Bnba annual report 2011

994 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
994
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bnba annual report 2011

  1. 1. Yisi dan Misi Information Technology Sekilas Bank Bumi Arta Sumber Daya Manusia Brief History of Bank Bumi Arta Human Resources lkhtisar Keuangan Manajemen Risiko Financial Highlights Risk Management Laporan Presiden Komisaris Tanggung Jawab Pelaporan Keuangan Report from The President Commissioner 1 Teknologi lnformasi Vision and Mission Responsibility for Financial Reporting Laporan Presiden Direktur Data Perusahaan Report from The President Director Corporate Data Tinjauan Keuangan Laporan Auditor lndependen Financial Review Independent Auditor's Report
  2. 2. Vzsion and Mzssion Visi Vision Menjadi bank terpercaya yang berlandaskan pnns1p kehati-hatian dalam memberikan pelayanan paripurna kepada nasabah. Becoming the most reliable bank based on the prudent principles in providing complete services to customer. Mission Misi 1. Earning profit through the banking and other 1. Memperoleh laba melalui usaha perbankan dan jasa keuangan lainnya dengan mengelola secara optimal berbagai sumber yang dimiliki serta dukungan teknologi informasi yang memadai dalam batasbatas risiko yang dapat diterima. 2. Melaksanakan operasi bank secara profesional dan transparan dengan berprinsip pada Good Corporate Governance. 3. Memfungsikan organisasi secara profesional melalui pelatihan sumber daya manusia untuk dapat turut serta dalam kegiatan bisnis yang bertaraf nasional maupun internasional secara efektif. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta financial services by optimally managing various resources owned and with adequate information technology support within the acceptable risk limits. 2. Carrying out bank operations profesionally and transparently under the principle of Good Corporate Governance. 3. Running the organizational functions profesionally through human resources training in order to effectively participate in national and international business activities. 02
  3. 3. BriefHistory Of BankBumiArta Bank Bumi Arta didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1967 dengan nama Bank Bumi Arta Indonesia. Pada tanggal 18 September 1976 Menteri Keuangan Republik Indonesia memberikan izin kepada Bank Bumi Arta untuk menggabungkan usahanya dengan Bank Duta Nusantara. Penggabungan usaha bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas jaringan operasional bank. Delapan kantor cabang Bank Duta Nusantara di Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Magelang menjadi kantor cabang Bank Bumi Arta. Kantor cabang Yogyakarta dan Magelang kemudian dipindahkan ke Medan dan Bandar Lampung hingga saat ini. Bank Bumi Arta was incorporated in jakarta on March 3, 1967, with the name of Bank Bumi Arta Indonesia. On September 18, 1976, Bank Bumi Arta obtained a permit from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia to merge its business with Bank Duta Nusantara. The purpose of the merge has the aim to strengthen the capital structure and expanding its banking operational network Eight branch offices of Bank Duta Nusantara are located at jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta and Magelang became the branch office of Bank Bumi Arta. The Yogyakarta and Magelang branch offices were later moved to Medan and Bandar Lampung, and still remain until/ now. Selanjutnya seiring dengan Kebijaksanaan Pemerintah melalui Paket Oktober (PAKTO) 1988 dimana perbankan diberikan peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya, dan berkat persiapan yang cukup lama dan terarah dari pengelola bank, maka pada tanggal 20 Agustus 1991 dengan persetujuan dari Bank Indonesia, Bank Bumi Arta ditingkatkan statusnya menjadi Bank Devisa. Subsequently, in accordance with the Government Policy through the October Package (PAKTO) of 1988 under which banking sector is given greater room to develop its businesses, On August 20, 1991 with the approval of Bank Indonesia, the status of Bank Bumi Arta was upgraded to become a Foreign Exchange Bank. Sejak tanggal 14 September 1992 dengan izin Menteri Kehakiman Rl nama Bank Bumi Arta Indonesia diganti menjadi Bank Bumi Arta. Penggantian nama ini dilakukan untuk memudahkan pengenalan masyarakat terhadap Bank Bumi Arta. Kemudian untuk memperkuat struktur permodalan dan operasional bank serta untuk lebih profesional dan transparan pada tanggal1 Juni 2006 Bank Bumi Arta melaksanakan IPO (Initial Public Offerin~ dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Laporan Tahnnan Annual Report 2011 Bank Bnmi Arta Since September 14, 1992, by a permit of the Minister of justice of the Republic of Indonesia the name of Bank Bumi Arta Indonesia has been changed to Bank Bumi Arta. The name was change to facilitate easy recognition from the public. Then in order, to strengthen the capital structure and banking operation, as well as to become more professional and transparent, on june 1, 2006, Bank Bumi Arta has conducted an Initial Public Offering (IPO) and listed its shares on the jakarta Stocks Exchange. 04
  4. 4. Corporate Milestone 05 Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 06
  5. 5. Ikhtisar Keuangan Ikhtisar Keuangan Financial Highlight (dalam persentase in percentage) (dalam jutaan Rupiah in million Rupiah) 31 Desember 2011 2010 2009 2008 2007 LAPORAN LABA (RUG I) Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Beban Pembentukan Cadangan Penurunan Nilai Beban Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Beban Operasional Lainnya Laba Operasional Pendapatan Non Operasional Bersih Laba Sebelum Beban Pajak Beban Pajak Laba Bersih Komprehensif NERACA Total Aktiva Total Aktiva Produktif Total Kredit 264.372 118.848 145.524 13.488 239.142 111.331 127.811 9.651 219.653 99.000 120.653 10.555 210.117 97.653 112.464 9.876 181.265 88.636 92.629 9.253 10.064 4.473 2.746 3.054 3.063 111.096 37.852 19.164 57.016 14.391 42.625 95.700 37.289 392 37.681 9.568 28.113 86.700 41.762 231 41.993 12.944 29.049 2.963.149 3.200.720 1.634.31 6 2.420.016 2.487.017 476.132 Total Simpanan Total Kewajiban Ekuitas SAHAM Laba Bersih Per Lembar Saham (Rp 1) Jumlah Lembar Saham (jutaan) Financia!Highlight 2.661.902 2.882.305 1.1 70.144 2.159.541 2.221.465 440.437 2.404.036 2.607.775 974.639 1.927.093 1.984.783 419.253 18,45 2.310 12,17 2.310 12,58 2.310 Total Aktiva/Total Assets Gutaan Rp./million Rp.) (277) 70.007 29.089 757 29.846 9.044 20.802 145 78.241 40.900 673 41.573 13.952 27.621 2.044.367 1.950.256 2.166.494 2.015.346 949.031 794.234 1.585.452 1.527.537 1.651.064 1.579.376 393.303 370.880 11,96 2.310 9,01 2.310 December 31 31 Desember STATEMENTS OFINCOME Interest Revenues Interest Expenses Interest Revenues- Net Other Operating Revenues RASIO KINERJA Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Aset Produktif Bermasalah dan Aset Non Produktif Bermasalah Terhadap Total Aset Produktif dan Aset Non Produktif Aset Produktif Bermasalah Terhadap Total Aset Produktif Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Terhadap Aset Produktif N P L- Gross N P L- Net Return On Assets (ROA) Return On Equity (ROE) Net Interest Margin (NIM) Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Loan to Deposit Ratio (LOR) Provision for Impairment Losses Provision for Estimated Losses on Commitments and Contingencies Other Operating Expenses Income from Operations Non Operating Revenues- Net Income Before Tax Tax Expens Net Comprehensive Income BALANCE SHEETS Total Assets Total Earning Assets Total Loans Total Deposits Total Liabilities Equity SHARE Earning Per Share (Rp 1) Number of Shares (million) Total Dana Pihak Ketiga/Total Deposits Gutaan Rp./million Rp.) 2011 2010 2009 2008 2007 19,96 0,71 24,64 1,10 28,08 1,07 31,15 1,28 34,30 1,14 0,68 1,15 1,06 1,04 1,10 0,96 0,70 0,71 0,80 0,65 1,07 0,50 2,11 11,94 6,56 86,68 2,25 1,83 1,52 8,39 6,10 85,15 2,15 1,71 2,05 9,19 7,00 81,92 1,92 1,46 2,07 9,44 6,90 82,44 2,27 1,78 1,68 7,53 6,60 85,17 PERFORMANCE RATIOS Minimum Capital Requirement Non Performing Earning Assets and Non Performing Non Earning Assets to Earning Assets and Non Earning Assets Non Performing Earning Assets to Earning Assets Allowance for Losses for Financial Assets to Earning Assets Non Performing Loans (NPL)- Gross Non Performing Loans (NPL)- Net Return On Assets (ROA) Return On Equity (ROE) Net Interest Margin (NIM) Operating Expenses to Operationg Income Ratio 67,53 54,18 50,58 59.86 51,99 Loan to Deposit Ratio (LOR) KEPATUHAN Persentase Pelanggaran BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Pesentase Pelampauan BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum (GWM) - Rupiah - Val uta Asing Posisi Devisa Netto (PDN) 9,51 9,26 1,01 KEWAJIBAN Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Rasio Kewajiban Terhadap Total Aktiva 8,44 2,22 1,52 5,54 1,41 1,38 5,92 1,34 1,76 9,64 5,74 1,01 522,33 83,93 504,37 83,45 473,41 82,56 419,79 80,76 425,85 80,98 December 31 COMPLIANCE Percentage Violation of Legal Lending Limit - Related Parties - Non Related Parties Percentage Excess of Legal Lending Limit - Related Parties - Non Related Parties Minimum Reserve Requirement -Rupiah - Foreign Currency Net Open Position LIABILITIES Liabilities to Equity Ratio Liabilities to Total Assets Ratio 3.000.000/ 2.250.000/ 1.500.000/ 1.500.000 / 750.000 / 1.000.000 / L % 3 ----------------------------------- . 500.000 / 0 2007 2008 2009 2010 2011 % 15----------------------------------- . 2,27 0 2007 2008 2009 2010 11.94 2011 9.44 ~ 9.19 10 -------~~~~~--~~~ L_---1 Total Pinjamanffotal Loans Gutaan Rp./million Rp.) ~ 7~.0~~ . :~ ~-----~·~----: Total Laba Sebelum Pajak!fotal Profit Before Tax Gutaan Rp./million Rp.) • 6~0 6.90 5 _________________________ ____6_._56 ~ 6._1_0 __ 1.750.000 1.500.000 - 1 68 ----·------- 2.07 2.05 ~~----··------1·~ - 1.250.000/ 0 1.000.000/ ------,-------,-------,-------,-----~ 'I 2007 750.000 / 2008 --+-- NPL-GROSS 2009 2010 - 2011 NPL-NETT 500.000 / 2007 2008 --+-- ROE 2009 - ROA 1.52 - 2010 2 11 . 2011 NM 250.000 / 0 , ~.__.~--~.--~~--~ , , ~--~~ 2007 07 2008 2009 2010 2011 Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 08
  6. 6. Sambutan Presiden Komisaris Reportfrom The President Commissioner The Board ofCommissioners and the Committees performed Dewan Komisaris dan Komite-komite melaksanakan tugas pegawasan dan pemantauan melalui laporan-laporan yang the supervisory and monitoring duties through reports disampaikan oleh Manajemen dan pertemuan rutin dengan submitted by the Management and routine meetings with the members of the Board of Directors, the Internal Audit anggota Direksi, Satuan Kerja Audit lntenal, Unit Manajemen Risiko serta Divisi dan Bagian terkait lainnya. Working Unit, the Risk Management Unit as well as other Dalam pertemuan-pertemuan tersebut dibahas mengenai related Divisions and Departments. The meetings discussed the development of Bank Bumi perkembangan kinerja Bank Arta's performance, Bumi Arta, profil risiko Bank, "The Bank Bumi Arta performance in the Bank's risk profile, findings temuan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit 2011 also indicated encouraging ofand follow-up to the outcomes Internal, Bank Indonesia serta ofaudit carried out by the Internal development. The Net Profits ofBank Audit Working Unit, Bank otoritas pengawasan lainnya. Kemudian dari hasil Bumi Arta at the end of20 11 reached Indonesia as well as other pembahasan, Dewan Komisaris supervisory authorities. !DR 42,625 million or increased by !DR Subsequently, the Board of dan Komite-komite membuat rekomendasi dan masukan Commissioners 14,512 million (51.62%) compared with the Committees and kepada Manajemen untuk made perbaikan dan peningkatan recommendations and inputs that ofthe previous year. " from the results of discussion for kinerja. s Report from The President Commissioner Para Pemegang Saham yang terhormat, Our honorable Shareholders, Pada tahun 2011 di tengah perekonomian global yang masih mengalami perlambatan ternyata perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan dengan tingkat inflasi yang rendah sebesar 3,79%, pertumbuhan ekonomi yang meningkat mencapai 6,5%, nilai tukar Rupiah yang stabil, dan stabilititas sistem keuangan yang terjaga. In 2011, amidst the global economy which is still affected by slow-down, it turned out that the Indonesia's economic performance showed encouragement with a low inflation rate of 3.79%, an increased economic growth achieving 6.5%, a stable Rupiah exchange rate and maintained financial system stability. Demikian juga dengan industri perbankan nasional pada tahun 2011 semakin solid sebagaimana tercermin dengan terus membaiknya fungsi intermediasi perbankan, tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPUNon Performing Loan) gross di bawah 5%. Kinerja Bank Bumi Arta pada tahun 2011 juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Laba Bersih Bank Bumi Arta pada akhir tahun 2011 mencapai Rp 42.625 juta atau naik sebesar Rp 14.512 juta (51,62%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Aset Bank Bumi Arta naik sebesar Rp 301.247 juta (11 ,32%) atau mencapai sebesar Rp 2.963.149 juta. Kredit Yang Diberikan mencapai sebesar Rp 1.634.316 juta atau naik sebesar Rp 464.172 juta (39,67%). Dana Pihak Ketiga naik sebesar Rp 260.475 juta (12,06%) atau mencapai Rp 2.420.016 juta. Pencapaian kinerja di atas merupakan pencapaian nyata atas komitmen manajemen dan seluruh karyawan Bank Bumi Arta untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan perbankan secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2011, Dewan Komi saris dibantu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi telah menjalankan fungsinya secara aktif dengan melaksanakan pengawasan dan pemantauan atas perkembangan Bank Bumi Arta, memastikan Manajemen dan Tim Manajemen di bawahnya telah melaksanakan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko dalam menjalankan kepengurusan dan pengelolaan usaha. 09 Similarly, the national banking industry in 2011 was increasingly solid as reflected by continuous improvement in the function of banking intermediation, high Capital Adequacy Ratio (CAR) which was far above the minimum of 8% and maintained gross NPL (Non Performing Loan) below5%. The Bank Bumi Arta's performance in 2011 also indicated encouraging development. The Net Profits of Bank Bumi Arta at the end of 2011 reached /DR 42,625 million or increased by /DR 14,512 million (51.62%) compared with that of the previous year. The Assets of Bank Bumi Arta increased by /DR 301,247 million {17.32%) or reached /DR 2,963,149 million. The Credit Extended reached /DR 1,634,316 million or increased by /DR 464,172 million (39.67%). The Third Party Funds increased by /DR 260,475 million (12.06%) or reached /DR 2,420,016 million. The above achievement was a real demonstration of the commitment of the management and all employees of Bank Bumi Arta to continuously boost the productivity and the quality of banking services sustainably. Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 15 juni 2011 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 15 September 2011 kami menyambut baik pengangkatan Sdr. Muhammad Sjarifuddin sebagai anggota Komisaris lndependen dan Sdr. Wikan Aryono S sebagai Presiden Direktur menggantikan Sdri. Lucia S. Windoe. Kami yakin dengan perubahan pengurus ini akan membawa Bank Bumi Arta menjadi lebih baik lagi. Kami telah melakukan pengkajian yang mendalam atas Rencana Bisnis Bank Bumi Arta tahun 2012-2014 yang telah disampaikan oleh Manajemen dan kami mendukung upaya Manajemen untuk terus meningkatkan fungsi intermediasi Bank Bumi Arta. Kami yakin dan percaya dengan komitmen dan kesungguhan dari Tim Manajemen dan seluruh karyawan akan dapat mencapai semua target Rencana Bisnis yang telah ditetapkan. Akhir kata atas nama Dewan Komisaris, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran Manajemen dan karyawan atas kerja keras dan dedikasinya untuk pencapaian prestasi yang baik selama tahun 2011. Penghargaan yang tinggi juga kami sampaikan kepada seluruh pemegang saham, nasabah dan mitra usaha atas kepercayaan, dukungan dan kerjasamanya selama ini, sehingga Bank Bumi Arta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. submission to the Management for betterment and improvement ofperformance. In line with the Resolution of the Annual General Meeting of Shareholders held on june 15, 2011 and the Extra-ordinary General Meeting of Shareholders held on September 15, 2011, we warmly welcomed the appointment of Mr. Muhammad Sjarifuddin as an Independent Commissioner and Mr. Wikan Aryono S as the President Director replacing Ms. Lucia S. Windoe. We are convinced that this change in the management will make Bank Bumi Arta better. We conducted an in-depth study on Bank Bumi Arta's Business Plan for 2012-2014 which was submitted by the Management and we supported the Management's efforts to continuously improve the intermediation function of Bank Bumi Arta. We were convinced and believed in the commitment and sincerity of the Management Team and all employees all targets of the Business Plan which had been determined could be achieved. Finally, on behalf of the Board of Commissioners, we extend our appreciation and gratitude to all levels of management and employees for their hard work and dedication in performing their duties in 2011. We also extend the highest appreciation to all shareholders, customers and business partners for their trust, support and cooperation so far, so that Bank Bumi Arta can grow and develop well. Throughout 2011, the Board of Commissioners assisted by the Audit Committee, the Risk Monitoring Committee and the Remuneration and Nomination Committee actively performed their functions by exercising supervision and monitoring the Bank Bumi Arta's development, ensuring that the Management and the Management Team under it carried out the Good Corporate Governance (CCC) and risk management in carrying out the management and running the business. lr. Rachmat M.S., MBA Presiden Komi saris I President Commissioner Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 10
  7. 7. Sambutan Presiden Direktur Reportfrom The President Director Report from The President Director Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan Yang Terhormat, Perekonomian dunia pada tahun 2011 mengalami perlambatan, terutama disebabkan oleh ketidakpastian pemulihan ekonomi dan keuangan di Eropa dan AS. Eskalasi krisis di Eropa, terutama pada semester II - 2011, memicu tingginya volatilitas di pasar keuangan global. Dengan melemahnya permintaan global, volume perdagangan dunia dan harga komoditas global juga mengalami penurunan. In 207 7 the world's economy slowed down, particularly caused by uncertainty about the economic and financial recovery in Europe and the United States. The crisis escalation in Europe, particularly in the second semester of 207 7, caused a high volatility in the global financial market. With the weakening ofglobal demand, the world's trade volume and the global commodity price also decreased. Di sisi domestik, di tengah risiko melambatnya perekonomian global dan tekanan di pasar keuangan, kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang tetap kuat dan terus mengalami peningkatan. Pencapaian kinerja ekonomi tersebut didukung oleh stabilitas makro dan sistem keuangan yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2011 mencapai 6,5%. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh permintaan domestik yang masih kuat dan kinerja ekspor yang masih terjaga. Dari sisi produksi, sektor-sektor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi adalah sektor industri, sektor transportasi dan komunikasi, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. On domestic side, amidst the slow down in the global economy and the pressure in the financial market, the Indonesia's economic achievement indicated resilience, which continued to be strong and continuously improved. The economic achievement was supported by macro stability and the financial system which were kept maintained. The overall Indonesia's economic growth in 207 7 reached 6.5%. The growth was particularly supported by the domestic demand which was still strong and the export performance which was still maintained. On the side of production, the sectors which became the main encouragement of economic growth were the sectors of industry, transportation and communications as well as the sectors of trade, hotel and restaurant. Stabilitas sistem perbankan tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik, meskipun sempat terjadi gejolak di pasar keuangan akibat pengaruh global. lndustri perbankan tetap solid, sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPUNon Performing Loan) gross di bawah 5%. Sementara itu fungsi intermediasi perbankan juga semakin membaik tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir November 2011 mencapai 25,81% (yoy). The stability ofbanking system continued to be maintained with the intermediation function which kept improving, although an upheaval took place in the financial market resulting from the global impact. The banking industry continued to be solid as reflected in the high Capital Adequacy Ratio (CAR) which was far above the minimum of 8% and the gross NPL (Non Performing Loan) was maintained below 5%. Meanwhile, the function ofbanking intermediation also kept improving, reflected from the credit growth which reached 25.81% (yay) at the end of November 2011. Pada tahun 2011 kinerja Bank Bumi Arta menunjukkan pencapaian yang memuaskan. Target-target keuangan dan non keuangan yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis sebagian besar telah tercapai dengan baik, bahkan beberapa hal dapat melebihi target. 11 Our honorable Shareholders and Stakeholders, In 20 77, the Bank Bumi Arta's achievement was satisfactory. Most of the financial and non financial targets determined in the Business Plan were well achieved, even several matters could exceed the targets. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laba Bersih, Aset, Kredit Yang Diberikan dan Dana Pihak Ketiga Bank Bumi Arta pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba Bersih Bank Bumi Arta pada akhir tahun 2011 mencapai Rp 42.625 juta atau naik sebesar Rp 14.512 juta (51,62%) dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp 28.113 juta. Aset Bank Bumi Arta pada akhir tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar Rp 301.247 juta (11,32%) atau mencapai sebesar Rp 2.963.149 juta. Kredit Yang Diberikan pada tahun 2011 mencapai sebesar Rp 1.634.316 juta atau naik sebesar Rp 464.172 juta (39,67%) dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp 1.170.144 juta. Dengan pencapaian kredit tersebut rasio LDR (Loan to Deposit) Bank Bumi Arta tercatat sebesar 67,53%. Sedangkan rasio Non Perfoming Loan (NPL) Bank Bumi Arta pada akhir tahun 2011 mencapai 1,07% (gross) dan 0,50% (netto) atau masih berada jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia yaitu maksimum sebesar 5,00% (netto). The Net Profits, Assets, Loans and Third Party Funds of Bank Bumi Arta improved quite significantly in 207 7 compared with those of the previous year. The Net Profits of Bank Bumi Arta at the end of 20 7 7 was /DR 42,625 million or increase by /DR 74,572 million (57.62%)compared to that of 2010 being IDR28,113 million. The Assets of Bank Bumi Arta at the end of 20 7 7 experienced an increase by /DR 307,247 million (7 7,32%) or reached /DR 2,963,749 million. The Loans in 2077 was /DR 7,634,376 million or increased by /DR 464, 772 million (39.67%) compared to that of2070 being /DR 7,7 70,744 million. With the loans achievement the Loan to Deposit Ratio (LOR) of Bank Bumi Arta recorded at 67,53%, while the Non Performing Loan (NPL) ratio of Bank Bumi Arta at the end of 2011 was 7.07% (Cross) and 0.50% (Net) or was still below the provisions of the Bank Indonesia, being a maximum of 5.00% (Net). "The Assets ofBank Bumi Arta at the The Deposits of Bank Bumi Arta in 2011 experienced an increase by /DR 260,475 million (12.06%) or reached /DR 2,420,076 million compared to that of20 70 being /DR 2, 759,54 7 million. Dana Pihak Ketiga Bank Bumi Arta pada tahun 2011 end of2011 experienced an increase by mengalami peningkatan sebesar IDR 301,247 million (11,32%) or reached Rp. 260.475 (12,06%) atau mencapai Rp 2.420.016 juta IDR2,963,149 million." Bank Bumi Arta realized that the dibandingkan dengan tahun 201 0 sebesar Rp 2.159.541 juta. more rapid development of the banking industry and the Bank Bumi Arta menyadari bahwa semakin pesatnya perkembangan industri perbankan dan semakin kompleksnya kegiatan usaha Bank akan meningkatkan eksposur risiko yang harus dihadapi oleh Bank. Mengingat semakin meningkatnya risiko dan tantangan yang harus dihadapi tersebut, Bank Bumi Arta berkomitmen untuk secara terus menerus meningkatkan penerapan Good Corporate Governance dalam pelaksanaan usahanya. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta more complex the Bank's business activity would improve the risk exposures faced by the Bank. Since the risk and challenge which had to be faced became increasingly numerous, Bank Bumi Arta is committed to continuously improving the application of Good Corporate Governance in running its business. 12
  8. 8. Sambutan Presiden Direktur Reportfrom The President Director Sambutan Presiden Direktur Reportfrom The President Director Penerapan Good Corporate Governance selain untuk In addition to improving the Bank's achievement, the application of Good Corporate Governance also aimed to meningkatkan kinerja Bank, terutama juga untuk protect the interest of the stakeholders. In addition, it will melindungi kepentingan stakeholders. Disamping itu secara automatically improve the compliance with laws and otomatis juga akan meningkatkan kepatuhan terhadap regulations as well as generally applied ethics value in the peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku umum di industri perbankan. Pelaksanaan Good banking industry. The Good Corporate Governance in Bank Bumi Arta was carried out Corporate Governance di based on five basic principles, i.e. Bank Bumi Arta '1n 2012 with the Indonesia economic transparency, accountability, berlandaskan pada lima prinsip dasar Good growth which is anticipated to be still responsibility, independency and fairness. Corporate Governance, afficted by the global macro economic yakni keterbukaan (transparency), akuntabilitas condition, which still colored by van·ous To ensure that the implementation of Good Corporate Governance was (accountability), pertanggung uncertainties and challenges, Bank Bumi in conformity with the provisions jawaban (responsibility), independensi stipulated, parti-cularly the Arta in its Business Plan continues to (independency) dan regulations of Bank Indonesia, Bank kewajaran (fairness). focus on continuous impro(Jement ofits Bumi Arta periodically conducted s is CCC self assessment. The results of self assessment in 2011 indicated that Bank Bumi Arta was categorized as "Good" composite predicate, reflecting that Bank adequately met the principles of Good Corporate Governance. intermediation JUnction. " Untuk memastikan pelaksanaan GCG sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, khususnya peraturan Bank Indonesia, Bank Bumi Arta secara berkala melakukan self assessment GCG. Hasil penilaian self assessment tahun 2011, Bank Bumi Arta masuk dalam predikat komposit "Baik", yang mencerminkan Bank telah memenuhi prinsip-prinsip Good Corporate Governance secara memadai. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2012 diperkirakan masih tetap mengalami perlambatan terkait dengan masih tingginya ketidakpastian penyelesaian masalah utang dan fiskal di Eropa dan Amerika Serikat. Perlambatan ekonomi global tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik yang pada tahun 2012 diperkirakan pada kisaran 6,3%- 6,7%. Sedangkan inflasi pada tahun 2012 diperkirakan pada kisaran 4,5% + 1%. Pada tahun 2012 dengan kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi global yang masih diwarnai berbagai ketidakpastian dan tantangan, Bank Bumi Arta dalam Rencana Bisnisnya tetap fokus untuk terus meningkatkan fungsi intermedasinya. 13 The global economic growth in 2012 is anticipated to continue undergoing a slow down related to the high uncertain settlement over debt and fiscal problem in Europe and the United States. The global economic slow down is anticipated to affect the domestic economic growth that in 2012 is anticipated to be around 6.3%- 6.7%. While the inflation in 2012 is anticipated at the range of Peningkatan fungsi intermediasi tersebut akan dilaksanakan dengan meningkatkan penyaluran kredit secara lebih terarah dan selektif, meningkatkan pertumbuhan serta sekaligus memperbaiki komposisi dana pihak ketiga, seiring dengan peningkatkan pelaksanaan Good Corporate Governance dan profesionalitas organisasi melalui pelatihan sumber daya manusia yang terencana, teratur dan berkesinambungan. The improvement of the intermediation function is conducted by improving the distribution of credit in a more directed and selective manner, improving the growth and at the same time improving the composition of the third party funds, in line with the improvement in the implementation of Good Corporate Governance and organizational professionalism through training of human resources in concerted, regular and sustainable manners. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Para Pemegang Saham, yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan yang sangat baik kepada saya untuk memimpin Tim Manajemen Bank Bumi Arta sejak September 2011. On this occasion, I wish to express my appreciation and gratitude to all shareholders, who have provided very good trust and opportunity to me to lead the Management Team of Bank Bumi Arta since September 2011. Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham, Pemangku Kepentingan dan Dewan Komisaris atas kepercayaan dan dukungannya serta kepada segenap karyawan atas kerja keras, inisiatif dan loyalitasnya. Kami juga berterima kasih kepada para nasabah dan mitra usaha atas kerjasama yang sangat baik, dukungan, kepercayaan dan kontribusinya, sehingga Bank Bumi Arta dapat terus tumbuh dan berkembang dengan sehat sesuai dengan visi dan misinya sebagai Bank yang terpercaya, hati-hati dan berkinerja baik. Finally, we thank all Shareholders and the Board of Commissioners for the trust and support as well all employees for their hard work, initiative and loyalty. We also thank customers and business partners for their support, trust and contribution, so that Bank Bumi Arta can continuously grow and develop in accordance with the vision and mission as the most reliable Bank, careful bank and has good performance. 4.5% + 1%. In 2012 with the Indonesia's economic growth which is anticipated to be still affected by the global macro economic condition, which is still colored by various uncertainties and challenges, Bank Bumi Arta in its Business Plan continues to focus on continuous improvement of its intermediation function. Wikan Aryono S Presiden Direktur I President Director Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 14
  9. 9. Tinjauan Keuangan Financial Refliew Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih Komprehensif Income Before Tax and Net Comprehensive Income 31 Desember December 31 Naik/Turun Increase/Decrease Financial Review Pendapatan Bunga Bersih Net Interest Revenues Pendapatan Bunga Bersih pada tahun 2011 meningkat 13,86% atau mencapai Rp 145.524 juta dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp 127.811 juta. Hasil ini terjadi terutama karena Pendapatan Bunga yang diterima oleh Bank Bumi Arta pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar Rp 25.230 juta atau 10,55% (2011 : Rp 264.372 juta, 201 0 : Rp 239.142 juta), sedangkan Beban Bunga mengalami peningkatan sebesar Rp 7.517 juta atau 6,75% (2011 : Rp 118.848 juta, 201 0 : Rp 111.331 juta). In 207 7 the Net Interest Revenues increased by 73.86% or reached /DR 745,524 million compared with that of 2070, which was /DR 727,871 million. This result occurred particularly because the Interest Revenues gained by Bank Bumi Arta in 207 7 increased by /DR 25,230 million or 70.55% (207 7: /DR 264,372 million,2070: /DR 239,742 million), while the Interest Expenses only increased by /DR 7,5 77 million or 6.75% (20 11: /DR 778,848 million, 2010: /DR 7 71,33 7 million). The increase in Interest Revenues was obtained from an increase of /DR 34,4 73 million in the interest of Loans Peningkatan Pendapatan Bunga diperoleh dari kenaikan (207 7: /DR 206,337 million, 2070: /DR 777,924 million) pendapatan bunga Kredit Yang Diberikan sebesar Rp 34.413 juta (2011 : Rp and interest of Placement With 206.337 juta, 2010 : Rp 171.924 ''In 2011 the Net Interest Revenues Bland Other Banks /DR 15,878 million (207 7: /DR 44,892 juta) dan Penempatan Pada Bl dan increased by 13.86% or reachediDR million, 2070: /DR 29,074 Bank sebesar (2011 : Rp 44.892 juta, 2010 : Rp 145,524 million compared with that of million), while the increase in 29.014 juta). Sedangkan the Interest 2010, which was IDR 127,811 million." particularly Expenses from originated peningkatan Beban Bunga increase in interest expense of terutama berasal dari kenaikan beban bunga Deposito Berjangka sebesar Rp 7.058 juta Time Deposits amounting to /DR 7,058 million (207 7: /DR 91,013 million, 2010: /DR 83,955 million). (2011 : Rp 91.013 juta, 2010 : Rp 83.955 juta). Pendapatan Operasional Lainnya Other Operating Revenues Pendapatan Operasional Lainnya naik sebesar Rp 3.837 juta (39,76%) yaitu dari Rp 9.651 juta (201 0) menjadi Rp 13.488 juta (2011 ). Peningkatan ini terjadi karena pendapatan dari Lain-lain mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 201 0 (2011 : Rp 4.652 juta, 201 0 : Rp 1.719 juta). Other Operating Revenues increased by /DR 3,837 million (39.76%) i.e. from /DR 9,651 million (2010) to /DR 13,488 million (2011). This increase occurred because the revenue from Others increased compared with that of 2010 (2011: /DR 4.652 million, 2010: /DR 1.719 million). Provision for Impairment Losses At the end of 2011 the Provision for Impairment Losses reached /DR 10,064 million or increased by 124.99% (2010: /DR 4,473 million). The contribution to the increase in the provision for impairment losses particularly originated beban cadangan penurunan nilai terutama berasal dari from the increase in the provision for impairment loss on kenaikan beban penurunan nilai atas Kredit Yang Diberikan sebesar Rp 5.863 juta (2011 : Rp 10.178 juta, 201 0 : Rp 4.315 juta) 15 Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Laba Bersih Komprehensif Rp. 264.372 118.848 145.524 13.488 Rp. 239.142 111.331 127.811 9.651 Rp. 25.230 7.517 17.713 3.837 % 10,55 6,75 13,86 39,76 10.064 111.096 37.852 19.164 4.473 95.700 37.289 392 5.591 15.396 563 18.772 124,99 16,09 1,51 4788,78 57.016 14.391 42.625 37.681 9.568 28.113 19.335 4.823 14.512 51,31 50.41 51,62 (in million Rupiah) Interest Revenues Interest Expenses Interest Revenues- Net Other Operating Revenues Provision for Impairment Losses- Net Other Operating Expenses Income from Operation Non Operating RevenuesNet Income Before Tax Tax Expense Net Comprehensive Income Pendapatan Bunga Bersih Interest Revenues- Net 31 Desember (dalam jutaan Rupiah) Pendapatan Bunga - Kredit Yang Diberikan - Efek-efek (SBI) - Penempatan Pada Bl dan Bank - Lainnya Jumlah Beban Bunga - Giro - Tabungan - Deposito Berjangka - Simpanan Dari Bank Lain - Lainnya jumlah Pendapatan Bunga Bersih Naik/Turun Increase/Decrease Rp. % Rp. Rp. 206.337 13.143 44.892 171.924 38.203 29.014 34.413 (25.060) 15.878 20,02 -65,60 54,73 264.372 239.142 (1) 25.230 10,55 10.129 12.194 91.013 261 5.251 118.848 145.524 9.438 12.754 83.955 386 4.798 111.331 127.811 691 (560) 7.058 (125) 453 7.517 17.713 7,32 -4,39 8,41 -32,38 9,44 6,75 13,86 December 31 (in million Rupiah) Interest Revenues - Loans - Securities - Placement With Bl and Other Banks - Others Total Interest Expenses - Demand Deposits - Saving Deposits - Time Deposits - Deposits from Other Banks - Others Total Interest Revenues- Net Beban Operasional Lainnya Beban Pembentukan Cadangan Penurunan Nilai Beban Pembentukan Cadangan Penurunan Nilai pada akhir tahun 2011 mencapai Rp 10.064 juta atau naik 124,99% (201 0 : Rp 4.473 juta). Kontribusi kenaikan (dalam jut.aan Rupiah) Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga- Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Beban Pembentukan Cadangan Penurunan Nilai- Bersih Beban Operasional Lainnya Laba Operasional Pendapatan Non Operasional- Bersih Loans by /DR 5,863 million (2011: /DR 10,178 million, 2010: /DR 4,315 million). Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Other Operating Expenses Beban Operasional Lainnya pada tahun 2011 mencapai Rp 111.096 juta atau lebih tinggi 16,09% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (201 0 : Rp 95.700 juta). Beban Operasional Lainnya meningkat terutama karena kenaikan beban tenaga kerja, beban penyusutan, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan beban pendidikan dan latihan. In 2011 Other Operating Expenses reached /DR 111,096 million or 16.09% higher than the previous year (20 70: /DR 95,700 million). Other Operating Expenses increased particularly because of the increase in the personnel expenses, depreciation expenses, repairs and maintenance expenses, and education and training expenses. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 16
  10. 10. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Pendapatan Non Operasional Bersih Non Operating Reveneus - Net Simpanan Deposits Pendapatan Non Operasional Bersih naik sebesar Rp 18.772 juta (4.788,78%) yaitu dari Rp 392 juta (201 0) menjadi Rp 19.164 juta (2011 ). Hasil ini terjadi terutama karena pada tahun 2011 Bank Bumi Arta memperoleh pendapatan yang cukup signifikan dari hasil penjualan Penyertaan Bank Bumi Arta di PT Balimor Finance sebesar Rp 18.525 juta. Non Operating Revenues- Net increased by /DR 18,772 million (4.788,78%) i.e. from /DR 392 million (2010) to /DR 19, 164 million (20 11 ). This occurred particularly because in 2011 Bank Bumi Arta obtained incomes, which was quite significant from the sales proceeds of Bank Bumi Arta's Investments in PT Balimor Finance by /DR 18,525 million. Simpanan Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 2.420.016 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp 260.475 juta atau 12,06% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 2.159.541 juta. Kontribusi peningkatan tersebut terutama berasal dari Deposito Berjangka yang mengalami kenaikan sebesar 15,36% atau Rp 215.800 juta (2011 : Rp 1.620.745 juta, 2010: Rp 1.404.945 juta) The Deposit of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 was /DR 2,420,016 million. This total increased by /DR 260,475 million or 12.06% compared with the position as of December 31,2010 which was /DR 2,159,541 million. Contribution to the increase was particularly originated from the the Time Deposits, which increased by 15.36% or /DR 215,800 million (2011: /DR 1,620,745 million, 2010: /DR 1,404,945 million). Laba Bersih Komprehensif Net Comprehensive Income Laba Bersih Komprehensif Bank Bumi Arta pada tahun 2011 mencapai Rp 42.625 juta atau naik sebesar Rp 14.512 juta (51 ,62%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya (201 0: Rp 28.113 juta). The Net Comprehensive Income of Bank Bumi Arta in 2011 reached /DR 42,625 million or decreased by /DR 14,512 million (51.62%) compared with that ofthe previous year (2010: /DR 28,113 million). The Demand Deposits as of December 31, 2011 reached /DR 447,335 million or increased by /DR 32,031 million (7.71 %) compared with the position as of December 31, 2010 which was /DR 415,304 million. While the Savings increased by 3.73% or /DR 12,644 million, so that the position at the end of2011 reached /DR 351,936 million. Aktiva Assets Giro pada tanggal 31 Desember 2011 mencapai sebesar Rp 447.335 juta atau naik sebesar Rp 32.031 juta (7,71 %) dibandingkan dengan posisi 31 Desember 201 0 sebesar Rp 415.304 juta. Sedangkan Tabungan mengalami peningkatan sebesar 3,73% atau sebesar Rp 12.644 juta, sehingga posisi pada akhir tahun 2011 mencapai sebesar Rp 351.936 juta. Total Aktiva Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 tumbuh sebesar 11,32% atau meningkat dari sebesar Rp 2.661.902 juta pada tahun 2010 menjadi Rp 2.963.149 juta pada akhir tahun 2011. Kontribusi peningkatan tersebut berasal dari Kredit Yang Diberikan. Total Assets of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 grew at 11.32% or increased from /DR 2,661,902 million in 2010 to /DR 2,963,149 million at the end of 2011. Contribution to the increase originated from Loans. Kewajiban Liabilities Kewajiban Bank Bumi Arta per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 2.487.017 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp 265.552 juta atau 11,95% dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp Rp 2.221.465 juta. Kenaikan Kewajiban terutama disebabkan oleh peningkatan Simpanan yaitu dari sebesar Rp 2.159.541 juta pada akhir tahun 2010 menjadi Rp 2.420.016 juta pada akhir tahun 2011 atau naik sebesar Rp 260.475 juta (12,06%). The Liabilities of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 was /DR 2,487,017 million. The liabilities increased by /DR 265,552 million or 11.95% compared with the position as of December 31, 2010 which was /DR 2,221,465 million. The increase ofthe Liabilities was particularly due to the increase in the Deposits, i.e. from /DR 2, 159,541 million at the end of2010 to /DR 2,420,016 million at the end of 2011 or increased by /DR 260,475 juta (12.06%). Ekuitas Equity Jumlah Ekuitas Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 476.132 juta atau mengalami peningkatan sebesar Rp 35.695 juta (8, 10%) dibandingkan posisi per tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 440.437 juta. Peningkatan ekuitas sejalan dengan pencapaian laba bersih Bank Bumi Arta. Total Equity of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 was /DR 476,132 million or increased by /DR 35,695 million (8.1 0%) compared with the position as of December 31,2010 which was /DR 440,437 million. The increase in equity was in line with the achievement of the net income of Bank Bumi Arta. Pada akhir tahun 2011 komposisi Simpanan terbesar masih diraih oleh produk Deposito Berjangka yaitu sebesar Rp 1.620.745 juta atau 66,97% dari total Simpanan, kemudian diikuti oleh produk Giro dan Tabungan masingmasing sebesar 18,49% dan 14,54%. Komposisi Simpanan Composin"ons ofDeposits 15% SAVING DEPOSITS 18% DEMAND DEPOSITS Simpanan Deposits 31 Desember At the end of 2011 the biggest composition of the Deposits was achieved by the Time Deposits product, i.e. /DR 1,620,745 million or 66.97% of the total Deposits, then it was followed by Demand Deposits and Savings products, which were 18.49% and 14.54% respectively. 67% TIME DEPOSITS Naik{furun December 31 Increase/Decrease (dalam jutaan Rupiah) Giro Tabungan Deposito Berjangka Total 17 Rp. 447.335 351.936 1.620.745 2.420.016 Rp. 415.304 339.292 1.404.945 2.159.541 Rp. 32.031 12.644 215.800 260.475 % 7,71 3,73 15,36 12,06 (in million Rupiah) Demand Deposits Saving Deposits Time Deposits Total Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 18
  11. 11. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Aktiva Produktif Earning Assets 31 Desember (dalam jutaan Rupiah) Penempatan Pada Bank Efek-efek (SBI) Kredit Yang Diberikan Tagihan Akseptasi Penyertaan Rekening Administratif Total Naik{rurun Increase/Decrease Rp. 788.428 147.585 1.634.316 3.371 10 627.010 3.200.720 Rp. 934.126 195.420 1.170.144 2.706 1.485 578.424 2.882.305 Rp. (145.698) (47.835) 464.172 665 (1.475) 48.586 318.415 % -15,60 -24,48 39,67 24,58 -99,33 8,40 11,05 December 31 (in million Rupiah) Placement With Banks Securities (SBI) Loans Acceptances Receivable Investments Administrative Account Total Aktiva Produktif Earning Assets Jumlah Aktiva Produktif Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 3.200.720 juta, naik sebesar Rp 318.41 5 juta atau 11,05% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 201 0 sebesar Rp 2.882.305 juta. Peningkatan Aktiva Produktif per tanggal 31 Desember 2011 terutama berasal dari kenaikan Kredit Yang Diberikan, dan Rekening Administratif. The Earning Assets of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 totaled /DR 3,200,720 million, increased by /DR 318,415 million or 11.05% compared with the position as of December 31,2010 which was /DR 2,882,305 million. The increase of Earning Assets as of December 31, 2011 originated from the increase in the Loans, and Administrative Accounts. Penempatan Pada Bank sebagian besar merupakan penempatan pada Bank Indonesia dalam bentuk Bl- Term Deposit dan Bl - Deposit Facility (Rp 770.238 juta). Penempatan Pada Bank turun sebesar Rp 145.698 juta (1 5,60%) dari Rp 934.126 juta per posisi 31 Desember 2010 menjadi Rp 788.428 juta per akhir Desember 2011. Efek-efek (SBI) per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 147.585 juta, turun sebesar Rp 47.835 juta (24,48%) dibandingkan dengan posisi tanggal31 Desember 201 0 sebesar Rp 195.420 juta. Penurunan Penempatan Pada Bank dan Efek-efek (SBI) ini terjadi karena sebagian dananya sudah digunakan untuk pemberian kredit kepada debitur. Kredit Yang Diberikan naik sebesar Rp 464.172 juta (39 ,67%) dari Rp 1.170.144 juta per tanggal 31 Desember 201 0 menjadi Rp 1.634.316 juta per tanggal 31 Desember 2011. Pencapaian Kredit Yang Diberikan ini sudah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank Bumi Arta tahun 2011 yaitu sebesar Rp 1.521.188 juta. 19 Most of the Placement with Banks was Placement with Bank Indonesia in the form of 8/- Term Deposit dan 8/ - Deposit Facility (!DR 770,238 million). The Placement with Banks decreased by /DR 145,698 million (15.60%) from /DR 934, 126 million as of the position on December 31,2010 to /DR 788,428 million at the end of December 2011. The Securities (58/) as of December 31, 2011 was /DR 147,585 million, decreased by /DR 47,835 million (24.48%) compared with the position as of December 31, 2010, which was /DR 195,420 million. The decrease in Placement with Bank and Securities (58/) occurred because some of the funds were used to extend credit to debtor. The Loans was increased by /DR 464, 172 million (39.67%) from /DR 1, 170,144 million as of December 31, 2010 to /DR 1,634,316 million as of December 31, 2011. The total Loans already exceeded the target determined in the Bank Bumi Arta's Business Plan for 2011, i.e. /DR 1,521,188 million. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Tagihan Akseptasi per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 3.371 juta atau naik sebesar Rp 665 juta (24,58%) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2.706 juta. Acceptances Receivable as of December 31, 2011 was /DR 3,371 million or increased by /DR 665 million (24.58%) compared with that of the previous year, which was /DR 2,706 million. Penyertaan Bank Bumi Arta turun sebesar Rp 1.475 juta (99,33%) dari Rp 1.485 juta per tanggal 31 Desember 201 0 menjadi Rp 10 juta per 31 Desember 2011. Penurunan Penyertaan terjadi karena Bank Bumi Arta telah menjual Penyertaannya di PT Balimor Finance sebesar Rp 1.475 juta. Penjualan Penyertaan ini sudah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Bumi Arta tanggal 16 Nopember 2011. The Investments of Bank Bumi Arta decreased by /DR 1,475 million (99,33%) i.e. from /DR 1,485 million (2010) as of December 31, 2010 to /DR 10 million as ofDecember 31, 2011. The decrease in the Investments occurred because Bank Bumi Arta sold its Investments in PT Balimor Finance worth /DR 1,475 million. The sales of the Investments was approved by the Extraordinary General Meeting of Shareholders held on November 16, 2011. Rekening Administratif yang terdiri dari Fasilitas Kredit Yang Belum Ditarik, Irrevocable Letter of Credits dan Bank Garansi per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 627.010 juta, naik sebesar Rp 48.586 juta (8,40%) dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 201 0 sebesar Rp 578.424 juta. Administrative Accounts consisting of Unused Loan Commitments Granted to Customers, Irrevocable Letter of Credits and Bank Guarantee as of December 31, 2011 was /DR 627,010 million, increased by /DR 48,586 million (8,40%) compared to the position as of December 31, 2010, which was /DR 578,424 million. Pada tanggal 31 Desember 2011 komposisi Aktiva Produktif Bank Bumi Arta terbesar berada di Kredit Yang Diberikan yaitu sebesar 51 ,06%, kemudian diikuti oleh Penempatan Pada Bank sebesar 24,63%, Rekening Administratif sebesar 19,59%, Efek-efek (SBI) sebesar 4,61% dan Tagihan Akseptasi sebesar 0,11 %. On December 31, 2011, the biggest composition of the Earning Assets of Bank Bumi Arta was in the Loans, i.e. totaling 51.06%, then it was followed by Placement with Banks of 24.63%, Administrative Accounts of 19.59%, Securities (581) of 4. 61%, and Acceptances Receivable of 0. 11%. Komposisi Aktiva Produktif Compositions ofEarning Assets 5% SECURITIES 19% ADM. ACCOUNT 25% PLACEMENT Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 51% LOANS 20
  12. 12. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Loans Distribution Based on Economic Sector Naik{furun Increase/Decrease 31 Desember (dalam jutaan Rupiah) Perdagangan lndustri Konstruksi Transportasi Pertanian Lain-lain Total Rp. 666.237 209.039 15.333 38.262 2.225 703.220 1.634.316 Rp. 565.214 101.490 9.591 10.202 1.442 482.205 1.170.144 Rp. 101.023 107.549 5.742 28.060 783 221.015 464.172 % 17,87 105,97 59,87 275,04 54,30 45,83 39,67 Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Loans Distribution Based on Usage Type December 31 (in million Rupiah) Trading Industry Construction Transportation Agriculture Others Total Kredit Yang Diberikan Loans Jumlah Kredit Yang Diberikan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 1.634.316 juta, naik sebesar Rp 464.172 juta atau 39,67% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 201 0 sebesar Rp 1.170.144 juta. Kenaikan Kredit Yang Diberikan terutama berasal dari peningkatan kredit di Sektor Lain-lain sebesar Rp 221.015 juta (45,83%), Sektor lndustri sebesar Rp 107.549 juta (1 05,97%), Sektor Perdagangan sebesar Rp 101.023 juta (17,87%), dan Sektor Transportasi sebesar Rp 28.060 juta (275,04%). The total of Loans on December 31, 2011 was /DR 1,634,316 million, increased by /DR 464. 172 million or 39.67% compared to the position as of December 31, 2010, which was /DR 1, 170,144 million. The increase in the Loans particularly originated from Others Sectors by /DR 221,015 million (45.83%), the Sector of Industry by /DR 107,549 million (1 05.97%), the Sector of Trading by /DR 101,023 million (17.87%), and the Sector of Transportation by /DR 28,060 million (275.04%). Komposisi penyaluran kredit terbesar pada akhir tahun 2011 ditempati oleh Sektor Lain-lain sebesar Rp 703.220 juta atau 43,03% dari total Kredit, kemudian diikuti Sektor Perdagangan sebesar Rp 666.237 juta atau 40,77 %, Sektor lndustri sebesar Rp 209.039 juta atau 12,79%, dan Sektor Transportasi sebesar Rp 38.262 juta atau 2,34%. The biggest composition of the loans distribution at the end of2011 was occupied by the Others Sectors by /DR 703,220 million or 43.30% of the total Loans, then it was followed the Sector of Trading by /DR 666.237 or 40,77%, the Sector of Industry by /DR 209,039 million or 12.79% and the Sector of Transportation by /DR 38,262 million or 2.34%. 31 Desembrer Naik!furun Increase/Decrease (dalam jutaan Rupiah) Modal Kerja lnvestasi Konsumsi Total Rp. 1.056.420 161.258 416.638 1.634.316 Rp. 836.429 69.286 264.429 1.170.144 Pada tanggal 31 Desember 2011 jumlah penyaluran kredit untuk Modal Kerja adalah sebesar Rp 1.056.420 juta atau 64,64% dari total Kredit Yang Diberikan. Jumlah ini meningkat sebesar Rp 219.991 juta atau 26,30% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 201 0 sebesar sebesar Rp 836.429 juta. Penyaluran kredit untuk lnvestasi pada tahun 2011 adalah sebesar Rp 161.258 juta, naik sebesar Rp 91.972 juta (132,74%) atau mencapai 9,87% dari total Kredit Yang Diberikan. Penyaluran kredit untuk Konsumsi terdapat kenaikan sebesar Rp 152.209 juta atau 57,56%, sehingga jumlah kredit Konsumsi posisi 31 Desember 2011 menjadi sebesar Rp 416.638 juta atau 25,49% dari total Kredit Yang Diberikan. Rp. 219.991 91.972 152.209 464.172 % 26,30 132,74 57,56 39,67 December 31 (in million Rupiah) Working Capital Investment Consumer Total On December 31, 2010 the loans distribution for the Working Capital was /DR 1,056,420 million or 64.64% of the total Loans. This amount was increased by /DR 219,991 million or 26.30% compared with the position as of December 31,2010 which was /DR 836,429 million. The loans distribution for Investment in 2011 was /DR 161,258 million, increased by /DR 91,972 million (132.74%) or reached 9.87% of the total Loans. The loans distribution for Consumption was increased by /DR 152,209 million or 57.56%, so that the credit for Consumption as of December 31, 2011 totaled /DR 416,638 million or 25.49% of the total Loans. Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Compositions ofLoans Based on Usage Type 10% INVESTMENT Komposisi Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Compositions ofLoans Based on Economic Sector 3% TRANSPORTATION : 13% INDUSTRY - ------c" 25% CONSUMER 65% WORKING CAPITAL 41% TRADING 21 43%0THERS Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 22
  13. 13. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Komposisi Kredit Berdasarkan Kolektibilitas Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait Loans Compositions Based on Collectibility Fundfor Related Parties 31 Desember (dalam jutaan Rupiah) Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total CKPN NPL- Gross NPL- Net Naik/Turun Increase/Decrease Rp. 1.606.952 9.822 475 590 16.477 1.634.316 24.462 1,07% 0,50% Rp. 1.138.660 5.112 3.419 106 22.847 1.170.144 15.805 2,25% 1,83% December 31 31 Desember Rp. 468.292 4.710 (2.944) 484 (6.370) 464.172 8.657 -1,18% -1,33% (in million Rupiah) Current Special Mention Substandard Doubtful Loss Total Allw. for Impairment Losses NPL- Gross NPL- Net (dalam jutaan Rupiah) Kredit Yang Diberikan Penyertaan Letter Of Credits Bank Garansi Total Penyediaan Dana Nilai Jaminan Tunai -/Penyediaan Dana Kepada PihakTerkait Total Modal Inti dan Modal Pelengkap % 41,13 92,14 -86.11 456,60 -27,88 39,67 54,77 -52,44 -72,68 Rp. Untuk mengantisipasi kerugian akibat memburuknya kualitas kredit yang diberikan dan sesuai dengan ketentuan yang diwajibkan oleh Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2011 Bank Bumi Arta telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)- Kredit Yang Diberikan sebesar Rp 24.462 juta atau naik 54,77% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (201 0 : Rp 15.805 juta). 23 The Loans categorized as Current on December 31, 2011 totaled /DR 1,606,952 million, increased by /DR 468,292 million or 41.13% compared with the position as of December 31, 2010 which was /DR 1,138,660 million. While the Loans categorized as Under Special Mention increased by /DR 4,710 million (92.14%), Substandard decreased by /DR 2,944 million (86.11 %), Doubtful increased by /DR 484 million (456.60%) and Loss decreased by /DR 6,370 million (27.88%). Based on the above composition of loans collectibility, the Non Performing Loan (NPL)- Gross ratio of Bank Bumi Arta as of December 31,2010 was 1.07%, while Non Performing Loan (NPL) - Net ratio was 0.50%. With that achievement of ratio, the NPL ratio of Bank Bumi Arta was still under the maximum level of the Bank Indonesia requirement, which was 5.00% (NPL -Net). To anticipate the loss resulting from the deterioration of the loans quality and in conformity with the provision which was obligated by the Bank Indonesia as of December 31, 2011 Bank Bumi Arta had set up Allowance for Impairment Losses (CKPN) - for the Loans totaling /DR 24,462 million or increased by 54.77% compared with that of the previous year (20 10: /DR 15,805 million). Rp. Rp. 58.067 44.778 1.475 % 29,67 -100,00 0 -100,00 22,06 5,87 75,91 7,91 63,07 58.153 38.780 19.373 413.528 1.389 47.642 36.629 11.013 383.225 13.289 (1.475) 86 (1.389) 10.511 2.151 8.360 30.303 4,68% 2,87% 1,81 o/o 86 % Penyediaan Dana Kredit yang masuk dalam kategori Lancar pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 1.606.952 juta, naik sebesar Rp 468.292 juta atau 41,13% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 201 0 sebesar Rp 1.138.660 juta. Sedangkan untuk Kredit dengan kategori Dalam Perhatian Khusus naiksebesar Rp 4.71 0 juta (92, 14%), kredit Kurang Lancar turun sebesar Rp 2.944 juta (86, 11 %), kredit Diragukan naik sebesar Rp 484 juta (456,60%) dan kredit Macet turun sebesar Rp 6.370 juta (27,88%). Berdasarkan komposisi kolektibilitas kredit tersebut maka Rasio Non Performing Loan (NPL) -Gross Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar 1,07% sedangkan ratio Non performing Loan (NPL)Net sebesar 0,50%. Dengan pencapaian rasio tersebut maka rasio NPL Bank Bumi Arta masih jauh di bawah tingkat maksimum persyaratan Bank Indonesia sebesar 5,00% (NPL- Net). (in million Rupiah) Loans Investment Letter Of Credits Bank Guarantees Total Fund Cash Collateral Fund for Related Parties Total Core and Supplementary Capital o/o Fund for Related Parties Batas Maksimum Pemberian Kredit Legal Lending Limit Penyediaan dana kepada pihak terkait dengan Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 19.373 juta atau 4,68% dari Total Modal Inti dan Modal Pelengkap sebesar Rp 413.528 juta. Pencapaian rasio tersebut masih di bawah batas maksimum penyediaan dana kepada pihak terkait yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 10,00%. Penyediaan dana kepada pihak terkait berupa Kredit Yang Diberikan, dan Letter of Credits. The provision of funds for related parties of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 totaled IDR 19,373 million or 4.68% of the Total Core Capital and Supplementary Capital totaled IDR 413,528 million. The achievement of the ratio was still under the maximum limit of provision of funds for related parties as determined by the Bank Indonesia of 10.00%. The provision of funds to the related party is in the form of Loans, and Letter of Credits. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Minimum Capital Requirement 31 Desember I December 31 (dalam jutaan Rupiah) I (in million Rupiah) I. Komponen Modal I Components of Capital A. Modal Inti I Core Capital B. Modal Pelengkap (maks. 100% dari Modal Inti) I Supplementary Capital II. Total Modal Inti +Modal Pelengkap /Total Core and Supplementary Capital Ill. Penyertaan ( - I - ) I Investment ( - I - ) IV. Total Modal /Total Capital V. ATMR /Risk Weighted Assets VI. Rasio Modal Terhadap ATMR (CAR)/ Capital Adequacy Ratio (CAR) Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta December 31 Naik/Turun Increase/Decrease Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 2011 2010 Rp Rp 363.941 49.587 413.528 337.677 45.548 383.225 413.528 2.071.878 19,96% 383.225 1.555.036 14,64% 24
  14. 14. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Kecukupan Modal Capital Adequacy Total Modal Bank Bumi Arta pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 413.528 juta. Sementara jumlah Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) adalah sebesar Rp 2.071.878 juta, sehingga diperoleh rasio kecukupan modal (CAR) Bank Bumi Arta sebesar 19,96%. Dengan pencapaian tersebut, maka rasio CAR Bank Bumi Arta masih lebih tinggi dibandingkan dengan rasio CAR minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebesar 8,00%. Capital of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 totaled /DR 413,528 million, while the total Risk Weighted Assets (ATMR) was /DR 2,071,878 million, so that the Capital Adequacy Ratio (CAR) of the Bank Bumi Arta was 19.96%. With that achievement, the CAR ratio of Bank Bumi Arta was still higher than the minimum CAR ratio, which had to be met in accordance with the provision of the Bank Indonesia i.e. 8.00% Pihak yang dapat dikategorikan sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak yang mempunyai hubungan secara langsung atau tidak langsung, mengendalikan, dikendalikan atau di bawah satu pengendalian di dalam peranannya sebagai pemegang saham bank. Sesuai dengan Laporan Keuangan Bank Bumi Arta per 31 Desember 2011, transaksi-transaksi tersebut meliputi antara lain; pemberian kredit, L/C, giro, tabungan, deposito, asuransi, dan sewa kepada pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa. Conflict of Interest Transaction Liquidity Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan As of December 31, 2011 the Liquid Assets(< 1 month) of Bank Bumi Arta totaled /DR 903,043 million and Liquid Liabilities (<1 month) totaled /DR 2,430,249 million. Based on the above composition, the liquidity level of the Bank Bumi Arta was vel)' good, because 37.16% of the total Liquid Liabilities was placed in Liquid Assets as well, while the LDR ratio of the Bank Bumi Arta as of December 31,2011 was 67.53% (2010: 54.18%) Seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank Bumi Arta bahwa transaksi yang mengandung benturan kepentingan antara kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Komisaris atau Pemegang Saham dengan kepentingan ekonomis Perseroan harus mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selama tahun 2011, Bank Bumi Arta tidak melakukan transaksi yang mengandung benturan kepentingan yang membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Likuiditas Pada tanggal 31 Desember 2011 total Aktiva Likuid (< 1 bulan) Bank Bumi Arta sebesar Rp 903.043 juta dan total Pasiva Likuid (< 1 bulan) sebesar Rp 2.430.249 juta. Berdasarkan komposisi tersebut tingkat likuiditas Bank Bumi Arta sangat likuid karena 37,16% dari total Pasiva Likuid ditanamkan dalam Aktiva Likuid. Sedangkan rasio LDR Bank Bumi Arta per 31 Desember 2011 adalah sebesar 67,53% (201 0 :54, 18%). The party which can be categorized as the related party is the party which has direct or indirect relationship, controlling, and being controlled or under one control in its role as the shareholder of the bank. In line with the Financial Statements of Bank Bumi Arta as of December 31, 20 11, the transactions covered among others: loans, UC, demand deposits, savings, deposits, insurance and lease for the related parties. As governed in the Bank Bumi Arta Articles ofAssociation that the conflict of interest transaction between personal economic interest ofthe members ofthe Board of Directors, the members of the Board of Commissioners or Shareholders and the Company's economic interest must obtain prior approval from a General Meeting of Shareholders (RUPS). During 2011, Bank Bumi Arta did not conduct conflict of interest transactions, which needs approval from a General Meeting of Shareholders (RUPS). Agreement Dividend Policy Kebijakan Deviden Bank Bumi Arta menetapkan kebijakan untuk membayar Deviden tunai kepada seluruh pemegang saham sekurangkurangnya sekali dalam setahun. Besarnya deviden yang akan dibagikan dikaitkan keuntungan Bank pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Bank dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar. Pada tanggal12 juli 2011 telah dibagikan Deviden tunai kepada pemegang saham Bank Bumi Arta sebesar Rp 6.930 juta. Bank Bumi Arta stipulated a policy to pay cash dividend to all shareholders at least once a year. The amount of dividend to be distributed is related to the profits of the Bank in the relevant financial year, with due observance of the level of Bank's financial soundness and without prejudice to the right ofa General Meeting ofShareholders to determine otherwise in accordance with the Articles ofAssociation. The cash Dividends were distributed on july 12, 2011 to the shareholders of Bank Bumi Arta totaled /DR 6,930 million. Related Parties Transaction Transaksi Hubungan lstimewa Dalam kegiatan usahanya, Bank Bumi Arta juga melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan persyaratan dan kondisi yang sama seperti yang diberlakukan kepada pihak ketiga. 25 In its business activities, Bank Bumi Arta also conducted certain transaction with the related parties under the same terms and conditions as those applied for the third party. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta lkatan Bank Bumi Arta melakukan perjanjian dengan PT Rintis Sejahtera, yang bertindak sebagai switching operator dari PT Bank Central Asia (BCA), melalui Perjanjian Kerjasama Penggunaan ATM BCA dan Debit BCA. Sesuai dengan perjanjian tersebut, nasabah Bank Bumi Arta dapat menggunakan fasilitas jaringan ATM BCA untuk melakukan transaksi. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama, demikian seterusnya. Bank Bumi Arta entered into an agreement with PT Rintis Sejahtera, which acts as switching operator of PT Bank Central Asia (BCA), through Cooperation Agreement for Use ofA TM BCA and Debit BCA. In line with the agreement, the Bank Bumi Arta customers can use the A TM BCA network facility to carl)' out transaction. This agreement is valid for a period of 2 (two) years and automatically extended for the same period, and so on. Extraordinal)' Event and Seldom Occurred The Financial Statements of Bank Bumi Arta as of December 31, 2011 did not contain extraordinal)' event and the same seldom occurred. Kejadian Yang Sifatnya Luar Biasa dan jarang Terjadi Laporan Keuangan Bank Bumi Arta per 31 Desember 2011 tidak mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 26
  15. 15. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Kejadian Penting Setelah Tanggal Laporan Akuntan Tidak terdapat kejadian atau peristiwa penting yang mempunyai dampak terhadap kinerja dan risiko usaha Bank Bumi Arta di masa mendatang setelah tanggal Laporan Akuntan. Perubahan Peraturan Perundang-undangan Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan Tidak ada perubahan peraturan perundangan-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap Bank Bumi Arta maupun terhadap Laporan Keuangan. Tinjauan Keuangan Financial RefJiew Important Event after the Date of Public Accountants' Report There was no important occurrence or event, which had impact on the performance and business risk of Bank Bumi Arta in the future after the date of Public Accountants' Report. Amendments to Laws and Regulations which Significantly Affected the Company There was no amendment to the laws and regulations, which significantly affected the Bank Bumi Arta and Financial Statements. Perubahan Kebijakan Akuntansi Change in Accounting Policy Tidak ada perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi perusahaan yang mempunyai dampak terhadap Laporan Keuangan. There was no significant change to the Company's accounting policy, which had affected the Financial Statements. Prospek Tahun 2012 2012 Prospect Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2012 diindikasikan mengalami perlambatan. Permasalahan fiskal yang dihadapi Amerika Serikat dan krisis utang yang membelit perekonomian di kawasan Eropa menjadi faktor penyebab tertahannya ekspansi ekonomi global dan menimbulkan gejolak di pasar keuangan global. Kuatnya indikasi perlambatan ekonomi global mendorong melambatnya tekanan inflasi. Seiring dengan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global, laju pengetatan kebijakan moneter di negara berkembang mulai tertahan, sementara kebijakan di negara maju masih cenderung akomodatif untuk menopang aktivitas perekonomian. Kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) mengindikasikan perlambatan. Sektor industri, yang menjadi tulang punggung ekonomi AS, sempat menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada periode tahun 2008 - 2009. Namun, kondisi saat ini menunjukkan penurunan kinerja. 27 The global economic growth in 2012 is indicated by a slow down. The fiscal problem faced by the United States and the debt crisis affected the economy in Europe resulted in the impeded global economic expansion and upheaval in the global financial market. The strong indicator of global economic slow down encourages a slow down in inflation pressure. In line with the increase in the risk of global economic slow down, the rate of tightening the monetary policy in the developing countries starts to be hindered, while the policy in the advanced countries still tend to be accommodative to support the economic activity. The United States economic achievement indicated a slow down. The industrial sector, which became the United States economic backbone had indicated quite good development during the period of 2008- 2009. But, the present condition indicates a decrease in its achievement. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Berdasarkan perkembangan tersebut pada September 2011 beberapa lembaga internasional seperti IMF dan WEO menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2012 menjadi 1,8%, jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Juni 2011 yaitu 2,7%. Based on that development in September 2011 some international institutions such as IMF and WED lower the United States economic growth projection in 2012 to 1.8%, much lower compared with the previous projection in june 2011, i.e. 2.7%. Krisis utang yang berkepanjangan di kawasan Eropa mulai berdampak negatif pada perekonomian kawasan tersebut. Kinerja ekonomi negara-negara besar di Eropa mulai melambat yang tercermin dari melemahnya indikatorindikator ekonomi kawasan tersebut selama triwulan Ill 2011. Peliknya krisis utang di kawasan Eropa menyebabkan tantangan terhadap ekonomi ke depan semakin berat. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, IMF dan WEO September 2011 menurunkan perkiraan pertumbuhan kawasan Eropa pad a tahun 2012 menjadi 1,1% dengan sumbangan pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari Jerman. The prolonged debt crisis in Europe started to negatively impact the economy in that region. The economic achievement of major countries in Europe started to slow down as reflected by the weakening ofeconomic indicators in the region during the 3rd quarter of 2011. The complicated debt crisis in Europe caused the economic challenge in the future becomes tougher. Considering the above condition, IMF and WED in September 20111ower the anticipated growth in Europe in 2012 to 1.1% with the biggest economic growth contribution still from Germany. Kondisi ekonomi negara kawasan Asia secara umum masih positif meski terdapat potensi perlambatan. Pulihnya global supply chain industri Jepang dan masih tingginya harga komoditas global berdampak positif pada perkembangan sektor industri dan ekspor kawasan Asia. Namun, sejalan dengan tingginya potensi perlambatan ekonomi dunia yang dipicu krisis utang Eropa dan tersendatnya pemulihan ekonomi negara maju menyebabkan risiko terhadap ekonomi kawasan Asia meningkat terutama bagi negara yang memiliki ketergantungan terhadap ekspor. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut IMF dan WEO September 2011 menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi developing Asia pada tahun 2012 menjadi 8,2%. Untuk tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat akibat krisis di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan mengalami perlambatan, yang kemudian akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, investasi diperkirakan masih akan tumbuh meningkat sejalan dengan masih besarnya potensi pasar dan kuatnya fundamental perekonomian Indonesia, perbaikan iklim investasi, serta potensi perbaikan sovereign credit rating Indonesia. Pertumbuhan ekonomi diprakirakan menu run di tahun 2012, berada pada kisaran 6,3%- 6,7%. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta In general the economic condition ofAsia is still positive, although it still has the potential to slow down. The recovery ofglobal supply chain of the Japanese industry and the high global price of commodity positively affect the development of the industrial sector and the exports in Asia. But, in line with the high potentials of the world's economic slow down which was caused by debt crisis in Europe and the stagnation of economic recovery in the advanced countries, causing the risk of economy in Asia to increase, particularly those countries that are export dependent. By considering that condition, IMF and WED in September 2011 lower the economic growth projection of the developing Asia in 2012 to 8.2%. In 2012, the Indonesia's economic growth is anticipated to slow down resulting from crisis in Europe and United States. The export growth is anticipated to slow down, which will slow own the growth in household consumption. On the other side, the growth of investment is anticipated to increase in line with the great market potentials and strong fundamental of the Indonesia's economy, improvement in the investment climate as well as potentials for improvement of Indonesia's sovereign credit rating. In 2012, the economic growth is anticipated to decrease, ranging from 6.3% to 6.7%. 28
  16. 16. Teknologi lnfonnasi Information Technology Sejak bulan Agustus 2006, nasabah Bank Bumi Arta juga telah dapat menggunakan fasilitas Phone Banking dan SMS Banking. Bank Bumi Arta memiliki fasilitas SMS Notifikasi yang akan mengirimkan pemberitahuan melalui SMS kepada nasabah setiap terjadi pendebetan atau pengkreditan ke rekening nasabah, dengan batas minimum nominal tertentu. Information Technology Bank Bumi Arta sebagai bagian dari industri perbankan sudah dan akan terus memanfaatkan dan mengembangkan teknologi informasi yang dimiliki untuk mendukung perkembangan bisnis yang telah dirancang. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi di Bank Bumi Arta ditujukan untuk memberikan layanan yang cepat dan akurat, meningkatkan keamanan teknologi, dan ketersediaan layanan, yang diharapkan akan membantu Bank Bumi Arta dan Nasabah untuk dapat mengembangkan bisnis lebih baik lagi dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Saat ini Bank Bumi Arta juga memiliki bagian IT Development tersendiri, yang senantiasa melakukan inovasi pengembangan dan perancangan aplikasi internal yang dibutuhkan oleh Bank Bumi Arta, untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Adapun aplikasi yang sedang dikembangkan maupun yang telah diimplementasikan di antaranya termasuk aplikasi pelaporan, sistem tabungan dan pinjaman pensiun, sistem verifikasi tanda tangan nasabah, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah dan mengantisipasi bisnis perbankan di masa mendatang, Bank Bumi Arta pada bulan Mei 2006 telah meningkatkan kemampuan software Bank Visionnya dari versi 4.1 menjadi versi 8.2. Selain itu pada tahun 2010 dan 2011 sistem Bank Vision juga telah dilakukan perubahan dan penyesuaian untuk memenuhi ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50 & 55. Untuk layanan ATM, Bank Bumi Arta telah menggunakan jaringan ATM PRIMA yang beranggotakan 46 bank dengan total jaringan mesin ATM mencapai 32.768 dan PRIMA DEBET dengan jumlah EDC sebanyak 119.350. Dengan adanya ATM Prima, para nasabah bank anggota, mendapatkan manfaat cukup besar, terutama karena ATM Prima dilengkapi oleh fasilitas dan jaringan real-time online. Keberadaan ATM Prima memberi kemudahan dalam bertransaksi. Tidak hanya cek saldo dan tarik tunai, tapi juga sudah bisa transfer antar bank, nasabah Bank Bumi Arta juga dapat melakukan transfer multi arah secara real time. Untuk terus mendukung kenyamanan dan keamanan pemegang kartu ATM, kedepannya kartu ATM BBA akan segera menggunakan teknologi chip yang mempunyai beragam keunggulan karena didukung oleh sistem keamanan yang lebih unggul dalam memproteksi data pemegang kartu dari pemalsuan atau pembobolan. 29 Bank Bumi Alta as parl of banking industry has been and will continue to utilize and develop the information technology owned to support/boost the designed business development. The information technology utilization and development of Bank Bumi Alta is intended to provide fast and accurate services, to increase technology security, and availability ofservices that are expected to assist Bank Bumi Alta and the customers to develop better business in face of the increasingly tighter business competition. At present Bank Bumi Alta has its own IT Development, which always makes innovation for the development and design of internal application needed by Bank Bumi Alta, to supporl its business activity. The application which is being developed and which has been implemented are among others including the application for reponing, savings and pension credit system, verification system of customer's signature and other applications. To improve the customer service and anticipate banking business in the future, Bank Bumi Alta in May 2006 has upgraded the capacity of its Bank Vision software from version 4.1 to version 8.2. In addition, in 2010 and 2011 the Bank Vision system was also changed and adjusted to meet the provisions ofStatement on Financial Accounting Standard (PSAK) 50 & 55. With regard to A TM service, Bank Bumi Alta has used the ATM PRIMA network with 46 bank members and supporled by a total of32,768 A TM machines and also PRIMA DEBIT with 119,350 EDCs. With Prima A TM, the customers of member banks obtain quite big benefit, parlicularly because A TM Prima is equipped with real time online facility and network. The existence of Prima ATM provides facility in carrying out transactions. Not only balance inquiry and cash withdrawal, but also inter banks transfer, and the customers of Bank Bumi Alta can also conduct real time multi direction transfer. To continuously supporl the comforl and the security ofA TM cardholders, in the future BBA A TM card will immediately use chip technology, which has various features because it is suppolted by more superior security system in protecting the data of cardholder from fraud or theft. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Since August 2006, the customers of Bank Bumi Alta can also use Phone Banking and SMS Banking facilities. Bank Bumi Alta has the SMS Notification facility, which will send notification via SMS to the customer at any time there is debiting from or crediting to the customer's account, with cerlain minimum nomina/limit. Bank Bumi Arta memiliki komitmen untuk terus mengembangkan Teknologi lnformasi guna mendukung kegiatan bisnisnya dan pelayanan kepada Nasabah, agar layanan dapat diberikan secara cepat dan akurat, serta memiliki keamanan teknologi. Bank Bumi Alta has the commitment to continuously develop its Information Technology in order to supporl the business activity and service to the customers, in order that the service can be fast and accurately provided, as well as having technology security. Layanan e-BBA atau internet banking Bank Bumi Arta merupakan bagian dari komitmen tersebut yang sekaligus juga merupakan terobosan dalam pengembangan teknologi informasi di Bank Bumi Arta. Melalui fasilitas internet banking, berbagai jenis transaksi non tunai biasa dilakukan dengan mudah, kapan pun dan dimana pun sepanjang jaringan internet bisa diakses. Diluncurkan pada Juni 2008, e-BBA sebagaimana produk electronic banking Bank Bumi Arta lainnya, diadakan dengan tujuan meningkatkan pelayanan kepada Nasabah, mengurangi transaksi non-cash yang dilayani di front office dan menurunkan biaya dana (cost of fund). Saat ini e-BBA telah memiliki fitur-fitur tambahan baru, diantaranya Cash Management dan Supply Chain Financing. Aneka transaksi perbankan dapat dilakukan melalui e-BBA, antara lain : transfer dana data aktual antar rekening, transfer ke bank lain, fleksibilitas dan efektifitas dalam menyiapkan instruksi transaksi tanpa tergantung jam kerja bank, kemudahan mendapatkan mengenai status transaksi yang dilakukan dan laporan transaksi yang dibutuhkan. The e-BBA Service or internet banking of Bank Bumi Alta is parl of the commitment, which at the same time is also a breakthrough in developing information technology in Bank Bumi Alta. Through internet banking facility, various non-cash transaction types can be easily carried out, whenever and wherever, as long as the internet network can be accessed. Launched in june 2008, e-BBA as other products of electronic banking of Bank Bumi Alta, was created with the aim ofimproving the service to customers, reducing non-cash transaction served in front office and reducing the cost of funds. At present e-BBA has had additional new features, among others: Cash Management and Supply Chain Financing. Various banking transactions can be carried out through e-BBA, among others: real time online inter-account funds transfer, transfer to other banks, flexibility and effectiveness in preparing transaction instruction without being dependent on bank working hours, facility to obtain status of transaction conducted and reporl on transaction needed. Bank Bumi Arta memiliki sejumlah rangkaian proses utama yang ditunjang oleh beragam teknologi informasi dan komunikasi agar tercipta suatu mekanisme kerja yang efektif, efisien, dan terkendali dengan baik. Sementara untuk kenyamanan bertransaksi, bank juga melengkapi dengan sistem pengaman berlapis. Selain itu Nasabah juga dibekali token untuk aktivasi layanan e-BBA. Proses utama ini harus selalu dilindungi dari faktor-faktor yang dapat mengganggu kegiatan operasional Bank dan pelayanan kepada Nasabah. Salah satu upaya untuk mengantisipasi bila hal-hal tersebut terjadi adalah dengan membangun sebuah Disaster Recovery Center yang terpisah cukup jauh dari lokasi data center. Untuk meningkatkan keamanan datanya, pada bulan September 2011, Bank Bumi Arta telah memindahkan lokasi Disaster Recovery Center dari Jakarta ke Bandung yang dilengkapi dengan berbagai pengamanan fisik dan teknologi yang memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Sebagai tim pendahulu yang mendukung kegiatan Teknologi lnformasi, Bank Bumi Arta telah membentuk Komite Pengarah Teknologi lnformasi untuk menganalisa secara mendalam kemudian memberikan rekomendasi /masukan dan laporan kepada Direksi mengenai perkembangan dan kebutuhan Teknologi lnformasi. Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Bank Bumi Alta has a series of main processes supporled by various information technology and communications in order to create an effective, efficient and properly controlled working mechanism. Meanwhile, for the comforl in carrying out transaction, the bank also equips with various layered security systems. In addition, the customers are also provided with token for activation ofe-BBA service. This main process must always be protected from the factors which can affect the Banks operation and services to the customers. One of the efforls to anticipate if the matters occur is by building a Disaster Recovery Center which is very far located from the location of data center. To improve the security of data, in September 2011, Bank Bumi Alta relocated the Disaster Recovery Center from jakarla to Bandung which was equipped with various physical security and technologies which meet the existing standard provisions. As a predecessor team which supporled the Information Technology activity, Bank Bumi Alta has established Information Technology Steering Committee to conduct in-depth analysis and afterward provides recommendation I inputs and reports to the Board of Directors on the development and requirement of Information Technology. 30
  17. 17. Sumber Daya Manusia HumanResources Sumber Daya Manusia HumanResources Untuk pengembangan SDM ke depan, Bank Bumi Arta telah melakukan mapping (pemetaan) terhadap seluruh karyawan untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi karyawan. Pemetaan ini dilakukan untuk menyusun rencana pendidikan dan pengembangan karyawan yang efektif, sehingga nantinya diperoleh standar kompetensi karyawan yang lebih memadai di seluruh Kantor Bank Bumi Arta. For the future development of HR, Bank Bumi Arta has conducted mapping on all employees to identify the potentials and the competence of the employees. This mapping is conducted to prepare an effective education and development plan for the employees in order to obtain more adequate standard of employees' competence in all offices of Bank Bumi Arta. Karyawan tetap Bank Bumi Arta pada 31 Desember 2011 mencapai 816 orang atau meningkat 36 orang dibandingkan dengan akhir tahun 2010 sebesar 780 orang. Komposisi karyawan tetap Bank Bumi Arta berdasarkan usia terbesar berusia antara 20-29 tahun (43,51 %). Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar berpendidikan SMU (42,53%) dan Sarjana (41 ,05%). The regular employees of Bank Bumi Arta as of December 31,2011 were 816 persons or increased by 36 persons compared with that ofthe end of2010 totaling 780 persons. The composition of regular employees in Bank Bumi Arta by age, the major are aged between 20-29 years (43.51 %). While by education level, most of them has the education of Senior High School (42.53%) and Bachelor Degree (41.05%). Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Usia Permanent Employee Composition Based on Age Di atas 50 tahun 40-49 tahun 30-39 tahun 20-29 tahun Di bawah 20 tahun Total 8,21 22,18 24,51 43,51 1,59 100,00 67 181 200 355 13 816 8,08 23,21 24,74 43,20 0,77 100,00 63 181 193 337 6 780 Over 50 years 40-49 years 30-39 years 20-29 years Under 20 years Total Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Pendidikan Permanent Employee Composition Based on Education 31 Desember Pendidikan Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkatan Permanet Employee Composition Based on Grade 31 Desember Tingkatan Pejabat Eksekutif Pejabat Madya Pejabat Muda Pejabat Tata Usaha Utama Pejabat Tata Usaha Madya Pejabat Tata Usaha Muda Pejabat Pelaksana Umum Total 33 ---2011 21 118 42 213 316 105 816 2010 0,12 2,57 14,46 5,15 26,10 38,73 12,87 100,00 22 111 48 219 270 109 780 0,13 2,82 14,23 6,15 28,08 34,62 13,97 100,00 December 31 Grade Executive Officer Senior Officer junior Officer Chief Clerk Senior Clerk Junior Clerk Non Clerk Total Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Pasca Sarjana Sarjana Akademi SMU SMP Total ---2011 4 335 110 347 20 816 Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 2010 0,49 41,05 13,48 42,53 2,45 100,00 4 307 107 340 22 780 0,51 39,36 13,72 43,59 2,82 100,00 December 31 Education Post Graduate Bachelor Degree Academy Senior High School junior High School Total 34
  18. 18. Tata Kelola Perusahaan Good Corporate GOfJernance Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Bank Bumi Arta dinyatakan bahwa Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam menjalankan Bank Bumi Arta dan memberikan nasihat kepada Direksi serta melakukan hal-hal lain sebagaimana ditentukan dalam Anggaran Dasar atau sebagaimana ditetapkan dari waktu ke waklu oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Based on the provisions of the Bank Bumi Arta Articles ofAssociation it is stated that the Board of Commissioners function to exercise control over the Board of Directors' policy in managing Bank Bumi Arta and to provide advices to the Board of Directors as well as to exercise other matters as stipulated by the General Meeting of Shareholders from time to time. Kebijakan intern Bank Bumi Arta yang mengatur implementasi Good Corporate Governance untuk tugas dan tanggung jawab Dewan Komi saris adalah sebagai berikut: In line with the internal policy of the Bank Bumi Arta, which governs the implementation of Good Corporate Governance, the duties and responsibilities of the Board of Commissioners are as follows: 1. Dewan Komi saris wajib memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi; 1. The Board of Commissioners is obliged to ensure the implementation of Good Corporate Governance in each business activity of the Bank at all organizational levels; 2. Dewan Komisaris wajib melaksanakan pengawasan 9. Memantau dan melakukan review/evaluasi terhadap kinerja Direksi dalam merealisasikan Rencana Bisnis Bank setiap semester yang disertai dengan data pendukung atas review/evaluasi tersebut; 10. Dewan Komisaris wajib memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya : a. Pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan; b. Keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank; 2. The Board of Commissioners is obliged to exercise terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi; 3. Dalam melakuklan pengawasan, Dewan Komisaris wajib mengarahkan, memantau atau mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan strategi Bank.; 4. Dalam melakukan pengawasan Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional Bank, kecuali : a. Penyediaan dana kepada pihak terkait sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum; b. Dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank atau perundangan yang berlaku; 5. Pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud angka 4.a. dan 4.b. merupakan bagian dari tugas pengawasan oleh Dewan Komisaris, sehingga tidak meniadakan tanggung jawab Direksi atas pelaksanaan kepengurusan Bank; 6. Menyampaikan suatu memorandum kepada Direksi mengenai Hasil Rapat Dewan Komi saris terhadap halhal yang menjadi perhatian Dewan Komisaris; 7. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern Bank, Audit Eksternal, himbauan Dewan Komisaris kepada Direksi, hasil pengawasan Bank Indonesia dan hasil pengawasan otoritas lain; 8. Meminta Direksi untuk menyusun Corporate Plan untuk 3 (tiga) tahun mendatang termasuk kajian mengenai misi, visi, serta Rencana Bisnis Bank; control over the performance of duties and responsibilities of the Board of Directors as well as to provide advices to the Board of Directors; 11. Dalam rangka mendukung efeklivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komi saris wajib membentuk paling kurang: a. Komite Audit; b. Komite Pemantau Risiko; c. Komite Remunerasi dan Nominasi; 3. In exercising supervision, the Board of Commissioners is obliged to direct, monitor or evaluate the implementation of the Bank's strategic policy; 12. Pengangkatan anggota Komite sebagaimana dimaksud pada angka 11 dilakukan oleh Direksi berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.; 4. In exercising the supervision, the Board of Commissioners is prohibited from getting involved in decision making on the Bank's operational activity, except: 13. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Komite yang telah dibentuk sebagaimana dimaksud pada angka 11 menjalankan tugasnya secara efklif. a. Provision of funds to the related parties in accordance with the provisions of Bank Indonesia on Legal Lending Limit for General Bank; b. And other matters stipulated in the Articles of Association of the Bank or the existing laws and regulations; 5. The decision making by the Board of Commissioners as intended in numbers 4.a. and 4.b. is part of the supervisory duties of the Board of Commissioners, so that it does not relieve or reduce the responsibilities of the Board of Directors over the implementation of Bank's management; 6. To the attention of the Board of Commissioners; Submitting a memorandum to the Board of Directors regarding the Resolutions ofthe Board ofCommissioners Meeting with regard to the matters which come; 7. The Board of Commissioners is obliged to ensure that the Board ofDirectors has followed up the audit findings and recommendation from the Bank's Internal Audit Working Unit, External Audit, Bank Indonesia supervision report and/or supervision report of other authorities; Dewan Komisaris sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya serta untuk mendukung efeklivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya telah membentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Remunerasi anggota Dewan Komisaris dan besarannya ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Pada tahun 2011 jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris adalah Rp 1.262 juta. Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya agar lebih optimal, secara rutin minimal setiap triwulanan Dewan Komisaris mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris. Pada tahun 2011 Dewan Komi saris telah menyelenggarakan 8 (delapan) kali pertemuan. Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat atau jika tidak terjadi musyawarah mufakat dilakukan berdasarkan suara terbanyak. Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam Risalah Rapat dan telah didokumentasikan dengan baik. 9. Monitoring and reviewintfevaluating the performance of the Boald of Directors m realizing the Bank Business Plan each semester accompanied with the supporting data on the review/evaluation; 10. The Board of Commissioners is obliged to notify the Bank Indonesia at the latest seven (7) workdays as of the finding of: a. Violation against the laws and regulations in the field of finance and banking; b. Condition or predicted condition, which can endanger the survival of Bank's business; 11. In the framework of supporting the effectiveness of the performance of duties and responsibilities, the Board of Commissioners is obliged to establish at least: a. Audit Committee; b. Risk Monitoring Committee; c. Remuneration and Nomination Committee; 12. The appointment of member of the Committee as intended in number 11 is conducted by the Board of Directors based on the resolution of the Board of Commissioners meeting; 13. The Board of Commissioners is obliged to make sure that the Committee which has been established carries out its duties effectively. The Board of Commissioners in accordance with its duties and responsibilities as well as to support the effectiveness of the performance of duties and responsibilities has established the Audit Committee, the Risk Monitoring Committee and the Remuneration and Nomination. Remuneration for the members of the Board of Commissioners and the amount of which is stipulated by a General Meeting of Shareholders. The remuneration received by the Board of Commissioners in 2011 totaled /DR 1,262 million. To optimally perform the duties and responsibilities, once in three months the Board of Commissioners holds a routine meeting, which is attended by all members of the Board of Commissioners. In 2011 the Board of Commissioners held eight (8) meetings. Resolution of the Board of Commissioners meeting shall be made based on deliberation or discussion leading to mutual agreement. In the event that a resolution to be made based on deliberation or discussion (leading to mutual agreement) is not reached, the resolution shall be made based on majority votes cast in the meeting. Minutes of Board of Commissioners meetings have been properly documented. 8. Requesting the Board of Directors to prepare Corporate Plan for the next 3 (three) years including the study on mission, vision and Business Plan of the Bank; 37 Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta Laporan Tahunan Annual Report 2011 Bank Bumi Arta 38

×