Masuknya agama Hindu ke Balidipengaruhi oleh Jawa Barat dan JawaTimur sekitar abad ke 8 SM. Denganditemukannya fragmen-fra...
Agama Hindu mengalami masa kejayaanpada abad ke 10 dengan ditandai olehberkuasanya raja suami istri DharmaUdayana Varmadev...
Pada saat Senapati I Kuturan dijabat olehMpu Rajakerta seluruh sektadikristalisasikan dalam pemujaan kepadaTri Murti Ketik...
Bukti lain ditemukannya arca Siva dipura Putra Bhatara Desa di desaBedaulu, Gianyar. Arca ini memillikitype yang sama deng...
Namun mulai tahun 1921 usaha pembinaanmuncul dengan adanya Suita Gama Tirthadi Singaraja, Sara Poestaka tahun 1923 diUbud ...
1.   Danghyang Markandeya     Beliau mengajarkan Siwa Sidhanta kepada     para pengikutnya dalam bentuk ritual: Surya     ...
Jadi yang bernama Bali mula-mulahanya daerah Taro saja, namunkemudian pulau ini dinamakan Balikarena penduduk di seluruh p...
beliau juga membangun pura-pura SadKahyangan lainnya yaitu : Batur,Sukawana, Batukaru, Andakasa, danLempuyang.Oleh karena ...
1.sekte Pasupata,2.Bhairawa, ke-11 datanglah ke BaliPada abad3.Siwa Shidanta,seorang Brahmana dari Majapahit yang4.Waisnaw...
Masing-masing sekte memuja Dewa-Dewatertentu sebagai istadewatanya atau sebagaiDewa Utamanya dengan Nyasa (simbol)tertentu...
Akibat yang bersifat negative ini bukan sajamenimpa desa bersangkutan, tetapi meluassampai pada pemerintahan kerajaansehin...
Oleh karena itu Raja Gunaprya  Dharmapatni mendatangkan 4 orang  Brahmana bersaudara yaitu:                      -dari sek...
Pada akhir abad ke – 15, kerajaanMajapahit mengalami keruntuhan.Selain disebabkanperang saudara (Perang Paregreg).Selain i...
Orang – orang Majapahit yang tidakmau beralih agama dari Hindu keIslam akhirnya memilih meninggalkanMajapahit. Mereka memi...
Selain itu beberapa diantara mereka bahkanmenetap di daerah pegunungan, seperti :           Pegunungan           Tengger, ...
Sedangkan beberapa dari merekayang masih tergolong arya danpara rohaniawan memilih untukpergi ke Bali, hal itu disebabkank...
Danghyang Nirartha datang keBali pada tahun 1489 M Danghyang Nirartha datang ke Bali dalam rangka dharmayatra, akan tetapi...
Ini terbukti dari pengikut –pengikutnya, yaitu orang –orang Sasak di Pulau Lombokyang mempelajari Islam dengansebutan Isla...
 Terlepasdari hal tersebut, Danghyang Nirartha adalah penganut Agama Hindu yang sempurna. Seperti para leluhurnya, Danghy...
Untuk itu, dibuatkanlah pelinggihkhusus yakni Padmasana, dari sinilahSadasiwa atau Tuhan Yang MahaEsa,Yang Maha Kuasa, Yan...
Pada waktu melakukanPura Rambutke Bali dari Daha,Dharmayatra     siwi, PuraTimur. Danghyang NirarthaJawa   Melanting,  Pur...
Danghyang Nirartha menetap di DesaMas. disini Danghyang Nirarthamenikahi anak bendesa Mas.Dari pernikahan ini DanghyangNir...
Ada dua Bhisama dari danghyangnirarta kepada seluruhketurunannya, yaitu;1. Seluruh keturunannya tidakdiperkenankan menyemb...
Dalam hal keyakinan (Agama Hindu)dapat dilihat peninggalannya berupapadmasana.namun Danghyang Nirarhtamengagungkan Sadasiw...
Hingga saat ini, peninggalanDanghyang Nirartha masih daat dilihat, seperti pura – pura di Baliyang dikenal dengan nama Pur...
KESIMPULAN     Keemasan masa Majapahit merupakanmasa gemilang kehidupan dan perkembanganAgama Hindu. Kehidupan agama Hindu...
SUKsMA
Perkembangan agama hindu di bali
Perkembangan agama hindu di bali
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perkembangan agama hindu di bali

10,852 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,852
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
146
Actions
Shares
0
Downloads
61
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkembangan agama hindu di bali

  1. 1. Masuknya agama Hindu ke Balidipengaruhi oleh Jawa Barat dan JawaTimur sekitar abad ke 8 SM. Denganditemukannya fragmen-fragmenprasasti berbahasa Sanskerta di Pejeng. Pada baris pertama dari dalamprasasti itu menyebutkan kata“Sivas.......ddh.......” yang diduga ketikautuh berbunyi: “Siva Siddhanta”.
  2. 2. Agama Hindu mengalami masa kejayaanpada abad ke 10 dengan ditandai olehberkuasanya raja suami istri DharmaUdayana Varmadeva danGunapriyadharmapatni.Pada masa pemerintahan raja ini terjadiproses Jawanisasi di Bali Masa Bali Kuno ini berakhir denganpemerintahan raja Astasura-ratnabhumibantenyang ditundukkan oleh ekspedisi Majapahitdibawah pimpinan mahapatih Gajah Mada.
  3. 3. Pada saat Senapati I Kuturan dijabat olehMpu Rajakerta seluruh sektadikristalisasikan dalam pemujaan kepadaTri Murti Ketika Bali memasuki abad pertengahan(abad 14 sampai dengan 19 Masehi), dibawah hegemoni Majapahit, makakehidupan dan tradisi Majapahit ditransferke Bali.
  4. 4. Bukti lain ditemukannya arca Siva dipura Putra Bhatara Desa di desaBedaulu, Gianyar. Arca ini memillikitype yang sama dengan arca-arca Sivadi Candi Dieng. Sekitar abad ke-13 Masehi. Di Baliberkembang pula sekta Bhairavadengan peninggalan berupa arca-arcaBhairava di pura Kebo Edan Pejeng.
  5. 5. Namun mulai tahun 1921 usaha pembinaanmuncul dengan adanya Suita Gama Tirthadi Singaraja, Sara Poestaka tahun 1923 diUbud Gianyar, Surya kanta tahun 1925 diSingaraja, Perhimpunan Tjatur WangsaDurga Gama Hindu Dan pada tahun 1964 (7s.d 10 Oktober 1964), diadakan MahasabhaHindu Bali dengan menetapkan Majeliskeagamaan bernama Parisada Hindu Bali ,yang selanjutnya menjadi Parisada HinduDharma Indonesia. BACK
  6. 6. 1. Danghyang Markandeya Beliau mengajarkan Siwa Sidhanta kepada para pengikutnya dalam bentuk ritual: Surya sewana, Bebali (Banten), dan Pecaruan. Karena semua ritual menggunakan banten atau bebali maka ketika itu agama ini dinamakan Agama Bali. Daerah tempat tinggal beliau dinamakan Bali.
  7. 7. Jadi yang bernama Bali mula-mulahanya daerah Taro saja, namunkemudian pulau ini dinamakan Balikarena penduduk di seluruh pulaumelaksanakan ajaran Siwa Sidantamenurut petunjuk-petunjuk DanghyangMarkandeya yang menggunakan bebaliatau banten.
  8. 8. beliau juga membangun pura-pura SadKahyangan lainnya yaitu : Batur,Sukawana, Batukaru, Andakasa, danLempuyang.Oleh karena itu beliau menetapkan bahwawarna merah sebagai simbol matahari danwarna putih sebagai simbol bulandigunakan dalam hiasan di Pura antara lainberupa ider-ider, lelontek, dll.
  9. 9. 1.sekte Pasupata,2.Bhairawa, ke-11 datanglah ke BaliPada abad3.Siwa Shidanta,seorang Brahmana dari Majapahit yang4.Waisnawa,berperan sangat besar pada kemajuan5.Bodha,6.Brahma,Agama Hindu di Bali.7.Resi,8.Sora sembilan sekte yang pernahAda dan9.Ganapatya.berkembang pada masa Bali Kunoantara lain :
  10. 10. Masing-masing sekte memuja Dewa-Dewatertentu sebagai istadewatanya atau sebagaiDewa Utamanya dengan Nyasa (simbol)tertentu serta berkeyakinan bahwaistadewatalah yang paling utama sedangkanyang lainnya dianggap lebih rendah.
  11. 11. Akibat yang bersifat negative ini bukan sajamenimpa desa bersangkutan, tetapi meluassampai pada pemerintahan kerajaansehingga roda pemerintahan menjadi kuranglancar dan terganggu.Dalam kondisi seperti itu, Raja GunapryaDharmapatni/Udayana Warmadewa perlumendatangkan rohaniawan dari Jawa Timuroleh Gunaprya Dharmapatni sudah dikenalsejak dahulu semasih beliau ada di JawaTimur.
  12. 12. Oleh karena itu Raja Gunaprya Dharmapatni mendatangkan 4 orang Brahmana bersaudara yaitu: -dari sekte Ciwa a. Mpu Semeru -penganut aliran Gnanapatya. b. Mpu Ghana - pemeluk agama c.Mpu Kuturan Budha dari aliran Mahayana d. Mpu Gnijaya - pemeluk Brahmaisme
  13. 13. Pada akhir abad ke – 15, kerajaanMajapahit mengalami keruntuhan.Selain disebabkanperang saudara (Perang Paregreg).Selain itu, adanyaserangan dari Kerajaan Demak yangberagama Islam. Akibat dari haltersebut, akhirnya penduduk beralihkeyakinan ke Agama Islam.
  14. 14. Orang – orang Majapahit yang tidakmau beralih agama dari Hindu keIslam akhirnya memilih meninggalkanMajapahit. Mereka memilih tinggal didaerah Pasuruan, Blambangan,Banyuwangi, dimana sebagian besarmasyarakatnya masih memeluk agamaHindu
  15. 15. Selain itu beberapa diantara mereka bahkanmenetap di daerah pegunungan, seperti : Pegunungan Tengger, Bromo, Kelud, Gunung Raung (Semeru).
  16. 16. Sedangkan beberapa dari merekayang masih tergolong arya danpara rohaniawan memilih untukpergi ke Bali, hal itu disebabkankarena saat itu di Bali pengaruhAgama Hindu masih sangat kuat.
  17. 17. Danghyang Nirartha datang keBali pada tahun 1489 M Danghyang Nirartha datang ke Bali dalam rangka dharmayatra, akan tetapi dharmayatranya tidak akan pernah kembali lagi ke Jawa.
  18. 18. Ini terbukti dari pengikut –pengikutnya, yaitu orang –orang Sasak di Pulau Lombokyang mempelajari Islam dengansebutan Islam Telu (Islam Tiga).
  19. 19.  Terlepasdari hal tersebut, Danghyang Nirartha adalah penganut Agama Hindu yang sempurna. Seperti para leluhurnya, Danghyang Nirartha memeluk Agama Siwa, yang lebih condong ke Tantrayana. Agama Siwa yang diajarkan oleh Danghyang Nirartha adalah Siwa Sidhanta, dengan menempatkan Tri Purusa, yaitu Paramasiwa, Sadasiwa, dan Siwa
  20. 20. Untuk itu, dibuatkanlah pelinggihkhusus yakni Padmasana, dari sinilahSadasiwa atau Tuhan Yang MahaEsa,Yang Maha Kuasa, Yang MahaAda, yang bersifat absolut, dan dipujaoleh semuanya. Oleh karena itu, setiappura harus memiliki pelinggihPadmasana.
  21. 21. Pada waktu melakukanPura Rambutke Bali dari Daha,Dharmayatra siwi, PuraTimur. Danghyang NirarthaJawa Melanting, Pura Er Jeruk, Pura – Purabanyak mendirikan Pura Petitengetterutama di daerah selatan pulau dan lain-lainBali, seperti :.
  22. 22. Danghyang Nirartha menetap di DesaMas. disini Danghyang Nirarthamenikahi anak bendesa Mas.Dari pernikahan ini DanghyangNirartha memiliki putra :Ida Timbul, Ida Alngkajeng, IdaPenarukan, dan Ida Sigaran.
  23. 23. Ada dua Bhisama dari danghyangnirarta kepada seluruhketurunannya, yaitu;1. Seluruh keturunannya tidakdiperkenankan menyembahpratima (arca – arca perwujudan).2. Seluruh keturunanya tidakdiperkenankan sembahyang diPura yang tidak memakai atau tidakada pelinggih Padmasana.
  24. 24. Dalam hal keyakinan (Agama Hindu)dapat dilihat peninggalannya berupapadmasana.namun Danghyang Nirarhtamengagungkan Sadasiwa, sebagaimanifestasi Tuhan Yang Maha Esa,yang Maha Segalanya dan hampir disemua pura di Bali saat ini terdapatpelinggih padmasana untukmengagungkan Tuhan Yang MahaEsa.
  25. 25. Hingga saat ini, peninggalanDanghyang Nirartha masih daat dilihat, seperti pura – pura di Baliyang dikenal dengan nama PuraDang Kahyangan.
  26. 26. KESIMPULAN Keemasan masa Majapahit merupakanmasa gemilang kehidupan dan perkembanganAgama Hindu. Kehidupan agama Hindu di Bali sudahberkembang sejak lama dan karateristik HinduDharma yang universal sejak awalnya tetapdipertahankan dan diaplikasikan dalamkehidupan nyata yang dikenal di Bali denganajaran Tri Hita Karana, yakni hubungan yangharmoni dengan Tuhan Yang Maha Esa,dengan sesama dan dengan bumi sertalingkungannya. Selesai
  27. 27. SUKsMA

×