Successfully reported this slideshow.

Web Seminar " UU RS 2009: Perlu Judicial Review atau Disempurnakan?"

3,017 views

Published on

Pembahasan UU no 44/2009 ttg Rumah Sakit dari sudut SKN dan Materi Pasal pasal yg ada,
Secara umum UU ini banyak kelemahannya, peraturan RS yg terlalu banyak, Tg jawab hukum RS terlalu besar, shg kedepan perlu kerja keras agar PP/Permenkes yg dibuat membuat sinergi antara Pusat dan Daerah, antara Pemerintah dan Swasta, dan perlu partisipasi banyak pihak agar UU ini bisa menjadi sempurna.

  • Thank you for another essential article. Where else could anyone get that kind of information in such a complete way of writing? I have a presentation incoming week, and I am on the lookout for such information.

    Rudi at http://www.ainxs.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Web Seminar " UU RS 2009: Perlu Judicial Review atau Disempurnakan?"

  1. 1. 2009 TANTANGAN UU NO 44/ 2009 RUMAH SAKIT
  2. 2. TOPIK BAHASAN 1. TANTANGAN RS INDONESIA 2. SISTEM KESEHATAN NASIONAL 3. UU RS NO 44 THN 2009 4. TANTANGAN KEDEPAN
  3. 3. Butir Penting Ke-1 TANTANGAN RUMAH SAKIT INDONESIA
  4. 4. 1. TANTANGAN REGIONAL • Mulai AFTA & CHINA 2010 • Standar Layanan Kes ASEAN ( Leader : Singapura ) • Masuknya RS sbg Bisnis Korporasi dgn modal, tehnologi dan sistem baik • Masuknya SDM kesehatan dgn kompetensi standar dunia Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 4 PhD. MANAGEMENT
  5. 5. TANTANGAN LOKAL • Desentr : RSUD tumbuh 400 + • RS Swasta : 500+ btk Yayasan • RS Pemerintah : BLU pola bisnis • Larinya konsumen kes ke LN • Iklim tuntutan hukum yg menguat Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 5 PhD. MANAGEMENT
  6. 6. Butir Penting Ke-2 SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)
  7. 7. 1. DEFINISI SKN  Definisi (SKN 2009): Bentuk dan Cara penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan yang “memadukan berbagai upaya Bangsa Indonesia dalam satu derap langkah” guna tercapainya Tujuan Pembangunan Kesehatan Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 7 PhD. MANAGEMENT
  8. 8. 2. KEDUDUKAN SKN (SKN 2009)  Sub-sistem Ketahanan Nasional RI  Setara dgn Sistem Nasional Lain (Sistem Pendidikan Nasional, Sistem Perhubungan Nas, dll)  Acuan dari Sistem Kesehatan Daerah (PROP/KAB/KOTA)  Status Hukum: Permenkes Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 8 PhD. MANAGEMENT
  9. 9. 3. KOMPONEN SKN (SKN 2009) 1. UPAYA KESEHATAN A. MASYARAKAT B. PERORANGAN 2. PEMBIAYAAN KESEHATAN 3. SDM KESEHATAN 4. FARMASI, ALKES, MAK & MINUMAN 5. MANAJEMEN & INFORMASI KES 6. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 9 PhD. MANAGEMENT
  10. 10. 4. SISTEM NASIONAL LAIN?  UU ttg SISTEM PENDIDIKAN:  UU NO 20/ THN 2003 ttg SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL  UU NO 14 THN 2005 ttg GURU DAN DOSEN  UU NO 9 THN 2009 ttg Badan Hukum Pendidikan www.hukumonline.com Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 10 PhD. MANAGEMENT
  11. 11. PP SISTEM PENDIDIKAN: 1. PP 55/1998 PENDIDIKAN DASAR 2. PP 56/1998 PENDIDIKAN MENENGAH 3. PP 60/1999 PENDIDIKAN TINGGI 4. PP 19/2005 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 5. PP 55/2007 PENDIDIKAN AGAMA 6. PP 47/2008 WAJIB BELAJAR 7. PP 48/2008 PENDANAAN PENDIDIKAN 8. PP 74/2008 GURU www.hukumonline.com Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 11 PhD. MANAGEMENT
  12. 12. UU SISTEM PENDIDIKAN:  Terlihat bgm pola penjabaran sektor pendidikan menjadi UU dan PP yg saling mendukung  Dalam UU Sisdiknas dan UU BHP peran Pemerintah Daerah ditegaskan dlm pasal2 khusus  Peran swasta diberi kewenangan besar  Terlihat sinergi Pusat-Daerah; Pemerintah dan swasta dlm UU/PP Sisdiknas. Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 12 PhD. MANAGEMENT
  13. 13. 5. UU SISTEM KESEHATAN :  UU 29 THN 2004 TTG PRAKTIK KEDOKTERAN  UU 36 THN 2009 TTG KESEHATAN  UU 44 THN 2009 TTG RUMAH SAKIT  Sistem Kesehatan Nasional 2009 hanya berbentuk Permenkes Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 13 PhD. MANAGEMENT
  14. 14. PP TERKAIT DGN SISTEM KESEHATAN  PP 39/1995 TTG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN  PP 32/1996 TTG TENAGA KESEHATAN  PP 72/1998 TTG PENGAMANAN SEDIAAN FARMASI & KESEHATAN  Berbagai PP yg diminta dlm UU Kesehatan no. 23/1992 tidak pernah dibuat. www.hukumonline.com Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 14 PhD. MANAGEMENT
  15. 15. UU/PP YG ADA SESUAI SISTEM KESEHATAN NASIONAL?  UU KESEHATAN BUKAN UU SKN  UU RUMAH SAKIT BUKAN UU UPAYA KESEHATAN  UU PRAKTIK KEDOKTERAN BUKAN UU SDM KESEHATAN  PP YG ADA HANYA FARMASI/ALKES & TENAGA KESEHATAN. Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 15 PhD. MANAGEMENT
  16. 16. UU/PP SISTEM KESEHATAN ?  SISTEM YG BELUM DIATUR UU/PP:  SISTEM KESEHATAN NASIONAL  UPAYA KES: A) UPAYA KES MASY DAN B) UPAYA KES PERORANGAN;  PEMBIAYAAN KES;  MANAJEMEN & INFORMASI KES,  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT  UU RS HANYA SBGN DARI UPAYA KES PERORANGAN Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 16 PhD. MANAGEMENT
  17. 17. Butir Penting Ke-3 UU RUMAH SAKIT NO 44 THN 2009
  18. 18. 1. DEFINISI RS Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan Pelayanan kes perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 18 PhD. MANAGEMENT
  19. 19. 2. BAB DAN PASAL 15 BAB 65 PASAL Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 19 PhD. MANAGEMENT
  20. 20. JUDUL BAB 1. Ketentuan Umum 2. Asas dan Tujuan 3. Tugas dan Fungsi 4. Tg Jawab Pem Pusat & Daerah 5. Persaratan RS 6. Jenis & Klasifikasi RS 7. Perizinan 8. Kewajiban dan Hak Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 20 PhD. MANAGEMENT
  21. 21. JUDUL BAB 9. Penyelenggaraan RS 10. Pembiayaan RS 11. Pencatatan & Pelaporan 12. Pembinaan & Pengawasan 13. Ketentuan Pidana 14. Ketentuan Peralihan 15. Ketentuan Penutup Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 21 PhD. MANAGEMENT
  22. 22. 3. PERATURAN PENDUKUNG  5 PERATURAN PEMERINTAH  1 PERATURAN PRESIDEN  17 PERATURAN MENTERI KESEHATAN Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 22 PhD. MANAGEMENT
  23. 23. 3.1. LIMA (5) peraturan pemerintah 1. Pendayagunaan Tenaga Asing 2. RS Pendidikan 3. Insentif Pajak RS 4. Subsidi Anggaran RS 5. Badan Pengawas RS Indonesia dan Bdn Pengawas RS Provinsi Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 23 PhD. MANAGEMENT
  24. 24. 3.2. SATU (1) PERATURAN PRESIDEN 1. PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 24 PhD. MANAGEMENT
  25. 25. 3.3. PERATURAN MENTERI KESEHATAN (17) 1. Pola Bangunan RS (min 21 ruangan) 2. Prasarana RS (min 7 prasarana) 3. Standar Layanan Farmasi 4. Klasifikasi RS 5. Perizinan RS 6. Kewajiban RS 7. Promosi Layanan Kes 8. Kewajiban Pasien Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 25 PhD. MANAGEMENT
  26. 26. 17 PERATURAN MENTERI KESEHATAN 9. Rahasia Kedokteran 10. Audit Medis RS 11. Lembaga Akreditasi RS 12. Sistem Rujukan 13. Standar Keselamatan Pasien 14. RS Bergerak & RS Lapangan 15. Bentuk RS Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 26 PhD. MANAGEMENT
  27. 27. 17 PERATURAN MENTERI KESEHATAN 16. Pembinaan & Pengawasan RS 17. Dewan Pengawas RS Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 27 PhD. MANAGEMENT
  28. 28. 4. PASAL YG MENGATUR RS 1. Psl 8 : persaratan RS ttg Kesehatan, Kesling, Tata ruang 2. Psl 9 : Sarat Administrasi RS 3. Psl 10: Sarat Teknis bangunan (min 21 ruangan) 4. Psl 11 : Prasarana RS (10 bh) & Kompetensi SDM nya 5. Psl 12 : Tenaga Tetap RS Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 28 PhD. MANAGEMENT
  29. 29. 4. PASAL YG MENGATUR RS 6. Psl 13 Tenaga Medis RS 7. Psl 14 Penggunaan Tenaga Asing 8. Psl 16 Peralatan Medis & pengion 9. Psl 25 Ijin Pendirian 10. Psl 26 Ijin Operasional 11. Psl 29 Kewajiban RS (20 bh) 12. Psl 30 Hak RS (8 bh) 13. Psl 31 Kewajiban Pasien (1) 14. Psl 32 Hak Pasien (18) Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 29 PhD. MANAGEMENT
  30. 30. 4. PASAL YG MENGATUR RS 15. Psl 33 Bentuk Organisasi RS 16. Psl 36 Tata Kelola RS 17. Psl 37 Inform Consent 18. Psl 38 Rahasia Kedokteran 19. Psl 39 Audit Medis 20. Psl 40 Std Keselamatan Pasien 21. Psl 46 Tg Jawab Hukum RS atas kelalaian Tenaga Kes di RS 22. Psl 49 Pola tarif Nasional Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 30 PhD. MANAGEMENT
  31. 31. 4. PASAL YG MENGATUR RS 23. Psl 52 Pencatatan & Pelaporan dgn Sist Informasi RS 24. Psl 53 Penyimpanan Rekam Medik 25. Psl 56 Dewan Pengawas RS 26. Psl 62/63 Pidana RS Tanpa Ijin Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 31 PhD. MANAGEMENT
  32. 32. ISSUE DLM UU BIDANG KESEHATAN  UU Bidang Kesehatan belum menjabarkan Sektor Kesehatan spt pd Sektor Pendidikan  UU Kesehatan dan UU RS belum spesifik mengatur hubungan Pusat dan Daerah, dan Pemerintah dan Swasta  Diperlukan penjabaran yg kuat melalui PP dan Permenkes agar Profil Sistem Kesehatan Nasional tergambar dlm ketiga UU bidang kesehatan yg ada Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 32 PhD. MANAGEMENT
  33. 33. ISSUE DLM UU RS 44/2009  Berbagai persaratan yg mengatur RS dari fisik, alat, SDM, ijin, proses layanan, output (26 jenis aturan) akan sangat memberatkan RS baik RS Pem atau RS Swasta  Hak dan Kewajiban Pasien dan RS yg tidak seimbang akan meningkatkan iklim tuntutan hukum pd RS  Tanggung jawab Hukum RS atas semua kelalaian tenaga kes di RS (psl 46) merupakan tanggung jawab terberat krn dokter spesialis adalah bukan staf tetap dari RS Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 33 PhD. MANAGEMENT
  34. 34. ISSUE DLM UU RS  Dampak psl 46 adl perlunya Tata Kelola RS yg menyatukan Tata Kelola Korporat dgn Tata Kelola Klinik dibawah tg jawab Direktur/ Kepala RS spt di Inggris/Australia.  Pemberian insentif pajak hanya pd RS publik kesannya meminggirkan peran RS Swasta. Padahal tantangan globalisasi mengharuskan Pemerintah mendukung pengemb RS Swasta.  UU ini akan Efektif pada 28 Oktober 2011 Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 34 PhD. MANAGEMENT
  35. 35. KESIMPULAN  Ada 2 kemungkinan UU RS ini hrs di judicial review atau dimanfaatkan.  Krn proses judicial review akan lama, saran UU dimanfaatkan DGN CATATAN bhw pembuatan PP dan Permenkes yg terkait UU RS harus mensinergikan peran Pem Pusat dan Daerah, dan Peran Pemerintah dan Swasta.  Peran Depkes sbg fasilitator pembuatan PP dan Permenkes agar UU RS ini tidak menjerat leher sendiri, dan partisipasi masyarakat/ assosiasi profesi kesehatan sangat dibutuhkan dlm perumusan PP/Permenkes. Dr. SUPRIJANTO RIJADI INDONESIAN CENTER FOR HOSPITAL 35 PhD. MANAGEMENT
  36. 36. CONCLUDING REMARK ”It’s what you do with what you know and capable of that really make the difference!” Wolfgang Grulke

×