SUSTAINABLE TOURISMSamerdanta Sinulingga (1091061008)MAGISTER KAJIAN PARIWISATAUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2011
1Buatlah Pembahasan mengenai hubungan sebab akibat antara pariwisata dan climate change!Sebab akibat pariwisata dan climat...
2Gambar 1, UNWTO (2007)Dukungan terhadap penelitian UNWTO disampaikan oleh ECOT (2009) yang menjelaskan Theglobal tourism ...
3Gambar 2, Sumber: Economic Commission for Latin America and the Caribbean, 2010Dalam jurnalnya, ECOT mengkritik pernyataa...
4kepada climate change, namun bagaimana Climate change mempengaruhi pariwisata?. Penelitianyang dilakukan oleh Patterson d...
5(lower) latitudes and altitudes would become more (less) attractive to international anddomestic tourists alike.Gambar 3,...
6Industri yang kebanyakan membuat hal-hal lokal menjadi global: Patterson menjelaskanbahwa pariwisata sedarinya sudah meru...
7Dari diagram tersebut, Petterson (2006) dan secara khusus Amelung et al (2009) menelitimengenai bagaimana industri pariwi...
8Uraian tentang Adaptasi dan mitigasi antara climate change dan pariwisata dari jurnal Patterson:1. Pemerintah membutuhkan...
911. Adaptasi yang dimaksudkan dalam ranah pariwisata adalah dilakukannya suatuperjalanan wisata yang ramah dan pro terhad...
10Kategori ContohTipe Destinasi danEnvironmentalUrban, biome, protected area dan lain sebagainya, yangmengisyaratkan untuk...
11Gambar 7, Sumber: Patterson (2006)Adaptasi dan mitigasi dalam model ke 2, dijelaskan dalam skala, fungsi dan statechange...
12menentu dan atau subjektif (flow). State changes (Stock), merupakan aspek dari pariwisata danclimate change, yang menjel...
13Type ofadaptationTourismoperators/businessesTourism industryassociationsGovernments andcommunitiesFinancial sector(inves...
14DAFTAR PUSTAKAReferensi pendukung untuk Jurnal Patterson (2006) “Tourism And Climate Change: TwoWay Street, Or Vicious/V...
15Hall, Michael. 2006. The Impact Of Tourism Knowledge (Journal Tourism Research).University Of Canterbury.Reisman, David,...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pariwisata dan climate change

626 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
626
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
130
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pariwisata dan climate change

  1. 1. SUSTAINABLE TOURISMSamerdanta Sinulingga (1091061008)MAGISTER KAJIAN PARIWISATAUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2011
  2. 2. 1Buatlah Pembahasan mengenai hubungan sebab akibat antara pariwisata dan climate change!Sebab akibat pariwisata dan climate change dalam Patterson (2006):1. Tourism is an industry2. Industri yang kebanyakan membuat hal-hal lokal menjadi global3. Para pelaku (pemerintah dan pelaku bisnis pariwisata) memiliki kecenderungan untukmengaburkan suatu sistem yang kompleks dasar dari sistem climate change tersebut, danmemberikan suatu rintangan terhadap proposal sustainable tourism yang seharusnyamendapat dukungan sebagai salah satu pencegahan climate change yang lebih parah.PEMBAHASANAmelung & Viner, 2004; WTO, 2003 dalam Patterson et al(2006:339) menyatakanbahwa terjadinya climate change disebabkan karena Tourism is an industry, hal ini diperjelasoleh Patterson (2006) bahwa pariwisata merupakan sebuah industri terbesar yang beberapadekade ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dan memungkinkan dengan pertumbuhanyang sedemikian besar tersebut maka dapat menimbulkan proses terjadinya climate change.Pendapat Patterson tersebut didukung oleh beberapa penelitian terkait Tourism and Climatechange seperti: Amelung, et al (2009) yang menyatakan bahwa:“Tourism is a multi-billion euro industry that is highly dependent on climate resources. Climatechange may provoke shifts in tourist flows, with large economic implications. Higham and Hall(2005) identified climate change as the number one challenge to tourism in the 21stcentury.[…..]Tourism encompasses a highly diversified range of holiday types. [……] All of these segmentsmay have very specific weather requirements. One needs wind for sailing, snow for skiing, andrelatively high temperatures for sunbathing on the beach, etc. Climate change can therefore beexpected to have very diverse implications for all these different segments of the tourism market”Amelung, et al (2009:1).Disisi yang sama UNWTO (2007) dalam penelitiannya menyatakanbahwa sebagai suatu industri, Pariwisata memberikan dampaknya, seperti pada tabel berikut ini:
  3. 3. 2Gambar 1, UNWTO (2007)Dukungan terhadap penelitian UNWTO disampaikan oleh ECOT (2009) yang menjelaskan Theglobal tourism industry is a significant contributor to climate change. However, it should benoted that just 2 % of the world’s population actively takes part in air passenger transport,contributing to tourism’s share of global warming which is up to 12.5 % (if non‐CO2 effects aretaken into account)2. Aviation alone contributes 4,9% of this.
  4. 4. 3Gambar 2, Sumber: Economic Commission for Latin America and the Caribbean, 2010Dalam jurnalnya, ECOT mengkritik pernyataan UNWTO, yaitu: “Sensitive to the charge thatthey (UNWTO) are unconcerned about the climate change impact of flying but still adhering tothe growth path, the aviation industry and the tourism sector have recently been hailing thedevelopment of “sustainably grown biofuels”. The United Nations World TourismOrganisation (UNWTO) is also waiting ―for the earliest possible global introduction ofsustainable aviation biofuels.‖ These so‐called sustainable biofuels constitute a panacea sothat the ‗business‐as‐usual‘ mode can continue. Are biofuels the answer for sustainabletourism development?. Pernyataan yang dikeluarkan ECOTsangat mengintimidasi pariwisatadan mengaburkan intelegensia dan Power UNWTO. Business as usual mengkategorikanpariwisata pada hakikatnya adalah global itu sendiri dan pada dasarnya pariwisata itu adalahmassitu sendiri (Wearing 2009:67).Penelitian-penelitian diatas (secara mayoritas) merupakan suatu implikasi dari pariwisata
  5. 5. 4kepada climate change, namun bagaimana Climate change mempengaruhi pariwisata?. Penelitianyang dilakukan oleh Patterson dan didukung oleh Economic Commission for Latin America andthe Caribbean (2010), menyatakan:“Uyarra et al. (2005) examined the impact of climate change by asking respondents about thelikelihood of their returning to these islands in the event of coral bleaching and sea level rise.They found that more than 80% of the visitors to Bonaire and Barbados would be expected notto return to the islands in the event of these occurrences. Mather et al. (2005) examined theattraction of the Caribbean as a tourist destination for travellers from North America. Thisstudy established that the Caribbean subregion is likely to be less attractive to tourists due tofactors such as increased temperatures, beach erosion, deterioration of reef quality andgreater health risks.‖Penelitian lainnya yang mendukung peneltian Patterson(2006) ini adalah Jacqueline M.Hamilton, David J. Maddison, Richard S. J. Tol(2005). Penelitian Hamiltonet al disimulasikanuntuk 207 negara di dunia, penelitian ini menerangkan:“One can approach the relationship between tourism and climate (change) in 2 different ways,by looking: (1) at tourists, what they (should) prefer (e.g. Scott & McBoyle 2001, Amelung &Viner in press) or how they behave (e.g. Maddison 2001, Richardson & Loomis 2004); or (2) atdestinations and how their attractiveness changes with climate and management (e.g. Abegg1996, Craig-Smith & Ruhanen 2005, Perry 2005). Reviews of the climate and tourism literatureare given by Hamilton & Tol (2004) and Scott et al. (2005). [.....]However, looking at aparticular group of tourists or a particular destination is not enough to fully understand touristbehaviour. Tourism, like any market, is defined by supply and demand, by push and pull factors.Destinations compete for the most lucrative tourists, and tourists compete for the best deals.[……]Climate change would lead to a gradual shift of tourist destinations towards the poles andup the mountains. Climate change would also imply that the currently dominant group ofinternational tourists— sun and beach lovers from Western Europe—would travel less far, oreven stay in their home country, implying a fall of total international tourist numbers (relativeto the baseline without climate change). The reverse is true for warmer countries; not onlywould these countries attract less foreign tourists, domestic tourists would be inclined to travelabroad for their holidays. The pattern of international tourism—towards higher latitudes andaltitudes—found by Hamilton et al. (2005) is amplified by shifts in domestic tourism: higher
  6. 6. 5(lower) latitudes and altitudes would become more (less) attractive to international anddomestic tourists alike.Gambar 3, Sumber Hamiltonet al (2005)As is shown in Hamilton et al. (2005), climate change perturbs the socio-economic scenario,but does not dominate it.Until 2020, climate change slows the growth of international tourism,as tourists from temperate and cool countries, particularly in Europe, stay within their owncountry. After 2020, more tourists originate in hot countries, and tourism numbers go up asthey seek to spend their holiday at cooler destinations. if a cool country becomes warmer, it firstattracts more international tourists, until it gets too warm and starts attracting fewer tourists.
  7. 7. 6Industri yang kebanyakan membuat hal-hal lokal menjadi global: Patterson menjelaskanbahwa pariwisata sedarinya sudah merupakan suatu industri yang memberi tekanan kepadasumber daya lokal untuk dikonsumsi secara global, hal ini didukung oleh beberapa penelitianterkait seperti:Gambar 4, Sumber: Amelung, et al (2009)Gambar 5, Sumber: Amelung, et al (2009)
  8. 8. 7Dari diagram tersebut, Petterson (2006) dan secara khusus Amelung et al (2009) menelitimengenai bagaimana industri pariwisata menggunakan sumber daya lokal seperti pada Gambar6yaitu air sebagai suatu kemasan konsumsi global. Penelitian tersebut menjelaskan bahwaterjadinya tekanan sumber daya alam khususnya air yang digunakan di daerah Eropa untukkepentingan Global Tourism. Dan dampaknya pada kawasan pariwisata Eropa adalah terjadinyaWater Stress Level yang digambarkan pada diagram berikut:Gambar 6, Sumber: Amelung, et al (2009)Hal tersebut didukung dengan gambar 5, gambar 5 (pegunungan Les alpes) menerangkan tentangIce level (Level kepadatan es) yang terdapat di eropa (seperti yang sudah dijelaskan di atas “Allof these segments may have very specific weather requirements. One needs wind for sailing,snow for skiing”. Tingginya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut, tingginya penggunaanakomodasi di daerah tersebut, tingginya penggunaan alat transportasi, penggunaan listrik,penggunaan pemanas ruangan dan lain sebagainya, mengakibatkan suatu hal yangmencengangkan dalam kurun waktu beberapa tahun. Kepadatan es diukur dari warna diagram,dari biru tua kepada biru muda, yang menjelaskan bahwa semakin biru gambar tersebut makakepadatan es semakin besar, dan sebaliknya (Lihat dari kiri ke kanan). Pada gambar kirimenjelaskan mengenai level kepadatan es pada tahun sebelumnya sedangkan pada gambar kananmenjelaskan mengenai kondisi level kepadatan es pada tahun-tahun belakangan ini.
  9. 9. 8Uraian tentang Adaptasi dan mitigasi antara climate change dan pariwisata dari jurnal Patterson:1. Pemerintah membutuhkan informasi dan infrastruktur untuk berhadapan dengan konflikini.2. Membuat suatu dialog antara pemerintah dan peneliti.3. Diadakannya suatu pertemuan antaraclimate change researcher, policy makers andpractitioners at six international meeting4. Pengembangan adaptive governance, adaptive management, integreted assessment dangeneral system theory5. Diadakannya suatu peneltian yang merupakan suatu langkah awal terhadap procces ofstudy and design of public policy.6. Membuat suatu model manajemen yang konseptual terhadap pelaku pembuat kebijakanpublik yaitu pemerintah, seperti:Mengekstrak pengetahuan dari netwotk member secara profesional.Sharing informasi secara ringkas dan melakukan struktur konsensusMemfasilitasi informasi-informasi yang produktifMengidentifikasi kesenjangan dalam pemberian informasiMendefenisikan tujuan dan membentuk strategiMemberi informasi kepada network member dan mengaplikasikan pengetahuansecara luas.7. Pembuat kebijakan harus menyadari fungsi mereka dan bertindak dengan kemampuanyang kreatif untuk menangani climate change.8. Menciptakan model-model yang strategis dalam menghadapi climate change yangdisebabkan oleh pariwisata, seperti menggunakan model 1 yang dinamakan Tourism danClimate Change as a two-way street dan model ke 2 yaitu states and changes in tourism-climate system.9. Model I (Pertama) berakar pada prinsip “Perubaan Iklim mempengaruhi kegiatanPariwisata dan aktivitas pariwisata mempengaruhi perubahan iklim dunia.”10. Adanya perhatian kepada kualitas kebijakan pariwisata yang konsern kepada pencegahan,mencoba memperkecil sifat kapitalis pariwisata.
  10. 10. 911. Adaptasi yang dimaksudkan dalam ranah pariwisata adalah dilakukannya suatuperjalanan wisata yang ramah dan pro terhadap lingkungan sehingga tidak mempercepatclimate change seperti Sustainable Tourism Development(Weaver 2006:18), PariwisataAlternatif(Miller 2005:31), Pro Poor Tourism(Hall 2007:13), dan Ecotourism,(Fennell2003:21).12. Salah satu mitigasi, dalam hal ini kegiatan pariwisata dapat menjadi pelestari lingkungannamun apabila pelaksanaan pariwisata loss control, dapat berbahaya (tourism to climate).Sedangkan apabila suatu lingkungan tidak memberikan nilai ekonomi atau manfaat makakesempatan lingkungan tersebut terbengkalai dan dirusak oleh oknum-oknum tidakbertanggung jawab semakin besar (climate to tourism), maka hal yang harus dilakukanadalah win-win solution.13. Kesuksesan mitigasi dikarenakan adanya kooperasi (kerjasama) dari berbagai pihak.14. Untuk mitigasi antara Tourism-Climate Change maka dibentuklah 2 buah model yangmencerminkan model sustainable tourism solution.15. Dari paper ini Para peneliti ingin mencapai sustainability yang memanifestasikan dirinyake dalam lingkungan global yang tidak pasti arah dan gejolaknya. (sustainabilitymerupakan suatu strategi ekonomi yang optimis tanpa mengorbankan lingkungan secaralebih besar)16. Keberlanjutan pengelolaan pariwisata yang mendukung lingkungan maupun sebaliknya,sebenarnya lebih terlaksana dengan baik melalui Political Forces dibandingkan ScientificPrinciple Research.Adaptasinya dengan mengembangkan perjalanan wisata yang berbasis alam. Walaupunsebenarnya kegiatan ini belum secara pasti dapat menghentikan climate change yang terjadi didunia, langkah-langkah pengelolaan pariwisata yang dilakukan pada kondisi-kondisi sekarangini, dipahami hanya sebagai “pelambat” terjadinya climate change. Dalam arti, perludilakukannya penelitian secara sistemik dengan model dinamik, sehingga dapat menjelaskanbagaimana pariwisata memberikan pengaruh yang cepat terhadap perubahan iklim dunia. Modeluntuk adaptasi dan mitigasi tersebut tergambar dalam model I, seperti di lembar berikut ini:
  11. 11. 10Kategori ContohTipe Destinasi danEnvironmentalUrban, biome, protected area dan lain sebagainya, yangmengisyaratkan untuk memberi dukungan terhadap aktivitas alamyang bersifat natural. Hal yang sama yang dikatakan oleh beberapapara ahli yaitu Saat ini telah terjadi perubahan pola konsumsiwisatawan terhadap suatu wilayah destinasi yaitu pariwisata massalkepadapariwisata berkelanjutan (Cooper 2010:124,131, Divino(2009), Hall 2006:158), ini merupakan salah satu usaha yangdilakukan untuk adaptasi dan memitigasi climate change secara cepat.Geographic Region Dari daerah kecil hingga benuaTourism Segments Segmen pasar yang diharapkan pun seperti wisatawan dengankunjungan yang dilakukan per tahun, per musim dan sebagainya.Isu-Isu yangkonsernModel ini konsern dengan isu-isu kesehatan (Reisman 2010:99)(perjalanan yang dekat dengan alam, bersifat organik dan kunjungan-kunjungan untuk mengobati diri dari penyakit), area-area yang sensitifseperti hutan lindung, Eagles (2002), maupun lingkungan bawah laut,Gales (2003). Keberlangsungan dari suatu kebudayaan atau etniktertentu (Weaver 2006:18)
  12. 12. 11Gambar 7, Sumber: Patterson (2006)Adaptasi dan mitigasi dalam model ke 2, dijelaskan dalam skala, fungsi dan statechanges. Skala yang dimaksudkan adalah individual, site, destination, nation, trans-national danglobal (Individual dalam hal ini merupakan seseorang yang mempunyai keputusan, tindakan,persepsi untuk setiap hal yang akan dilakukannya dalam melakukan pariwisata dan berusahamemitigasi climate change, Site yang dimaksudkan dalam tabel ke 2 merupakan gambaran darilokasi seperti pantai, taman, fasilitas pariwisata hotel dan lain sebagainya, Destination adalahsuatu group yang memuat Site-Site dengan kelengkapan manajemen (marketing) di dalamnya,National dalam hal ini merupakan suatu kebijakan dan aksi yang berskala nasional di dalam 1(satu) pemerintahan/negara, Trans-National merupakan suatu kebijakan yang disepakati oleholeh 2 hingga lebih negara untuk tujuan politis, dan Global adalah keseluruhan hal-hal diatasyang mengikat Individual, Site dan seterusnya). Untuk menangani Fungsi yang dimaksudkandiatas adalah aspek sistemik yang mempunyai kecenderungannya cepat berubah, sangat tidak
  13. 13. 12menentu dan atau subjektif (flow). State changes (Stock), merupakan aspek dari pariwisata danclimate change, yang menjelaskan suatu petunjuk suatu perubahan secara perlahan. Pada Gambar2 angka 1 merupakan iklim dan kondisi lingkungan secara nyata, hal ini mengarahkan kepadavariabel-variabel dan beberapa komponen lingkungan yang mempengaruhi diagram B, yaitusumber daya wisata (kondisi fisik, budaya, sosial, dan alam). Menggunakan suatu manajemenyang profesional untuk 2 (pengembangan), yang dapat mempengaruhi C, yaitu infrastruktur danatraksinya (akomodasi, aktivitas, budaya, sosial, dan lingkungan), hal tersebut merupakan dasardari host community dan turis harapkan yaitu sebuah pengalaman yang akan memutuskan suatupersepsi (Judgement dari suatu nilai dan keadilan antara kos dan benefit) C. yang menjelaskanbagaimana persepsi mempengaruhi broader hasil sosial yang tergantung pada nomor 4 yaitukomunikasi dan pengalaman yang telah di rasakan, masyarakat sipil (keikutsertaan, institusiformal maupun non formal, pemerintah). Berikutnya 5, yang mengacu kepada intervensi /evolusiyang dapat memutuskan D yaitu Aturan dan norma (adaptasi dan ukuran mitigasi (pencegahan),insentif, retribusi dan indikasi supply). Keseluruhan hal diatas mempengaruhi 6 yaitu behaviouratau tindakan yang kemudian berdampak pada E/aktivitas pariwisata. Pariwisata dan non sumberdaya wisata dan variabel-variabel alami adalah 7 yaitu faktor-faktor yang dapat memerangiperubahan alam secara negatif kepada A/state of the climate.Penelitian mitigasi dan adaptasi untuk Tourism and climate change ini juga didukungoleh pernyataan Achim Steiner UN Undersecretary General And UNEP Executive Director:“far sighted action by the $880 billion international tourism industry will send important signalsto governments, industries and the public that mitigation and adaptation to the climate changechallenge make economic and environmental sense. it is the kind of leadership that canencourage others to look not only to their exposure and to the risks posed by climate change, butalso to the abundant opportunities and benefits of cost effective action[…]four major mitigationstrategies for addressing greenhouse gas emissions fromtourism can be distinguished: i)reducing energy use, ii) improving energyefficiency, iii) increasing the use of renewable energy,and iv) sequesteringcarbon through sinks. ". UNWTO (2007)Untuk melaksanakan 4 major mitigasi yang telah ditentukan diatas maka dibentuk juga suatumodel yang hampir mirip dengan apa yang dikerjakan Patterson et al(2006) oleh UNWTO dalamEconomic Commission for Latin America and the Caribbean(2010). Apabila diperhatikandengan seksama dalam model yang di tampilkan oleh Patterson (2006) memuat suatu modelyang general (teoritis) dan pendukung model (terapan) tersebut dapat dilihat pada tabel berikutyang menerangkan tentang Tourism Stakeholders And Climate Adaptation Strategies (model Patterson(2006) pada diagram B,2,C,5,D):
  14. 14. 13Type ofadaptationTourismoperators/businessesTourism industryassociationsGovernments andcommunitiesFinancial sector(investors/insurances)Technical Snow-makingSlope contouringRainwater collectionand water recyclingsystemsCyclone-proofbuilding design andstructureEnable access toearly warmingequipment (e.g.radios) operators.Develop websiteswith informationon adaptationmeasures.Reservoirs anddesalination plantsFee structures forwater consumptionWeather forecastingand early warningsystemsRequire advancedbuilding design ormaterial (fireresistant) standardsfor insuranceProvide informationmaterial tocustomersWater conservationplansLow season closuresProduct and marketdiversificationRegionaldiversification inbusiness operationsRedirect clientsaway from impacteddestinationsSnow conditionreports throughthe mediaUse of shorttermseasonal forecastsfor planningmarketingactivities.Trainingprogrammes onclimate changeadaptation.Encourageenvironmentalmanagement withfirms (e.g. viacertification)Impactmanagement plans(e.g. CoralBleachingResponse Plan’)Convention/eventinterruptioninsuranceBusiness subsidies(e.g. insurance orenergy costs)Adjust insurancepremiums or notrenew insurancepoliciesRestrict lending tohigh risk businessoperationsPolicy HurricaneinterruptionguaranteesComply withregulation (e.g.building code)Coordinatedpolitical lobbyingfor GHGemissionreductions andadaptationmainstreamingSeek funding toimplementadaptationprojectsCoastalmanagement plansand set backrequirementsBuilding designstandards (e.g. forhurricane forcewinds).Consideration ofclimate change incredit risk andproject financeassessmentsResearch Site location (e.g. northfacing slopes, higherelevations for ski areas)Assess awareness ofbusinesses andtourists, aswell as knowledgegaps.Monitoring programs(.e.g. predict bleachingor avalanche risk, beachwater quality)Extreme event riskexposureEducation Water conservationeducation for employeesand guestsPublic educationcampaignWater conservationcampaignsCampaigns on thedangers of UVradiationEducate/inform potentialand existing customersBehavioural Real-time webcamsof snow conditionsGHG emission offsetprogramsGHG emissionoffset programsWaterconservationinitiativesExtreme eventrecovery marketingGood practice inhouse.
  15. 15. 14DAFTAR PUSTAKAReferensi pendukung untuk Jurnal Patterson (2006) “Tourism And Climate Change: TwoWay Street, Or Vicious/Virtous Circle?, yaitu:Amelung, Bas, Alvaro Moreno, 2009.Impacts Of Climate Change In Tourism In Europe.Peseta-Tourism Study. Jrc Scientific And Technical Reports. European Commission, JointResearch Centre, Institute For Prospective Technological Studies.Economic Commission For Latin America And The Caribbean, 2010. Regional ReportOn The Impact Of Climate Change On The Tourism Sector (Journal Lc/Car/L.263).Ecumenical Coalition On Tourism (ECOT),2009. Climate Change And Tourism: Call ForAction By Civil Society Groups.Hamilton,Jacqueline M.,David J. Maddison, Richard S. J. Tol, 2005. Effects Of ClimateChange On International Tourism (Journal Climate Research Vol. 29: 245–254,2005). Hamburg University And Centre For Marine And Atmospheric ScienceWearing, Stephen And John Neil, 2009. Ecotourism Impacts, Potentials And Possibilites.Butterworth Heinemann. Burlington.World Tourism Organization (UNWTO), The United Nations Environment Programme(UNEP) And The World Meteorological Organization (WMO), 2007. Climate ChangeAnd Tourism: Responding To Global Challenges Advanced Summary 2007.Weaver, David, 2006. Sustainable Tourism. Elsevier Butterworth-Heinemann. Oxford.Miller, Graham And Louise Twining-Ward, 2005. Monitoring For A SustainableTourism Transition (The Challenge Of Using Indicators). CABI Publishing. UnitedKingdom.Hall, C. Michael, 2007. Pro Poor Tourism: Who Benefits? Perspective On Tourism AndPoverty Reduction. Channel View Publications. United Kingdom And Usa.Fennell, David A. And Ross K.Dowling, 2003. Ecotourism Policy And Planning. CABIPublishing. United KingdomCooper, Erfurt Patricia And Malcolm Cooper, 2010. Volcano & Geothermal Tourism(Sustainable Geo-Resources For Leisure And Recreation). Earthscan. London & WashingtonDc.Divino, Jose Angelo And Mcaleer Michael, 2009. Modelling Sustainable InternationalTourism Demand To The Brazilian Amazon. Department Economic. Brasilia AndMadrid.
  16. 16. 15Hall, Michael. 2006. The Impact Of Tourism Knowledge (Journal Tourism Research).University Of Canterbury.Reisman, David, 2010. Health Tourism (Social Welfare Through International Trade).Edward Elgar Publishing Limited. United KingdomGales, Nick, Mark Hindell And Roger Kirkwood, 2003. Marine Mammals (Fisheries, TourismAnd Management Issues). Csiro Publishing.

×