Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

about Pulse Code Modulation

0 views

Published on

describes the terminology about Pulse Code Modulation and other technique which used.

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

about Pulse Code Modulation

  1. 1. Pulse Code Modulation (PCM) Ir. SNMP Simamora, MT. Laboratorium Sistem Komputasi & Jaringan Akses Bandung – 2007
  2. 2. Time Division Multiplexing (TDM) <ul><li>Multiplexing adalah penyaluran sejumlah sinyal secara bersamaan melalui bearer tunggal </li></ul><ul><li>Jenis-jenis multiplexing : </li></ul><ul><li>Space Division Multiplexing (SDM): penyaluran sejumlah sinyal melalui bearer tunggal menempati space (saluran) tertentu </li></ul><ul><li>Frequency Division Multiplexing (FDM): setiap kanal menempati suatu band frekuensi tertentu </li></ul><ul><li>Time Division Multiplexing (TDM): setiap kanal menempati periode waktu tertentu </li></ul>
  3. 3. Pulse Code Modulation (PCM) <ul><li>Merupakan metode yang umum untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital </li></ul><ul><li>Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal listrik analog diubah menjadi sinyal listrik digital melalui 4 tahap: </li></ul><ul><li>Sampling </li></ul><ul><li>Quantizing </li></ul><ul><li>Coding </li></ul><ul><li>Multiplexing </li></ul>
  4. 4. Teknik Sampling <ul><li>Untuk mengirimkan informasi dala suatu sinyal, tidak perlu seluruh sinyal ditransmisikan, tetapi cukup diambil sampel-nya saja </li></ul><ul><li>Berdasarkan Teorema Nyquist, sampling-frequency lebih besar sama dengan 2 kali frekuensi tertinggi sinyal tersebut </li></ul><ul><li>Contoh: sinyal bicara  300 s.d 3400Hz </li></ul><ul><li>Sinyal bicara pada kanal telepon  3.1KHz; dilakukan pembulatan 4KHz, sehingga: </li></ul><ul><li>Frekuensi sampling  8000Hz </li></ul><ul><li>8000 samples per detik = 1 sample per 125 microsecond </li></ul>
  5. 5. Sampling voice
  6. 6. Teknik Quantizing <ul><li>Amplitudo dari sinyal hasil sampling dibagi ke dalam level-level kuantisasi </li></ul><ul><li>Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat </li></ul><ul><li>Adanya pendekatan/pembulatan tersebut menimbulkan “derau kuantisasi” </li></ul>
  7. 7. Dua Teknik Kuantisasi ( Quantizing ) <ul><li>Kuantisasi Linier: selang level kuantisasi sama untuk seluruh level kuantisasi; besarnya noise kuantisasi sama untuk seluruh level, tetapi noise relatifnya tidak sama antara level yang satu dengan yang lainnya </li></ul><ul><li>Kuantisasi Tidak Linier: merupakan perbaikan dari kuantisasi linier pada level rendah; ada 2 cara kuantisasi tidak linier: (a) langsung menggunakan kuantisasi tidak linier; (b) companding , kemudian dikuantisasi secara linier </li></ul>
  8. 8. Aturan Companding <ul><li>Aturan A (A-law): PCM30 (Eropa); terdiri atas 13 segmen </li></ul><ul><li>Aturan  (  -law): PCM24 (USA & Jepang); terdiri atas 15 segmen </li></ul>
  9. 9. Aturan A ( A-law ) <ul><li>Level sinyal dibagi menjadi 7 segmen positif dan 7 segmen negatif (total 14 segmen) </li></ul><ul><li>Dua segmen positif dan 2 segmen negatif level rendah digabung menjadi 1 segmen (  segmen 1), dihasilkan 13 segmen </li></ul><ul><li>Masing-masing segmen pada setiap level (level sinyal positif atau level sinyal negatif) dibagi atas 16 sub-segmen, kecuali segmen 1 dibagi 32 sub-segmen pada masing-masing level sinyal-nya </li></ul>
  10. 10. Teknik Coding <ul><li>Proses merepresentasikan tinggi pulsa sampling terkuantisasi ke dalam beberapa bit bilangan binary </li></ul>

×