Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
International Year of Family Farming:
Mewujudkan Keluarga Petani Indonesia
yang BERMARTABAT
Oleh: SYAHYUTI
PSEKP - Bogor– ...
Materi presentasi:
1. International Year of Family Farming (IYFF)
dan relevansinya di Indonesia
2. Kondisi petani Indonesi...
• Tahun 2014 adalah International Year of Family Farming” (IYFF)
• Tujuannya adalah = to reposition family farming at the ...
Apa sih Family farming (“Pertanian Keluarga”) ?
• “..... a farm owned and operated by family “
• Menurut USDA: family farm...
Sisi-Sisi Positif Pertanian Keluarga
(Alejandro Asin http://www.astc.org/...)
1. Family farming feeds the world. 70 persen...
Persepsi dan Harapan terhadap Pertanian
Keluarga:
• Family Farming = our alternative for the future
• Family Farming = fee...
Kondisi yang dihadapi
(http://www.ruralforum.net/...)
1. Keberadaan pertanian keluarga dipengaruhi oleh krisis
pangan, fin...
Kondisi PEREMPUAN dalam Pertanian Keluarga:
1. Women farmers play a vital role in producing as well as providing
food for ...
Kebutuhan ke DEPAN:
1. Strengthen family farmer organizations and movements to increase
their influence over policies, ins...
Tugas untuk PEMERINTAH:
1. Ensure Family Farmers’ Access And Control Over
Natural Resources, Mainly Land, Water, Forests A...
Yang dibutuhkan
(Alejandro Asin http://www.astc.org/...)
1. Keterlibatan dan komitmen semua pihak
2. Pendidikan publik dan...
pertanian keluarga (Family Farming) vs
keluarga petani (yang bermartabat)?
12
Untuk Indonesia saat ini:
1.Dasar semangat f...
Selama ini berbagai istilah telah berkembang
yang “selaras” dengan Family Farming:
1. peasant (vs farmer)
2. Petani kecil ...
Posisi konsep “Family Farming” dan
“Small Farmer”
14
Seluruh USAHA PERTANIAN
Perusahaan
Pertanian Pertanian KELUARGA
Perta...
Petani Kecil penting:
• Pidato Dirjen FAO pada The World Food Day -
16 Oktober 2012 = “Small-Scale Farmers As A
Key To Fee...
Siapa kah “petani kecil” ?
• petani gurem (peasant), petani kecil (small farmer), buruh tani
tanpa tanah (landless laborer...
Batasan petani kecil:
• Land Bank of the Philippines, petani kecil = petani
yg menguasai lahan < 5 ha.
• Dalam laporan “Em...
Di Indonesia:
• Tidak dikenal istilah “petani kecil” secara
resmi
• Dalam literatur ilmiah = ada istilah petani
gurem, pet...
Batasan “petani” di Indonesia:
• Dalam KBBI, petani = orang yang mata pencahariannya
bercocok tanam (terutama buruh tani d...
• UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, petani =
warga negara Indonesia perseorangan dan/atau
beserta keluarganya yang ...
Persepsi terhadap petani di Indonesia:
• Petani berada dalam format relasi “negara-
rakyat”
• Basis petani adalah komodita...
Kondisi Petani di Indonesia
22
Jumlah RT pertanian berdasarkan luas penguasaan
lahan (juta RT):
Luas
pengusaan
lahan (ha/RT)
1983 1993 2003
<0,5 6.4 10.6...
Gejala guremisasi:
Tahun Jumlah RT
pertanian
(juta)
Total lahan
yg dikuasai
(000 ha)
Rata-rata
penguasaan
(ha/RT)
1983 1.2...
Hasil Sensus Pertanian 2013:
2003 2013 Perubahan (%)
RT petani gurem 19.015.051 14.248.870 Turun 25,0 %
RT usaha pertanian...
Batasan dalam ST 2013:
• RT Petani Gurem = RT pertanian pengguna lahan dengan penguasaan < 0,5 ha
(mencakup lahan pertania...
Guremisasi dan ketimpangan berlanjut:
Luas penguasaan
(ha/RT)
2003 2013 Perubahan (%)
<0,1 9.4 4.3 -53.8
1-1,9 3.6 3.6 -1....
Mengapa petani berkurang?
1. Perbedaan batasan antar sensus pertanian
2. Petani lari ke luar sektor pertanian, karena tida...
Perbedaan ST 2003 vs 2013:
2003 2013
Unit Pencacahan Seluruh RT yang ada kegiatan
pertanian
Hanya RT biasa, yakni RT
yang ...
Kondisi Buruh Tani kita:
30
Bandingkan dengan ini:
31
Akhirnya ........... DEMO:
32
Kondisi buruh perkebunan:
• Jauh, terisolasi dari dunia luar.
• Organisasi buruh belum berkembang, tidak pro kepada nasib ...
• Koordinator Serikat Petani Kelapa Sawit (Des 2013) = penghasilan pekerja
kelapa sawit tidak lebih dari Rp 150.000 per bu...
Studi Susilowati et al. (2008): Petani berpendidikan rendah
banyak menjadi buruh tani . Fenomena “aging farmer”
Studi Kust...
Bagaimana wujud Petani dan
Keluarga Petani yang
BERMARTABAT ?
36
Pertanian dan Petani yang bermartabat :
Dalam “Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2015 – 2045”
• Visi pembangunan jangka...
• Pertanian yang makmur dicirikan oleh kehidupan seluruh
petani yang serba berkecukupan terbebas dari ancaman
rawan pangan...
• Pertanian yang bermartabat berkenaan dengan
tingkat harkat kemanusiaan petani Indonesia. Petani
Indonesia memiliki kepri...
Pertanian Keluarga dan KELUARGA
PETANI Ke DEPAN
40
Berapa lahan agar RT petani sejahtera?
• Nazam et al. (2011) untuk petani padi di NTB =
perlu 0,73 ha per kk untuk hidup l...
Berapa penguasaan lahan minimal agar di atas
garis kemiskinan?
42
Satuan Garis BPS Garis Bank Dunia
Batas garis kemiskinan...
Karakter 3 strata pertanian Indonesia (optional):
Perusahaan pertanian Pertanian keluarga
ukuran “sedang”
Pertanian keluar...
Perbedaan kebutuhan tiga strata pertanian:
Strata 3 Strata 2 Strata 1
Kebutuhan lahan Membeli dan sewa
(HGU tanah negara)
...
Kondisi yang dihadapi dan sasaran ke depan:
45
Kondisi Yang dibutuhkan
Petani luas (> 2ha) Tidak dicakup dalam UU 19-2013,...
Dukungan yang dibutuhkan di Indonesia:
• investasi pertanian agroekologis
• memberi perhatian pada kearifan lokal
• member...
Bagaimana mewujudkan Petani dan
Rumah Tangga Tani yang Bermartabat?
47
Ukuran bermartabat?
1. Ukuran kesejahteraan (Keluarga sejahtera BKKBN,
Keluarga tidak miskin BPS, dll)?
2. Terhormat?
3. B...
Dimana asa bisa disandarkan?
1. UU sistem budidaya tanaman
2. UU perlindungan dan pemberdayaan petani
3. Kedaulatan pangan...
UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya
Tanaman:
• 18 Juli 2013 = uji materil perwakilan petani dikabulkan
sebagian ol...
UU 19 - 2013 ttg “Perlindungan dan Pemberdayaan Petani”:
“Petani” adalah = penggarap maksimal 2 ha, pemilik maksimal 2 ha,...
UU No 18 - 2012 tentang PANGAN:
Pasal 1:
Kedaulatan Pangan = adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan
k...
Aspek Ketahanan pangan Kedaulatan pangan
1. Model produksi
pertanian
Fokus pada produksi
atau bertipe industrial
Agro-ekol...
UU No 13 tahun tentang Ketenagakerjaan:
Tidak ada kata “petani”, dan “buruh tani”, dan “tenaga kerja pertanian”.
Pasal 1 =...
• Bandingkan dengan Agenda 21: “petani” adalah “.....all references to
"farmers" include all rural people who derive their...
UU No 21 tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh:
Tidak ada kata “petani”, “buruh tani”, dan “pertanian”.
Pasal...
Buku “Hak Asasi Petani” (Deklarasi La Via Campesina
Regional Asia Tenggara Asia Timur Tentang Hak Asasi
Petani. Federasi S...
UU No 20 tahun 2008 Tentang UMKM:
Pasal 1: Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan
dan/atau badan usaha ...
UU No tahun 2014 tentang Perdagangan:
Tidak ada entry “perdagangan yang adil”.
Namun, Pasal 2 = Kebijakan Perdagangan
disu...
“Perdagangan berkeadilan” (fair trade):
= sistem perdagangan alternatif yang menjalankan prinsip-prinsip tertentu untuk
me...
Perdagangan BEBAS vs ADIL:
61
Perdagangan bebas Perdagangan adil
Prinsip = mengurangi intervensi
pemerintah.
Melindungi pr...
Visi dan Misi
CAPRES:
“Jalan Perubahan untuk Indonesia yang
BERADULAT, Mandiri dan
Berkepribadian”
Terima Kasih
67
Ff   bermartabat (yuti) - 5
Ff   bermartabat (yuti) - 5
Ff   bermartabat (yuti) - 5
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ff bermartabat (yuti) - 5

846 views

Published on

Buruh tani bukan PETANI. Kerja kayak rodi, perbudakan pun konon masih ada di perkebunan. Kapan petani kita bisa bermartabat? Dimana asa bisa disandarkan?

Published in: Science
  • Be the first to comment

Ff bermartabat (yuti) - 5

  1. 1. International Year of Family Farming: Mewujudkan Keluarga Petani Indonesia yang BERMARTABAT Oleh: SYAHYUTI PSEKP - Bogor– 19 Agustus 2014 International Year of Family Farming: Mewujudkan Keluarga Petani Indonesia yang BERMARTABAT Oleh: SYAHYUTI PSEKP - Bogor– 19 Agustus 2014 1
  2. 2. Materi presentasi: 1. International Year of Family Farming (IYFF) dan relevansinya di Indonesia 2. Kondisi petani Indonesia (terutama buruh tani) 3. Berbagai kebijakan tentang petani 4. Seperti apa RT petani yang bermartabat? 5. Bagaimana mencapainya? 2
  3. 3. • Tahun 2014 adalah International Year of Family Farming” (IYFF) • Tujuannya adalah = to reposition family farming at the centre of agricultural, environmental and social policies in the national agendas by identifying gaps and opportunities to promote a shift towards a more equal and balanced development. • to defend and strengthen Family Farming as a viable alternative to eradicate the hunger, malnutrition and poverty suffered by 1000 million people worldwide. • Kegiatan 2014 IYFF 2014 = Promosi, diskusi, dan kerjasama di level nasional, regional, dan global; untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi oleh smallholders dan mencari cara EFEKTIF untuk MENDUKUNG family farmers. • IYFF didukung oleh World Rural Forum dan 360 NGO sedunia • Bagaimana di Indonesia? 3
  4. 4. Apa sih Family farming (“Pertanian Keluarga”) ? • “..... a farm owned and operated by family “ • Menurut USDA: family farm = memproduksi untuk dijual, memproduksi cukup untuk kebutuhan keluarga dan usahatani, TK dari dalam keluarga dan dari luar (hired labor). • Di AS : 98 persen adalah family farms • FAO: family farming = “form of organizing crop and forest production as well as fishery, livestock raising, and aquaculture, which is managed and directed by a family, which mainly depends on family labor of both women and men. The family and the holding are linked, co-evolve, and combine economic, environmental, reproductive, social, and cultural functions.” 4
  5. 5. Sisi-Sisi Positif Pertanian Keluarga (Alejandro Asin http://www.astc.org/...) 1. Family farming feeds the world. 70 persen pangan dunia diproduksi oleh family farmers. Small farms more productive (in terms of output per unit of land and energy use). 2. Family farming generates well being. 40 persen rumah tangga dunia bergantung kepada family farming. Dari 3 milyar penduduk desa di negara berkembang, sebanyak 2,5 milyar bekerja di pertanian. 3. Combats poverty. Pertumbuhan GDP dari pertanian mampu mengurangi kemiskinan dua kali lebih banyak dibanding sektor lain (World Bank). 4. Family farming protects biodiversity and the environment. (source of genetic diversity, uses seed varieties and livestock breeds well adapted to various environments, use of agroecological and traditional techniques, supporting the healthy functioning of ecosystems, more resilient to the impacts of climate change, contributes to maintaining the population in rural areas and preserving historic cultural values). 5
  6. 6. Persepsi dan Harapan terhadap Pertanian Keluarga: • Family Farming = our alternative for the future • Family Farming = feeding the world, caring for the earth • Family farming = be a key factor in the UN’s Zero Hunger Challenge and the UN post-2015 Sustainable Development Goals • Family Farming = combating poverty, achieving food security, and attaining a vibrant rural society, based on respect for the environment and biodiversity. 6
  7. 7. Kondisi yang dihadapi (http://www.ruralforum.net/...) 1. Keberadaan pertanian keluarga dipengaruhi oleh krisis pangan, finansial, dan bahan bakar; serta perubahan iklim 2. Kebijakan yang dibuat belum sesuai kebutuhan pertanian keluarga 3. Model ekonomi dan kebijakan pemerintah merugikan pertanian keluarga 4. Ancaman land grabbing terhadap pertanian dan keluarga dan produksi pangan berkelanjutan. 5. Lahan pertanian keluarga (smallholders, indigenous communities, and shepherds) diakuisisi untuk tenaman ekspor 6. Lemah akses dan kontrol pasar, serta posisi tawar 7. Peranan perempuan sangat vital pada pertanian yang 7
  8. 8. Kondisi PEREMPUAN dalam Pertanian Keluarga: 1. Women farmers play a vital role in producing as well as providing food for their families and their communities. 2. They are custodians of the environment as well as of the more traditional, less intensive farming and input-efficient techniques. 3. They are leaders in natural and genetic conservation efforts from seed selection to planting, harvesting, storage, and processing. 4. Their contributions are undercounted and most agricultural policies and programs are not sensitive to women farmers’ needs. 5. Women lack access to and control over land, access to markets, education and a political voice in farmers’ organizations and in government bodies. 6. They face gender-based discrimination in the household and society at a daily level. 7. These factors reduce their ability to contribute and benefit from agricultural development and also increase their vulnerabilities. 8
  9. 9. Kebutuhan ke DEPAN: 1. Strengthen family farmer organizations and movements to increase their influence over policies, institutions and markets, to secure access to the resources they need, and to ensure they are inclusive and act positively in favour of the most marginalized (women, youth, indigenous peoples, etc.). 2. Ensure that public and private institutions, including international financial institutions are accountable to family farmers and provide targeted, quality services (i.e. financing, infrastructure, extension, technology research and innovation, information, public distribution, education, emergency response, etc.) that build on family farmers' knowledge, capabilities, and interests. 3. Define investments and develop policies, in consultation with family farming organizations, which are specifically dedicated to addressing family farmer needs (inputs, local food availability/procurement, storage, territorial approach, and adaptation to local systems, etc.), and to redistributing wealth and opportunities to reduce inequalities in gender, and in access to critical resources (land, water), and services (finance, technologies, social protection). 9
  10. 10. Tugas untuk PEMERINTAH: 1. Ensure Family Farmers’ Access And Control Over Natural Resources, Mainly Land, Water, Forests And Seeds. 2. Promote Sustainable, Agro –Ecological Approaches By And With Family Farmers. 3. Ensure Access And Increased Market Power Of Family Farmers. 4. Promote Women Empowerment And Gender Equality. 5. Strengthen Organizations Of Family Farmers. 6. Promote Agriculture Among The Youth. 10
  11. 11. Yang dibutuhkan (Alejandro Asin http://www.astc.org/...) 1. Keterlibatan dan komitmen semua pihak 2. Pendidikan publik dan advokasi 3. Promosi kebijakan 4. Peningkatan infrastruktur dan pelayanan di pedesaan 5. Dukungan langsung untuk perempuan melalui investasi, kredit, land titling, dll. 6. Peningkatan TK pedesaan terutama kalangan muda 7. Penelitian pertanian 8. Pelatihan untuk peningkatan kapasitas 9. Peningkatan kesadaran sosial tentang peran pertanian keluarga 11
  12. 12. pertanian keluarga (Family Farming) vs keluarga petani (yang bermartabat)? 12 Untuk Indonesia saat ini: 1.Dasar semangat family farming yakni ketakutan hilangnya Pertanian Keluarga tidak terlalu relevan di Indonesia 2.Pertanian keluarga akan eksis lama, sulit “dihapus “. 3.Isu yang lebih prioritas adalah “APAKAH PETANI dan KELUARGA PETANI nya TERLINDUNGI, SEJAHTERA, TERHORMAT, .........BERMARTABAT?
  13. 13. Selama ini berbagai istilah telah berkembang yang “selaras” dengan Family Farming: 1. peasant (vs farmer) 2. Petani kecil (vs petani besar) 3. Bertani sebagai way of life (vs bertani sebagai bisnis 4. Petani gurem (vs petani luas) 5. Pertanian agroekologi (vs agribisnis) 6. Pertanian rakyat (vs pertanian kapitalis) 7. Dll 13
  14. 14. Posisi konsep “Family Farming” dan “Small Farmer” 14 Seluruh USAHA PERTANIAN Perusahaan Pertanian Pertanian KELUARGA Pertanian keluarga skala sedang/besar Pertanian keluarga SMALL FARMER
  15. 15. Petani Kecil penting: • Pidato Dirjen FAO pada The World Food Day - 16 Oktober 2012 = “Small-Scale Farmers As A Key To Feeding The World”. • Laporan PBB = “Small Farmer Feed The World”. • Kelahiran UU No19 - 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani = bahwa selama ini petani belum memperoleh perlindungan yang semestinya. 15
  16. 16. Siapa kah “petani kecil” ? • petani gurem (peasant), petani kecil (small farmer), buruh tani tanpa tanah (landless laborers), pertanian keluarga (family farming), dll • nelayan (fisherfolk), kelompok berburu-meramu (hunter and gatherer), kelompok penggembala (pastoralists) • Magna Carta of Small Farmers (Filipina), smallholder = “as natural persons dependent on small-scale subsistence farming as their primary source of income”. • Pasal 4 = “…natural persons dependent on small-scale subsistence farming as their primary source of income and whose sale, barter or exchange of agricultural products do not exceed a gross value of One hundred eighty thousand pesos (P180,000) per annum based on 1992 constant prices”. 16
  17. 17. Batasan petani kecil: • Land Bank of the Philippines, petani kecil = petani yg menguasai lahan < 5 ha. • Dalam laporan “Empowering Smallholder Farmers In Markets (ESFIM) Philippines Country Paper”, petani kecil = penguasaan < 2 ha • Thapa (2009) dan World Bank (2003) = menguasai lahan di bawah 2 ha. • Asian Farmers Association (AFA) = maksimal 3 ha untuk lowland dan 10 ha untuk upland 17
  18. 18. Di Indonesia: • Tidak dikenal istilah “petani kecil” secara resmi • Dalam literatur ilmiah = ada istilah petani gurem, petani tuna kisma, dan buruh tani • Pendekatan teknis-finansial telah meminggirkan aspek humanity pertanian • Petani adalah SDM = alat produksi • Era Revolusi Hijau, petani dipinggirkan dengan pendekatan “dipaksa, terpaksa, biasa” 18
  19. 19. Batasan “petani” di Indonesia: • Dalam KBBI, petani = orang yang mata pencahariannya bercocok tanam (terutama buruh tani dan petani penggarap) (= luas). • SP 1963, petani di bawah 1000 m2 = bukan petani (=sempit). • SP 2003, RT pertanian = rumah tangga yang mengusahakan lahan untuk berbagai kegiatan budidaya atau bukan pengguna lahan namun memanfaatkan produk pertanian dalam usahanya (penangkaran, memungut hasil hutan), serta berusaha di bidang jasa pertanian (=luas) • SP 2013, RT petanian = rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya memelihara tanaman/ternak/ikan baik untuk tujuan usaha maupun tidak (=sempit). 19
  20. 20. • UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, petani = warga negara Indonesia perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usaha tani di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan (=sempit) • Permentan No. 273/ 2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani. dan UU No. 16/2006 tentang penyuluhan, petani = perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian, wanatani, minatani, agropasture, penangkaran satwa dan tumbuhan, di dalam dan di sekitar hutan, yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang. • UU No. 12/ 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman = tidak ada batasan tentang petani. 20
  21. 21. Persepsi terhadap petani di Indonesia: • Petani berada dalam format relasi “negara- rakyat” • Basis petani adalah komoditas (petani pangan, petani hortikultura, pekebun, peternak, dst) • Petani lemah, di bawah, kurang berpengetahuan, sehingga perlu diberdayakan • Kedaulatan petani atas pengetahuan rendah • Semua pengetahuan berasal dari luar dan atas petani • Perlindungan bagi pengetahuan yang dimiliki petani belum ada. 21
  22. 22. Kondisi Petani di Indonesia 22
  23. 23. Jumlah RT pertanian berdasarkan luas penguasaan lahan (juta RT): Luas pengusaan lahan (ha/RT) 1983 1993 2003 <0,5 6.4 10.6 14.0 0,5-0,9 3.7 4.3 4.6 1-1,9 2.9 3.1 3.5 >2,0 2.2 1.6 2.8 Jumlah 17.1 21.1 24.9 23
  24. 24. Gejala guremisasi: Tahun Jumlah RT pertanian (juta) Total lahan yg dikuasai (000 ha) Rata-rata penguasaan (ha/RT) 1983 1.2 63.7 0.05 1993 1.6 83.0 0.05 2003 4.3 96.3 0.02 24
  25. 25. Hasil Sensus Pertanian 2013: 2003 2013 Perubahan (%) RT petani gurem 19.015.051 14.248.870 Turun 25,0 % RT usaha pertanian pengguna lahan 30.419.582 25.751.266 Turun 15,4 & RT usaha pertanian 31.232.184 26.135.469 Turun 16,3 % Perusahaan pertanian 4.011 5.486 Naik 36,8 % 25
  26. 26. Batasan dalam ST 2013: • RT Petani Gurem = RT pertanian pengguna lahan dengan penguasaan < 0,5 ha (mencakup lahan pertanian dan lahan bukan pertanian), RT budidaya ikan, penangkapan ikan, pemungutan hasil hutan, penangkapan satwa liar, dan jasa pertanian bukan pengguna lahan. • RT Usaha Pertanian = adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian. • RT Usaha Pertanian Pengguna Lahan = RT usaha pertanian yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha tanaman padi, palawija, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, budidaya ikan/biota lain di kolam air tawar/tambak air payau, dan penangkaran satwa liar. • Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum = adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan jenis usaha di sektor pertanian yang bersifat tetap, terus menerus yang didirikan dengan tujuan memperoleh laba yang pendirian perusahaan dilindungi hukum atau izin dari instansi yang berwenang minimal pada tingkat kabupaten/kota, untuk setiap tahapan kegiatan budidaya pertanian seperti penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Contoh: PT, CV, Koperasi, Yayasan, SIP Pemda 26
  27. 27. Guremisasi dan ketimpangan berlanjut: Luas penguasaan (ha/RT) 2003 2013 Perubahan (%) <0,1 9.4 4.3 -53.8 1-1,9 3.6 3.6 -1.5 2-4,9 6.8 6.7 -1.2 5-9,9 4.8 4.6 -4.8 10,19,9 3.7 3.7 1.0 20-19,9 1.7 1.6 -3.3 >30 1.3 1.6 22.8 Jumlah 31.2 26.1 -16.3 Jumlah RT usaha pertanian berdasarkan luas penguasaan lahan (juta RT) 27
  28. 28. Mengapa petani berkurang? 1. Perbedaan batasan antar sensus pertanian 2. Petani lari ke luar sektor pertanian, karena tidak ekonomis dan tidak mencukupi untuk kesejahteraan keluarga 3. Menjadi buruh tani belaka (tidak mengelola lahan sendiri, tidak menyewa dan tidak menyakap lahan orang lain) 4. Konversi lahan pertanian 28
  29. 29. Perbedaan ST 2003 vs 2013: 2003 2013 Unit Pencacahan Seluruh RT yang ada kegiatan pertanian Hanya RT biasa, yakni RT yang melakukan kegiatan pertanian dengan tujuan untuk usaha (dijual/ditukar). Konsep Rumah Tangga Pertanian RT yang melakukan kegiatan pertanian dengan tujuan untuk dijual dan memenuhi Batas Minimal Usaha yang ditetapkan RT pertanian tidak menggunakan Batas Minimal Usaha Populasi Komoditi Pertanian Seluruh populasi dari RT pertanian baik yg diusahakan maupun tidak Hanya mencakup populasi RT usaha pertanian (sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ditukar) 29
  30. 30. Kondisi Buruh Tani kita: 30
  31. 31. Bandingkan dengan ini: 31
  32. 32. Akhirnya ........... DEMO: 32
  33. 33. Kondisi buruh perkebunan: • Jauh, terisolasi dari dunia luar. • Organisasi buruh belum berkembang, tidak pro kepada nasib buruh, dikooptasi. • Makan dibatasi, dikunci, tempat tinggal tidak manusiasi (=“perbudakan”) • Menurut Serikat Buruh Perkebunan (SBP): buruh terkekang (oleh perusahaan, pemerintah, dan BKS-PPS badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera) • Upah rendah, sebagai buruh lepas, tidak ada kontrak tertulis, tak ada jaminan dan pelayanan kesehatan • Tania Li (“The Will to Improve”: studi di TN Lore Lindu, Sulteng): Keinginan yang menyesatkan. “Ada pertentangan mendasar dalam kehendak untuk memperbaiki, yaitu kontradiksi antara penetrasi kapitalisme dengan kehendak untuk memperbaiki masyarakat yang justeru mengalami dampak negatif dari proses kapitalisme tersebut. ..... penghilangan kepemilikan atas tanah dan pengusiran”. 33
  34. 34. • Koordinator Serikat Petani Kelapa Sawit (Des 2013) = penghasilan pekerja kelapa sawit tidak lebih dari Rp 150.000 per bulan dikurangi lagi dengan angsuran kredit • Aliansi Serikat Buruh Indonesia = “... buruh perkebunan sawit dieksploitasi, rentan, tidak ada status, tidak ada standar kerja, kerja paksa” • Gaji berdasarkan jam kerja dan target kerja (!!) • Kompasiana “Nestapa Buruh di Bawah tandan sawit” (Mei 2014): seorang mandor diturunkan jadi pekerja biasa karena terlibat serikat pekerja (kasus di Kalteng) • Asuransi ada tapi berbelit, premi dibayarkan perusahaan ke BPJS selalu terlambat • “perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan produk sistem ekonomi kapitalis, eksploitatif, dan menindas” (seminar Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Serbundo) Nov 2013 di Medan) • “Kami bekerja di bawah tekanan,.....perusahaan mengancam akan memecat jika ada buruh aktif berorganisasi” 34
  35. 35. Studi Susilowati et al. (2008): Petani berpendidikan rendah banyak menjadi buruh tani . Fenomena “aging farmer” Studi Kustiari et al. (2008): Buruh tani rata-rata bekerja hanya 100 hari/tahun. Studi Susilowati et al., 2009) untuk petani pekebun: Pertanian merupakan sumber pekerjaan utama = menyerap 77,4 persen kesempatan kerja di perdesaan . Pangsa pendapatan pertanian = 43-80 % terhadap pendapatan RT. Studi Malian et al. (2004): selama 1975-2000 terjadi kesenjangan upah antara RT pertanian dan nonpertanian. Petani penyakap semakin bertambah Studi Saliem et al. (2005): peningkatan kompensasi tenaga kerja di sektor pertanian sangat kecil dan lebih rendah dari sektor lain (total gaji dan upah dibagi dengan jumlah tenaga kerja yang diserap) 35 Hasil-hasil Riset PSEKP:Hasil-hasil Riset PSEKP:
  36. 36. Bagaimana wujud Petani dan Keluarga Petani yang BERMARTABAT ? 36
  37. 37. Pertanian dan Petani yang bermartabat : Dalam “Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2015 – 2045” • Visi pembangunan jangka panjang pertanian = “mewujudkan Pertanian Indonesia yang Bermartabat, Mandiri, Maju, Adil dan Makmur” paling lambat pada tahun 2045. • Pertanian yang bermartabat = berkenaan dengan tingkat harkat kemanusiaan petani Indonesia yang memiliki kepribadian luhur, harga diri, kebanggaan serta merasa terhormat dan dihormati sebagai petani. 37
  38. 38. • Pertanian yang makmur dicirikan oleh kehidupan seluruh petani yang serba berkecukupan terbebas dari ancaman rawan pangan dan kemiskinan, yang merupakan resultante dari pertanian yang bermartabat, mandiri, maju, dan adil. • Salah satu kekhususan SIPP adalah adanya tambahan frasa bermartabat di dalam visinya (p. 6) • pembangunan pertanian pertama-tama harus ditujukan untuk mewujudkan pertanian yang bermartabat, tentu saja meliputi petani dan usahataninya (p.50) • …. pengembangan pertanian bermartabat yang memberi kemakmuran dan keadilan bagi pelaku usaha pertanian. (p.147) 38
  39. 39. • Pertanian yang bermartabat berkenaan dengan tingkat harkat kemanusiaan petani Indonesia. Petani Indonesia memiliki kepribadian luhur, harga diri, kebanggaan serta merasa terhormat dan dihormati sebagai petani. Oleh karena itu, negara berkewajiban untuk menjamin kedaulatan petani dalam mengelola usahanya serta memberikan perlindungan dan pemberdayaan sehingga berusahatani merupakan pekerjaan yang layak untuk kemanusiaan dan dapat menjamin penghidupan yang sejahtera bagi seluruh keluarga petani. Sebagai insan yang bermartabat, menjadi petani harus menjadi pilihan profesi, bukan karena keterpaksaan dan tidak tersedianya pilihan lain untuk bekerja. (p. 50) 39
  40. 40. Pertanian Keluarga dan KELUARGA PETANI Ke DEPAN 40
  41. 41. Berapa lahan agar RT petani sejahtera? • Nazam et al. (2011) untuk petani padi di NTB = perlu 0,73 ha per kk untuk hidup layak. • Jika didasarkan atas Garis Kemiskinan BPS september 2013 (pengeluaran di pedesaan = Rp. 275 779 kap/bulan), World Bank = 1,25 dollar US kap/day, dan rata-rata anggota keluarga = 5 per RT, maka: 41
  42. 42. Berapa penguasaan lahan minimal agar di atas garis kemiskinan? 42 Satuan Garis BPS Garis Bank Dunia Batas garis kemiskinan Rp/kap/bulan 275.779 450.000 Jumlah anggota keluarga orang/RT 5 5 Pendapatan minimal per tahun Rp/RT 16.546.740 27.000.000 Keuntungan usahatani padi Rp/ha 12.602.000 12.602.000 Keuntungan usahatani jagung Rp/ha 18.720.000 18.720.000 Keuntungan usahatani kedelai Rp/ha 5.365.200 5.365.200 Pendapatan usahatani: padi-padi-bera Rp/tahun/ha 25.204.000 25.204.000 padi-padi-jagung Rp/tahun/ha 43.924.000 43.924.000 padi-padi-kedelai Rp/tahun/ha 30.569.200 30.569.200 Kebutuhan lahan minimal per RT: padi-padi-bera ha/RT 0,66 1,07 padi-padi-jagung ha/RT 0,38 0,61 padi-padi-kedelai ha/RT 0,54 0,88
  43. 43. Karakter 3 strata pertanian Indonesia (optional): Perusahaan pertanian Pertanian keluarga ukuran “sedang” Pertanian keluarga gurem Luas penguasaan lahan >2 ha 0,5-2 ha <0,5 ha Sumber tenaga kerja Seluruhnya TK upahan dari luar keluarga TK keluarga + TK upahan Hanya menggunakan TK dari dalam keluarga Tipe manajemen dan teknologi Industrial , intensif, Semi intensif Aagroekologis, organik, Tipe teknologi Mekanisasi penuh Semi mekanisasi Mekanisasi rendah, utamakan tenaga manusia Orientasi usaha Bisnis Bisnis Kebutuhan pangan keluarga Komoditas yg ditanam komoditas pasar, ekspor, dll Komoditas pasar dan pangan keluarga Menanam komoditas pangan pokok keluarga Strata 3 2 1 43
  44. 44. Perbedaan kebutuhan tiga strata pertanian: Strata 3 Strata 2 Strata 1 Kebutuhan lahan Membeli dan sewa (HGU tanah negara) Lahan pribadi Lahan terlalu sempit, butuh perluasan, kepastian hak, dll Kebutuhan modal Bunga komersial ke perbankan Butuh subsidi Butuh subsidi Kebutuhan benih Mampu memproduksi sendiri Butuh subsidi Butuh subsidi Kebutuhan pupuk dan obat-obatan Mandiri, membeli dgn harga komersial Harga disubidi Subsidi lebih besar Kebutuhan teknologi Memiliki unit riset sendiri Mengandalkan pemerintah Butuh riset dengan pendekatan berbeda Kebutuhan informasi Sudah mandiri Penyuluhan dan media massa Penyuluhan lebih banyak dan pemberdayaan Organisasi Hanya butuh asosiasi Butuh organisasi (kel tani, Gapoktan, koperasi) Butuh organisasi yang berbeda 44
  45. 45. Kondisi yang dihadapi dan sasaran ke depan: 45 Kondisi Yang dibutuhkan Petani luas (> 2ha) Tidak dicakup dalam UU 19-2013, dianggap telah mandiri Bagaimana buruh-buruh tani di dalamnya? Petani kecil (0,5- 2 ha) Dicakup dalam UU 19-2013 Butuh implementasi Petani gurem (<0,5 ha) Dicakup dalam UU 19-2013 Butuh implementasi Buruh tani “kontrak” (di perkebunan) Gaji yang rendah Tempat tinggal tidak layak Kondisi kerja yang tidak sehat Tidak berorganisasi Tidak memiliki KTP setempat Tidak dicakup dalam UU 19-2013 Serikat pekerja Tekanan untuk perusahaan Pengawasan dari pemerintah “Revisi” UU 19 tahun 2013 (??) Buruh tani personal (pangan,hortikultura , dll) Upah di akhir panen (ceblokan, dll) Tidak dicakup dalam UU 19-2013 Neightborhood relation Solidaritas komunitas sedesa Organisasi untuk buruh tani “Revisi” UU 19 tahun 2013 (??)
  46. 46. Dukungan yang dibutuhkan di Indonesia: • investasi pertanian agroekologis • memberi perhatian pada kearifan lokal • memberi akses dan kontrol sumber daya (air, tanah, dan modal) dari korporasi ke komunitas lokal • memperkuat organisasi tani. • Konsep “petani kecil” mesti masuk secara tegas dalam kebijakan dan menjadi agenda penting setiap negara di Asean. • IFPRI and ODI (2005) Berjudul “The Future of Small Farms” menyebutkan bahwa “….small farmers have a future but will need a variety of technological and nontechnological interventions to overcome the challenges they face”. • Dibutuhkan kreativitas menciptakan teknologi yang sesuai dengan mereka, serta kelembagaan 46
  47. 47. Bagaimana mewujudkan Petani dan Rumah Tangga Tani yang Bermartabat? 47
  48. 48. Ukuran bermartabat? 1. Ukuran kesejahteraan (Keluarga sejahtera BKKBN, Keluarga tidak miskin BPS, dll)? 2. Terhormat? 3. Berkepribadian luhur? 4. Memiliki harga diri? 5. Kebanggaan? 6. Bertani sebagai pekerjaan yang layak? 7. Bertani sebagai pilihan profesi? 8. Ukuran lain? 48
  49. 49. Dimana asa bisa disandarkan? 1. UU sistem budidaya tanaman 2. UU perlindungan dan pemberdayaan petani 3. Kedaulatan pangan dalam UU Pangan 4. Perdagangan adil dalam UU Perdagangan 5. Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2015-2045 6. UU Lahan Pangan Berkelanjutan 7. The peasants' charter (FAO – 1981) 8. Agenda Pembangunan 21 9. UU Koperasi 10. UU LKM 11. Janji PRESIDEN Baru 12. Dll 49
  50. 50. UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman: • 18 Juli 2013 = uji materil perwakilan petani dikabulkan sebagian oleh MK. • Petani dan jaringan NGO melakukan uji materiil pasal 5, 6, 9, 12 dan 60 karena dinilai tidak melindungi petani kecil. • MK mengabulkan sebagian dari permohonan, yaitu pasal 9 ayat 3 dan pasal 12 ayat 1. • Maka, perorangan petani kecil dapat melakukan pencarian dan pengumpulan plasma nutfah tanpa harus izin pemerintah terlebih dahulu • Serta, mengedarkan varietas hasil pemuliaan petani dalam negeri tanpa terlebih dahulu dilepas oleh Pemerintah. 50
  51. 51. UU 19 - 2013 ttg “Perlindungan dan Pemberdayaan Petani”: “Petani” adalah = penggarap maksimal 2 ha, pemilik maksimal 2 ha, serta petani kebun, hortikultura dll lain yang ditetapkan khusus oleh menteri. Pasal 1 = “Petani adalah warga negara Indonesia perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usaha tani di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan”. Pasal 12 (2) = perlindungan petani diberikan kepada: (a) Petani penggarap tanaman pangan yang tidak memiliki lahan usaha tani dan menggarap paling luas 2 (dua) hektare, (b) Petani yang memiliki lahan dan melakukan usaha budi daya tanaman pangan pada lahan paling luas 2 (dua) hektare, dan/atau (c) Petani hortikultura, pekebun, atau peternak skala usaha kecil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. • Artinya = buruh tani tak bertanah (petani tunakisma) bukan petani. • Mereka yang jelas-jelas bekerja dengan tangannya langsung, mengolah tanah, menanam bibit, menyiang rumput, menabur pupuk: tidak dilindungi, juga tidak diberdayakan negara. 51
  52. 52. UU No 18 - 2012 tentang PANGAN: Pasal 1: Kedaulatan Pangan = adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Kemandirian Pangan = adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Ketahanan Pangan = adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan 52
  53. 53. Aspek Ketahanan pangan Kedaulatan pangan 1. Model produksi pertanian Fokus pada produksi atau bertipe industrial Agro-ekologis 2. Model perdagangan pertanian Liberalisasi Proteksionis 3. organisasi yang memimpin WTO Via Campesina 4. Instrumen yang digunakan AoA, TRIPS, SPS IPC 5. Pendekatan terhadap sumberdaya genetis tanaman Hak penguasaan individual Anti hak paten, penguasaan secara komunal 6. Wacana tentang lingkungan Rasionalis ekonomis Rasionalisme hijau (green rationalism) 7. Nuansa Teknis Politis-humanis
  54. 54. UU No 13 tahun tentang Ketenagakerjaan: Tidak ada kata “petani”, dan “buruh tani”, dan “tenaga kerja pertanian”. Pasal 1 = Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Pasal 4 = Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan: • a. memberdayakan dan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi; • b. mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah; • c. memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan; dan • d. meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. Apakah buruh tani berhak merayakan/memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) tiap tanggal 1 mei? 54
  55. 55. • Bandingkan dengan Agenda 21: “petani” adalah “.....all references to "farmers" include all rural people who derive their livelihood from activities such as farming, fishing and forest harvesting. The term "farming" also includes fishing and forest harvesting”. Sementara dalam Farm Practices Protection (Right To Farm) Act (RSBC1996) Chapter 131, "farmer" adalah “....the owner or operator of a farm business”. Artinya, buruh tani tak bertanah yang menggantungkan hidup dengan menjual tenaga dan mendapat upah harian: adalah petani. (Agenda 21 adalah program aksi dunia untuk pembangunan berkelanjutan yang disepakati oleh 178 Negara, termasuk Indonesia, ketika diselenggarakan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992). • Petani luas (>2 ha) juga tidak dilindungi dalam UU 19-2013, diasumsikan sudah mandiri. • Tapi di dalamnya banyak buruh-buruh tani yang menggantungkan hidup di lahan tersebut. • Bukankah mereka yang menjalankan pertanian? Bagaimana jika mereka diupah sangat-sangat rendah? Bagaimana jika upah terlambat dibayar? 55
  56. 56. UU No 21 tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh: Tidak ada kata “petani”, “buruh tani”, dan “pertanian”. Pasal 1 = Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain; Pasal 5: (1) Setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh. (2) Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk oleh sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang pekerja/buruh. Pasal 6: (1) Setiap pekerja/buruh berhak memb entuk dan menjadi anggota federasi serikat pekerja/serikat buruh. (2) Federasi serikat pekerja/serikat buruh dibentuk oleh sekurang- kurangnya 5 (lima) serikat pekerja/serikat buruh. Pasal 7: (1) Federasi serikat pekerja/serikat buruh berhak membentuk dan menjadi anggota konfederasi serikat pekerja/serikat buruh. (2) Konfederasi serikat pekerja/serikat buruh dibentuk oleh sekuranq- kurangnya 3 (tiga) federasi serikat pekerja/serikat buruh. 56
  57. 57. Buku “Hak Asasi Petani” (Deklarasi La Via Campesina Regional Asia Tenggara Asia Timur Tentang Hak Asasi Petani. Federasi Serikat Petani Indonesia. 2007: Hak petani atas kehidupan yang layak. Petani baik laki-laki maupun perempuan dan keluarganya: 1. berhak atas hidup seperti golongan masyarakat lainnya, sebagaimana dijamin dalam piagam HAM PBB 2. berhak akan perlindungan dari berbagai ancaman terhadap keselamatan dirinya 3. berhak untuk hidup secara layak, sejahtera dan bermartabat 4. berhak akan makanan yang cukup, aman, sehat dan bergizi secara berkelanjutan 5. berhak akan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya 57
  58. 58. UU No 20 tahun 2008 Tentang UMKM: Pasal 1: Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil Pasal 13: kesempatan berusaha ditujukan untuk: menentukan peruntukan tempat usaha yang meliputi pemberian lokasi di pasar, ruang pertokoan, lokasi sentra industri, lokasi pertanian rakyat, lokasi pertambangan rakyat, lokasi yang wajar bagi pedagang kaki lima, serta lokasi lainnya; Tapi, beredar istilah “UKM Pertanian”. Data BPS 2009 = PDB UKM pertanian menempati urutan pertama dengan jumlah nilai 821,48 triliun, kedua perdagangan 723,00 triliun, ketiga, industri 490,94 triliun, keempat keuangan 250,67 triliun, kelima lapangan usaha jasa-jasa 244,42 triliun. 58
  59. 59. UU No tahun 2014 tentang Perdagangan: Tidak ada entry “perdagangan yang adil”. Namun, Pasal 2 = Kebijakan Perdagangan disusun berdasarkan asas: “adil dan sehat” 59
  60. 60. “Perdagangan berkeadilan” (fair trade): = sistem perdagangan alternatif yang menjalankan prinsip-prinsip tertentu untuk mencapai kesetaraan dalam perdagangan internasional. Sepuluh prinsip perdagangan berkeadilan (fair trade): 1. Menciptakan peluang bagi produsen kecil, 2. Bersifat trasnparan dan bertanggung jawab, dimana produsen menyampaikan karakter dan kualitas barangnya secara jujur, sehingga tidak perlu broker dan iklan yang menghabiskan biaya, 3. Tidak semata-mata mengejar keuntungan, namun perduli pada kesejahteraan sosial, ekonomi dan lingkungan bagi produsen kecil, 4. Adil dalam pembayaran, 5. Tidak memperkerjakan anak-anak dan buruh paksa, 6. Mengutamakan kesetaraan gender dan kebebasan berserikat bagi produsen, 7. Memiliki tempat kerja yang sehat, 8. Meningkatkan kapasitas produsen, 9. Aktif mensosialisasikan perdagangan yang berkeadilan, dan 10. Menghormati keseimbangan ekologis. 60
  61. 61. Perdagangan BEBAS vs ADIL: 61 Perdagangan bebas Perdagangan adil Prinsip = mengurangi intervensi pemerintah. Melindungi produsen lemah di negara berkembang Dijalankan oleh WTO (tahun 1995) FLO International (1997), WFTO (1989), NEWS! (1994), dan EFTA (1990). Perhatian pada aspek ekonomi Aspek ekonomi, kemanusiaan, kesejahteraan produsen, lingkungan kerja yang sehat, keadilan gender, HAM, dan lingkungan. Keuntungan yang besar diperoleh para pedagang dan broker Bagian untuk broker dikurangi, kalau perlu dihilangkan. Keuntungan terbesar diupayakan untuk produsen. Produsen besar lebih ekonomis, akan memperoleh kekuatan di arena pasar. Produsen kecil dibela, sehingga tetap dapat hidup dan menguntungkan dari sistem perdagangan yang berjalan.
  62. 62. Visi dan Misi CAPRES:
  63. 63. “Jalan Perubahan untuk Indonesia yang BERADULAT, Mandiri dan Berkepribadian”
  64. 64. Terima Kasih 67

×