Analisis Kelayakan

43,345 views

Published on

Published in: Business, Technology
9 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
43,345
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
148
Actions
Shares
0
Downloads
1,206
Comments
9
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis Kelayakan

  1. 1. ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI Nc. Hendro Suryanto,SP,M.Si Studi Kelayakan Investasi Daerah Kabupaten Sleman
  2. 2. KONSEP BUNGA BANK <ul><li>Dalam dunia ekonomi nilai uang dari waktu ke </li></ul><ul><li>waktu tidaklah sama. Rp.10 juta pada 1-1-2007 </li></ul><ul><li>Rp. 10 juta pada 1-1-2008. </li></ul><ul><li>Hal ini terjadi karena adanya bunga dari nilai </li></ul><ul><li>uang tsb. </li></ul><ul><li>Konsep bunga kapital (berlaku global) </li></ul>
  3. 3. RUMUS BUNGA <ul><li>Ada beberapa notasi untuk menjelaskan rumus </li></ul><ul><li>bunga : </li></ul><ul><li>i = suku bunga tiap periode </li></ul><ul><li>n = jumlah periode hitungan bunga </li></ul><ul><li>P = jumlah uang pada saat sekarang (dihitung pada akhir </li></ul><ul><li> periode ke 0) </li></ul><ul><li>F = jumlah uang pada akhir periode ke n, yang ekivalen </li></ul><ul><li>dengan P </li></ul><ul><li>A = jumlah uang dari serangkaian transaksi yang </li></ul><ul><li>besarnya merata atau seragam pada setiap akhir </li></ul><ul><li>periode, dari periode ke 1 sampai dengan periode ke n, </li></ul><ul><li>yang nilainya ekivalen dengan nilai P dan F </li></ul>
  4. 5. PENGGUNAAN TABEL BUNGA <ul><li>Tentukan nilai rumus bunga (F/P, 5%,5) atau </li></ul><ul><li>yang berarti sejumlah uang pada saat </li></ul><ul><li>sekarang (P) yang akan dicari nilainya pada saat </li></ul><ul><li>yang akan datang (F) dengan suku bunga 5% </li></ul><ul><li>dan jangka waktu hitungan 5 tahun. </li></ul>
  5. 13. Contoh 2 : <ul><li>Berapakah jumlah uang yang harus ditabung </li></ul><ul><li>pada tanggal 1 Januari 1990 dengan suku </li></ul><ul><li>bunga per tahun sebesar 20%, agar nilai </li></ul><ul><li>tabungan tersebut menjadi Rp.1.000.000 </li></ul><ul><li>pada tanggal 1 Januari 1995 ? </li></ul><ul><li>Dicari : P (nilai sekarang atau Present) </li></ul><ul><li>Diketahui : n=5 tahun; i=20%, dan </li></ul><ul><li>F (nilai akan datang atau Future) </li></ul>
  6. 15. Contoh 3 : <ul><li>Bila uang sebesar Rp. 1.000.000- ditabung di </li></ul><ul><li>bank pada tanggal 1 Januari 1990 dengan suku bunga </li></ul><ul><li>20% per tahun ? berapa jumlah uang yang dapat </li></ul><ul><li>diambil setiap tahunnya dengan jumlah yang sama </li></ul><ul><li>besar hingga pada tanggal 1Januari 2000 uang </li></ul><ul><li>tersebut seluruhnya habis ? </li></ul><ul><li>Diketahui : ? </li></ul><ul><li>Nilai P ; i=20% dan n=10 tahun </li></ul><ul><li>Dicari : ? </li></ul><ul><li>Nilai A atau cicilan sama rata (angsuran) </li></ul>
  7. 17. Contoh 4 <ul><li>Uang sejumlah Rp.100.000 ditabung tiap tahun </li></ul><ul><li>dari tanggal 1 Januari 1990 hingga tanggal 1 </li></ul><ul><li>Januari 1995, dengan suku bunga 20% per </li></ul><ul><li>tahun. Berapakah nilai uang tabungan itu pada </li></ul><ul><li>tahun 1995 tersebut ? </li></ul><ul><li>Diketahui : ? </li></ul><ul><li>Nilai A ; i=20% dan n=5 tahun </li></ul><ul><li>Dicari : ? </li></ul><ul><li>Nilai F atau Nilai yang akan datang (Future) </li></ul>
  8. 19. Contoh 5 <ul><li>Untuk mendapatkan nilai tabungan di bank pada </li></ul><ul><li>tanggal 1 Januari 1995 sebesar Rp 1.000.000. </li></ul><ul><li>Berapakah jumlah uang yang harus ditabung sama </li></ul><ul><li>besar tiap tahunnya mulai dari tanggal 1 Januari 1990, </li></ul><ul><li>bila suku bunga tabungan per tahun sebesar 20% ? </li></ul><ul><li>Diketahui : ? </li></ul><ul><li>Nilai F ; i=20% dan n=5 tahun </li></ul><ul><li>Dicari : ? </li></ul><ul><li>Nilai A atau Nilai angsuran </li></ul>
  9. 21. LATIHAN 1 <ul><li>Berapa jumlah uang yang harus ditabung pada </li></ul><ul><li>tanggal 1 Januari 1990 dengan suku bunga </li></ul><ul><li>20% per tahun, agar tabungan tersebut dapat </li></ul><ul><li>diambil tiap tahun sebesar Rp. 100.000 selama </li></ul><ul><li>kurun waktu pengambilan 5 tahun ? Buat </li></ul><ul><li>diagram Kas nya </li></ul><ul><li>Diketahui apa ? Dicari Apa ? Berapa ? </li></ul>
  10. 22. Diagram Kas Soal
  11. 23. PENYELESAIAN SOAL <ul><li>Diketahui : </li></ul><ul><li>A = 100.000, kemudian i=20% dan n=5 tahun </li></ul><ul><li>Dicari : Nilai P </li></ul><ul><li>P = A(P/A,i,n) </li></ul><ul><li>P = A(P/A,20%,5) </li></ul><ul><li>P = 100.000 x (2,991) </li></ul><ul><li>P = 299.100 </li></ul>
  12. 25. LANGKAH SOLUSI <ul><li>Buat kolom faktor bunga tiap tahun hitungan </li></ul><ul><li>aliran kas (penerimaan & pengeluaran) Kalikan </li></ul><ul><li>penerimaan & pengeluaran tsb. </li></ul><ul><li>Dengan faktor bunga untuk tiap tahun sehingga </li></ul><ul><li>diperoleh Nilai Sekarang (P) masing-masing </li></ul><ul><li>Jumlahkan total nilai sekarang baik untuk </li></ul><ul><li>penerimaan maupun pengeluaran </li></ul><ul><li>NPV = P penerimaan – P pengeluaran </li></ul>
  13. 27. METODE ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI <ul><li>1. Metode NPV (Nilai sekarang bersih), dimana syarat kelayakan investasi bila NPV > 0 </li></ul><ul><li>2. Metode Benefit Cost Ratio (BC Ratio) atau perbandingan total Nilai sekarang penerimaan dibagi Nilai sekarang pengeluaran. Syarat kelayakan apabila BC Ratio > 1 </li></ul><ul><li>3. Metode IRR (internal Rate of Return) atau tingkat suku bunga yang memberikan NPV = 0 dengan syarat kelayakan bila IRR > suku bunga pinjaman yang paling atraktif. </li></ul><ul><li>4. Metode Payback Period (Lama Periode Kembali Modal), dengan syarat kelayakan semakin cepat modal kembali semakin baik </li></ul>
  14. 28. NPV <ul><li>Dapat dihitung dengan cara : </li></ul><ul><li>NPV = S Nilai Ppenerimaan - S Nilai </li></ul><ul><li> Pengeluaran </li></ul><ul><li>NPV > 0 Layak </li></ul>
  15. 29. BC RATIO <ul><li>Dapat dihitung dengan cara : </li></ul><ul><li>S Nilai Ppenerimaan </li></ul><ul><li>BCR = ------------------------- </li></ul><ul><li>S Nilai Ppengeluaran </li></ul><ul><li>BCR > 1 Layak </li></ul>
  16. 30. IRR <ul><li>dapat dihitung dengan rumus : </li></ul><ul><li>IRR = i1 –NPV1. (i2 –i1)/(NPV2 –NPV1) </li></ul><ul><li>I1 = suku bunga bank paling atraktif </li></ul><ul><li>I2 = suku bunga coba-coba ( > dari i1) </li></ul><ul><li>NPV1 = NPV awal pada i1 </li></ul><ul><li>NPV2 = NPV pada i2 </li></ul>
  17. 31. PAYBACK PERIOD <ul><li>Dihitung dengan cara pada periode (waktu) </li></ul><ul><li>kapan investasi kembali Ditunjukan dengan </li></ul><ul><li>nilai kas positif (tidak defisit) </li></ul><ul><li>Makin pendek jangka waktu pengembalian </li></ul><ul><li>modal makin baik </li></ul>
  18. 32. ANALISIS KELAYAKAN DARI CONTOH LATIHAN 2 <ul><li>Akan dicari : </li></ul><ul><li>1. NPV </li></ul><ul><li>2. BC Ratio </li></ul><ul><li>3. IRR </li></ul><ul><li>4. Payback Period </li></ul>
  19. 34. HASIL HITUNG CONTOH LATIHAN 2 NPV = 2.486.800 - 1.975.970 = 510.830 .... Layak BCR = 2.486.800 / 1.975.970 = 1,25 …… Layak IRR dicoba untuk i2=20% (i1=10%) IRR = …. ? Payback Periode = Tahun ke 2 ( tanda *)
  20. 35. LATIHAN 3 Dari data tabel di atas, untuk suku bunga bank yang paling atraktif sebesar 10%, tentukan : 1. NPV 2. BC Ratio 3. IRR dan 4. Payback Period 5. Apakah investasi di atas layak secara ekonomi ?

×