Audit bab 1 konsep dasar audit

8,551 views

Published on

konsep dasar audit

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,551
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
140
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Audit bab 1 konsep dasar audit

  1. 1. Nama : Sugeng Setya C.Jurusan : AkuntansiAngkatan : 2008 BAB 1 KONSEP DASAR AUDITI. PENDAHULUANLatar Belakang MasalahBerbagai keterbatasan yang dihadapi perusahaan, baik dalam kepemilikan sumber daya,informasi, dan teknologi sangat mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut dalammemasuki dan/atau mempertahankan pasar yang telah dikuasai. Oleh karena itu, perusahaanharus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dalammendukung operasional yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Perencanaan yang disusun secara tepat dapat memberikan arahan berjalannya operasi yangefisien dan secara efektif mampu mencapai tujuan perusahaan. Dalam rangka memastikanjalannya operasional yang sesuai dengan rencana, diperlukan pengawasan dan pengendalianmanajemen yang memadai.Perumusan MasalahAda empat tujuan penting yang ingin dicapai melalui pengendalian internal yang dilakukanperusahaan, yaitu :1. Dapat dipercayanya data-data akuntansi yang disajikan perusahaan2. Terjaganya keamanan aset yang dimiliki perusahaan3. Berjalannya operasi secara efisien4. Ditaatinya semua ketentuan, peraturan , dan kebijakan yang ditetapkan perusahaanApa pun tujuan dilakukan audit, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu :1. Pihak pertama: auditor2. Pihak kedua: entitas yang diaudit atau diaudit (auditee), biasanya diwakili oleh manajemendan karyawan pada perusahaan tersebut.3. Pihak ketiga: entitas yang memerlukan pertanggungjawaban dari entitas yang diaudit,biasanya diwakili oleh dewan komisaris (pemegang saham).
  2. 2. II. PEMBAHASAN1. KONSEP DAN DEFINISIAudit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadaap efisiensi dan efektivitasoperasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yangdiselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakahsumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program danaktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakanyang ditetapkan perusahaan.Dalam konteks audit manajemen, manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yangharus dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebihtinggi.Dari berbagai audit yang dilakukan kecuali audit keuangan , keseluruhan audit memiliki tujuanyang hampir sama yaitu menilai bagaimana manajemen mengoperasikan perusahaan, mengelolasumber daya yang dimiliki, meningkatkan efisiensi proses dalam mencapai tujuan perusahaansecara taat asas.2. TUJUAN AUDIT MANAJEMENAudit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang masihmemerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat dicapaiperbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.3. RUANG LINGKUP DAN TUJUAN AUDITRuang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang lingkup inidapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dariprogram/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bervariasi, bisa untuk jangka waktu satuminggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan yangingin dicapai.Ada tiga elemen pokok dalam tujuan audit :1. Kriteria
  3. 3. Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di dalamperusahaan dalam melakukan aktivitasnya.2. PenyebabPenyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok didalam perusahaan.3. AkibatAkibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan denganpenyebab tersebut.4. PRINSIP DASAR AUDITAda tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar audit manajemen dapat mencapaitujuan dengan baik, yang meliputi :1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.2. Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.3. Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat positif.4. Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi.5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.6. Pelanggaran hukum.7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan5. PERBEDAAN AUDIT MANAJEMEN DAN AUDIT KEUANGANAudit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dari kelemahan-kelemahan yangterjadi pada pengelolaan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang ditimbulkanoleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan (rekomendasi) yang berkaitandengan kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan di masa yang akan datang.Berbeda dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi, prosespencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan, audit manajemen dilakukan denganlingkup yang lebih luas yaitu keseluruhan aspek manajemen dari objek yang diaudit.6. TAHAP-TAHAP AUDIT
  4. 4. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam audit manajemen. Secara garis besar dapatdikelompokka menjadi lima, yaitu :1. Audit Pendahuluan2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen3. Audit Terinci4. Pelaporan5. Tindak Lanjut7. MEMAHAMI PERMASALAHAN SECARA DINIPenurunan kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan menurunnya pencapaian labaperusahaan, tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan yang tinggi, dan sebagainya,merupakan beberapa indikasi bahwa pengelolaan perusahaan masih perlu diperbaiki.Permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diselesaikan.Salah satu penyebab turunnya laba perusahaan adalah operasi yang kurang efisien. Hal iniditunjukkan dengan semakin kecilnya rasio antara output dan input (jumlah output dibagi denganjumlah input hasilnya tidak cukup tinggi). Perputaran karyawan yang tinggi menunjukkankepuasan kerja (job satisfaction) yang rendah bagi karyawan.Audit manajemen, melalui tahapan-tahapan auditnya, melakukan penilaian secara tepat terhadapproses (pengelolaan) yang telah terjadi, mengidentifikasi kelemahan dan memberikanrekomendasi perbaikan atas kekurangan tersebut.8. EKONOMISASI, EFISIENSI, DAN EFEKTIVITASPerusahaan sebagai penyedia barang dan jasa harus sadar bahwa sebenarnya penghasilan yangdiperoleh merupakan akibat dari kemampuannya untuk memberikan kepuasan kepada parapelanggannya. Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) sangat ditentukan oleh bagaimanaperusahaan tersebut memaksimalkan nilai pelanggannya (customer value). Nilai pelangganmerupakan selisih antara manfaat yang dapat dinikmati pelanggan (customer realization) denganapa yang dikorbankannya (customer sacrifice) untuk memperoleh manfaat tersebut. Jadi dengandemikian perusahaan yang mampu bersaing (memenangkan persaingan) adalah perusahaan yangmampu memaksimalkan manfaat yang diperoleh dan pengorbanan yang dilakukan olehpelanggan.
  5. 5. Dua hal penting yang bisa dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan nilai pelanggan adalahmelalui:- Meningkatkan manfaat yang dapat dinikmati dengan pengorbanan yang sama dan/ataumemperkecil pengorbanan pelanggan untuk memperoleh manfaat yang minimal sama.- Kedua-duanya sekaligus, yaitu meningkatkan manfaat yang diperoleh dengan menurunkanpengorbanannya.9. RUANG LINGKUP AUDIT MANAJEMENSesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi,efisiensi pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karenaitu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional objekaudit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian)maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan yang secara keseluruhan ditujukan untuk mencapaitujuan perusahaan.- Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran- Audit Manajemen padas Fungsi Produksi dan Operasi- Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia- Audit Manajemen pada Fungsi Sistem Informasi10. AUDIT MANAJEMEN LINGKUNGANUntuk menilai sejauh mana perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab lingkungannya.karena banyak kasus pengelolaan tanggung jawab linkungan yang kurang baik, yang merupakanpemborosan sumber daya bagi perusahaan. Meliputi keselamatan dan kesehatan kerja danpencemaran limbah.11. AUDIT SISTEM MANAJEMEN KUALITASUntuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampumemandu proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai denganstandar yang telah ditetapkan.12. AUDIT MANAJEMEN BIDANG PERPAJAKAN
  6. 6. Untuk membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban perpajakannya dengan efektif danefisien, sehingga perushaan dapat meminimalkan kewajiban perpajakannya tanpa melanggaraturan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.III. KESIMPULANAudit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadaap efisiensi dan efektivitasoperasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yangdiselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakahsumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program danaktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakanyang ditetapkan perusahaan.Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang masihmemerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat dicapaiperbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.Ruang lingkup audit manajemen adalah :- Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran- Audit Manajemen padas Fungsi Produksi dan Operasi- Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia- Audit Manajemen pada Fungsi Sistem Informasi

×