Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

RPP PAI XI Kurikulum 2013 Seri 2.10 fiqh dawah

10,795 views

Published on

RPP PAI XI Kurikulum 2013 Seri 2.10 fiqh dawah
http://yasirmaster.wordpress.com

Published in: Education
  • Be the first to comment

RPP PAI XI Kurikulum 2013 Seri 2.10 fiqh dawah

  1. 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP- 2.10) KURIKULUM 2013 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Samatiga Kelas / Semester : XI / 2 Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Topik : Fiqh Da’wah Materi Pokok : Pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat. Alokasi Waktu : 4 X 3 Jam Pelajaran Jumlah Pertemuan : 4 x Pertemuan A. Kompetensi Inti : (K1) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (K2) : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro- aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. (K3) :Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (K4) :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar 3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah. 4.12 Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah C. Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10 Mampu Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah. 4.12 Mampu Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah D. Tujuan Pembelajaran Setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran siswa dapat 3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah. 4.12 Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah
  2. 2. E. Materi Ajar Khutbah, tabligh dan dakwah F. Metode Pembelajaran Saintifik kooperatif rool play,diskusi, ceramah G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan • Memberikan salam • Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar • Menanyakan kehadiran siswa • Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa • Tanya jawab materi sebelumnya • Menyampaikan tujuan pembelajaran melalui power point. 10 menit Inti • Mengamati - Menyimak bacaan al-Qur’an yang terkait dengan pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat dalam Islam secara individu maupun kelompok. - Mencermati ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Menanya: - Mengajukan pertanyaan tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Eksperimen/Eksplor - Diskusi tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat - Diskusi mengenai hikmah pelaksanaan khutbah, 70 menit
  3. 3. Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu tabligh dan dakwah di masyarakat • Assosiasi - Menyimpulkan ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakatt - Menyimpulkan hikmah ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Komunikasi - Menyajikan/melaporkan hasil diskusi tentang ketentuan ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat - Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah). - Membuat resume pembelajaran di bawah bimbingan guru. - Berlatih menerapkan ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Refleksi - Menampilkan kemampuan menerapkan atketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat Menunjukkan sikap menghargai dan menghormati pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat Penutup • Klarifikasi/kesimpulan siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi • Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran • Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran • Mengucapkan salam 10 menit H. Alat (Bahan) / Sumber Belajar: a. Alat / Bahan : Al Qur’an Power point, Video, LCD, Laptop b. Sumber Belajar : Buku PAI Kls XI Kemdikbud • Al-Quran dan Al-Hadits • Buku tajwid
  4. 4. • Kitab tafsir Al-Qur’an • Buku lain yang menunjang • Multimedia interaktif dan Internet I. Penilaian 1. Prosedur : a. Penilaian proses belajar mengajar oleh guru b. Penilaian hasil belajar (tes lisan/ tertulis berbentuk Esay) 2. Alat Penilaian (Soal terlampir) Suak Timah, 20 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Kepala Sekolah Pendidkan Agama Islam Drs. Baharuddin NIP: 19620419 199303 100 4 Salmimah.HR, S.Pd.I NIP:19590601 198612 2 Lampiran TARTILAN Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an. a. Q.S. Ali Imran : 104 b. Q.S. An Nahl : 125
  5. 5. c. Q.S. Al Baqarah : 256 GAMBAR IFTITAH Perkataan merupakan salah satu bentuk komunikasi untuk menyampaikan keinginan, gagasan serta pelbagai kepentingan. Dengan demikian, perkataan sangat besar pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku manusia dalam segala dimensinya (individual dan sosial). Perkataan dapat menimbulkan hal-hal yang positif konstruktif dan yang negatif destruktif. Maksudnya, dengan perkataan dapat meluruskan yang bengkok, mendekatkan yang jauh, menumbuhkan kebaikan dan membuahkan kemaslahatan atau sebaliknya. Semua itu tergantung pada nilai atau bobot dari perkataan itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering sekali mendengar kata dakwah. Hal itu sudah tidak asing bagi kita, apalagi kita sebagai umat Muslim. Pastinya akan lebih sering mendengar kata tersebut. Kata dakwah ini memiliki beberapa sebutan, diantaranya tabligh atau khotbah. Dilihat sekilas ketiga nama tersebut hampir sama, namun ada perbedaan diantara ketiganya. Yang paling tinggi dan paling luas cakupannya adalah dakwah. Di dalam dakwah ada beberapa jenjang aktifitas. Salah satunya adalah tabligh. Jadi tabligh itu bagian dari dakwah, tetapi dakwah bukan hanya semata-mata tabligh. Tabligh sendiri berarti menyampaikan. Di dalam tabligh, yang menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah informasi tentang agama Islam bisa sampai kepada objek dakwah. Sedangkan istilah khutbah dan ceramah sesungguhnya merupakan media dalam bertabligh. Khutbah itu identik dengan khutbah jumat, yang hukumnya wajib diselenggarakan tiap hari Jumat. Meski pun di luar khutbah jumat juga kita mengenal adanya khutbah nikah, khutbah ''Idul Fithri dan ''Idul Adha. Sedangkan ceramah
  6. 6. sifatnya agak bebas, tidak ada ketentuan waktu dan kesempatannya. Misalnya ceramah maulid, pengajian dan sejenisnya. Tujuan utamanya ialah untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Hal di atas cukup untuk menjadi alasan bagi seorang muslim untuk bersyukur dan membela Islam. Dalam tinjauan yang lebih luas lagi, Islam bukan hanya agama pribadi, tetapi juga sebuah ideologi yang harus diperjuangkan agar nilai-nilainya berjalan di muka bumi. MATERI POKOK dan URAIAN MATERI KHUTBAH, TABLIGH DAN DAKWAH A..KHOTBAH Khotbah berasal dari kata khataba, yakhtubu, khutbatan yang berarti ceramah atau pidato. Khotbah Jum'at ialah bentuk ceramah yang berisi nasehat dan wasiat keagamaan yang disampaikan kepada jamaah yang diikat oleh syarat dan rukun. Khutbah jumat punya syarat dan rukun yang tidak boleh ditinggalkan, sebab terkait erat dengan sah atau tidaknya sebuah ibadah mahdhah. Orang yang menyampaikan khotbah disebut dengan khotib. Khotib Jum'at. Khotib harus memenuhi ketentuan agar menjadikan khotbahnya syah. Adapun ketentuan menjadi khotib adalah : a. Islam, baligh, berakal sehat. b. Mengetahui syarat, rukun dan sunat khotbah. c. Suci dari hadats dan najis. d. Suaranya jelas dan dapat difahami jamaah. e. Tidak tercela dalam masyarakat. Syarat Khotbah a Syarat khotbah yaitu suatu hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan khotbah jum'at. Adapun syarat dua khotbah yaitu : b Dimulai sesudah masuk waktu dhuhur. c Khotib hendaknya berdiri jika mampu. d Khotib hendaklah duduk sebentar antara khotbah satu dan khotbah kedua. Rasulullah saw, bersabda : ‫ن‬َ ‫كنا‬َ ‫ل‬ُ ‫ا‬ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫س‬ُ ‫ا‬ ‫ر‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬‫لا ى‬َّ‫ى‬‫ص‬َ ‫هلل‬ُ ‫ا‬ ‫ا‬‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ل‬َ ‫ع‬َ ‫م‬َ ‫ل‬َّ‫ى‬‫س‬َ ‫و‬َ ‫ب‬ُ ‫ا‬ ‫ط‬ُ ‫ا‬ ‫خ‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫منا‬ً‫ ا‬ ‫ئ‬ِ ‫َص‬‫قنا‬َ ‫س‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫ج‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫و‬َ ‫ن‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ب‬َ ‫ن‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ت‬َ ‫ب‬َ ‫ط‬ْ‫ُل‬ ‫خ‬ُ ‫ا‬‫)رواه‬(‫مسلم‬ Artinya : " Adalah Rasulullah saw, berkhotbah dengan berdiri dan beliau duduk antara dua khotbah". (HR. Muslim) e Suara khotib harus dapat didengar jamaah. f Khotib harus suci dari hadats dan najis. g Khotib harus menutup aurotnya. h Tertib. Rukun Khotbah Rukun khotbah ialah suatu hal yang harus dikerjakan ketika melaksanakan khotbah jum'at. Adapun rukun dua khotbah adalah sebagai berikut :
  7. 7. a Membaca puji-pujian (hamdalah). b Membaca syahadatain. c Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. d Berwasiat tentang taqwa. e Membaca ayat Al-Qur'an dalam salah satu khotbah. f Mendoakan kaum muslimin pada khotbah kedua. Sunat Khotbah Sunat khotbah yaitu suatu hal yang sebaiknya dilaksanakan dalam khotbah jum'at. Adapun sunat khotbah adalah : a Khotbah disampaikan diatas tempat yang lebih tinggi. b Khotib menyampaikan khotbah dengan kalimat yang jelas, sistematis dan tidak terlalu panjang. Rasulullah saw, bersabda : ‫ن‬َ ‫كنا‬َ ‫ل‬ُ ‫ا‬ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫س‬ُ ‫ا‬ ‫ر‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬‫لا ى‬َّ‫ى‬‫ص‬َ ‫هلل‬ُ ‫ا‬ ‫ا‬‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ل‬َ ‫ع‬َ ‫م‬َ ‫ل‬َّ‫ى‬‫س‬َ ‫و‬َ ‫ل‬ُ ‫ا‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ط‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬َ ‫ة‬َ ‫ال‬َ ‫ص‬َّ‫ى‬ ‫ال‬‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ص‬ُ ‫ا‬ ‫ق‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫و‬َ ‫ة‬َ ‫ب‬َ ‫ط‬ْ‫ُل‬ ‫خ‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ا‬‫)رواه‬(‫النسناء‬ Artinya: "Rasulullah saw; memanjangkan sholatnya dan memendekkan khotbah-nya". (HR.Nasa'i) c Khotib hendaklah menghadap kearah jama'ah. d Khotib hendaklah memberi salam pada awal khotbah. e Khotib duduk sebentar sesudah memberi salam. f Khotib membaca surat Al-Ikhlas ketika duduk antara dua khotbah. g Khotib menertibkan tiga rukun khotbah yaitu, puji-pujian, sholawat Nabi saw, dan wasiat taqwa’. h Jama'ah hendaklah memperhatikan khotbah. Rasulullah saw, bersabda : ‫ذا‬َ ‫إ‬ِ ‫َص‬‫ت‬َ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ق‬ُ ‫ا‬‫ك‬َ ‫ب‬ِ ‫َص‬‫ح‬ِ ‫َص‬ ‫صنا‬َ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫م‬َ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫ت‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬َ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ج‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ا‬‫ت‬ْ‫ُل‬ ‫ص‬ِ ‫َص‬ ‫ن‬ْ‫ُل‬‫أ‬َ ‫م‬ُ ‫ا‬‫منا‬َ ‫إل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬ْ‫ُل‬‫و‬َ ‫ب‬ُ ‫ا‬ ‫ط‬ُ ‫ا‬ ‫خ‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫د‬ْ‫ُل‬ ‫ق‬َ ‫ف‬َ ‫ت‬ِ ‫َص‬ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫غ‬َ ‫ل‬َ ‫)رواه‬‫البخارى‬‫و‬(‫مسلم‬ Artinya : " Jika kamu berkata pada temanmu: diam, di hari jum'at ketika imam sedang khotbah, maka jum'at kamu sia-sia". (HR. Bukhori dan Muslim ) Praktik Berkhotbah Dalam praktek berkhotbah hendaklah diperhatikan syarat dan rukun khotbah. Kemudian perhatikan urutan-urutan sebagai berikut : Khotbah pertama.  Khotib berdiri memberi salam.  Khotib duduk mendengar adzan.  Khotib berdiri kemudian membaca hamdalah seperti : ‫د‬ُ ‫ا‬‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ح‬َ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫أ‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ِ ‫َص‬‫ذ ى‬ِ ‫َص‬‫ل‬َّ‫ى‬‫ا‬‫ننا‬َ ‫م‬َ ‫ع‬َ ‫ن‬ْ‫ُل‬‫أ‬َ ‫ن‬ِ ‫َص‬ ‫منا‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫إل‬ِ ‫َص‬ ‫نا‬ْ‫بُل‬ِ ‫َص‬‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ال‬َ ‫س‬ْ‫ُل‬ ‫إل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬ْ‫ُل‬‫و‬َ  Membaca dua kalimat syahadat seperti : ‫د‬ُ ‫ا‬‫ه‬َ ‫ش‬ْ‫ُل‬ ‫أ‬َ ‫ن‬ْ‫ُل‬ ‫أ‬َ ‫ال‬َ ‫ه‬َ ‫ل‬َ ‫إ‬ِ ‫َص‬‫ال‬َّ‫ى‬ ‫إ‬ِ ‫َص‬‫هلل‬َ ‫ا‬‫د‬ُ ‫ا‬‫ه‬َ ‫ش‬ْ‫ُل‬ ‫أ‬َ ‫و‬َ ‫ن‬َّ‫ى‬ ‫أ‬َ ‫دا‬ً‫ ا‬‫م‬َّ‫ى‬ ‫ح‬َ ‫م‬ُ ‫ا‬‫ل‬ُ ‫ا‬ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫س‬ُ ‫ا‬ ‫ر‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬  Membaca sholawat Nabi saw ; seperti contoh : ‫م‬َّ‫ى‬‫ه‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬َّ‫ى‬‫ل‬‫ا‬َ ‫ل‬ِّ ‫ص‬َ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ل‬ِّ ‫س‬َ ‫و‬َ ‫لا ى‬َ ‫ع‬َ ‫ننا‬َ ‫ي‬ِّ ‫ب‬ِ ‫َص‬‫ن‬َ ‫د‬ٍ ‫َو‬‫م‬َّ‫ى‬ ‫ح‬َ ‫م‬ُ ‫ا‬‫لا ى‬َ ‫ع‬َ ‫و‬َ ‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫ا‬َ ‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ب‬ِ ‫َص‬‫ح‬ْ‫ُل‬ ‫ص‬َ ‫و‬َ ‫ن‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ع‬ِ ‫َص‬ ‫م‬َ ‫ج‬ْ‫ُل‬ ‫أ‬َ  Memberi wasiat tentang taqwa : ‫ق‬ُ ‫ا‬ ‫ت‬َّ‫ى‬‫إ‬ِ ‫َص‬‫هلل‬َ ‫ا‬  Pada waktu memberi wasiat hendaklah dengan mengutip ayat Al-Qur'an.
  8. 8.  Penutup khotbah pertama dengan membaca : ‫ل‬ُ ‫ا‬ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ق‬ُ ‫ا‬‫أ‬َ ‫لا ى‬ِ ‫َص‬‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ق‬َ ‫ذا‬َ ‫ه‬َ ‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ف‬ِ ‫َص‬‫غ‬ْ‫ُل‬ ‫ت‬َ ‫س‬ْ‫ُل‬ ‫وا‬َ ‫هلل‬ُ ‫ا‬ ‫ا‬‫لا ى‬ِ ‫َص‬‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ل‬َ ‫و‬َ  Khotbah kedua.  Setelah selesai khotbah pertama, khotib duduk sebentar, kemudian berdiri lagi lalu membaca hamdalah, syahadatain, shalawat kepada Nabi Muhammad saw, wasiat taqwa lalu mendoakan kaum muslimin. ‫م‬َّ‫ى‬‫ه‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬َّ‫ى‬‫ل‬‫أ‬َ ‫ر‬ْ‫ُل‬ ‫ف‬ِ ‫َص‬‫غ‬ْ‫ُل‬ ‫ا‬‫ن‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ن‬ِ ‫َص‬‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ؤ‬ْ‫ُل‬ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ل‬ِ ‫َص‬‫ت‬ِ ‫َص‬ ‫ننا‬َ ‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ؤ‬ْ‫ُل‬ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫وا‬َ ‫ن‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫س‬ْ‫ُل‬ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫وا‬َ ‫ت‬ِ ‫َص‬ ‫منا‬َ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫س‬ْ‫ُل‬ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫وا‬َ ‫ء‬ِ ‫َص‬ ‫ينا‬َ ‫ح‬ْ‫ُل‬ ‫أل‬َ ‫أ‬َ ْ‫ُل‬‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ه‬ُ ‫ا‬ ‫ن‬ْ‫ُل‬‫م‬ِ ‫َص‬‫ت‬ِ ‫َص‬ ‫وا‬َ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫أل‬َ ‫ا‬ْ‫ُل‬‫و‬َ  Kemudian di tutup dengan bacaan : ‫د‬َ ‫بنا‬َ ‫ع‬ِ ‫َص‬‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬ ‫ن‬َّ‫ى‬ ‫إ‬ِ ‫َص‬‫هلل‬َ ‫ا‬‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫م‬ُ ‫ا‬ ‫أ‬ْ‫ُل‬‫ي‬َ ‫ل‬ِ ‫َص‬ ‫د‬ْ‫ُل‬ ‫ع‬‫ع‬‫ع‬َ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫بنا‬ِ ‫َص‬‫ن‬ِ ‫َص‬ ‫عنا‬‫ع‬‫س‬َ ‫ح‬ْ‫ُل‬ ‫إل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬ْ‫ُل‬‫و‬َ ‫ئ‬ِ ‫َص‬ ‫عنا‬‫ع‬‫ت‬َ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫إ‬ِ ‫َص‬‫و‬َ ‫ذ ى‬ِ ‫َص‬‫عا ى‬‫ع‬‫ب‬َ ‫ر‬ْ‫ُل‬ ‫ق‬ُ ‫ا‬‫ال‬ْ‫ُل‬‫هعا ى‬َ ‫ن‬ْ‫ُل‬‫ي‬َ ‫و‬َ ‫ن‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬‫ع‬‫ع‬َ ‫ء‬ِ ‫َص‬ ‫عنا‬‫ع‬‫ش‬َ ‫ح‬ْ‫ُل‬ ‫ف‬َ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ا‬‫ر‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬‫ع‬‫ك‬َ ‫ن‬ْ‫ُل‬‫م‬ُ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫وا‬َ ‫ي‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬‫ع‬‫غ‬ْ‫ُل‬ ‫ب‬َ ‫ال‬ْ‫ُل‬‫و‬َ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ع‬‫ع‬‫ك‬ُ ‫ا‬‫ظ‬ُ ‫ا‬ ‫ع‬ِ ‫َص‬‫ي‬َ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ع‬‫ع‬‫ك‬ُ ‫ا‬‫ل‬َّ‫ى‬‫ع‬َ ‫ل‬َ ,‫ن‬َ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ك‬َّ‫ى‬‫ذ‬َ ‫تع‬َ ‫روا‬ُ ‫ا‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ذ‬ْ‫ُل‬ ‫فنا‬َ ‫هلل‬َ ‫ا‬‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ظ‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬َ ‫ل‬ْ‫ُل‬‫ا‬‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ر‬ْ‫ُل‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ذ‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬َ ‫ه‬ُ ‫ا‬‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ش‬ْ‫ُل‬ ‫وا‬َ ‫لا ى‬َ ‫ع‬َ ‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫م‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬َ ‫ن‬ِ ‫َص‬‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫د‬ْ‫ُل‬ ‫ز‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬َ ‫ه‬ُ ‫ا‬‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ل‬ُ ‫ا‬‫ئ‬َ ‫س‬ْ‫ُل‬ ‫وا‬َ ‫ن‬ْ‫ُل‬ ‫م‬ِ ‫َص‬‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ل‬ِ ‫َص‬‫ض‬ْ‫ُل‬ ‫ف‬َ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ك‬ُ ‫ا‬‫ط‬ِ ‫َص‬ ‫ع‬ْ‫ُل‬ ‫ي‬ُ ‫ا‬‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ك‬ْ‫ُل‬ ‫ذ‬ِ ‫َص‬‫ل‬َ ‫و‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬‫ر‬ُ ‫ا‬ ‫ب‬َ ‫ك‬ْ‫ُل‬ ‫ا‬َ Fungsi Khotbah Fungsi khotbah jum'at antara lain: Untuk mengingatkan kaum muslimin agar meningkatkan iman dan taqwa, meningkatkan amal sholeh, memperbaiki akhlaq, dorongan menuntut ilmu, mempererat ukhuwah islamiyah dan lain-lainnya. B. TABLIGH Tabligh berasal dari kata ballagha, yuballighu tablighon yang berarti menyampaikan. Menurut istilah tabligh adalah menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat. Di dalam tabligh, yang menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah informasi tentang agama Islam bisa sampai kepada objek dakwah. Tapi tidak ada tuntutan lebih jauh untuk mendalami suatu masalah itu Tabligh adalah da’wah Islamiyah dalam bentuk khusus (lisan dan tulisan) untuk menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Pelaksananya dinamakan muballigh/ muballighat. nAllah berfirman : Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah[1222], mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan”. (Al- Ahzab : 39) C. Dakwah Kata da’wah merupakan masdar (kata dasar) dari kata kerja da’aa yad’uu yang berarti seruan, panggilan, ajakan. Menurut istilah dakwah ialah setiap kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang atau kelompok orang untuk beriman kepada Allah swt, sesuai dengan ajaran aqidah (keyakinan), syari’ah (hukum) dan akhlak Islam. Rasulullah saw; bersabda : ‫ن‬ْ‫ُل‬ ‫ع‬َ ‫د‬ِ ‫َص‬‫ب‬ْ‫ُل‬‫ع‬َ ‫هلل‬ِ ‫َص‬ ‫ا‬‫ن‬ِ ‫َص‬ ‫ب‬ْ‫ُل‬‫ا‬‫ر‬ٍ ‫َو‬ ‫م‬ْ‫ُل‬ ‫ع‬َ ‫ن‬َّ‫ى‬ ‫ا‬َ ‫و‬َ ‫ي‬َّ‫ى‬ ‫نب‬ِ ‫َص‬َ ‫ال‬‫لا ى‬َّ‫ى‬‫ص‬ِ ‫َص‬‫هلل‬ُ ‫ا‬ ‫ا‬‫ه‬ِ ‫َص‬ ‫ي‬ْ‫ُل‬‫ل‬َ ‫ع‬َ ‫م‬َ ‫ل‬َّ‫ى‬‫س‬َ ‫و‬َ ‫وا‬ْ‫ُل‬ ‫غ‬ُ ‫ا‬‫ل‬ِّ ‫ب‬َ ‫نا ى‬ِّ ‫ع‬َ ‫و‬ْ‫ُل‬ ‫ل‬َ ‫و‬َ ‫ة‬ً‫ ا‬ ‫ي‬َ ‫أ‬َ )‫رواه‬(‫البخارى‬ Artinya : ”Dari Abdullah ibn Amr sesungguhnya Nabi saw bersabda”: ”Sampaikanlah olehmu apa yang kalian peroleh dari aku walaupun hanya satu ayat". (HR. Bukhori )
  9. 9. Rasulullah saw melakukan da’wah menurut prinsip yang telah digariskan Allah swt dalam Al-Qur’an sebagai berikut : Artinya :” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.( An-Nahl : 125) Adapun metode berdakwah menurut Q.S. An-Nahl : 125 adalah dengan cara :  Bilhikmah (kebijaksanaan) artinya dengan cara yang jelas dan tegas sehingga dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Penyampaian dakwah ini terlebih dahulu harus mengetahui tujuannya dan mengenal secara benar terhadap orang atau kelompok yang menjadi sasarannya.  Mauidhah hasanah artinya berdakwah dengan nasehat yang baik maksudnya dengan menyenangkan hati, tidak menyakitkan dan tidak memaksakan tetapi dengan cara persuasif yaitu memberikan kesempatan kepada orang untuk berfikir dan menentukan sendiri.  Mujadalah (diskusi) ialah berdakwah dengan saling tukar fikiran dan informasi. Cara ini biasanya dilakukan kepada orang yang mempunyai kemampuan berfikir logis dan kritis. Berdakwah atau menyeru orang (kelompok orang) agar meyakini ajaran Islam dan mengamalkan ajarannya merupakan tugas suci kita semua sebagaimana perintah nabi Muhammad saw, dalam kandungan hadits di atas. Dakwah bisa dilakukan dengan lisan, tulisan dan perbuatan sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw pada masa hidupnya. Setiap muslim hendaklah menyadari bahwa berdakwah adalah merupakan suatu kewajiban, sedang berhasil atau tidaknya Allahlah yang menentukan (Lihat Q.S. At-Taubah : 56). RANGKUMAN Dari hal-hal yang telah diuraikan terdahulu, dapat kita analisa bahwa khothbah, tabligh dan dakwah hampir sama, namun ada perbedaan diantara ketiganya. Yang paling tinggi dan paling luas cakupannya adalah dakwah. Di dalam dakwah ada beberapa jenjang aktifitas. Salah satunya adalah tabligh. Jadi tabligh itu bagian dari dakwah, tetapi dakwah bukan hanya semata-mata tabligh. Tabligh sendiri berarti menyampaikan. Di dalam tabligh, yang menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah informasi tentang agama Islam bisa sampai kepada objek dakwah. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : KHUTHBAH TABLIGH DAKWAH 1. Dilaksanakan pada waktu-waktu 1. Dapat dilakukan kapan saja 1. Dapat dilakukan kapan saja.
  10. 10. tertentu. 2. Ada syarat dan rukun. 3. Ada mimbar khusus untuk melaksanakannya. 4. Waktunya terbatas 5. Dilakukan oleh seorang yang memiliki kemampuan berorasi dan memiliki pengetahuan yang cukup 6. Orang yang melaksanakan disebut khatib. 7. Dilakukan secara khusus dan memiliki tata cara tertentu. 2. Tidak ada syarat dan rukun 3. Ada yang meggunakan mimbar dan ada yang tidak, tergantung tempat pelaksanaannya 4. Ada yang tidak terbatas dan ada yang dibatasi waktunya 5. Bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kemampuan berorasi dan pengetahuan agama 6. Orang yang melaksanakan disebut mubaligh/mubalighot 7. Dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti seminar atau menggunakan tehnologi 1. 2. Tidak ada syarat dan rukun 3. Tidak perlu ada mimbar khusus dalam pelaksanannya 4. Tidak dibatasi waktu 5. Boleh dilakukan siapa saja, karena setiap muslim wajib, mempelari, mengamalkan dan mendakwahkan Islam. 6. Orang yang melaksana-kannya disebut dengan da’i. 7. Dapat dilakukan tanpa melalui acara formal karena dapat dilakukan kapan dan dimana saja.
  11. 11. Lampiran 2 : Format Penilaian Proses bealajar FORMAT PENGAMATAN SIKAP No Nama Siswa Disiplin Tanggung jawab Peduli Kerja keras a b c a B c a b c A b c 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 34 35 36
  12. 12. 37 39 INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2 1. Disiplin a. Selalu hadir di kelas tepat waktu b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok 2. Tanggung jawab a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya d. Partisipasi dalam kelompok 3. Peduli a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya 4. Kerja keras a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh b. Menunjukkan sikap pantang menyerah c. Berusaha menemukan solusi permasalahan yang diberikan PEDOMAN PENILAIAN: a. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu. b. Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut. . • Tugas - Mengumpulkan bahan-bahan artikle/ tulisan tentang masalah khutbah, tabligh dan Dakwah - Membuat konsep khutbah, tabligh dan dakwah - Membuat laporan tentang memahami sikap menghormati dan menghargai pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Observasi - Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat: - Isi diskusi bagaimana membuat konsep khutbah, tabligh dan dakwah - Memahami sikap menghormati dan menghargai pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat
  13. 13. • Portofolio - Membuat konsep khutbah, tabligh dan dakwah - Membuat laporan tentang ketentuan syariat Islam dalam masalah ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat • Tes • Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda dan uraian

×