Ktg abnormal

810 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
810
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
19
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ktg abnormal

  1. 1. GAMBARAN KTG ABN0RMAL Sofie Rifayani Krisnadi
  2. 2.  Kardiotokografi  Intermiten Untuk Risiko Rendah  Kontinyu Untuk Risiko tinggi terhadap gawat janin
  3. 3.  KEHAMILAN RISIKO TINGGI (Antepartum Risk) • IUGR (Intra Uterine Growth Restriction) • Abnormal CTG saat kehamilan, abnormal dopler usg • Oligohidramnion dan Polihydramnion • Preeklampsia • Perdarahan antepartum atau intrapartum • Korioamnionitis • Kehamilan serotinus • Ketuban pecah dini • Kehamilan multipel • Kehamilan sungsang/ malpresentasi • Korioamnionitis • Kehamilan dengan diabetes • HDK • VBAC
  4. 4.  PERSALINAN RISIKO TINGGI • Induksi / augmentasi oksitosin/prostaglandin • Auskultasi yang abnormal (takikardi, bradikardi atau deselerasi pada pemantauan intermiten) • Anaestesi epidural • Perdarahan intrapartum yang tidak diketahui sebabnya • Ibu demam • Cairan ketuban mekoneal • Setelah amniotomi • Persalinan prematur
  5. 5.  INTERPRETASI KTG • Evaluasi hasil rekaman (adekuat untuk dilakukan pembacaan) • Identifikasi frekuensi DJJ basal • Identifikasi variability • Tentukan ada tidaknya akselerasi • Tentukan ada tidaknya deselerasi • Identifikasi dan evaluasi kontraksi rahim (his) • Korelasikan gambaran DJJ dengan his, EVALUASI • Tentukan apakah normal, mencurigakan atau patologis.
  6. 6.  Interpretasi KTG Frekuensi DJJ Basal Amplitudo DJJ (Variabiliti) Akselerasi Deselerasi
  7. 7.  ABNORMALITAS DJJ BASAL • Bradikardi ringan 100-109 bpm • Takhikardi ringan 161-180 bpm • Bradikardi abnormal <100 bpm • Takhikardi abnormal >180 bpm
  8. 8.  BRADIKARDI Bradikardi + variabilitas berkurang
  9. 9.  Penyebab Bradikardi • Hipoksia janin yang berat/akut • Hipotermi janin. • Bradiaritmia janin • Pemberian obat-obatan pada ibu (propanolol, obat anesthesia lokal). • Janin dengan kelainan jantung bawaan
  10. 10.  ARTI KLINIK BRADIKARDI DJJ 100-110 dengan variabilitas normal: hipoksia ringan masih mampu mengadakan kompensasi DJJ < 100 dpmdengan penurunan variabilitas yang abnormal hipoksia berat
  11. 11.  TAKHIKARDI Takhikardi ringan 161-180 bpm Takhikardi abnormal >180 bpm • Biasanya gambaran takhikardi tidak berdiri sendiri. • Bila takhikardi disertai gambaran variabilitas DJJ yang masih normal, biasanya kondisi janin baik.
  12. 12.  TAKHIKARDI Takhikardi dapat terjadi pada keadaan : • Hipoksia janin (ringan / kronik). • Kehamilan kurang bulan (< 30 minggu) • Infeksi ibu atau janin. • Ibu febris atau gelisah. • Ibu hipertiroid/ tirotoksikosis • Obat-obatan (mis. Atropin, Betamimetik.).
  13. 13.  TAKHIKARDI
  14. 14.  Variabilitas Basal (Amplitudo) Fluktuasi amplitudo antar DJJ 1. Variabilitas jangka pendek interval antar denyut (2-3 dpm) Arti klinis belum diketahui menghilang pada janin yang akan IUFD 2. Variabilitas jangka panjang (long term variability)
  15. 15.  Variabilitas Jangka Panjang (long term variability)  Variabilitas ini lebih jelas tampak pada rekaman KTG  Rata-rata mempunyai siklus 3-5 kali permenit.  Diukur dengan menentukan puncak fluktuasi frekuensi DJJ tertinggi dan terendah dalam satu menit segmen pencatatan KTG.
  16. 16.  Variabilitas jangka panjang Berdasarkan fluktuasinya dibedakan:  Normal : amplitudo 6-25 dpm.  Berkurang : amplitudo 2-5 dpm.  Menghilang : amplitudo < 2 dpm.  Saltatory : amplitudo > 25 dpm.
  17. 17.  Non-reassuring baseline variability  Variabilitas basal yang meragukan variabiliti < 5 dpm selama > 40 menit tetapi < 90 menit.  Variabilitas basal abnormal bila amplitudo < 5 dpm selama > 90 menit.
  18. 18.  Klasifikasi Variabilitas basal yang meragukan (Non-reassuring baseline variability) yakni bila variabiliti < 5 dpm selama 40 menit atau lebih, tetapi kurang dari Variabilitas basal abnormal bila amplitudo kurang dari 5 dpm selama 90 menit atau lebih.
  19. 19.  Berkurangnya variabilitas  Hipoksia  Janin tidur  Kehamilan preterm  Janin anencephalus  Blokade vagal.  Kelainan jantung bawaan.  Pengaruh abat-obat narkotik, diasepam, MgSO4 dsb.
  20. 20.  Gambaran sinusoidal. Variabilitas jangka pendek menghilang sedangkan variabilitas jangka panjang tampak dominan Ditemukan pada :  Hipoksia janin yang berat.  Anemia kronik.  Fetal Erythroblastosis  Rh-sensitized.  Obat-obatan Nisentil, Alpha prodine.
  21. 21.  Gambaran sinusoidal.
  22. 22.  Akselerasi  Kenaikan sementara DJJ > 15 dpm selama > 15 detik.  Akselerasi terjadi akibat respons simpatis yang merupakan keadaan fisiologis yang baik (reaktif).
  23. 23.  Akselerasi  Terjadi akibat pergerakan janin atau his. Normal bila > 2 kali dalam 20 menit  Dampak tidak adanya akselerasi saja pada gambaran KTG yang normal belum diketahui.
  24. 24.  Deselerasi  Terjadi sebagai respons parasimpatis melalui baroreseptor dan kemoreseptor sehinga terjadi perlambatan DJJ.  Penurunan frekuensi DJJ sementara >15 dpm di bawah DJJ basal  Berlangsung > 15 detik
  25. 25.  DESELERASI Terdapat 3 jenis deselerasi: 1.Deselerasi Dini (Early D.) 2.Deselerasi Variabel (Variable D.) 3.Deselerasi Lambat (Late D.)
  26. 26.  Deselerasi dini  Penurunan sementara DJJ yang seragam, berulang dan periodik, mulai pada saat kontraksi uterus dan berakhir pada saat kontraksi uterus selesai.  Timbul dan menghilangnya sesuai dengan his ( seperti cermin gambaran his).  Penurunan < 20 dpm dan lamanya < 90 detik.  Frekuensi DJJ dasar dan variabilitas masih normal.
  27. 27.  Deselerasi variabel.  Penurunan DJJ bervariasi  Tidak seragam/ Tidak uniform (timbulnya, lamanya, amplitudonya dan bentuknya).  Saat mulainya dan berakhirnya dapat sangat cepat  Penurunan DJJ dapat mencapai 60 dpm.  Biasanya didahului dan diakhiri dengan akselerasi (pra deselerasi dan pasca deselerasi).
  28. 28.  Deselerasi variabel.  Terjadi akibat penekanan tali pusat (dapat disebabkan o.k. lilitan tali pusat, oligohidramnion atau tali pusat menumbung).  Bila frekuensi DJJ basal dan variabilitas normal, maka deselerasi ini tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap hipoksia janin.
  29. 29.  Deselerasi variabel.  Deselerasi variabel berat Apabila deselerasi mencapai > 60 dpm DJJ basal turun sampai 60 dpm dan Lamanya deselerasi > 60 detik ( rule of sixty).  Pada keadaan seperti ini diperlukan pengakhiran persalinan.
  30. 30.  Deselerasi variabel. Tindakan untuk memperbaiki :  Merubah posisi ibu  Memberikan amnioinfusion  Pemberian oksigen
  31. 31.  DESELERASI VARIABEL
  32. 32.  Deselerasi lambat.  Timbulnya sekitar 20-30 detik setelah kontraksi uterus dimulai  Berakhir sekitar 20-30 detik setelah kontraksi uterus menghilang.  Lamanya < 90 detik (40-60 detik)  Berulang pada setiap kontraksi  Beratnya sesuai dengan intensitas his
  33. 33.  Deselerasi lambat.  Baseline biasanya normal atau takhikardi ringan  Pada keadaan hipoksia berat dapat terjadi bradikardi  Umumnya patologis ( hipoksia )  Terjadi akibat penurunan aliran darah uteroplasenta
  34. 34.  Deselerasi lambat.  Bila belum terjadi hipoksia otak dan janin masih mampu mengadakan kompensasi untuk mempertahankan sirkulasi otak, variabilitas DJJ biasanya normal.  Bila keadaan hipoksia makin berat / lama terjadi hipoksi otak dan otot jantung mengalami depresi sehingga variabilitas menurun atau menghilang (IUFD)
  35. 35.
  36. 36.  DESELERASI LAMBAT
  37. 37.  Deselerasi memanjang
  38. 38.  Mencari Gambaran KTG Patologis Perhatikan  Denyut Jantung Janin (DJJ) Basal  Amplitudo (variability)  Akselerasi  Deselerasi
  39. 39.  Evaluasi Gambaran KTG  KTG Normal  KTG Mencurigakan/ Meragukan ( Suspicious)  KTG Patologis
  40. 40.  Gambaran KTG normal Ke empat komponen NORMAL  Kemungkinan kematian janin rendah  Denyut jantung janin 110 -160 per menit  Variabilitas antara 5 – 25 dpm  Terdapat akselerasi DJJ lebih dari 15 dpm (dapat timbul spontan atau ditimbulkan dengan melakukan pemeriksaan dalam )  Tidak ada deselerasi.
  41. 41.  Gambaran KTG mencurigakan  Takhikardi  Bradikardi  Variabilitas saltatori  Terdapat deselerasi variabel bersamaan dengan keadaan meragukan lainnya  Deselerasi lambat dengan variabiliti yang normal
  42. 42.  Gambaran KTG yang patologis Hilangnya variabiliti yang tidak berhubungan dengan medikasi, aktivitas janin atau obat-obatan. Deselerasi lambat persisten Keadaan yang mencurigakan disertai dengan hilangnya variabiliti Bradikardia yang memanjang Gambaran sinusoidal
  43. 43.  KELEMAHAN KTG  Rasa percaya diri yang berlebihan pada pembaca  Perbedaan interpretasi antar pembaca maupun pada pembacaan ulangan.  Kesalahan pembacaan (false positif) sekitar 50 %  Meningkatkan seksio sesarea 1,41 kali  Meningkatkan partus buatan per vaginam sebanyak 1,2 kali.
  44. 44.  KELEMAHAN KTG  Kesalahan pembacaan dapat dikoreksi dengan menambahkan petunjuk asidosis lainnya yakni dengan pemeriksaan pH darah janin (fetal blood sampling/fbs) yang mempunyai false positif sekitar 6%.  Kejadian serebral palsi ternyata tidak berbeda, demikian juga dengan nilai APGAR, namun kejadian kejang pada neonatus berkurang sekitar 50%.
  45. 45.  KELEMAHAN KTG  Dalam mengambil kesimpulan adanya gawat janin serta bagaimana pengelolaan selanjutnya, perlu dipertimbangkan macam-macam faktor pada ibu (stress kehamilan, penyakit ibu, demam, onat-obatan) faktor janin (prematur, pertumbuhan janin terhambat, cacat janin) serta data klinik lainnya sehingga tindakan yang akan diambil benar-benar merupakan tindakan yang diperlukan.
  46. 46.  terimakasih

×