Keterampilan berkomunikasi

821 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
821
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
85
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keterampilan berkomunikasi

  1. 1. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF SURYANA SUMANTRI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG - INDONESIA
  2. 2. Identifikasi Masalah No Masalah yang dihadapi dalam komunikasi Tingkat Kepentingan
  3. 3. Harapan Peserta Pelatihan No Harapan-harapan yang diinginkan dari pelatihan
  4. 4. Harapan Fasilitator <ul><li>1. Berada di sini fisik & mental 2. Tepat Waktu 3. Jujur dan Terbuka 4. Bekerja Keras untuk meraih keberhasilan 5. Mau Menerima dan Memberikan Umpanbalik (dari dan kepada orang lain) </li></ul>
  5. 5. P E R I L A K U Masa Lalu Masa Depan Sekarang
  6. 6. D I R I KOTAK HITAM
  7. 7. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN
  8. 8. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA
  9. 9. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA DIRI TERSEMBUNYI
  10. 10. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA DIRI TERSEMBUNYI DIRI TERLENA
  11. 11. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA DIRI TERSEMBUNYI DIRI TERLENA DIRI TIDAK DIKENAL OLEH SIAPAPUN
  12. 12. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA DIRI TERSEMBUNYI DIRI TERLENA DIRI TIDAK DIKENAL OLEH SIAPAPUN UMPAN BALIK
  13. 13. DIKENAL SENDIRI TDK. DIKENAL OLEH DIRI SENDIRI DIKENAL ORANG LAIN TIDAK DIKENAL ORANG LAIN DIRI TERBUKA DIRI TERSEMBUNYI DIRI TERLENA DIRI TIDAK DIKENAL OLEH SIAPAPUN UMPAN BALIK TRUST
  14. 14. PETA KEKUATAN <ul><li>KEMAMPUAN </li></ul><ul><li>KELEMAHAN </li></ul><ul><li>INDIVIDU/PRIBADI </li></ul><ul><li>KELOMPOK/TIM </li></ul>
  15. 15. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI H O R I S O N T A L VERTIKAL KA. BIRO KA. BAG KA. BAG KA. BAG KASUBAG KASUBAG KASUBAG KASUBAG KASUBAG
  16. 16. LATIHAN KOMUNIKASI <ul><li>SATU ARAH </li></ul><ul><li>DUA ARAH </li></ul>
  17. 17. KEPEMIMPINAN
  18. 18. KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPEMIMPINAN OTOKRATIK LAISSEZ-FAIRE PRODUKTIVITAS & PRODUKTIVITAS SEMANGAT KERJA SEMANGAT KERJA KERJA T I N G G I T I N G G I T I N G G I 20 -- -- 15 T 15 -- _ --10 S T 10 -- P Task Person -- -- 5 5 -- R 0 T = P =
  19. 19. KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPEMIMPINAN OTOKRATIK LAISSEZ-FAIRE PRODUKTIVITAS & PRODUKTIVITAS SEMANGAT KERJA SEMANGAT KERJA KERJA T I N G G I T I N G G I T I N G G I 20 -- -- 15 T 15 -- _ --10 S T 10 -- P Task Person -- -- 5 5 -- R 0 T = P =
  20. 20. FAKTOR KOREKSI FAKTOR KOREKSI A B C D E F + 2 + 0 + 2 + 0 + 1 - 2 A B C D E F 8 3 9 4 5 7 + 2 + 0 + 2 + 0 + 1 - 2 10 3 11 4 6 5
  21. 21. PROFIL GAYA MEMOTIVASI BAWAHAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 A PEMAKSA B PERINTIS JALAN C PENGUASA D PENYAYANG E DEMOKRAT F PEMBINA
  22. 22. FAKTOR KOREKSI PROFIL GAYA MEMOTIVASI BAWAHAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 A B C D E F 8 3 9 4 5 7 + 2 + 0 + 2 + 0 + 1 - 2 10 3 11 4 6 5 A PEMAKSA B PERINTIS JALAN C PENGUASA D PENYAYANG E DEMOKRAT F PEMBINA
  23. 23. KEPEMIMPINAN SITUASIONAL T U G A S HUBUNGAN T R T T : Rendah H : Tinggi G- 3 T : Tinggi H : Tinggi G- 2 G- 4 T : Rendah H : Rendah G- 1 T : Tinggi H : Rendah
  24. 24. R T U G A S HUBUNGAN T Matang I I I I I Tidak Matang M- 4 M- 3 M- 2 M-1 EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN : T PARTICIPATING G- 3 SELLING G- 2 G- 4 DELEGATING G- 1 TELLING
  25. 25. Komunikasi non verbal
  26. 26. Berargumentasi
  27. 27. <ul><li>Kita berargumentasi karena kita memerlukannya, </li></ul><ul><li>karena kehidupan menuntut hal itu, </li></ul><ul><li>karena hidup itu sendiri adalah argumentasi </li></ul><ul><li>Argumentasi merupakan suatu seni, ada teknik dan persiapan mental untuk itu </li></ul><ul><li>Argumentasi yang sangat kuat, muncul dari kedalaman pribadi kita sendiri, dan bukan dengan cara mengingkari keunikan </li></ul><ul><li>diri kita sendiri serta memilih gaya atau </li></ul><ul><li>nilai-nilai yang dimiliki orang lain </li></ul>
  28. 28. Penghambat Argumentasi Kekuatan Kekuasaan Kekuatan Kredibilitas Kekuatan Mendengarkan Kekuatan Prasangka Kekuatan Kata
  29. 29. Negosiasi Transaksi dengan nilai dan persyaratan pertukaran yang belum jelas ditetapkan
  30. 30. Negosiasi Proses mencari dan mendapatkan kesamaan minat, mengurangi perbedaan, dan akhirnya mencapai kesepakatan Proses yang terjadi antar dua atau lebih pihak, masing-masing memiliki sesuatu yang bernilai dan diinginkan oleh pihak lainnya, dan masing-masing pihak kemudian berusaha memperoleh kesepakatan untuk mencapai kondisi atau proses pertukaran yang saling menguntungkan
  31. 31. Negosiasi Tawar Menawar Situasinya lebih sederhana Unsur konflik lebih besar dibanding kerjasama SituasinyaWin-Lose Pemecahan Masalah Bersama Unsur kerjasama lebih besar dibanding konflik Kerjasama dilakukan untuk memperbesar bagian masing-masing Persoalan merupakan persoalan bersama Situasinya “Win-Win”
  32. 32. Strategi Negosiasi COMPROMISING FORCING WITHDRAWING SMOOTHING CONFRONTING Low High High RELATIONSHI P G O A L S
  33. 33. TIGA CARA MENDORONG SIFAT RESPONSIF 1. Awali percakapan anda dengan memberitahu tujuannya 2. Menghormati perasaan orang lain 3. Menerima hal yang tidak berhubungan dan menggali maksudnya
  34. 34. MENANGI EMOSI ORANG LAIN Mendorong ekspresi Membuat orang lain menyadari perasaannya Menerima emosi tanpa mengeritik
  35. 35. INTERAKSI SOSIAL
  36. 36. INTERAKSI SOSIAL
  37. 37. Membina Kelompok yang Harmonis
  38. 38. konflik antar individu
  39. 39. MERENDAHKAN ORANG LAIN
  40. 40. Persaingan
  41. 41. Penindasan
  42. 42. KERJASAMA DALAM KELOMPOK
  43. 43. KOMITMEN DALAM KELOMPOK * Keinginan untuk terlibat secara fisik & mental * Motivasi untuk menyumbang * Tanggung jawab
  44. 44. CIRI KELOMPOK YANG KOKOH <ul><li>Saling mengerti, percaya, menghargai, membantu </li></ul><ul><li>Memiliki tujuan dan visi bersama </li></ul><ul><li>KAMI bukan SAYA </li></ul><ul><li>Mengutamakan kepentingan kelompok </li></ul><ul><li>Selalu berusaha meningkatkan kinerja kelompok </li></ul><ul><li>Bangga akan kelompok </li></ul><ul><li>Tugas terkoordinasi dengan baik dan efisien </li></ul><ul><li>Hasil kerja memiliki tingkat kualitas yang tinggi </li></ul>
  45. 45. SINERGI SINERGI
  46. 46. ANALISIS TRANSAKSIONAL
  47. 47. ANALISIS TRANSAKSIONAL Status Ego O : Orang Tua D : Dewasa A : Anak O D A O D A
  48. 48. STRUKTUR KEPRIBADIAN STATUS EGO Suatu gejala yang nyata dan dapat diamati, bukan peran, karena individu dalam Status Ego tertentu memiliki perilaku yangsesuai dengan kondisimental Status Ego tersebut Merupakan SISTEM PERASAAN, KONDISI PIKIRAN disertai POLA PERILAKU 3 STATUS EGO ORANG TUA (O) DEWASA (D) ANAK (A)
  49. 49. (O) ORANG TUA Merasa dan bertindak seperti tokoh orang tuanya dahulu Aspek Normatif pada Kepribadian (D) DEWASA Merasa dan bertindak secara rasional, Mengumpulkan fakta, mengkaji realitas, menghitung, menilai hasil kerja Aspek rasional manusia (A) ANAK Merasa dan bertindak seperti anak yang ia lakukan pada waktu ia masih kanak-kanak Pada waktu berhubungan dengan orang lain, perilaku seseorang biasanya didasari oleh ketiga Status Ego

×