Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Paradigma baru
Penyuluhan: Komunikasi
untuk INOVASI
dan
Analisis Kelembagaan
Penyuluhan Pertanian
1
Syahyuti-20 Maret 2013
Cees Leeuwis (Wageningen University).
2006. Communication for Rural
Innovation: Rethinking Agricultural
Extension. Blackwe...
 Diffusion of Innovations = ….is a theory
that seeks to explain how, why, and at what
rate new ideas and technology sprea...
Pola adopsi pada Petani menurut
Teori adopsi inovasi EM Rogers
Adopsi  Difusi
 Adoption = is an individual process
detailing the series of stages one
undergoes from first hearing abou...
Kritik terhadap Teori Adopsi Inovasi
 Sumber teori berasal dari riset kegiatan
pertanian dan praktek medis / kesehatan
 ...
Perubahan paradigma penyuluhan:
◦ From diffusion to systems of agricultural
innovation.
Alasannya:
1. inovasi teknologi bi...
Transformasi pemikiran ttg penyuluhan dari LAMA ke BARU:
From To
Looking at extension as national
government service
Seein...
Perubahan lingkungan yg dihadapi:
1. Kebijakan sumber pendanaan yg baru.
2. Hasil riset baru, dan perkembangan teori
penyu...
Penyuluhan vs Komunikasi untuk Inovasi
“Penyuluhan “ “Komunikasi untuk Inovasi”
Inovasi adalah proses
keputusan individual...
“Penyuluhan “ “Komunikasi untuk Inovasi”
Perubahan/inovasi dapat
dan harus direncanakan
Mengelola kekomplekan, konflik, da...
Agenda studi ke depan:
1. Bagaimana pengaruh lingkungan administratif dan politis yang
beragam terhadap proses desain inov...
Analisis KELEMBAGAAN
(Institutional Analysis)
Penyuluhan Pertanian
Richard Scott (Stanford University,
USA.) 2008. Institutions and
Organizations. Third Edition.
SAGE Publications, Inc
Inst...
Kekeliruan yang sering terjadi:
1. Menyebut “lembaga” sama dengan
“organisasi”
2. Menganggap dengan membuat
organisasi tel...
In English Biasa
diterjemahkan
menjadi
Terminologi
semestinya
Batasan dan materinya
1. institution Kelembagaan,
institusi
...
Institutions
(Lembaga) =
norma + aturan +
cultural cognitive
Organization
= organisasi
Network
= individu
17
Salah Benar
Kelembagaan petani Organisasi petani,
organisasi milik petani
Lembaga kelompok tani,
lembaga Gapoktan,
lembaga...
1.Regulative pillar  “rules define relationship among role”
 rule setting, monitoring, sanksi
 kapasitas untuk menegakk...
Penerapannya dalam
Analisis Kelembagaan Penyuluhan Pertanian
Aspek Objek nya Analisis kelembagaan
1. Aspek
regulatif
UU no...
Aspek Objeknya Analisis kelembagaan
2. Aspek
normatif
Norma-norma kerja
pada tenaga penyuluh
Bagaimana penyuluh memandang
...
Aspek Objeknya Analisis kelembagaan
3. Aspek
kultural
kognitif
Pengetahuan pengambil
kebijakan ttg kegiatan
penyuluhan
Bag...
Aspek Objeknya Analisis kelembagaan
Aspek
keorganisasia
n
Struktur keorganisasian
pelaksana penyuluhan
Organisasi apa saja...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pelatihan 2013 new paradigma ext (yuti)

264 views

Published on

Paradigma penyuluhan pertanian baru. Komunikasi untuk inovasi.

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pelatihan 2013 new paradigma ext (yuti)

  1. 1. Paradigma baru Penyuluhan: Komunikasi untuk INOVASI dan Analisis Kelembagaan Penyuluhan Pertanian 1 Syahyuti-20 Maret 2013
  2. 2. Cees Leeuwis (Wageningen University). 2006. Communication for Rural Innovation: Rethinking Agricultural Extension. Blackwell Publishing. Paradigma baru Penyuluhan: Komunikasi untuk INOVASI
  3. 3.  Diffusion of Innovations = ….is a theory that seeks to explain how, why, and at what rate new ideas and technology spread through cultures  Buku Everett Rogers (rural sociology) “Diffusion of Innovations “ tahun 1962. Berasal dari studi pada lebih dari 508 kasus.  Konsep “difusi” dipelajari awalnya oleh sosiologi Perancis Gabriel Tarde (1890), serta antropolog Jerman dan Austria Friedrich Ratzel and Leo Frobenius.[  Tahun 1971, EM Rogers mempublikasikan “Communication of Innovations; A Cross- Cultural Approach”, dari teori proses difunsi dan evaluasi sistem sosial.
  4. 4. Pola adopsi pada Petani menurut Teori adopsi inovasi EM Rogers
  5. 5. Adopsi  Difusi  Adoption = is an individual process detailing the series of stages one undergoes from first hearing about a product to finally adopting it.  Diffusion process = a group of phenomena, which suggests how an innovation spreads among consumers.
  6. 6. Kritik terhadap Teori Adopsi Inovasi  Sumber teori berasal dari riset kegiatan pertanian dan praktek medis / kesehatan  Teknologi bukan lah sesuatu yang statis  pro-innovation bias  individual-blame bias  recall problem  issues of equality.  one-way flow of information  there is little to no dialogue.  In some cases, this is the best approach, but other cases require a more participatory approach.
  7. 7. Perubahan paradigma penyuluhan: ◦ From diffusion to systems of agricultural innovation. Alasannya: 1. inovasi teknologi bisa datang dari banyak sumber, 2. ada perubahan dari sustainable agriculture and progress menuju ecological knowledge system, 3. berkembangnya interdependence model dan innovation system framework, dimana yang terlibat tak hanya research and extension, tetap juga technology users, private companies NGO, dan supportive structures (pasar dan kredit). 4. pentingnya learning processes ( = a way of evolving new arrangements specific to local contexts). 7
  8. 8. Transformasi pemikiran ttg penyuluhan dari LAMA ke BARU: From To Looking at extension as national government service Seeing extension as a set of functions, to be performed by a variety of players, at different levels Looking at extension to transfer technologies Seeing a wider mandate for extension, that also includes farmer mobilization, organization and education Looking at extension as a distinct, separate institution Seeing a coherent, comprehensive knowledge system for the generation, transfer and uptake of knowledge and technology, that includes the farmers, research, extension and education Using a linear, sequential and one-directional model of technology transfer A more realistic, cyclical and dynamic model of information exchange and knowledge dissemination (farmers, researchers, educators and extensionists) Designing projects from a teaching perspective, and budgeting for teaching efforts Allowing projects to develop a learning mode, engaging all major stakeholders. Paying lip service to the potential of information technology for rural development Taking some risks by including experimental information technologies in projects to link research institutes, extension managers, farmer organizations and others to each other and to the rest of the world. 8
  9. 9. Perubahan lingkungan yg dihadapi: 1. Kebijakan sumber pendanaan yg baru. 2. Hasil riset baru, dan perkembangan teori penyuluhan. 3. Teknologi komunikasi baru (internet). 4. Produksi pangan, keamanan pangan, dan intensifikasi. 5. Pengentasan kemiskinan, upaya peningkatan pendapatan. 6. Keberlanjutan ekosistem, dan manajemen SDA baru. 7. Globalisasi dan liberalisasi pasar. 8. Pertanian multi fungsi. 9. Reforma agraria baru. 10. Intensitas pengetahuan, “masyarakat pengetahuan”, komoditasi pengetahuan.
  10. 10. Penyuluhan vs Komunikasi untuk Inovasi “Penyuluhan “ “Komunikasi untuk Inovasi” Inovasi adalah proses keputusan individual Inovasi memiliki dimensi kolektif (resolusi konflik, pembangunan organisasi, pembelajaran, negosiasi sosial) Peran penyuluh = menyebarkan inovasi (blue print approach) Penyuluh mendesain bersama, ada proses desain dan adaptasi inovasi, inovasi-inovasi kolektif. Bersifat kontekstual. Inovasi diciptakan di penelitian Inovasi lebih pragmatis, ada sisi teknis dan sosial, perlu menciptakan jaringan pendukung. Petani bisa menciptakan inovasi. Sesuai Rogers (early adopter, dst) “semua petani bergerak ke arah yang sama” Strategi dan aspirasi petani menyangkut lingkungan sosial dan alam mereka. Petani kecil vs petani besar berbeda masalah dan kemampuan dalam mengadopsi. Ada petani yang lamban, mundur, dan stagnan (mono perspektif) Penelitian di Irlandia (Leeuwis, 1989): petani lamban sesungguhnya juga mengadopsi sejumalh inovasi yg sama banyaknya. Mereka memiliki “dinamisme yg berbeda” (multi perspektif)
  11. 11. “Penyuluhan “ “Komunikasi untuk Inovasi” Perubahan/inovasi dapat dan harus direncanakan Mengelola kekomplekan, konflik, dan hal-hal yg tak terduga (misal penemuan tak sengaja, pengaruh jaringan informal, kreatifitas, antusiasme, hubungan personal) Organisasi penyuluhan sesuatu yang stabil Organisasi penyuluhan berbentuk “learning organization”. Anggota saling berbagi pengalaman positif dan negatif. Ada penyesuaian dalam hal misi, pelayanan, produk, kultur, dan prosedur organisasi. Penyuluh terjepit di tengah antara lembaga donor dan petani Manajemen penyuluhan lebih desentralisasi dan pendekatan partisipatif, dapat lebih mengedepankan petani Penyuluhan hanya dijalankan pemerintah Penyuluh dapat kerjasama dengan NGO, penyuluhan farmer to farmer, privatisasi organisasi penyuluhan Penyuluh adalah aparat pemerintah Penyuluhan bisa dijalankan oleh perusahaan, NGO dan petani (UU no 16 tahun 2006)
  12. 12. Agenda studi ke depan: 1. Bagaimana pengaruh lingkungan administratif dan politis yang beragam terhadap proses desain inovasi? 2. Bagaimana hubungan antara area perubahan kognitif yang berbeda dalam desain inovasi? 3. Pengaruh kondisi privatisasi dan komoditasi pengetahuan terhadap proses desain inovasi? 4. Bagaimana karakter dan proses pembentukan sosial dari pengetahuan? 5. Bagaimana interaksi antar pembangunan jaringan, pembelajaran sosial, dan negosiasi terhadap proses desain inovasi? 6. Bagaimana kelahiran dan negosiasi antara inovasi yang topdown (dari penelitian) dengan bottom up (dari petani)? 7. Bagiaman relasi dan integrasi antara pengetahuan dari komunitas dengan epistemik dan disiplin berbeda dalam proses desain inovasi? 8. Bagaimana rancangan dan peran organisasi intervensi komunikasi dan implikasi untuk desain inovasi? 9. Analisis jaringan antar aktor, dan jaringan antar peristiwa. 10. Bagaimana konstruksi dan persepsi pengetahuan dalam jaringan?
  13. 13. Analisis KELEMBAGAAN (Institutional Analysis) Penyuluhan Pertanian
  14. 14. Richard Scott (Stanford University, USA.) 2008. Institutions and Organizations. Third Edition. SAGE Publications, Inc Institution= “….are composed of cultured-cognitive, normative, and regulative elements that, together with associated activities and resources, provide stability and meaning of social live”. 14
  15. 15. Kekeliruan yang sering terjadi: 1. Menyebut “lembaga” sama dengan “organisasi” 2. Menganggap dengan membuat organisasi telah menyelesaikan masalah kelembagaan 3. Kajian kelembagaan biasanya hanya meneliti kebijakan-kebijakan
  16. 16. In English Biasa diterjemahkan menjadi Terminologi semestinya Batasan dan materinya 1. institution Kelembagaan, institusi Lembaga norma, regulasi, pengetahuan- kultural. Menjadi pedoman dalam berperilaku aktor 2. institutional Kelembagaan, institusi Kelembagaan Hal-hal berkenaan dengan lembaga. 3. organization Organisasi, lembaga Organisasi social group, yg sengaja dibentuk, punya anggota, utk mencapai tujuan tertentu, aturan dinyatakan tegas. (kelompok tani, koperasi, Gapoktan) 4. organizational Keorganisasian, kelembagaan Keorganisasian Hal-hal berkenaan dengan organisasi (struktur org, anggota, kepemimpinannya, manajemennya, dll). Rekonseptualisasi “Lembaga” dan “Organisasi” 16
  17. 17. Institutions (Lembaga) = norma + aturan + cultural cognitive Organization = organisasi Network = individu 17
  18. 18. Salah Benar Kelembagaan petani Organisasi petani, organisasi milik petani Lembaga kelompok tani, lembaga Gapoktan, lembaga koperasi Organisasi kelompok tani, organisasi Gapoktan, organisasi koperasi Mengembangkan kelembagaan permodalan petani Mengorganisasikan petani dalam pemenuhan permodalan
  19. 19. 1.Regulative pillar  “rules define relationship among role”  rule setting, monitoring, sanksi  kapasitas untuk menegakkan aturan  reward and punishment  melalui mekanisme informal (folkways) dan formal (polisi, pengeadilan)  represi, constraint, dan meng-empower aktor 2.Normative pillar  norma menghasilkan preskripsi (=lebih dari antisipasi dan prediksi), evaluatif, dan tanggung jawab  mencakup: value (= prefered and desirable) dan norm (how things should be done)  Gunanya agar tahu apa goal dan objectives kita, dan cara mencapainya  meng-constraint dan meng-empower aktor 3.Cultural- cognitive pillar  Intinya meaning  Konsep bersama tentang kehidupan sosial dan kerangka dimana makna-makna diproduksi  Sedimentasi makna dan kristalisasi makna dalam bentuk objektif  Berisi proses interpretatif internal yang dibentuk oleh kerangka kultural eksternal  Situation shared secara kolektif  Bersifat individual dan variatif  Culture = what is and what should be Menurut New Institutionalism, ada 3 pilar dalam lembaga:
  20. 20. Penerapannya dalam Analisis Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Aspek Objek nya Analisis kelembagaan 1. Aspek regulatif UU no 16 tahun 2006 merupakan pedoman Apakah UU ini diterapkan, dijadikan pedoman, diterima, ditolak? Bagian mana yg diterima, kenapa? Permentan No. 61 Tahun 2008 ttg Pedoman Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya Dan Penuyuh Pertanian Swasta Persepsi penyuluh dan pihak lain terhadap aturan ini? Realisasi dan kendalanya bagaimana? Peraturan daerah Pemda ttg penganggaran dan pengorganisasian Kajian kebijakan, konsistensi nya dengan UU di atasnya, bagaimana realisasinya? Dll. Pedoman untuk manajemen kerja penyuluh Apakah pedoman dijalankan, apa masalahnya, bagaimana konsistensinya dengan teori dan
  21. 21. Aspek Objeknya Analisis kelembagaan 2. Aspek normatif Norma-norma kerja pada tenaga penyuluh Bagaimana penyuluh memandang pekerjaannya, apakah sesuatu yang baik atau tidak? Pakah mereka bangga menjadi penyuluh? Persepsi ttg peran penyuluh dalam pembangunan pedesaan Apakah penyuluhan pertanian harus? Adakah opsi lain? Apakah metodenya masih efektif? Nilai-nilai atau adab dalam komunikasi yang diterapkan Apakah komunikasi menunjukkan dominansi, pemaksaan? Apakah itu boleh? Baik? Nilai-nilai dalam materi penyuluhan Apakah memberikan materi yang sesuai dengan etika petani?
  22. 22. Aspek Objeknya Analisis kelembagaan 3. Aspek kultural kognitif Pengetahuan pengambil kebijakan ttg kegiatan penyuluhan Bagaimana tingkat pengetahuan pengambil kebijakan tentang konsep dan teori penyuluhan? Apa agenda tersembunyi di belakangnya? Pengetahuan tenaga penyuluh tentang kebijakan, organisasi, dan metode penyuluhan Bagaimana pengetahuan dan persepsi tenaga penyuluh (tua, muda, laki-laki, perempuan) ttg kegiatan penyuluhan? Bagaimana dan mengapa persepsi itu terbentuk? Pengetahuan petani tentang kegiatan penyuluhan, pembangunan pertanian, dll Apa pengetahuan petani ttg kegiatan penyuluhan? Apakah perlu atau tidak? Apa latar sosial ekonomi sehingga itu terbentuk? Pengetahuan petani tentang materi penyuluhan Bagaimana persepsi petani tentang materi yang disampaikan? Sesuai dengan kebutuhan petani atau tidak? Bagaimana itu terbentuk? Bagaimana persepsi petani dapat menjadi feed back?
  23. 23. Aspek Objeknya Analisis kelembagaan Aspek keorganisasia n Struktur keorganisasian pelaksana penyuluhan Organisasi apa saja yang terlibat dari atas sampai bawah? Pusluh, Badan Penyuluhan Pemda, perguruan tinggi, NGO? Kinerja organisasi Bagaimana kinerja organisasi penyuluhan yg eksis? Kuat, atau lemah? Dimana dan kenapa? Kapasitas organisasi penyuluhan Bagaimana kemampuan BPP menjalankan penyuluhan? Apakah Gapoktan mampu membantu nya? Mengapa? Kondisi dan kinerja organisasi petani Apa saja organisasi petani yang eksis? Apa perannya? Mengapa demikian? Bagaimana agar bisa membantu penyuluhan? Perlu kah bentuk baru Hubungan antar organisasi Bagaimana relasi antar organisasi? Adakah dominansi ataukah demokratis? Analisis Keorganisasian Penyuluhan
  24. 24. TERIMA KASIH

×