about Telecommunications System

2,194 views

Published on

This article provides the fundamental of telecommunications system.

Published in: Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,194
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
112
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

about Telecommunications System

  1. 1. EE302 Dasar Telekomunikasi ( 2sks ) Ir. SNMP Simamora, MT. Laboratorium Sistem Komputasi & Jaringan Akses 2006
  2. 2. Diagram Blok Komunikasi Radio source penguat modulator Penguat RF Antena pemancar Detektor Antena penerima Penguat RF Penguat IF penguat Pengeras suara
  3. 3. Tingkat Proses Komunikasi Radio <ul><li>Source : sumber dari sinyal messages dari mic, kamera televisi, atau devices lain yang mengubah informasi yang diinginkan menjadi sinyal listrik . </li></ul><ul><li>Sinyal diperkuat dan dilewatkan melalui filter bawah ( low-pass ) untuk membatasi bandwidth . </li></ul><ul><li>Osilator RF menentukan frekuensi pembawa. </li></ul><ul><li>Beberapa tingkat penguat menaikkan daya sinyal dari osilator ke nilai yang dibutuhkan agar masuk ke modulator. </li></ul>
  4. 4. Tingkat Proses Komunikasi Radio <ul><li>Modulator menggabungkan sinyal dan komponen-komponen pembawa untuk menghasilkan salah satu jenis gelombang termodulasi. </li></ul><ul><li>Dibutuhkan penguatan tambahan setelah modulasi untuk membawa tingkat daya sinyal pada nilai masukan ke antena yang diinginkan. </li></ul><ul><li>Antena pemancar mengubah energi RF menjadi gelombang elektromagnet dengan polarisasi yang diinginkan. </li></ul>
  5. 5. Tingkat Proses Komunikasi Radio <ul><li>Antena penerima dapat bersifat omnidirectional untuk tujuan pelayanan umum atau terarah untuk komunikasi point-to-point . </li></ul><ul><li>Tingkat penguat RF menaikkan daya sinyal ke tingkat yang tepat untuk masukan ke mixer, dengan tujuan memisahkan sinyal-sinyal lain dari kanal yang diinginkan. </li></ul><ul><li>Osilator lokal dalam penerima ditala untuk menghasilkan frekuensi f LO yang berbeda dengan frekuensi sinyal datang, f RF sebesar frekuensi intermedia f IF ; sehingga f LO sama dengan f RF + f IF atau f RF - f IF . </li></ul>
  6. 6. Tingkat Proses Komunikasi Radio <ul><li>Modulasi pada carrier yang diterima pada diubah ke frekuensi intermedia. </li></ul><ul><li>Penguat IF menaikkan sinyal ke tingkat yang cocok untuk deteksi dan menyediakan sebagian besar pemilahan frekuensi yang diperlukan untuk melewatkan sinyal yang diperlukan dan menyaring keluar sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang terdapat pada keluaran mixer . </li></ul>
  7. 7. Tingkat Proses Komunikasi Radio <ul><li>Detektor memulihkan sinyal message asli dari masukan IF termodulasi. </li></ul><ul><li>Penguat audio dan video menaikkan tingkat daya keluaran detektor ke nilai yang cocok untuk menggerakkan pengeras suara, tabung televisi, atau output-devices yang lain. </li></ul><ul><li>Output-devices lalu mengubah informasi sinyal kembali ke bentuk aslinya (misalkan: gelombang suara, gambar, dsb). </li></ul>
  8. 8. Tegangan carrier-wave tanpa modulasi: v (t) = V c sin(  c t +  ) = V c sin  (t)  c adalah frekuensi carrier V c adalah amplitudo  c adalah sudut fasa sembarang
  9. 9. Modulasi Amplitudo: V c (t) = V c [1 + m a F(t)] m a adalah faktor modulasi
  10. 10. Spektrum Frekuensi:
  11. 11. Advanced Mobile Phone System (AMPS) <ul><li>Merupakan standar sistem telepon bergerak analog </li></ul><ul><li>Dimulai pada era 1980-an </li></ul><ul><li>AMPS dikembangkan berdasar teknis praktis radiotelephone bergerak </li></ul><ul><li>Generasi Pertama menggunakan FDMA, yang memiliki persoalan dalam keamanan dan kapasitas </li></ul>
  12. 12. Advanced Mobile Phone System (AMPS) <ul><li>Setiap cell mencakup 100 kanal atau frekuensi pada range: 824~849MHz; dan harus menggunakan kanal berbeda dari cell-tetangga untuk menghindari interferensi. </li></ul><ul><li>Pita AMPS diambil dari pita frekuensi yang sama, 806~890MHz, yang awalnya milik kanal TV pada frekuensi UHF; sehingga stasiun TV yang sebelumnya menggunakan pita ini harus berpindah kanal. </li></ul>
  13. 13. Advanced Mobile Phone System (AMPS) <ul><li>Selanjutnya AMPS di-up-grade ke D-AMPS menggunakan digital-TDMA yang disebut Generasi ke-2 (2G). </li></ul><ul><li>Setiap panggilan yang dibangun juga lebih terjamin keamanannya karena pihak lain tidak dapat men-scan sinyal dalam bentuk digital; disamping itu pihak otoritas telekomunikasi, khususnya di USA FCC (Forum Communication Commission), telah mencegah frekuensi tidak terdaftar untuk mengakses cellphone yang resmi. </li></ul>
  14. 14. Frequency Division Multiple Access (FDMA) <ul><li>Merupakan pembagian pita frekuensi yang dialokasi untuk komunikasi telepon seluler nirkabel menjadi 30 kanal. </li></ul><ul><li>Masing-masing kanal membawa suara percakapan, atau dengan layanan digital, dalam bentuk data digital. </li></ul><ul><li>FDMA adalah teknologi dasar dalam analog untuk Advanced Mobile Phone System (AMPS). </li></ul>
  15. 15. Frequency Division Multiple Access (FDMA) <ul><li>Setiap kanal di-assign ke hanya 1 user pada suatu waktu. </li></ul><ul><li>Masing-masing kanal membawa suara percakapan, atau layanan digital lainnya, dalam bentuk data digital. </li></ul><ul><li>Juga digunakan pada Total Access Communication System (TACS) </li></ul>
  16. 16. Frequency Division Multiple Access (FDMA) <ul><li>Digital-Advanced Mobile Phone System (D-AMPS) juga menggunakan FDMA namun menambahkan Time Division Multiple Access (TDMA) untuk menampung 3 kanal untuk setiap kanal FDMA. </li></ul><ul><li>Tiga nomor panggilan dapat ditangani dalam satu kanal. </li></ul>
  17. 17. Mobile Cellular <ul><li>Wireless phone, handy, cellular mobile atau cell-phone (di USA) disebut juga mobile-phone, yakni sistem komunikasi bergerak yang menggunakan kombinasi transmisi gelombang radio dan teknik penyambungan telepon konvensioanl untuk membangun panggilan komunikasi dari/ke mobile user pada area yang dituju. </li></ul>
  18. 18. Cellular Telephony <ul><li>Cell-phone adalah telepon portable yang menerima atau mengirimkan pesan melalui cell-site, atau menara transmisi. </li></ul><ul><li>Gelombang radio digunakan untuk mengirimkan sinyal ke dan dari cell-phone. </li></ul><ul><li>Setiap cell-site mempunyai range 3-5 mil dan overlap dengan cell-site yang lain. </li></ul>
  19. 19. Cellular Telephony <ul><li>Semua cell-site dikoneksikan ke satu atau lebih cellular switching exchange yang dapat mendeteksi kekuatan sinyal diterima dari telepon. </li></ul><ul><li>Teknologi mobile-phone diklasifikasi kedalam beberapa generasi: 1G, 2G, 2.5G,2.7G,3G. </li></ul><ul><li>1G: AMPS, TACS </li></ul><ul><li>2G: TDMA, CDMA, GSM, PCS </li></ul>
  20. 20. Cellular Telephony <ul><li>2.5G: GPRS (General Packet Radio Services) </li></ul><ul><li>2.7G: EDGE (Enhanced Data-rates for GSM Evolution) </li></ul><ul><li>3G: UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) </li></ul><ul><li>Telepon berbasis sateliet juga digolongkan kepada telepon bergerak. </li></ul>

×