Oleh : Muhammad Subhan Amarullah 14410613 PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
 
STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN <ul><li>Strategi pengelolaan lingkungan yang diterapkan oleh Pemerintah dimulai dari: </li...
PRODUKSI BERSIH/ CLEANER PRODUCTION <ul><li>Menerapkan strategi preventif secara kontinu terhadap proses dan produk untuk ...
MINIMASI LIMBAH <ul><li>Adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari...
<ul><li>PENGGUNAAN KENBALI /  REUSE </li></ul><ul><li>Pemanfaatan limbah dengan menggunakan kembali untuk keperluan/ fungs...
<ul><li>PEROLEHAN KEMBALI/ RECOVERY </li></ul><ul><li>Upaya pemanfaatan limbah dengan mengelola atau memperoleh salah satu...
PENGURANGAN LIMBAH/ REDUCTION <ul><li>Adalah teknologi yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran di awal pr...
 
MENGAPA DIPERLUKAN KONSEP TEKNOLOGI BERSIH? <ul><li>Agar proses produksi lebih efisien </li></ul><ul><li>Mengurangi biaya:...
 
LANGKAH PELAKSANAAN <ul><li>Mengkaji kondisi lingkungan </li></ul><ul><li>Perencanaan manajemen lingkungan </li></ul><ul><...
KENDALA YANG ADA <ul><li>Peraturan mengenai lingkungan belum dijalankan dgn baik </li></ul><ul><li>Penerapan teknologi pro...
UPAYA MENGATASI KENDALA <ul><li>Perlu ditekankan bahwa produks bersih bukan hanya tanggung jawab industri saja </li></ul><...
12 KIAT PRAKTIS  DALAM MELAKSANAKAN PRODUKSI BERSIH <ul><li>Kurangi pemakaian kemasan </li></ul><ul><li>Adopsi pedoman pen...
 
 
 
CONTOH PROSES PRODUKSI BERSIH  LAPIS LISTRIK <ul><li>DALAM INDUSTRI LAPIS LISTRIK TIDAK DAPAT DIHINDARI ADANYA BUANGAN </l...
MINIMASI LIMBAH INDUSTRI  LAPIS LISTRIK <ul><li>PENGURANGAN PADA SUMBER </li></ul><ul><li>PEMANFAATAN ULANG </li></ul><ul>...
1. PENGURANGAN PADA SUMBER <ul><li>Pada larutan elektrolit </li></ul><ul><ul><li>Larutan elektrolit mengandung logam2 bera...
2.  PEMANFAATAN ULANG <ul><li>Air pembilas dapat didaur ulang dengan 2 cara yaitu:  </li></ul><ul><li>Sistem rangkaian ter...
3.  PENGOLAHAN LIMBAH <ul><li>Limbah dari industri lapis listrik ada 2: </li></ul><ul><li>Limbah padat dan limbah cair </l...
2.  LIMBAH CAIR: <ul><li>Mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti: Senyawa krom, nikel, tembaga, sulfat, klorida, sianid...
<ul><li>2.  PENGOLAHAN PELAPISAN LOGAM-LOGAM BERAT </li></ul><ul><li>Dengan cara pengendapan, di mana senyawa logam diruba...
<ul><li>4. PENGOLAHAN SENYAWA NIKEL </li></ul><ul><ul><li>Pengendapan sebagai hidroksida dengan kapur atau soda kostik ata...
<ul><ul><li>5.  PEMBUANGAN  </li></ul></ul><ul><li>Lahan bekas industri lapis listrik mempunyai tingkat pencemaran tinggi,...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengelolaan sda

3,664 views

Published on

Published in: Technology, Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,664
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengelolaan sda

  1. 1. Oleh : Muhammad Subhan Amarullah 14410613 PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
  2. 3. STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN <ul><li>Strategi pengelolaan lingkungan yang diterapkan oleh Pemerintah dimulai dari: </li></ul><ul><ul><li>Strategi pendekatan kapasitas daya dukung (Carrying capacity approach) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengelolaan pada limbah yang sudah terbentuk (End of pipe treatment) </li></ul></ul><ul><ul><li>Produksi bersih (Cleaner Production) </li></ul></ul><ul><li>Produksi bersih m ulai diberlakukan pada bulan September 1989/awal 1990, di mana sifatnya adalah preventif atau sifatnya pencegahan </li></ul>
  3. 4. PRODUKSI BERSIH/ CLEANER PRODUCTION <ul><li>Menerapkan strategi preventif secara kontinu terhadap proses dan produk untuk mengurangi terjadinya risiko pencemaran pada manusia dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Tidak mengunakan bahan B-3 </li></ul><ul><li>Menghemat pemakaian bahan baku dan energi serta mereduksi jumlah dan toksisitas emisi serta buangan (eko-efisiensi) </li></ul><ul><li>Mereduksi dampak yang timbul di seluruh daur hidup produk ( life cycle of the product) mulai dari bahan baku sampai pembuangan limbah </li></ul><ul><li>Menerapkan teknologi bersih dengan mengubah sikap dan perilaku agar sadar lingkungan </li></ul>
  4. 5. MINIMASI LIMBAH <ul><li>Adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi, dengan jalan mereduksi pada sumbernya dan manfaatkan kembali limbah agar dapat membersihkan keuntungan ekonomis </li></ul>
  5. 6. <ul><li>PENGGUNAAN KENBALI / REUSE </li></ul><ul><li>Pemanfaatan limbah dengan menggunakan kembali untuk keperluan/ fungsi yang sama mengalami perubahan bentuk </li></ul><ul><li>Contoh: Penggunaan kembali un-treated water </li></ul><ul><li>P emakaian kemasan bahan kimia untuk bahan kimia sejenis </li></ul><ul><li>DAUR ULANG/ RECYLE </li></ul><ul><li>Memanfaatkan limbah dengan pengolahan fisik/ kimiawi, untuk menghasilkan produk yang sama. </li></ul><ul><li>Cont o h: Daur ulang limbah plastik menjadi bijih plastik, </li></ul><ul><li> Daur ulang lilin bekas menjadi lilin kualitas second </li></ul>
  6. 7. <ul><li>PEROLEHAN KEMBALI/ RECOVERY </li></ul><ul><li>Upaya pemanfaatan limbah dengan mengelola atau memperoleh salah satu/ lebih kompenen yang terkandung di dalamnya. </li></ul><ul><li>Contoh: Me- recover khrom pd limbah padat industri kulit </li></ul><ul><li> Me- recover timah hitam Pb limbah aki bekas </li></ul><ul><li>RE-THINK </li></ul><ul><li>Adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan beroprasi. </li></ul><ul><li>Implikasi dari re-think adalah: </li></ul><ul><ul><li>perubahandalam pola produksi dan konsumsi, berlaku baik pada prose maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur ulang produk. </li></ul></ul><ul><ul><li>Upaya produksi bersih ini akan berhasil bila ada perubahan pola pikir, sikap dan tingkah lak dari semua pihak terkait, baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. </li></ul></ul>
  7. 8. PENGURANGAN LIMBAH/ REDUCTION <ul><li>Adalah teknologi yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran di awal produksi. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><ul><li>mengurangi dan meminimasi penggunaan bahan baku, air dan energi </li></ul></ul><ul><ul><li>menghindari pemakaian bahan B-3 </li></ul></ul><ul><ul><li>mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya. </li></ul></ul>
  8. 10. MENGAPA DIPERLUKAN KONSEP TEKNOLOGI BERSIH? <ul><li>Agar proses produksi lebih efisien </li></ul><ul><li>Mengurangi biaya: </li></ul><ul><ul><li>Modal dan operasi/produksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengolahan limbah </li></ul></ul><ul><ul><li>Ijin, pemantauan dan penegakan hukum </li></ul></ul><ul><li>Mereduksi dampak lingkungan/minimasi limbah </li></ul><ul><li>Mengurangi risiko serta biaya akibat tumpahan dan kecelakaan </li></ul><ul><li>Meningkatkan keuntungan akibat penjualan </li></ul><ul><li>Pemanfaatan limbah /reuse, recycle , dan recovery </li></ul>
  9. 12. LANGKAH PELAKSANAAN <ul><li>Mengkaji kondisi lingkungan </li></ul><ul><li>Perencanaan manajemen lingkungan </li></ul><ul><li>Audit terhadap suplier dan klien </li></ul><ul><li>Audit limbah dan energi </li></ul><ul><li>Mempelajari dampak bahan baku </li></ul><ul><li>Mereduksi produksi limbah dan konsumsi energi </li></ul><ul><li>Mengganti bahan baku yang menimbulkan dampak lingkungan </li></ul><ul><li>Melakukan pelatihan/penyuluh </li></ul><ul><li>Mempublikasikan hasil yang dicapai </li></ul><ul><li>Memantau perkembangan program </li></ul>
  10. 13. KENDALA YANG ADA <ul><li>Peraturan mengenai lingkungan belum dijalankan dgn baik </li></ul><ul><li>Penerapan teknologi produksi bersih belum merupakan hal yang wajib </li></ul><ul><li>Bagi produksi yang sudah jalan, mengalami kendala dalam hal biaya kalau harus ganti dgn produksi bersih </li></ul><ul><li>Perlu ada aturan dari pemerintah, bahwa sumberdaya harus digunakan seefisien mungkin </li></ul><ul><li>Masih ada persepsi bahwa teknologi bersih hanya akan mengurangi keuntungan </li></ul><ul><li>Sudah puas dengan sikap manajemen lama dan tidak setuju bila ada perubahan </li></ul>
  11. 14. UPAYA MENGATASI KENDALA <ul><li>Perlu ditekankan bahwa produks bersih bukan hanya tanggung jawab industri saja </li></ul><ul><li>Perlu ada persamaan pengertian antara pemerintah dan pelaku kegiatan ekonomi mengenai produksi bersih </li></ul><ul><li>Perlu ada perubahan strategi dari end of pipe treatment menjadi cleaner production </li></ul><ul><li>Target dapat dicapai dengan biaya rendah dan dijalankan setahap demi setahap </li></ul>
  12. 15. 12 KIAT PRAKTIS DALAM MELAKSANAKAN PRODUKSI BERSIH <ul><li>Kurangi pemakaian kemasan </li></ul><ul><li>Adopsi pedoman pengurangan limbah beracun di dalam RT </li></ul><ul><li>Pilih bahan yg dapat dipakai kembali (botol gallon aqua) </li></ul><ul><li>Rawat dan reparasi perawatan </li></ul><ul><li>Pakai kembali tas, kemasan,dllnya </li></ul><ul><li>Pinjam/sewa alat yang jarang digunakan </li></ul><ul><li>Jual/sumbangkan barang yang habis pakai, tetapi masih bermanfaat </li></ul><ul><li>Pilih barang yang kemasannya dapat dipakai kembali </li></ul><ul><li>Pilih produk dengan kemasan daur ulang </li></ul><ul><li>Jadikan sampah sebagai kompos </li></ul><ul><li>Sosialisasikan konsep pakai ( use) , pakai kembali (reuse) dan daur ulang (recycle) </li></ul><ul><li>Kreatif menggunakan kembali barang bekas </li></ul>
  13. 19. CONTOH PROSES PRODUKSI BERSIH LAPIS LISTRIK <ul><li>DALAM INDUSTRI LAPIS LISTRIK TIDAK DAPAT DIHINDARI ADANYA BUANGAN </li></ul><ul><li>MENGAPA BUANGAN HRS DIKURANGI DAN DIOLAH? </li></ul><ul><li>Pengontrolan terhadap saluran pembuangan akhir sangat sulit dilakukan </li></ul><ul><li>Limbah dapat menyebabkan hujan asam dan penipisan lapisan ozon </li></ul><ul><li>Dari sudut ekonomi </li></ul><ul><ul><li>Mengurangi biaya pengolahan buangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Memperbaiki pengoperasian pabrik </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengurangi risiko pertanggungjwban </li></ul></ul><ul><ul><li>Menaikkan daya saing </li></ul></ul><ul><li>Memenuhi aturan yang makin ketat </li></ul><ul><li>Memberi kesan baik pada masyarakat sekitar pabrik tentang pelestarian lingkungan. </li></ul>
  14. 20. MINIMASI LIMBAH INDUSTRI LAPIS LISTRIK <ul><li>PENGURANGAN PADA SUMBER </li></ul><ul><li>PEMANFAATAN ULANG </li></ul><ul><li>PENGOLAHAN LIMBAH </li></ul><ul><li>PEMBUANGAN </li></ul>
  15. 21. 1. PENGURANGAN PADA SUMBER <ul><li>Pada larutan elektrolit </li></ul><ul><ul><li>Larutan elektrolit mengandung logam2 berat dengan konsentrasi tinggi, seperti: sianida dan senyawa racun lainnya </li></ul></ul><ul><ul><li>Larutan jarang dibuang dan dipakai kembali pada proses lain </li></ul></ul><ul><ul><li>Kualitas larutan elektrolit:perlu penggantian unsur2 kimia dan berkurang secara periodik </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembersihan pada pengotor yang masuk </li></ul></ul><ul><li>Air pembilas </li></ul><ul><ul><li>Pengaturan tangki2 pembilasan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengaturan selang waktu selama setelah benda kerja dibilas </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengaturan volume air pembilas </li></ul></ul><ul><ul><li>Konsentrasi larutan yang menempel pada benda kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Temperatur air pembilas </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk benda kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Posisi benda kerja pada rak </li></ul></ul><ul><ul><li>Waktu penirisan antara bak pelapis dengan bak pembilas </li></ul></ul><ul><li>Tujuan minimasi air pembilasan: mengurangi volume </li></ul><ul><li>Artinya: mengurangi jumlah limbah cair yang beracun </li></ul>
  16. 22. 2. PEMANFAATAN ULANG <ul><li>Air pembilas dapat didaur ulang dengan 2 cara yaitu: </li></ul><ul><li>Sistem rangkaian tertutup : </li></ul><ul><li>Cara ini mengurangi penggunaan air dan vol air buangan (Gambar 1) </li></ul><ul><li>Sistem rangkaian terbuka: </li></ul><ul><li>Air keluaran yang telah diolah, dikembalikan ke sistem pembilasan kemudian ditambahkan air agar pembilasan lebih baik (Gambar 2) </li></ul><ul><li>contoh daur ulang: air pembilas pada proses pembersihan asam dipakai kembali sebagai proses pembersihan lemak </li></ul><ul><li>menghemat air + 50-67% dari pembilasan biasa (Gambar 3) </li></ul>
  17. 23. 3. PENGOLAHAN LIMBAH <ul><li>Limbah dari industri lapis listrik ada 2: </li></ul><ul><li>Limbah padat dan limbah cair </li></ul><ul><li>1. LIMBAH PADAT: </li></ul><ul><li>L imbah padat dari pengerjaan awal: gerinda, debu logam dan debu abrasiv, baju kerja bekas dan kemasan bekas unsur kimia </li></ul><ul><li>Dampak limbah padat: penyakit silikosis pada paru-paru </li></ul><ul><li>Penanggulangan: </li></ul><ul><ul><ul><li>Pekerja pakai masker penutup hidung dan kaca mata pelindung </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pasang alat penangkap/penghisap debu ( dust collector) di depan alat pemoles dan gerinda </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ada sirkulasi udara dan ruang kerja beratap tinggi </li></ul></ul></ul>
  18. 24. 2. LIMBAH CAIR: <ul><li>Mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti: Senyawa krom, nikel, tembaga, sulfat, klorida, sianida serta zat-zat organik seperti lemak dan minyak </li></ul><ul><li>1. PENGOLAHAN SENYAWA CHROM </li></ul><ul><li>Pengolahan krom valensi 6 </li></ul><ul><li>ada 3 cara: </li></ul><ul><ul><li>Cara reduksi cr6+ menjadi cr3+ (paling banyak dipakai) </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara pengikatan ion cr6+ dalam resin penukar anion </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara pengentalan (penguapan) ion cr6+ dan cr3+ </li></ul></ul><ul><li>Pengolahan krom valensi 3 </li></ul><ul><ul><li>Proses pengendapan dengan kapur atau soda kostik pada cr6+ </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara resin penukar kation ( ion exchange ) atau cr3+ diikat dalam resin </li></ul></ul>
  19. 25. <ul><li>2. PENGOLAHAN PELAPISAN LOGAM-LOGAM BERAT </li></ul><ul><li>Dengan cara pengendapan, di mana senyawa logam dirubah menjadi hidroksida logam yang tidak mudah larut dengan cara penambahan zat pengendap seperti: kapur atau sodium hidroksida </li></ul><ul><li>3. PENGOLAHAN SENYAWA TEMBAGA </li></ul><ul><li>Pengendapan sebagai hidroksida atau sulfida dengan kapur dan mengatur Ph </li></ul><ul><li>Pengikatan ion Cu dgn resin penukar kation </li></ul><ul><li>Dengan penguapan dan elektrolisa (utk Cu kadar tinggi) </li></ul>
  20. 26. <ul><li>4. PENGOLAHAN SENYAWA NIKEL </li></ul><ul><ul><li>Pengendapan sebagai hidroksida dengan kapur atau soda kostik atau dengan ferrosulfat </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara resin penukar kation </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara penguapan dan osmosis balik </li></ul></ul><ul><li>5. PENGOLAHAN SENYAWA SENG </li></ul><ul><ul><li>Pengendapan hidroksida dengan kapur/soda kostik </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara resin penukar kation </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara penguapan </li></ul></ul>
  21. 27. <ul><ul><li>5. PEMBUANGAN </li></ul></ul><ul><li>Lahan bekas industri lapis listrik mempunyai tingkat pencemaran tinggi, tergantung pada: </li></ul><ul><ul><ul><li>Penggunaan unsur kimia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jumlah ceceran yang jatuh </li></ul></ul></ul><ul><li>Apabila lahan akan dipergunakan untuk keperluan lain, perlu dilakukan proses pengolahan khusus </li></ul>

×