Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENGORGANISASIAN DIRI PETANI
DALAM MENJALANKAN
AGRIBISNIS DI PEDESAAN:
Dahulu, Saat ini, dan Mendatang
Syahyuti
1
Pengorganisasian Diri Petani di
Indonesia dahulu dan sekarang:
1. Menggunakan basis relasi patron-klien
2. relasi berbasis...
Lingkungan kelembagaan yg dihadapi petani:
Intervensi pemerintah:
1. Keharusan petani masuk kedalam organisasi formal
2. K...
Respon Pada Pengorganisasian Diri Petani:
Proses dan Stuktur Oganisasi Petani yang Terbentuk :
• batas organisasi kabur
• ...
Karakter Organisasi milik Petani:
1. Hanya sedikit petani yang masuk dan mengandalkan organisasi
formal
2. organisasi peta...
Relasi yang dijalankan petani dalam menjalankan usaha :
Aktivitas Sec mandiri relasi individual relasi kolektif
1.
Pemenuh...
Lanjutan :
Aktivitas Sec mandiri relasi individual relasi kolektif
6.
Pemenuha
n air irigasi
“menggiring” air
sendiri
Meng...
• SATU, Regulasi dari negara sebagai pedoman
perilaku petani
• Organisasi formal sebagai strategi utama
pemerintah, untuk:...
DUA, Norma masyarakat dan norma pasar:
1. berkenaan dengan norma-norma
kekerabatan dalam sentimen primordial
2. berkenaan ...
TIGA, Pemaknaan dan respon aktif petani
terhadap aturan dan norma:
• Berlangsung perang makna
• Ketakutan menjadi pengurus...
Realitas Organisasi bagi petani:
1. Organisasi sebagai wadah untuk berinteraksi
dengan pemerintah.
2. Adalah prosedur yang...
Format Pengorganisasian Petani
Masa Depan
12
Fungsi yg harus dipenuhi organisasi:
1. Fungsi kolektifitas.
2. Fungsi perwakilan (representatif).
3. Fungsi komunikasi
4....
Langkah-langkah pengembangan:
1. pahami permasalahan aktifitas agribisnis
2. tetapkan pilihan relasinya
3. tetapkan peran ...
Lingkungan kelembagaan yang dibutuhkan:
1. untuk relasi-relasi individual tanpa organisasi
formal
2. untuk pengembangan or...
16
lembaga organisasi pasar
1.Aktor Bebas, namun
berpola
Tertentu, terbatas
anggota
Bebas, asalkan
menyediakan
barang dan ...
Fakta:
lembaga “cukup” bagi petani
untuk mengorganisasikan diri
Teori: petani hidup dalam
organisasi
17
Pengorganisasian
secara personal
(personal
organizing)
Organisasi
formal
Individualisasi
organisasi
Gejala ”individualisas...
19
Teori organisasi Teori kelembagaan (Baru)
Objek yang
diteliti
Organisasi-organisasi
yang berhasil
Individu (relasi sosi...
20
Teori organisasi Teori kelembagaan (Baru)
Temuan penelitian Organisasi petani lemah,
petani belum sadar utk
berorganisa...
Teori Temuan Implikasi
1. organisasi
merupakan pilihan yang
pokok
Petani tidak
menggunakan organisasi
formal, namun relasi...
Teori Temuan Implikasi
5. Organisasi adalah
bentuk ideal
Organisasi sebagai
sumber daya, juga oleh
pengurus
Perluasan makn...
Implikasi kebijakan:
Kebijakan selama ini Revisi yg dibutuhkan
1. Organisasi formal sbg satu-satunya
metode pemberdayaan
P...
Implikasi kebijakan:
Kebijakan selama ini Revisi yg dibutuhkan
8. Lima jurus kemampuan kelompok Perlu direvisi, karena soa...
Demikian,
terima kasih
25
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2 disertasi (syahyuti)

453 views

Published on

Ini presentasi disertasi S3 saya waktu kuliah sosiologi di Universitas Indonesia. Disini, saya menggunakan pendekatan kelembagaan (yang benar), hehe, sehingga hasilnya sangat-sangat berbeda dengan studi-studi kebanyakan. Sorry, narsis dikit.

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

2 disertasi (syahyuti)

  1. 1. PENGORGANISASIAN DIRI PETANI DALAM MENJALANKAN AGRIBISNIS DI PEDESAAN: Dahulu, Saat ini, dan Mendatang Syahyuti 1
  2. 2. Pengorganisasian Diri Petani di Indonesia dahulu dan sekarang: 1. Menggunakan basis relasi patron-klien 2. relasi berbasiskan sentimen kekerabatan 3. basis sentimen teritoral 4. Pengorganisasian berbasis personal (“personal organizing”). Misal: manajemen irigasi kecil (ulu-ulu, ili-ili, tuo banda, dan kelian subak). 2
  3. 3. Lingkungan kelembagaan yg dihadapi petani: Intervensi pemerintah: 1. Keharusan petani masuk kedalam organisasi formal 2. Komposisi dan relasi antar berbagai organisasi (org penyuluhan, petugas pendamping program, pemberdaya lain) 3. Tekanan formalitas dari organisasi Tekanan pasar: • karakter kultur pasar • sikap ambigu pemerintah terhadap pasar, • mekanisme pasar utk ketahanan pangan, • sikap pro pasar pada organisasi pembangunan dunia 3
  4. 4. Respon Pada Pengorganisasian Diri Petani: Proses dan Stuktur Oganisasi Petani yang Terbentuk : • batas organisasi kabur • terbuka dan terpengaruh oleh kultur lingkungan • ranah organisasi (organization field) sempit • berkembang kultur pragmatis • menerapkan manajemen non formal Level Interaksi dan Konstruksi Persepsi Antara Pemerintah dan Petani tentang Organisasi (ada 4 level) Jenis dan Basis Dari Relasi Yang Digunakan Petani : • primordial • norma ekonomi pasar • basis keorganisasian Relasi Sosial Individual Sebagai Inti Pengorganisasian Diri Petani 4
  5. 5. Karakter Organisasi milik Petani: 1. Hanya sedikit petani yang masuk dan mengandalkan organisasi formal 2. organisasi petani menerapkan manajemen yang terbatas 3. dokumen dan administrasi organisasi banyak direkayasa. 4. data organisasi lemah 5. organisasi dibangun untuk kepentingan atas (kebutuhan administratif). 6. organisasi identik dengan ketua (gejala individualisasi organisasi). 7. sentralisasi pengurus dan tumpang tindih peran dalam organisasi 8. Organisasi hanya hidup dalam fikiran petugas dan pengurus 9. tumpang tindih organisasi untuk peran yang sama 5
  6. 6. Relasi yang dijalankan petani dalam menjalankan usaha : Aktivitas Sec mandiri relasi individual relasi kolektif 1. Pemenuha n benih dan bibik benih sendiri, Beli dari kios dan petani lain Bantuan pemerintah 2. Pemenuha nn pupuk dan obat- obatan pupuk organik sendiri membeli dari kios dari koperasi bantuan pemerintah 3. Pemenuha n modal modal sendiri Meminjam saudara, pelepas uang, dan bank dari Gapoktan 4. Pemenuha Lahan milik sendiri Menyewa, menyakap, membeli disewakan Gapoktan. 6
  7. 7. Lanjutan : Aktivitas Sec mandiri relasi individual relasi kolektif 6. Pemenuha n air irigasi “menggiring” air sendiri Mengupahkan orang lain --- 7. Pemenuha n TK untuk budidaya TK keluarga sendiri TK tetangga dan saudara --- 8. Pengolaha n hasil Olah sendiri, jasa huller --- 9. Pemasaran hasil --- Menjual ke pedagang di desa dan di pasar melalui Gapoktan 10. Pemenuha Mencari sendir Bertanya ke tetangga, saudara, pertemuan di kelompok tani dan7
  8. 8. • SATU, Regulasi dari negara sebagai pedoman perilaku petani • Organisasi formal sebagai strategi utama pemerintah, untuk: 1. kepentingan administrasi 2. kepentingan teknis pelaksanaan 3. kemudahan komunikasi dan mobilisasi Analisis Kelembagaan: 8
  9. 9. DUA, Norma masyarakat dan norma pasar: 1. berkenaan dengan norma-norma kekerabatan dalam sentimen primordial 2. berkenaan dengan norma-norma hidup dalam komunitas 3. norma-norma berkenaan dengan relasi dengan orang luar terutama dengan pemerintah 4. norma-norma berkenaan dengan relasi pasar 9
  10. 10. TIGA, Pemaknaan dan respon aktif petani terhadap aturan dan norma: • Berlangsung perang makna • Ketakutan menjadi pengurus kelompok • Membedakan antara relasi dengan pasar vs relasi dengan petugas pemerintah. • Bagi petani, aktivitas bertani tetap bisa berjalan tanpa organisasi, karena lembaga sesungguhnya telah memberi cukup pedoman dan kesempatan 10
  11. 11. Realitas Organisasi bagi petani: 1. Organisasi sebagai wadah untuk berinteraksi dengan pemerintah. 2. Adalah prosedur yang harus dipenuhi untuk mengakses bantuan dari pemerintah. 3. Sebagai jalan untuk terlibat dalam pembangunan 4. Agar dianggap sebagai masyarakat yang partisipatif 5. Untuk mengkolektifkan kegiatan 11
  12. 12. Format Pengorganisasian Petani Masa Depan 12
  13. 13. Fungsi yg harus dipenuhi organisasi: 1. Fungsi kolektifitas. 2. Fungsi perwakilan (representatif). 3. Fungsi komunikasi 4. Fungsi partisipasi 5. Fungsi administrasi pembangunan Prinsip pengembangan organisasi: 1. Organisasi formal hanyalah pilihan 2. Organisasi hanya alat 3. Petani adalah aktor rasional 4. Demokratis dan partisipatif 5. Efisiensi dan efektivitas 6. Fleksibilitas 7. Prinsip keberlanjutan 13
  14. 14. Langkah-langkah pengembangan: 1. pahami permasalahan aktifitas agribisnis 2. tetapkan pilihan relasinya 3. tetapkan peran organisasinya 4. tetapkan peran pihak pendukung Format Keorganisasian: Format Organisasi Petani Secara Kewilayahan - Satu, organisasi individual untuk petani kecil - Dua, organisasi koordinator (inter-group organization = GAPOKTAN atau koperasi?) - Tiga, Organisasi pendukung Format Keorganisasian Organisasi Petani: • Ukuran organisasi • Keanggotaan • Struktur organisasi • Basis pembentukan • Kepemimpinan dan manajemen 14
  15. 15. Lingkungan kelembagaan yang dibutuhkan: 1. untuk relasi-relasi individual tanpa organisasi formal 2. untuk pengembangan organisasi petani 3. Untuk Menjalankan Fungsi-Fungsi Agribisnis Pasar sebagai basis pengorganisasian 15
  16. 16. 16 lembaga organisasi pasar 1.Aktor Bebas, namun berpola Tertentu, terbatas anggota Bebas, asalkan menyediakan barang dan jasa 2.Struktur Cair, longgar, berpola, terbentuk karena proses, bercampur, multi -struktur Ditetapkan, disepakati, ditulis dalam AD Cair, sesuai kepentingan, terbentuk karena fungsinya 3. Norma Kepentingan, termasuk sosial Ditulis dalam aturan2, mengikat Keuntungan, kepentingan 4.Tujuan Melabar, mencakup ekonomi, sosial, religi, dll Ditulis, ditetapkan Mendapatkan keuntungan, saling menguntungkan Perbandingan ciri elemen dalam lembaga, organisasi, dan pasar:
  17. 17. Fakta: lembaga “cukup” bagi petani untuk mengorganisasikan diri Teori: petani hidup dalam organisasi 17
  18. 18. Pengorganisasian secara personal (personal organizing) Organisasi formal Individualisasi organisasi Gejala ”individualisasi organisasi” (yang berakar pada “pengorganisasian personal”) 18
  19. 19. 19 Teori organisasi Teori kelembagaan (Baru) Objek yang diteliti Organisasi-organisasi yang berhasil Individu (relasi sosial yang dijalankannya) Unit analisis Organisasi Individu (didalam dan diluar organisasi) dan organisasi Posisi terhadap keberadaan organisasi (formal) Organisasi merupakan pendekatan utama Relasi sosial yang efektif (=pengorganisasian diri yg efektif) Analisis Analisis organisasi , namun diklaim sebagai “analisis kelembagaan” Analisis kelembagaan (norma, regulasi, kultural-kognitif) Perbedaan antara Teori Organisasi vs Teori Kelembagaan dalam mempelajari pengorganisasian diri petani
  20. 20. 20 Teori organisasi Teori kelembagaan (Baru) Temuan penelitian Organisasi petani lemah, petani belum sadar utk berorganisasi Petani berpedoman pada lembaga, petani menggunakan relasi individual di luar org, pasar sebagai organisasi Saran yang dihasilkan Organisasi perlu diperkuat Perbaikan lingkungan kelembagaan, bgm organisasi yg sesuai, utk kondisi petani tanpa organisasi Penjelasan ttg pengelolaan “irigasi kecil”: - kondisi dahulu Disebut sbg organisasi tradisional Adalah pengorganisasi secara personal, bukan organisasi sebagaimana text book - kondisi sekarang Disebut sbg lemah (=not organized) Gejala “individualisasi organisasi” Perbedaan antara Teori Organisasi vs Teori Kelembagaan dalam mempelajari pengorganisasian diri petani
  21. 21. Teori Temuan Implikasi 1. organisasi merupakan pilihan yang pokok Petani tidak menggunakan organisasi formal, namun relasi individual (basis komuitas dan pasar) Dibutuhkan bentuk organisasi yg berbeda (perpaduan formal dan non formal) 2. Dalam teori kelembagaan: organisasi adalah aktor pokok Batas organisasi lemah, terjadi individualisasi organisasi Dibutuhkan struktur dan kultur yang baru 3. Organisasi memiliki ranah organisasi yg mempengaruhi lingkungan Ranah organisasi petani sempit dan lemah Dibutuhkan variabel dan indikator baru utk menilai organisasi petani 4. Dikotomi pendekatan pemerintah vs pasar Petani tidak membedakannya Relasi tipe pasar dapat dikembangkan, digabung dg organisasi formal Rancangan untuk ke Depan : 21
  22. 22. Teori Temuan Implikasi 5. Organisasi adalah bentuk ideal Organisasi sebagai sumber daya, juga oleh pengurus Perluasan makna “organisasi” 6. Sistem pasar bukan organisasi Bagi petani, pasar adalah sebuah “organisasi” Perluasan makna dan corak “organisasi” 7. Ada tiga pelaku utama pemberdayaan (masyarakat, pemerintah, dan pasar) dengan karakter kelembagaan yg berbeda Terjadi pencampuran, kekaburan batas, interplay Dibutuhkan perumusan definisi yg baru Implikasi Teoritis: 22
  23. 23. Implikasi kebijakan: Kebijakan selama ini Revisi yg dibutuhkan 1. Organisasi formal sbg satu-satunya metode pemberdayaan Perlu metode lain, karena org formal tidak menjangkau petani marjinal 2. Org formal sebagai aktor pokok Org formal hanya pilihan, yg dibutuhkan petani relasi yang murah dan efektif 3. Pengurus organisasi sbg presentasi petani adalah mitos Dibutuhkan pendekatan individual, selain pendekatan organisasi 4. tumpang tindih organisasi berikan otoritas ke petani untuk mengorganisasikan diri 5. Org petani horizontal dgn jangkauan sempit Dibutuhkan organisasi petani utk relasi vertikal 6. Organisasi sebagai wadah komunikasi Pendekatan individual perlu dikembangkan 7. Program berjangka pendek Program berjangka menengah dan panjang untuk mencapai organisasi yg mandiri 23
  24. 24. Implikasi kebijakan: Kebijakan selama ini Revisi yg dibutuhkan 8. Lima jurus kemampuan kelompok Perlu direvisi, karena soal reliabilitas dan validitas 9. Petani dipersepsikan “bodoh” Prinsip petani adalah aktor rasional yg tahu masalahnya diaplikasikan dalam pemberdayaan 10. Pengembangan sebatas org individual Perlu rumusan org individual, dan relasi antar org (horizontal dan vertikal) 11. Blue print approach utk org petani, struktur yg sama dan kaku Hanya dibutuhkan prinsip, fungsi yg harus dijalankan, fleksibel 12. Permentan 273/2007 utk org petani Revisi pada konsep, pendekatan, dan indikator penilaian org 13. “lembaga dan org” dikembangkan banyak pihak Perlu disiplin berkeilmuan 14. Pendekatan etnografi bersifat spesifik Dapat direplikasikan nila memilih lokasi dgn karakter yg sama 24
  25. 25. Demikian, terima kasih 25

×