Asuhan keperawatan pada klien dengan hidrosefalus

4,411 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,411
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Asuhan keperawatan pada klien dengan hidrosefalus

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HIDROSEFALUS By : Admin Blog ners kece :p
  2. 2. DEFENISI Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan "kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal atau CSS). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
  3. 3. ETIOLOGI Kelainan bawaan Infeksi Neoplasma Pendarahan
  4. 4. KLASIFIKASI HIDROSEFALUS  Gambaran klinis, dikenal hidrosefalus manifes (overt hydrocephalus) dan hidrosefalus tersembunyi (occult hydrocephalus).  Waktu pembentukan, dikenal hidrosefalus kongenital dan hidrosefalus akuisita.  Proses terbentuknya, dikenal hidrosefalus akut dan hidrosefalus kronik.  Sirkulasi CSS, dikenal hidrosefalus komunikans dan hidrosefalus non komunikans
  5. 5. PATOFISIOLOGI • Dikarenakan kondisi CSS yang tidak normal hidrosefalus secara teoritis terjadi sebagai akibat dari tiga mekanisme yaitu: Produksi likuor yang berlebihan, peningkatan resistensi aliran likuor, Peningkatan tekanan sinus venosa • Konsekuensi tiga mekanisme di atas adalah peningkatan tekanan intrakranial(TIK) sebagai upaya mempertahankan keseimbangan sekresi dan absorbsi. Mekanisme terjadinya dilatasi ventrikel cukup rumit dan berlangsung berbeda-beda tiap saat selama perkembangan hidrosefalus. Dilatasi ini terjadi sebagai akibat dari : Kompresi sistem serebrovaskuler, Redistribusi dari likuor serebrospinalis atau cairan ekstraseluler, Perubahan mekanis dari otak
  6. 6. MANIFESTASI KLINIS 1. PADA BAYI  Pembesaran kepala abnormal  Tampak dorsum nasi lebih besar  sutura masih terbuka bebas  Tulang-tulang kepala menjadi sangat tipis  Vena-vena di sisi samping kepala tampak melebar dan berkelok
  7. 7. 2. PADA AKHIR MASA ANAK ANAK  Pembesaran kepala tidak bermakna tetapi nyeri kepala sebagai manifestasi hipertensi intra kranial  Dapat disertai dengan keluhan diplopia  Fontanel anterior yang sangat tegang  Sutura kranium tampak atau teraba melebar  kepala licin mengkilap dan tampak vena-vena superfisial menonjol, Fenomena ‘matahari tenggelam’ (sunset phenomenon).
  8. 8. PENGKAJIAN • Biodata : Terjadi pada bayi dan anak • Riwayat Kesehatan • Prenatal: Adanya infeksi intra Uterin/ Kongenital • Post Natal : Perdarahan, Neoplasma. • Pemeriksaan Fsik
  9. 9. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan meningkatnya volume cairan serebrospinal, meningkatnya tekanan intra karnial. 2. Resiko tinggi terjadinya kerusakn intregasi kulit sehubungan dengan penekanan dan ketidakmampuan untuk menggerakan kepala. 3. Kurangnya pengetahuan keluarga sehubungan dengan kurang informasi dalam keadaan krisis.
  10. 10. DX1 Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan meningkatnya volume cairan serebrospinal, meningkatnya tekanan intra karnial  Tujuan : perfusi jaringan serebral adequat.  Intervensi : 1. Observasi TTV 2. Kaji data dasar neurologi 3. Hindari pemasangan infuse pada vena kepala jika terjadi pembedahan. 4. Tentukan posisi anak : 5. Hindari penggunaan obat – obat penenang
  11. 11. DX2: Resiko tinggi terjadinya kerusakn intregasi kulit sehubungan dengan penekanan dan ketidakmampuan untuk menggerakan kepala  Tujuan : klien akan menunjukan intregasi kulit yang baik  Intervensi : 1.Berikan perawatan kulit 2.Laporkan segera bila terjadi perubahan TTV ( tingkah laku ). 3.Monitor daerah sekitar terhadap adanya tanda – tanda kemerahan atau pembengkakan.
  12. 12. DX 3 : Kurangnya pengetahuan keluarga sehubungan dengan kurang informasi dalam keadaan krisis.  Tujuan : keluarga klien akan menerima support dengan adekuat  Intervensi : 1. Jelaskan tentang penyakit tindakan dan prosedur yang akan dilakukan. 2. Berikan kesempatan pada orang tua atau anggota keluarga untuk mengekspresikan perasaan. 3. Berikan dorongan pada orang tua untuk membantu perawatan anak.
  13. 13. Thanks

×