Peta UU Rumah Sakit Ditengah UU Kesehatan Lainnya

4,928 views

Published on

Presentasi 7 Des 2009 didepan PERSANA (Persatuan Pemilik RS Swasta Nasional) di Padang, Sumbar
Bagaimanakah peta UU Rumah Sakit ditengah ketiga UU Bidang Kesehatan?
Dgn lahirnya UU ini maka tg jawab Pimpinan RS akan lebih berat, krn ada 26 aturan tehnis utk menjalankan RS, dan Tanggung jawab semua kesalahan tenaga kesehatan ada dipihak RS.

  • I admire the valuable information you offer in your articles. I will bookmark. I am quite sure they will learn lots of new stuff here than anybody else!

    Rudi at http://www.ainxs.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Peta UU Rumah Sakit Ditengah UU Kesehatan Lainnya

  1. 1. PETA UU RUMAH SAKIT DITENGAH UU BIDANG KESEHATAN Dr. Suprijanto Rijadi MPA PhD Perhimpunan Manajer Pelayanan Kesehatan Indonesia (PERMAPKIN) [email_address]
  2. 2. materi <ul><li>Sistem Kesehatan Nasional </li></ul><ul><li>Komponen SKN </li></ul><ul><li>Tiga UU Bidang kesehatan </li></ul><ul><li>UU Rumah Sakit no 44/2009 </li></ul><ul><li>Issue Penting UU RS </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul>
  3. 3. SISTEM KESEHATAN NASIONAL Butir Penting Ke-1
  4. 4. SISTEM KESEHATAN <ul><li>S istem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian bagian yang saling berhubungan satu sama lain, dan bekerjasama untuk mencapai tujuan </li></ul><ul><li>Sistem Kesehatan Nasional (WHO) </li></ul><ul><ul><li>kumpulan berbagai faktor yang kompleks dan saling berhubungan yang terdapat dalam suatu daerah/negara, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan, kelompok, masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan </li></ul></ul>
  5. 5. SISTEM KESEHATAN NASIONAL <ul><li>Definisi Sistem Kesehatan menurut SKN 2009 : </li></ul><ul><li>“… bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Dasar 1945…” </li></ul>
  6. 6. KOMPONEN SKN 2009 <ul><li>Subsistem Upaya Kesehatan, </li></ul><ul><li>Subsistem Pembiayaan Kesehatan </li></ul><ul><li>Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan </li></ul><ul><li>Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan </li></ul><ul><li>Subsistem Pemberdayaan Masyarakat </li></ul><ul><li>Subsistem Manajemen Kesehatan </li></ul>
  7. 7. LINGKUNGAN dunia kesehatan indonesia <ul><li>Globalisasi dan regionalisasi (WTO thn 2020, AFTA, AFAS mulai 2010) </li></ul><ul><li>Derasnya arus pasien yg keluar negeri mencari pengobatan yang “lebih baik” </li></ul><ul><li>Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM Kesehatan yg berstandar dunia (world class) </li></ul><ul><li>Politisasi Program Kesehatan sehingga terjadi konsep “kesehatan gratis” tanpa pembiayaan pemerintah yang cukup. </li></ul>
  8. 8. KOMPONEN SISTEM KESEHATAN NASIONAL Butir Penting Ke-2
  9. 9. SISTEM UPAYA KESEHATAN <ul><li>UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT </li></ul><ul><ul><li>Meningkatkan Taraf Kesehatan Masyarakat </li></ul></ul><ul><ul><li>Sifat Preventif – Promotif </li></ul></ul><ul><ul><li>program gizi, pemberantasan penyakit menular, program kesehatan ibi dan anak, program usaha kesehatan sekolah </li></ul></ul><ul><li>UPAYA KESEHATAN PERORANGAN </li></ul><ul><ul><li>menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan (kuratif-rehabilitatif) dengan sasaran utamanya adalah perorangan atau keluarga </li></ul></ul><ul><ul><li>Sifat Kuratif - Rehabilitatif </li></ul></ul><ul><ul><li>pengobatan oleh perawat, dokter, dokter gigi, dokter spesialis baik di Dokter praktek swasta, Bidan praktek swasta, Puskesmas, Rumah Sakit umum, maupun Rumah sakit khusus </li></ul></ul>
  10. 10. Komponen SDM Kesehatan <ul><li>Komponen SDM Kesehatan adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan/pelatihan, dan pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu. </li></ul><ul><li>Konsep SDM Kesehatan mancakup Tenaga Kesehatan dan Non-Kesehatan. </li></ul><ul><li>Tenaga Kesehatan adalah : Tenaga medis, Keperawatan, farmasi, Kesehatan Masayarakat, Gizi, Keterapian Fisik, dan Teknis Medis. </li></ul>
  11. 11. TIGA UU BIDANG KESEHATAN Butir Penting Ke-3
  12. 12. TIGA UU BIDANG KESEHATAN <ul><li>UU KESEHATAN No 36/09 </li></ul><ul><li>13 Oktober 2009 </li></ul><ul><li>UU RUMAH SAKIT No 44/09 </li></ul><ul><li>28 Oktober 2009 </li></ul><ul><li>UU PRAKTIK KEDOKTERAN </li></ul><ul><li>No 29/ 2004 </li></ul>
  13. 13. UU KESEHATAN No 36/2009 <ul><li>Bab I Ketentuan Umum </li></ul><ul><li>Bab II Asas dan Tujuan </li></ul><ul><li>Bab III Hak dan Kewajiban </li></ul><ul><li>Bab IV Tanggung Jawab Pemerintah </li></ul><ul><li>Bab V Sumber Daya Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab VI Upaya Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab VII Kes Ibu Bayi Anak, Remaja, Lansia, Cacat </li></ul><ul><li>Bab VIII Gizi </li></ul><ul><li>Bab IX Kesehatan Jiwa </li></ul><ul><li>Bab X Peny Menular dan Tidak Menular </li></ul><ul><li>Bab XI Kesehatan Lingkungan </li></ul>
  14. 14. UU KESEHATAN No 36/2009 <ul><li>Bab XII Kesehatan Kerja </li></ul><ul><li>Bab XIII Pengelolaan Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab XIV Informasi Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab XV Pembiayaan Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab XVI Peran Serta Masyarakat </li></ul><ul><li>Bab XVII Badan Pertimbangan Kesehatan </li></ul><ul><li>Bab XVIII Pembinaan dan Pengawasan </li></ul><ul><li>Bab XIX Penyidikan </li></ul><ul><li>Bab XX Ketentuan Pidana </li></ul><ul><li>Bab XXI Ketentuan Peralihan </li></ul><ul><li>Bab XXII Penutup </li></ul>
  15. 15. UU Rumah Sakit No 44/2009 <ul><li>Ketentuan Umum </li></ul><ul><li>Asas dan Tujuan </li></ul><ul><li>Tugas dan Fungsi </li></ul><ul><li>Tanggung Jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah </li></ul><ul><li>Persyaratan </li></ul><ul><li>Jenis dan Klarifikasi </li></ul><ul><li>Perizinan </li></ul><ul><li>Kewajiban dan Hak </li></ul>
  16. 16. UU RUMAH SAKIT No 44/2009 <ul><li>IX Penyelenggaraan </li></ul><ul><li>X Pembiayaan </li></ul><ul><li>XI Pencatatan dan Pelaporan </li></ul><ul><li>XII Pembinaan dan Pengawasan </li></ul><ul><li>XIII Ketentuan Pidana </li></ul><ul><li>XIV Ketentuan Peralihan </li></ul><ul><li>XV Ketentuan Penutup </li></ul>
  17. 17. UU PRAKTIK KEDOKTERAN NO 29/ 2004 <ul><li>I Ketentuan Umum </li></ul><ul><li>II Asas dan Tujuan </li></ul><ul><li>III Konsil Kedokteran Indonesia </li></ul><ul><li>IV Standar Pendidikan Profesi Kedokteran dan </li></ul><ul><li>Kedokteran Gigi </li></ul><ul><li>V Pendidikan & Pelatihan Kedokt & Ked Gigi </li></ul><ul><li>VI Registrasi Dokter dan Dokter Gigi </li></ul><ul><li>VII Penyelenggaraan Praktik Kedokteran </li></ul><ul><li>VIII Disiplin Dokter dan Dokter Gigi </li></ul>
  18. 18. UU PRAKTIK KEDOKTERAN NO 29/ 2004 <ul><li>IX Pembinaan dan Pengawasan </li></ul><ul><li>X Ketentuan Pidana </li></ul><ul><li>XI Ketentuan Peralihan </li></ul><ul><li>XII Ketentuan Penutup </li></ul>
  19. 19. UU RUMAH SAKIT NO 44 THN 2009 Butir Penting Ke-4
  20. 20. JUMLAH BAB DAN PASAL <ul><li>15 BAB </li></ul><ul><li>65 PASAL </li></ul><ul><li>Mengingat: hanya UUD ? </li></ul>
  21. 21. JUMLAH PERATURAN PENDUKUNG <ul><li>5 PERATURAN PEMERINTAH </li></ul><ul><li>1 PERATURAN PRESIDEN </li></ul><ul><li>17 PERATURAN MENTERI KESEHATAN </li></ul>
  22. 22. ISSUE DLM UU RS 44/2009 <ul><li>RS Pemerintah UPT dan BLU </li></ul><ul><li>RS Swasta Badan Hukum Khusus </li></ul><ul><li>Jenis RS ABCD dan Ijin berbeda </li></ul><ul><li>Hak dan Kewajiban Pasien dan RS </li></ul><ul><li>Tata Kelola Korporat dan Tata Kelola Klinik </li></ul><ul><li>RS tanggung jawab kelalaian dokter (psl 46) </li></ul>
  23. 23. ISSUE DLM UU RS 44/2009 <ul><li>Organisasi RS diatur Per Presiden ? </li></ul><ul><li>Pola Tarif Nasional dan Pagu Tarif Maksimal Daerah </li></ul><ul><li>Badan Pengawas Rumah Sakit Indonesia </li></ul><ul><li>Efektif 28 Oktober 2011 </li></ul>
  24. 24. KESIMPULAN Butir Penting Ke-5
  25. 25. KESIMPULAN <ul><li>Tiga UU Bidang Kesehatan yg ada BELUM menjawab tantangan pembangunan kesehatan nasional </li></ul><ul><li>Pengembangan UU Kesehatan yg mendukung Konsep dan Komponen SKN </li></ul><ul><li>UU RS mewajibkan RS tanggung jawab penuh thdp kelalaian tenaga kesehatan, perlu Tata kelola RS yang menggabungkan dua dunia Tata Kelola Korporat dan Tata kelola klinik </li></ul>

×