Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelatihan 2013 kelembagaan adopsi inovasi (yuti)

167 views

Published on

Contoh bagaimana melakukan analisis kelembagaan adopsi inovasi

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pelatihan 2013 kelembagaan adopsi inovasi (yuti)

  1. 1. Lembaga (Institution) dan Organisasi (Organization) Syahyuti-20 Maret 2013
  2. 2. Richard Scott (Stanford University, USA.) 2008. Institutions and Organizations. Third Edition. SAGE Publications, Inc Institution= “….are composed of cultured-cognitive, normative, and regulative elements that, together with associated activities and resources, provide stability and meaning of social live”. 2
  3. 3. Kekeliruan yang sering terjadi: 1. Menyebut lembaga sama dengan organisasi 2. Menganggap dengan membuat organisasi telah menyelesaikan masalah kelembagaan 3. Kajian kelembagaan biasanya hanya meneliti kebijakan-kebijakan
  4. 4. In English Biasa diterjemahkan menjadi Terminologi semestinya Batasan dan materinya 1. institution Kelembagaan, institusi Lembaga norma, regulasi, pengetahuan- kultural. Menjadi pedoman dalam berperilaku aktor 2. institutional Kelembagaan, institusi Kelembagaan Hal-hal berkenaan dengan lembaga. 3. organization Organisasi, lembaga Organisasi social group, yg sengaja dibentuk, punya anggota, utk mencapai tujuan tertentu, aturan dinyatakan tegas.(kel. Tani, koperasi, Gapoktan) 4. Organizatio nal Keorganisasian, kelembagaan Keorganisasi an Hal-hal berkenaan dengan organisasi. Rekonseptualisasi “Lembaga” dan “Organisasi” 5
  5. 5. Institution (Lembaga) = norma + aturan + cultural cognitive Organization = organisasi Network = individu 6
  6. 6. Menurut New Institutionalism, ada 3 pilar dalam lembaga: 7 1.Regulative pillar  “rules define relationship among role”  rule setting, monitoring, sanksi  kapasitas untuk menegakkan aturan  reward and punishment  melalui mekanisme informal (folkways) dan formal (polisi, pengeadilan)  represi, constraint, dan meng-empower aktor 2.Normative pillar  norma menghasilkan preskripsi (=lebih dari antisipasi dan prediksi), evaluatif, dan tanggung jawab  mencakup: value (= prefered and desirable) dan norm (how things should be done)  Gunanya agar tahu apa goal dan objectives kita, dan cara mencapainya  meng-constraint dan meng-empower aktor 3.Cultural- cognitive pillar  Intinya meaning  Konsep bersama tentang kehidupan sosial dan kerangka dimana makna-makna diproduksi  Sedimentasi makna dan kristalisasi makna dalam bentuk objektif  Berisi proses interpretatif internal yang dibentuk oleh kerangka kultural eksternal  Situation shared secara kolektif  Bersifat individual dan variatif  Culture = what is and what should be
  7. 7. Berkenaan dengan organisasi: 1. Individual organization? Anggotanya individu. Misal kelompok tani, koperasi. Aspek kepemimpinan, keanggotaan, manajemen, keuangan organisasi, dll. 2. Second level organization / interorganization? Anggotanya ind org. Misal Gapoktan 3. Supporting organization? Misal Pemda, penyuluh, dll 4. Inter relation organization? Misal relasi antar kelompok tani, relasi vertikal, dll.
  8. 8. Analisis untuk organisasi: Pedoman singkat untuk menilai sebuah organisasi (Short Guide for Organizational Assessment): 1. Kinerja organisasi (Organizational Performance) 2. Kemampuan organisasi tumbuh di lingkungannya (The Enabling Environment and Organizational Performance) 3. Motivasi organisasi (Organizational Motivation) 4. Kapasitas Organisasi (Organizational 9
  9. 9. TERIMA KASIH

×