Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Buku kebijakan spmi

1,975 views

Published on

MERUPAKAN PEMIKIRAN, SIKAP DAN PANDANGAN KEGIATAN INSTITUSI

Published in: Education

Buku kebijakan spmi

  1. 1. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 1 BUKU KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES SURABAYA STIKES SURABAYA TAHUN 2015
  2. 2. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 2 BAB I Pendahuluan A. Profil Singkat STIKes Surabaya B. Visi, Misi dan Tujuan STIKes Surabaya 1. VISI Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Unggulan yang bertaraf regional pada tahun 2020 dan bertaraf nasional pada tahun 2025 2. MISI 1) Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui penggunaan berbagai teknologi sesuai dengan standar kompetensi tenaga kesehatan yang dapat dilaksanakan dengan pendekatan keilmuan secara komprehensif berdasarkan kebutuhan dan kompetensi pendidikan 2) Meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan profesional dalam mengelola pendidikan dan pengajaran 3) Meningkatkan sarana dan prasarana fisik pendidikan dan pengajaran sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional 4) Menyelenggarakan dan berperan aktif dalam penelitian bidang kesehatan untuk meningkatkan IPTEK 5) Mendidik tenaga kesehatan profesional yang berkualitas prima berstandar nasional dan internasional sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat 6) Menjalin kerja sama multisektor dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk memenuhi permintaan tenaga kesehatan di dalam dan luar negeri 7) Mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berjiwa pancsila dan mampu mengembangakan entrepreneurship 3. TUJUAN 1. Dihasilkannya kualitas pendidikan sesuai dengan standart kompetensi tenaga kesehatan. 2. Dihasilkannya tenaga pendidik yang profesional berintegritas dan berwawasan nasional maupun global. 3. Terciptanya sarana dan prasarana penunjang yang mendukung proses pembelajaran sesuai dengan isu dan tren terbaru. 4. Dihasilkannya tenaga kesehatan yang berjiwa pancasila, mempunyai kemampuan intelektual profesional dan integritas pribadi yang berwawasan nasional maupun global 5. Dihasilkannya pemikiran yang memperkokoh perkembangan watak, moral dan selalu mengacu ke kode etik profesi 6. Tercapainya penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan profesional sesuai jenjang kewenangan dan kompetensinya 7. Terlaksananya peran dalam kegiatan penelitian dan menggunakan hasil penelitian sebagai pengembangan IPTEK
  3. 3. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 3 BAB II SISTEM PENJAMINAN MUTU STIKES SBY A. Latar Belakang Menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal Institusi Pendidikan harus mampu menjaga kualitas layanan pendidikan sesuai undang- undangan dan peraturan pemerintah mengenai pendidikan tinggi yang berlaku di Indonesia. Regulasi mengenai penjagaan kualitas pendidikan menjadi salah satu perhatian khusus untuk meningkatkan mutu. Upaya mendukung ketercapaian mutu pendidikan Indonesia yang baik, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suarabaya sebagai salah satu institusi kesehatan senantiasa mengikuti standar baku yang ada. Menjamurnya institusi kesehatan di Indonesia, menjadi suatu tantangan bagi Direktorat pendidikan tinggi (DIKTI) dan kementrian kesehatan untuk menyeragamkan hasil lulusan sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, salah satunya dengan pembentukan Health Professional Education Quality (HPEQ). 1 HPEQ memiliki tugas untuk menstandarisasikan pendidikan profesi khususnya kesehatan di Indonesia. Penjaminan mutu dilakukan yaitu dengan membentuk lembaga akreditasi independen untuk kesehatan yang dikenal dengan LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri-Perguruan Tinggi Kesehatan). Prinsip sistem akreditasi yang dikembangkan oleh LAM, diantaranya; 1) Berkelanjutan (Continuous quality improvement- CQI), 2) quality cascade (kualitas tidak hanya diikuti hingga output namun hingga outcome di masyarakat, sehingga dapat diakui bahwa keberadaan suatu institusi memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar), 3)conceptualization, production and usability (bahawa input, proses dan output sistem pendidikan harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat), 4) kepercayaan/trustworthy (penilaian bersifat keterbukaan dan bertujuan untuk perbaikan mutu pendidikan). 1 DIKTI sebagai pusat kebijakan perguruan tinggi, menjelaskan komponen pendidikan yang harus dilakukan pengawasan, pengontrolan dan peningkatan sesuai UU Sisdiknas mengenai standar Nasional Pendidikan (SNP). Adapun yang menjadi butir pada uraian SNP yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. 1 2 3
  4. 4. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 4 Penjaminan mutu eksternal yang dikenal dengan sistem akreditasi tidak dapat berhasil baik, jika tdak ditopang oleh sistem penjaminan mutu internal, sehingga penjaminan mutu internal menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Berdasarkan paparan hal tersebut sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di STIKes Surabaya di bangun. B. TUJUAN pembentukan SPMI 1. Menjaga mutu internal STIKes Surabaya sesuai dengan standar nasional pendidikan (SNP) yang ditentukan oleh UU sisdiknas 2. Membuat standar operasional prosedur yang menjadi bagian dari standar pendidikan 3. Membangun pusat data STIKes Surabaya sesuai dengan aspek pada sistem pendidikan tinggi 4. Menjadi sistem evaluasi dan monitoring sistem pendidikan di STIKes Surabaya sehingga dapat memenuhi SNP dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemajuan era. C. Luas Lingkup Ruang lingkup kebijakan system penjaminan mutu internal STIKes Surabaya meliputi: 1. Akademik Meliputi kebijakan pelaksanaan rekrutmen mahasiswa terkait proses masukan perguruan tinggi, proses Tridarma Perguruan Tinggi dalam aspek proses (termasuk kegiatan kemahasiswaan yang diarahkan pada pencapaian Tridarma Perguruan Tinggi) dan system evaluasi proses pembelajaran yang merupakan bagian dari aspek hasil luaran. Selain itu kebijakan mengenai alumni sebagai hasil ikutan (outcome). 2. Non akademik Kebijakan non akademik merupakan kebijakan dalam hal system administrasi keuangan dan sarana prasarana penunjang proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. D. Istilah dan definisi 1. Kebijakan merupakan pernyataan tertulis yang menjelaskan mengenai pemikiran, sikap dan pandangan pada suatu institusi berkenaan dengan suatu hal (dalam hal ini penjaminan mutu) 2. Kebijakan SPMI merupakan pemikiran, sikap dan pandngan kegiatan institusi mengenai SPMI yang berlaku di STIKes Surabaya (mencakup persyaratan SPMI)
  5. 5. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 5 3. Manual SPMI/Prosedure merupakan dokumen tertulis berisi petunjuk teknis praktis menjalankan atau melaksanakan SPMI 4. Standar SPMI merupakan dokumen tertulis yang berisikan kriteria, patokan, ukuran, spesifikasi mengenai suatu hal yang harus dipenuhi. 5. Evaluasi diri merupakan kegiatan setiap unit yang menjadi bagian kegiatan institusi, dilaksanakan secara periodik, meliputi memeriksa, menganalisis dan menilai kinerja diri selama kurun waktu tertentu. Sebagai cara mengetahui kekurangan yang terjadi di dalam sistem yang berjalan di STIKes. 6. Audit SPMI termasuk audit yang menjadi syarat pada Sistem Managemen Mutu Perguruan Tinggi merupakan kegiatan rutin setiap akhir semester tahun akademik yang dilakukan oleh auditor internal, untuk memastikan pelaksanaan SPMI dan sistem managemen mutu PT sesuai dengan standar minimum yang dibuat oleh etiap unit di STIKes Surabaya. 7. Mutu diartikan sebagai sesuatu yang dijalankan sesuai harapan pengguna, hasil luaran memenuhi syarat dan sesuai dengan apa yang dijanjikan. 8. Penjaminan mutu merupakan suatu proses penentuan standar mutu pengelolaan secara konsisten, berkelanjutan, terdokumentasi dengan tujuan memenuhi kepuasaan pengguna. 9. Penjaminan mutu pendidikan dipahami sebagai suatu kegiatan sistemik dan terpadu dengan menetapkan standar secara konsisten dan berkelanjutan, bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan, serta menmenuhi kepuaasaan pengguna. E. PRINSIP SPMI Pelaksanaan managemen mutu di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suarabaya, dengan memperhatikan standar mutu yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) serta memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes). Adapun prinsip yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Fokus pada kebutuhan pengguna STIKes Surabaya berupaya untuk memenuhi kebutuhan pengguna, karena menyadari bahwa keberadaan dan keberlangsungan STIKes SBY tidak akan dapat dilepaskan dari keberadaan pengguna (mahasiswa, orangtua, unit layanan kesehatan di masyarakat dan
  6. 6. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 6 Indonesia, kementerian kesehatan). Sehingga dalam menjalankan setiap prosesnya selalu memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan dari pengguna (stake hoder) 2. Kepemimpinan Pimpinan sebagai ujung tombak pelaksanaan managemen STIKes Surabaya, menjadikannya suatu unsur penting dalam mencapai visi, misi dan tujuan. Unsur pimpinan harus mampu menciptakan dan memelihara lingkungan internal, sehingga proses dalam pencapaian tujuan dapat berjalan dengan kondusif. 3. Melibatkan civitas akademik Tim merupakan kekuatan terbesar dalam mencapai tujuan, sehingga keterlibatan civitas akademika menjadi bagian penting yang harus dilakukan, sehingga setiap proses (pada keseluruhan proses yang ada) dapat berjalan dengan baik. 4. Menggunakan pendekatan proses Suatu tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien apabila keseluruhan sumber daya dikelola melalui suatu proses yang terarah, terencana dengan baik. Proses dilakukan dengan menentukan tujuan yang ingin dicapai, sehingga proses yang berjalan merupakan keseluruhan tahapan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. 5. Menggunakan pendekatan sistem managemen Sistem SPMI yang dilakukan dengan memahami dan melakukan pengidentifikasian dari proses yang telah dan akan berjalan, diharapkan akan membangun pola pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. 6. Menggunakan model Kaizen Pelaksanaan penjaminan mutu STIKes dengan menerapkan prinsip keberlanjutan dan Kaizen model (perbaikan secara terus menerus), dengan menerapkan prinsip PDCA (planning-perencanaan, do-tindakan, check-evaluasi, dan action-perbaikan berdasarkan hasil evaluasi). Langkah yang dilakukan secara terencana dan terstruktur dengan merespon perkembangan kebutuhan pengguna secara terus menerus diharapkan mampu menjamin perbaikan dan meningkatkan mutu. 7. Menggunakan pendekatan objektif dalam membuat keputusan Keputusan yang efektif, merupakan pengambilan keputusan berdasarkan fakta dan bukti yang ada, dengan menggunakan pendekatan analisis hingga memahami permasalahan hingga akar penyebab. Pendekatan ini pun diterapkan untuk meningkatkan kinerja civitas akademika di STIKes Surabaya, serta efektifitas penerapan sistem penjaminan mutu. F. Rincian Kebijakan
  7. 7. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 7 Seluruh civitas akademika STIKes Surabaya memiliki keyakinan, dengan dibentuknya SPMI dapat: 1. Menjamin bahwa setiap layanan pendidikan yang diberikan pada setiap mahasiswa dilakukan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga jika terdapat hal yang tidak sesuai, maka akan dilakukan upaya analisis dan perbaikan. 2. Mewujudkan transparansi dan akuntabiltas kepada pengguna, khususnya mahasiswa sebagai pengguna langsung mengenai penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan. 3. Melibatkan semua civitas akademika dalam setiap kegiatan institusi untuk mencapai tujuan bersama dengan berpatokan pada standar dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan mutu. G. Model Manajemen Kendali Mutu Pelaksanaan sistem kendali mutu di lingkungan STIKes Surabaya menggunakan pendekatan PDCA (plan, do, ceck dan action) yang akan menghasilkan pengembangan dan perbaikan berkelanjutan (Kaizen-continuous improvement). Beberapa prinsip yang menjadi landasan pola berfikir dan pengambilan kendali mutu berdasarakan PDCA, adalah: 1. Quality first Mutu menjadi tolok ukur dan prioritas utama dalam berfikir dan bertindak selama menjalankan kegiatan pengelolaan institusi di STIKes Surabaya. 2. Stakeholder-in Setiap rencana tindak lanjut dan pelaksanaan penyelenggaran pendidikan di lingkungan STIKes Surabaya diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. 3. The next process is our stakeholder Setiap anggota STIKes Surabaya, dalam menjalankan kegiatannya berfokus pada kebutuhan pengguna, sehingga mampu memberikan kepuasan layanan, namun tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Speak with data Setiap langkah pengambilan keputusan dilakukan dengan memperhatikan fakta dan data yang ada (secara objektif) sebagai hasil dari analisis situasi, sehingga keputusan yang diambil tidak berdasarkan pengadaan atau rekayasa. 5. Upstream management Pengambilan keputusan dalam proses pendidikan tinggi dilakukan secara partisipatif. Menggunakan model ini, STIKes Surabaya akan menetapkan tujuan yang ingin dicapai sebagai langkah awal, melalui pembuatan rencana strategis dan akan dilakukan monitoring secara berkala, dievaluasi dan dilakukan pengembangan sehingga menjadi lebih baik. Setiap unit di STIKes Surabaya, menerapkan sistem PDCA dengan evaluasi diri dilakukan sebagai cara melakukan penilaian kinerja sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi diri akan dilaporkan kepada pimpinan STIKes, yang akan dijadikan pertimbangan dalam memutuskan langkah tindak lanjut.
  8. 8. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 8 Pelaksanaan audit internal oleh SPMI dilakukan setiap akhir tahun akademik, dengan hasil penilaian akan dilaporkan kepada ketua unit kerja dan ketua STIKes Surabaya, untuk dilakukan upaya perbaikan berdasarkan hasil temuan dan rekomendasi Tim audit internal. Keseluruhan proses yang dilakukan di atas bertujuan untuk menjamin setiap unit menjalankan kegiatannya sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan sehingga pemantauan akan mutu dapat terlihat, sesuai dengan asas kaizen. Hasil pelaksanaan audit internal dengan PDCA yaitu kesiapan setiap prodi di bawah STIKes Surabaya dalam menghadapi audit eksternal (akreditasi AIPT dan atau LAMPT-Kes) MANAGEMEN SISTEM PENJAMINAN MUTUVisi, Misi, Tujuan, Universitas Pamulang Perencanaan (PLAN): strategis, operasional, sasaran, target Pelaksanaan (DO): - Input - Proses - Output - Outcomes Pemeriksaan (CHECK): - Monev - Audit Internal - Evaluasi Diri - Audit Eksternal (akreditasi, Ranking) Tindakan (ACTION): Pemeliharaan, Perbaikan, Pembinaan, Peningkatan, Benchmarking Standar Mutu Siklus PDCA SPMI Perencanaan (Plan) Pelaksanaan (Do) Evaluasi Perbaikan (Action)
  9. 9. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 9 H. Strategi Penjaminan Mutu Berdasarkan pemahaman konsep mutu dan penjaminan mutu, maka dalam upaya melakukan sistem penjaminan mutu dilingkungan STIkes Surabaya dilakukan strategi sebagai berikut: 1. Visi, Misi dn Strategi ditetapkan oleh STIKes Surabaya sebagai goal yang ingin dituju (Start from The end) 2. Bersama-sama stakeholder baik internal maupun eksternal membangun komitmen untuk menjalankan penjaminan mutu pendidikan 3. Penetapan standar Mutu PT berlandaskan pada standar nasional Pendidikan PT 4. STIKes Surabaya melakukan evaluaasi diri dan audit mutu sebagai upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan 5. STIKes Surabaya menetapan target dan sasaran secara jelas dan terukur 6. Penyusunan pedoman, Standar operasional prossedur dan Instruksi Kerja secara bertahap dan berkesinambungan 7. STIKes Surabaya melakukan sistem pendokumentasian secara baik dan benar sehingga mudah untuk ditelusuri dan dilakukan secara periodik serta berkelanjutan 8. STIKes Surabaya membentuk satuan/unit Penjaminan Mutu (SPMI) I. JUMLAH DAN STANDAR Standar dan protap yang dimiliki oleh STIKes dan masing-masing prodi mengacu standar nasional pendidikan (Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan-8 standar dan pasal 54 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang standar Naional Perguruan Tinggi- 10 standar) dan frame work yang dikeluarkan oleh HPEQ. Sehingga perlu dibuat suatu pemetaan Standar yang mencakup SNP dan Frame work HPEQ, sebagai berikut : 1. Standar Isi
  10. 10. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 10 Merupakan standar yang berkaitan dengan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria mengenai kompetensi lulusan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata ajar dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Standar isi tercantum dalam kurikulum masing-masing prodi di lingkungan STIkes Surabaya ( tergambarkan pada Visi, Misi dan Strategi prodi di STIkes Surabaya) 2. Standar Proses Merupakan standar yang berkaitan dengan pelaksanaan proses pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses mencakup standar perencanaan proes pembelajaran, standar pelaksanaan dan pembelajaran dan standar pengawasan proses pembelajaran. Keseluruhan tergambarkan pada kurikulum, proses pembelajaran, dan suasana akademik setiap prodi di STIkes Surabaya. 3. Standar Kompetensi Lulusan Merupakan kualifikasi kompetensi lulusan yang memenuhi standar dan memenuhi kebutuhan masyarakat, meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Standar kompetesi lulusan digunakan sebagai penentu output pada setiap mata kuliah (dalam lingkup kecil) dan lulusan STIkes Surabaya (sebagai lingkup luas) 4. Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan Merupakan standar yang berkaitan dengan pendidikan prajabatan, kelayakan fisik dan mental serta pendidikan sesuai jabatannya. Dosen dilingkungan STIkes Surabaya melaksanakan Tridharma PT yang meliputi pengajaran (beban minimal 12 SKS selama 1 semeter, maksimal 16 SKS), penelitian dan pengabdian masyarakat. Rasio dosen dan mahasiswa yang dimiliki yaitu 1:28,5, dengan kualifikasi pengajar adalah dosen dengan pendidikan S2 berdasarkan bidang keilmuan yang diajrkannya (maupun yang dikembangkan melalui penelitian), serta dosen yang memiliki dasar keilmuan kesehatan dan memiliki pengalaman praktik dalam bidang yang diajarkannya. Sistem rekrutmen pegawai dengan menggunakan seleksi adminitraasi, proses wawancara dan tes microteaching. Pengajuan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen dalam tahap pengajuan dan peningkatan jumlah. 5. Standar Sarana Dan Prasarana Merupakan standar yang berkaitan dengan kriteria minimal ruang belajar, ruang dosen, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempatolah raga, tempat ibadah, tempat rekreasi, tempat berkreasi serta sumber belajar yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta rasio alat dengan mahasiswa.
  11. 11. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 11 6. Standar Pengelolaan Merupakan standar yang berkaitan dengan perencanan, pelaksanan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan agar tercapai secara efektif dan efisien, meliputi tata pamong, pola kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan organisasi. 7. Standar Pembiayaan Meliputi standar yang mengatur sumber pembiayaan, komponen dan besarnya biaya operasional satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun, serta pengelolaan dan pertanggungjawabannya, termasuk anggaran pengembangan dosen. 8. Standar Penilaian Pendidikan Merupakan standar yang berkitan dengan mekanisme, prosedur dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. 9. Standar Penelitian Merupakan standar yang berkaitan dengan arahan, proses, hasil, pendanaan, sarana prasarana serta outcome dalam melaksanakan kegitan penelitian di lingkungan STIkes Surabaya. 10. Standar pengabdian masyarakat Merupakan standar yang berkaitan dengan arahan, proses, hasil pendanaan, sarana prassrana serta outcome daalam melaksanakan kegitan pengabdian masyarakat di lingkungan STIkes Surabaya. 11. Standar kemitraan Merupakn standar yang berkaitan dengan prosedur pelaksanaan dan pengendalian kegiatan kemitraan (kerjasama), guna mendukung prosses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. J.Dokumentasi dan Rekaman Sistem penjaminan Mutu Sistem manajemen kegiatan institusi terdokumentasi dengan jelas dalam sistem dokumentasi/computer seperti berikut: 1. Kebijakan mutu, yang berisikan kebijakan organisasi dalam melakukan kegiatan yang dapat memberikan dampak pada kepuasan pelanggan dengan menunjukan tanggungjawab personal dan prosedur
  12. 12. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 12 2. Prosedure dokumen, dokumen berisikan petunjuk teknis dengan menguraikan unsur-unsur sistem dalam pelaksanakan kegiatan institusi dan menguraikan kegiatan sesuai dengan kebutuhan 3. Dokumentasi personal, merupakan dokumen yang menetapkan dan mengendaikan suatu kegiatan. K. Tanggung Jawab Dokumen 1. Tanggung jawab dokumen oleh unit/sub unit penjaminan mutu untuk mengkoordinasikan kegiatan belajar mengajar dan pemeriksaan dokumentasi sistem mutu 2. Ketua STIkes Surabaya menyetujui mutu dan pedoman mutu 3. Pimpinan setiap unit memiliki tanggungjawab untuk menyetujui instruksi kerja sesuai bidangnya dan memastikan bahwa stff memahami dan mampu menerapkannya 4. Tanggungjawab semua personal untuk mengikuti sistem terdokumentasi dan melaporkan kepada pimpinan unit terkait ika terdapat kekurangan atau jika diperlukan adanya perubahan Pengendalian mutu Proedur harus ditetapkan dan dijaga, yaitu dengan menjaga dokumen terkait penjaminan mutu tetap terkendali, dengan procedure: 1. Dokumen dapat ditemukan 2. Dokumen ditinjau kemutakhirannya dan kecukupannya 3. Dokumen kadaluarsa tidak digunakan lagi, terkecuali masih digunakan maka ditandai Dokumentasi harus dapat dibaca, bertanggal (dengan revisi bila berlaku), teridentifikasi dan dipertahankan kebaruannya (tidak kadaluarsa). Sistem pengendalian dokumen dilakukan melalui penomoran dan pengkodean dokumen, verifikaasi dokumen oleh yang berwenang serta penyimpanan dan penggandaan dokumen. L. Tata Cara Penomoran Dokumen Dokumen diberikan nomor untuk memudahkan dalam penelusuran dan pengendalian dokumen. Setiap dokumen harus diberikan judul nama dokumen, nomor dokumen, versi dokumen dan tanggal mulai dokumen diberlakukan. Nomor dan Kode dokumen yang berlaku di STIkes Surabaya diatur sebagai berikut: kode dokumen (menunjukan dokumen yang digunakan), kode institusi (STIkes Surabaya SI); kode Prodi (keperawaatan SP; kebidanan SB; Gizi; SG), nomor dokumen ditulis menggunakan huruf dan terdiri atas 2 huruf. M. Pengendalian rekaman
  13. 13. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 13 Prosedur harus diterapkan dan dijaga untuk identifikasi, pemeliharaan dan pembuangan rekaman. Rekaman harus dapat dibaca, dikenali dan dapat dilacak pada kegiatan, proses. Dokumen harus dijaga dan dilindungi dari kerusakan. N. Pengorganisasian sistem penjaminan mutu Pengelolaan sistem penjaminan mutu tingkat STIkes Surabaya dilakukan oleh unit penjaminan mutu dan pada tingkat jurusan dilakukan oleh sek prodi. Adapun tugas pokok unit penjaminan mutu adalah sebagai berikut: 1. Mengkoordinasikan kegiatan penjaminan mutu dan pengasawasan internal untuk STIkes maupun unit kerja yang ada di Stikes dalam hal akademik maupun non-akademik 2. Membuatperencanaan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan penjaminan mutu dana pengawaasan internal STikes 3. Kepala unit penjaminan mutu STIkes Surabaya berperan sebagai wakil manajemen dalam implementasi sistem manajemen mutu di STIKes. 4. Melaksanakan kegiatan audit internal akademik dan non akademik secara terjadwal pada semua elemen yang ada di STIKes 5. Mempersiapkan dan memfasilitasi pelaksanaan audit eksternal yang dilakukan oleh institusi dari luar STIkes. O. TATA KELOLA Ketua STIKES PuketI PuketII PuketIII PuketIV Ka. Prodi KABAG. BAU & keuangan KEMAHASISWAA N KABAG. Humas dan pemasaran Sekretaris Jurusan Ka. LPM Lembaga penjaminan MUTU
  14. 14. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 14 Ketua SPMI : Octo Zulakrnain, S.Kep.Ns Sekretaris : Bayu Irianti, M.Keb Penanggung Jawab Monev : a. Prodi S-1 Keperawatan : Prestasianita Putri, S.Kep.,Ns b. Prodi D.III Kebidanan : Hj. Zummatul Atika, SST c. Prodi S-1 Ilmu Gizi : Alvia Nur Layli, S.KM., M.Gizi P. Sasaran Sasaran SPMImerupakan keseluruhan aspek pendidikan yang meliputi input, proses, output dan outcome sistem pendidikan pada: 1. STIkes Surabaya 2. Prodi S1. Keperawatan STIKes Surabaya 3. Prodi D.III Kebidanan STIKes Surabaya 4. Prodi S.1 Ilmu Gizi STIKes Surabaya Q. Dokumen lain Dokumen SPMI yang harus disiapkan berdasarkan frame work HPEQ dan SNP sebagai berikut: 1. Dokumen/buku kebijakan SPMI Visi, Misi strategi perguruan tinggi, latar belakang menjalankan SPMI, ruang lingkup SPMI, daftar istilah dokumen SPMI, garis besar kebijakan SPMI (tujuan, strategi, prinsip, managerial SPMI, unit pejabat khusus-tata kelola SPMI), informasi singkat dokumen SPMI, hubungan SPMI dengan statute dan renstra (kebijakan utama PT) 2. Manual SPMItujuan, ruang lingkup (manual penetapan, pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan, peningkatan), rincian job desk scrip, penanggungjawab pelaksana, uraian unjuk kerja, formulir yang harus dibuat, sarana dalam pembuatan manual. 3. Buku standar SPMIdefinisi, alasan penetapan standar, pernyataan isi standar, strategi pencapaian, indikator pencapaian, pihak yang terlibat, referensi. (penetapan, pelaksanaan, pengendalian dan peningkatan) 4. Formulir SPMIformulir sesuai dengan standard an Instruksi kerja 5. Standar Operasional prosedur 1) input
  15. 15. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 15 a. Mahasiswa dan pembelajaran: - Rekrutmen mahasiswa - Registrasi perkuliahan - Evaluasi dan pengembangan kurikulum b. Sumberdaya manusia - Rekrutmen - Masa percobaan - Perjanjian kerja (MOU) - Penilaian prestasi kerja - Mutasi, promosi dan pemberhentian - Waktu kerja, lembur dan cuti - Penghasilan dan penghargaan - Jaminan kesehatan dan kesejahteraan - Pengembangan diri dan pembinaan - Standar kedisiplinan - Perjalanan dinas - Pengakhiran hubungan kerjasama c. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran - Permohonan penambahan dan pengadaan sarana pembelajaran - Laboratorium peminjaman, penggunaan, pengembalian, pengajuan alat dan bahan baru, inventarisasi - Perpustakaan peminjaman, pengembalian, pengajuan buku baru, inventarisasi 2) Standar proses a. Pembelajaran dokumen pembelajaran (silabus, RPP, materi, absensi), permohonan cuti akademik, mahasiswa bermasalah b. Evaluasi teori, praktikum, skill lab, klinik (dokumen), tugas akhir (karya tulis ilmiah) c. Penelitian pengajuan, pendanaan, review dan etik, hasil dan publikasi d. Pengabdian masyarakatpengajuan, pendanaan, pelaporan e. Uji kompetensitry out, pendaftaran, pelaksanaan f. Wisuda 3) Standar output a. Kulitas lulusan kesesuaian antara profil perguruan tinggi, proses, profil lulusan dan daya serap alumni
  16. 16. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 16 b. Tracer study c. Kuesioner alumni mengenai sistem pendidikan di STIkes Surabaya 4) Standar outcome a. Kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat kuesioner pengguna (360 degree= institusi pelayanan, isntitusi pendidikan dan masyarakat) BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN PENJAMINAN MUTU Kegiatan penjaminan mutu di STIkes Surabaya, menggunakan tahapan sebagai berikut: A. Penetapan Standar Merupakan kegiatan perencanaan, penetapan dan pengesahan standar, yang diawali periode penjaminan mutu di lingkungan STIkes Surabaya, adapun yang menjadi langkah penentuan standar memenuhi unsur ABCD, sebagai berikut: 1. A (audience), menjelaskan mengenai subjek yang dikenakan standar 2. B (behavior), menjelaskan mengenai tindakan yang harus dipenuhi oleh subjek terkait penjelasan standar
  17. 17. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 17 3. C (competence), menjelaskan mengenai sasaran, target atau goal yang harus dicapai oleh subjek terkait penerapan standar 4. D (degree), mengenai tingkatan, level atau ukuran akan tindakan yang dilakukan (dapat berupa frekwensi maupun jangka waktu) B. Pelaksanaan Pelaksanaan penjaminan mutu berdasarkan kebijakan akademik dan dokumen mutu. kebijakan akademik sebagai rencana atau standar akademik yang memuat arah kebijakan, visi, misi, standar pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta peraturan akademik (terdiri atas kebijakan akademik, standar akademik dan pedoman akademik) yang diterapkan pada level STIKes dan Prodi (prodi berisikan kualifikasi lulusan-learning outcome, profile prodi, kurikulum, peta kurikulum, silabus dan RPP). Dokumen mutu berada pada tingkat STIKes dan prodi, meliputi manual mutu (kebijakan utama STIKes, Struktur organisasi, tugas tiap struktur hanya dimiliki oleh STIKes, tidak pada lingkup prodi); manual prosedur (prosedur pelaksaanaan kegiatan yang melintasi banyak unit, beriskan tujuan, ruang lingkup, wewenang dan tanggung jawab, referensi serta indicator keberhasilan); instruksi kerja (procedure kerja dalam unit); dokumen pendukung (statute, rencana inovasi-renov, rencana strategi-renstra Rencana Induk Pengembangan); dan formulir. Adapun langkah penyusunan dokumen sebagai beriku: 1. Menetapkan penyusunan dokumen dengan menggunakan flow chart dan kalimat 2. Membuat tata urut dokumen berdasaarkan tingkatannya 3. Membuat format struktur dokumen 4. Menuliskan draft dokumen 5. Uji coba draft 6. Perbaikan draft 7. Pengesahan draft menjadi dokumen oleh pimpinan 8. Pengendalian dokumen (pelaksanaan hingga tahap evaluasi) C. Monitoring Monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk memastikan bahwa setiap standar yang ada dilaksanakan, dipenuhi, dievaluasi dan ditingkatkan oleh setiap unit di STIkes Surabaya. Evaluasi dan monitoring komponen sistem pendidikan pada kedua STIKes dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan maret dan september , yang dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-9, sedangkan pada masing-masing prodi dilakukan setiap triwulan, yaitu pada bulan ke-6,
  18. 18. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 18 ke-9 dan 12, selama 1 minggu. Assessor internal merupakan staff STIkes Surabaya yang telah diberikan surat penunjukan sebagai anggota SPMI serta pernah mengikuti sosialisasi maupun pelatihan Audit Mutu Internal (pelatihan internal atau eksternal). Penilaian dilakukan oleh anggota SPMI yang bukan bertugas pada prodi yang akan dilakukan penilaian, untuk menghindari subjektifitas (dilakukan teknik cross audit). D. Evaluasi diri Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyimpulkan keadaan berdasarkan fakta dan dapat dijadikan landasan pimpinan untuk mengelola PT. evaluasi diri bertujuan untuk menilai efektifitas penyelenggaraan layanan pendidikan, perubahan program pendidikan sebagai dasar peningatan mutu dengan menggunakan SWOT analisis. E. Audit mutu Merupakan kegiatan pemeriksaan secara sistematis dan independen untuk menjaga mutu dengan menilai keberlangsungan proses yang telah dilaksanakan. Audit dilakukan baik secara internal (melaui unit penjaminan mutu) maupun eksternal (proses akreditasi). Adapun yang menjadi tujuan adalah: 1. Memastikan kesesuaian dan hasil temuan pelaksanaan dengan standar mutu 2. Memeriksa keefektifan pencapaian mutu 3. Menganalisis penyebab ketidak seuaian berdasarkan hasil temuan 4. Memfasilitasi auditi untuk membuat rancangan tindak lanjut (RTL) untuk memperbaiki mutu 5. Memenuhi tuntutan peraturan dan perundang-undangan F. Rumusan koreksi dan tindak koreksi Tindak koreksi dilakukan berdasarkan hasil temuan dari audit berdasarkan data dan fakta yang ada yang dilaporkan dalam catatan audit internal untuk ditindaak lanjuti sebagai bagian dari RTL peningkatan mutu. G. Tinjauan manajemen Merupakan kegiatan pimpinan STIkes Surabaya dalam meninjau sistem manajemen mutu dalam selang waktu tertentu dan secara berkelanjutan. Tinjauan manajemen dilakukan berdasarkan hasil audit yang tertuang pada rumusan tindak koreksi, sehingga dapat menjalankan prinsip kaizen dengan baik. H. Peningkatan mutu
  19. 19. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 19 Berdasarkan hasil tinjau managemen, pimpinan STIKes akan membuat suatu RTL dan target baru dengan berfokus pada peningkatan mutu pendidikan tinggi, baik dengan cara benchmark secara internal maupun eksternal. Hubungan Kebijakan SPMIdan dokumen lain Keterangan : Pembuatan standar mutu merujuk pada system penjaminan mutu eksternal (SPME), tata kelola perguruan tinggi yang terdapat pada statute serta strategi perbaikan berdasarkan paparan dari renstra.
  20. 20. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 20 Frame work HPEQ untuk blue print akreditasi LAM-PTKes
  21. 21. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 21 BAB IV PENUTUP Pelaksanaan Penjaminan Mutu Internal di STIkes Surabaya, merupakan suatu tuntutan peraturan yang harus dilakukan sekaligus menjadi kebutuhan bagi setiap institusi pendidikan dalam menjaga kualitas lulusan sehingga mampu bersaing secara local dan global dengan memenuhi kebutuhan pengguna. Keberhasilan dalam pelaksanaan penjaiminan mutu tidak hanya bergantung pada ketersediaannya dokumen mutu namun lebih pada komitmen pengelola PT dalam mendukung pelaksanaan penjaminan mutu serta keterlibatan seluruh civitas akademika di STIkes Surabaya dalam melaksanakan standar yang tertulis dalam dokumen mutu. Penjaminan mutu diharapkan mampu menjadi tolok awal pedoman, peningkatan dan pengembangan mutu layanan pendidikan di STIkes Surabaya, sehingga tujuan yang telah terpapar pada Visi, misi dan strategi PT dapat tercapai ssesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan pengguna.
  22. 22. Buku Kebijakan LPM-STIKes SBY 22 LANDASAN PENYUSUNAN 1. Naskah Akademik Sistem Akreditasi Program Studi Pendidikan Kesehatan, 2013. 2. DIKTI D. Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi. Jakarta: DIKTI. 2012 3. Waluyo BM. Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT). In: Tinggi DP, editor. Jakarta: Kemendikbud; 2012. 4. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Jakarta. Dikti; 2014 5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Jakarta. 2014 6. Undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan tinggi.DIKTI.2003 7. Undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, DIKTI. 2005 8. peraturan menteri pendidikan nasional nomor 63 tahun 2009 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan 9. pusat pendidikan tenaga kesehatan, pedoman penjaminan mutu pendidikan tenaga kesehatan, Depkes RI, 2009 10. Lembaga Penjaminan Mutu Internal Universitas Gadjah Mada, Penjaminan Mutu Internal dan Audit Mutu Internal PT. UGM. 2015 (hasil dosen Magang DIKTI Agustus-desember 2015)

×