Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penyakit aterosklerotik koroner

1,644 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Penyakit aterosklerotik koroner

  1. 1. PENYAKIT ATEROSKLEROTIK KORONERPENDAHULUAN  Faktor yang menentukan kebutuhan O2 miokardium : o Frekuensi denyut jantung. o Daya kontraksi jantung. o Massa otot o Tegangan dinding ventrikel  Pembuluh koroner normal dapat melebar dan meningkatkan aliran darah 5-6x di atas tingkat istirahat.  Pembuluh darah yang stenosis mengakibatkan kekurangan O2.  Ischemia → keadaan kekurangan O2 yang bersifat sementara dan reversible.  Ischemia lama dapat menyebabkan kematian otot dan nekrosis.  Nekrosis miokardium dikenal dengan infark miokardium.  Ventrikel kiri adalah ruang jantung yang paling rentan terhadap ischemia dan infark miokardium.PATOGENESIS  Aterosklerosis adalah penimbunan lipid dan jaringan fibrosa dalam arteri koronaria → mempersempit lumen pembuluh darah →resistensi terhadap aliran darah meningkat dan membahayakan aliran darah miokardium.  Lesi yang bermakna secara klini yang dapat mengakibatkan ischemia dan disfungsi miokardium biasanya menyumbat > 75 % lumen pembuluh darah.  Faktor resiko aterosklerosis :  Yang tidak dapat diubah : 1. Usia : kerentanan thdp aterosklerosis meningkat dgn bertambahnya usia (>40 thn ) 2. Jenis kelamin : efek perlindungan esterogen sebagai adanya imunitas. 3. Ras : kulit hitam lebih rentan dibanding kulit putih. 4. Riwayat keluarga : genetik.  Yang dapat diubah : 1. Hiperlidipemia : kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. - Kolesterol dan trigliserida adalah aterogenesis. - Lipid tidak larut dalam plasma, lipid terikat protein sebagai mekanisme transport dalam serum. - Terdapat 4 ikatan kelas utama lipoprotein adalah kilomikron, VLDL, LDL, HDL
  2. 2. - Peningkatan LDL dihubungkan dengan meningkatkan resiko koroner. - Peningkatan HDL dihubungkan sebagai factor pelindung terhadap penyakit arteria koronaria. 2. Hipertensi. - Definisi : peningkatan tekanan darah sistol dan diastole. - Peningkatan tekanan darah sistemik → meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri → beban jantung bertambah → hipertrofi ventrikel → lama- lama terjadi dilatasi dan payah jantung. - Hipertrofi ventrikel mengakibatkan kebutuhan miokardium akan O2 meningkat → MCI 3. Merokok. 4.Gangguan toleransi glukosa/ Diabetes Melitus. 5. Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori. 6. Gaya hidup yang kurang bergerak. 7. Stress psikologik. 8. Tipe kepribadianISCHEMIA  Kebutuhan akan oksigen yang melebihi kapasitas suplai oksigen oleh pembuluh yang terserang penyakit dapat menyebabkan ischemia miokardium.  Angina pectoralis adalah nyeri dada yang menyertai ischemia.  Nyeri berupa suatu tekanan substernal menyebar turun ke sisi medial lengan kiri.INFARK  Ischemia yang berlangsung lebih dari 30 – 45 menit akan menyebabkan kerusakan selular yang ireversibel dan kematian otot/ nekrosis.  Bagian miokardium yang mengalami infark/nekrosis akan berhenti berkontraksi secara permanen.  Infark miokardium biasanya akan menyerang ventrikel kiri.  Secara fungsional infark miokard akan menyebabkan perubahan-perubahan : 1. daya kontraksi menurun. 2. gerakan dinding abnormal. 3. perubahan daya kembang dinding ventrikel. 4. pengurangan curah sekuncup.
  3. 3.  Infark miokard biasanya disertai pembesaran ventrikel kiri sementara akibat kompensasi jantung, bila perlu dapat terjadi hipertrofi kompensasi jantung sebagai uasah untuk meningkatkan daya kontraksi dan pengosongan ventrikel.  Gejala klinis infark miokard : 1. nyeri dada yang berlangsung lama dan hebat disertai mual,keringat dingin, muntah. 2. Meningkatkan enzim jantung yang dilepaskan oleh sel miokardium yang nekrosis. 3. Perubahan EKG : perubahan gelombang Q, elevasi segmen ST, gelombang T terbalik.KOMPLIKASI 1. Gagal Jantung Kongestif. 2. Syok kardiogenik. 3. Disfungsi otot papilaris 4. Defek septum ventrikel. 5. Ruptur jantung. 6. Aneurisma ventrikel. 7. Tromboemboli.PENGOBATAN 1. Pencegahan : - menghindari makanan berlemak. - Menghindari merokok. - Mengendalikan hipertensi dan diabetes. - Gaya hidup sering bergerak. - Menghindari stress. 2. Pengobatan : - Nitrogliserin untuk ischemia dengan memperlancar distribusi aliran darah koroner. - Propanolol untuk menghambat kecepatan denyut dan kontraksi jantung. 3. Digitalis untuk angina yang menyertai gagal jantung dan meningkatkan daya kontraksi. 4. Diuretik untuk mengurangi volume darah dan aliran vena ke jantung. 5. Obat vasodilator. 6. Revaskularisasi koroner. 7. Terapi tromboliktik : streptokinase. 8. Mencegah trombosis : antikoagulan heparin antitrombosis herpain.

×