Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kontribusi Aktivis Dakwah
dalam Wawasan
Kebangsaan
Aplikasi Strategi Musyarokah
Sofyan Siroj,Lc,MM
Wawasan Nasionalisme
dan Kebangsaan Kita
Definisi Wawasan Kebangsaan dan
Nasionalisme
 Cinta yang dibingkai oleh batas geografis
 Cinta yang dibingkai dalam bata...
Siapa Yang kita Urus
 PKS Mengurus Ummat
 Partai lain mengurus Rakyat.
 Ada dua Istilah penting Yaitu Keummatan dan Ker...
Sifat Nasionalisme Kebangsaan Kita
 Fitrah, semula jadi dan universal.
 Tantangan arus perubahan yang dipicu arus inform...
Syarat Kebersamaan dalam
Nasionalisme Kebangsaan kita
1. Positive thinking (ijabiyatur ru‟yah) dalam dialog, komunikasi da...
Keunggulan Kebersamaan Dalam
Nasionalisme Kebangsaan Kita
1. Winning Value (keunggulan nilai), kita adalah bangsa besar da...
Misi Perubahan Di Pusat
Kekuasaan
Misi Dakwah Tolak Bala‟
“Dan tidak pernah (pula) Kami
membinasakan kota-kota; kecuali
penduduknya dalam keadaan melakukan
...
Dasar Dakwah Di Pusat Kekuasaan
1. Basic Aqidah Para al-anbiya wal Mursalin
2. Basic Syar‟iyyah musyarokah
3. Basic Syar‟i...
Pahala Tergantung Pada Pengaruh
Amal
1. Membentuk estafeta mata rantai hidayah
2. Menciptakan ketenangan dan ketentraman k...
Syarat- Syarat Dakwah Di pusat
Kekuasaan
1. Jangan jadi Common Enemy
2. Membangun Wa‟yul Islamiy yang seimbang di tengah-t...
Ahdaful Musyarakah
Al-Musyarokah littauhiid wal binaa’
( )
 Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam mempertahankan
persatuan dan...
Al-Musyarokah littaqwiyah wat tatsbit
( )
 Selain mempersatukan dan membangun, berdaya kohesif dan menjadi
penerus pemban...
Al-Musyarokah lit taghyiir wat tajdiid
( )
 Kita tidak ingin bangsa ini statis, jumud dan mandeg. Oleh karena itu
tujuan ...
Al-Musyarokah lil ishlah wal ihsan
( )
 Karena kita mengemban misi rahmatan lil‟alamin, maka musyarokah pun
tujuannya ada...
Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasydiid
( )
 Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam meluruskan dan
mengakurat...
KONTRIBUSI
Sumber Inspirasi I
 Ajari aku meratap bagai sebatang lilin
 Agar kusemai lagi taman dengan tanaman
 Dan pohonku tumbuh ...
Sumber Inspirasi II
 “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang
lain.” (Alhadist)
Kehadiran Sosial Kita
 Tidak berhenti pada tahap partisipasi
 Kita harus punya karya besar yang kita kontribusikan ke ma...
Wilayah Kontribusi Kita
 Wilayah Pemikiran
 Wilayah Profesionalisme
 Wilayah Kepemimpinan
 Wilayah Finansial
Dua Syarat Kontribusi Kita
1. Memenuhi kebutuhan Masyarakat di Sekitar Kita
2. Dibangun dari Kompetensi Kita
Cara Berkontribusi Secara Maksimal
1. Buatlah Peta Kebutuhan Kondisional Masyarakat kita
2. Buatlah Peta Potensi Kita
3. M...
Integrasi Sosial
Definisi Integrasi Sosial
 Ukuran Kematangan Kepribadian seseorang
 Wadah menyemai Kebaikan
 Menciptakan Keharmonisan S...
Urutan Lingkungan Sosial
1. Lingkungan Keluarga
2. Lingkungan Masyarakat Sekitar Kita
3. Lingkungan Kerja atau Bisnis
4. L...
Indikator Kematangan Pribadi Dalam
Integrasi Sosial
1. Membawa misi kebaikan ke masyarakat
2. Mempunyai peta yang jelas da...
Keterampilan Sosial dalam Musyarokah
a) Kekuatan Cinta
1. Perhatian
2. Penumbuhan
3. Perawatan
4. Perlindungan
b) The Matc...
LANGKAH-LANGKAH APLIKASI
 Pertama, Bersosialisasi dengan Misi yang jelas
1. Membangun hubungan social yang produktif deng...
Keragaman Yang
Produktif
Kiat Teknis Mengubah Keragaman
Menjadi Faktor Produktif
1. Tradisi Ilmiah
2. Tradisi Verbalitas
3. Tradisi Pembelajaran Ko...
1. Tradisi Ilmiah
 Mempunyai Struktur Pengetahuan Yang Kokoh
 Sistematika Berpikir Yang Solid
 Kemampuan Pembelajaran y...
Tradisi Verbalitas
 Tradisi Ilmiah memerlukan Wadah yang baik berupa kemampuan
Keterbukaan yang wajar
 Menenmpatkan gaga...
Tradisi Pembelajaran Yang Kolektif
 Belajar dari referensi normatif dan pengalaman sejarah.
 Belajar kolektif meningkatk...
Tradisi Toleransi
 Membiasakan diri untuk memiliki
 kelapangan dada,
 kerendahan hati,
 membebaskan diri dari kepicika...
Konsep Umum Dakwah di Pusat
Kekuasaan
“Likulli Marhalatin
Ihtiyaajaatuha”
Setiap marhalah mempunya
kebutuhan-kebutuhannya
...
Sekian,Wassalam
Referensi
o Anis Matta.2002. Menikmati Demokrasi.. Jakarta, Pustaka Saksi.
o Anis Matta.2009.Delapan Mata Air Kecemerlanga...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

###Kontribusi aktivis dakwah dalam wawasan kebangsaan

770 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

###Kontribusi aktivis dakwah dalam wawasan kebangsaan

  1. 1. Kontribusi Aktivis Dakwah dalam Wawasan Kebangsaan Aplikasi Strategi Musyarokah Sofyan Siroj,Lc,MM
  2. 2. Wawasan Nasionalisme dan Kebangsaan Kita
  3. 3. Definisi Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme  Cinta yang dibingkai oleh batas geografis  Cinta yang dibingkai dalam batas demografis  “…Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga dekat akan haknya…”  (QS. Al-Isra‟:26) Jadi Nasionalisme Indonesia adalah Keluarga dekat kita keluarga besar bangsa Indonesia dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. 4. Siapa Yang kita Urus  PKS Mengurus Ummat  Partai lain mengurus Rakyat.  Ada dua Istilah penting Yaitu Keummatan dan Kerakyatan kedua kata ini dari bahasa Arab. Objeknya untuk Kondisi Indonesia Sama.  Karena objeknya sama maka sangat layak kita bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa, lintas partai, lintas ormas, lintas komunitas (Komunitas budaya, komunitas sosial dan komunitas lainnya)
  5. 5. Sifat Nasionalisme Kebangsaan Kita  Fitrah, semula jadi dan universal.  Tantangan arus perubahan yang dipicu arus informasi secara global akan merubah respon nasionalisme kebangsaan kita menjadi antisipasi.  “Dawamul Haal Minal Muhaal”  “Keadaan yang tetap adalah sesuatu yang mustahil.”  Maka Peran kita adalah agen perubahan.
  6. 6. Syarat Kebersamaan dalam Nasionalisme Kebangsaan kita 1. Positive thinking (ijabiyatur ru‟yah) dalam dialog, komunikasi dan musyawarah dengan komponen bangsa. 2. Smart Planning (al-khittah adz-dzakiyyah) perencanaan yang cerdas ketika bertemu, bermusyawarah, berembuk, untuk menghimpun daya inovasi, daya kreatif anak bangsa dalam nuansa kebersamaan. 3. Hard working (al-‟amaal alqowiyah) Kerja keras merespon perubahan.
  7. 7. Keunggulan Kebersamaan Dalam Nasionalisme Kebangsaan Kita 1. Winning Value (keunggulan nilai), kita adalah bangsa besar dalam sisi geografis, demografis dan populasi. Akar nilai budaya bangsa kita adalah religius. 2. Winning Consept (Keunggulan Konsep), konsep yang disusun bersama komponen anak bangsa, merupakan ejawantah keunggulan nilai. 3. Winning System (Keunggulan Sistem), Sistem terkait dengan kerja dan kinerja, performa dan regulasi, pengaturan-pengaturan dan pembagian tugas, sistem komunikasi dan kerjasama. 4. Winning Team (Keunggulan tim), ketika tampil kita dimanapun kita adalah wakil bangsa dan didukung bangsa. Partai dan ormas hanyalah lembaga penataan potensi bangsa. Maka tugas kita adalah mobilisasi dan konsolidasi potensi bangsa. 5. Winning target (Keunggulan Target), Kesatuan pencapaian prioritas tujuan dan prioritas kerja memperbaiki bangsa.
  8. 8. Misi Perubahan Di Pusat Kekuasaan
  9. 9. Misi Dakwah Tolak Bala‟ “Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al-Qashash:59) Wamaa kunna muhlikil quraa wa ahluhaa zhalimun Adalah garis kebijakan Allah SWT
  10. 10. Dasar Dakwah Di Pusat Kekuasaan 1. Basic Aqidah Para al-anbiya wal Mursalin 2. Basic Syar‟iyyah musyarokah 3. Basic Syar‟iyyah musyarokah intikhabiyah 4. Basic Syar‟iyyah Jihad Siyasi
  11. 11. Pahala Tergantung Pada Pengaruh Amal 1. Membentuk estafeta mata rantai hidayah 2. Menciptakan ketenangan dan ketentraman ke seluruh rakyat 3. Menyebar kebahagian kepada sesama manusia 4. Wujud Rahmatan lil „alamin
  12. 12. Syarat- Syarat Dakwah Di pusat Kekuasaan 1. Jangan jadi Common Enemy 2. Membangun Wa‟yul Islamiy yang seimbang di tengah-tengah kesadaran masyarakat. 3. Mewarnai produk-produk legislasi 4. Koordinasi dengan struktur Dakwah untuk memperkokoh payung sosial 5. Otoritasi struktur dibingkai dalam kalimat konsolidasi, koordinasi, mobilisasi semua potensi positif konstruktif, baik umat bangsa dakwah dan jamaah 6. Bentuk dari amar ma‟ruf nahi munkar.
  13. 13. Ahdaful Musyarakah
  14. 14. Al-Musyarokah littauhiid wal binaa’ ( )  Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara ini sehingga mencapai kesejahteraan, kejayaan serta kedamaian dengan bangsa- bangsa lain dalam pergaulan internasional. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
  15. 15. Al-Musyarokah littaqwiyah wat tatsbit ( )  Selain mempersatukan dan membangun, berdaya kohesif dan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara ini, musyarokah kita juga harus berkontribusi dalam mewujudkan negara yang kuat dan kokoh. Jangan menjadi negeri yang dilecehkan dan dideskreditkan tetangga- tetangganya. Jangan menjadi negara dan bangsa yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain, bahkan menjadi beban dalam pergaulan internasional.
  16. 16. Al-Musyarokah lit taghyiir wat tajdiid ( )  Kita tidak ingin bangsa ini statis, jumud dan mandeg. Oleh karena itu tujuan musyarokah kita yang ketiga adalah al-musyarokah lit taghyiir wat tajdiid. Musyarokah kita, kontribusi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah melakukan perubahan dan pembaharuan.
  17. 17. Al-Musyarokah lil ishlah wal ihsan ( )  Karena kita mengemban misi rahmatan lil‟alamin, maka musyarokah pun tujuannya adalah berkontribusi untuk selalu ishlah (melakukan reformasi). Ishlah berarti perbaikan dan selalu mengajak damai.  Musyarokah lil ishlah wal ihsan baru bisa kita gulirkan, kalau kita professional. Mempunyai kafaah muntijah (kesalehan kompetensi dan kemampuan produktif ) dan kafaah ijaabiyah (potensi dan kompentensi yang positif).
  18. 18. Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasydiid ( )  Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam meluruskan dan mengakuratkan tujuan hidup dan perjuangan bangsa ini. Agar bangsa ini tidak menyimpang dari tujuan utamanya.   Allah memerintahkan kepada kita agar kita lurus, sesuai dengan fitrah diciptakannya.  Tidak ada bangsa atau umat atau bahkan makhluk yang bisa hidup baik, tenang, tentram dan sejahtera kecuali harus lurus dalam fitrahnya. Nilai- nilai fitrah ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Al-Qur‟an mengokohkannya dengan nilai-nilai syar‟iyyah.
  19. 19. KONTRIBUSI
  20. 20. Sumber Inspirasi I  Ajari aku meratap bagai sebatang lilin  Agar kusemai lagi taman dengan tanaman  Dan pohonku tumbuh menjadi nyala kehidupan  Dengan nyala ini akan ku jahit lagi robekan gaun sang bunga
  21. 21. Sumber Inspirasi II  “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Alhadist)
  22. 22. Kehadiran Sosial Kita  Tidak berhenti pada tahap partisipasi  Kita harus punya karya besar yang kita kontribusikan ke masyarakat  Berguna bagi kehidupan mereka  Dicatat dalam jejak sejarah kita  Amal unggulan yang membuat Allah Ridha kepada kita dan mendapat tempat terhormat di surga-Nya.
  23. 23. Wilayah Kontribusi Kita  Wilayah Pemikiran  Wilayah Profesionalisme  Wilayah Kepemimpinan  Wilayah Finansial
  24. 24. Dua Syarat Kontribusi Kita 1. Memenuhi kebutuhan Masyarakat di Sekitar Kita 2. Dibangun dari Kompetensi Kita
  25. 25. Cara Berkontribusi Secara Maksimal 1. Buatlah Peta Kebutuhan Kondisional Masyarakat kita 2. Buatlah Peta Potensi Kita 3. Menjemput Momentum sejarah untuk meledakkan potensi kita menjadi karya besar yang monumental “Semua ini memerlukan kesadaran mendalam memfirasati sejarah, sebagai pribadi maupun komunitas tentang momentum sejarah kita.”
  26. 26. Integrasi Sosial
  27. 27. Definisi Integrasi Sosial  Ukuran Kematangan Kepribadian seseorang  Wadah menyemai Kebaikan  Menciptakan Keharmonisan Sosial  Integrasi Sosial Landasan Kesuksesan Hidup
  28. 28. Urutan Lingkungan Sosial 1. Lingkungan Keluarga 2. Lingkungan Masyarakat Sekitar Kita 3. Lingkungan Kerja atau Bisnis 4. Lingkungan Organisasi social, Seni Budaya dan atau Politik 5. Lingkungan Negara 6. Lingkungan Kemanusiaan yang lebih Luas (Internasional)
  29. 29. Indikator Kematangan Pribadi Dalam Integrasi Sosial 1. Membawa misi kebaikan ke masyarakat 2. Mempunyai peta yang jelas dan benar tentang tabiat, budaya, sejarah, kepentingan- kepentingan dan pikiran-pikiran yang berkembang di masyarakat. 3. Mempunyai kelapangan dada mendengar, memahami dan mengapresiasi orang lain 4. Dapat di terima dengan wajar di masyarakat 5. Berkomunikasi dengan baik lewat perasaan dan pemikiran 6. Dapat meresolusi kompetisi dan konflik menjadi kerjasama dan konsensus 7. Punya pola metodologi menerima dan menolak pikiran, prilaku, kebiasaan, gaya hidup dari masyarakat 8. Berwibawa dan bisa menjadi factor perekat 9. Punya kekuatan mempengaruhi masyarakat ke aarah yang lebih baik.
  30. 30. Keterampilan Sosial dalam Musyarokah a) Kekuatan Cinta 1. Perhatian 2. Penumbuhan 3. Perawatan 4. Perlindungan b) The Match maker (Menjadi Unsur Perekat) 1. Orientasi pada persatuan 2. Orientasi pada dialog 3. Orientasi pada sinergi 4. Orientasi pada resolusi Konflik c) Seni Komunikasi 1. Memahami dan menerima orang lain 2. Menghilangkan kesenjangan jiwa 3. Mempertemukan kesamaan- kesamaan 4. Kejelasan dan kesederhanaan 5. Dukungan bahasa tubuh 6. Dukungan kelapangan dada
  31. 31. LANGKAH-LANGKAH APLIKASI  Pertama, Bersosialisasi dengan Misi yang jelas 1. Membangun hubungan social yang produktif dengan merumuskan misi, sasaran dan target yang ingin diwujudkan bersama mereka. 2. Menyusun sebuah peta lingkungan social yang menggambarkan situasi dan kondisi, karakter dan budaya, pikiran dan nilai yang diyakini, serta harapan dan kebutuhan mereka.
  32. 32. Keragaman Yang Produktif
  33. 33. Kiat Teknis Mengubah Keragaman Menjadi Faktor Produktif 1. Tradisi Ilmiah 2. Tradisi Verbalitas 3. Tradisi Pembelajaran Kolektif 4. Tradisi Toleransi
  34. 34. 1. Tradisi Ilmiah  Mempunyai Struktur Pengetahuan Yang Kokoh  Sistematika Berpikir Yang Solid  Kemampuan Pembelajaran yang cepat Tujuannya :  Mencegah Setiap Orang Berbicara Dari Pikiran Yang Hampa Dan Hati Kosong  Mencegah Dari Kesemberonoan Dan Kelatahan  Mengajarkan Makna Pertanggungjawaban Atas Kata Yang Kita Ucapkan
  35. 35. Tradisi Verbalitas  Tradisi Ilmiah memerlukan Wadah yang baik berupa kemampuan Keterbukaan yang wajar  Menenmpatkan gagasan yang baik ke dalam hati (Membangun jembatan rasa)  Kebiasaan mengungkapkan pikiran secara wajar, natural dan apa adanya. Dengan Tradisi Verbalitas kita mengajarkan makna keberanian yang natural dan keterhormatan yang wajar.
  36. 36. Tradisi Pembelajaran Yang Kolektif  Belajar dari referensi normatif dan pengalaman sejarah.  Belajar kolektif meningkatkan kemampuan kerja, efisiensi dan efektivitas kerja dakwah Inti Pembelajaran kolektif:  Kemauan untuk mendengar semua pendapat yang beragam  Mencerna, menganalisis, memikir ulang pendapat-pendapat orang lain  Mengakselerasi kapasitas pertumbahan dakwah untuk menyamai tingkatan tantangan di setiap marhalahnya.
  37. 37. Tradisi Toleransi  Membiasakan diri untuk memiliki  kelapangan dada,  kerendahan hati,  membebaskan diri dari kepicikan  Membebaskan Prasangka buruk  Mengkondisikan diri menghargai waktu orang lain Tradisi ini harus dan wajib dimiliki di kalangan qiyadah dan junud.
  38. 38. Konsep Umum Dakwah di Pusat Kekuasaan “Likulli Marhalatin Ihtiyaajaatuha” Setiap marhalah mempunya kebutuhan-kebutuhannya sendiri
  39. 39. Sekian,Wassalam
  40. 40. Referensi o Anis Matta.2002. Menikmati Demokrasi.. Jakarta, Pustaka Saksi. o Anis Matta.2009.Delapan Mata Air Kecemerlangan.. Jakarta, Tarbawi Press. o KH. Hilmi Aminuddin.2008. Menghilangkan Trauma Persepsi.. Jakarta, Arah Press. o KH. Himi Aminuddin.2009. Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Kita.Jakarta, Bidang Arsip dan Sejarah Sekjen DPP PKS o KH. Hilmi Aminuddin.2012.Bekal Untuk Kader Dakwah.. Jakarta, Bidang Arsip dan Sejarah Sekjen DPP PKS.

×