Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

2 Sektor Informal

18,655 views

Published on

Published in: Business, Economy & Finance

2 Sektor Informal

  1. 1. STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR INFORMAL UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH
  2. 2. Karakteristik Sektor Informal <ul><li>Jumlah unit usaha yang banyak dalam skala kecil </li></ul><ul><li>Kepemilikan oleh individu atau keluarga </li></ul><ul><li>Teknologi yang sederhana dan padat tenaga kerja </li></ul><ul><li>Tingkat pendidikan dan ketrampilan yang rendah </li></ul><ul><li>Akses ke lembaga keuangan rendah </li></ul><ul><li>Produktivitas tenaga kerja yang rendah </li></ul><ul><li>Tingkat upah yang juga relatif rendah </li></ul>
  3. 3. Karakteristik Sektor Informal <ul><li>Barrier to entry sangat kecil </li></ul><ul><li>Input yang sangat mengandalkan sumber daya lokal </li></ul><ul><li>Perusahaan berskala kecil dan dimiliki oleh keluarga </li></ul><ul><li>Labour-intensive dan menggunakan teknologi adaptasi </li></ul><ul><li>Ketrampilan tidak didapat dari pendidikan formal </li></ul><ul><li>Beroperasi di luar jaringan administrasi formal </li></ul><ul><li>Kebutuhan capital yang relatif kecil </li></ul>
  4. 4. Sektor informal menurut Tokman (2001) : Sektor dengan perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan terbatas yang mempekerjakan keluarga sebagai tenaga kerja yang tidak dibayar, tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang rendah, dan mempunyai tenaga kerja kurang dari 5 orang
  5. 5. Tujuan Penelitian <ul><li>Mengidentifikasi jenis usaha sektor informal masyarakat di Kutai Kartanegara; </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi masalah–masalah yang muncul dalam pengembangan usaha sektor informal; </li></ul><ul><li>Menganalisis peran dari sektor informal terhadap pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara; dan </li></ul><ul><li>Menyusun strategi pengembangan usaha sektor informal dalam pertumbuhan ekonomi. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Peran Sektor Informal terhadap Pertumbuhan Ekonomi </li></ul>PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH TUJUAN STRATEGI POTRET KONDISI SEKTOR INFORMAL Identifikasi macam sektor informal berdasar: lokasi (kota, desa), kaitan sektor formal Identikasi masalah-masalah sektor informal <ul><li>SISI PENAWARAN/SEKTORAL (PDRB): </li></ul><ul><li>Pertanian </li></ul><ul><li>Pertambangan dan penggalian </li></ul><ul><li>Industri Pengolahan </li></ul><ul><li>Listrik, gas dan air bersih </li></ul><ul><li>Bangungan </li></ul><ul><li>Perdagangan, Hotel dan restauran </li></ul><ul><li>Pengangkutan, komunikasi </li></ul><ul><li>Keuangan </li></ul><ul><li>Jasa-jasa </li></ul><ul><li>SISI PERMINTAAN/PENGGUNA (PDRB): </li></ul><ul><li>Konsumsi </li></ul><ul><li>Pengeluaran Pemerintah </li></ul><ul><li>Investasi </li></ul><ul><li>Perdagangan Internasional </li></ul>Supply input murah bagi sektor formal Peningkatan Pendapatan: Peningkatan Konsumsi Dampak positif - sektor lain (keterkaitan) - individu pelaku Dampak Negatif: lingkungan, tata ruang, pencemaran, dll.
  7. 7. METODE ANALISIS <ul><li>Metode kualitatif </li></ul><ul><li>Metode Delphi melalui iterative group process </li></ul><ul><li>FGD </li></ul><ul><li>Survei Lapangan </li></ul><ul><li>Metode kuantitatif </li></ul><ul><li>modified Input-Output </li></ul>
  8. 8. Desain Penelitian
  9. 9. PROFIL TENAGA KERJA SEKTOR INFORMAL
  10. 10. HASIL ANALISIS
  11. 11. Keunggulan Sektor Pertanian <ul><li>potensi lahan yang sangat luas untuk pertanian dan luas kepemilikan lahan </li></ul><ul><li>bantuan pemerintah semakin besar tiap tahunnya, </li></ul><ul><li>program mekanisasi pertanian yang dijalankan pemerintah, </li></ul><ul><li>kebutuhan pangan meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang cepat </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, yaitu 38,25% </li></ul>
  12. 12. Kelemahan Sektor Pertanian <ul><li>Hanya dapat ditanami satu kali musim tanam </li></ul><ul><li>Kurangnya akses permodalan petani </li></ul><ul><li>belum berfungsi lembaga ekonomi pedesaan </li></ul><ul><li>Bantuan pemerintah belum merata antar daerah </li></ul>
  13. 13. Gambaran Sub.Sektor Jasa Perbengkelan <ul><li>Tenaga kerja tak terdididk </li></ul><ul><li>Kesulitan dalam akses permodalan </li></ul><ul><li>Prospek karena perkembangan jumlah kendaraan bermotor </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Lokasi Muara Muntai dan Muara Badak </li></ul><ul><li>Jenis kerajinan : kerajinan kayu, kerajinan rotan, kerajinan manik-manik, kerajinan tenun ulap doyo dan kerajinan bambu </li></ul><ul><li>Memiliki keunggulan : desain unik dan harga murah </li></ul><ul><li>sudah mendapatkan bantuan pelatihan dan batuan modal </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, dari keluarga dan masyarakat sekitar </li></ul><ul><li>Belum ada investor, meskipun desain diminati masyarakat dalam dan luar negeri </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, yaitu 18,37% </li></ul>Sub.Sektor Jasa Produk Kerajinan
  15. 15. Perdagangan Makanan <ul><li>Keterbatasan modal untuk pengembangan usaha </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja </li></ul><ul><li>Menimbulkan dampak sosial </li></ul><ul><li>Pendidikan formal rendah </li></ul><ul><li>Sebagian besar pelaku adalah pendatang </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Lokasi Marang Kayu </li></ul><ul><li>Penyerapan tenaga kerja rendah </li></ul><ul><li>Dijual ke tengkulak karena keterbatasan prasarana dan jarak pasar </li></ul><ul><li>Bantuan pemerintah untuk : </li></ul><ul><li>a. bibit c. prasarana </li></ul><ul><li>b. pupuk d. pendidikan </li></ul>Perkebunan Karet
  17. 17. <ul><li>Lokasi : Muara Muntai dan Kota Bangun </li></ul><ul><li>Penyerapan tenaga kerja 2-10 orang </li></ul><ul><li>Belum optimalnya inovasi teknologi perikanan </li></ul><ul><li>Semakin meningkatnya permintaan </li></ul><ul><li>Masalah yang dihadapi : </li></ul><ul><li>a. Menurunnya kualitas air tanah </li></ul><ul><li>b. dibutuhkan modal yang besar </li></ul><ul><li>c. penyuluhan yang belum optimal </li></ul>Sub.Sektor Perikanan
  18. 18. Kontribusi pada Total Output Antara <ul><li>Sektor Pertanian : 5,00 % </li></ul><ul><li>Pertambangan dan Penggalian : 3,75 % </li></ul><ul><li>Industri Pengolahan : 10,63 % </li></ul><ul><li>Perdagangan, Restoran dan Hotel : 10,63 % </li></ul>Kontribusi pada Total Input Antara <ul><li>Sektor Pertanian : 61,21% </li></ul><ul><li>Pertambangan dan Penggalian : 7,24% </li></ul><ul><li>Industri Pengolahan : 8,28% </li></ul><ul><li>Perdagangan, Restoran dan Hotel : 8,28% </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Sektor Pertanian : 2,45 % </li></ul><ul><li>Pertambangan dan Penggalian : 1,89 % </li></ul><ul><li>Industri Pengolahan : 2,83 % </li></ul><ul><li>Perdagangan, Restoran & Hotel : 2,83 % </li></ul>Kontribusi pada Total Output Akhir
  20. 22. Lanjutan…
  21. 23. Keterkaitan antar Sektor
  22. 25. Hasil Simulasi
  23. 26. KESIMPULAN & SARAN
  24. 27. Kesimpulan <ul><li>Sektor informal sangat berperan dalam perekonomian riil, terutama di Sektor Pertanian dalam arti luas, Sektor Pertambangan dan penggalian, Sektor Industri pengolahan dan Sektor Perdagangan, hotel dan restauran. </li></ul><ul><li>Permasalahan sektor informal di Kabupaten Kuta Kartanegara pada umumnya hampir sama dengan daerah lain. </li></ul><ul><li>a. berpendidikan relatif rendah, </li></ul><ul><li>b. memiliki ketrampilan yang masih terbatas, </li></ul><ul><li>c. usaha masih bersifat tradisional (peralatan belum modern), </li></ul><ul><li>d. wilayah pemasaran produk masih terbatas, </li></ul><ul><li>e. serta terbatasnya akses modal. </li></ul><ul><li>3. Berdasarkan metode Delphidan expert judgement diperkirakan kegiatan sektor informal memberikan kontribusi kepada total output antara sebesar 30% . </li></ul>
  25. 28. <ul><li>4. S ektor informal yang memberikan kontribusi besar pada penyerapan output adalah sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yaitu masing-masing sebesar 10,63%. </li></ul><ul><li>5. Output kegiatan informal menyediakan input yang murah kepada sektor formal </li></ul><ul><li>6. Kegiatan sektor informal yang memberikan kontribusi terbesar pada penyediaan input antara adalah sektor Pertanian yaitu sebesar 61,21% </li></ul><ul><li>7. Diperkirakan bahwa sektor informal memiliki kontribusi terhadap total output akhir keseluruhan adalah sebesar 10% </li></ul><ul><li>8. Kegiatan sektor informal memberikan dampak yang positif dilihat dari kinerja peningkatan pengganda ouput dan angka pengganda pendapatan. ( lebih tinggi ketika dilakukan internalisasi sektor informal ) </li></ul>Lanjutan Kesimpulan …
  26. 29. <ul><li>9. Dari hasil perhitungan angka pengganda output tabel input output IO*, sektor yang memiliki angka pengganda output terbesar yaitu sektor Industri Pengolahan ( 3,014 ). </li></ul><ul><li>10. Sektor yang memiliki angka pengganda pendapatan terbesar adalah sektor Perdagangan, hotel dan restauran sebesar 0,493 . </li></ul><ul><li>11. Batas optimal kontribusi sektor informal dalam perekonomian adalah sebesar 55 persen pada transaksi input antara, dan kontribusi sektor informal pada total output sampai sebesar 16%. </li></ul>Lanjutan Kesimpulan …
  27. 30. Saran <ul><li>Pemerintah dapat memberikan Bantuan modal yang lebih fleksibel </li></ul><ul><li>2. Setiap kebijakan pemerintah harus memperhatikan karakteristik usaha informal di wilayahnya serta aspek-aspek yang terkait seperti ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. </li></ul><ul><li>3. Untuk meningkatkan output perekonomian, pemerintah memberikan dorongan pada sektor : </li></ul><ul><li>(1) industri pengolahan, (2) perdagangan, hotel dan restauran, dan (3) bangunan dan konstruksi </li></ul><ul><li>4. Dari sisi pendapatan, untuk meningkatkan total pendapatan dalam perekonomian, sektor yang harus didorong adalah (1)Sektor perdagangan, hotel dan restauran (2)Sektor bangunan dan konstruksi, dan (3) Sektor listrik dan air bersih. </li></ul>
  28. 31. <ul><li>SELESAI </li></ul>
  29. 32. Keunggulan Sektor Pertanian <ul><li>potensi lahan yang sangat luas untuk pertanian dan luas kepemilikan lahan </li></ul><ul><li>bantuan pemerintah semakin besar tiap tahunnya, </li></ul><ul><li>program mekanisasi pertanian yang dijalankan pemerintah, </li></ul><ul><li>kebutuhan pangan meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang cepat </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, yaitu 38,25% </li></ul>
  30. 33. Kelemahan Sektor Pertanian <ul><li>Hanya dapat ditanami satu kali musim tanam </li></ul><ul><li>Kurangnya akses permodalan petani </li></ul><ul><li>belum berfungsi lembaga ekonomi pedesaan </li></ul><ul><li>Bantuan pemerintah belum merata antar daerah </li></ul>
  31. 34. Gambaran Sub.Sektor Jasa Perbengkelan <ul><li>Tenaga kerja tak terdididk </li></ul><ul><li>Kesulitan dalam akses permodalan </li></ul><ul><li>Prospek karena perkembangan jumlah kendaraan bermotor </li></ul>
  32. 35. <ul><li>Lokasi Muara Muntai dan Muara Badak </li></ul><ul><li>Jenis kerajinan : kerajinan kayu, kerajinan rotan, kerajinan manik-manik, kerajinan tenun ulap doyo dan kerajinan bambu </li></ul><ul><li>Memiliki keunggulan : desain unik dan harga murah </li></ul><ul><li>sudah mendapatkan bantuan pelatihan dan batuan modal </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, dari keluarga dan masyarakat sekitar </li></ul><ul><li>Belum ada investor, meskipun desain diminati masyarakat dalam dan luar negeri </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja, yaitu 18,37% </li></ul>Sub.Sektor Jasa Produk Kerajinan
  33. 36. Perdagangan Makanan <ul><li>Keterbatasan modal untuk pengembangan usaha </li></ul><ul><li>Menyerap tenaga kerja </li></ul><ul><li>Menimbulkan dampak sosial </li></ul><ul><li>Pendidikan formal rendah </li></ul><ul><li>Sebagian besar pelaku adalah pendatang </li></ul>
  34. 37. <ul><li>Lokasi Marang Kayu </li></ul><ul><li>Penyerapan tenaga kerja rendah </li></ul><ul><li>Dijual ke tengkulak karena keterbatasan prasarana dan jarak pasar </li></ul><ul><li>Bantuan pemerintah untuk : </li></ul><ul><li>a. bibit c. prasarana </li></ul><ul><li>b. pupuk d. pendidikan </li></ul>Perkebunan Karet
  35. 38. <ul><li>Lokasi : Muara Muntai dan Kota Bangun </li></ul><ul><li>Penyerapan tenaga kerja 2-10 orang </li></ul><ul><li>Belum optimalnya inovasi teknologi perikanan </li></ul><ul><li>Semakin meningkatnya permintaan </li></ul><ul><li>Masalah yang dihadapi : </li></ul><ul><li>a. Menurunnya kualitas air tanah </li></ul><ul><li>b. dibutuhkan modal yang besar </li></ul><ul><li>c. penyuluhan yang belum optimal </li></ul>Sub.Sektor Perikanan

×