i
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PSMA
2013
ii
KATA PENGANTAR
Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat
kemurahan-Nya naskah Pendukun...
iii
DAFTAR ISI
COVER ----------------------------------------------------------------------------------------------------i...
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasio...
2
pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan
program remedial bagi peserta didik yang terg...
3
3. Penilaian otentik; dan
4. Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
D. Landasan ...
4
BAB II
PEMBELAJARAN KOMPETENSI
Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat
proses pembe...
5
menekankan jawaban tunggal menjadi pembelajaran dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbali...
6
terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari
pada transfer pengetahuan, peserta di...
7
atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca,
dan atau menyimak.
(2) Kegiatan menanya dilakukan...
8
(2) Memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip,
hukum,dan teori.
(3) Mendorong siswa aktif me...
9
Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang menunjukkan perkembanga...
10
peserta didik merencanakan pemecahan masalah, melihat bagaimana peserta didik
menunjukkan pengetahuan dan keterampilann...
11
ajaran agama yang dianutnya” dan “Menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong r...
12
Dalam menilai tugas sebaiknya digunakan format penilaian berbentuk daftar
ceklis atau menggunakan skala penilaian.Conto...
13
BAB III
ANALISIS KOMPETENSI
B. Prosedur Analisis
Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi ya...
14
Kompetensi Deskripsi Kompetensi
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Pengetahuan 3. Memahami,...
15
Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4)
Materi Pokok
(Dalam Silabus)
bahasa dan bunyi
bahasa sebagai sistem
sim...
16
Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4)
Materi Pokok
(Dalam Silabus)
konflik)
3.1. Memahami prinsip
bahasa Indo...
17
(4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya,
mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan ya...
18
tempat yang lebih rendah, tidak dapat dimampatkan. Konsep adalah kristalisasi
dari fakta yang telah didefinisikan.
(3) ...
19
pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan
atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang...
20
Tingkatan Sub tingkatan Kata-kata kunci pertanyaan
 Carilah hubungan...
 Tulislah contoh...
 Siapkanlah...
 Klasifi...
21
agar prosedur dan data yang diharapkan dapat diterima (acceptable) secara
keilmuan. Contoh jenis kedua tersaji dalam la...
22
2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pen...
23
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
24
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
25
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
26
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
27
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
28
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
29
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
30
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
31
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
32
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
33
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
34
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
35
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
36
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
37
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
38
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
39
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
40
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
41
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
42
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
43
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
44
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Materi
Pembelajar
an
Alternatif
Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Indikator Pen...
45
BAB IV
PENUTUP
Efektifitas pembelajaran merupakana indikator keberhasilan belajar, artinya bahwa
semakin efektifitasnya...
46
Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran
saintifik serta melakukan penilaiain aute...
47
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And
Assesssing: A Revisi...
48
Lampiran:Contoh RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :
M...
49
3.5.6. Membandingkan karakteristik prosa lama dan prosa baru
3.5.7. Mengetahui dan memahami definisi dan karakteristik ...
50
Buku-buku karya sastra prosa baru
Koran, majalah, kliping tentang cerpen, dll
3. Sumber Belajar
Bahasa Indonesi: Ekspre...
51
masing.
Mendefinisikan atas dasar temuannya
Membaca konsep tentang karakter prosa lama untuk
dicocokkan dengan ciri-cir...
52
Siswa menerima informasi kompetensi, materi,
tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan
Apersepsi...
53
Siswa mengelompokkan karakter prosa baru
berdasarkan naskah hasil tukar gagasan bersama
kelompok lainnya.
Siswa mencoba...
54
barang sesuatu maksudnya. Menilik pakaian dan
rumah sekolahnya, nyata ia anak seorang yang
mampu dan tertib sopannya, m...
55
Membaca konsep tentang struktur prosa lama dan
prosa baru untuk dicocokkan dengan ciri-ciri hasil
temuan atas data yang...
56
dari prosa lama maupun kisah kehidupan terkini)
yang ditayangkan di TV sebagai apersepsi dan bahan
motivasi
Kegiatan In...
57
Mencari karakteristik pada karya prosa lama dan
karya satra prosa baru dari internet secara
berkelompok.
Mendramatisasi...
58
7
8
Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 s.d 5.
1 = sangat kurang;
2 = kurang konsisten;
3 ...
59
Keterangan pengisian skor
4. Sangat baik
3. Baik
2. cukup
1. Kurang
b. Penilaian Pengetahuan
Penilaian Pengetahuan
Indi...
60
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian
Instrumen
cerpen, biografi, dan
prosa populer).
Memba...
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)

1,863 views

Published on

Model pembelajaran saintifik

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,863
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

9 model-pembelajaran-saintifik-mp-bhs-indonesia (1)

  1. 1. i KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PSMA 2013
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kemurahan-Nya naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini dapat diselesaikan. Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik. pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran. Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan jerih payah saudara-saudara sekalian. Dalam penyusunan naskah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka. Akhirnya, mudah-mudahan naskah ini dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan khususnya guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran.
  3. 3. iii DAFTAR ISI COVER ----------------------------------------------------------------------------------------------------i KATA PENGANTAR --------------------------------------------------------------------------------------ii DAFTAR ISI ---------------------------------------------------------------------------------------------- iii BAB I : PENDAHULUAN --------------------------------------------------------------------------- 1 A. Latar Belakang ----------------------------------------------------------------------------------- 1 B. Tujuan -------------------------------------------------------------------------------------------- 2 C. Ruang Lingkup ----------------------------------------------------------------------------------- 2 D. Landasan Hukum --------------------------------------------------------------------------------- 3 BAB II : PEMBELAJARAN KOMPETENSI ---------------------------------------------------------- 4 A. Pendekatan Pembelajaran Saintifik --------------------------------------------------------- 5 B. Penilaian Autentik ------------------------------------------------------------------------------ 8 C. Penilaian Hasil Belajar-------------------------------------------------------------------------10 BAB III : ANALISIS KOMPETENSI -----------------------------------------------------------------13 A. Prosedur Analisis -------------------------------------------------------------------------------13 B. Hasil Analisis Kompetensi Dasar -------------------------------------------------------------22 BAB IV : PENUTUP -------------------------------------------------------------------------------45 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: Contoh RPP
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013. Kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan
  5. 5. 2 pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih guru inti dan guru sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya) mulai menerapkan kurikulum 2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan. Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya. A. Tujuan Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan: Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar 1. Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran 2. Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik 3. Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian 4. Merancang penilaian otentik C. Ruang Lingkup Ruang lingkup buku ini terdiri atas: 1. Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik 2. Langkah-langkah analisis kompetensi;
  6. 6. 3 3. Penilaian otentik; dan 4. Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) D. Landasan Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor …. Tentang Silabus
  7. 7. 4 BAB II PEMBELAJARAN KOMPETENSI Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Penguatan pendekatan saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu; (2) guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) pendekatan tekstual menjadi pendekatan proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) pembelajaran berbasis konten menjadi pembelajaran berbasis kompetensi; (5) pembelajaran parsial menjadi pembelajaran terpadu; (6) pembelajaran yang
  8. 8. 5 menekankan jawaban tunggal menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif; (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. A. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni, 2000; & Semiawan, 1998). Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara
  9. 9. 6 terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992). Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran. Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990). Sesuai dengan karakteristik Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai bagian dari natural science, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia harus merefleksikan kompetensi sikap ilmiah, berpikir ilmiah, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. (1) Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta
  10. 10. 7 atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. (2) Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prinsip, prosedur, hukum dan terori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi (critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah. (3) Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini. (4) Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktivitas antara lain menganalisis data, mengelompokkan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. (5) Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya. Tantangan baru dinamika kehidupan menuntut aktivitas pembelajaran bukan sekadar mengulang fakta dan fenomena keseharian yang dapat diduga melainkan mampu menjangkau pada situasi baru yang tak terduga.Dengan dukungan kemajuan teknologi dan seni, pembelajaran diharapkan mendorong kemampuan berpikir siswa hingga situasi baru yang tak terduga. Agar pembelajaran terus menerus membangkitkan kreativitas dan keingintahuan siswa, kegiatan pembelajaran kompetensi dilakukan dengan langkah sebagai berikut. (1) Menyajikan atau mengajak siswa mengamati fakta atau fenomena baik secara langsung dan/ atau rekonstruksi sehingga siswa mencari informasi, membaca, melihat, mendengar, atau menyimak fakta/fenomena tersebut.
  11. 11. 8 (2) Memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip, hukum,dan teori. (3) Mendorong siswa aktif mencoba melaui kegiatan eksperimen. (4) Memaksimalkan pemanfaatan tekonologi dalam mengolah data, mengembangkan penalaran dan memprediksi fenomena. (5) Memberi kebebasan dan tantangan kreativitas dalam presentasi dengan aplikasi baru yang terduga sampai tak terduga. B. Penilaian Autentik Penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar- benar dikuasai dan dicapai. Penilaian dapat dilakukan dengan portofolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer- assessment. 1. Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standar) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar. 2. Peer-assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya. Penilaian yang relevan dalam PBL antara lain sebaiai berikut. 1. Penilaian Kinerja Peserta Didik Pada penilaian kinerja ini, peserta didik diminta untuk unjuk kerja atau mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas tertentu, seperti menulis karangan, melakukan suatu eksperimen, menginterpretasikan jawaban pada suatu masalah, memainkan suatu lagu, atau melukis suatu gambar. 2. Penilaian Portofolio Peserta Didik
  12. 12. 9 Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. Informasi perkembangan peserta didik dapat berupa hasil karya terbaik peserta didik selama proses belajar, pekerjaan hasil tes, piagam penghargaan, atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran. Dari informasi perkembangan itu peserta didik dan guru dapat menilai kemajuan belajar yang dicapai dan peserta didik terus berusaha memperbaiki diri. Penilain portofolio dapat dipakai untuk penilaian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif. Penilaian kolaboratif dalam PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self assesment) dan peer assesment. Self assessment adalah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik dalam belajar. Peer assessment adalah penilian dimana peserta didik berdiskusi untuk memberikan penilaian upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang diselesaikan sendiri atau dengan teman dalam kelompoknya. 3. Penilaian Potensi Belajar Penilaian yang diarahkan untuk mengukur potensi belajar peserta didik, yaitu mengukur kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan bantuan guru atau teman- temannya yang lebih maju. PBL yang memberi tugas-tugas pemecahan masalah memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan dan mengenali potensi kesiapan belajarnya. 4. Penilaian Usaha Kelompok Menilai usaha kelompok seperti yang dilakukan pada pembelajaran kooperatif dapat dilakukan pada PBL. Penilaian usaha kelompok mengurangi kompetisi merugikan yang sering terjadi, misalnya membandingkan peserta didik dengan temannya. Penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh peserta didik sebagai hasil pekerjaan mereka dan mendiskusikan hasil pekerjaan secara bersama-sama. Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan peserta didik tersebut, penilaian ini antara lain 1)assesment kerja, 2) assesment autentik, dan 3)portofolio. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana
  13. 13. 10 peserta didik merencanakan pemecahan masalah, melihat bagaimana peserta didik menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya. Penilaian kinerja memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan dalam situasi yang sebenarnya. Sebagian masalah dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman dan konteks atau lingkungannya. Karena itu, di samping pengembangan kurikulum juga perlu dikembangkan model pembelajaran yang sesuai tujuan kurikulum yang memungkinkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan kerangka berpikir dalam memecahkan masalah serta kemampuannya untuk bagaimana belajar (learning how to learn). Dengan kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan peserta didik akan mudah beradaptasi. Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan pandangan kontruktivis yang menekankan kebutuhan peserta didik untuk menyelidiki lingkungannya dan membangun pengetahuan secara pribadi pengetahuan bermakna. Tahap evaluasi pada PBM terdiri atas tiga hal, yaitu 1) bagaimana peserta didik dan evaluator menilai produk (hasil akhir) proses; 2) bagaimana mereka menerapkan tahapan PBM untuk bekerja melalui masalah; dan 3) bagaimana peserta didik menyampaikan pengetahuan hasil pemecahan masalah atau sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka belajar menyampaikan hasil-hasil penilaian atau respon-respon mereka dalam berbagai bentuk yang beragam, misalnya secara lisan atau verbal, laporan tertulis, atau sebagai suatu bentuk penyajian formal lainnya. Sebagian dari evaluasi memfokuskan pada pemecahan masalah oleh peserta didik atau dengan cara melakukan proses belajar kolaborasi (bekerja bersama pihak lain) C. Penilaian Hasil Belajar Bahasa Indonesia 1. Aspek sikap melalui pengamatan Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan lembar pengamatan atau daftar ceklis pengamatan yang memuat aspek sikap yang diamati. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada saat dilakukan analisis kompetensi.Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka pengembangan nilai karakter bangsa. Pemilihan aspek sikap yang diamati pada setiap materi pokok harus menjadi bagian dari keseluruhan pencapaian sikap yang bermuara pada pencapaian standar kopetensi lulusan tentang sikap, yaitu “ Menghayati dan mengamalkan
  14. 14. 11 ajaran agama yang dianutnya” dan “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Oleh karena itu, pengembangan sikap pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan fokus utama pengembangan sikap ilmiah merupakan bagian dari upaya pencapaian kedua sikap tersebut (religius dan sosial). Guru Bahasa dan Sastra Indonesia perlu memetakan sikap yang dikembangkan pada setiap materi pokok sesuai dengan relevansi dan karakteristik yang tersirat dari rumusan KI-3 dan KI-4. Penilaian sikap juga berkaitan erat dengan aktivitas siswa pada saat pengamatan dilakukan.Pengamatan sikap dapat dilakukan pada saat diskusi kelompok, kegiatan presentasi, atau kegiatan praktik dan tugas projek. Berikut ini contoh aspek pengamatan sikap sesuai dengan aktivitas siswa. 2. Aspek pengetahuan melalui tes dan non tes Kompetensi siswa pada aspek pengetahuan dapat diukur melalui tes dan nontes. Bentuk tes yang digunakan antara lain adalah tes tertulis (uraian, pilihan ganda, isian, benar salah, dll) dan/atau tes praktik. Sedangkan bentuk nontes dapat dilakukan melalui tugas-tugas yang diberikan, baik tugas menjawab soal, atau tugas membuat laporan tertulis. Pengukuran kompetensi pengetahuan melalui tes dan nontes dirancang dan didesain dimulai dengan menyusun indikator pencapaian, indikator soal, dan/ atau aspek penilaian nontes, hingga pedoman penilaian/penskoran. Dalam menyusun indikator soal tes tertulis, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) Indikator soal dinyatakan dengan kalimat pernyataan dengan memuat empat unsur, yaitu subjek (siswa), kompetensi (dinyatakan dengan kata kerja operasional), konten (isi, materi), dan derajat pencapaian komeptensi (2) Indikator yang baik dinyatakan dengan jelas dan tegas sehingga dapat dibuat soalnya (3) Pada soal uraian atau tes praktik, indikator menjadi pedoman dalam mengembangkan rubrik penilaian dan pedoman peskoran/penilaian Penilaian pengetahuan melalui tugas sebaiknya ditekankan pada aspek yang relevan dengan rumusan kompetensi dasar. Aspek yang dapat dinilai melalui tugas antara lain: kelengakapan isi, kedalaman/keluasan isi, dan kebenaran isi.
  15. 15. 12 Dalam menilai tugas sebaiknya digunakan format penilaian berbentuk daftar ceklis atau menggunakan skala penilaian.Contoh format penilaian tugas dapat dilihat pada lampiran RPP. 3. Aspek keterampilan melalui observasi kinerja dan portofolio projek Ada dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkret. Pada ranah abstrak cenderung pada keterampilan seperti menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan mental (berpikir) tanpa bantuan alat.Sedangkan untuk ranah konkret cenderung pada kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat. Kompetensi aspek keterampilan dapat diukur melalui pengamatan pada saat mereka bekerja dalam kelompok, berdiskusi, presentasi, eksperimen, atau tugas projek. Berikut ini contoh pengamatan aspek keterampilan pada beberapa kegiatan. Aspek keterampilan juga dapat dinilai berdasarkan produk yang dihasilkan siswa yang didokumentasikan perkembangannya dalam bentuk portofolio. Bentuk portofolio yang dapat digunakan antara lain laporan tertulis, hasil tugas projek, dan lain-lain. Dalam merancang, mendesain, dan melaksanakan penilaian aspek keterampilan, guru sebaiknya menetapkan fokus penilaian keterampilan.Berikut ini beberapa aspek penilaian keterampilan melalui portofolio pada beberapa jenis.
  16. 16. 13 BAB III ANALISIS KOMPETENSI B. Prosedur Analisis Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, komptensi inti dan kompetensi dasar.Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan. Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu.Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu.Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar. Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013 untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut. Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat kompetensi ke enam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relevan bagi kelas X sesua Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut. Kompetensi Deskripsi Kompetensi Sikap Spiritual 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Sikap Sosial 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
  17. 17. 14 Kompetensi Deskripsi Kompetensi menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Keterampilan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan Hubungan empat kompetensi inti dalam lingkup standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut. Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut (1) Melakukan linierisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok. Tabel linierisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok (Dalam Silabus) 3.1 Memahami hakikat 4.1 Menginterpretasi hakikat Hakikat bahasa
  18. 18. 15 Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok (Dalam Silabus) bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial. dan bunyi sebagai sistem simbol. 3.2 Memahami bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara 4.2 Mengabstraksikan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Sejarah Bahasa Indonesia Lingua Franca Bahasa negara Bahasa Persatuan 3.3. Membandingkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. 4.3. Mengabstraksikan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Daerah Bahasa Asing 3.4. Membandingkan karakteristik puisi lama dan puisi baru secara memadai serta mengapresiasinya 4.4. Menulis puisi lama dan baru Karakteristik Puisi Lama Karakteristik Puisi Baru 3.5. Membandingkan karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasinya 4.5. Menginterpretasi isi prosa lama dan baru Karakteristik Prosa Lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai) Karakteristik Prosa Baru(roman, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer) Struktur Cerita Prosa (tema, fakta cerita [alur, penokohan, latar], sarana sastra [ pusat pengisahan,
  19. 19. 16 Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) Materi Pokok (Dalam Silabus) konflik) 3.1. Memahami prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia. 4.1 Menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku. Prinsip bahasa Indonesia baku Kaidah penyusunan kata Kaidah penyusunan frasa Kaidah penyusunan klausa Kaidah penyusunan kalimat 3.2. Membandingkan relasi makna antarkata dalam bahasa Indonesia 4.2 Mengevaluasi penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis Makna kata Relasi makna kata 3.3. Menganalisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater 4.3 Mengevaluasi hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater Karakteristis drama dan teater Jenis-jenis drama dan teater Perkembangan drama dan teater 3.4. Membandingkan perbedaan drama dengan teater serta mengapresiasi-nya. 4.4 Mengalihwahanakan (mengonversi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. Karakteristis drama dan teater Jenis-jenis drama dan teater Naskah Drama Naskah Cerpen (2) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. (3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
  20. 20. 17 (4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang diperlukan untuk mengembangkan sikap sosial dan sikap religius. (5) Menyusun indikator sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan. (6) Merancang penilaian yang diperlukan. Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan diagram berikut ini. 1. Mengembangkan Materi pembelajaran Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi inti ke tiga (pengetahuan).Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisai dengan kompetensi inti ke empat (keterampilan). Hasil pengembangan materi pembelajaran dikelompokan dalam empat kategori, yaitu: (1) Fakta, yaitu kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati (2) Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara fakta-fakta yang saling berhubungan. Contoh konsep tentang zat cair (kelompok benda-benda seperti air, minyak, alkohol, bensin, dan spiritus) adalah zat yang mempunyai ciri-ciri bentuk selalu berubah sesuai bentuk wadah/tempat yang ditempatinya, volume dan beratnya selalu tetap, dapat mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke Materi Pokok (Silabus) Materi Pembelajaran Fakta, Konsep, Prinsip, dan Prosedur Alternatif Kegiatan Pembelajaran: Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi kan Pembelajaran (Silabus) Indikator Sikap, Pengethuan, dan Keterampilan untuk Penilaian Penillaian (Silabus) Lulusan yang : Cerdas, Kreatif, Produktif, dan Bertanggung jawab
  21. 21. 18 tempat yang lebih rendah, tidak dapat dimampatkan. Konsep adalah kristalisasi dari fakta yang telah didefinisikan. (3) Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan. Prinsip IPA bersifat analitik, sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari berapa contoh. Contoh yang merupakan prinsip adalah air jika dipanaskan akan menguap. Prinsip yang menghubungkan adalah konsep air, konsep panas, dan konsep penguapan. Termasuk ke dalam kategori prinsip adalah hokum, teori, dan azas. (4) Prosedur, merupkan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip. Langkah prosedural merupakan bagian dari kompetensi pada aspek keterampilan. Pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, langkap kerja ilmiah merupakan bagian tidak terpisahkan pada setiap materi pokok. 2. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. (1) Mengamati adalah kegiatan yang dilakukan dengan memaksimalkan pancaindra dengan cara melihat, mendengar, membaca, menyentuh, atau menyimak. Yang diamati adalah materi yang berbentuk fakat, yaitu fenomena atau beristiwa dalam bentuk gambar, video, rekaman suara, atau fakta langsung yang bisa disentuh, dilihat, dan sebagainya Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran mendorong keterlibatan peserta didik secara langsung. Dalam kaitan ini, guru harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi tersebut. Observasi biasa (common observation). Pada observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer). Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Observasi terkendali (controlled observation). Seperti halnya observasi biasa, pada observasi terkendali untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Mereka juga tidak memiliki hubungan apa pun dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Namun demikian, berbeda dengan observasi biasa, pada observasi terkendali pelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan. Karena itu, pada
  22. 22. 19 pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi. Observasi partisipatif (participant observation). Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Sejatinya, observasi semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian antropologi, khususnya etnografi. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati. Di bidang pengajaran bahasa, misalnya, dengan menggunakan pendekatan ini berarti peserta didik hadir dan “bermukim” langsung di tempat subjek atau komunitas tertentu dan pada waktu tertentu pula untuk mempelajari bahasa atau dialek setempat, termasuk melibakan diri secara langsung dalam situasi kehidupan mereka (2) Menanya adalah proses mengonstruksi pengetahuan berupa konsep, prinsip dan prosedur melalui diskusi kelompok atau diskusi kelas. Dalam kegiatan menanya, siswa mengembangkan keterampilan lisan dan tertulis dalam merumuskan pertanyaan, mulai pertanyaan sederhana dan pendek hingga pertanyaan kompleks dan kritis. Untuk mendorong hasil yang efektif dan efisien proses menanya dalam diskusi harus disiapkan oleh guru, antara lain: tujuan dan hasil kegiatan dirumuskan dengan jelas; prosedur dan alokasi waktu diskusi ditentukan; jika diperlukan tersedia lembar kerja diskusi; diberikan apresiasi yang cukup kepada siswa yang aktif berpartisipasi. Tingkatan menanya : Tingkatan Sub tingkatan Kata-kata kunci pertanyaan Kognitif yang lebih rendah  Pengetahuan (knowledge)  Apa...  Siapa...  Kapan...  Di mana...  Sebutkan...  Jodohkan atau pasangkan...  Persamaan kata...  Golongkan...  Berilah nama...  Dll.  Pemahaman (comprehension)  Terangkahlah...  Bedakanlah...  Terjemahkanlah...  Simpulkan...  Bandingkan...  Ubahlah...  Berikanlah interpretasi...  Penerapan (application  Gunakanlah...  Tunjukkanlah...  Buatlah...  Demonstrasikanlah...
  23. 23. 20 Tingkatan Sub tingkatan Kata-kata kunci pertanyaan  Carilah hubungan...  Tulislah contoh...  Siapkanlah...  Klasifikasikanlah... Kognitif yang lebih tinggi  Analisis (analysis)  Analisislah...  Kemukakan bukti-bukti…  Mengapa…  Identifikasikan…  Tunjukkanlah sebabnya…  Berilah alasan-alasan…  Sintesis (synthesis)  Ramalkanlah…  Bentuk…  Ciptakanlah…  Susunlah…  Rancanglah...  Tulislah…  Bagaimanakita dapat memecahkan…  Apa yang terjadi seaindainya…  Bagaimana kita dapat memperbaiki…  Kembangkan…  Evaluasi (evaluation)  Berilah pendapat…  Alternatif mana yang lebih baik…  Setujukah anda…  Kritiklah…  Berilah alasan…  Nilailah…  Bandingkan…  Bedakanlah… (3) Mencoba adalah proses kegiatan memperkuat pemahaman faktual, konspetual, dan prosedural melalui kegiatan langsung mengumpulkan data. Kegiatan mencoba dapat dilakukan dalam dua jenis, yaitu mencoba prinsip/prosedur seperti yang dipeorleh melalui diskusi, dan mencoba mengaplikasikan prinsip/prosedur pada situasi baru. Kegiatan mencoba dapat dilakukan dalam bentuk ekperimen atau tugas projek. Pada kegiatan mencoba jenis pertama, data yang diperoleh digunakan untuk memverifikasi prinsip/prosedur yang dipelajari. Kegiatan ini akan meningkatkan kebermaknaan belajar (meaningfull learning) bagi siswa. Mereka menjadi lebih yakin dengan pengetahuan yang dimiliki yang dibuktikan melalui data-data yang diperoleh. Kegiatan mencoba jenis kedua merupakan kelanjutan dari jenis yang pertama. Setelah proses mencoba yang pertama merupakan bagian dari kegiatan mengonstruksi pengetahuan komseptual dan prosedural dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencoba jenis kedua untuk mengaplikasikannya dalam situasi baru. Data baru yang diperoleh mendorong pemikiran lebih tinggi karena bukan sekadar membuktikan prinsip/prosedur yang diketahui melainkan mencoba menerapkan dalam situasi baru.Untuk kegiatan jenis kedua diperlukan kreativitas dan inovasi guru merancang dan mendesainnya, serta mencobanya
  24. 24. 21 agar prosedur dan data yang diharapkan dapat diterima (acceptable) secara keilmuan. Contoh jenis kedua tersaji dalam lampiran (RPP) (4) Mengasosiasi atau menalar adalah kegiatan berpikir tingkat tinggi terhadap data yang didapat melalui kegiatan mencoba. Termasuk dalam kategori mengasosiasi adalah menyajikan data secara sistematis, memilah, mengelompokkan, menghubungkan, merumuskan, menyimpulkan dan menafsirkan. Kegiatan mengasosiasi dapat dirancang dan didesain dengan menggunakan lembar kerja ekperimen sehingga lebih terbimbing dan terarah sesuai dengan tujuan dan sasaran pembelajaran. Pada kegiatan tugas projek dan tugas produk umumnya tidak memerlukan lembar kerja karena siswa lebih bebas dalam berkreasi dan berinovasi (5) Mengomunikasikan adalah hasil akhir dari kegiatan pembelajaran dimana siswa mampu mengekpresikan sikap, pengetahuan, dan keterampilannya dalam bentuk lisan, tulisan, atau karya yang relevan. Kegiatan ini menjadi sarana agar siswa terbiasa berbicara, menulis, atau membuat karya tertentu untuk menyampaikan gagasan/ide, pengalaman, kesan, dan lain sebagainya termasuk dengan melibatkan emosi dan idealismenya. Untuk mengurangi kendala waktu terutama jika bentuk kegiatan presentasi yang digunakan, guru harus menjadwalkan secara efektif dengan membagi peran dan alokasi waktu kegiatan dalam satu semester/satu tahun, sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang proporsional. Kegiatan mengomunikasikan juga membuka ruang bagi siswa mengungkapkannya dalam struktur tidak formal sehingga mereka bebas berekpresi menuangkan inovasi dan kreativitasnya. Membuat blog, membuat laporan deskriptif, dan membuat video kegaitan dengan memanfaatkan website dan internet adalah bentuk komunikasi dengan struktur yang tidak terlalu formal.
  25. 25. 22 2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian 3.1. Memahami hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Hakikat bahasa dan bunyi sebagai sistem simbol. Fakta Bunyi Bahasa Sebagai Simbol Konsep 1. Hakikat Bahasa 2. sistem simbol Prinsip Prinsip penggunaan bahasa yang baik dan benar Prosedur Langkah yang dilakukan sebelum menggunakan bahasa dalam situasi tertentu Mengamati: Siswa membaca teks tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawabtentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang hakikat bahasa dan bunyi 1. menunjukkan sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi 2. menunjukkan sikap ilmiah pada saat berdiskusi 3. menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai dan melaksanaka n kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggungjaw ab. Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 3. disiplin 4. tanggungj awab Sikap Ilmiah 1. kritis 2. objektif 3. toleran 1. memahami hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. 2. menginter pretasikan hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia Tugas : 1. memah ami hakikat bahasa dan bunyi bahasa 2. mengint erpreta sikan hakikat bahasa dan bunyi bahasa Tes UH bentuk Uraian UTS bentuk pilihan Ganda 1. laporan siswa tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Observasi : mengamati kegiatan siswa dalam proses mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan Portofolio menilai laporan siswa tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia.
  26. 26. 23 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Mengasosiasikan: Siswa mendiskusikan tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting dalam hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol. Mengomunikasikan : Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang menyimpulkan hal-hal terpenting dalam hakikat bahasa
  27. 27. 24 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas,siswa lain memberikan tanggapan. Siswa menginterpretasi kan hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. 4.1. Menginterpretas i hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial. 3.2. Memahami bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara Sejarah Bahasa Indonesi a Lingua Franca Bahasa negara Bahasa Persatua n Fakta 1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara Konsep 1.Bahasa persatuan sebagai alat Mengamati: Siswa membaca teks tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Siswa mencermati uraian yang berkaitan 1. Menunjuk- kan sikap positif secara individu dan social dalam diskusi 2. Menunjukkan sikap ilmiah pada waktu berdiskusi 3.menunjukkan perilaku dan sikap menerima, Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 1. menjelas kan sejarah bahasa Indonesia 2. menjelaskan bahasa Indonesia sebagai lingua franca 3. menjelaskan bahasa Indonesia Tugas Mengabstr aksi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara Tes UH 1. Mempre sentasikan hasil diskusi kelompok tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara 2. Menyampaik Performan/un juk kerja Alat Lembar pengamatan Portofolio Menilai abtraksi tentang bahasa Indonesia sebagai
  28. 28. 25 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian mempersatuk an bangsa 2. Bahasa negara merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia Prinsip Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan negara Prosedur Langkah yang perlu dilakukan sebelum menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan negara denganfungsi dan kedudukan bahasa Indonesia Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentanghal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Mengasosiasikan: Siswa mendiskusikan tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Siswa menyimpulkan hal-hal menghargai dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab. 3. disiplin 4. tanggungja wab Sikap Ilmiah 1. kritis 2. objektif 3. toleran sebagai bahasa persatuan 4. menjelaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara Bentuk tes Uraian UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG an abstraksi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara yang telah ditulisnya bahasa persatuan dan bahasa negara 4.2.Mengabstra ksikan perkembang an bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
  29. 29. 26 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian terpenting yang berhubungan dengan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Siswa mengabstraksi perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas,siswa lain memberikan tanggapan
  30. 30. 27 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian 3.3. Membandi ngkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Keduduk an dan Fungsi Bahasa Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Daerah Bahasa Asing Fakta 1. perbandingan kedudukan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing di Indonesia Konsep 1. kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia masing- masing berbeda. 1. Prinsip 1. Prinsip penggunaan bahasa daerah di Indonesia 2. Prinsip penggunaan bahasa asing di Indonesia 3. Prinsip penggunaan Mengamati: Siswa membaca teks tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan kedudukan dan fungsi bahasa. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. 1. Menunjuk- kan sikap positif secara individu dan social dalam diskusi 2. Menunjukkan sikap ilmiah pada waktu berdiskusi 3.menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab. Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 3. disiplin 4. tanggungja wab Sikap Ilmiah 1. kritis 2.objektif 3.toleran Menjelas kan perbandinga n kedudukan dan funsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia Tugas Mengabstr aksi perbandin gan keduduka n dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia Tes UH Bentuk tes Uraian UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG 1. Mempre sentasikan hasil diskusi kelompok tentang perbandinga n kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. 2. Menyampaik an abstraksi perbandinga n kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia Performan/un juk kerja Alat Lembar pengamatan Portofolio Menilai abtraksi tentang perbandingan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia 4.3.Mengabstra ksikan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia
  31. 31. 28 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian bahasa Indonesia Prosedur Langkah yang perlu dilakukan sebelum menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia Mengasosiasikan: Siswa mendiskusikan tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting dalam kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. Siswa membacakan hasil kerja
  32. 32. 29 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian kelompok di depan kelas,siswa lain memberikan tanggapan. 2. Siswa mengabstraksi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia. 3.4. Memba ndingkan karakteristik puisi lama dan puisi baru secara memadai serta mengapresia sinya Karakte ristik Puisi Lama Karakterist ik Puisi Baru Fakta 1. Puisi lama 2. Puisi baru Konsep 1.karakteristi k puisi lama 2. karakteristik puisi baru Prinsip 1.Prinsip membaca puisi 2. Prinsip mengapresias i puisi Mengamati: Siswa membaca teks tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru secara memadai serta. mengapresiasiny a. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik puisi lama dan puisi baru. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang 1. menunjukka n sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi 2. menunjukka n sikap ilmiah pada saat berdiskusi 3. menunjukka n perilaku dan sikap menerima, menghargai dan melaksanaka n kejujuran, ketelitian, Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 1. disiplin 2. tanggungj awab Sikap Ilmiah 1. kritis 2. objektif 3. toleran 1. Menjelas kan karakteris tik puisi lama dan puisi baru 2. mengapre siasi isi puisi lama dan puisi baru 3. menulis puisi lama dan puisi baru Tugas 1. Menjelas kan karakteri stik puisi lama dan puisi baru 2. mengapr esiasi puisi lama dan puisi baru Tes UH Bentuk tes 1. Mempre sentasikan hasil diskusi kelompok tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru 2. Menyampaik an hasil apresiasi puisi lama dan puisi baru 3. menulis puisi lama dan puisi baru Performan/un juk kerja Alat Lembar pengamatan Portofolio Menilai hasil apresiasi puisi lama dan puisi baru. Menilai hasil menulis contoh puisi lama dan puisi baru 4.4.Menulis puisi lama dan baru
  33. 33. 30 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian Prosedur 1. langkah- langkah mengapresias i puisi hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru. Mengasosiasikan: Siswa mendiskusikan tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting dalam karakteristik puisi lama dan puisi baru. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik puisi lama dan disiplin dan tanggungjaw ab. Uraian UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG
  34. 34. 31 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian puisi baru. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas,siswa lain. memberikan tanggapan Siswa menulis puisi lama dan puisi baru. 3.5. Memba ndingkan karakteristi k prosa lama dan baru serta mengapresi asinya Karakteri stik Prosa Lama (hikayat, sejarah/t ambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingk ai) Karakteri stik Fakta 1. Naskah Hikayat dan naskah novel Konsep Karakteristik prosa lama dan prosa baru Prinsip Prinsip mengapresias i prosa lama dan prosa baru Mengamati: Siswa membaca teks tentang karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasiny a. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik prosa lama dan baru. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan 1. menunjukka n sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi 2. menunjukka n sikap ilmiah pada saat berdiskusi 1. menunjukka n perilaku dan sikap menerima, menghargai dan melaksanaka n kejujuran, Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 2. disiplin 3. tanggungj awab Sikap Ilmiah 4. kritis 5. objektif 6. toleran 1. menjelaskan karakteristik prosa lama dan prosa baru. 2. menginterpr etasikan isi prosa lama dan baru 3. Menjelaskan unsur cerita prosa lama dan prosa baru Tugas : 1. menjelask an karakteris tik prosa lama dan baru 2. Menginte rpretasi prosa lama dan prosa baru 3. Menjelas kan unsur cerita prosa lama dan baru laporan siswa tentang karekterist ik dan isi prosa lama dan baru Portofolio menilai laporan siswa tentang karakteristik dan isi prosa lama dan prosa baru. 4.5.Menginterpr etasi isi prosa lama dan baru
  35. 35. 32 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian Prosa Baru(rom an, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer) Struktur Cerita Prosa (tema, fakta cerita [alur, penokohan, latar], sarana sastra [ pusat pengisahan, konflik Prosedur Langkah mengapresias i prosa lama dan prosa baru dengan isi bacaan. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasiny a. Mengasosiasikan: Siswa mendiskusikan tentang karakteristik prosa lama dan baru. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting dalam karakteristik prosa lama dan baru. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik ketelitian, disiplin dan tanggungjaw ab. Tes UH bentuk Uraian UTS bentuk pilihan Ganda UAS bentuk pilihan Ganda
  36. 36. 33 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian prosa lama dan baru. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas,siswa lain memberikan tanggapan. 1. Siswa menginterpretasik an isi prosa lama dan baru.. 3.1. Memaha mi prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia Prinsip bahasa Indonesi a baku Kaidah penyusu nan kata Kaidah penyusu nan frasa Kaidah penyusu Fakta 1. Contoh bahasa baku 2. contoh bentuk kata 3. contoh frasa 4. Contoh klausa 5. contoh kalimat Konsep Mengamati: Siswa membaca teks tentang prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia. Siswa 1. Menunjuk- kan sikap positif secara individu dan social dalam diskusi 1. Menunjuk kan sikap ilmiah pada waktu berdiskusi 2. menunjuk kan perilaku Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 1. Menjelaskan perinsip bahasa baku 2. Menjelaskan bentuk kata 3. menjelaskan kaidah frasa 4. menjelaskan kaidah Tugas Menyun ting kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam teks sesuai dengan kaidah bahasa 1. Mempre sentasikan hasil menyun ting kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam teks sesuai dengan kaidah bahasa Indone sia Performan/un juk kerja Alat Lembar pengamatan Portofolio Menilai hasil menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam
  37. 37. 34 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian 4.1. Menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku nan klausa Kaidah penyusuna n kalimat 1.kaidah kata baku 2. kaidah bentuk kata 3. kaidah frasa 4. kaidah klausa 5. kaidah kalimat Prinsip Prinsip penyusunan kata, frasa, klausa, dan kalimat Prosedur Langkah menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia mencermati uraian yang berkaitan dengan konsep dasar bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa dan sikap menerima, menghargai dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab. 2. ketelitian 3. disiplin 4. tanggungja wab Sikap Ilmiah 1. kritis 2.objektif 3.toleran klausa 5. menjelaskan kaidah kalimat Indone sia baku Tes UH Bentuk tes Uraian UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG baku 2. Menyampaik an hasil menyun ting kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam teks sesuai dengan kaidah bahasa Indone sia baku teks sesuai dengan kaidah bahasa Indone sia baku
  38. 38. 35 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian Indonesia. Siswa mendiskusikan tentang prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia. Mengasosiasikan: Siswa menyimpulkan tentang prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting yang berhubungan dengan bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan
  39. 39. 36 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian kalimat bahasa Indonesia. Siswa mengevaluasi hasil analisis bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang makna dan relasi makna antarkata bahasa Indonesia. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan 3.2. Membandi ngkan relasi makna antarkata dalam bahasa Indonesia Makna kata Relasi makna kata Fakta 1. contoh relasi makna Konsep 1. pengertian relasi makna (homonim,ho Mengamati: Siswa membaca teks tentang prinsip relasi makna antarkata dalam bahasa Indonesia. 1. Menunjuk kan sikap ilmiah pada waktu berdiskusi 2. menunjuk kan perilaku dan sikap Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulka n data, analisis data 1. Memban dingkan relasi makna antarkata dalam bahasa Indonesia Tugas Mengeval uasi pengguna an makna kata dan relasi makna 1. Mempre sentasikan hasil evaluasi terhadap penggunaan relasi makna Performan/un juk kerja Alat Lembar pengamatan Portofolio
  40. 40. 37 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian 4.2. Mengevalua si penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis mofon, homograf,pol isemi, dll.) Prinsip Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis Prosedur Langkah menulis dengan menggunakan makna kata dan relasi makna Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. menerima, menghargai dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab dan pembuatan laporan. Individu 1. kejujuran 2. ketelitian 3. disiplin 4. tanggungja wab Sikap Ilmiah 1. kritis 2.objektif 3.toleran 2. Mengevalu asi penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis dalam teks tertulis Tes UH Bentuk tes Uraian UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG dalam teks 2. Menyampaik an hasil evaluasi terhadap penggunaan relasi makna dalam teks Menilai hasil evaluasi terhadap penggunaan relasi makna dalam teks
  41. 41. 38 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian Siswa mendiskusikan tentang prinsip penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Mengasosiasikan: Siswa menyimpulkan tentang prinsip penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Siswa mengevaluasi penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang penggunaan makna kata dan
  42. 42. 39 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan. 3.3. Mengan alisis karakteristik , jenis-jenis, dan perkembang an drama dan teater. 4.3. Mengevaluasi hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater Karakteri stis drama dan teater Jenis- jenis drama dan teater Perkemba ngan drama dan teater Fakta Jenis- jenis drama dan teater Perkemb angan drama dan teater Konsep Karakteri stis drama dan teater Prinsip Prinsip menulis Mengamati: Siswa membaca teks tentang karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang 1. Menunjukkan sikap positif (individu dan social) dalam diskusi 2. Menunjukkan sikap ilmiah pada saat berdis kusi 3. Menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai danmelaksan akan, kejujuran, ketelitian dan disiplin Observasi : mengamati kegiatan siswa dalamproses diskusi dalammengum pulkan data,analisis data, dan pembuatan laporan Individu 1. Kejuj uran 2. Keteli tian 3. Disipli n 4. Tangg ung jawab Sikapilmiah : Menganalisis karakteristik , jenis-jenis, dan perkembang an drama dan teater. Mengevaluasi hasil analisis karakteristik , jenis-jenis, dan perkembang an drama dan teater Tugas : Menganali sis karakteris tik, jenis- jenis, dan perkemba ngan drama dan teater. Mengeval uasi hasil analisis karakteris tik, jenis- jenis, dan perkemba ngan drama dan MenyusunLa poran karakteristik , jenis- jenis, dan perkembang an drama danteater Mengevalua si hasil analisis karakteristi k, jenis- jenis, dan perkemban gan drama dan teater. Observasi Mengamati kegiatan siswa dalam proses mengumpulka n data analisis data dan pembuatan laporan Portopolio Menilai laporan siswa tentang hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembanga n drama dan teater.
  43. 43. 40 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian perkembanga n drama dan teater Prosedur Langkah menulis perkembanga n drama dan teater berhubungan dengan karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Siswa mendiskusikan tentang prinsip karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mengasosiasikan: Siswa menyimpulkan tentang prinsip karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan 1. Kritis 2. Objekt if toleran teater. Tes : UH Bentuk Uraian UTS Bentuk pilihan Ganda US Pilihan Ganda
  44. 44. 41 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian drama dan teater. Siswa mengevaluasi hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan
  45. 45. 42 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian 3.4. Memba ndingkan perbedaan drama dengan teater serta mengapresiasi -nya Karakterist is drama dan teater Jenis-jenis drama dan teater Naskah Drama Naskah Cerpen Fakta 1. Perbedaan antara drama, teater, dan cerpen Konsep 1. Pengertian drama 2. Pengertian teater 3. Pengertian cerpen Prinsip 1. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengalihwan akan dari cerpen ke drama Prosedur 1. Membandingk an antara drama dengan teater Mengamati: Siswa membaca teks tentang drama dan teater. Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan perbedaan drama dengan teater Mempertanyakan: Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya.. Mengeksplorasi: Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya. 1. Menunju kkan sikap positif (individu dan social) dalam diskusi 2. Menunju kkan sikap ilmiah pada saat berdis kusi Menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai danmelaksan akan, kejujuran, ketelitian dan disiplin Observasi : mengamati kegiatan siswa dalamproses diskusi dalammengum pulkan data,analisis data, dan pembuatan laporan Individu 5. Kejuj uran 6. Keteli tian 7. Disipli n 8. Tangg ung jawab Sikap ilmiah : 3. Kritis 4. Objekt if toleran 3.1 Memba ndingk an perbed aan drama dengan teater serta menga presias i-nya. Mengalihw ahanakan (mengonve rsi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. Tugas Membandi ngkan perbedaa n drama dengan teater serta mengapre siasi-nya. Mengalih wahanaka n (mengonv ersi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana . Tes : UH Bentuk Uraian UTS Bentuk pilihan Ganda US Pilihan Ganda Menyusun laporan Membanding kan perbedaan drama dengan teater serta mengapresia si-nya. Mengalihwa hanakan (mengonver si) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. Observasi Mengamati kegiatan siswa dalam proses mengumpulka n data analisis data dan pembuatan laporan Portopolio Membandingk an perbedaan drama dengan teater serta mengapresiasi -nya. Mengalihwaha nakan (mengonversi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. 4.4. Mengalihwa hanakan (mengonver si) cerpen ke dalam naskah drama sederhana
  46. 46. 43 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian Mengalihwan akan dari cerpen ke drama Siswa mendiskusikan tentang prinsip perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya. Mengasosiasikan: Siswa menyimpulkan tentang prinsip perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya. Siswa mengalihwahanak an (mengonversi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. Mengomunikasikan: Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya. Siswa membacakan hasil kerja kelompok di
  47. 47. 44 Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pembelajar an Alternatif Pembelajaran Sikap Pengetahuan Keterampilan Indikator Penilaian Indikator Penilai- an Indikator Penilaian depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan 1.
  48. 48. 45 BAB IV PENUTUP Efektifitas pembelajaran merupakana indikator keberhasilan belajar, artinya bahwa semakin efektifitasnya tinggi dalam kegiatan pembelajaran maka hasil belajar semakin berkualitas dan sebaliknya semakin tidak efektifnya pembelajaran maka berdampak hasil belajar yang tidak optimal. Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan pendekatan saintifik yaitu melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Dalam hal ini, strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013 agar KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 dapat tercapai secara terintegrasi.
  49. 49. 46 Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Selanjutnya mengembangkan langkah alternatif pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan autentik.
  50. 50. 47 DAFTAR PUSTAKA Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And Assesssing: A Revision of Bloom,s Taxonomy of Educational Objectives. New York. Longman. Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Cambridge, MA: Harvard University Press. Harding, S. (1998). Is Science Multicultural? Postcolonialisms, Feminisms, and Epistemologies. Bloomington: Indiana University Press. Calabrese Barton, A. (1998). Reframing “science for all” through the politics of poverty. Educational Policy, 12, 525-541. http://www.ase.org.uk/documents/principles-and-big-ideas-of-science-education Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan (Lembar Negara RI Tahun 2013 No.71, Tambahan Lembar Negara) Permendikbud No.54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; Permendikbud No.64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar proses Pendidkan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No.69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. UU No 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional (lembar Negara RI tahun 2003 No. 78, Tambahan lembar Negara RI No. 4301), Young, Jolee. And Elaine Chapman (2010). Generic Competency Frameworks: a Brief Historical Overview. Education Research and Perspectives, Vol.37. No.1. The University of Western Australia.
  51. 51. 48 Lampiran:Contoh RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMA Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : Materi Pokok : Perbandingan prosa lama dan prosa baru Alokasi waktu : 4 pertemuan x 3 jam pelajaran A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyadengan mematuhi norma-norma bahasa Indonesia serta mensyukuri dan mengapresiasi keberadaan bahasa dan sastra Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan menunjukkan sikap pro- aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam kehidupan sosial secara efektif dengan memiliki sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia serta mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia dan mengapresiasi sastra Indonesia. KI 3 : Memahami , menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahu tentang bahasa dan sastra Indonesia serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian bahasa dan sastra yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak untuk mengembangkanilmu bahasa dan sastra Indonesia secara mandiri dengan menggunakan metode ilmiah sesuai kaidah keilmuan terkait. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1.3. Mengetahui dan memahami definisi dan karakteristik sastra, jenis-jenis dan struktur sastra, serta memahami sastra sebagai karya seni dan bidang ilmu yang dekat dengan kita 2.4. Mengembangkan sikap apresiatif dalam menghayati karya sastra. 3.5. Membandingkan karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasinya Indikator : 3.5.1. Mengidentifikasi karakteristik prosa lama 3.5.2. mengidentifikasi karakteristik prosa baru. 3.5.3. Menyebutkan struktur Prosa 3.5.4. Mendeskripsikan karakteristik prosa lama 3.5.5. Mendeskripsikan karakteristik prosa baru
  52. 52. 49 3.5.6. Membandingkan karakteristik prosa lama dan prosa baru 3.5.7. Mengetahui dan memahami definisi dan karakteristik sastra, jenis-jenis dan struktur sastra, serta memahami sastra sebagai karya seni dan bidang ilmu yang dekat dengan kita. 3.5.8. Mengembangkan sikap apresiatif dalam menghayati karya sastra. 4.5. Menginterpretasi isi prosa lama dan baru Indikator : 4.5.1. Menginterpretasi isi prosa lama dan baru C. Tujuan Pembelajaran Setelah proses menggali informasi melalui berbagai fakta, menanya konsep, berdiskusi atas fakta dan konsep, menginterprestasi mengasosiasi dan mengomunikasikan, siswa dapat : 1. mengidentifikasi karakteristik prosa lama 2. mengidentifikasi karakteristik prosa baru 3. Mendeskripsikan karakteristik prosa lama 4. Mendeskripsikan karakteristik prosa baru 5. Membandingkan karkateristik prosa lama dan prosa baru 6. mengetahui dan memahami definisi dan karakteristik sastra, jenis-jenis dan struktur sastra, serta memahami sastra sebagai karya seni dan bidang ilmu yang dekat dengan kita. 7. mengembangkan sikap apresiatif dalam menghayati karya sastra. D. Materi Pembelajaran Fakta Berbagai contoh prosa lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite legenda, sage, parabel, dongeng jenaka dan cerita berbingkai) Berbagai prosa baru (roman, novel, cerpen, biografi dan prosa populer) Konsep Ciri-ciri, pengertian prosa lama dan prosa baru Struktur cerita prosa (roman, fakta cerita {alur, penokohan, latar}, sarana sastra {pusat pengisahan, konflik}) Prinsip o Karakteristik prosa lama Karakteristik prosa baru Prosedur Karakteristik prosa lama dan prosa baru Jenis prosa lama dan prosa baru E. Metode Pembelajaran (Rincian dari kegiatan Pembelajaran) inquiry, discovery learning diskusi Eksperimen Kerja kelompok dan Kaji Pustaka F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : Internet Lab bahasa 2. Alat/bahan LCD, Tape recorder,laptop Naskah cerita prosa lama
  53. 53. 50 Buku-buku karya sastra prosa baru Koran, majalah, kliping tentang cerpen, dll 3. Sumber Belajar Bahasa Indonesi: Ekspresi Diri dan Akademik . 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pradopo, Joko Rachmat. 2002. Kritik Sastra Indonesia Modern.Yogyakarta:Gama Media. Lubis,Mochtar.1997. Sastra dan tekniknya .Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan Apersepsi dan Motivasi. Contoh naskah lama digunakan sebagai stimulan dengan sejumlah pertanyaan untuk memasuki kegiatan ini (naskah diserahkan pada guru untuk memilih) 15 menit Isi (kegiatan Inti) Mengamati Kelas dibagi menjadi 10 kelompok (sesuai jumlah jenis prosa lama) masing-masing kelompok mencoba dan mencermati (mencari dan menemukan ciri-ciri naskah yang dibacanya) dan mendokumentasikan hasil penemuannya sesuai dengan jenis prosa lama yang dibacanya (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai) Secara individu siswamengidentifikasi hasil temuannya tentang ciri-ciri prosa lama berdasrakan naskah yang dicermatinya berdasarkan acuan kata tanya fakta (apa.., siapa..., kapan..., di mana,...., dan sejenisnya) Menanya Antarsiswa dalam kelompok saling bertanya, konfirmasi tentang ciri-ciri yang ditemukan untuk dibahas jika ada perbedaan atas temuan masing- 100 menit
  54. 54. 51 masing. Mendefinisikan atas dasar temuannya Membaca konsep tentang karakter prosa lama untuk dicocokkan dengan ciri-ciri hasil temuan atas pengamatan dan tanya jawabnya Mencoba Siswa mencoba merumuskan karakter naskah prosa lama yang dikajinya dan membahasnya, bertukar temuan bersama anggota kelompok Menguraikan karakter prosa lama dari naskah yang dikajinya untuk bahan bahasan dengan kelompok lain Mengasosiasi Siswa mengelompokkan karakter prosa lama berdasarkan naskah hasil tukar gagasan bersama kelompok lainnya. Siswa mencoba menyimpulkan dan mengestimasikan tambahan karakter pada konsep yang dibacanya atas dasar kajian naskah yang dibahas Mengomunikasikan Perwakilan masing-masing kelompok (bisa dipilih dan ditunjuk guru) menyampaikan/menayangkan hasil kesimpulannya. Melaporkan hasil penelitian dan pengembangan (tertulis/lisan) tentang deskripsi karakteristik prosa lama Penutup Bersama siswa menyimpulkan karakteristik prosa lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai). Memberikan tugas mencari contoh karya lain yang tergolong pada prosa lama. Melaksanakan tes 20 menit Pertemuan 2 Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan karasteristik prosa lama Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya (karakteristik prosa lama) dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan (Karakteristik prosa baru) 15 menit
  55. 55. 52 Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan Apersepsi dan motivasi Catatan: contoh naskah prosa baru (misal, novel burung- burung manyar karya YB Mangunwijaya) digunakan sebagai stimulan dengan pertanyaan untuk memasuki kegiatan Inti kegiatan Inti Mengamati Kelas dibagi menjadi 5 kelompok (sesuai dengan jumlah jenis prosa baru) Masing-masing kelompok membaca dan mencermati (mencari dan menemukan ciri-ciri naskah yg dibacanya) dan mendokumentasikan hasil penemuannya sesuai dengan jenis naskah prosa baru yang dibacanya (roman, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer). Secara individu mengidentifikasi hasil temuannya tentang ciri-ciri prosa lama berdasarkan naskah yang dicermatinya berdasarkan acuan kata tanya fakta (apa..., siapa..., kapan..., di mana..., dan sejenisnya) Menanya Antarsiswa dalam kelompok saling bertanya, konfirmasi tentang ciri-ciri yang ditemukan untuk dibahas jika ada perbedaan atas temuan masing- masing. Mendefinisikan atas dasar temuannya. Membaca konsep tentang karakter prosa baru untuk dicocokkan dengan ciri-ciri hasil temuan atas pengamatan dan tanya jawabnya Mencoba Siswa mencoba merumuskan karakter naskah prosa baru yang dikajinya dan membahasnya, bertukar temuan bersama anggota kelompok. Menguraikan karakter prosa baru dari naskah yang dikajinya untuk bahan bahasan dengan kelompok lain Mengasosiasi 100 menit
  56. 56. 53 Siswa mengelompokkan karakter prosa baru berdasarkan naskah hasil tukar gagasan bersama kelompok lainnya. Siswa mencoba menyimpulkan dan mengestimasikan tambahan karakter pada konsep yang dibacanya atas dasar kajian naskah yang dibahas. Mengomunikasikan Perwakilan masing-masing kelompok (bisa dipilih dan ditunjuk guru) menyampaikan/menayangkan hasil kesimpulannya. Melaporkan hasil penelitian dan pengembangan (tertulis/lisan) tentang deskripsi karakteristik prosa baru Penutup Bersama siswa menyimpulkan karakteristik prosa lama (roman, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer). Memberikan tugas mencari contoh karya lain yang tergolong pada prosa baru. Melaksanakan tes 20 menit Pertemuan 3 Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan Kegiatan awal Siswa merespon salam dan mengondisikan kelas Tanya jawab tentang karakteristik prosa lama dan prosa baru. Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya (karakteristik prosa lama dan prosa baru) dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi dan motivasi Ditampilkan: penggalan Roman Siti Nurbaya untuk bahan apersepsi “Badannya sedang, tak gemuk dan tak kurus, tetapi tegap. Pada wajah mukanya yang jernih dan tenang, berbayang, bahwa ia seorang yang lurus, tetapi keras hati; tak mudah dibantah, 15 menit
  57. 57. 54 barang sesuatu maksudnya. Menilik pakaian dan rumah sekolahnya, nyata ia anak seorang yang mampu dan tertib sopannya, menyatakan ia anak seorang yang berbangsa tinggi.” Siti Nurbaya, Marah Rusli penggalan cerita rakyat (dongeng) Malin Kundang “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya. Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Cerita rakyat, Malin Kundang Kedua penggalan salah satu contoh prosa baru dan prosa lama ditampilkan sebagai apersepsi dan motivasi Kegiatan Inti Mengamati Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok Masing-masing kelompok diberi data (konteks) yang berisi berbagai penggalan dari Struktur Cerita Prosa (tema, fakta cerita [alur, penokohan, latar], sarana sastra [ pusat pengisahan, konflik) Secara individu di tiap kelompok mencermati data yang dibagikan guru Dengan kemampuan individu, masing-masing siswa mencari, menemukan, menuliskan ciri tiap penggalan yang dicermatinya. Menanya Antarsiswa dalam kelompok saling bertanya, konfirmasi tentang ciri-ciri yang ditemukan dari tiap penggalan teks untuk dibahas jika ada perbedaan atas temuan masing-masing. Mendefinisikan atas dasar temuannya. 100 menit
  58. 58. 55 Membaca konsep tentang struktur prosa lama dan prosa baru untuk dicocokkan dengan ciri-ciri hasil temuan atas data yang dikajinya. Mencoba Siswa bereksperimen untuk merumuskan maksud struktur prosa baik dalam prosa lama maupun prosa baru. Menyiapkan alasan dan penjelasan atas ciri tiap struktur prosa secara berkelompok. Mengasosiasi Siswa mencoba mengestimasi tentang struktur prosa menurut versi kelompok dengan mengacu pada konsep yang dibahasnya. Menyiapkan deskripsi struktur prosa berdasarkan estimasinya dengan gaya kelompoknya. Mengomunikasikan Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil deskripsi dan estimasinya tentang struktur prosa (lama dan baru) Tugar gagasan melalui diskusi kelas untuk mencapai kesimpulan klasikal tentang struktur prosa Penutup Umpan balik antarsiswa, antara siswa dengan guru tentang kesimpulan struktur prosa (lama dan baru) Penilaian performen, lisan, kerja kelompok, pengamatan, sikap dilakukan dalam dan selama proses kegiatan inti 20 menit Pertemuan 4 Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan Kegiatan Awal Siswa merespon salam dan dilanjutkan dengan pengondisian kelas Tanya jawab tentang karakteristik prosa lama, prosa baru, dan struktur prosa. Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya (karakteristik prosa lama, prosa baru, struktur prosa) dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tanya jawab tentang sinetron terkini (baik diangkat 20 menit
  59. 59. 56 dari prosa lama maupun kisah kehidupan terkini) yang ditayangkan di TV sebagai apersepsi dan bahan motivasi Kegiatan Inti Mengamati Menikmati tayangan film tentang kisah “Lutung Kasarung” (sabagai contoh prosa lama) dan tayangan film novel, “Cintaku di Kampus Biru” (sabagai contoh prosa baru). Secara individu siswa mencatat karakter dari masing- masing contoh prosa yang ditayangkan. Menanya Masing-masing siswa membuka dokumen kerja individu tentang karakter prosa lama dan prosa baru yang disimpulkan pada pertemuan pertama dan kedua Tiap siswa mencocokkan ciri/karakter yang ditemukan pada tayangan baik kisah “Lutung Kasarung” dengan novel, “Cintaku di Kampus Biru” dengan kesimpulan karakter prosa lama dan prosa baru yang telah dipelajari sebelumnya Mencoba Masing-masing siswa mulai membandingkan hasil proses belajar tentang prosa lama dan prosa baru. Tiap siswa mencoba menyiapkan komentar tentang karakter pada prosa lama dan prosa baru Mengasosiasi Tiap siswa mengestimasikan keindahan yang ditangkap pada kisah/cerita baik yang terdapat pada prosa lama dan prosa baru Siswa secara berkelompok menginterpretasi karakteristik cerita bebas yang ditemukan di mass media Menyiapkan estimasinya dalam deskripsi singkat untuk bahan presentasi kelas. Mengomunikasikan Mempresentasikan hasil estimasi kelompok tentang perbedaan karakteristik prosa lama dan prosa baru. Memberikan contoh dan komentar atas karakteristik prosa yang diambil dari mass media. Penutup Umpan balik antarsiswa, antara siswa dengan guru tentang kesimpulan perbedaan prosa lama dan baru. 30 menit
  60. 60. 57 Mencari karakteristik pada karya prosa lama dan karya satra prosa baru dari internet secara berkelompok. Mendramatisasikan salah satu karya sastra (boleh prosa lama atau prosa baru) ditampilkan secara berkelompok sebagai wujud interpretasi dan apresiasi atas karya sastra prosa. Penilaian performen, lisan, kerja kelompok, pengamatan, sikap dilakukan dalam dan selama proses kegiatan inti. H. Penilaian 1. Jenis/teknik penilaian a. Kompetensi Sikap: Observasi Penilaian diri b. Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis Tes lisan c. Kompetensi Keterampilan: Tes praktik, Projek, dan Portofolio. 2. Bentuk instrumen dan instrumen 3. Pedoman penskoran Rubrik Instrumen a. Peniaian Sikap Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta Didik No. Sikap Nama Keterbukaan Ketekunanbelajar Kerajinan Tenggangrasa Kedisiplinan Kerjasama Ramahdengan teman Hormatpada orangtua Kejujuran Menepatijanji Kepedulian Tanggungjawab 1 2 3 4 5 6
  61. 61. 58 7 8 Keterangan: Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 s.d 5. 1 = sangat kurang; 2 = kurang konsisten; 3 = mulai konsisten; 4 = konsisten; dan 5 = selalu konsisten. . Lembar Observasi LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI Mata Pelajaran : .............................................. Kelas/Program : X / Ilmu Bahasa dan Budaya Kompetensi : .............................................. Materi : .............................................. No Nama Siswa Sikap Pribadi Sikap Ilmiah Jml Skor NilaiJujur Displ Tgjwb Kritis Objek Tolr (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. 1 Juminah 4 4 3 4 3 3 21 2. 2 Zulaekah 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
  62. 62. 59 Keterangan pengisian skor 4. Sangat baik 3. Baik 2. cukup 1. Kurang b. Penilaian Pengetahuan Penilaian Pengetahuan Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen Mengidentifikasi karakteristik prosa lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai) Tes tertulis Isian Identifikasilah karakteristik prosa lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai)! Mengidentifikasi karakteristik prosa baru (roman, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer). Tes tertulis Isian Identifikasilah karakteristik prosa baru (roman, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer)! Mendeskripsikan struktur prosa Tes tertulis Daftar pertanyaan Deskripsikan struktur prosa! Mendeskripsikan karakteristik prosa lama (hikayat, sejarah/tambo, kisah, dongeng fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai) Tes lisan Daftar pertanyaan Deskripsikan karakteristik prosa lama yang Anda temukan dalam penggalan yang Anda baca! Mendeskripsikan karakteristik prosa baru (roman, novel, Tes lisan Isian Deskripsikan karakteristik prosa baru yang Anda temukan dalam penggalan yang Anda baca!
  63. 63. 60 Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen cerpen, biografi, dan prosa populer). Membandingkan karakteristik prosa lama dan baru Tes tertulis Isian Jelaskan perbedaan antara karakteristik prosa lama dan prosa baru! Mengetahui dan memahami definisi dan karakteristik sastra, jenis-jenis dan struktur sastra, serta memahami sastra sebagai karya seni dan bidang ilmu yang dekat dengan kita Tes tertulis Isian a. Jelaskan yang dimaksud unsur intrinsik karya sastra! b. Jelaskan manfaat yang dapat diperoleh dari membaca karya sastra! Mengembangkan sikap apresiatif dalam menghayati karya sastra Penugasan individu Pekerjaan rumah Bacalah karya prosa dari mass media, kemudian analisislah unsur intrinsik karya tersebut! Menginterpretasi isi prosa lama dan baru Tes praktik Tes simulasi Dramatisasikan salah satu karya sastra prosa secara berkelompok! Kunci Jawaban 1. Karakteristik prosa lama di antaranya: menggunakan bahasa Melayu ; menghubungkan cerita dengan kejadian alam atau tempat; dan berkisah tentang kerajaan (istana sentris); bersifat statis; fantastis 2. Karakteristik prosa baru di antaranya: menggunakan bahasa yang berkembang dalam masyarakat ; berkisah tentang kejadian dalam masyarakat (masyarakat sentris); bersifat dinamis; logis. 3. Struktur prosa: a. Tema, yakni gagasan pokok pikiran yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita. b. Plot (alur cerita), yakni rangkaian peristiwa yang saling berhubungan dan membentuk kesatuan cerita. c. Tokoh, yakni sejumlah orang mengalami perubahan nasib berdasarkan keputusan, sikap, dan tindakan yang dipilihkan ketika menghadapi masalah. d. Setting, yakni tempat terjadinya peristiwa yang dikisahkan.

×