Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1
Analisis Kelembagaan
(Institutional Analysis)
Oleh: Syahyuti
Pemantapan Penyusunan Rancangan Penelitian Sosial
Ekonomi K...
2
Pengertian institutional analysis (IA):
• = “is that part of the social sciences which studies how
institutions, i.e. st...
3
Beragam makna “institutional analysis”:
• Istilah “institutional analysis” digunakan pada banyak disiplin ilmu,
dan memi...
4
• Dalam ilmu sosiologi = bagaimana social institutions, seperti hukum dan
keluarga dapat eksis sekian lama.
• Semenjak 1...
5
IA menurut World Bank:
• = “... to identify the constraints within an organization that can
undermine policy implementat...
6
IA pada CIPEC (Center for The Study of Institutions, Population
and Enviromental Change):
• Analisis lembaga = “.... the...
7
Lanjutan:
• Di CIPEC, dibawah riset kelembagaan dipelajari “... human use of forest
resources in the western hemisphere”...
8
Topik-topik penelitian dalam IA:
1. Uncommons in the Commons: Community Initiated Forest Resource
Management.
2. People ...
9
9. Forest Fragmentation and Regrowth in an Institutional Mosaic of
Community, Government and Private Ownership in Nepal....
10
19. Conditions for Successful Local Collective Action in Forestry: Some
Evidence from the Hills of Nepal.
20. Forest He...
11
31. The Influence of Accessibility, Local Institutions, and
Socioeconomic Factors on Forest Cover Change in the Mountai...
12
People and Forests:
Communities, Institutions, and Governance
By Clark C. Gibson, Margaret A. McKean and Elinor Ostrom
...
13
Decentralized governance and ecological health: why local
institutions fail to moderate deforestation in Mpigi district...
14
“Institutions, Biophysical Factors and History: An Integrative
Analysis of Private and Common Property Forests in
Guate...
15
Parks, People, and Forest Protection: An
Institutional Assessment of the Effectiveness of
Protected Areas. (Tanya M. Ha...
16
Institutional Development in the Face of Complexity:
Developing Rules for Managing Forest Resources
(Amy R. Poteete dan...
17
An Institutional Analysis Framework For Collaborative
Watershed Management Efforts
(Russell K. Henly)
• Pendekatan IA m...
18
Contoh penelitian IA di CIFOR:
(http://www.cifor.cgiar.org/acm/projects/ia.html):
Tujuan penelitian:
1. Memahami akses ...
19
Objek yang dipelajari:
• Relasi kekuasaan (power relations) di antara
stakeholders serta levels of devolution-nya;
• Pe...
20
Terima kasih
Email: syahyuti@yahoo.com
Website: www.geocities.com/syahyuti
Blog: www.websyahyuti.blogspot.com
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2007institutionalanalysis

271 views

Published on

Analisis kelembagaan di pertanian

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

2007institutionalanalysis

  1. 1. 1 Analisis Kelembagaan (Institutional Analysis) Oleh: Syahyuti Pemantapan Penyusunan Rancangan Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan 8 Desember 2007
  2. 2. 2 Pengertian institutional analysis (IA): • = “is that part of the social sciences which studies how institutions, i.e. structures and mechanisms of social order and cooperation governing the behavior of two or more individuals, behave and function according to both empirical rules – informal rules-in- use and norms - and also theoretical rules - formal rules and law. • = bagaimana individu dan kelompok membentuk lembaga-lembaga, bagaimana berjalannya lembaga, dan apa peran lembaga dalam masyarakat. • Berupaya mempelajari secara sistematis tentang perilaku kolektif masyarakat dalam lembaga (institutions), dan menjelaskannya dari sisi politik, sosial, maupun historik.
  3. 3. 3 Beragam makna “institutional analysis”: • Istilah “institutional analysis” digunakan pada banyak disiplin ilmu, dan memiliki beberapa makna. • Sebagian orang memaknai terbatas pada lembaga formal yang eksis (actual formal institutions). • Dalam ilmu medis (Bio-Medical Sciences), “institutional analysis” dimaknai sebagai analisa data yang dihasilkan dari berjalannya berbagai lembaga di bidang kesehatan, yaitu pemegang otoritas kebijakan mengenai kesehatan, jaringan rumah sakit, dan lain- lain. • Pada ilmu pendidikan dan administrasi publik, dimaknai sebagai bagaimana dewan sekolah dan pemerintah bertanggung jawab dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan. • Sebagian orang memaknai lembaga sebagai ways of thinking yang memiliki dampak langsung kepada perilaku masyarakat. • Dalam konteks ini, dari sisi ekonomi = menerangkan bagaimana perilaku ekonomi yang tidak sesuai dengan teori suplay dan demand.
  4. 4. 4 • Dalam ilmu sosiologi = bagaimana social institutions, seperti hukum dan keluarga dapat eksis sekian lama. • Semenjak 1980-an, kerjasama sosiologi dan ekonomi mengembangkan IA dengan fokus = “ .... how organizations and individuals within organizations take economic and managerial decisions, particularly by investigating the non-rational, non-economic, and non-psychological factors”. • Ini dikenal dengan New Institutional Analysis, yang dipecah kedalam beberapa cabang. Salah satunya adalah yang menggunakan model ekonomi, misalnya Theory of the Public Choice, juga ada IAD framework (Institutional Analysis and Development). • Cabang lain dipengaruhi oleh topik sosiologi keorganisasian (organizational sociology) yang mengintegrasikan dengan konsep Max Weber tentang mental birokrasi (bureaucratic mentality). • Selain itu jug ada kelompok “French school” yang dipengaruhi pemikiran Durkheim tentang lembaga sosial (social institutions), dan yang dipengaruhi oleh antropolog Marcel Mauss. • Juga ada yang dipengaruhi pemikiran post-structuralist seperti Cornelius Castoriadis and Michel Foucault, yang mempelajari bentuk-bentuk tersembunyi dari kekuatan yang membentuk perilaku dan aturan dalam sebuah lembaga (behaviors and organizational procedures).
  5. 5. 5 IA menurut World Bank: • = “... to identify the constraints within an organization that can undermine policy implementation” • Kendala yang terjadi baik pada level internal, hubungan antar lembaga (misalnya antar departemen), atau karena hasil dari sebuah struktur. • IA mengeavluasi “ ... formal institutions, such as rules, resource allocation and authorization procedures. It also evaluates "soft" institutions, such as informal rules of the game, power relations and incentive structures, which underlie practices”. • Menggunakan institutional assessment tool (IAT), untuk membantu menganalisa struktur berpikir tentang hubungan kelembagaan yang kompleks. • Salah satunya menggunakan teknik organizational mapping, untuk mempelajari bagaimana sebuag lembaga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sebuah kebijakan.
  6. 6. 6 IA pada CIPEC (Center for The Study of Institutions, Population and Enviromental Change): • Analisis lembaga = “.... the study of how rules shape human behavior”. • “Rules or institutions” dapat berupa aturan formal yang dikodiifikasi sebagai hukum (law), atau aturan informal namun eksis (rules-in-use) dan norma. “Institutions” dimaknai sempit sebagai “rules” (norma, aturan). • Dalam penelitian, pendekatan kelembagaan (“institutional approach”) adalah “how individuals and groups construct institutions, how institutions operate, and the results generated by institutions”.
  7. 7. 7 Lanjutan: • Di CIPEC, dibawah riset kelembagaan dipelajari “... human use of forest resources in the western hemisphere”. • Peneltian di CIPEC memfokuskan pada berbagai hak penguasaan yang ada,khususnya yang terbentuk karena lembaga, terhadap hasil-hasil kehutanan. • Sistem property rights dibedakan atas: kepemilikan prifat, komunal, dan publik (oleh pemerintah). • Asumsi = lembaga-lembaga yang didalamnya termuat property rights mempengaruhi pernggunaan sumber-sumber daya kehutanan. • Peneltian di CIPEC juga memelajari aturan-aturan formal dan informal pada level nasional dan lokal, serta mempelajari kompleksitas permasalahan pada level lokal • Metode penelitian di CIPEC = survey dan diskusi dengan petani lokal, dengan pemerintah lokal, dan mengumpulkan data dari instansi pemerintah. • Di CIPEC, penelitinya menjadikan objek “institutions” sebagai pusat kegiatan mereka.
  8. 8. 8 Topik-topik penelitian dalam IA: 1. Uncommons in the Commons: Community Initiated Forest Resource Management. 2. People and Forests: Communities, Institutions, and Governance. 3. Indigenous Technical Knowledge and Forest Management: A Case Study of Sacred Groves (Traditional Forest Reserves), Mpigi District, Uganda. 4. Community Based Forest Management in East Africa. 5. Institutions, Incentives and Conflicts in Forest Management: A Perspective. 6. Decentralization, Forests and Rural Communities: Policy Outcomes in South and Southeast Asia. 7. Institutions, Collective Action and Effective Forest Management: Learning from Studies in Nepal. 8. Decentralized Governance and Ecological Health: Why Local Institutions Fail to Moderate Deforestation in Mpigi District of Uganda.
  9. 9. 9 9. Forest Fragmentation and Regrowth in an Institutional Mosaic of Community, Government and Private Ownership in Nepal. 10.Institutions, Biophysical Factors and History: An Integrative Analysis of Private and Common Property Forests in Guatemala and Honduras. 11.Decentralized Governance and Environmental Change: Local Institutional Moderation of Deforestation in Bolivia. 12.Parks, People, and Forest Protection: An Institutional Assessment of the Effectiveness of Protected Areas. 13.Technical and Institutional Capacity in Local Organisations to Manage Decentralised Forest Resources in Uganda. 14.Forest Property Rights under Nationalized Forest Management in Bhutan. 15.Understanding Decentralized Forest Governance: An Application of the Institutional Analysis and Development Framework 16.Explaining Success on the Commons: Community Forest Governance in the Indian Himalaya 17.“Role of Monitoring in Institutional Performance: Forest Management in Maharashtra, India. 18.Examining Institutional Change: Social Conflict in Nepal’s Leasehold Forestry Programme.
  10. 10. 10 19. Conditions for Successful Local Collective Action in Forestry: Some Evidence from the Hills of Nepal. 20. Forest Health, Collective Behaviors, and Management 21. Community Institutions and Forest Management in Mexico's Monarch Butterfly Reserve. 22. A Review of Forest Policies, Institutions, and Changes in the Resource Condition in Nepal. 23. Heterogeneity, Group Size and Collective Action: The Role of Institutions in Forest Management. 24. Institutional Development in the Face of Complexity: Developing Rules for Managing Forest Resources 25. Forest Cover Change, Physiography, Local Economy, and Institutions in a Mountain Watershed in Nepal. 26. Can a Nationalised Forest Management System Uphold Local Institutions? The Case of Leaf Litter Forest [sokshing] Management in Bhutan 27. Ensuring 'Collective Action' in 'Participatory' Forest Management. 28. The Local Politics of Decentralized Environmental Policy in Guatemala. 29. Making Community-Based Forest Management Work: A Case from Duru-Haitemba Village Forest Reserve, Babati, Arusha, the United Republic of Tanzania 30. Local Participants’ Perception about Socio-Economic and Environmental Impacts of Community Forestry in the Middle Hills of Nepal
  11. 11. 11 31. The Influence of Accessibility, Local Institutions, and Socioeconomic Factors on Forest Cover Change in the Mountains of Western Honduras 32. Group Size and Collective Action: Third-Party Monitoring in Common-Pool Resources. 33. Explaining Deforestation: The Role of Local Forest Institutions in Ugandan Forests -- A Policy Brief 34. The Contested Role of Heterogeneity in Collective Action: Some Evidence from Community Forestry in Nepal 35. Forest Resources: Institutions for Local Governance in Guatemala 36. Population and Forest Dynamics in the Hills of Nepal: Institutional Remedies by Rural Communities 37. A Lack of Institutional Demand: Why a Strong Local Community in Western Ecuador Fails to Protect Its Forest 38. Small Is Beautiful, but Is Larger Better? Forest-Management Institutions in the Kumaon Himalaya, India 39. Common Property: What Is It, What Is It Good For, and What Makes It Work? 40. Explaining Deforestation: The Role of Local Institutions.
  12. 12. 12 People and Forests: Communities, Institutions, and Governance By Clark C. Gibson, Margaret A. McKean and Elinor Ostrom • Mengungkaplan interaksi yang kompleks antara komunitas lokal dengan hutan milik mereka. • Fokusnya adalah pada aturan-aturan (rules) yang dipedomani masyarakat dalam mengelola hutannya. • Pertanyaan yang digali = mengapa sebagian masyarakat bisa mengelola hutannya secara berkelanjutan, sedangkan yang lain tidak? • Penelitian di Bolivia, Ecuador, India, Nepal, and Uganda. • Tujuan penelitian = memberikan kepada para pengambil kebijakan sebuah telaahan yang lengkap tentang manajemen hutan di tingkat lokal, untuk memberi opsi kebijakan bagi kalangan ahli biofisik dan sosial, berkenaan dengan pemahaman tentang penduduk, lembaga lokal, dan hutan.
  13. 13. 13 Decentralized governance and ecological health: why local institutions fail to moderate deforestation in Mpigi district of Uganda (Abwoli Y. Banana et al.) • Keluaran penelitian = desentraliasi kebijakan berkenaan dengan pelayanan sektor kehutanan dan lingkungannya. • Pertanyaan penelitian= apakah desentralisasi kebijakan terhadap kehutanan memberikan dampak yang lebih baik ataukah lebih buruk? • Objek penelitian= keefektifan lembaga lokal dalam menjalankan kebijakan tersebut. • Studi kasus adalah kelembagaan yang sukses dan gagal dalam manajemen hutan. Bagaimana peran kelompok lokal dalam pemanfaat hutan, pemimpin tradisional, dan pemerintah daerah? • Faktor-faktor yang diidentifikasi berpengaruh= (1) sifat hutan, lokasi, dan lingkungan eksternal, (2) level dan kekuatan sinyal pasar terhadap produk hutan, dan (3) diversitas stakeholders dan nilai-nilai yang dianutnya serta ketergantungan kepada kondisi hutan. • Kata kunci: desentralisasi, hutan, deforestation, pemerintah.
  14. 14. 14 “Institutions, Biophysical Factors and History: An Integrative Analysis of Private and Common Property Forests in Guatemala and Honduras” • Rekayasa kelembagaan (institutional arrangements) telah menjadi bagian integral dalam riset manajemen hutan dan konservasi. • Lembaga yang kuat biasanya memiliki hutan dengan kondisi yang baik (better forest conditions). • Objek riset= rekayasan kelembagaan dikaitkan dengan kondisi hutan pada 9 lokasi di Guatemala dan Honduras, dengan melihat karakteristik bio fisiknya. • Analisa statistik dilakukan untuk data kandungan nitrogen dalam tanah, suhu tahunan, dan curah hujan. • Hasil riset= “better forest conditions were in turn associated with stronger institutions”. • Produktifvitas hutan dipengaruhi kondisi biofisik hutan, sosial ekonomi, dan lembaga yang kuat. • Rekomendasi = “.... efforts to improve natural resource management should recognize the biophysical factors and historical contexts that facilitate or constrain strong institutions”.
  15. 15. 15 Parks, People, and Forest Protection: An Institutional Assessment of the Effectiveness of Protected Areas. (Tanya M. Hayes) • Data dari 163 wilayah hutan di 13 negara. • Hasil riset= necessity of legally established protected areas for forest conservation and alternative conditions and institutions that may conserve forests. • Tidak ada hasil statistik yang nyata antara kondisi hutan, dalam hal proteksi yang legal dengan hutan yang dikelola dengan norma yang kuat (meskipun non formal). • Implikasi= “.. parks may not be the optimal governance structure for promoting local conservation”.
  16. 16. 16 Institutional Development in the Face of Complexity: Developing Rules for Managing Forest Resources (Amy R. Poteete dan David Welch) • Asumsi = kemampuan pengembangan lembaga terkendala oleh kemampuan manusia dalam menangani secara kompleks suatu permasalahan. • Complexity memiliki sisi yang multidiomensi, dan belum diketahui bagaimana hubungan antara kompleksitas dalam kaitannya dengan pengembangan kelembagaan (institutional development). • Hasil riset = “the importance of resource complexity relative to various social, political, and institutional factors known to influence collective choice remains an open question”. • Kata kunci: complexity,forests,institutions,natural resource management
  17. 17. 17 An Institutional Analysis Framework For Collaborative Watershed Management Efforts (Russell K. Henly) • Pendekatan IA menyatakan bahwa kemampuan dan karakteristik pelaku untuk terlibat dalam kerjasama terpengaruh oleh kondisi biofisik, legalitas, dan lingkungan kebijakan. • Dari tiga pelaku utama, masing-masing memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. • Delapan faktor ditemukan memberi pengaruh dalam keterlibatan pelaku. • Untuk menjalankan manajemen sumber daya secara baik dibutuhkan ahli dengan latar keilmuan kehutanan, hydrology, tanah, perikanan, dan kehidupan liar (wildlife). • Untuk staf, dibutuhkan kemampuan yang tinggi selain pengalaman yang cukup. • Peran kepemimpinan terbukti signifikan.
  18. 18. 18 Contoh penelitian IA di CIFOR: (http://www.cifor.cgiar.org/acm/projects/ia.html): Tujuan penelitian: 1. Memahami akses dan kontrol terhadap sumber daya oleh berbagai pihak (secara individu, rumah tangga, maupun kelompok). 2. Mengidentifikasi nilai sumber daya dan sekaligus karakteristik komunitas yang (berhak) mengelola sumber daya, yaitu dari pihak swasta maupun sistem yang berbasis komunitas (community-based systems). 3. Mempelajari indikator yang muncul karena adanya poerubahan kelembagaan (institutional change), dan menganalisa bagaimana lembaga merespon perubahan yang terjadi di lingkungannya.
  19. 19. 19 Objek yang dipelajari: • Relasi kekuasaan (power relations) di antara stakeholders serta levels of devolution-nya; • Perubahan kelembagaan (institutional change) dan faktor penyebabnya; • Konflik dan resolusinya; dan • Operasional manajemen berbasis komunitas. Metodologi: • Review literatur sekunder, • Metode PRA, • Pendekatan: pengumpulan beragam data kualitatif..
  20. 20. 20 Terima kasih Email: syahyuti@yahoo.com Website: www.geocities.com/syahyuti Blog: www.websyahyuti.blogspot.com

×