Biopsikologi memori

526 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
526
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Biopsikologi memori

  1. 1. ERNITA SOEDIMAN BERLIAN SEPTINIA PEKING JEFREY SINAGA
  2. 2. Dalam kamus lengkap Psikologi (Chaplin, 1999), memori diartikan sebagai: a. Fungsi yang terlibat dalam mengenang atau mengalami lagi pengalaman masa lalu, b. Keseluruhan pengalaman masa lampau yang dapat diingat kembali, dan c. Satu pengalaman masa lalu yang khas
  3. 3.  Menurut Kartini Kartono (1990), memori atau ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, dan mereproduksi hal-hal yang pernah diketahui. Sedangkan sifat-sifat dari ingatan yang baik adalah setia, cepat, bisa menyimpan lama, luas dan siap  Walgito (1997) menyatakan bahwa memori adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau.  Morgon dkk (1986) mendefenisikan memori sebagai proses encoding (pengkodean), storage (penyimpanan), dan retrieval/ (pemanggilan kembali) apa yang pernah dipelajari sebelumnya.  Bruno (1987) menyatakan bahwa memori adalah proses mental yang meliputi pengkodean, menyimpanan dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat dalam otak. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa memori mempunyai 3 tiga fungsi : pengkodean, penyimpanan dan pemanggilan kembali informasi-informasi yang tidak setia.
  4. 4. Beberapa struktur neural yang berperan dalam ingatan:  Hipokampus  koteks peririnal masing-masing berperan dalam ingatan spasial dan ingatan objek  Nukleus mediodorsal dan otak depan basal terimplikasi dalam ingatan Namun ada bagian-bagian lainnya pada otak yang terimplikasi dalam penyimpanan ingatan:  Korteks inferotemporal  Amigdala  Korteks Prefrontal  Serebelum  Striatum
  5. 5. Scoville dan milner mengatakan bahwa hipokampus dan struktur-struktur yang terkait berperan dalam konsolidasi. Scoville menyimpulkan bahwa: 1. Labektomi temporal medial bilateral----------- hanya menyimpan ingatan retrograd yang diperoleh selama periode tidak lama 2. Hipokampus------------ menyimpan ingatan secara temporer sampai dapat ditransfer ke sistem penyimpanan kortikal yang lebih stabil Teori kesimpulan tersbut dikenal dengan nama Teori konsolidasi standar (Moscovitch etal,2006)
  6. 6. Ada beberapa teori-teori terkait Hipocampus, yaitu:  O’keefe dan Nadel (1978)------ Teorinya Cognitive Map Theory (Teori Peta kognitif) tentang fungsi hipocampus. Beliau mengatakan bahwa hipokampus memiliki peranan istimewa dalam ingatan episodik karena konteks spasial memainkan peran kritis dalam memperoleh dan menginggat kembali sebuah episode/peristiwa.  Rudy & Sutherland (1992)----- Teorinya Configural association theory. Teori ini menyebutkan bahwa hipokampus berperan dalam retensi signifikansi behavioral dari berbagai kombinasi stimuli, tetapi bukan dari stimuli individu. Contoh: Hipocampus menurut teori ini berperan dalam menginggat sebuah cahaya yang menyorot di sebuah konteks tertentu (misalnya dilokasi atau waktu tertentu) memberikan sinyal makan, tetapi bukan bahwa cahaya yang menyorot memberi sinyal makan yang tidak berkaitan dengan konteksnya.  Brown dan Anggleton (2001)---- Mereka mengatakan bahwa Hipokampus berperan dalam mengenali tatanan spasial objeck, namun yang memiliki peran kunci sebagian besar tugas-tugas pengenalan adalah korteks peririnal. Meskipun ada konsensus umum bahwa Hipokampus memiliki peran penting dalam ingatan/memori masih belum ada kesepakatan tentang fungsinya secara spesifik.
  7. 7. Koteks peririnal masing-masing berperan dalam ingatan spasial dan ingatan objek Penemuan bahwa korteks peririnal memainkan peran yang lebih penting dibandingkan Hipokampus dalam pengenalan objek namun bukan berarti Hipokampus tidak memiliki peran pentinga dalam ingatan. Korteks rinal memiliki dua daerah:  Korteks entorinal (korteks dalam fisura rinal)  Korteks Peririnal (Korteks diseputar fisura rinal) Korteks peririnal beperan dalam pengenalan objek, mengkonstruksikan dan memilihara representasi kompleks dari berbagai objek yang berguna untuk beragam proses (misal persepsi dan ketegorisasi) selain ingatan.
  8. 8. Nukleus mediodorsal dan otak depan basal terimplikasi dalam ingatan Nukleus Mediodorsal dan otak depan Basal terimplikasi-depan dalam ingatan kedua fungsi ini salaing keterkaitan. Otak depan Basal ( daerah garis tengah yang berlokasi tepat diatas Hipocampus, yang merupakan sumber utama asetilkolin otak. Temuan ini berdasarkan temuan bahwa stroke didaerah otak depan basal dapat menyebabkan amnesia, memunculkan pandangan bahwa deplesi/ penipisan jumlah asetilkolin merupakan penyebab amnesia Alzheimer.
  9. 9. Korteks Inferotemporalsual.  Daerah-daerah kortek sensori sekunder diduga memainkan peranan penting dalam menyimpang ingatan sensori. Fungsinya adalah terlibat dalam visual tentang berbagai objek. Diduga beradaptasi dalam menyimpan ingatan-ingatan tentang pola-pola visual, bersama-sama dengan korteks peririnal.(Bussey & Saksida 2005). Amigdala  Amigdala memiliki peranan penting dalam menyimpan ingatan-ingatan untuk pengalamanpengalaman yang memiliki signifikansi emosi. (Berdasarkan Pendapat & dari Adolphs,Tranel, Buchanan 2006)
  10. 10. Korteks Prefrontal Kortek Prefrontal terletak pada posisi anterior terhadap korteks motorik. Ada 2 kemampuan yang seringkali hilang pada pasien Korteks Prefrontal yaitu:  Defisit atau menurunnya ingatan urutan temporal berbagai kejadian bahkan meskipun menginggat kejadian atau peristiwa itu sendiri  Defisit dalam working memori ( kemampuan dalam mempertahankan ingat ingatan yang relevan selama sebuah tugas sedang dikerjakan). Selain itu ada Serebelum Dan Striatum yang juga diduga memiki andil dalam ingatan. Jika Serebelum adalah memiliki andil dalam menyimpan ingatan tentang sensori motor yang dipelajari. Sedangkan Striatum adalah menyimpan ingatan untuk hubungan yang konsisten antara stimulus dan respons tipe ingatan yang berkembang secara sedikit demi sedikit/ inkremental
  11. 11. Ingatan Sematik & Ingatan Episodik Ingatan Jangka Panjang Terbagi atas dua:  Ingatan Sematik--- Ingatan sematik adalah ingatan eksplisit untuk fakta-fakta atau informasi secara umum  Ingatan Episodik- adalah ingatan eksplisit untuk kejadian atau pengalaman tertentu didalam kehidupan seseorang.
  12. 12.  Block –Tapping Memory –Span Test (Milner 1971) Pada test ini seseorang diberikan 9 Balok disebarkan diatas meja/papan ia diminta untuk menyentuh salah satu sekuenssi dan mengulangi sekuensi sentuhan yang sama. Pada kasus H.M memiliki Block-Tapping span sebanyak 5 balok yang merupakan kisaran normal, tapi ia tidak dapat belajar menyentuk sekuensi 6 balok bahkan bila urutan yang sama diulang sebanyak 12 kali. H.M mengalami amnesia global-amnesia informasi yang disajikan disemua modalitas sensori.
  13. 13. Pavlovian Conditioning-- Pada kondisi ini pasien dikondisikan untuk dapat mengedipkan mata pada saat mendengarkan bunyian, dimana sebelumnya dibunyikan bertepatan berhembusnya angin kemata pasien, sampai mata tersebut berkedip secara sendirinya setelah mendengarkan bunyi. Digit Span + 1 Test Test ini dilakukan pada salah satu pasien bernama H.M, dimana didalam test ini seseorang pasien diminta untuk menginggat 5 digit yang dibacakan untuknya dalam interval 1 detik. Kemudian diulang hal yang sama di tahapan berikutnya, namun ditambahkan 1 digit dibelakangnya. Kemudian sekuensi 6 digit diberikan beberapa kali sampai seseorang yang ditest menyebutkan dengan benar dan urutannya, baru 1 digit ditambahkan kembali. Demikian terus menerus.
  14. 14. BEBERAPA AMNESIA TERKAIT MEMORY  AMNESIA SINDROMA KORSAKOFF Sindroma Korsakoff adalah gangguan ingatan yang lazim pada orang yang mengkomsumsi banyak alkohol. Pada tahapan lanjut, gangguan ini ditandai oleh berbagai masalah sensori dan motorik, konfusi ekstrim, perubahan kepribadian, dan resiko kematian akibat gangguan hati, gastrointestinal, atau jantung.  AMNESIA PENYAKIT ALZHEIMER Tanda penyakit ini sering kali ditandai dengan adanya kemunduran ingatan ringan, namun kemunduran ini bersifat progresif. Pada akhirnya demensia berkembang menjadi sangat berat hingga pasien tidak mampu melakukan aktifitas yang sangat sederhana sekalipun, seperti maka, mengenali pasangan bahkan mengontrol buang air kecil. Penyakit ini adalah sebuah penyakit terminal.
  15. 15. AMNESIA PASCA-KONKUSI/ AMNESIA PASCA TRAUMA Benturan dikepala yang tidak menetralisai tulang tengkorak tetapi cukup parah sehingga menghasilkan concussion (geger otak, gangguan temporer pada kesadaran yang diakibatkan oleh cedera kepala nonpenetrasi. Amnesia setla berbenturan dikepala disebut: posttraumatic amnesia/PTA Biasanya hal ini hanya berlaku beberapa detik atau menit saja, namun pada kasus yang sama selama berminggu-minggu kemudian sadar kembali. Pada hasil test biasanya pasien-pasien yang mengalami amnesia retrograd (mundur kebelakang) permanen untuk peristiwa benturan dan anterograd (maju kedepan) permanen untuk banyak kejadian yang terjadi setelah periode konfusi.
  16. 16. Tokohnya adalah Hebb membagi dalam beberapa fenomena antara lain:  Long-Term Potentiation (LTP) atau potensi jangka panjang, terbagi dalam: 1. LTP dapat belangsung lama beberaMELIHApa bulan setelah stimulus multipel. 2. LTP Berkembang hanya bila penembakkan neuron presinaptik diikuti oleh penembakkan neuron posinaptik.  Pemeliharaan dan Ekspresi LTP: Penyimpanan dan pengembalian kembali Pemeliharaan dan ekspresi LTP melibatkan perubahan-perubahan pada neuron presinaptik maupun pos-sinaptik. Penemuan ini menunukkan betapa kompleksnya mekanisme-mekanisme LTP. Bahkan sampai 3 dekade mengenai penyimpanan ini masih belum membuahkan hasil yang maksimal .

×