SlideShare a Scribd company logo
1 of 24
1
PENDIDIKAN KESEHATAN
Oleh :
IMAN CHIRHI, S. Pd
2
2. Tujuan Pendidikan Kesehatan
• Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat
kesehatan peserta didik baik jasmaniah maupun rohaniah
melalui pemahaman dan pengamalan gaya hidup sehat bagi
peserta didik.
• Dengan demikian diharapkan anak tumbuh dan berkembang
secara wajar dalam aspek jasmani, mental, sosial dan
emosionalnya.
• Oleh karena itu, pendidikan kesehatan di Sekolah Dasar (SD)
diarahkan untuk membina para siswa agar memiliki sikap dan
perilaku hidup bersih, sehat, bugar dan berdisiplin.
3
MEMELIHARA KEBERSIHAN DAN
KESEHATAN PRIBADI
• 1. Makna Sehat dan Sakit
• Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), sehat berarti
“keadaan sejahtera (nyaman) yang meliputi fisik atau tubuh,
jiwa atau mental dan sosial yang sempurna, dan bukan hanya
suatu keadaan tanpa penyakit”. Sehat secara keseluruhan
berarti menyangkut faktor fisik, mental dan sosial.
• Sedangkan kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan
Nomor 23 Tahun 1992 adalah “keadaan sejahtera dari badan,
jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang atau individu
hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
4
• Sebaliknya sakit berarti suatu keadaan yang
dirasakan sangat tidak enak yang disebabkan oleh
bermacam-macam faktor.
• Sakit bisa disebabkan oleh suatu kejadian, atau
kelainan yang dapat menimbulkan gangguan
terhadap organisme tubuh, bisa juga gangguan
terhadap susunan jaringan tubuh, baik fungsi jaringan
maupun fungsi tubuh itu sendiri secara keseluruhan.
5
A. Kebersihan Pribadi
• Pemeliharaan kebersihan pribadi tidak terlepas dari upaya
pendidikan secara keseluruhan, khususnya pendidikan
kesehatan.
• Pemeliharaan kebersihan yang optimal akan terwujud apabila
sejak kecil kepada anak sudah ditanamkan sikap hidup bersih
dan contoh dari orang-orang yang berada di sekitarnya.
• Karena itu setiap orang harus selalu berupaya memelihara dan
meningkatkan taraf kebersihan pribadinya dengan
membiasakan hidup bersih dan sehat, di samping mencegah
penyakit
6
B. Kesehatan Pribadi
Agar kesehatan pribadi selalu terpelihara dengan baik,
kebersihan kulit, kuku, rambut, mata, hidung, telinga, mulut,
gigi dan pakaian harus selalu terjaga.
1. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Kulit
2. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Kuku
3. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Rambut
4. Memelihara Kebersihan Dan Kesehatan Mata
5. Menjaga Dan Memelihara Kesehatan Hidung
6. Memelihara Kebersihan Telinga
7. Memelihara Kebersihan Mulut Dan Gigi
8. Memakai Pakaian Yang Bersih Dan Serasi
7
A. Memelihara Kebersihan/Kesehatan
Lingkungan
1. Memelihara Kebersihan/Kesehatan Lingkungan
di Rumah
2. Memelihara Kebersihan/Kesehatan Lingkungan
di Sekolah
B. Minuman dan Makanan Sehat
8 Fungsi Makanan adalah untuk memenuhi kebutuhan
tubuh serta untuk membantu fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Makanan juga memainkan peranan penting di dalam
kehidupan sosial karena dapat mempengaruhi hal-hal yang
bersifat psikologis maupun emosional.
8
Secara fisiologis fungsi makanan dibagi menjadi 3 kategori,
yaitu untuk: (1) menambah energi; (2) membangun dan
mempertahankan sel-sel dan jaringan; dan (3) pengaturan
proses-proses dalam tubuh.
8 Sumber Zat-Zat Gizi
Dilihat dari fungsinya, bahan makanan dibagi
menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu :
rBahan makanan sumber energi
rBahan makanan sumber lemak dan minyak
rBahan makanan sumber protein
rBahan makanan sumber mineral dan vitamin
9
Makanan Sehari-Hari
Makan sehari-hari hendaknya terdiri dari berbagai jenis
makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi yang
diperlukan tubuh. Makanan yang baik adalah makanan
yang mengandung, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan
mineral. Ada semboyan tempo dulu, yaitu makanan 4 Sehat 5
Sempurna yang teridiri dari, makanan pokok, lauk, sayur dan
buah (4 sehat) dan susu (5 sempurna). Sekarang semboyan
itu telah diganti dengan Menu Seimbang, artinya makanan
tersebut harus cukup mengandung karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral dengan komposisi: karbohidrat 60
70%, lemak 20-30% dan protein 10-15%, sedangkan vitamin
dan mineral sudah tercakup di dalam komposisi tersebut.
10
PENDIDIKAN KESELAMATAN
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pendidikan
Keselamatan
• Pendidikan keselamatan merupakan suatu upaya pendidikan
tentang penanggulangan, pencegahan, dan penghindaran dari
terjadinya kecelakaan, yang bertujuan agar memperoleh
keselamatan bagi manusia dan harta bendanya.
• Pendidikan keselamatan mencakup ruang lingkup substansi
yang luas, dan berkaitan erat dengan beberapa mata pelajaran
lainnya, seperti pendidikan kesehatan, pendidikan jasmani,
dan pendidikan di alam terbuka. Karena itu, pelaksanaan
pendidikan kesehatan, dapat dipandang sebagai sebuah
perpaduan, dalam satu tema yang dapat mengaitkan
beberapa mata pelajaran tersebut.
11
B. Tujuan Pendidikan Keselamatan
1. Menerapkan praktik keselamatan dalam kegiatan rekreasi,
pendidikan jasmani, dan kehidupan sehari-hari, utamanya
keselamatan berlalu lintas.
2. Menanamkan sikap peduli terhadap berbagai hal yang dapat
mendatangkan bahaya bagi keselamatan diri pribadi.
3. Menanamkan kesadaran dan sikap bertanggung jawab, bahwa
yang diperbuat bukan hanya mengandung resiko bagi diri
sendiri,tetapi juga keselamatan orang lain.
4. Mengembangkan pemahaman terhadap hak dan tanggung
jawab dalam hubungan dengan orang lain
5. Memahami bahwa setiap tindakan mengandung konsekuensi
bagi sendiri maupun orang lain.
12
C. Manfaat dalam penyelenggaraan pendidikan
keselamatan
1. Melalui pengamatan langsung atau pengalaman nyata, siswa
dapat menghayati dan menentukan sendiri masalah dalam lalu
lintas
2. Penguasaan keterampilan menggunakan kendaraan,
misalnya naik sepeda, dan sebagainya
3. Mengikuti simulasi atau permainan peran, yang didukung
dengan diskusi tentang masalah dan upaya mengatasi
masalah lalu lintas misalnya.
13
D. Beberapa Prinsip Pendidikan Keselamatan
• Pendidikan keselamatan menganut prinsip DAP
(Developmentally Appropriate Practice)
• Praktek pengajaran tersebut, pada dasarnya berisikan
sejumlah pengalaman nyata, dan jika tidak dapat dilakukan,
maka dilaksanakan dalam bentuk simulasi.
• Di antara prinsip yang paling utama adalah, sejauh
memungkinkan untuk dipraktekkan, pembelajaran materi
pendidikan keselamatan hendaknya disesuaikan dengan
kondisi lingkungan..
• Pendidikan keselamatan, lebih ditujukan pada pembentukan
sikap dan perilaku, agar dapat menerapkan kaidah yang
berguna untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan
keselamatan orang lain.
14
• Disinilah letak perbedaannya dengan P3K (Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan) yang menekankan pertolongan
pertama kepada orang yang telah mengalami kecelakaan.
Sedangkan pendidikan keselamatan lebih menekankan pada
penjagaan dan pencegahan agar terhindar dari kecelakaan
atau memperoleh keselamatan.
• Sasaran Pembinaan dan Pendekatan Dalam Pembelajaran
Pendidikan Keselamatan
• Sasaran pembinaan dalam pendidikan keselamatan adalah
sikap dan kemampuan siswa untuk membuat keputusan yang
tepat, yang didukung oleh keterampilan untuk melaksanakan
tindakan keselamatan.
15
• Prinsip dan pendekatan dalam pembelajaran
pendidikan keselamatan sebagai berikut :
1. penyediaan pengalaman belajar dan keterampilan, hendaknya
disesuaikan dengan tingkat pertumbuhandan perkembangan
siswa.
2. keterampilan yang diajarkan diselaraskan dengan
kemampuan yang ada pada siswa pada saat sekarang.
3. guru sudah terbiasa dan menguasai keterampilan yang
bersangkutan
4. keterampilan diragakan di lingkungan yang aman
5. keterampilan di jelaskan dan diragakan sebaik mungkin
sementara siswa berkesempatan untuk bertanya.
16
Bagaimanakah Pendidikan Keselamatan itu ?
• Pendidikan Kesehatan dan Keselamatan
• Pendidikan Keselamatan dan Cedera
• Keselamatan di Rumah
Beberpa potensi bahaya yang mungkin terjadi antara lain
sebagai berikut :
aKetidak sempurnaan penyimpanan obat-obatan atau barang-
barang yang mudah terbakar seperti bensin, oli, minyak tanah,
obat serang, atau zat kimia lainnya yang mudah terbakar, dsb.
aKetidaksempurnaan penyimpanan alat kerja dan alat dapur
seperti, pisau, kompor, garpu, cangkul, dsb.
aPenggunaan listrik atau api yang berlebihan
aMembiarkan laci terbuka
17
aKetidaksempurnaan penempatan sambungan listrik atau alat-
alat lainnya.
aHilangnya barang tajam atau kecil pada karpet
aMembiarkan lantai licin atau sesuatu bukan pada tempatnya.
• Keselamatan Berkendaraan dan Berlalu Lintas
Ada beberapa aspek yang perlu diperkenalkan kepada anak didik
untuk menghindari atau memperkecil kemungkinan terjadi cedera
dalam berkendaraan, antara lain adalah :
aHanya menggunakan kendaraan yang layak pakai
aMengendalikan kecepatan
aSelalu menggunakan sabuk pengaman
18
aTidak meminum minuman keras yang mengandung alkohol
sebelumnya
aTidak terlalu gaduh menggunakan musik
aMengalah dalam berkendaraan
aMembawa kotak P3K
• Keselamatan Berekreasi
• Prinsip Umum Pendidikan Keselamatan
1. Pendidikan keselamatan lebih menekankan pada upaya
membantu anak didik belajar bagaimana memperoleh
kebiasaan berprilaku yang menunjang terhadap keselamatan
dengan cara-cara yang konstruktif dan dapat dipertanggung
jawabkan.
19
• Untuk itu para guru beserta siswa harus menetapkan faktor-
faktor sebagai berikut :
a. jenis-jenis kecelakaan yang mungkin terjadi dalam berlalu
lintas
b. perataturan-peraturan lalu lintas
c. sikap pengendara, penumpang dan pejalan kaki dalam berlalu
lintas
d. simbol-simbol lalu lintas
e. permainan yang harus dilakukan siswa, dsb
20
• PEND. KESELAMATAN DALAM PENJAS DAN OR
Yang dimaksud dengan aspek keselamatan dalam pendidikan
jasmani dan olahraga ialah semua usaha yang ditujukan untuk
mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan atau cedera
dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani dan
olahraga.
• Pentingnya Pend. Keselamatan Dalam Penjas dan
Olahraga.
• Berbagai macam kecelakaan yang dapat terjadi di rumah, di
jalan, di tempat kerja dan di sekolah khususnya pada waktu
berlangsung proses belajar mengajar penjas dan olahraga..
21
• Kurangnya perhatian dan pengetahuan tentang tata cara dan
pencegahan akan kemungkinan terjadinya kecelakaan,
mengakibatkan lebih seringnya terjadinya rudapaksa atau
cedera pada siswa. Para siswa dapat mengalami rudapaksa
pada berbagai keadaan, seperti ketika bermain di halaman
sekolah, pada saat istirahat, dan pada saat menerima
pelajaran pendidikan jasmani.
• Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya rudapaksa di
lingkungan sekolah, maka para guru khususnya guru
pendidikan jasmani (Penjas) perlu memahami aspek
keselamatan dan memiliki memiliki keterampilan untuk
melaksanakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya
rudapaksa dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani.
22
• Yang dimaksud rudapaksa ialah ketidak mampuan jaringan
atau tubuh atau bagian dari tubuh menerima tenaga atau
tekanan yang sangat besar yang melebihi kemampuannya.
Dengan kata lain, rudapaksa ialah suatu kerusakan jaringan
yang diakibatkan oleh tenaga/kekuatan/tekanan yang melebihi
kemampuan jaringan tersebut. Tekanan itu dapat berasal dari
akibat kecelakaan lalu lintas atau akibat dari melakukan
kegiatan fisik/olahraga yang berlebihan atau karena gerakan
yang keliru. Demikian pula rudapaksa ini dapat terjadi pada
waktu berlangsungnya proses belajar mengajar pendidikan
jasmani yang kurang mempertimbangkan faktor keselamatan.
• Rudapaksa ini dapat terjadi pada waktu proses belajar
mengajar pendidikan jasmani, disebabkan oleh beberapa
kemungkinan yang bersumber pada beberapa faktor sebagai
berikut:
23
aFaktor lingkungan belajar
aFaktor fasilitas
aFaktor peralatan
aFaktor manajemen pembelajaran
aFaktor teknik bantuan
aFaktor perencanaan tugas ajar.
• Sehubungan dengan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan
terjadinya rudapaksa tersebut, maka para guru pendidikan
jasmani dan kesehatan (Penjas) sangat perlu memperhatikan,
mengetahui, memahami, serta terampil dalam melaksanakan
aspek-aspek keselamatan dalam pendidikan jasmani ini.
24
• Keselamatan Lingkungan Dalam Proses Pembelajaran
Pendidikan Jasmani.
• Berbagai cara dapat dilakukan oleh guru Penjas dalam
menjaga keselamatan lingkungan dalam proses pembelajaran
penjas yang tentunya perlu mempunyai kiat masing-masing.
• Sebagai contoh: Apabila sekolah berada di lingkungan dekat
jalan raya yang cukup ramai, maka harus dijaga agar para
siswa jangan sering keluar ke jalan. Apakah untuk mengambil
alat atau melaksanakan tugas guru. Usahakan agar alat-alat
yang digunakan untuk proses belajar mengajar tidak sering
keluar halaman sekolah. Pada pelajaran permainan bola volli,
atau permainan bola bakar, atau kasti; usahakan arah bola
yang dipukul atau dilempar tidak mengarah ke jalan.

More Related Content

What's hot (20)

Ppt mengenal gizi seimbang
Ppt mengenal gizi seimbangPpt mengenal gizi seimbang
Ppt mengenal gizi seimbang
 
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
ILMU KESEHATAN MASYARAKATILMU KESEHATAN MASYARAKAT
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
 
Ppt gizi seimbang lansia.pptx
Ppt gizi seimbang lansia.pptxPpt gizi seimbang lansia.pptx
Ppt gizi seimbang lansia.pptx
 
Obesitas
ObesitasObesitas
Obesitas
 
Materi Stunting 2023.pptx
Materi Stunting 2023.pptxMateri Stunting 2023.pptx
Materi Stunting 2023.pptx
 
PHBS DI SEKOLAH DASAR
PHBS DI SEKOLAH DASARPHBS DI SEKOLAH DASAR
PHBS DI SEKOLAH DASAR
 
Tes kesegaran jasmani indonesia
Tes kesegaran jasmani indonesiaTes kesegaran jasmani indonesia
Tes kesegaran jasmani indonesia
 
Gizi remaja
Gizi remajaGizi remaja
Gizi remaja
 
Obesitas.ppt
Obesitas.pptObesitas.ppt
Obesitas.ppt
 
PPT Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
PPT Pertumbuhan dan Perkembangan Anak PPT Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
PPT Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
 
Lompat jauh
Lompat jauhLompat jauh
Lompat jauh
 
MATERI UKS -DOKCIL
MATERI UKS -DOKCIL MATERI UKS -DOKCIL
MATERI UKS -DOKCIL
 
Perilaku Hidup Bersih & Sehat di Sekolah
Perilaku Hidup Bersih & Sehat di SekolahPerilaku Hidup Bersih & Sehat di Sekolah
Perilaku Hidup Bersih & Sehat di Sekolah
 
Leaflet hipertensi
Leaflet hipertensiLeaflet hipertensi
Leaflet hipertensi
 
Dampak pola makan terhadap kesehatan ppt
Dampak pola makan terhadap kesehatan pptDampak pola makan terhadap kesehatan ppt
Dampak pola makan terhadap kesehatan ppt
 
Gizi dewasa
Gizi dewasaGizi dewasa
Gizi dewasa
 
DIET PADA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN
DIET PADA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN DIET PADA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN
DIET PADA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN
 
ISI PIRINGKU.pptx
ISI PIRINGKU.pptxISI PIRINGKU.pptx
ISI PIRINGKU.pptx
 
Penyuluhan hipertensi dr.endang
Penyuluhan hipertensi dr.endangPenyuluhan hipertensi dr.endang
Penyuluhan hipertensi dr.endang
 
Makalah sistem muskuloskeletal
Makalah sistem muskuloskeletalMakalah sistem muskuloskeletal
Makalah sistem muskuloskeletal
 

Similar to Power Point Kesehatan Olahraga.ppt

Dsk pendidikan kesihatan thn 4
Dsk pendidikan kesihatan thn 4Dsk pendidikan kesihatan thn 4
Dsk pendidikan kesihatan thn 4FREE FILE DOWNLOAD
 
Dokumen standard pk kssr tahun 1
Dokumen standard pk kssr tahun 1Dokumen standard pk kssr tahun 1
Dokumen standard pk kssr tahun 1Lisnah Morin
 
3 dokumen standard pk kssr tahun 1
3 dokumen standard pk kssr tahun 13 dokumen standard pk kssr tahun 1
3 dokumen standard pk kssr tahun 1Vijaen Cool
 
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4Lina Abu Bakar
 
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssr
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssrDskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssr
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssrsafa2426
 
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6Dskp pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6vleadminaba2059
 
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6Safiah Sulaiman
 
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6yunanuar
 
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdf
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdfDSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdf
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdfSarasVathy2
 
Hsp p kesihatan_y123456
Hsp p kesihatan_y123456Hsp p kesihatan_y123456
Hsp p kesihatan_y123456Lina Abu Bakar
 
Pengenalan tahun 1
Pengenalan tahun 1Pengenalan tahun 1
Pengenalan tahun 1hanif5339
 
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4Ym Ghufran
 
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3sallehuddin misnon
 
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3Kickstory
 
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4Ym Ghufran
 
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)zhalini samy
 
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5mohdruzairi
 
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5mohdruzairi
 
Hsp p kesihatan_kbsm
Hsp p kesihatan_kbsmHsp p kesihatan_kbsm
Hsp p kesihatan_kbsmNas Lin
 

Similar to Power Point Kesehatan Olahraga.ppt (20)

Dsk pendidikan kesihatan thn 4
Dsk pendidikan kesihatan thn 4Dsk pendidikan kesihatan thn 4
Dsk pendidikan kesihatan thn 4
 
Dokumen standard pk kssr tahun 1
Dokumen standard pk kssr tahun 1Dokumen standard pk kssr tahun 1
Dokumen standard pk kssr tahun 1
 
3 dokumen standard pk kssr tahun 1
3 dokumen standard pk kssr tahun 13 dokumen standard pk kssr tahun 1
3 dokumen standard pk kssr tahun 1
 
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4
Dsk pendidikan-kesihatan-thn-4
 
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssr
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssrDskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssr
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6 kssr
 
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6Dskp pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp pendidikan kesihatan tahun 6
 
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 6
 
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6
Dskp kssr pendidikan kesihatan tahun 6
 
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdf
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdfDSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdf
DSKP KSSR Pendidikan Kesihatan Tahun 6.pdf
 
Hsp p kesihatan_y123456
Hsp p kesihatan_y123456Hsp p kesihatan_y123456
Hsp p kesihatan_y123456
 
Pengenalan tahun 1
Pengenalan tahun 1Pengenalan tahun 1
Pengenalan tahun 1
 
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSKP PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
 
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
 
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
Dokumen standard pendidikan kesihatan tahun 3
 
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
DSK PENDIDIKAN KESIHATAN TAHUN 4
 
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)
Hbhe3203 kebersihan dan_keselamatan_pers (1)
 
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
 
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
Dokumen standard kurikulum dan pentaksiran pendidikan kesihatan tahun 5
 
Rencana program UKS
Rencana program UKSRencana program UKS
Rencana program UKS
 
Hsp p kesihatan_kbsm
Hsp p kesihatan_kbsmHsp p kesihatan_kbsm
Hsp p kesihatan_kbsm
 

Recently uploaded

Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungSemediGiri2
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxcupulin
 
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANGilangNandiaputri1
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatanSuzanDwiPutra
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialParulianGultom2
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxdedyfirgiawan
 
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASARPPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASARElviraDemona
 
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIPPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIHepySari1
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptputrisari631
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptxErikaPutriJayantini
 
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptxfurqanridha
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASNursKitchen
 
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxDokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxjayantilinda
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa PemrogramanSaeranSaeran1
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)BashoriAlwi4
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxrani414352
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptxRezaWahyuni6
 

Recently uploaded (20)

Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
 
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASARPPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
 
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIPPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
 
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxDokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
 

Power Point Kesehatan Olahraga.ppt

  • 2. 2 2. Tujuan Pendidikan Kesehatan • Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik baik jasmaniah maupun rohaniah melalui pemahaman dan pengamalan gaya hidup sehat bagi peserta didik. • Dengan demikian diharapkan anak tumbuh dan berkembang secara wajar dalam aspek jasmani, mental, sosial dan emosionalnya. • Oleh karena itu, pendidikan kesehatan di Sekolah Dasar (SD) diarahkan untuk membina para siswa agar memiliki sikap dan perilaku hidup bersih, sehat, bugar dan berdisiplin.
  • 3. 3 MEMELIHARA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN PRIBADI • 1. Makna Sehat dan Sakit • Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), sehat berarti “keadaan sejahtera (nyaman) yang meliputi fisik atau tubuh, jiwa atau mental dan sosial yang sempurna, dan bukan hanya suatu keadaan tanpa penyakit”. Sehat secara keseluruhan berarti menyangkut faktor fisik, mental dan sosial. • Sedangkan kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 adalah “keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang atau individu hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
  • 4. 4 • Sebaliknya sakit berarti suatu keadaan yang dirasakan sangat tidak enak yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor. • Sakit bisa disebabkan oleh suatu kejadian, atau kelainan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap organisme tubuh, bisa juga gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, baik fungsi jaringan maupun fungsi tubuh itu sendiri secara keseluruhan.
  • 5. 5 A. Kebersihan Pribadi • Pemeliharaan kebersihan pribadi tidak terlepas dari upaya pendidikan secara keseluruhan, khususnya pendidikan kesehatan. • Pemeliharaan kebersihan yang optimal akan terwujud apabila sejak kecil kepada anak sudah ditanamkan sikap hidup bersih dan contoh dari orang-orang yang berada di sekitarnya. • Karena itu setiap orang harus selalu berupaya memelihara dan meningkatkan taraf kebersihan pribadinya dengan membiasakan hidup bersih dan sehat, di samping mencegah penyakit
  • 6. 6 B. Kesehatan Pribadi Agar kesehatan pribadi selalu terpelihara dengan baik, kebersihan kulit, kuku, rambut, mata, hidung, telinga, mulut, gigi dan pakaian harus selalu terjaga. 1. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Kulit 2. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Kuku 3. Menjaga Dan Memelihara Kebersihan Rambut 4. Memelihara Kebersihan Dan Kesehatan Mata 5. Menjaga Dan Memelihara Kesehatan Hidung 6. Memelihara Kebersihan Telinga 7. Memelihara Kebersihan Mulut Dan Gigi 8. Memakai Pakaian Yang Bersih Dan Serasi
  • 7. 7 A. Memelihara Kebersihan/Kesehatan Lingkungan 1. Memelihara Kebersihan/Kesehatan Lingkungan di Rumah 2. Memelihara Kebersihan/Kesehatan Lingkungan di Sekolah B. Minuman dan Makanan Sehat 8 Fungsi Makanan adalah untuk memenuhi kebutuhan tubuh serta untuk membantu fungsi-fungsi tubuh lainnya. Makanan juga memainkan peranan penting di dalam kehidupan sosial karena dapat mempengaruhi hal-hal yang bersifat psikologis maupun emosional.
  • 8. 8 Secara fisiologis fungsi makanan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu untuk: (1) menambah energi; (2) membangun dan mempertahankan sel-sel dan jaringan; dan (3) pengaturan proses-proses dalam tubuh. 8 Sumber Zat-Zat Gizi Dilihat dari fungsinya, bahan makanan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu : rBahan makanan sumber energi rBahan makanan sumber lemak dan minyak rBahan makanan sumber protein rBahan makanan sumber mineral dan vitamin
  • 9. 9 Makanan Sehari-Hari Makan sehari-hari hendaknya terdiri dari berbagai jenis makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi yang diperlukan tubuh. Makanan yang baik adalah makanan yang mengandung, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Ada semboyan tempo dulu, yaitu makanan 4 Sehat 5 Sempurna yang teridiri dari, makanan pokok, lauk, sayur dan buah (4 sehat) dan susu (5 sempurna). Sekarang semboyan itu telah diganti dengan Menu Seimbang, artinya makanan tersebut harus cukup mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dengan komposisi: karbohidrat 60 70%, lemak 20-30% dan protein 10-15%, sedangkan vitamin dan mineral sudah tercakup di dalam komposisi tersebut.
  • 10. 10 PENDIDIKAN KESELAMATAN A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pendidikan Keselamatan • Pendidikan keselamatan merupakan suatu upaya pendidikan tentang penanggulangan, pencegahan, dan penghindaran dari terjadinya kecelakaan, yang bertujuan agar memperoleh keselamatan bagi manusia dan harta bendanya. • Pendidikan keselamatan mencakup ruang lingkup substansi yang luas, dan berkaitan erat dengan beberapa mata pelajaran lainnya, seperti pendidikan kesehatan, pendidikan jasmani, dan pendidikan di alam terbuka. Karena itu, pelaksanaan pendidikan kesehatan, dapat dipandang sebagai sebuah perpaduan, dalam satu tema yang dapat mengaitkan beberapa mata pelajaran tersebut.
  • 11. 11 B. Tujuan Pendidikan Keselamatan 1. Menerapkan praktik keselamatan dalam kegiatan rekreasi, pendidikan jasmani, dan kehidupan sehari-hari, utamanya keselamatan berlalu lintas. 2. Menanamkan sikap peduli terhadap berbagai hal yang dapat mendatangkan bahaya bagi keselamatan diri pribadi. 3. Menanamkan kesadaran dan sikap bertanggung jawab, bahwa yang diperbuat bukan hanya mengandung resiko bagi diri sendiri,tetapi juga keselamatan orang lain. 4. Mengembangkan pemahaman terhadap hak dan tanggung jawab dalam hubungan dengan orang lain 5. Memahami bahwa setiap tindakan mengandung konsekuensi bagi sendiri maupun orang lain.
  • 12. 12 C. Manfaat dalam penyelenggaraan pendidikan keselamatan 1. Melalui pengamatan langsung atau pengalaman nyata, siswa dapat menghayati dan menentukan sendiri masalah dalam lalu lintas 2. Penguasaan keterampilan menggunakan kendaraan, misalnya naik sepeda, dan sebagainya 3. Mengikuti simulasi atau permainan peran, yang didukung dengan diskusi tentang masalah dan upaya mengatasi masalah lalu lintas misalnya.
  • 13. 13 D. Beberapa Prinsip Pendidikan Keselamatan • Pendidikan keselamatan menganut prinsip DAP (Developmentally Appropriate Practice) • Praktek pengajaran tersebut, pada dasarnya berisikan sejumlah pengalaman nyata, dan jika tidak dapat dilakukan, maka dilaksanakan dalam bentuk simulasi. • Di antara prinsip yang paling utama adalah, sejauh memungkinkan untuk dipraktekkan, pembelajaran materi pendidikan keselamatan hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan.. • Pendidikan keselamatan, lebih ditujukan pada pembentukan sikap dan perilaku, agar dapat menerapkan kaidah yang berguna untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain.
  • 14. 14 • Disinilah letak perbedaannya dengan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang menekankan pertolongan pertama kepada orang yang telah mengalami kecelakaan. Sedangkan pendidikan keselamatan lebih menekankan pada penjagaan dan pencegahan agar terhindar dari kecelakaan atau memperoleh keselamatan. • Sasaran Pembinaan dan Pendekatan Dalam Pembelajaran Pendidikan Keselamatan • Sasaran pembinaan dalam pendidikan keselamatan adalah sikap dan kemampuan siswa untuk membuat keputusan yang tepat, yang didukung oleh keterampilan untuk melaksanakan tindakan keselamatan.
  • 15. 15 • Prinsip dan pendekatan dalam pembelajaran pendidikan keselamatan sebagai berikut : 1. penyediaan pengalaman belajar dan keterampilan, hendaknya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhandan perkembangan siswa. 2. keterampilan yang diajarkan diselaraskan dengan kemampuan yang ada pada siswa pada saat sekarang. 3. guru sudah terbiasa dan menguasai keterampilan yang bersangkutan 4. keterampilan diragakan di lingkungan yang aman 5. keterampilan di jelaskan dan diragakan sebaik mungkin sementara siswa berkesempatan untuk bertanya.
  • 16. 16 Bagaimanakah Pendidikan Keselamatan itu ? • Pendidikan Kesehatan dan Keselamatan • Pendidikan Keselamatan dan Cedera • Keselamatan di Rumah Beberpa potensi bahaya yang mungkin terjadi antara lain sebagai berikut : aKetidak sempurnaan penyimpanan obat-obatan atau barang- barang yang mudah terbakar seperti bensin, oli, minyak tanah, obat serang, atau zat kimia lainnya yang mudah terbakar, dsb. aKetidaksempurnaan penyimpanan alat kerja dan alat dapur seperti, pisau, kompor, garpu, cangkul, dsb. aPenggunaan listrik atau api yang berlebihan aMembiarkan laci terbuka
  • 17. 17 aKetidaksempurnaan penempatan sambungan listrik atau alat- alat lainnya. aHilangnya barang tajam atau kecil pada karpet aMembiarkan lantai licin atau sesuatu bukan pada tempatnya. • Keselamatan Berkendaraan dan Berlalu Lintas Ada beberapa aspek yang perlu diperkenalkan kepada anak didik untuk menghindari atau memperkecil kemungkinan terjadi cedera dalam berkendaraan, antara lain adalah : aHanya menggunakan kendaraan yang layak pakai aMengendalikan kecepatan aSelalu menggunakan sabuk pengaman
  • 18. 18 aTidak meminum minuman keras yang mengandung alkohol sebelumnya aTidak terlalu gaduh menggunakan musik aMengalah dalam berkendaraan aMembawa kotak P3K • Keselamatan Berekreasi • Prinsip Umum Pendidikan Keselamatan 1. Pendidikan keselamatan lebih menekankan pada upaya membantu anak didik belajar bagaimana memperoleh kebiasaan berprilaku yang menunjang terhadap keselamatan dengan cara-cara yang konstruktif dan dapat dipertanggung jawabkan.
  • 19. 19 • Untuk itu para guru beserta siswa harus menetapkan faktor- faktor sebagai berikut : a. jenis-jenis kecelakaan yang mungkin terjadi dalam berlalu lintas b. perataturan-peraturan lalu lintas c. sikap pengendara, penumpang dan pejalan kaki dalam berlalu lintas d. simbol-simbol lalu lintas e. permainan yang harus dilakukan siswa, dsb
  • 20. 20 • PEND. KESELAMATAN DALAM PENJAS DAN OR Yang dimaksud dengan aspek keselamatan dalam pendidikan jasmani dan olahraga ialah semua usaha yang ditujukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan atau cedera dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani dan olahraga. • Pentingnya Pend. Keselamatan Dalam Penjas dan Olahraga. • Berbagai macam kecelakaan yang dapat terjadi di rumah, di jalan, di tempat kerja dan di sekolah khususnya pada waktu berlangsung proses belajar mengajar penjas dan olahraga..
  • 21. 21 • Kurangnya perhatian dan pengetahuan tentang tata cara dan pencegahan akan kemungkinan terjadinya kecelakaan, mengakibatkan lebih seringnya terjadinya rudapaksa atau cedera pada siswa. Para siswa dapat mengalami rudapaksa pada berbagai keadaan, seperti ketika bermain di halaman sekolah, pada saat istirahat, dan pada saat menerima pelajaran pendidikan jasmani. • Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya rudapaksa di lingkungan sekolah, maka para guru khususnya guru pendidikan jasmani (Penjas) perlu memahami aspek keselamatan dan memiliki memiliki keterampilan untuk melaksanakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya rudapaksa dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani.
  • 22. 22 • Yang dimaksud rudapaksa ialah ketidak mampuan jaringan atau tubuh atau bagian dari tubuh menerima tenaga atau tekanan yang sangat besar yang melebihi kemampuannya. Dengan kata lain, rudapaksa ialah suatu kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh tenaga/kekuatan/tekanan yang melebihi kemampuan jaringan tersebut. Tekanan itu dapat berasal dari akibat kecelakaan lalu lintas atau akibat dari melakukan kegiatan fisik/olahraga yang berlebihan atau karena gerakan yang keliru. Demikian pula rudapaksa ini dapat terjadi pada waktu berlangsungnya proses belajar mengajar pendidikan jasmani yang kurang mempertimbangkan faktor keselamatan. • Rudapaksa ini dapat terjadi pada waktu proses belajar mengajar pendidikan jasmani, disebabkan oleh beberapa kemungkinan yang bersumber pada beberapa faktor sebagai berikut:
  • 23. 23 aFaktor lingkungan belajar aFaktor fasilitas aFaktor peralatan aFaktor manajemen pembelajaran aFaktor teknik bantuan aFaktor perencanaan tugas ajar. • Sehubungan dengan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya rudapaksa tersebut, maka para guru pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjas) sangat perlu memperhatikan, mengetahui, memahami, serta terampil dalam melaksanakan aspek-aspek keselamatan dalam pendidikan jasmani ini.
  • 24. 24 • Keselamatan Lingkungan Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani. • Berbagai cara dapat dilakukan oleh guru Penjas dalam menjaga keselamatan lingkungan dalam proses pembelajaran penjas yang tentunya perlu mempunyai kiat masing-masing. • Sebagai contoh: Apabila sekolah berada di lingkungan dekat jalan raya yang cukup ramai, maka harus dijaga agar para siswa jangan sering keluar ke jalan. Apakah untuk mengambil alat atau melaksanakan tugas guru. Usahakan agar alat-alat yang digunakan untuk proses belajar mengajar tidak sering keluar halaman sekolah. Pada pelajaran permainan bola volli, atau permainan bola bakar, atau kasti; usahakan arah bola yang dipukul atau dilempar tidak mengarah ke jalan.