Sma

1,748 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,748
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
24
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sma

  1. 1. Visi dan MisiVisi Misi SMAN 2 SAMPITVisi, Misi dan TujuanVISIMewujudkan Insan bermutu, berwawasan kebangsaan, dan berdaya saing global yang dilandasiiman dan taqwa.MISI 1. Tertib administrasi, pelaksanaan, evaluasi PBM / KBM. 2. Pelaksanaan tugas penuh disiplin, berwibawa dan bertanggung jawab. 3. Beretos kerja tinggi, Berdedikasi dan sarat dengan pembaharuan. 4. Mengembangkan iklim kerja yang harmonis, dinamis dalam suasana demokratis. 5. Menyiapkan sarana prasarana pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan. 6. Kegiatan ekstrakurikuler mantap, dinamis, berkesinambungan dan berprestasi. 7. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tertib, aman dan tentram, sejuk, asri, sehat, rindang dan menyenangkan.TUJUAN 1. Nilai Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 90% dari seluruh siswa mendapat nilai 6,25 ke atas.. 2. Diharapkan 75 % dari jumlah lulusan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dan lulus seleksi melalui UMPTN. 3. Lulusan SMA Negeri 2 Sampit mampu berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris. 4. Setiap tahun pelajaran minimal 200 siswa memiliki kecakapan/keterampilan komputer. 5. Setiap cabang olah raga yang diprogramkan dalam kegiatan ekstrakurikuler mendapat nominasi terbaik antar pelajar di tingkat Kabupaten dan secara individu dapat menghasilkan bibit yang tangguh dan potensial. 6. Tetap mempertahankan dan meningkatkan predikat sekolah terbaik tingkat Kabupaten dalam kegiatan Sekolah Berbudaya Lingkungan.
  2. 2. 7. Kegiatan Pramuka, PMR, PKS, Paskibraka, Koperasi Siswa tetap berlanjut dan semakin mantap. 8. Untuk memantapkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka kegiatan ekstrakurikuler dibidang keagamaan tetap diprogramkan. 9. Mengembangkan dan menumbuhkan cara berpikir logis dan sistematis serta sikap ilmiah di kalangan siswa melalui kegiatan KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). 10. Melalui kegiatan seni dan budaya diharapkan : a. Menggali dan mengembangkan seni dan budaya daerah. b. Mendapat nominasi perlombaan pentas seni dan budaya di Tingkat Kabupaten dan Tingkat Propinsi.MOTOWidya Dian Buana (Pendidikan Menerangi Dunia)Tugas Pokok SMAN 2 SAMPITI. Sekolah Sebagai Bagian Sistem PendidikanPendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan insani tertentu.Menurut Webster’s New World Dictionary (1962), Pendidikan adalah “Proses pelatihan danpengembangan pengetahuan, keterampilan, pikiran karakter, dan seterusnya, khususnya lewatpersekolahan forma”. Pemahaman mengenai pendidikan mengacu pada konsep tersebutmenggambarkan bahwa pendidikan memiliki sifat dan sasarannya yaitu manusia.Ilmu pendidikan menyusun batang tubuh pengetahuan teoritis berdasarkan epistemologykeilmuan secara logis, analitis, sistematis dan teruji dengan mengembangkan postulat, asumsi,prinsip, dan konsep pendidikan. Atas dasar pikiran tersebut, dibangun teori-teori pendidikandengan dibantu oleh teori-teori keilmuan di luar bidang pendidikan yang dapat membantu artidan makna pendidikan. Ilmu pendidikan juga disebut juga padagogik, yaitu merupakanterjemahan dari bahasa inggris yaitu “padagogics”. Padagogics sendiri berasal dari bahasaYunani yaitu “pais” yang artinya anak, dan “again” yang artinya membimbing.Dari pengertian itu dapat dipahami bahwa pendidikan mengandung pengertian “bimbingan yangdiberikan pada anak”. Orang memberikan bimbingan kepada anak disebut pembimbing atau”pedagog” . Dalam perkembangannya, istilah pendidikan (pedagogy) berarti bimbingan ataupertolongan yang diberikan pada anak atau orang dewasa secara sadar dan bertanggung jawab,baik mengenai aspek jasmaninyamaupun aspek rohaninya menuju ke tingkat kedewasaan anak.Jika anak telah dewasa dalam arti jasmaniah dan rohaniah, maka berarti pendidikan itu telahselesai.Teori pendidikan terutama besumber dari filsafat, psikologi, dan antropologi yang menjelaskanrealitas pendidikan (educational reality) dari pengalaman pendidikan (educational experience)dan objeknya sebagai dasar dari suatu teori. Teori pendidikan menurut Barnadib (1996:8) adalahpengetahuan tentang makna dan bagaimana seyogyanya pendidikan itu dilaksanakan, sedangkanpraktik adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara konkretnya (nyatanya).Ilmu pendidikan adalah ilmu yang secara sistematis dan sistematik mempelajari interaksi sosialbudaya antar peserta didik dan pendidik (1) berlqangsung secara sadar, walaupun dalam
  3. 3. pelaksanaannya berbagai unsur dari interaksi tersebut dapat berlangsung tanpa disadari ataudisengaja. (2) terwujud melalui media tertentu, dalam situasi dan lingkungan tertentu, di sekolahmaupun di luar sekolah secara berkesinambungan; (3) dapat ditinjau dari aspek mikro maupunmakro; dan (4) selalu sarat makna, yaitu subjek dan objek tidak dapat dilihat terpisah satu denganyang lainnya dalam menjelaskan realitas pendidikan.Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan membantu siswa mendewasakan dirinya, sebagaipribadi, bermoral, dan bertanggung jawab. Ilmu pendidikan memiliki objek studi, isi dan metodakerja yang memebedakannnya dari ilmu lain. Pendidikan seumur hidup sebuah sistem konseppendidikan yang memerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar yangberlangsung dalam keseluruhan hidup manusia. Sebelum anak memasuki pendidikan formal disekolah, Anak tersebut lebih dahulu mendapatkan pendidikan informal di keluarga.Pada dasarnya, pendidikan baik yang bersifat informal, formal dan nonformal adalah usahamanusia (pendidik) yang dilakukan secara sadar dan terencana dengan penuh tanggung jawabmembimbing anak-anak didik menjadi kedewasaan baik fisik maupun psikis. Dalam buku“Republika” oleh Plato (427-327 BC) pada zaman peradaban Yunani pendidikan formaldikonsepsikan sebagai proses penyiapan tiga tipe manusia sebagai warga pendukungterwujudnya negara ideal.Ketiga tipe manusia itu (1) pemikir, sebagai pengatur Negara; (2) kesatria, sebagai pengamanNegara; dan (3) pengusaha, sebagai penjamin kemakmuran dan kesejahteraan Negara dengansegenap warganya (makmum, 2000:20). Pendidikan yang mendesain menyiapkan Sumber DayaManusia (SDM) pada tingkat kualitas global ini, mununjukkan bahwa lembaga pendidikan mulaidari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, desain pendidikannya diarahkan untuk menyiapkanSDM dengan kualitas global atau internasional yaitu.1. ilmuwan juga pemikir seperti fisikawan, ekonom, sosiolog, dan berbagai bidang ilmu lainnyayang aktif dalam bidang penelitian dan pengembangan yang kompetitif pada tingkat global.2. politisi, negarawan, diplomat dan sebagainya setelah memperoleh ilmu pengetahuandifasilitasi dengan berbagai kegiatan organisasi sampai pada taraf internasional.3. pengusaha seperti pedagang antar Negara, ekspor dan impor, dan sector usaha lainnyayangmampu bersaing pada tingkat internasional.4. kesatria atau perwira yang mempunyai kemampuan tingkat internasional baik pada anagkatandarat, angkatan laut, angkatan udara, juga kepolisian.5. agamawan atau ulama yang memiliki kewibawaan pada tingkat internasional.Setelah pemerintah dan masyarakat melalui program penyelenggaraan suatu pendidikan padasemua jenjang dan jenis pendidikan menyiapkan SDM berkualitas internasional, maka disipkanpula SDM Berkualitas nasional, melalui jalur pendidikan dasar, menengah, dan perfuruan tinggipada tingkat nasional baik pada birokrasi pemerintaha, sector swasta, dan wirausaha berbagaisektor dan berbagai bidang kehidupan sebagai berikut.1. ilmuan atau akademis pada berbagai disiplin ilmu yang mengembangkan ilmunya di berbagaiperguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan pada instansi pemerintahmaupun swasta yang ada diseluruh Indonesia.2. politisi, negarawan dan sebagainya yaitu SDM yang menempati posisi eksekutif, legislatif, danyudikatif pada tatar nasional.3. perwira tinggi dan pewira menengah pada semua angkatan dan polri yang padapengembangannya karirnya dapat sampai pada taraf internasional.4. ulama sebagai pengawal moral bangsa pada tingkat nasional.Sistem, model, dan strategi pendidikan yang demikian itu memeng memerlukan biaya, tenaga
  4. 4. guru dan kependidikan, serta fasilitas belajar yang memenuhi syarat. Menyiapkan SDMberkualitas Regional, mulai pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi untuk mengisiposisi-posisi penting pada tingkat regional provinsi dan kabupaten/kota sebagai berikut.1. Intelektual dan ilmuan berbagai bidang keilmuan2. politisi pada klembagaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif3. pengusaha industri, jasa, pertanian, dan sektor lainnya4. perwira pertama, menengah dan tinggi5. ulama sebagai pengawal ideologi dan moral bangsaTujuan PendidikanTujuan pendidikan adalah memeprsiapkan hidup (Mudyahrdjo, 2001:4). Pendidikan bertujuanmemenuhi seperangkat hasil pendidikan yang dapat dicapai oleh peserta didik setelahdiselenggarakannya kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan dilaksanakan bertingkat (1) tujuanpendidikan nasional yang hendak dicapai dalam system pendidikan yang berskala nsional.Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) oleh UUSP No. 20 tahun 2003 Pasal 3 menyatakan bahwapendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab kemasyarakatandan kebangsaan; (2) tujuan institusional yaitu tujuan yang hendak dicapai oleh suatu lembagapendidikan atau satuan pendidikan tertentu; (3) tujuan kurikulum yaitu tujuan yang hendakdicapai oleh suatu bidang ilmu atau program studi, bidang studi, mata pelajaran, dan suatauajaran yang disusun berdasarkan tujuan institusional; dan (4) tujuan instruksional atau tujuanpengajaran yaitu tujuan yang hendak dicapai setelah selesai diselenggarakan suatu prosespembelajaran disususn berdasarkan tujuan kurikulum sesuai pokok bahasan dan sub pokokbahasan yang dituangkan dalam alokasi waktu tertentu. Dengan demikian dapat ditegaskanbahwa, tujuan pendidikan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya dan menguasai ilmupengetahuan, dengan sasaran menjangkau segenap peserta didik dari semua jenis dan kategoriumur (sepajang hayat).Fungsi PendidikanUUSPN No. 20 tahun 2003 bmenegaskan bahwa fungsi pendidikan mengembagnkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa. Fungsi-fungsi yang pekerja dalam pencapaian tujuanpendidikan disebut proses pendidikan yaitu runtutan perubahan atau peristiwa pendidikan yangmengalami perkembangan atau kemajuan dari waktu ke waktu. Proses belajar di sekolahberfungsi sebagai pengarah bagi penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, senidan sikap yang akan diperoleh manusia yang belajar untuk mengembangkan potensi dirinyamemenuhi kebutuhan hidupnya.Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan meningkatkan mutu kehidupan danmartabat masyarakat Indonesia dalam mewujudkan tujuan pendidikan nsional dan tujuanpembangunan nasional. Dapat ditegaskan fungi sekolah antara lain menyelenggarakan kegiatanpendidikan dan pembelajaran dengan prinsip inovatif, kreatif, efektif, dan berprestasi gunamempersiapkan siswa yang berkualitas untuk hidupm dalam masyarakat memeanfaatkan ilmupengetahuan dan keterampilan atau mengikuti pendidikan berikutnya.Sifat dan Produk pendidikanSifatnya ilmu pendidikan menurut Konsorsium ilmu Pendidikan (1991:4) merupakan disiplinkeilmuan tersendiri dan menghasilkan konsep-konsep dasar, teori-teori tentang pendidikanseperti belajar dengan berbuat (Learning by doing), bleajar bebas, pendidikan sepanjang hidup
  5. 5. (longlife education), belajar mencapai kemandirian; dan (2) di samping itu ilmu pendidikanmenerapkan konsep-konsep dasar, teori-teori yang dikembangkan dalam ilmu-ilmu yang lainseperti filsafat, psikologi, sosiologi, admistrasi, manajemen, antropologi, politik, dan ekonomiyang memeng diperlukan baik untuk memeprkaya konsep/teori kependidikan yang ada maupununtuk meningkatkan upaya rekayasa pendidikan.ada lima komponen inti ilmu pendidikansebagai berikut,1. Kurikulum yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pengajaran sertacara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.2. Belajar yang merupakan komponene ilmu pendidikan yang berkenan dengan prosespelaksanaan interaksi ditinjau dari sudut peserta didik.3. Mendidik dan mengajar, yang merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan denganproses pelaksanaan interaksi ditinjau dari sudut pendidik.4. Lingkungan pendidikan yang merupakan komponene ilmu pendidikan yang berkenaan dengansituasi yaitu interaksi tersebut berlangsung beserta unsur-unsur penunjangnya.5. Penilaian, yang merupakan komponene ilmu pendidikan yang berkenaan dengan caramengetahui tujuan yang ingin dicapai melalui interaksi tersebut telah terwujud dalam diri pesertadidik.Fungsi produksi dalam pendidikan menurut Levin (1974-1976) berhubungan dengan kepandaiansiswa, karena inefesiensi yang muncul yaitu sekolah tidak dioperasikan pada apa yang diketahuisebagai production frontier, Sumber tidak dikaitkan dengan penggunaan teknologi, dan sekolahtidak merespon keinginan masyarakat. W.G.Molenkopt dan Donal Melville (1956)mengemukakan fungsi produksi pendidikan berhubungan secara signifikan dengan keberhasilansisiwa dan memiliki kemampuan bersaing dengan cara-cara yang sportif dan bertanggung jawab.Konsep-konsep dasar/metode berpikir bidang ilmu, teknologi, seni, serta teori dan konseppendidikan yang berlaku dipelajari secara utuh, sehingga produknya adalah ada pemahamanmenyeluruh.Yaitu mengenai konsep dan pola piker ilmu pendidikan maupun implikasinya. Terhadap mutulayanan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Produk pendidikan memilikibudaya yang didefinisikan sebagai masyarakat yang berberadaban dan berbudaya, memilikikebebasan yang merefleksikan kreatifitas dalam dinamikanya secara komprehensif menujukehidupan yang sejahtera diatur oleh norma hokum yang kuat, sebagaimana dicita-citakanseluruh masyarakat dan bangsa.Sistem Pendidikan NasionalLembaga pendidikan sebagai suatu organisasi tempat berlangsungnya administrasi danmanajemen pendidikan, tumbuh menjadi besar yang kemudian permasalahannya akan menjadikompleks dalam suatu system pendidikan nasional. Sistem sebagai suatu keseluruhan yang utuhyang hidup dan sengaja dirancang dengan komponennya yang berkaitan dengan perkiraan untukberfungsi secara terpadu demi tercapainya tujuan-tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan, yaitutujuan akan menentukan makna dari sistem pendidikan nasional adalah alat dan tujuan yangmencapai cita-cita pendidikan nasional.Ciri-ciri sistem pendidikan nasional berakar pada kebudayaan nasional berdasarkan Pancasila,merupakan suatu kebulatan yang dikembangkan dalam usaha mencapai tujuan nasional,mencakup jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.Sistem menurut Immegart (1972:5) merupakan satu kesatuan yang utuh dengan bagiannya yangtersusun secara sistematis yang mempunyai relasi yang satu dengan yang lainnya sesuai dengankonteksnya (Pidarta, 1988:25). Sedangkan pendekapan system adalah cara berpikir dan bekerja
  6. 6. menggunakan konsep-konsep teori system yang relevan dalam memecahkan masalah. Ditinjaudari sudut manajemen sistem, pendekatan system yang bertitik tolak pada pragmatis untukmencapai manfaat, dengan mempergunakan metode sintesis atau memaduka unsur-unsurmenjadi kesatuan, untuk mengintegrasikan operasi-operasi kerja melalui perancanganoperasional menekankan pada jarinagn hubungan unsur-unsurnya (Mudyahardjo, 2001:40).Sistem pendidikan dan program pendidikan nasional memeperhatikan asa pemerataan dankeadilan yang diwujudkan dalam bentuk mendapatkan kesempatan yang sama bagi warga negarauntuk memperoleh pendidikan. Suatu proses pendidikan selalu berkaitan dengan kemajuan IlmuPengetahuan dan Teknologi (IPTEK), peningkatan kulitas kehidupan dan kondisi suatumasyarakat, dalam perkembangan dan pertumbuhannya tidak dapat dipisahkan dari sistem hidup.Peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai produk pendidikan ditandai dengan penguasaanilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas keterampilan.Hieraki Profesi Tenaga KependidikanTenaga kependidikan bertugas memberikan layanan teknis kependidikan di sekolah untukmeningkatkan mutu manajemen sekolah. Tugas pekerjaan penelitian dan pengembangan (yangmugkin diorganisasikan baik di tatar makroskopik maupun mesoskopiknya) yang dilakukan olehpeneliti, selain itu dalam sistem pendidikan yang mengaju pada peningkatan mutu secara terusmenerus masih terdapat berbagai kegiatan penunjang penyelenggaraan pendidikan sepertilaboratorium oleh labora, perpustakaan oleh pustakawan, pusat sumber belajar, instalasi/studio,asrama, usaha kesehatan sekolah, dan UPT lainnya.Teori Ilmu Pengetahuan dalam Struktur Ilmu PendidikanTeori-teori ilmu pengetahuan yang dapat digunakan bidang keahlian struktur internal ilmupendidikan ini antara lain filsafat (untuk memahami ontology, epistemology, dan aksiologi ilmupendidikan). Psikologi untuk memahami perilaku dan fenomina psikis dalam belajar. Sosiologiuntuk memahami lingkungan social masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan. Antropologiuntuk mengenal eksistensi anak sebagai manusia yang berbudaya. Ekonomi untuk menghitungunit cost dan anggaran yang diperlukan dalam pengelolaan pendidikan juga dapat menghitungtingkat pengembaliannya dalam bentuk penyediaan sumber daya manusia, dan sebagainya.Problematika Administrasi dan Manajemen Sekolaha. Team Work SekolahBerbagai penelitian yang berkaitan dengan keefektifan sekolah menyimpulkan bahwa kelemahanutama manajemen pendidikan adalah pada team working yang tidak solid. Tidak semua personalpada satuan pendidikan pimpinanya selalu memiliki orang-orang tertentu sebagai orangkepercayaan, meskipun orang itu menurut pandangan personal lainnya atas dasar pengalamanbekerja sama sesungguhnya tidak terlalu istimewa. Jika model manajemen yang demikian iniberkepanjangan yaitu berlanjut terus menerus, seberapa besarpun anggaran yang disediakan olehpemerintah atau masyarakat terhadap lembaga tersebut untuk penyelenggaraan pendidikan,seberapa banyakpun penataran dan pelatihan yang disediakan pemerintah untuk guru dan tenagakependidikan tetap saja mutu manajemen dalam keadaaan yang buruk dan hasilnyamengecewakkan karena mutunya rendah.b. Kompleksitas Birokrasi PendidikanDalam pasal 1 ayat 10 UUSPN No. 20 tahun 2003 mengatakan suatu pendidikan adalahkelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal,dan informal pada jenjang dan jines pendidikan. Hal ini berarti Dinas Pendidikan di Provinsi danKabupaten/Kota merupakan unsur pelaksanaan Pemerintah daerah. Oleh karena itu persyaratanpejabat yang ada pada lingkungan Dinas Pendidikan adalah persyaratan pengangkatan jabatan
  7. 7. pada Pemerintah Daerah yaitu pengangkatan jabatan pada pendidikan pada umumnya atas dasargolongan pengangkatan, pendidikan kedinasan, eleson jabatan sebelumnya, dan DP3 terakhirbukan atas dasar profesionalisasipendidikan dalam arti berijasah pendidikan dan pengalamannyadalm bidang pengelolaan pendidikan. Pernyataan diatas ini diperjelas oleh PP No. 38 tahun 1992Pasal 4 Ayat 1 mengatakn hirarki yang diberlakukan untuk tenaga pendidik di masing-masingsatuan pendidikan didasarkan atas dasar wewenang dan tanggung jawab dalm kegiatan belajarmengajar, Ayat 2 mengatakan hirarki yang diberlakukan untuk tenaga kependidikan yang bukantenaga pendidik didasarkan pada pengaturan wewenang dan tanggung jawab masing-masing.c. Sekolah dalam Birokrasi PemerintahBirokrasi cenderung memeprlakukan kepala sekolah hanya sebagai pelaksana teknis dari unitkerja mereka, bukan dipandang sebagai pemimpin institusi professional kependidikan yangmemiliki otonomi atas dasar professional tersebut.d. Kinarja Guru Kinerja Pengawas SekolahKinerja guru selama ini terkesan tidak optimal.Guru melaksanakan tugasnya hanya sebagaikegiatan rutin, ruang kreatifitas. Inovasi bagi guru relatif tertutup dan kreatifitasnya, gurutersebut cenderung dinilai membuang-buang waktu dan boros.e. Kinerja Pengawasan SekolahKetika Dinas Pendidikan menyusun rencana strategi hasil kerja pengawas tidak menjadi bahanpertimbangan yang penting untuk menyusun rencana kerja selanjutnya sebagai upaya perbaikanmutu pendidikan yang lebih baik.f. Manajemen SekolahTiga faktor yang menyebabkan manajemen sekolah tidak efektif yaitu (1) umunya kepalasekolah memiliki otonomi sangat terbatas dalam mengelola sekolah dan memutuskanpengalokasian sumber daya;(2) kepala sekolah diidentifikasi kurang memiliki keterampilanmengelola sekolah dengan baik; dan (3) kecilnya peran serta masyarakat merupakan bagian dariperan kepemimpinan kepala sekolah.II. Konsep Administrasi dan Manajemen SekolahSecara teoritik pengertian administrasi melayani secara intensif, sedangkan secara etimologisadministrasi dalam bahasa Inggris “administer” yaitu kombinasi dari kata latin yang terdiri dariAD dan MINISTRARE yang berarti “to serve” melayani, membantu dan memenuhi. Lebih jelaslagi, kata AD berarti intensif sedang MINISTRARE berbentuk kata benda yang berarti melayanisecara intensif dan mengarahkan. Jadi, secara etimologis administrasi adalah melayani secaraintensif dan administrasi sekolah adalah melayani secara intensif yaitu pada intinyamelaksanakan layanan belajar. Kata “administration” dan kata “administrativus” yang kemudiandalam bahasa Inggris menjadi “administration” dan dalam bahasa Indonesianya administrasi.Selain itu Indonesia dikenal istilah administratie yang berasal dari bahasa Belanda yangpengertiannya lebih sempit, sebab terbatasnya pada aktivitas ketatausahaan yaitu kegiatanpenyusunan keterangan secara sistematis dan pencatatan secara tertulis secara keterangan yangdiperoleh dan diperlukan mengenai hubungannya satu sama lain.dilihat dari kedudukan danperananya administrasi dan manajemen bukanlah ilmu yang eksklusif berdiri sendiri, tetapi ilmuini tumbuh dan berkembang dengan didukung oleh ilmu-ilmu social sepereti sosiologi,antropologi, politik, psikologi, ekonomi, dan hukum.Administrasi sekolah sebagai proses manajemen ditunjukkan untuk melihat apakah pemanfaatansumber-sumber daya sekolah yang ada sudah diberdayakan secara optimal dalam mencapaitujuan dan apakah sudah mencapai sasaran yang ditetapkan. Kemudian apakah dalammencapaian tujuan tidak terjadi pemborosan dilihat dari penggunaan sumber daya. Sumber daya
  8. 8. yang dimaksud merupakan SDM, dana, fasilitas belajar, sarana dan prasarana sekolah, sertawaktu. Dari berbagai hasil penelitian tampak bahwa dalam proses belajar dan mengajar, ternyatasumber daya sekolah yang tersedia belum dimanfaatkan secara baik, sering pula ditemukanwaktu konta guru dan peserta didik di kelas tidak dimanfaatkan secara baik hanya sekadarmelepaskan waktu-waktu pelaksanaan tugas.Oleh karena itu, sekolah sebagai industri jasa proses linier atau sirkuler. Proses linier adalahmodel proses manufaktur yang terapkan dalam organisasi sekolah. Sedangkan pada prosessirkuler, sekolah sebagai penghasilan jasa pendidikan dan para pengelola sekolah adalahpengguna jasa internal yang dapat menerima masukan dari pengguna jasa tertier, dalam artikebutuhan dari pengguna jasa pendidikan yaitu siswa dan orang tua siswa.Ruang lingkup pembahasan administrasi sekolah difokuskan pada profesionalisme pengelolasekolah oleh tenaga kependidikan sebagai suatu sistem administrasi dilihat dari segikelembagaan sekolah dan profesionalisme pengajaran oleh tenaga pendidik dilihat darimanajemen pembelajaran di kelas maupun tempat kegiatan belajar lainnya. Kedua hal ini sebagaibagian dari terintegrasi dalam kegiatan operasional sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.Mempelajari administrasi sekolah bagi para pengelola sekolah dan masyarakat yang peduliterhadap sekolah dimaksudkan untuk memberi pemahaman yang komprehensif danmengembangkan keterampilan serta kemampuan bidang administrasi sekolah untuk menunjangefektivitas dan efisiensi tugasnya sebagai guru dalam kegiatan pembelajaran atau pimpinansekolah dan tenaga kependidikan lainnya dalam pengelolaan sekolah.Administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi komunikasi. Komunikasi memainkanperanan penting dalam menggerakkan organisasi, komunikasi yang tersumbat menjadikanorganisasi bergerak lambat dan tidak akan mampu bersaing. Akhirnya para guru, tenagakependidikan dan kepala sekolah harus memahami secara utuh admistrasi sekolah, mampu danterampil menerapkannya dalam penyelenggaraan program sekolah.Manajemen didefinisikan oleh bParker Follet (Daft dan Steers, 1986) sebagai “the art of gettingthings done through people” atau diartikan lebih luas sebagai proses pencapaian tujuan melaluipendayagunaan sumber daya manusia dan materil secara efisien (Boford dan Bedeian, 1988).Koont O Donnel (1984) mengemukakan bahwa:”management is the process of designing andmaintaining an environtment in which individuals, working together in groups, efficiencyaccopmplish selected aims. This basic definition needs to be expanded (1)as manager peoplecarry out the managerial function of planning, oorganizing, straffing, leading and controlling; (2)management applies to any kind of organization; (3) it applies to managers at all organizationlevel; (4) the aim of oll managers is the same to create a surplus: and (5) managing is concernedwith productivity; this implies effectiveness and afficiency”.Pengertian tersebut mengandung makna bahwa manajemen adalah proses merencanakan danmemeprtahankan lingkungan di mana individu dapat bekerja sama dalam kelompok, secaraefisien dalam rangka mencapaiu tujuan. Pengertian ini memberi arti (1) sebagai manajermelaksanakan fungsi manajemen antara lain; perencanaan, pengorganisasian, pembagian staf,mengarahkan dan pengawasan; (2) menerapkan manajemen untuk kebaikan organisasi; (3)berlaku untuk manager pada setiap level organisasi; dan (4) tujuan setiap manager adalah samauntuk mencapai surplus, dimana manajer concern terhadap produktifitas dan etos kerja yangtinggi berimplikasi efektivitas dan efisiensi.Uraian diatas menegaskan bahwa manajemen sekolah adalah proses dan intansi yang memimpindan membimbing penyelenggaraan penyelenggaraan pekerjaan sekolah sebagai suatu organisasidalam mewujudkan tujuan pendidikan dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Karena ini
  9. 9. prinsip-prinsip manajemen sekolah yang dapat dipegang adalah memperoleh hasil yang palingefektif melalui orang-orang yang professional mengacu pada visi dan misi sekolah dengan jalanmelakukan proses manajemen, yakni manjalankan fungsi pokok program sekolah yangditampilkan oleh seorang manajer atau pimpinan sekolah sebagai penaggung jawab institusisekolah, guru sebagai penggung jawab pelayanan teknis kependidikan di sekolah yangmenerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu: perencanaan (planning) program kegiatan sekolah,pengorganisasian (organizing) tugas-tugas pokok sekolah, penggerakkan (actuating) seluruhsystem sekolah, dan pengawasan (controlling) kinerja sekolah.Focus manajemen sekolah memungsikan dan mengoptimalkan kemampuan menyusun rencanasekolah dan rencana anggaran, dan memngsikan masyarakat untuk berpartisipasi mengelolasekolah.Menurut UUSPN NO. 20 tahun 2003 Pasal 4 ayat 1 manajemen pendidikan dielenggarakansecara demokratis dan berkeadilan serta ntidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasimanusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa. Hal ini memberikan tuntunabahwa kepala daerah sebagai penanggung jawab pendidikan harus mampu membuat rencanapembangunan pendidikan yang lebih transparan berbasis keunggulan lokal. Transparan berartimengikutsertakan kelompok kepentingan pendidikan dan keunggulan lokal berarti mampumengangkat isu potensi local menjadi keunggulan. Di lihat dari hak dan kewajiban sekolah,maka setiap sekolah dapat mengetahui kapan sekolah itu akan memperoleh sentuhan dan bantuandari pemerintah daerah. Di lain pihak kepala sekolah sebagai secara tim sekolah, sehingga semuakeputusan merupakan keputusan sekolah, bukan keputusan pribadi kepala sekolah.III. Sekolah Sebagai OrganisasiSekolah sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan merupakan sarana melaksanakanpelayanan belajar dan proses pendidikan. Sekolah buan hanya dijadikan sebagai tempatberkumpul antara guru dan peserta didik, melainkan suatu sistem yang sangat kompleks dandinamis. Secara lebih mendalam perlu dipahami apa itu sekolah. Beberapa pengertian ahlidikemukakan antara lain Nawawi (1982) sekolah tidak boleh diartikan hanya sebuah ruanganatau gedung saja, tempat anak berkumpul dan mempelajari sejumlah materi pengetahuan. Tetapisekolah sebagai intitusi yang peranannya jauh lebih luas dari pada itu. Kemudian sekolah sebagailembaga pendidikan terikat akan norma dan budaya yang mendukungnya sebagai suatu sistemnilai. Postman dan Weingartner (1973) mengemukakan bahwa “School as institution is thespecificset of essential fungtion is server in our society” Sekolah didefinisikan sebagai institusiyang spesifik dari seperangkat fungsi-fungsi yang mendasar dalam melayani masyarakat.Sebagai organisasi, sekolah merupakan suatu sistem terbuka, sekolah tidak mengisolasi diri darilingkungannya, karena mempunyai hubungan-hubungan (relasi) dengan lingkungan internalmaupun lingkungan eksternal sekolah dan bekerjasama. Selain sebagai wahana pembelajaran,lingkungan juga merupakan tempat berasalnya masukan (input). Sekolah sebagai suatu systemdiorganisasikan untuk memudahkan pencapaian tujuan belajar peserta didik secara efektif danefisien. Input sekolah adalah segala masukan yang dibutuhkan sekolah untuk terjadinyapemprosesan guna mendapatkan output yang diharapkan.Tugas utama sekolah adalah menjalankan proses belajar mengajar, evaluasi kemajuan hasilbelajar pesertadidik, dan meluluskan peserta didik yang berkualitas memenuhi standar yangdipersyaratkan. Dilihat dari sudut pandang siosial ekonomi, keadaan sekolah terdiri dari sekolahyang maju, sedang, dan tertinggal, kemudian secara ekstrim lagi dibagi atas sekolah negeri yangpavorit dan sekolah swasta yang juga pavorit. Untuk itu sekolah tersebut perlu penanganankegiatan belajar mengajar dan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi objektifnya.
  10. 10. Berkaitan dengan struktur organisasi, penekanan desain organisasi sekolah adalah padameningkatan kemampuan manajemen sekolah yang semakin baik. Desain organisasi sekolahmerupakan sarana pengembangan potensi sekolah. Desainnya mengacu pada criteria yang dapatmemperjelas fungsi dan tanggung jawab setiap personal sekolah secara dinamis kea rah tujuanyang disepakati. Karena itu sekolah yang digerakkan kepala sekolah dan para guru dalampembangunan sumber daya manusia baik sebagai individu maupun menjalankan programsekolah.Sekolah ialah “kerjasama sejumlah orang menjalankan seperangkat ” fungsi mendasar melayanikelompok umur tertentu dalam ruang-ruang kelas dibimbing oleh guru mempelajari kurikulum-kurikulum yang bertingkat untuk mencapai tujuan instruksional terikat akan norma dan budayaynag mendukungnya nsebagai suatu sistem nilai dan kerjasama sejumlah orang dalam rangkamencapai tujuan instriksional sekaligus sebagai tujuan sekolah” (segala, 2004:53). Kegiatanbelajar mengajar di sekolah menekankan pembentukan kepribadian sebagai proses interaksi yangdinamis dalam masyarakat sekolah.Tugas pokok dan fungsi sekolah, adalah meneruskan, memeprtahankan, dan mengembangkankebudayaan masyarakat melalui pembentukan kepribadian peserta didik dengan memberikanilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai yang mendukung.semakin kuatnya tuntutanmasyarakat untuk menguasai ilmu pengetahuan, mutu telah bergeser dari suatu keunggulanstrategis menjadi suatu kebutuhan. Fakta di lapangan ada saja sekolah yang tidak dapatdiandalkan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan manajemen sekolah yang bebaskecacatan. Sekolah yang manajemenya cacat telah berhenti sebagai pesaing yang serius. Karenabanyaknya perhatian yang telah dicurahkan oleh sejumlah sekolah untuk meningkatkan mutu,mungkin hanya sedikit peluang bagi mutu untuk menjadikan bagian dari keunggulan kompetitif.Bidang-bidang penting berfungsinya organisasi sekolah yang membuat perbedaan kinerja dapatdilihat dari kinerja pembelajaran, kompetensi yang diperoleh peserta didik sebagai hasil dariproses pembelajaran, dan pencapaian tujuan sesuai criteria keefektifan sekolah yang sudahditetapkan. Penelitian kinerja sekolah pada tahun berjalan harus memberikan rekomendasikebijakan pada periode berikutnya untuk menjadikan program kerja organisasi sekolah efektifdan berkualitas.Investigasi berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia oleh World Bank (1997)merekomendasikan lima strategi yang perlu dicermati yaitu: kurikulum yang bersifat inklusif,proses belajar mengajar yang efektif, lingkungan sekolah yang mendukung, sumber daya yangberasas pemerataan, standarisasi hal-hal tertentu, monitoring, evaluasi, dan tes. Kelima strategitersebut harus menyatu ke dalam empat lingkup fungsi pengelolaan sekolah yaitu manajemenorganisasi, kepemimpinan, proses belajar mengajar, sumber daya manusia, dan administrasisekolah. Dalam menempatkan kepala sekolah sebagai manajer dan dukungan masyarakat yangoptimal diperlukan struktur irganisasi yang mengakomodasikan semua kepentingan pendidikan.Falsafat organisasi sebagai sekumpulan prinsip yang berfungsi sebagai pengarahan serta sikapyang mendarah daging yang mampu mengkomunikasikan tujuan, rencana dan berbagaikebijakan serta prinsip-prinsip yang tampak pada sikap, perilaku dan tindakan yang berlangsungdi seluruh jenjang organisasi pengambilan kebijakan pendidikan. Sebuah falsafah organisasimenempatkan nilai-nilai dan keyakinan organisasi yang membimbing tingkah laku anggotanyadalam seluruh aspek kegiatan organisasi. Nilai-nilai tersebut menggambarkan kebijakanorganisasi yang dapat menyediakan garis pedoman organisasi yang di dalamnya rencana disusun,tujuan-tujuan ditetapkan dan strategi-strategi ditentukan, diimplementasikan dan diawasi.Kebijakan berikutnya menyediakan manajer dengan seperangkat tugas sebagai pembatas yang
  11. 11. semua keputusan harus memuaskan.Tampaklah bahwa unsure-unsur organisasi adalah factor manusia (human factor) yangbekerjasama yaitu ada pemimpin dan ada yang dipimpin, tempat kedudukan, pekerjaan danpembagian pekerjaan, struktur yang menunjukkan adanya hubungan dan kerjasama, teknologiyang digunakan, dan lingkungan (environment external social system). Unsur-unsur organisasiini bergerak dengan dinamis terus menerus berkembang dan tumbuh dari segi tugas, bidangkegiatan, ukuran dan sebagainya. Organisasi dan kepemimpinana pendidikan menurutEngkoswara (2001:44) sebagai upaya pemersatu dan koordinasi, standar kebijakan diserahkankepada satuan pendidikan. Denga demikian organisasi merupakan kesatuan sosial ataupengelompokan manusia yang tersusun atas dua orang atau lebih, berfungsi atas dasar yangrelative terus menerus yang dibentuk secara sengaja dan adanya ikatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang terkoordinir secara sadar.Berdasrkan uraian diatas secara struktural disimpulkan bahwa organisasi mempunyai lima unsuredinamis (1) adanya struktur yang menggambarkan garis komando (hirarki kekuasaan) dan garisstaf sebagai garis advisory atau otoritas gagasan-gagasan; (2) adanya pembagian kerja yangberkaitan dengan kedudukan dan fungsi; (3) adanya koordinasi untuk menyingkronkan tindakan-tindakan dalam pencapaian tujuan; (4) adanya skala yang menggambarkan hierarki organisasi.Karena itu, desain struktur organisasi sekolah harus mengacu pada criteria yang dapatmemperjelaskan fungsi dan tanggung jawab pada setiap personal di sekolah secara dinamis kearah tujuan yang disepakati.Sekolah yang efektif dan sekolah yang bermutu merupakan pembahasan yang tak kunjung habis-habisanya, sepanjang sekolah itu masih menjalankan kegiatannya. Seiring dengan tuntutan akanberubah terus menerus dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan akan keefektifandan mutu sekolah pun mengiringinya. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalampengelolaan sekolah antara lain sekolah sebagai organisasi krja terdiri atas sejumlah unit kerjaseperti kelas (guru kelas), bimbingan penyuluhan (petugas bimbingan penyuluhan), usahakesehatan sekolah (UKS). Personal guru, kepala sekolah, konselor, tenaga kependidikan danlainnya membutuhkan layanan kejiwaan, layanan kesehatan, layanan mengatasi keluhan, layanankunjungan, layanan mengikuti pelatihan, mengikuti seminar dan lokakarya, kenaikan pangkat,promosi jabata, dan sebagainya.Prinsip ini penting dalam rangka memperlancar aktivitas, meningkatkan kreativitas dan inovasipersonal sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Sifat dasar program-program dapat berbeda.Karena itu tugas administrator bersama unsure lainnya menyusun struktur formal mengenaitanggung jawab, wewenang, kepengawasan, komunikasi, dan koordinasi orang-orang yangmengelola program-program sehingga tugas-tugas dapat diselesaikan dan tujuan-tujuan sekolahsecara khusus dapat dicapai. Sekolah yang efektif adalah spesifikasi prosedur pengembanganorganisasi yang konsisten secara actual terhadap kebutuhan sekolah dan pembelajaran yangberpusat pada proses manajerial kepala sekolah, berfungsinya struktur organisasi sekolah,performansi guru, kesiapan belajar siswa, dan performansi kerja personil non guru sehinggatercapai tujuan dan target secara optimal. Perlu menjadi perhatian sekolah efektif memepunyaiarti yang berbeda bagi setiap orang bergantung pada acuan yang dipakai. Sekolah bukan unitpelaksana teknis kantor pendidikan melainkan bekerja secara profesional dan otonommenyelenggarakan program layanan belajar bagi peserta didik dan masyarakat yangmembutuhkan. Sekolah merupakan sarana mengembangkan potensi dan tanggung jawab agaramampu mencapai tujuan sebagai program pembangunan sumber daya manusia melalui jalurpendidikan pada setiap jenis dan jenjang persekolahan. Tercapainya tujuan pada hakikatnya
  12. 12. tergantung tingkat berfungsinya seluruh komponen organisasi sekolah.Memang berdasarkan sifatnya organisasi cenderung merupakan kesatuan yang kompleksberusaha mengalokasikan sumber daya secara rasional demi tercapainya tujuan. Strukturorganisasi sekolah menggambarkan unti kerja yaitu telah dibentuknya pembagian tugas dengantugas yang jelas telah ditentukan siapa penaggung jawabnya yang digambarkan dalam bentukorganigram. Baik dalam struktur organisasi sekolah negeri maupun sekolah swasta belummenggunakan perencanaan strategis dan semakin kompleksnya manajemen sekolah, keberadaantenaga kependidikan sesuatu yang tidak bias ditawar lagi. Untuk memberikan pemahaman yanglebih mendalam mengenai struktur organisasi sekolah.Kepala sekolah yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun,memanfaatkan, dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapaitujuan. Kepala sekolah sebagai “Human resource manager”. Menurut Mondy, Noe dan Premaux(1999:10) adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagaiadviser (staf khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM(individuals who normally act in an advisory (or staff) capacity when working with other (line)managers regarding human resource matters).Wakil kepala sekolah sebagai bagian dari struktur organisasi sekolah yang sehat dan efisien padaumumnya terdiri dari urusan kurikulum, urusan administrasi keuangan dan sarana sertaprasaranan, serta urusan kepesertaan didikan dan urusan hubungan masyarakat atau lainnyasesuai kebutuhan sekolah. Tugas tersebut sebenarnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah,namun sesuai dengan prinsip untuk efisiensi dan efektivitas manajemen sekolah dalam mencapaitujuan dan target, sebagian tugas dan tanggung jawab tersebut didelegasikan kepada wakil kepalasekolah.Dalam proses pendidikan guru memiliki p0eranan sangat penting dan strategis dalammembimbing peserta didik kea rah kedewasaan, kematangan dan kemandirian, sehingga guruseringdikatakan sebagai unjung tombak pendidikan. Dalam melaksanakan tugasnya seorang gurutidak hanya menguasai bahan ajar dan memiliki kemampuan teknis edukatif, tetapi harusmemiliki juga kepribadian dan integritas pribadi yang dapat diandalkan sehingga menjadi sosokpanutan bagi peserta didik, keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian perilaku guru patutdicontoh dan ditiru. Kedudukan dan peranan guru semakin bermakna strategis dalammempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi era global.secarasederhana mudah dikatakan bahwa peranan guru menyelenggarakan proses belajar mengajar,yitu membantu dan memfasilitasi peserta didik agar mengalami dan melaksanakan prosespembelajaran yang berkualitas. Peran tersebut menempatkan guru pada posisi sebagai pemegangkendali dalam menciptakan dan mengembangkan interaksinya dengan peserta didik, agar terjadiproses pembelajaran yang efektif dan efisien.Secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai banttuan dalam bentuk bimbingan. Sedangkansecara khusus bimbingan memberikan pelayanan kepada peserta didik untukmembantu pesertadidik dalam mengatasi masalah belajar yang dihadapinya dan melayani kebutuhan belajarnya.Bimbingan dan konseling membawa para peserta didik mengatasi kesulitan-kesulitan yang adadalam dirinya. Peserta didik tidak mungkin dapat belajar dengan baik jika banyak kesulitan yangdihadapi dalam diri yang menghambatnya. Kecenderungan perubahan pola-pola pendidikan danbimbingan karier akan berpengaruh terhadap peran-peran konselor di sekolah dalmmelaksanakan tugas pendidikan dan bimbingan karier. Hal yang paling mendasar dalam kegiatanbimbingan memahami dan memenuhi kebutuhan peserta didik.Tugas bimbingan penyuluhan secara umum (1) ikut melancarkan program pendidikan di sekolah;
  13. 13. (2) berusaha membantu menciptakan suasana pendidikan yang baik untuk mencapai tujuannya;(3) membantu para guru untuk mengenal dan mengerti peserta didiknya lebih dekat; (4)memberikan informasi yang up to date tentang kemungkinan-kemungkinan akan pemilihanpendidikan yang lebih lanjut dan lapangan-lapangan pekerjaan; (5) membantu orang tua, guru-guru, dan orang lain untuk mencapai pengertian yang lebih lanjut dan membentuk kerja samayang baik antara guru, orang tua, dan murid. Bimbingan konseling sebagai usaha kerjasama yangharus terpadu, akan berdaya dan berhasil guna apabila setiap personal mengetahui posisinyamasing-masing serta wewenang dan tanggung jawabnya. Etika bimbingan konseling adalahberdasarkan suatu filsafat moral yang memenuhi syarat dalam kemungkinananya meningkatkankemampuan dan keterampilannya, sehingga menjaga keberlangsungan pelayanan bimbingan dankonseling sesuai dengan norma yang berlaku.Penyusunan strategi sekolah bukan sekedar program atau rencana yang sederhanan. Strategisekolah merupakan rencana besar yang memadukan seluruh aspek mendasar maupun yangoperasional, yang dirasakan secara sadar maupun tidak, dan aspek intern maupun ekstern. Dalamdunia pendidikan hakikat yang tersirat dalam strategi sekolah adalah mengubah kondisi agarberpihak kepadanya, dengan menentukan kapan saat yang tepat untuk mengambil keputusan dankebijakan serta menentukan batas-batas keputusan yang dapat ditoleransi. Inilah pola berfikirstrategis tenaga ahli perencanaan pendidikan di sekolah maupun pada pemerintah provinsi dankabupaten/kota dalam memajukan pendidikan dimana tanggung jawab diberikan kepadanya.Prinsip dari perencanaan yang disusunnya adalah memenangkan persaingan, untuk itu tenagaahli perencanaan pendidikan tersebut selalu berfikir strategis, memiliki fleksibilitas rasional,mampu mengambil keputusan berupa reaksi yang realistis terhadap tuntutan mutu. Perencanaanpendidikan pada kependidikan pada setiap satuan pendidikan adalah penyedia informasipendidikan di pemerintahan daerah dan di sekolah.Kegiatan perencanaan selalu dianggap merupakan kegiatan rutin tahunan dan dapat dikerjakandengan cara-cara yang sederhana, karena secara umum program sekolah berjalan seperti apa sajayang direncanakan oleh masing-masing sekolah. Di antara penyelenggara pendidikan di sekolahdan manajemen pendidikan di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota beranggapan bahwapenyusunan perencanaan secara khusus, karena jika disediakan tenaga perencana secara khusustindakan yang demikian ini dianggap tidak efesien atu dianggap sebagai pemborosan.Namun demikian jika diamati secara cermat apakah misi sekolah sesuai dengan visi, apakahprogram sekolah yang dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi, apakah tujuan yang tertuangdalam perencanaan dan yang diselenggarakan sesuai dengan visi sesuai dengan tujuan.Penggayaan dan pengembangan kurikulumoleh setiap guru bidang studi adalah penting untukmengukur tingkat pencapaian tujuan sekolah. Sergiovanni, Thomas J. dan Starratt (1983)mengemukakan bahwa guru sering terlibat dalam kegiatan pengembangan kurikulum denganmengubah, memperluas, mengorganisasian ulang, dan menginterpretasikan apa yang telahdisusun oleh ahli pengembangan kurikulum di luar kelas. Tenaga ahli kurikulum di sekolahdalam mengembangkan kurikulum dikelompokkan dalam sejumlah yaitu memproses informasi,pengembangan personil yang menekankan pada pengembangan keterampilan dinamikakelompok, dan perubahan perilaku yang menekankan pada prinsip kontrol stimulus danpenguatan. Kewenangan pemerintah menurut PP No. 25 Tahun 2000 tentang nkebijakankurikulum adalah menetapkan standar nasional, kemudian dijelaskan GBHN 1999 kurikulum,berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani keberangkatan peserta didik, penyusunankurikulum yang berlaku nasional dan local dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenispendidikan secara professional.
  14. 14. Supervise adalah pekerjaan memberi bantuan, sedangkan supervisor adalah orang yang berfungsimemberikan bantuan kepada guru-guru dalam menstimulir guru-guru kea rah usahamem[ertahankan suasana belajar dan mengajar.program itu dapat berhasil jika supervisormemiliki keterampilan (skill) dan cara kerja yang efisien dalam kerjasama dengan guru danpetugas pendidikan lainnya. Dictionary of Edication mengemukakan bahwa supervise adalahusaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya,dalam memperbaiki pengajaran termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan danperkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, metodemengajar, dan evluasi pengajaran (Sehertian, 1981:18).Upaya yang mungkin dapat meningkatkan kualitas manajemen sekolah antara lain denganmeningkatkan kurikulum, meningkatkan komunikasi antar unsure, meggunakan waktu denganefisien, menjadikan belajar sebagai focus manajemen sekolah, meningkatkan pertumbuhanprofesionalismeguru dan performansi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan personallainnya secara tegas harus mencerminkan organisasi sekolah yang efektif dan efisien.IV. Manajemen Strategik Sekolah Menghadapi Persaingan mutuFilosofi nmanajemen menurut Pearce dan Robinson (1988:76) diyakini akan menghasilkan citrayang baik di mata public, dan akan memberikan imbalan keuangan dan psikologis bagi merekayang bersedia menginvestasikan tenaga dan dana untuk membantu keberhasilan institusi.Manajemen strategic menurut Blocher dan Lin (1999) adalah “the developmentof a sustainablecompetitive posisition in which the firm’s competitive provides continued success”. Manajemenstrategic menurut d success”. Manajemen strategic menurut uwono dan Ikhsan (2004:11)biasanya dihubungkan dengan pendekatan menajemen yang integrative yang mengedepankansecara bersama-sama seluruh elemen seperti planning, implementing, dan controlling daristrategi bisnis. Dengan kata lain, manajemen strategic meliputi formulasi strategic danimplementasi strategic. Manajemen strategic adalah proses formulasi dan implementasi rencanadan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal vital, dapat menembus (pervasive), danberkesinambungan bagi suatu organisasi secara keseluruhan. Strategi yang digunakan dalammanajemen sekolah diatur sedemikian rupa, yaitu perencanaan strategi sekolah berkaitan denganoperasi sekolah dalam menyelenggarakan programnya, sedangkan untuk memperkuatkemampuan sekolah menghindari masalah dan dapat mencapai tujuan sesuai mutu yangdipersyaratkan, maka akan diuji kemampuan kepala sekolah menentukan kebijakan. Manajemenstrategic khususnya pada strategi kebijakan dapat dilakukan jika keputusan merupakan keputusanbersama, bukan keputusan sepihak dan keputusan itu dipilih dari alternatif terbaik.Karena keterlibatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru konselor, tenaga kependidikan,wali kelas, dan personal sekolah lainnya dalam pengambilan keputusan akan meningkatkanpemahaman mereka terhadap keputusan sekolah dan meningkatkan motifasi dalam bekerja.Konsep strategi ini ini melibatkan secara langsung semua manager di semua level dalamplanning dan implementasinya.Dalam implementasinya strategi digerakkan dengan melakukan evaluasi strategi danmengontrolnya apakah masih konsisten dengan formulasi strategi. Manajemen strategis(Strategic management) dalam manajemensekolah adalah suatu pendekatan yang sistematikdalam menyelenggarakan programnyauntuk mencapai tujuan sekolah. Unsure-unsur strategicdalam manajemen sekolah tentu bertitik tolak pada ruang lingkup atau batasan di mana sekolahitu bergerak, menetapkan mutu layanan belajar, mutu lulusan yang akan dihasilkan, memenuhikeinginan masyarakat akan mutu pendidikan yang diselenggrakan di sekolah. Dalammenentukan strategi, baik untuk organisasi yang memiliki marah dan sasaran yang tertulis
  15. 15. mapun tidak, perlu memperhatikan berbagai hal, termasuk kemampuan SDM dan anggaran.Langkah-langkah formulasi strategi dalam manajemen sekolah tentu dimulai dari penetapan visidan misi sekolah yang utuh dengan melibatkan masyarakat sekolah dan stekholder sekolah,melakukan assessment sekolah merespon perubahan, dan menetapkan arah maupun sasaransekolah agar tercapai tujuan dan targe yang ditentukan sebelumnya.Fase implementasi mencangkup langah penggerakkan strategic, melakukan evaluasi strategic,dan mengontrol atau pengawasan strategik.Performansi sekolah tentu akan sengat ditentukan oleh potensi dan kemampuan sekolah,khususnya dilihat dari performansi perseolan apakah menunjukkan sikap profesional atau tidak,fasilitas yang tersedian apakah mendukung pembelajaran atau tidak, input peserta didik apakahdiseleksi dan ditempatkan serta dilayani sesuai kekhususannya, pelayanan belajar yang bermututertentu dilakuakan dengan membangkitkan yang suasana belajar yang menyenangkan, danevaliasi kemajuran belajar yang stadar.Perumusan visi dan misi dilakukan lebih dahulu dengan mengasesmen lingkungan, yaitu apasebenarnya kebutuhan mendasar lingkungan akan pendidikan yang dapat disediakan olehsekolah. Tujuan sekolah tidak lain hanya berusaha mengurangi tingkat gangguan public, tidakberusaha untuk menyembuhkan atau merehabilitasi penderitaan publik. Pada prinsipnya semuaorganisasi memepunyai satu bagian formal yang diakui secara eksplisit dan kadang-kadangbersifat khas menurut hokum yang berfungsi menentukan tujuan utama dan melakukanperubahan seperlunya.pengukuran efektifitas dan efesiansi dapat menimbulkan problem yangjukup rumit. Karena itu bila suatu organisasi mempunyai tujuan yang terbatas dan konkrit, secarakomparatif biasanya efektifitas mudah diukur, namun organisasi sosial lainnya, biasanyamengukur efektifitasnya lebih sulit dibanding korporasi.Strategi merupakan instrument manajemen yang ampuh dan tidak dapat dihindari termasukdalam mnajemen sekolah. Strategi sekolah menjelaskan metode dan pendekatan yang digunakanuntuk mencapai tujuan sekolah, evaluasi alternatif-alternatif strategic dengan menggunakankriteria yang pasti pemilihan sebuah alternative atau kelompok tang mungkin menjadi strategisekolah. Secara umum dalam manajemen bisnis ada empat tingkat dalam strategi organisasiyaiut: societal, corporate, perusahaan dan fungsional.Strategi societal adalah peranan organisasi dalam masyarakat yang merupakan sebuah bagian,dengan proses yang peranan-peranan itu akan didefinisikan dan dengan peningkatan organisasidalam proses itu. Strategi societal dititik beratkan pada kewarganegaraan perusahaan, tanggungjawab dan akuntabilitas social, dan etika bisnis. Jika dalam organisasi memberikan pendidikanyang dibutuhkan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial.Strategi corporate adalah mengembangkan pertanyaan dasar yaitu (1) apakah perusahaan atauperusahaan-perusahaan kita didalamnya? Jawabnya serupa dengan misi organisasi; (2) apakahperusahaan atau perusahaan-perusahaan kita menjadi didalamnya? Jawabnya adalah kuncikehidupan organisasi sebab tinggal dalam sebuah perusahaan yang salah mungkin membuktikanbunuh diri dalam perjalanan panjang; (3) bagaimana seharusnya perusahaan atau perusahaan kitamanaj dengan tujuan sepenuhnya mempertinggi kemempuan organisasi untuk mecapai tujuanstrategiknya? Jawabnya ditunjuk dengan memutuskan berapa banyak sumber perusahaan yangharus diinvestasikan dalam perusahaan.Strategi fungsional sekolah memperhatikan formulasi strategi dalam setiap area fungsionalsekolah (manajemen sekolah, manajemen kelas, layanan belajar, mutu lulusan, dan keuangan),yang diterapkan secara pantas, secara bersama harus mencapai tujuan menggunakan strategisekolah. Strategi pencapaian program sekolah dilakukan dengan mengkokohkan penguatan
  16. 16. standar pada komponene sumber daya pendidikan. Penguatan ini akan lebih berarti bagi sekolahjika pembimbingan kreativitas manajemen sekolah dan manajemen pembelajaran secaraterstruktur terhadap implementasi pada tiap komponen, unit kerja dan program kerja .Implementasi strategi dalam manajemen sekolah melibatkan upaya besar yang bertujuanmentransformasi tujuan strategic ke dalamaksi yaitu penyelenggaraan program sekolah.Betapapun hebatnya suatu strategi, apabila tidak diimplementasikan tentu saja strategi itu tidakakan bermakna bagi pengembangan sekolah.analisis SWOT dalam penyelenggaraan sekolahdapat membantu pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumberdaya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan, dan sebagainya yang lebih efektif. AnalisisSWOT memungkinkan sekolah mengeksploitasi peluang-pluang masa depan ketika melawantantangan dan persoalan-persoalan, dan melakukan penemuan strategis pada kompetensi dankekuatan khusus, keseluruhan proses manajemen strategic secara konseptual menjadi analisisSWOT, sebab sebuah SWOT mengkin memberi kesan sebuah perubahan lainnya di dalam misi,tujuan, kebijakan dan strategi sekolah.Balance scorecard mencakup berbagai aktivitas penciptaan nilai yang dihasilkan oleh parapertisipan perusahaan yang memiliki kemampuan dan motivasi tinggi. Model balace scorecardmenekankan bahwa semua ukuran finanasial dan non financial harus menjadi bagian systeminformal untuk para personal disemua tingkat manajemen sekolah. Balace scorecard lebih darisistem pengukuran teknis atau operasional. Sekolah yang inovatif dapat menggunakan scorecardsebagai sebuah sistem manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang. Jika,sekolah menggunakan fokus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai prosesmanajemen penting yaitu (1) memperjelas dan menerjemahkan nvisi dan strategi; (2)mengkomunikasikan dan mengkaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis; (3) merencanakan,menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis; dan (4) meningkatkanumpan balik dan pembelajaran strategis.Dengan menerjemahkan strategi ke dalam arsitektur yang logis dari peta strategi dan balancescrocard, organisasi sekolah menciptakan angka referensi umum dan dapat dipahami oleh semuaunitnya dan para personilnya. Strategi fokus organisasi sekolah, bagaimanapun harus diarahkanuntuk memecahkan seluruh rintangan yang dihadapi oleh sekolah dengan menggunakan strategiyang telah dirumuskan sebelumnya.seringkali, organisasi ad hoc muncul untuk memfokuskanpada tema strategik, keberhasilan sekolah menggunakan balance scorecard dalam sebuah tingkahlaku yang terkordinasi untuk menjamin bahwa seluruh kelebihan dari bagian-bagian dapatdioptimalkan sebagai potensi yang dapat dikembangkan.Setiap personal sekolah perlu ditanamkan strategi kesadara, scorecard personal, dan pembayaranseimbang. Mereka memerlukan konstribusi aktif dari setiap orang di sekolah. Focus strategisekolah menghendaki seluruh personalnya memahami strategi dan tingkah laku bisnis sehari-haridengan cara berkonstribusi kepada keberhasilan strategi itu. Sekolah dapat mendidik para guru,tenaga kependidikan, dan karyawannya tentang konsep bisnis sekolah yang sangat canggih danmenantang. Memahami scorecard, para personal sekolah harus belajar tentang segmentasipeserta didik, variable beban biaya, dan data lapangan kerja. Hal ini dimaksudkan untukmenyusun strategi yang efektif. Sekolah kemudian mengalir dari sekolah dan unit bisnis(sekolah) scorecard ke abgian-bagian lainnya dari sekolah. Dalam beberapa kasus scorecardindividu digunakan untuk menentukan tujuan-tujuan individu.Keberhasilan balance scorecard sekolah memperkenalkan sebuah proses unutk memanaj strategiyang disebut sebagai “proses putaran double” salah satunya , menggambungkan manajementaktis (tinjauan bulanan dan anggaran keuangan) dan manajemen strategi kedalam proses tanpa
  17. 17. klaim dan terus menerus. Mutu telah menjadi faktor hygine, peserta didik dan orang tua pesertadidik merasa sudah selayaknya sekolah menghasilkan produk atau jasa layanan belajar sesuaispesifikasi yang diharapkan. Mutu yang istimewa masih memeberi peluang bagi sekolah untukmemberikan dirinya dengan pesaingnya. Perubahan yang dilakukan oleh eksekutif (keplasekolah) adalah dengan melakukan pencerahan, beradaptasi tehadap proses pemerintahan, danmemantapkan system manjemen strategik. Prinsip pertama manajemen strategik sekolahdifokuskan pada alat-alat, fasilitas pembelajaran, framework, dan dorongan proses yang bermutu.Hal ini penting untuk menekankan bahwa kepala sekolah bersama personal sekolah lainnyamemerlukan lebih banyak proses dan alat-alat untuk menciptakan focus strategi sekolah. Strategimemerlukan perubahan dari setiap bagian organisasi, karena itu strategi memerlukan perhatiansecara kontinu yang difokuskan pada perubahan inisiatif dan performa melawan hasil yangditargetkan.Muncullah penataan sekolah melalui konsep MBS (manajemen Berbasis Sekolah) yang diartikansebagai wujud dari reformasi pendidikan yang meredesain dan memodifikasi struktur pemerintahke sekolah dengan pemberdayaan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional(Sagala, 2004).Pada prinsipnya dengan menggunakan model manajemen berbasis sekolah ini, sekolah lebihmadiri dan mampu menentukan arah pengembangan sesuai kondisi dan tuntutan lingkunganmasyrakatnya. MBs merupaka inovasi pengelolaan sekolah yang pada dewasa ini sedangmenjadi perhatian para pakar pendidikan, birokrasi pendidikan mulai tingkat pusat , provinsi dankabupaten/kota serta para pengelola sekolah. Bahkan akhir-akhir ini telah menjadi perhatianlembaga swadaya masyarakat (LSM) yang pedul terhadap kualitas pendidikan.Dapat ditegaskan bahwa model manajemen berbasis sekolah memiliki potensi yang besar dalammenciptakan kepala sekolah dan wakil sebagai pimpinana di sekolah, guru mata pelajaransebagai pengelola pembelajaran, tenaga kependidikan sebagai pelayan teknis pendidikan,konselor membantu meningkatkan kualitas belajra, personal tata usaha yang memberikanpelayanan ketatausahaan, dan personal sekolah lainnya yang terkait dengan sistem pendidikanlainnya yang terkait dengan system pendidikan di sekolah akan melaksanakan tugas dantanggung jawab lebih professional. Mutu pendidikan tidak saja ditentukan oleh sekolah sebagailembaga pengajaran, tetapi juga disesuaikan dnga apa saja menjadi pandangan dan harapanmasyarakat yang cenderung selalu berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Bertitik tolakpada kecenderungan ini penilaian masyarakat tentang mutu lulusan sekolah pun terus menerusberkembang.Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 053/U/2001 tanggal 19 april 2001 tentangpedoman penyusunan standar pelayanan minimal penyelenggaraan persekolahan bidangpendidikan dasar dan menengah. Standar pelayanan minimal (SPM) adalah spesifikasi teknissebagai patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan oleh daerah kabupaten/kota dalammenyelenggarakan kegiatan persekolahan. SPM manajemen sekolah pada berbagai jenjang danjenis menurut Kepmen tersebut dikemukanan yaitu; manajemen Taman Kanak Kanak (TK),(SD), (SMP), (SMA), dan (SMK).Tenaga kependidikan bukan pendidik menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No.053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang pedoman penyusunan standar pelayanan minimalpenyelenggaraan persekolahan bidang pendidikan dasar dan menegah adalah Sumber DayaManusia (SDM) di sekolah yang tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan KegiatanBelajar Mengajar (KBM) di sekolah. Tenaga bukan pendidik menurut Keputusan MenteriNasional tersebut adalah (1) kepala bagian tata usaha; (2) pelaksanaan kegiatan kepegawaian; (3)
  18. 18. pelaksanaan urusan keuangan; (4) pelaksanaan urusan perlengkapan dan logistik; (5)pelaksanaan secretariat dan kepeserta didikan; (6) pengemudi dan penjaga sekolah.Semua personal ini di sekolah secara hierarki bertanggung jawab kepada kepala sekolah dandibina oleh organisasi nvertikal yaitu Dinas Pendidikan pada pemerintah kabupaten/kota.V. Penilaian Kinerja SekolahPenilaian dan pengukuran ialah upaya sistematis mengumpulkan, menyusun, mengolah danmenafsirkan data, fakta dan informasi (yang dapat dipertanggung jawabkan) dengan tujuanmenyimpulkan nilai atau peringkat kompetensi seseorang dalam satu jenis atau bidang keahliankeprofesian kependidikan seperti kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan berdasarkannorma criteria tertentu, serta menggunakan kesimpulan tersebut dalam proses pengambilankeputusan kinerja yang direkomendasikan. Dalm penilaian kinerja sekolah ini perlu ditegaskanketerkaitannya satu sama lain untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekeliruan dalamproses pengambilan keputusan karena kelemahandata dan informasinya serta kurang jelas criteriaatau standar normatifnya akan membuat keputusan menjadi keliru, padahal keputusan hasilpengukuran dan penilaian tersebut membawa dampak langsung atau tidak langsung terhadapkinerja sekolah secara keseluruhan.Kemudian pertimbangan mempertimbangkan kesatuan unit atau aspek yang perlu dinilai dalamkriterian yang telah dirumuskan, dan kinerja manakah yang paling penting untuk dinilai. Sekolahharus memperbaiki kinerja melalui perbaikan kineja untuk memperkuat diri dan menigkatkandaya tahan dalam menghadapi persaingan local dan global yang pasti dan semakin ketat.Kata “kinerja” dalam bahasa Indonesia adalah terjemah dari kata Bahasa Inggris “ performance”yang berarti (1) pekerjaan; perbuatan, atau (2) penampilan; pertunjukan. Dari pengertian tersebuttercakup beberapa usnur penting pertama, adanya institusi, baik berupa lembaga (institute)seperti organisasi atau pranata (institutions) seperti system pengaturan. Kedua, adanyainstrument yang digunakan dalam pelaksanaan uji tuntas.Performansi atau kinerja sekolah menunjukkan deskripsi kerja yang baik mengacu pada prosesdan produk yang diinginkan serta situasi kegiatan sekolah itu diselenggarakan. Penilaian kepalasekolah, guru dan tenaga kependidikan dilihat dari kemampuannya menggunakan sumber dayaseminimal mungkin untuk mencapai tujuan yang maksimal mampu menentukan pilihanpekerjaan yang tepat untuk dilaksanakan.Portofolio berasal dari bahasa inggris “portofolio” yang artinya kumpulan berkas atau arsip yangdisimpan dalam bentuk jilid dan dokumen atau surat-surat, atau sebagai kumpulan kertasberharga suatu pekerjaan tertentu.Portofolio penampilan (show fartfolios) adalah bentuk yang digunakan untuk memilih fakta-fakta, bukti atau keterangan (evidence) yang paling baik digunakan personal sekolahmelaksanakan tugas dan tanggunbg jawabnya. Karena portofolio digunakan sebagai alatpenilaian yang dapat memberikan balikan baik peserta didik, bagi guru, maupun personal lainnyadisekolah penilaian portofolio dilakukan secara terus menerus/berkelanjutan. Portofolio dinilaidengan cara menganalisis, membandingkan dan menyimpulkan.Menjelaskan suatu fenomena yang terjadi nselalu dihadapkan pada fakta yang tidakmenengakkan. Oleh karena itu tidak dapat sungguh-sungguh dikontrol sebab-sebab yangmungkin. Dengan demikian penyelesaian masalahnya harus ditempuh dengan jalur penelitiandengan menetapkan dan mendefinisikan setiap variabel yang menjadi subjek penelitian. Prosedurpenelitian adalah urutan-urutan pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian. Teknikpenelitian adalah menggunakan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakanpenelitian. Metode penelitian adalah pedoman penelitian tentang urutan bagaimana penelitian itu
  19. 19. dilakukan. Penelitian memegang peranan penting dalam membantu memperoleh pengetahuandalam menyelesaikan masalah. Penelitian akan menambah ragam pengetahuan dalammenyelesaikan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Salah satu metode ilmiah yangdikembangkan para ahli adalah penelitian tindakan (action research). Perkembangannyapenelitian tindakan sesungguhnya telah diterapkan pada berbagai bidang aktivitas selainpendidikan seperti administrasi, industri, sosial, pelayaran, pertambangan, dan bidang-bidanglainnya.Tujuan penelitian tindakan peningkatan dan memperbaiki praktek pembelajaran secaraberkesinambungan yang seharusnya dilakukan oleh guru, dan manajemen sekolah oleh kepalasekolah maupun personal lainnya, sehingga meningkatkan mutu hasil pendidikan secaraberkelanjutan. Borg (1986) mengemukakan bahwa tujuan utama penelitian pembelajaran yangdihadapi guru dikelasnya.Ketertiban dan kedisiplinan merupakan dua macam nilai yang berdekatan. Ketertiban lebih dekatpada dimensi ruang, sedangkan kediiplinan cenderung pada dimensi waktu. Kedua istilah inisebenarnya dekat dengan makna keteraturan.Ukuran yang dilakukan dalam penilaian kinerja sekolah ini menggunakan model penyelidikanhanyalah alat saja, dan hanya berate bila dinilai dalam hubungannya dengan unsur-unsur pentinglain dalam rangka keseluruhan penilaian kinerja sekolah pada situasi itu. Dari ukuran-ukurantersebut diperoleh gambaran mengenai salah satu penyelidikan dengan bukti angka jikamenggunakan tes-tes kepribadian (attitude and personality) untuk penilaian (appraisal) dan buktilain hasil dari pengamatan, wawancara, maupun berbagai dokumentasi, kemudian dianalisisuntuk menemukakan permasalahan utama kinerja sekolah dan selanjutnya ditentukan solusipenyelsaian masalah.VI. Manajemen Pembiayaan Dalam Organisasi SekolahLandasan konseptual ekonomi pendidikan menurut Cohn (1979:2) mengacu pada prinsip bahwaekonomi adalah keterbatasan atau kelangkaan (scarcity) dan keinginan (desirability). Ekonomidapat dipahami sebagai suatu studi bagaimana orang/masyarakat memilih dalam menggunakanunag dan sumber lain yang sifatnya terbatas atau langka (desiribility) untuk menghasilkan ataumencapai keinginana (scarity) yang sifatnya tidak terbatas. Pengertian ekonomi menurutSamuelson (1961) menekankan bahwa tidak ada definisi tunggal tentang ekonomi. Tetapi iamembuat”suatu deskripsi perkenalan informative” sebagai berikut: “Ekonomi adalah studitentang bagaimana manusia dan masyarakatmemilih, dengan atau tanpa memakai uang, untuk memanfaatkan sumber-sumber daya produksiyang langka demi menghasilkan berbagai komoditi selama rentang waktu dan mendistribusikanmereka untuk konsumsi, kini dan dalam masa depan, kepada macam-macam orang dankelompok dalam masyarakat”. Intinya ekonomi adalah studi tentang produksi dan distribusisemua sumber daya yang langka barang-barang fisik ataupun jasa-jasa yang tak dapat dirabayang diinginkan individu-individu (Sagala, 2004:180).Aspek yang perlu diperhatikan (1) memprediksi kebutuhan pendidikan; (2) alokasi setiapkomponen biaya; (3) analisis sumber, dari mana dana dapat diperoleh; dan (4) pengawasankeuangan; cocok tidak hanya perencanaan dan penggunaan anggaran, perlu dicatat bahwa biaya-biaya pendidikan adalah estimasi-estimasi terabaikan dari kalkulasi-kalkulasi seperti biaya-biayauntuk perbustakaan, pendidikan di rumah, media berita, dan lain-lain. Dalam kontekspemerintahan kabupaten/kota biaya-biaya pendidikan yang hasur dipenuhi seluruhpenyelnggaraannya mencakup pendidikan formal persekolahan dan nonformal.
  20. 20. Penggunaan dan alokasi dana rutin maupun pembangunan pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah di Indonesia dalam menetapkan alokasi anggaran belum menempatkan pendidikansebagai prioritas, sehingga menjadi wajar jika pendidikan. Karena itu kecekatan dan kecermatanDinas Pendidikan merespon usul sekolah dan surat-surat yang diperlukan sekolah akanmemperlancar manajemen sekolah.Oleh karena itu kebijakan pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kotamengupayakan perluasan dan dan pemerataan kesemptan memperoleh pendidikan yang bermututinggi bagi seluruh rakyat Indonesia yang berkualitas tinggi. Biaya berdampak terhadappengelolaan pelayanan administrasi kepada peserta didik. Pelayanan administrasi peserta didikini merupakan pelayanan sekolah terhadap peserta didik dan masyarakat dalam rangkapemenuhan kewajiban sekolah terhadap peserta didik.Berdasarkan hasil pengamatan Mintarsih (2003) sementara mutu/kualitas lulusan ditentukan olehbesarnya dukungan biaya yang menunjang kegiatan belajar mengajar, di samping lokasilingkungan dan peran serta orang tua, serta dedikasi guru. Biaya memberikan dampak positif,setiap program sekolah antara lain. (1) biasa meningkatkan kesejahterakan guru dan peningkatankesejahteraan personal tata usaha yang tentunya berimplikasi pada kegiatan belajar mengajar disekolah; dan (2) karena dengan dana yang cukup guru tidak usah mencari tambahan di luarsekolah tempat ia bertugas dan bias mencurahkan perhatiannya ditempat dia mengajar. Adabeberapa factor manajemen keuangan sekolah dikemukakan oleg Gaffar (1991) yaitu systemmanajemen pembiayaan harus diikuti oleh pengelolaan keuangan, pengelolaannya tergantungapakah system itu cukup efisien atu tidak. Pembiayaan (Finance) bukan factor yangmempengaruhi mutu, tetapi pembiayaan salah satu factor yang mempengaruhi mutu pendidikan.VII. Partisipasi Masyarakat Terhadap SekolahDalam konteks sekolah, masyarakat sekolah adalah warga atau individu yang berada di sekolahdan di sekitar sekolah yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung terhadapmanajemen sekolah, memiliki kesadaran sosial dan mempunyai pengaruh terhadap sekolah.Masyarakat pendidikan adalah adalah segenap komponen terkait yang memiliki hak sertakewajiban yang sama dalam merencanakan, melaksanakan dan melakukan pengawasan terhadapprogram pendidikan, sehingga lazim muncul pernyataan tentang stake holder atau pihak yangberkepentingan yang berkenan untuk melakukan tugas tersebut.Sekolah dan masyarakat merupakan dua komunitas yang saling melengkapi antara satu denganlainnya, bahkan ikut memberikan warna terhadap perumusan model pembelajwan tertentu disekolah oleh suatu lingkungan masyarakat tertentu itu pula.Oleh karena itu hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan suatu proses komunikasi yangharmonis. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengertian masyarakat akan kebutuhan dankegiatan yang diselenggarakan di sekolah. Dengan mengetahui kebutuhan dan kegiatan sekolahtersebut, masyarakat terdorong untuk bersedia bekerja sama dalam upaya meningkatkan danmengembangkan kualitas tetapi tetap mengacu pada kualitas.Program mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Orang tua maupun anggotamasyarakat yang lebih terpelajar akan menganggap pemenuhan kebutuhan merupakan hakmereka. Melibatkan mereka bersama-sama dengan staf dan peserta didik akan menjadikannyalebih sadar akan tanggung jawab terhadap isi dan pelaksanaan kurikulum serta standar prestasipeserta didik.Sekolah pada hakikatnya pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Pelayanan pulik oleh olehsekolah dapat diartikan sebagai pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang atau
  21. 21. masyarakat yang mempunyai kepentingan terhadap sekolah sesuai dengan aturan pokok dan tatacara yang ditetapkan.Kepuasaan peserta didik sebagai pelanggan akan dapat meningkatkan citra sekolah yang baikdari masyarakat, dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada sekolah yang tinggi,menjadikan sekolah itu semakin bergengsi. Pelayana terbaik sangat diperlukan di sekolah agarmurid-murid betah disekolah dan bias belajar dengan optimal. Pelayanan pendidikan secaraumum meliputi proses administrative, akomodasi, tuntutan kebutuhan dan keterampilan yangdimiliki; kepemimpinan mnajerial kepala sekolah dalm memberikan orientasi pada masing-masing personal pendidikan; hubungan harmonis antara pihak internal dan eksternal.Ukuran partisipasi masyarakat menurut Fattah (2004:114) diukur dengan keikutsertaanmasyarakat biaya sekolah baik yang masuk kategori bantuan pembangunan yang populer denganistilah Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun iuran bulanan peserta didik. MenurutUUSPN No. 20 tahun 2003 Pasal 56 Ayat 3 komite sekolah adalah sebagai lembaga mandiri,dibentuk dan berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan,arah dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkatsatuan pendidikan. Dewan pendidikan adalah suatu badan yang mewadahi peran sertamasyarakat dalam peningkatan mutu, pemerataan, dan efesiensi pengelolaan pendidikan.Kepmendiknas No. 044/U/2002 tentang dewan Pendidikan dijelaskan bahw tujuan DewanPendidikan (1) mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkankebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah; (2) meningkatkan tanggung jawabdan peran serta aktif dari seluruh masyarakat dalm penyelenggaraan pendidikan; dan (3)menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraandan pelayanan pendidikan yang bermutu.Mengelola stakeholder sekolah, pada umumnya stakeholder dapat dikelompokkan menjadi duabagian yakni stakeholder internal dan stakeholder eksternal. Stakeholder internal relatif mudahuntuk dikendalikan dan bekerja untuk komunikasi interen bias diserahkan pada bagian lainseperti wakil kepala sekolah sejenis tidak hanya mengagkat calon-calon peserta didik terbaikatau mempertahankannya, tetapi menagkap dan mempertahankan manajer sekolah, guru, dantenaga kependidikan serta karyawannya yang sudah teruji mampu mempertahankan bahkanmeningkatkan kualitas sekolah. Sedangkan stakeholder eksternal adalah unsur-unsur yang beradadi luar kendali sekolah. Peserta didik dan orang tua peserta didik sebagai konsumen sekolahadalah raja yang mempunyai hak untuk memilih layanan belajarnya sendiri. Peserta didik danorang tua peserta didik banyak diperebutkan oleh sekolah, sedikit sekali sekolah yang biasmembujuk pemerintah untuk memerbitkan peraturan yang menguntungkan.Dalam lingkungan yang stabil sekolah cenderung didesain secara mekanisme, yaitu cenderungmengandalkan peraturan, prosedur, dan lebih birokratis.Manajemen sekolah akan lebih efektif jika para pengelola pendidikan (sekolah dan DinasPendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota) mampu melibatkan stakeholder terutama peningkatanperan serta masyarakat dalam menentukan kewenangan, pengadministras, dan inovasi kurikulumyang dilakukan oleh masing-masing sekolah. Inovasi kurikulum lebih menekankan pada keadilan(equitas) peserta didik di atas rata-rata mendapatkan perlakuan dan penyesuaian kurikulumdemikian juga peserta didik sebaliknya. Kemudian pemerataan bagi semua peserta didikdidasarkan atas kebutuhan peserta didik dan masyarakat lingkungannya. Kepemimpinan kepalasekolah yang efektif dan kemampuannya mendayagunakan seluruh potensi sekolah dalammembangun kerja sama yang baik terhadap seluruh unsure sekolah adalah sangat penting baiksecara internal maupun external. Keefektifan merupakan hasil sejumlah variable termasuk
  22. 22. perkembangan lingkungan, teknologi, kesempatan baik, kecakapan perseorangan, dan motivasisehingga tercapai tujuan sekolah sesuai yang ditargetkan.Fungsi SMAN 2 SAMPITPENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN SECARA SISTEMIKPendekatan sistemik terbadap pengembangan melalui pendidikan adalah pendekatan di manamasyarakat tradisional sebagai input dan pendidikan sebagai suatu lembaga pendidikanmasyarakat sebagai pelaksana proses pengembangan dan masyarakat yang dicita-citakan sebagaioutputnya yang dicita-citakan.Menurut Ki Hajar Dewantoro ada tiga lingkungan pendidikan yaitu lingkungan keluarga,lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.Dari ketetapan MPR No. 1!/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara kitamengetahui bahwa pendidikan itu merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua,pemerintah dan masyarakat.Dari dua penjelasan tersebut di atas maka bentuk pendidikan dibagi menjadi tiga bentuk yaitupendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal (Undang-Undang nomor2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional).Pelaksanaan ketiga bentuk pendidikan adalah lembaga pemerintah, lembaga keluarga, lembagakeagamaan dan lembaga pendidikan lain. Lembaga keluarga menyelenggarakan pendidikaninformal, lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan yang lainmenyelenggarakan pendidikan formal maupun pendidikan nonfonnal. Bentuk-bentuk pendidikannonformal cukup banyak jenisnya, seperti berbagai macam kursus kcterampilan yangmempersiapkan tenaga terampil. Seperti kursus menjahit, kursus komputer, kursus montir,kursus bahasa-bahasa asing dan sebagainya. Bentuk pendidikan formal yang beçjalan ini terdiridari empat jenjang yaitu SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Menurut Undang UndangNomor : 2/1989, tentang jenjang pendidikan dibagi menjadi tiga jenjang yaitu Pendidikan Dasar,Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. Pendidikan Dasar terdiri dari Sekolah Dasar danSekolab Menengah Tingkat Pertama.Proses pendidikan dari tiga bentuk pendidikan itu dipengaruhi oleh sistem politik dan ekonomi.(Muhammad Dimyati, 1988 p, 163). Dengan adanya bermacam-macam jenis politik danbermacam-macam kondisi ekonomi maka arah proses pendidikan akan bermacam-macam untukmasing-masing bentuk pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga, pemerintah, lembagakeagamaan dan lembaga-lembaga non-agama.PERANAN PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT
  23. 23. Sebagian besar masyarakat modern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranankunci dalam mencapai tujuan sosial Pemerintah bersama orang tua telah menyediakan anggaranpendidikan yang diperlukan sceara besar-besaran untuk kemajuan sosial dan pembangunanbangsa, untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional yang berupa nilai-nilai luhur yang harusdilestarikan seperti rasa hormat kepada orang tua, kepada pemimpin kewajiban untuk mematuhihukum-hukum dan norma-norma yang berlaku, jiwa patriotisme dan sebagainya. Pendidikanjuga diharapkan untuk memupuk rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkankemajuan-kemajuan dan pembangunan politik, ekonomi, sosial dan pertahanan keamanan.Pendek kata pendidikan dapat diharapkan untuk mengembangkan wawasan anak terhadapideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan secara tepat dan benar,sehingga membawa kemajuan pada individu masyarakat dan negara untuk mencapai tujuanpembangunan nasional.Berbicara tentang fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat ada bermacam-macampendapat, di bawah ini disajikan tiga pendapat tentang fungsi pendidikan dalam masyarakat.Wuradji (1988) menyatakan bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut: (1) Fungsi sosialisasi, (2) Fungsi kontrol sosial, (3) Fungsi pelestarianbudaya Masyarakat, (4) Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja, (5) Fungsi seleksi danalokasi, (6) Fungsi pendidikan dan perubahan sosial, (7) Fungsi reproduksi budaya, (8) Fungsidifusi kultural, (9) Fungsi peningkatan sosial, dan (10) Fungsi modifikasi sosial. ( Wuradji, 1988,p. 31-42).Jeane H. Ballantine (1983) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagaiberikut: (1) fungsi sosialisasi, (2) fungsi seleksi, latihan dan alokasi, (3) fungsi inovasi danperubahan sosial, (4) fungsi pengembangan pribadi dan sosial (Jeanne H. Ballantine, 1983, p. 5-7).Meta Spencer dan Alec Inkeles (1982) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakatitu sebagai berikut: (1) memindahkan nilai-nilai budaya, (2) nilai-nilai pengajaran, (3)peningkatan mobilitas sosial, (4) fungsi stratifikasi, (5) latihan jabatan, (6) mengembangkan danmemantapkan hubungan hubungan sosial (7) membentuk semangat kebangsaan, (8) pengasuhbayi.Dari tiga pendapat tersebut di atas, tidak ada perbedaan tetapi saling melengkapi antara pendapatyang satu dengan pendapat yang lain.1) Fungsi Sosialisasi.
  24. 24. Di dalam masyarakat pra industri, generasi baru belajar mengikuti pola perilaku generasisebelumnya tidak melalui lembaga-lembaga sekolah seperti sekarang ini. Pada masyarakat praindustri tersebut anak belajar dengan jalan mengikuti atau melibatkan diri dalam aktivitas orang-orang yang telah lebih dewasa. Anak-anak mengamati apa yang mereka lakukan, kemudianmenirunya dan anak-anak belajar dengan berbuat atau melakukan sesuatu sebagaimanadilakukan oleh orang-orang yang telah dewasa. Untuk keperluan tersebut anak-anak belajarbahasa atau simbol-simbol yang berlaku pada generasi tua, menyesuai kan diri dengan nilai-nilaiyang berlaku, mengikuti pandangannya dan memperoleh keterampilan-keterampilan tertentuyang semuanya diperoleh lewat budaya masyarakatnya. Di dalam situasi seperti itu semua orangdewasa adalah guru, tempat di mana anak-anak meniru, mengikuti dan berbuat seperti apa yangdilakukan oleh orang-orang yang lebih dewasa. Mulai dari permulaan, anak-anak telahdibiasakan berbuat sebagaimana dilakukan oleh generasi yang lebih tua. Hal itu merupakanbagian dari perjuangan hidupnya. Segala sesuatu yang dipelajari adalah berguna dan berefeklangsung bagi kehidupannya sehari-hari. Hal ini semua bisa terjadi oleh karena budaya yangberlaku di dalam masyarakat, di mana anak menjadi anggotanya, adalah bersifat stabil, tidakberubah dan waktu ke waktu, dan statis.Dengan semakin majunya masyarakat, pola budaya menjadi lebih kompleks dan memilikidiferensiasi antara kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain, antara yang dianut olehindividu yang satu dengan individu yang lain. Dengan perkataan lain masyarakat tersebut telahmengalami perubahan-perubahan sosial. Ketentuan-ketentuan untuk berubah ini sebagaimanatelah disinggung di halaman-halaman situs web ini sebelumnya, mengakibatkan terjadinya setiaptransmisi budaya dan satu generasi ke generasi berikutnya selalu menjumpai permasalahan-permasalahan. Di dalam suatu masyarakat sekolah telah melembaga demikian kuat, makasekolah menjadi sangat diperlukan bagi upaya menciptakan/melahirkan nilai-nilai budaya baru(cultural reproduction).Dengan berdasarkan pada proses reproduksi budaya tersebut, upaya mendidik anak-anak untukmencintai dan menghormati tatanan lembaga sosial dan tradisi yang sudah mapan adalah menjaditugas dari sekolah. Termasuk di dalam lembaga-lembaga sosial tersebut diantaranya adalahkeluarga, lembaga keagamaan, lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga ekonomi. Di dalampermulaan masa-masa pendidikannya, merupakan masa yang sangat penting bagi pembentukandan pengembangan pengadopsian nilai-nilai ini. Masa-rnasa pembentukan dan pembangunanupaya pengadopsian ini dilakukan sebelum anak-anak mampu memiliki kemampuan kritik danevaluasi secara rasional.Sekolah-sekolah menjanjikan kepada anak-anak gambaran tentang apa yang dicita-citakan olehlembaga-lembaga sosialnya. Anak-anak didorong, dibimbing dan diarahkan untuk mengikutipola-pola prilaku orang-orang dewasa melalui cara-cara ritual tertentu, melalui drama, tarian,nyanyian dan sebagainya, yang semuanya itu merupakan ujud nyata dari budaya masyarakatyang berlaku. Melalui cara-cara seperti itu anak. anak dibiasakan untuk berlaku sopan terhadap
  25. 25. orang tua, hormat dan patuh terhadap norma-norma yang berlaku. Lembaga-lembaga agamamengajarkan bagaimana penganutnya berbakti kepada Tuhannya berdasarkan tata cara tertentu.Lembaga-lembaga pemerintahan mengajarkan bagaimana anak kelak apabila telah menjadiwarga negara penuh, memenuhi kewajiban-kewajiban negara, memiliki jiwa patriotik danmemiliki kesadaran berwarga negara. Semua ajaran dan pembiasaan tersebut pada permulaannyaberlangsung melalui proses emosional, bukan proses kognitif.Dalam proses belajar untuk mengikuti pola acuan bagi tatanan masyarakat yang telah mapan danmelembaga, anak-anak belajar untuk menyesuaikan dengan nilai-nilai tradisional di manainstitusi tradisional tersebut dibangun. Keseluruhan proses di mana anak-anak belajar mengikutipola-pola dan nilai-nilai budaya yang berlaku tersebut dinamakan proses sosialisasi. Prosessosialisasi tersebut harus beijalan dengan wajar dan mulus oleh karena kita semua mengetahuibetapa pentingnya masa-masa permulaan proses sosialisasi. Orang tua dan keluarga berharapsekolah dapat melaksanakan proses sosialisasi tersebut dengan baik. Dalam lembaga-lembaga iniguru-guru di sekolah dipandang sebagai model dan dianggap dapat mengemban amanat orangtua (keluarga dan masyarakat) agar anak-anak- memahami dan kemudian mengadopsi nilai-nilaibudaya masyarakatnya. Willard Waller dalam hubungan ini menganggap sekolah, terutama didaerah-daerah pedesaan sebagai museum yang menyimpan tentang nilai-nilai kebajikan(mnuseum of virture) (Pardius and Parelius, 1978; p. 24). Dengan anggapan tersebut, masyarakatmenginginkan sekolah beserta staf pengajarnya harus mampu mengajarkan nilai-nilai kebajikandari masyarakatnya (the old viture), atau keseluruhan nilai-nilai yang diyakini dan menjadianutan dan pandangan masyarakatnya. Untuk memberikan pendidikan mengenai kedisiplinan,rasa hormat dan patuh kepada pemimpin, kemauan kerja keras, kehidupan bernegara dankehidupan demokrasi, menghormati, nilai-nilai perjuangan bangsa, rasa keadilan dan persamaan,aturan-aturan hukum dan perundang-undangan dan sebagainya, kiranya lembaga utama yangpaling berkompeten adalah lembaga pendidikan.Sekolah mengemban tugas untuk melaksanakan upaya-upaya mengalihkan nilai-nilai budayamasyarakat dengan mengajarkan nilai-nilai yang menjadi way of life masyarakat dan bangsanya.Untuk memenuhi fungsi dan tugasnya tersebut sekolah menetapkan program dan kurikulumpendidikan, beserta metode dan tekniknya secara paedagogis, agar proses transmisi nilai-nilaitersebut berjalan lancar dan mulus.Dalam hubungannya dengan transmisi nilai-nilai, terdapat beragam budaya antara masyarakatyang satu dengan masyarakat yang lain, dan antara negara yang satu dengan negara yang lain.Sebagai contoh sekolah-sekolah keguruan di Uni Soviet dan Amerika. Di Uni Soviet guru-guruharus mengajarkan rasa solidaritas dan rasa tanggung jawab untuk menyatu dengankelompoknya dengan mengembangkan sistem kompetisi di antara mereka. Sementara diAmerika Serikat guru harus mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan kemampuanbersaing dengan melakukan upaya-upaya kompetisi penuh di antara siswa-siswa.
  26. 26. 2) Fungsi kontrol sosialSekolah dalam menanamkan nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional masyarakatharus juga berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan mekanisme kontrolsosial. Durheim menjelaskan bahwa petididikan moral dapat dipergunakan untuk menahan ataumengurangi sifat-sifat egoisme pada anak-anak menjadi pribadi yang merupakan bagianmasyarakat yang integral di mana anak harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial.(Jeane H. Bellatine, 1983, p.8). Melalui pendidikan semacam ini individu mengadopsi nilai-nilaisosial dan melakukan interaksi nilai-niiai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari Selanjutnyasebagai individu sebagai anggota masyarakat ia juga dituntut untuk memberi dukungan danberusaha untuk mempertahankan tatanan sosial yang berlaku.Sekolah sebagai lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan tatanan-tatanan sosial serta kontrol sosial mempergunakan program-program asimilasi dan nilai-nilaisubgrup beraneka ragam, ke dalam nilai-nilai yang dominan yang memiliki dan menjadi polaanutan bagi sebagiai masyarakat.Sekolah berfungsi untuk mempersatukan nilai-nilai dan pandangan hidup etnik yang beranekaragam menjadi satu pandangan yang dapat diterima seluruh etnik. Oleh karena itu dapatdikatakan bahwa sekolah berfungsi sebagai alat pemersatu dan segala aliran dan pandanganhidup yang dianut oleh para siswa. Sebagai contoh sekolah di Indonesia, sekolah harusmenanamkan nilai-nilai Pancasila yang dianut oleh bangsa dan negara Indonesia kepada anak-anak di sekolah.3) Fungsi pelestarian budaya masyarakat.Sekolah di samping mempunyai tugas untuk mempersatu budaya-budaya etnik yang beranekaragam juga harus melestanikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan sepertibahasa daerah, kesenian daerah, budi pekerti dan suatu upaya mendayagunakan sumber dayalokal bagi kepentingan sekolah dan sebagainya.Fungsi sekolah berkaitan dengan konservasi nilai-nilai budaya daerah ini ada dua fungsi sekolahyaitu pertama sekolah digunakan sebagai salah satu lembaga masyarakat untuk mempertahankannilai-nilai tradisional masyarakat dari suatu masyarakat pada suatu daerah tertentu umpamasekolah di Jawa Tengah, digunakan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Jawa Tengah,sekolah di Jawa Barat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Sunda, sekolah di SumateraBarat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Minangkabau dan sebagainya dan kedua sekolahmempunyai tugas untuk mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa dengan mempersatukannilai-nilai yang ada yang beragam demi kepentingan nasional.
  27. 27. Untuk memenuhi dua tuntutan itu maka perlu disusun kurikulum yang baku yang berlaku untuksemua daerah dan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai daerah tertentu.Oleh karena itu sekolah harus menanamkan nilai-nilai yang dapat menjadikan anak itu menjadiyang mencintai daerahnya dan mencintai bangsa dan tanah airnya.4) Fungsi seleksi, latihan dan pengembangan tenaga kerja.Jika kita amati apa yang terjadi dalam masyarakat dalam rangka menyiapkan tenaga kerja untuksuatu jabatan tertentu, maka di sana akan terjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan, latihan untuk suatujabatan dan pengembangan tenaga kerja tertentu.Proses seleksi ini terjadi di segala bidang baik mau masuk sekolah maupun mau masuk padajabatan tertentu. Untuk masuk sekolah tertentu harus mengikuti ujian tertentu, untuk masuk suatujabatan tertentu harus mengikuti testing kecakapan tertentu. Sebagai contoh untuk dapat masukpada suatu sekolah menengah tertentu harus menyerahkan nllai EBTA Murni (NEM). Dan nilaiNEM yang masuk dipilih nilai NEM yang tinggi dari nilai tertentu sampai nilai yang terendah.Jika bukan nilai yang menjadi persyaratan yang ketat tetapi biaya sekolah yang tak terjangkauuntuk masuk sekolah tertentu. Oleh karena itu anak yang nilainya rendah dan ekonominya lemahtidak kebagian sekolah yang mutunya tinggi. Demikian pula untuk memangku jabatan padapekerjaan tertentu, mereka yang diharuskan mengikuti seleksi dengan berbagai cara yangtujuannya untuk memperoleh tenaga kerja yang cakap dan terampil sesuai dengan jabatan yangakan dipangkunya.Sekolah sebagai lembaga yang berfungsi untuk latihan dan pengembangan tenaga kerjamempunyai dua hal. Pertama sekolah digunakan untuk menyiapkan tenaga kera profesionaldalam bidang spesialisasi tertentu. Untuk memenuhi ini berbagai bidang studi dibuka untukmenyiapkan tenaga ahli dan terampil dan berkemampuan yang tinggi dalam bidangnya. Keduadapat digunakan untuk memotivasi para pekerja agar memiliki tanggung jawab terhadap kanierdan pekerjaan yang dipangkunya.Sekolah mengajarkan bagaimanan menjadi seorang yang akan memangku jabatan tertentu, patuhterhadap pimpinan, rasa tanggung jawab akan tugas, disiplin mengerjakan tugas sesuai denganaturan yang telah ditetapkan. Sekolah juga mendidik agar seseorang dapat menghargai harkatdan martabat manusia, memperlakukan manusia sebagai manusia, dengan memperhatikan segalabakat yang dimilikinya demi keberhasilan dalam tugasnya.
  28. 28. Sekolah mempunyai fungsi pengajaran, latihan dan pendidikan. Fungsi pengajaran untukmenyiapkan tenaga yang cakap dalam bidang keahlian yang ditekuninya. Fungsi latihan untukmendapatkan tenaga yang terampil sesuai dengan bidangnya, sedang fungsi pendidikan untukmenyiapkan seorang pribadi yang baik untuk menjadi seorang pekerja sesuai dengan bidangnya.Jadi fungsi pendidikan ini merupakan pengembangan pribadi sosial.5) Fungsi pendidikan dan perubahan sosial.Pendidikan mempunyai fungsi untuk mengadakan perubahan sosial mempunyai fungsi (1)melakukan reproduksi budaya, (2) difusi budaya, (3) mengembangkan analisis kultural terhadapkelembagaan-kelembagaan tradisional, (4) melakukan perubahan-perubahan atau modifikasitingkat ekonomi sosial tradisional, dan (5) melakukan perubahan-perubahan yang lebih mendasarterhadap institusi-institusi tradisional yang telah ketinggalan.Sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian danpengembangan. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruan tinggi. Pada sekolah-sekolah yang lebih rendah, fungsi ini tidak setinggi pada tingkat pendidikan tinggi.Pada masa-masa proses industrialisasi dan modernisasi pendidikan telah mengajarkan nilai-nilaiserta kebiasaan-kebiasaan baru, seperti orientasi ekonomi, orientasi kemandirian, mekanismekompetisi sehat, sikap kerja keras, kesadaran akan kehidupan keluarga kecil, di mana nilai-nilaitersebut semuanya sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi sosial suatu bangsa. Usaha-usaha sekolah untuk mengajarkan sistem nilai dan perspektif ilmiah dan rasional sebagai lawandan nilai-nilai dan pandangan hidup lama, pasrah dan menyerah pada nasib, ketiadaankeberanian menanggung resiko, semua itu telah diajarkan oleh sekolah sekolah sejak prosesmodernisasi dari perubahan sosial Dengan menggunakan cara-cara berpikir ilmiah, cara-caraanalisis dan pertimbangan-pertimbangan rasional serta kemampuan evaluasi yang kritis orangakan cenderung berpikir objektif dan lebih berhasil dalam menguasai alam sekitarnya.Lembaga-lembaga pendidikan disamping berfungsi sebagai penghasil nilai-nilai budaya barujuga berfungsi penghasil nilai-nilai budaya baru juga berfungsi sebagai difusi budaya (culturaldiffission). Kebijaksanaan-kebijaksanaan sosial yang kemudian diambil tentu berdasarkan padahasil budaya dan difusi budaya. Sekolah-sekolah tersebut bukan hanya menyebarkan penemuan-penemuan dan informasi-informasi baru tetapi juga menanamkan sikap-sikap, nilai-nilai danpandangan hidup baru yang semuanya itu dapat memberikan kemudahan-kemudahan sertamemberikan dorongan bagi terjadinya perubahan sosial yang berkelanjutan.Fungsi pendidikan dalam perubahan sosial dalam rangka meningkatkan kemampuan analisiskritis berperan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai baru tentang cara
  29. 29. berpikir manusia. Pendidikan dalam era abad modern telah berhasil menciptakan generasi barudengan daya kreasi dan kemampuan berpikir kritis, sikap tidak mudah menyerah pada situasiyang ada dan diganti dengan sikap yang tanggap terhadap perubahan. Cara-cara berpikir dansikap-sikap tersebut akan melepaskan diri dari ketergantungan dan kebiasaan berlindung padaorang lain, terutama pada mereka yang berkuasa. Pendidikan ini terutama diarahkan untukmempenoleh kemerdekaan politik, sosial dan ekonomi, seperti yang diajukan oleh Paulo Friere.Dalam banyak negara terutama negara-negara yang sudah maju, pendidikan orang dewasa telahdikembangkan sedemikian rupa sehingga masalah kemampuan kritis ini telah berlangsungdengan sangat intensif. Pendidikan semacam itu telah berhasil membuka mata masyarakatterutama didaerah pedesaan dalam penerapan teknologi maju dan penyebaran penemuan barulainnya.Pengaruh dan upaya pengembangan berpikir kritis dapat memberikan modifikasi (perubahan)hierarki sosial ekonomi. Oleh karena itu pengembangan berpikir knitis bukan saja efektif dalampengembangan pnibadi seperti sikap berpikir kritis, juga berpengaruh terhadap penghargaanmasyarakat akan nilai-nilai manusiawi, perjuangan ke arah persamaan hak-hak baik politik,sosial maupun ekonomi. Bila dalam masyarakat tradisional lembaga-lembaga ekonomi dan sosialdidominasi oleh kaum bangsawan dan golongan elite yang berkuasa, maka dengan semakinpesatnya proses modernisasi tatanan-tatanan sosial ekonomi dan politik tersebut diatur denganpertimbangan dan penalaran-penalaran yang rasional. Oleh karena itu timbullah lembaga-lembaga ekonomi, sosial dan politik yang berasaskan keadilan, pemerataan dan persamaan.Adanya strata sosial dapat terjadi sepanjang diperoleh melalui cara-cara objektif danketerbukaan, misalnya dalam bentuk mobilitas vertikal yang kompetitif.6) Fungsi Sekolah dalam MasyarakatDI muka telah dibicarakan tentang adanya tiga bentuk pendidikan yaitu pendidikan formal,pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal disebut juga sekolah. Olehkarena itu sekolah bukan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tetapi masihada lembaga-lembaga lain yang juga menyelenggarakan pendidikan. Sekolah sebagaipenyelenggara pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu (1) sebagai partner masyarakat dan (2)sebagai penghasil tenaga kerja. Sekolah sebagai partner masyarakat akan dipengaruhi oleh corakpengalaman seseorang di dalam lingkungan masyarakat. Pengalarnan pada berbagai kelompokmasyarakat, jenis bacaan, tontonan serta aktivitas-aktivitas lainnya dalam masyarakat dapatmempengaruhi fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah. Sekolah juga berkepentinganterhadap perubahan lingkungan seseorang di dalam masyarakat. Perubahan lingkungan itu antaralain dapat dilakukan melalui fungsi layanan bimbingan, penyediaan forum komunikasi antarasekolah dengan lembaga sosial lain dalam masyarakat. Sebaliknya partisipasi sadar seseoranguntuk selalu belajar dari lingkungan masyarakat, sedikit banyak juga dipengaruhi oleh tugas-tugas belajar serta pengarahan belajar yang dilaksanakan di sekolah.Fungsi sekolah sebagai partner masyarakat akan dipengaruhi pula oleh sedikit banyaknya serta

×