Analisis Fase-Fase Perkembangan Anak Usia Prasekolah

25,445 views

Published on

Makalah Pendidikan Anak Usia Dini

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
25,445
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
356
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis Fase-Fase Perkembangan Anak Usia Prasekolah

  1. 1. MAKALAH ANALISIS FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran TK Dosen Pengampu : Sulebi, S.Ag, M.Pd Disusun Oleh : ISTIQOMAH 822317661 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA 2013 / 2014
  2. 2. ANALISIS FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. Periode anak-anak dimulai pada usia 2 tahun sampai usia remaja. Pada umumnya periode ini terdiri atas dua bagian; masa kanak-kanak dini (2-6 tahun) yang dikenal sebagai usia prasekolah, dan masa akhir kanak-kanak (6-13 tahun pada anak perempuan dan 14 tahun pada anak laki-laki). Perkembangan anak pada usia ini merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Masa ini juga merupakan masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak, baik secara fisik, mental maupun spiritual.Dan masa ini merupakan masa lima tahun pertama yang disebut “The Golden Ages”, masa emas perkembangananak. Pada masa ini anak sudah memiliki keterampilan dan kemampuan walaupun belum sempurna. Anak usia dini adalah individu yang sedang menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan sangat fundamental bagi proses perkembangan selanjutnya. Rasa ingin tahu dan antusias yang kuat terhadap segala sesuatu merupakan ciri yang menonjol pada anak usia TK. Pada usia ini anak memiliki sikap berpetualang (Adventure Rousness) yang begitu kuat, banyak memperhatikan, membicarakan, atau bertanya tentang berbagai hal yang sempat dilihat atau didengarnya, memiliki keinginan yang kuat, serta masih tidak dapat berlama-lama duduk dan berdiam diri. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya, berdialog dan menyanyi. Sejak usia 2 tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah pembendaharaan kata. B. Rumusan Masalah Dari penjelasan yang terdapat pada latar belakang, dapat ditarik beberapa rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa hakikat dari perkembangan ? 2. Bagaimana fase-fase perkembangan anak usia prasekolah ? 3. Bagaimana karakteristik masing-masing perkembangan anak prasekolah ?
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN A. Hakikat Perkembangan Pengertian hakikat perkembangan dapat dilihat dari beberapa konsepsi sebagai berikut : Menurut Konsepsi Asosiasi Menurut konsep ini, hakikatperkembangan adalah suatu proses asosiasi dimana hal-hal yang utama adalah bagian-bagian yang merupakan keseluruhan dari hal yang sekunder (selanjutnya). Bagian-bagian terlebih dahulu terbentuk dan eksis, kemudian dari bagianbagian inilah terbentuk keseluruhan. Menurut Konsepsi Gestalt Menurut konsepsi ini perkembangan adalah proses diferensiasi dimana hal yang utama adalah keseluruhan dan bagian-bagian menempati tempat sekunder. Keseluruhan ada terlebih dahulu baru kemudian bagian-bagiannya. Neo Gestalt, ( Kurt Lewin ) memisalkan : pada masa bayi, ia mengalami proses diferensiasi kemudian naik ketahap kanak-kanak. Dalam masa kanak-kanak ini proses diferensiasi berjalan terus, kemudian naik ke strata masa anak, demikian berjalan terus. Menurut Konsepsi Sosiologik Menurut konsepsi ini, perkembangan anak adalah proses sosialisasi, dimana anak ketika baru lahir merupakan individu yang asosial (belum mengenal norma). Kemudian sejalan dengan waktu, anak memiliki kemampuan untuk beradaptasi, imitasi dan seleksi sehingga kemudian memiliki tanggapan terhadap norma sosial. B. Fase-fase Perkembangan Anak Prasekolah Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu.Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Pendapat-pendapat tersebut adalah sebagai berikut : a. Tahap Perkembangan berdasarkan Analisis Biologis Nama Tokoh Tahap Aristoteles I II III IV 0 – 7 tahun : masa bermain Kretscmer Elizabeth Hurlock 0 – 3 tahun : fullungs (pengisian) periode Fase Prenatal : sebelum lahir ( 9 bulan / 280 I, anak terlihat gemuk hari ) 7 – 14 tahun : masa anak, 3 – 7 tahun : streckung (rentangan) Fase Infancy (Orok) : Lahir sampai usia 10 / 14 masa sekolah rendah periode I, anak terlihat langsing hari 7 – 13 tahun : fullungs periode II Fase Babyhood (bayi) : 2 minggu – 2 tahun 14 – 21 tahun, masa remaja/pubertas 13 -20 tahun : streckung periode II Fase Childhood (kanak-kanak) : 2 tahun – masa remaja Fase Adolesence/Puberity : 11/13 tahun – 21 V tahun (Pre Adolesence, Early Adolesence & Late Adolesence )
  4. 4. b. Tahap Perkembangan berdasarkan Didaktis 1. Penggolongan didaktis menurut Comenius a. Sekolah Ibu (Scola Materna) untuk umur 0 – 6 tahun b. Sekolah Bahasa Ibu (Scola Vernaculan) umur 6 – 12 tahun c. Sekolah Latin (Scola Latina) untuk umur 12 – 18 tahun d. Akamedi (Academica) untuk umur 18 – 24 tahun 2. Penggolongan didaktis menurut Rousseau a. Tahap I : 0 – 2 tahun, usia asuhan b. Tahap II : 2- 12 tahun, pendidikan jasmani dan pancaindra c. Tahap III : 12 – 15 tahun, pendidikan akal d. Tahap IV : 15 – 20 tahun, pendidikan watak dan agama c. Tahap Perkembangan berdasarkan Psikologis Kroh beranggapan bahwa dalam perkembangannya individu mengalami masa keguncangan. Perkembangan individu melewati tiga periode : 1. Masa kanak – kanak : Lahir – Keguncangan pertama 2. Masa keserasian bersekolah : Keguncangan pertama – kedua 3. Masa kematangan : Keguncangan kedua – akhir remaja Analisis Fase-Fase Perkembangan Anak Usia Prasekolah Anak usia 0-2 tahun Secara umum pada masa bayi anak usia 0-2 tahun, anak mengalami perubahan yang pesat bila dibandingkan dengan yang akan dialami pada fase-fase berikutnya. Anak sudah memiliki kemampuan dan keterampilan dasar yang berupa: keterampilan lokomotor (berguling, duduk, berdiri, merangkak dan berjalan), keterampilan memegang benda, penginderaan (melihat, mencium, mendengar dan merasakan sentuhan), maupun kemampuan untuk mereaksi secara emosional dan sosial terhadap orang-orang sekelilingnya. Segala bentuk stimulus (verbal maupun nonverbal) dari orang lain akan mendorong anak untuk belajar tentang pengalaman-pengalaman sensori dan ekspresi perasaan meskipun anak belum mampu memahami kata-kata. Menurut Monks (1992:74-75) menyatakan bahwa stimulasi verbal ternyata sangat penting untuk perkembangan bahasa.Hal ini disebabkan kualitas dan kuantitas vokalisasi seorang anak dapat bertambah dengan pemberian reinforsement verbal. Stimulasi verbal yang terusmenerus juga akan memudahkan anak untuk belajar melafalkan suara-suara dan Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini merupakan masa yang kritis dalam sejarah perkembangan manusia. Masa anak usia dini ini terjadi pada anak usia 0-6 tahun atau sampai anak mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini atau prasekolah. Pada masa ini terjadi
  5. 5. pertumbuhan fisik dan psikis yang sangat pesat.gerakan-gerakan yang mengkomunikasikan suasana emosinya, seperti marah, cemas, tidak setuju dan lain-lain. Anak usia 2-3 tahun Pada fase ini anak sudah memiliki kemampuan untuk berjalan dan berlari.Anak juga mulai senang memanjat, meloncat, menaiki sesuatu dan lain sebagainya. Solehuddin (1997: 38) berpendapat bahwa pada anak usia 2-3 tahun lazimnya sangat aktif mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya. Anak memiliki kekuatan observasi yang tajam. Anak juga menyerap dan membuat perbendaharaan bahasa baru, mulai belajar tentang jumlah, membedakan antara konsep satu dengan banyak dan senang mendengarkan cerita-cerita sederhana, yang kesemuanya diwujudkan anak dalam aktivitas bermain maupun komunikasi dengan orang lain. Kemampuan anak menguasi beberapa patah kata juga mulai berkembang.Anak mulai senang dengan perckapan walaupun dalam bentuk dan kalimat yang sederhana.Selain itu juga, sikap egosentrik anak sangat menonjol. Anak belum bisa memahami persoalan-persoalan yang dihadapinya dari sudut pemikiran orang lain. Anak cenderung melakukan sesuatu menurut kemauannya sendiri tanpa memperdulikan kemauan dan kepentingan orang lain. Sebagai contoh, anak sering merebut mainan dari orang lain jika anak menginginkannya. Anak usia 3-4 tahun Secara umum, anak pada fase ini masih mengalami peningkatan dalam berperilaku motorik, sosial, berfikir fantasi maupun kemampuan mengatasi frustasi.Untuk kemampuan motorik, anak sudah menguasai semua jenis gerakan-gerakan tangan, seperti memegang benda atau boneka.Akan tetapi sifat egosentriknya masih melekat.Tingkat frustasi anak juga cenderung menurun.Hal ini disebabkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialaminya secara lebih aktif atau sudah ada sifat kemandirian anak. Pada usia ini anak memiliki kehidupan fantasi yang kaya dan menuntut lebih banyak kemandirian. Dengan kehidupan fantasi yang dimilikinya ini, anak akan memperlihatkan kesiapannya untuk mendengarkan cerita-cerita secara lebih lama, bahkan anak juga sudah dapat mengingatnya. Selanjutnya dengan sifat kemandirian yang dimilikinya mulai membuat anak tidak mau banyak diatur dalam kegiatankegiatannya.Pada aspek kognitif anak juga sudah mulai mengenal konsep jumlah, warna, ukuran dan lainlain. Anak usia 4-6 tahun Ciri yang menonjol anak pada usia ini adalah anak mempunyai sifat berpetualang (adventuroussness) yang kuat. Anak banyak memperhatikan, membicarakan atau bertanya tentang apa sempat ia lihat atau didengarnya. Minatnya yang kuat untuk mengobservasi lingkungan benda-benda di sekitarnya membuat anak senang bepergian sendiri untuk mengadakan eksplorasi terhadap lingkugan disekitarnya sendiri.Pada perkembangan motorik, anak masih perlu aktif melakukan berbagai aktivitas. Sejalan
  6. 6. denganperkembangan fisiknya, anak usia ini makin berminat terhadap teman sebayanya. Anak sudah menunjukkan hubungan dan kemampuan bekerjasama dengan teman lain terutama yang memiliki kesenangan dan aktivitas yang sama. Kemampuan lain yang ditunjukkan anak adalah anak sudah mampu memahami pembicaraan dan pandangan orang lain yang disebabkan semakin meningkatnya keterampilan berkomunikasi. Berdasarkan tahap perkembangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini merupakan masa yang kritis dalam sejarah perkembangan manusia. Masa anak usia dini ini terjadi pada anak usia 0-6 tahun atau sampai anak mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini atau prasekolah. Pada masa ini terjadi pertumbuhan fisik dan psikis yang sangat pesat. C. Karakteristik Perkembangan Anak Usia Prasekolah Usia prasekolah seringkali juga disebut fase fundamental yang akan menentukan kehidupannya di masa datang. Untuk itu, perlu untuk memahami perkembangan anak usia prasekolah. Berikut ini penjelasan tentang karakteristik masing-masing aspek perkembangan anak usia prasekolah. 1. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya. Pada usia ini banyak juga perubahan fisiologis, seperti: a. Pernapasan menjadi lebih lambat dan mendalam, dan b. Denyut jantung lebih lambat dan menetap Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan berkembangnya kemampuan atau keterampilan motorik, baik yang kasar maupun yang lembut. 2. Perkembangan Intelektual Menurut Piaget, perkembangan kognitif anak berada pada periode pre-operasional yaitu tahapan dimana anak belum mampumenguasai operasimental secara logis. Yang dimaksud dengan operasi adalah kegiatan-kegiatan yang diselesaikan secara mental bukan fisik. Periode ini ditandai dengan berkembangnya representasional atau “symbolic function”, yaitu kemampuan menggunakan sesuatu untuk merepresentasikan (mewakili) sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol. 3. Perkembangan Emosional Beberapa jenis emosi yang berkembang pada masa anak yaitu sebagai berikut: a. Takut, yaitu perasaan terancam oleh suatu objek yang dianggap membahayakan. b. Cemas, yaitu perasaan takut yang bersifat khayalan, yang tidak ada objeknya. c. Marah, yaitu perasaan tidak senang, atau benci baik terhadap orang lain, diri sendiri atau objek tertentu yang diwujudkan dalam bentuk verbal atau nonverbal. d. Cemburu yaitu perasaan tidak senang terhadap orang lain yang dipandang telah merebut kasih sayang dari seseorang yang telah mencurahkan kasih sayang kepadanya.
  7. 7. e. Kegembiraan, kesenangan, kenikmatan, yaitu perasaan yang positif, nyaman, karena terpenuhi keinginannya. f. Kasih sayang yaitu perasaan senang untuk memberikan perhatian, atau perlindungan terhadap orang lain, hewan atau benda. g. Phobi, yaitu perasaan takut terhadap objek yang tidak patut ditakutinya (takut abnormal). h. Ingin tahu (curiosity), yaitu perasaan ingin mengenal, mengetahui segala sesuatu atau objek-objek, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. 4. Perkembangan Bahasa Perkembangan bahasa anak usia prasekolah, dapat diklasifikasikan dua tahap yaitu : a. Usia 2-2,6 tahun, bercirikan: 1) Anak sudah bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna 2) Anak sudah mampu memahami tentang perbandingan, misalnya burung pipit lebih kecil dari burung perkutut, anjing lebih besar dari kucing. 3) Anak banyak menanyakan nama dan tempat: apa, di mana, dan dari mana. 4) Anak sudah banyak menggunakan kata-kata yang berawalan dan yang berakhiran. b. Usia 2,6-6 tahun, bercirikan: 1) Anak sudah dapat menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya. 2) Tingkat berpikir anak sudah lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktu – sebab akibat melalui pertanyaan-pertanyaan: kapan, ke mana, mengapa dan bagaimana. 5. Perkembangan Sosial Tanda-tanda perkembangan sosial pada anak, yaitu: a. Anak mulai mengetahui aturan-aturan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan bermain. b. Sedikit demi sedikit anak sudah mulai tunduk pada peraturan. c. Anak mulai menyadari hak atau kepentingan orang lain. d. Anak mulai dapat bermain bersama anak-anak lain, atau teman sebaya (peer group) 6. Perkembangan Bermain Kegiatan bermain disini adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan kebebasan batin untuk memperoleh kesenangan. Terdapat beberapa macam permainan anak (Abu Ahmadi, 1977), yaitu sebagai berikut: a. Permainan Fungsi (permainan gerak), seperti meloncat-loncat, naik dan turun tangga, berlari-larian, bermain tali, dan bermain bola. b. Permainan Fiksi, seperti menjadikan kursi sebagai kuda, main sekolah-sekolahan, dagang-dagangan, perang-perangan, dan masak-masakan. c. Permainan Reseptif dan Apresiatif, seperti mendengarkan cerita atau dongeng, melihat gambar, atau melihat orang melukis.
  8. 8. d. Permainan membentuk (konstruksi), seperti membuat kue dari tanah liat, membuat gunung pasir, membuat kapal-kapalan dari kertas. e. Permainan Prestasi, seperti sepak bola, bola voli, tenis meja dan bola basket. 7. Perkembangan Kepribadian Aspek-aspek perkembangan kepribadian anak itu meliputi hal-hal berikut: a. Dependency & Self – Image Perkembangan sikap “independensi” dan kepercayaan diri (self confididence) anak amat terkait dengan perlakuan orangtuanya. Salah satu penelitian Braumrind (Ambron, 1981) menemukan bahwa anak yang orangtuanya memberikan pengasuhan atau perawatan yang penuh kehangatan, dan pemahaman serta memberikan arahan atau tuntunan, maka anak akan memiliki rasa percaya diri (self confidence), bersikap ramah, mempunyai tujuan yang jelas, dan mampu mengontrol diri. b. Initiative vs Guilt Perkembangan dengan danberkeinginan untuk initiative belajar (inisiatif), dan pada bekerja tahap sama ini dengan anak sudah orang lain siap untuk mencapaitujuannya. Yang berbahaya pada tahap ini adalah tidak tersalurkannya energi yang mendorong anak untuk aktif, karena mengalami hambatan dan kegagalan, sehingga anak mengalami guilt (rasa bersalah). Perasaan bersalah ini berdampak kurang baik bagi perkembangan kepribadian anak, dia bisa menjadi nakal atau pendiam. 8. Perkembangan Moral Pada masa ini, anak sudah memiliki dasar tentang sikap moralitas terhadap kelompok sosialnya. Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain anak belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik/boleh/diterima/disetujui/buruk/tidak boleh/ditolah/disetujui. Berdasarkan pemahamannya itu, maka pada masa ini anak harus dilatih atau dibiasakan mengenai bagaimana dia harus bertingkah laku. 9. Perkembangan Kesadaran Beragama Kesadaran beragama pada usia ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: a. Sikap keagamaannya bersifat reseptif (menerima) meskipun banyak bertanya. b. Pandangan ketuhanannya bersifat anthropormoph (dipersonifikasikan). c. Penghayatan secara rohaniah masih superficial (belum mendalam) meskipun mereka telah melakukan atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ritual. d. Hal ketuhanan dipahamkan secara ideosyncritic (menurut khayalan pribadinya) sesuai dengan taraf berpikirnyayang masih bersifat egosentrik (memandang segala sesuatu dari sudut dirinya) (Abin Syamsuddin Makmun, 1996)
  9. 9. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Anak usia prasekolah merupakan fase perkembangan individu sekitar 2-6 tahun, ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita, dapat mengatur diri dalam buang air (toilet training), dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya (mencelakakan dirinya). Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa. Perkembangan dapat diartikan juga sebagai “suatu proses perubahan dari dalam diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan”. B. Saran Anak prasekolah biasanya lebih aktif dalam bereksplorasi, menyentuh benda, mengetes rasa, mencium bau, mendengar, dan tes lainnya untuk lebih mengenal kemampuan diri mereka sendiri.Mereka belajar dengan mengalami dan dengan melakukan.Anak-anak prasekolah belajar dari permainan mereka. Mereka selalu sibuk mengembangkan keterampilan, menggunakan bahasa, dan berjuang untuk mendapatkan kontrol batin. Anak-anak prasekolah ingin membangun diri sebagai terpisah dari orang tua mereka.Mereka lebih mandiri dibandingkan balita.Mereka dapat mengungkapkan kebutuhan mereka karena mereka memiliki perintah besar bahasa.Selain itu, ketakutan sering berkembang selama tahun-tahun prasekolah.Ketakutan umum termasuk tempat-tempat baru dan pengalaman dan pemisahan dari orang tua dan orang-orang penting lainnya. Saat seperti ini adalah masa ujian bagi orang tua akan bagaimana mendidik dan mengarahkan anak. Kadang anak mungkin menggunakan kata-kata yang dilarang atau bertindak sangat konyol karena meniru teman atau lingkungannya.Anak-anak prasekolah masih mungkin mengalami kesulitan bergaul dengan anak-anak lain juga berbagi.Karena imajinasi mereka berkembang dan kehidupan fantasi yang kaya, mereka mungkin mengalami kesulitan menceritakan fantasi dari kenyataan.Mereka juga mungkin berbicara tentang teman khayalan.Anak-anak prasekolah perlu aturan yang jelas dan sederhana sehingga mereka mengetahui batas-batas perilaku yang dapat diterima.
  10. 10. DAFTAR PUSTAKA Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Masitoh, Heny Djoehaeni, Ocih Setiasih.2008.Strategi Pembelajaran TK.Jakarta: Universitas Terbuka Sumantri Mulyani, Syadih Nana. 2008. Perkembangan Peserta didik.Jakarta: Universitas Terbuka Yusuf, Syamsu LN& Nani M. Sugandhi. 2011. Perkembangan Peserta Didik. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta Yusuf, Syamsu LN.2006.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung: PT Remaja Rosda Karya http://dhani1192.blogspot.com/2013/04/makalah-fase-perkembangan-anak-usia.html http://mendidikanakanak.blogspot.com/2013/01/empat-fase-pengembangan-anakusia-dini.html

×