagai motor penggerak sistem agribisnis.motor penggerak sistem agribisnis.  Faktanya, pedagang berperan sebagai jembatanFaktanya, pedagang berperan sebagai jembatan yang menghubungkan sistem sosial tradisionalyang menghubungkan sistem sosial tradisional (petani) dengan sistem sosial modern(petani) dengan sistem sosial modern (konsumen kota).(konsumen kota).  Dalam paradigma agribisnis, sektor hilirDalam paradigma agribisnis, sektor hilir diyakini memiliki peran yang besar untukdiyakini memiliki peran yang besar untuk menarik sektor hulu.menarik sektor hulu.  Pemahaman peneliti dan pengambil kebijakanPemahaman peneliti dan pengambil kebijakan terhadap pedagang kurang memadai, danterhadap pedagang kurang memadai, dan dibangun dari prasangka-prasangka.dibangun dari prasangka-prasangka.
  3. 3. 3 Latar belakang (lanjutan):Latar belakang (lanjutan):  Dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalamDibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih adil terhadapdan lebih adil terhadap pelakupelaku subsistemsubsistem pemasaran.pemasaran.  Selama ini, penelitian perdagangan hasilSelama ini, penelitian perdagangan hasil pertanian = “barang yang diperdagangkan”,pertanian = “barang yang diperdagangkan”, bukan pada manusia pelakunya.bukan pada manusia pelakunya.  Tujuan tulisan = memberi kesadaran kepadaTujuan tulisan = memberi kesadaran kepada peneliti dan pengambil kebijakan, agarpeneliti dan pengambil kebijakan, agar memahami pedagang secara lebih mendalammemahami pedagang secara lebih mendalam dan adil.dan adil.
  4. 4. 4 Kebijakan Pemerintah terhadapKebijakan Pemerintah terhadap Perdagangan Hasil Pertanian:Perdagangan Hasil Pertanian:  KKebijakan pertanian sejak tahun 1980-anebijakan pertanian sejak tahun 1980-an cenderung distortif (Arifin, 2004).cenderung distortif (Arifin, 2004). AlasanAlasan memperpendek rantai dipakai untukmemperpendek rantai dipakai untuk menciptakan lembaga-lembaga pemasaranmenciptakan lembaga-lembaga pemasaran baru, namun justru merusak yg sudah ada.baru, namun justru merusak yg sudah ada.  Lemahnya penegakan hukum, pemburu renteLemahnya penegakan hukum, pemburu rente mengambil kesempatan dalam kesempitan.mengambil kesempatan dalam kesempitan.  Tata niaga yang pendek dan terpusat tidakTata niaga yang pendek dan terpusat tidak efektif (kasus cengkeh, jeruk, dll).efektif (kasus cengkeh, jeruk, dll).  Pemerintah cenderung mendorong pasarPemerintah cenderung mendorong pasar modernmodern, n, namunamun sulitsulit diakses petani.diakses petani.  Faktanya, pFaktanya, pedagang pengumpul desa masihedagang pengumpul desa masih menjadi andalanmenjadi andalan (sistem tradisional non-(sistem tradisional non- formal)formal)..
  5. 5. 5 Lanjutan:Lanjutan:  Untuk beras (Untuk beras (JamalJamal et alet al.,., 2006) terjadi disparitas harga2006) terjadi disparitas harga gabah dan beras yang semakin jauhgabah dan beras yang semakin jauh, karena, karena lemahnya posisilemahnya posisi tawar petani, nilai tambah dinikmati pedagang, strukturtawar petani, nilai tambah dinikmati pedagang, struktur pasar jauh dari persaingan sempurna;pasar jauh dari persaingan sempurna; sertaserta pasca panenpasca panen dan distribusi tidak efisien.dan distribusi tidak efisien.  Ditemukan bDitemukan berbagai hambatan dalam perdagangan, formalerbagai hambatan dalam perdagangan, formal maupun non formal.maupun non formal.  DDeregulasi perdagangan domestikeregulasi perdagangan domestik ((kesepakatan Jankesepakatan Jan 19981998 pemerintahpemerintah-- IMFIMF):): pembebasan perdagangan antarpembebasan perdagangan antar daerah/pulau, penghapusan kuota sapi potong, pembebasandaerah/pulau, penghapusan kuota sapi potong, pembebasan tataniaga cengkeh, dan pembebasan petani dari programtataniaga cengkeh, dan pembebasan petani dari program tebu intensifikasi.tebu intensifikasi.  SSMERUMERU (2007)(2007):: sebelum deregulasi, perdagangan sapi potongsebelum deregulasi, perdagangan sapi potong mengalami banyak distorsi dan menjadi "sapi perah" untukmengalami banyak distorsi dan menjadi "sapi perah" untuk sumber PADsumber PAD (di NTT(di NTT 16 jenis pajak16 jenis pajak//retribusiretribusi,, di Sulsel 14di Sulsel 14 jenisjenis).).  Deregulasi berdampak positif.Deregulasi berdampak positif.
  6. 6. 6 Lanjutan:Lanjutan:  Sistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1980-anSistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1980-an berorientasi kepada sistem ekonomi pasarberorientasi kepada sistem ekonomi pasar..  Sistem ekonomi pasar terikat dengan peraturan,Sistem ekonomi pasar terikat dengan peraturan, bukan dibiarkan berjalan dengan sendirinya,bukan dibiarkan berjalan dengan sendirinya, tidak berdasarkan kepadatidak berdasarkan kepada laissez fairelaissez faire..  Peranan pemerintah dalam sistem ekonomi pasarPeranan pemerintah dalam sistem ekonomi pasar sangat besar: UU Antimonopoli, UU Bank Sentralsangat besar: UU Antimonopoli, UU Bank Sentral Indonesia, UU Perpajakan, UU PerlindunganIndonesia, UU Perpajakan, UU Perlindungan Konsumen, UU Perpajakan, UU Hak Cipta, danKonsumen, UU Perpajakan, UU Hak Cipta, dan UU Merek.UU Merek.
  7. 7. 7 Pemahaman terhadap pasar:Pemahaman terhadap pasar:  Pasar (=pemasaran) adalah inti aktivitas ekonomi.Pasar (=pemasaran) adalah inti aktivitas ekonomi.  Liberalisme menginginkan pasar yang bebas dari campurLiberalisme menginginkan pasar yang bebas dari campur tangan pemerintah.tangan pemerintah.  Namun, pasar yang berada di bawah materialismeNamun, pasar yang berada di bawah materialisme mencerminkan ”hutan rimba”: yang kuat memangsa yangmencerminkan ”hutan rimba”: yang kuat memangsa yang lemah,lemah, yang besar menginjakyang kecil,yang besar menginjakyang kecil, yang bertahanyang bertahan hanyalah yang paling kuat,hanyalah yang paling kuat, bukan yang paling baik danbukan yang paling baik dan idealideal..  Kesejahteraan akan dicapai jikaKesejahteraan akan dicapai jika sistem pasar sehat tercipta,sistem pasar sehat tercipta, karena akan menciptakan sistem ekonomi yang memberikankarena akan menciptakan sistem ekonomi yang memberikan pendapatan modal yang adil dan cukup, pekerjaan bagipendapatan modal yang adil dan cukup, pekerjaan bagi semua orang dengan gaji memadai, dan alokasi optimalsemua orang dengan gaji memadai, dan alokasi optimal sumber-sumber produktif masyarakat.sumber-sumber produktif masyarakat.  Social Market EconomySocial Market Economy = tercapainya kemakmuran, dan= tercapainya kemakmuran, dan perlindungan terhadap yang tak mampu mengikuti tuntutanperlindungan terhadap yang tak mampu mengikuti tuntutan kompetisi dalam ekonomi pasar.kompetisi dalam ekonomi pasar.
  8. 8. 8 Karakteristik Sistem Sosial Pedagang HasilKarakteristik Sistem Sosial Pedagang Hasil PertanianPertanian  Secara umum, kegiatan perdagangan di IndonesiaSecara umum, kegiatan perdagangan di Indonesia berlangsung dalam sistem “ekonomi pasarberlangsung dalam sistem “ekonomi pasar tradisional”tradisional”, namun, namun menunjukan ketahanannya.menunjukan ketahanannya.  KKondisi pasar tradisional umumnyaondisi pasar tradisional umumnya memprihatinkanmemprihatinkan dandan terancam keberadaannyaterancam keberadaannya (Poesoro, 2007).(Poesoro, 2007).  CCiri pokokiri pokok == informal, kecil-kecilan daninformal, kecil-kecilan dan keterlibatan perempuan.keterlibatan perempuan.  Pelaku perdagangan:Pelaku perdagangan: pedagang pengumpul,pedagang pengumpul, pedagang antar daerah, eksportir, pedagang grosir,pedagang antar daerah, eksportir, pedagang grosir, pedagang pengecer, pengusaha angkutan, buruhpedagang pengecer, pengusaha angkutan, buruh timbang, dan lain-lain.timbang, dan lain-lain.
  9. 9. 9 Karakteristik (lanjutan):Karakteristik (lanjutan):  Perdagangan hasil-hasil pertanianPerdagangan hasil-hasil pertanian == imperfect marketsimperfect markets,, yaituyaitu poor market institutionspoor market institutions secara struktural dansecara struktural dan kultural, biaya transaksi besar, dankultural, biaya transaksi besar, dan imperfect andimperfect and asymmetric information.asymmetric information.  PPoor market institutionsoor market institutions terlihat dariterlihat dari permodalan, kontrakpermodalan, kontrak dagang, dan asuransi.dagang, dan asuransi.  Penggunaan kredit oleh pedagang sangat rendah, karenaPenggunaan kredit oleh pedagang sangat rendah, karena tidaktidak adaada skim khusus.skim khusus.  Pedagang memperoleh modal dari pedagang lainPedagang memperoleh modal dari pedagang lain,, sebagaisebagai buktibukti penerimaan sosialpenerimaan sosial (Geertz, 1989).(Geertz, 1989). Boleh bBoleh berhutangerhutang = diterima= diterima dalam sistem jaringan tata niaga tersebut.dalam sistem jaringan tata niaga tersebut.  Fafchamps dan Minten (1999)Fafchamps dan Minten (1999):: relasirelasi antar pedagangantar pedagang sangat bernilaisangat bernilai..  Pola berlangganan merupakan strategi yang sesuaiPola berlangganan merupakan strategi yang sesuai menghadapi berbagai kelemahan kelembagaan pasar.menghadapi berbagai kelemahan kelembagaan pasar.  Pedagang bersifat tertutup terhadap orang luar (Wharton,Pedagang bersifat tertutup terhadap orang luar (Wharton, 1984; Hayami dan Kawagoe, 1993), karena informasi1984; Hayami dan Kawagoe, 1993), karena informasi sangat bernilai.sangat bernilai.
  10. 10. 10 Modal Sosial pada Relasi AntarModal Sosial pada Relasi Antar PedagangPedagang  MModal sosialodal sosial == adanya “nilai saling berbagi”adanya “nilai saling berbagi” (shared values)(shared values) sertaserta pengorganisasian peran-peranpengorganisasian peran-peran (rules)(rules) yang diekspresikan dalamyang diekspresikan dalam hubungan-hubungan personalhubungan-hubungan personal (personal relationships)(personal relationships),, kepercayaankepercayaan (trust)(trust), dan, dan common sensecommon sense tentang tanggung jawabtentang tanggung jawab bersamabersama..  Putnam (1993)Putnam (1993),, modal sosialmodal sosial == seperangkat hubunganseperangkat hubungan horizontalhorizontal (horizontal associations)(horizontal associations) antar orangantar orang, berisi, berisi socialsocial networksnetworks dan norma yang mempengaruhi produktifitas suatudan norma yang mempengaruhi produktifitas suatu masyarakat.masyarakat.  Elemen utama dalam modal sosialElemen utama dalam modal sosial == norms, reciprocity, trust,norms, reciprocity, trust, dan networkdan network (Subejo, 2004; Serageldin dan Grootaert, 1997).(Subejo, 2004; Serageldin dan Grootaert, 1997).  Bank DuniaBank Dunia:: modal sosial memiliki dampak yang signifikanmodal sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap proses-proses pembangunanterhadap proses-proses pembangunan..  PPembangunan lebih mudah dicapai dan biaya lebih kecil jikaembangunan lebih mudah dicapai dan biaya lebih kecil jika terdapat modal sosial yang besar (Narayan dan Prittchett 1997,terdapat modal sosial yang besar (Narayan dan Prittchett 1997, Grootaert dan van Bastelaer 2001).Grootaert dan van Bastelaer 2001).  Modal sosial pada tingkat mikro berguna untuk memfungsikanModal sosial pada tingkat mikro berguna untuk memfungsikan pasar, dan pada level makro untuk mendorong pertumbuhanpasar, dan pada level makro untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.ekonomi.
  11. 11. 11 Modal sosial (lanjutan):Modal sosial (lanjutan):  Modal sosial mampu mengurangiModal sosial mampu mengurangi dampak ketidaksempurnaandampak ketidaksempurnaan ((imperfect)imperfect) kelembagaan pasar yangkelembagaan pasar yang umum dijumpai pada perdaganganumum dijumpai pada perdagangan hasil-hasil pertanian.hasil-hasil pertanian.  LLaporan World Bank (2006)aporan World Bank (2006):: ada buktiada bukti bahwa perdagangan pada level makrobahwa perdagangan pada level makro jugajuga dipengaruhi oleh modal sosial.dipengaruhi oleh modal sosial.  Penelitian di China (Anonim, 2005)Penelitian di China (Anonim, 2005):: jaringan kekeluaragaanjaringan kekeluaragaan (kinship(kinship networks)networks) merupakan dasarmerupakan dasar pembentuk modal sosialpembentuk modal sosial..
  12. 12. 12 Modal sosial (lanjutan):Modal sosial (lanjutan):  Fafchamps dan Minten (1999):Fafchamps dan Minten (1999): “... traders who do not“... traders who do not develop the appropriate social capital, do not grow”develop the appropriate social capital, do not grow”..  Modal sosial mempengaruhi dalam dua bentuk:Modal sosial mempengaruhi dalam dua bentuk: kepercayaan dan emosi dalam jaringan, dan keuntungankepercayaan dan emosi dalam jaringan, dan keuntungan yang diperoleh secara langsung.yang diperoleh secara langsung.  Modal sosial dapat mengurangi biaya dalam memperolehModal sosial dapat mengurangi biaya dalam memperoleh barang, meningkatkan difusi inovasi, dan mereduksibarang, meningkatkan difusi inovasi, dan mereduksi resiko.resiko.  Fafchamps (2007): pedagang memanfaatkan jaringan danFafchamps (2007): pedagang memanfaatkan jaringan dan modal sosial untuk mengatasi masalah dalammodal sosial untuk mengatasi masalah dalam imperfectimperfect marketsmarkets..  Modal sosial menjadi sumber kredit ketika kredit formalModal sosial menjadi sumber kredit ketika kredit formal tidak bisa diakses, menjadi asuransi melalui berbagitidak bisa diakses, menjadi asuransi melalui berbagi resikoresiko (risk sharing)(risk sharing),, dan menjadi pengganti ketikadan menjadi pengganti ketika contract enforcementcontract enforcement tidak berjalantidak berjalan atauatau tidak ekonomis.tidak ekonomis.
  13. 13. 13 Skema Memperbaiki atau MengembangkanSkema Memperbaiki atau Mengembangkan Kelembagaan Pemasaran:Kelembagaan Pemasaran:  = upaya merubah struktur, pelaku= upaya merubah struktur, pelaku (person)(person), harga, serta sistem transaksi, harga, serta sistem transaksi dan pembayaran tataniaga.dan pembayaran tataniaga.  Asumsi = struktur yang berjalan adalah:Asumsi = struktur yang berjalan adalah: dari petani –pedagang pengumpul –dari petani –pedagang pengumpul – (mungkin) pengolah –pedagang besar(mungkin) pengolah –pedagang besar antar wilayah/pulau –pedagangantar wilayah/pulau –pedagang penerima (agen/grosir)penerima (agen/grosir) –konsumen–konsumen akhir.akhir.
  14. 14. 14 Opsi Perubahan struktur Perubahan person pedagang Perubahan harga Perubahan dalam sistem transaksi dan pembayaran 1 Tetap Tetap Tetap 1. Hanya menyepakati penerimaan barang ketika panen 2 Tetap Tetap Tetap 2. Pembayaran tunai 3 Tetap Tetap Lebih tinggi 1. Pembayaran ditangguhkan 4 Tetap Tetap Lebih tinggi 2. Pembayaran tunai 5 Tetap Mencari pedagang baru Lebih tinggi 1. Pembayaran ditangguhkan 6 Tetap Mencari pedagang baru Lebih tinggi 2. Pembayaran tunai 7 Memutus rantai, menjadi lebih pendek Mencari pedagang baru Lebih tinggi 1. Pembayaran ditangguhkan 8 Memutus rantai, menjadi lebih pendek Mencari pedagang baru Lebih tinggi 2. Pembayaran tunai !4 opsi yang dapat dipilih (dari sederhana ke rumit):
  15. 15. 15 Opsi Perubahan struktur Perubahan person pedagang Perubahan harga Perubahan dalam sistem transaksi dan pembayaran 9 Petani mengolah sendiri Mencari pedagang baru Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 1. Pembayaran ditangguhkan 10 Petani mengolah sendiri Mencari pedagang baru Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 2. Pembayaran tunai 11 Petani (kel) menjualkan sendiri Sebagian pedagang lama tidak digunakan Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 1. Pembayaran ditangguhkan 12 Petani (kel) menjualkan sendiri Sebagian pedagang lama tidak digunakan Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 2. Pembayaran tunai 13 Petani (kel) menjual kan sendiri Semua pedagang lama tidak digunakan Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 1. Pembayaran ditangguhkan 14 Petani (kel) menjualkan sendiri Semua pedagang lama tidak digunakan Lebih tinggi (nilai tambah jatuh ke petani) 2. Pembayaran tunai
  16. 16. 16 Kesimpulan dan Implikasi KebijakanKesimpulan dan Implikasi Kebijakan  PPedagang, dibalik sifatnya yang kelihatan hanya mencariedagang, dibalik sifatnya yang kelihatan hanya mencari untunguntung,, memiliki sisi-sisi positif.memiliki sisi-sisi positif.  Sistem perdagangan tradisional-non formal tidak mudahSistem perdagangan tradisional-non formal tidak mudah ditransformasikan menjadi modern-formal.ditransformasikan menjadi modern-formal.  MMakaaka,, solusi yang rielsolusi yang riel == memahami peran dan sistemmemahami peran dan sistem sosial pedagang secara lebih adil untuk “merangkulnya”.sosial pedagang secara lebih adil untuk “merangkulnya”.  Para pedagang telah berupaya memandirikan dirinyaPara pedagang telah berupaya memandirikan dirinya sendiri, ketika kebijakansendiri, ketika kebijakan dan iklimdan iklim kurangkurang mendukungnya.mendukungnya.  MModal sosialodal sosial menjadimenjadi strategi untuk mereduksi tingginyastrategi untuk mereduksi tingginya biaya transaksi.biaya transaksi.  Kedepan,Kedepan, modal sosial perlumodal sosial perlu mendapat perhatian.mendapat perhatian.  MeskiMeski tidak mudah, modal sosial dapat ditumbuhkantidak mudah, modal sosial dapat ditumbuhkan secara formal misalnya melalui penumbuhan asosiasi-secara formal misalnya melalui penumbuhan asosiasi- asosiasi pedagang.asosiasi pedagang.
  17. 17. 17 Terima kasihTerima kasih

×