Ptk (pusapom)

1,063 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,063
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ptk (pusapom)

  1. 1. PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Ali MaksumA. PENGERTIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom action research (CAR) adalahaction research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research padahakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukansecara siklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Adabeberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dancollaborative action research. Dua-duanya merujuk pada hal yang sama. PTK termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa sajabersifat kuantitatif. PTK berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk mengujihipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). PTK lebih bertujuan untukmemperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi.Namun demikian hasil PTK dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai lataryang mirip dengan yang dimliki peneliti. Perbedaan antara penelitian formal dengan classroom action research disajikandalam tabel berikut. Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action ResearchPenelitian Formal Penelitian Tindakan KelasDilakukan oleh orang lain Dilakukan oleh guru/dosen Kerepresentatifan sampel tidakSampel harus representative diperhatikan Instrumen yang valid dan reliabel tidakInstrumen harus valid dan reliable diperhatikan Tidak diperlukan analisis statistik yangMenuntut penggunaan analisis statistic rumitMempersyaratkan hipotesis Tidak selalu menggunakan hipotesis Memperbaiki praktik pembelajaran secaraMengembangkan teori langsungB. MANFAAT PTK BAGI GURU 1
  2. 2. PTK sangat berguna bagi guru, yakni untuk:1. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran2. Meningkatkan profesionalitas guru3. Meningkatkan rasa percaya diri guru4. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan, antaralain:1. Validitasnya yang masih sering disangsikan2. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas3. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalampembelajaran. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan prosesdan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lainyang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Langkahmenemukan masalah dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah,kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, mengamati,dan melakukan refleksi. Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan, melakukan tindakanperbaikan, mengamati, dan refleksi merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selaluberulang. Setelah satu siklus selesai, barangkali guru akan menemukan masalah baru ataumasalah lama yang belum tuntas dipecahkan, dilanjutkan ke siklus kedua denganlangkah yang sama seperti pada siklus pertama. Dengan demikian, berdasarkan hasiltindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkahperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada siklus kedua. Keempat langkahdalam setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut: 2
  3. 3. C. MODEL - MODEL PTK 1. Model Kurt Levin Model Kurt Levin menjadi acuan pokok (dasar) dari berbagai model penelitian tindakan yang lain, khusunya PTK, karena dia yang pertama kali memperkenalkan action Research atau penelitian tindakan. Konsep pokok penelitian tindakan model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen yaitu : (1) Perencanaan/ planning; (2) tindakan/acting; (3) Pengamatan /observing; dan (4) Refleksi (reflecting). Hubungan ke empat komponen tersebut dipandang sebagai siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut: Acting Planning Observating Reflecting 2. Model Sipar Kemmis dan Mc Taggart Model Sipar Kemmis dan Mc Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Hanya saja, komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan satu kesatuan, disebabkan adanya kenyataan bahwa antara implementasi acting dan observing merupakan dua kegiatan yang tak terpisahkan, maksudnya kedua kegiatan tersebut selalu dilakukan dalam satu kesatuan waktu. 3
  4. 4. C. MASALAH PTKBerikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukanmasalah PTK.1. Banyaknya Masalah yang Dihadapi GuruSetiap hari guru mengahadapi banyak masalah, seakan-akan masalah itu tidak ada putus-putusnya. Oleh karena itu guru yang tidak dapat menemukan masalah untuk PTKsungguh ironis. Merenunglah barang sejenak, atau ngobrollah dengan teman sejawat,Anda akan segera menemukan kembali seribu satu masalah yang telah merepotkan Andaselama ini. Misalnya:a. Masalah belajar siswa sekolah (termasuk di dalam tema ini, antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, dan sebagainya);b. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, dan sebagainya);c. Alat bantu, media, dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas, dan sebagainya);d. Sistem evaluasi (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen evaluasi berbasis kompetensi, dan sebagainya);e. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah implementasi KBK, interaksi guru-siswa, siswa-bahan abelajar, dan lingkungan pembelajaran, dan sebagainya.2. Tiga Kelompok Masalah PembelajaranMasalah pembelajaran dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu (a)pengorganisasian materi pelajaran, (b) penyampaian materi pelajaran, dan (c)pengelolaan kelas. Jika Anda berfikir bahwa pembahasan suatu topik dari segi sejarahdan geografi secara bersama-sama akan lebih bermakna bagi siswa daripada pembahasansecara sendiri-sendiri, Anda sedang berhadapan dengan masalah pengorganisasian materi.Jika Anda suka dengan masalah metode dan media, sebenarnya Anda sedang berhadapandengan masalah penyampaian materi. Apabila Anda menginginkan kerja kelompok antarsiswa berjalan dengan lebih efektif, Anda berhadapan dengan masalah pengelolaan kelas.Jangan terikat pada satu kategori saja; kategori lain mungkin mempunyai masalah yanglebih penting.3. Masalah yang Berada di Bawah Kendali GuruJika Anda yakin bahwa ketiadaan buku yang menyebabkan siswa sukar membacakembali materi pelajaran dan mengerjakan PR di rumah, Anda tidak perlu melakukanPTK untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa di rumah. Dengan dibelikan buku 4
  5. 5. masalah itu akan terpecahkan, dan itu di luar kemampuan Anda. Dengan perkataan lainyakinkan bahwa masalah yang akan Anda pecahkan cukup layak (feasible), berada didalam wilayah pembelajaran, yang Anda kuasai. Contoh lain masalah yang berada di luarkemampuan Anda adalah: Kebisingan kelas karena sekolah berada di dekat jalan raya.4. Masalah yang Terlalu BesarNilai UAN yang tetap rendah dari tahun ke tahun merupakan masalah yang terlalu besaruntuk dipecahkan melalui PTK, apalagi untuk PTK individual yang cakupannya hanyakelas. Faktor yang mempengaruhi Nilai UAN sangat kompleks mencakup seluruh sistempendidikan. Pilihlah masalah yang sekiranya mampu untuk Anda pecahkan.5. Masalah yang Terlalu KecilMasalah yang terlalu kecil baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secarakeseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali,terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. Sangat lambatnya dua orang siswadalam mengikuti pelajaran Anda misalnya, termasuk masalah kecil karena hanyamenyangkut dua orang siswa; sementara masih banyak masalah lain yang menyangkutkepentingan sebagian besar siswa.6. Masalah yang Cukup Besar dan StrategisKesulitan siswa memahami bacaan secara cepat merupakan contoh dari masalah yangcukup besar dan strategis karena diperlukan bagi sebagian besar mata pelajaran. Semuasiswa memerlukan keterampilan itu, dan dampaknya terhadap proses belajar siswa cukupbesar. Sukarnya siswa berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran, dan ketidaktahuansiswa tentang meta belajar (belajar bagaimana belajar) merupakan contoh lain darimasalah yang cukup besar dan strategis. Dengan demikian pemecahan masalah akanmemberi manfaat yang besar dan jelas.7. Masalah yang Anda SenangiAkhirnya Anda harus merasa memiliki dan senang terhadap masalah yang Anda teliti.Hal itu diindikasikan dengan rasa penasaran Anda terhadap masalah itu dan keinginanAnda untuk segera tahu hasil-hasil setiap perlakukan yang diberikan.8. Masalah yang Riil dan ProblematikJangan mencari-cari masalah hanya karena Anda ingin mempunyai masalah yang berbedadengan orang lain. Pilihlah masalah yang riil, ada dalam pekerjaan Anda sehari-hari danmemang problematik (memerlukan pemecahan, dan jika ditunda dampak negatifnyacukup besar). 5
  6. 6. 9. Perlunya KolaborasiTidak ada yang lebih menakutkan daripada kesendirian. Dalam collaborative actionreseach Anda perlu bertukar fikiran dengan guru mitra dari mata pelajaran sejenis atauguru lain yang lebih senior atau guru yang dipandang kompeten di bidang tertentu yangAnda butuhkan dalam menentukan masalah.D. LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN PTK1. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan PTK terdiri atas mengidentifikasi masalah, menganalisis danmerumuskan masalah, serta merencanakan perbaikan.a. Mengidentifikasi dan menetapkan masalah Selama mengajar kemungkinan guru menemukan berbagai masalah, baik masalahyang bersifat pengelolaan kelas, maupun yang bersifat instruksional. Meskipun banyakmasalah, ada kalanya guru tidak sadar kalau dia mempunyai masalah. Atau masalah yangdirasakan guru kemungkinan masih kabur sehingga guru perlu merenung atau melakukanrefleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Oleh karena itu, supervisor perlumendorong guru menemukan masalah atau dapat juga guru memulai dengan suatugagasan untuk melakukan perbaikan kemudian mencoba memfokuskan gagasan tersebut.Untuk melakukan hal ini, guru dapat merenungkan kembali apa yang telah dilakukan.Jika guru rajin membuat catatan pada akhir setiap pembelajaran yang dikelola-nya, makaia akan dengan mudah menemukan masalah yang dicarinya. Atau agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah, maka seorangguru dituntut jujur pada diri sendiri dan melihat pembelajaran yang dikelolanya sebagaibagian penting dari dunianya. Setelah mengetahui permasalahan, selanjutnya melakukananalisis dan merumuskan masalah agar dapat dilakukan tindakan. Contoh permasalahanyang dihadapi oleh Pak Anton, yaitu rendahnya motivasi sebagian besar siswa untukmenjawab pertanyaan atau siswa sering tidak dapat menjawab pertanyaan yangdiajukan oleh guru.b. Menganalisis dan merumuskan masalah Sebenarnya secara tidak sadar guru telah melakukan PTK, yakni ketika gurumelakukan evaluasi, menganalisis hasil evaluasi, dan tindak lanjutnya. Jika masalahsudah ditetapkan, maka masalah ini perlu dianalisis dan dirumuskan. Tujuannya adalahagar paham akan hakikat masalah yang dihadapi, terutama apa yang menyebabkanterjadinya masalah tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, masalah ini harusdianalisis, dengan mengacu kepada teori dan pengalaman yang relevan. Misalnya, untukmenganalisis penyebab permasalahan yang dihadapi oleh Pak Anton, guru dapatmengacu kepada teori keterampilan bertanya, dan mencari penyebabnya denganmengajukan pertanyaan sebagai berikut.1) Apakah rumusan pertanyaan yang dibuat guru cukup jelas dan singkat ?2) Apakah guru memberikan waktu untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawab ? 6
  7. 7. Jika setelah dianalisis, kedua pertanyaan di atas dijawab dengan ya, tentu harusdicari penyebab lainnya, misal : apakah penjelasan guru cukup jelas bagi siswa, apakahbahasa yang digunakan guru mudah dipahami, dan apakah ketika menjelaskan gurumemberikan contoh-contoh. Jika umpamanya kedua pertanyaan di atas dijawab tidak,maka kita sudah dapat jawaban sementara, yaitu penyebab pertanyaan Pak Anton yangtidak terjawab adalah:a. Pertanyaan Pak Anton terlampau panjang dan tidak jelasb. Pak Anton tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir danc. Pak Anton sering mengajukan pertanyaan dengan menunjuk kepada siswa tertentu. Apabila dikaji secara cermat ternyata ketiga penyebab tersebut berkaitan denganpembelajaran, dalam hal ini keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya.Oleh karena itu, tindakan perbaikan yang harus dilakukan guru adalah meningkatkanketerampilan bertanya. Tindakan perbaikan ini kita cantumkan dalam rencana pembelajaran yang kitagunakan dalam mengajar. Satu hal yang sangat perlu kita perhatikan adalah bahwa PTKdilakukan dalam pembelajaran biasa, tidak ada kelas khusus untuk melakukan PTKkarena pada hakikatnya PTK dilakukan oleh guru sendiri di kelasnya sendiri. Siswa tidakdapat menjawab pertanyaan guru adalah karena pertanyaan yang diajukan guru tidak jelasdan sering panjang dan berbelit-belit, serta guru tidak memberi kesempatan kepada siswauntuk berpikir. Jika ini yang dianggap sebagai penyebab, maka guru dapat merencanakantindakan perbaikan, yaitu dengan menyusun pertanyaan tersebut secara cermat, sertaberusaha memberikan waktu untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawabpertanyaan.c. Merencanakan tindakan perbaikan Berdasarkan rumusan masalah (juga mencakup penyebab timbulnya masalah),guru mencoba mencari cara untuk memperbaiki atau mengatasi masalah tersebut. Denganperkataan lain, dalam langkah ini, guru merancang tindakan perbaikan yang akandilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk merancang suatu tindakan perbaikan,guru dapat : (1) mengacu kepada teori yang relevan, (2) bertanya kepada ahli terkait, dan(3) berkonsultasi dengan supervisor. Ahli terkait mungkin ahli pembelajaran, mungkinpula ahli bidang studi atau pembelajaran bidang studi. Rencana tindakan perbaikandituangkan dalam rencana pembelajaran. Mari kita ambil kasus Pak Anton, yaitu masalah pertanyan guru yang tidakterjawab oleh siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan yang disusun guruterlampau panjang dan kurang jelas. Di samping itu, guru sering langsung memintajawaban setelah mengajukan pertanyaan, dan kadang-kadang langsung mengarahkanpertanyaan ini pada siswa tertentu, sehigga siswa yang lain tidak memperhatikanpertanyaan tersebut. Akibatnya, hampir selalu pertanyaan tidak terjawab dan Pak Antónsering harus menjawab pertanyaannya sendiri atau melupakan pertanyaan tersebut. Darihasil analisis tersebut, 7
  8. 8. 2. Tahap Melaksanakan PTKa. Siklus I1) Tindakan IDengan melihat kasus Pak Anton, tindakan I ádalah implementasi serangkaian kegiatanpembelajaran seperti yang telah direncanakan untuk mengatasi masalah. Karenapenyebab pertanyaan Pak Anton yang sering tidak terjawab sudah diketahui, makatindakan yang harus dilakukannya adalah :a. Membuat pertanyaan secara jelas dan tidak terlampau panjang.b. Pertanyaan ditujukan kepada seluruh siswac. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dulu sebelum menjawab. Dalam tahap pelaksanaan tindakan, guru berperan sebagai pengajar danpengumpul data, baik melalui pengamatan langsung, maupun melalui telaah dokumen,bahkan juga melalui wawancara dengan siswa setelah pembelajaran selesai. Guru jugadapat meminta bantuan kolega guru lainnya untuk melakukan pengamatan selama gurumelakukan tindakan perbaikan. Selama proses belajar akan dilakukan observasimenyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Antara lain, bagaimana kualitas jawaban siswa dan apakah motivasi siswa menjawabpertanyaan guru meningkat?. Apakah hasil belajar siswa meningkat?2) Refleksi I Data yang dikumpulkan selama tindakan berlangsung kemudian dianalisis.Berdasarkan hasil analisis ini guru melakukan refleksi, yaitu guru mencoba merenungkanatau mengingat dan menghubung-hubungkan kejadian dalam interaksi kelas, mengapa ituterjadi, dan bagaimana hasilnya. Hasil refleksi akan membuat guru menyadari tingkatkeberhasilan dan kegagalan yang dicapainya dalam tindakan perbaikan. Hasil refleksi inimerupakan masukan bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan tindakanperbaikan berikutnya. Refleksi I dapat dilakukan oleh guru bersama siswa bertujuanuntuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan jalanmengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatanhambatan yang masih dihadapi. Kemudian, setelah mendapatpersetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaikirencana tindakan pada siklus II.b. Siklus II1) PerencanaanRefleksi yang dilakukan pada akhir siklus I bertujuan untuk meng-identifikasi baikkemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan- kekurangan atauhambatan-hambatan yang masih dihadapi. Hasil refleksi ini kemudian digunakan untukmemperbaiki rencana tindakan pada siklus II.2) Tindakan IITindakan II berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisiuntuk mengatasi masalah pada siklus I yang belum tuntas. Selama proses belajar padasiklus kedua ini juga akan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalammengikuti kegiatan pembelajaran. 8
  9. 9. 3) Refleksi IIRefleksi II juga dilakukan oleh guru bersama siswa bertujuan untuk mengkaji danmenganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus II dengan jalan mengidentifikasi baikkemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atauhambatan-hambatan yang masih dihadapi. Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat disimpulkan berhasil tidaknyakeseluruhan tindakan implementasi pembelajaran di dalam kelas terhadap peningkatanhasil belajar siswa. Apabila pada siklus II tujuan PTK sudah dapat tercapai, maka tidakperlu dilanjutkan siklus berikutnya. Tetapi apabila tujuan belum tercapai, maka perlu dilanjutkan siklus berikutnya.Kemudian, setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebutdigunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus III.Guru dapat membuat jurnal atau catatan seluruh kegiatan PTK yang telah dilakukannya.Catatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun suatu karya ilmiah yang dapatdisebarluaskan menjadi suatu inovasi, dan dapat dimanfaat-kan oleh guru-guru lainnyadalam melaksanakan PTK.E. HASIL PTK1. Siklus-siklus PenelitianHasil penelitian PTK tidak hanya berisi data hasil observasi, melainkan justru prosesperbaikan yang dilakukan. Untuk itu siklus adalah cara yang tepat untuk menyajikan hasilpenelitian. Data hasil observasi tidak disajikan secara terpisah melainkan dalam kontekssiklus-siklus yang telah dilakukan.2. Tabel, Diagram, dan GrafikTabel, diagram, dan grafik sangat baik digunakan untuk menyajikan data hasil observasi.Gunanya agar refleksi dapat dilakukan lebih mudah. Tetapi sajian yang cantik itu bisamenjadi blunder manakala angka-angkanya diatur sedemikain rupa sehingga terkesanartificial. Hasil yang begitu spektakuler seringkali tidak disertai dengan “bagaimana”proses untuk mencapainya, sehingga pembaca akan makin ragu.3. Hasil-hasil yang OtentikHasil-hasil yang otentik seperti karangan siswa, gambar hasil karya siswa, dan fototentang proyek yang dilakukan siswa akan sangat baik dicantumkan sebagai hasilpenelitian. 9
  10. 10. F. KESIMPULAN PTK1. KesimpulanKesimpulan tentu saja harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian atau mengujihipotesis yang telah dikemukakan.2. SaranKarena PTK bersifat kontekstual, pemberian saran kepada orang lain berdasarkan hasilpenelitian tersebut sebenarnya kurang bermanfaat. Deskripsi konteks penelitian secararinci sudah cukup untuk memberikan informasi bagi guru lain yang ingin menirukeberhasilan Anda. Saran seperti “Program PTK ini perlu lanjutkan dan diperluas untuktahun-tahun mendatang,” juga kurang begitu perlu, bahkan kurang relevan.Saran PTK diperlukan misalnya jika temuan penelitian menyangkut sistem yang lebihluas dari sekedar kelas, misalnya menghendaki adanya perubahan pengaturan jadwalpelajaran di sekolah. Dalam hal itu peneliti dapat menyarankan tentang jadwal yangdiinginkan kepada fihak sekolah.G. DAFTAR PUSTAKADaftar pustaka mencerminkan penguasaan Anda atas teori belajar dan pembelajaran yangAnda minati. Di samping itu, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, daftar pustakamencerminkan keluasan pengetahuan Anda atas penelitian-penelitien terbaru yang sedangngetren. Selama ini guru peneliti sering mencantumkan nama-nama ahli pendidikan,psikologi, dan pembelajaran tetapi tidak disertai dengan daftar pustakannya. Buatlahdaftar pustaka secara cermat. 10
  11. 11. FORMAT LAPORAN PTKHalaman JudulHalaman PengesahanKata PengantarAbstrakDaftar Isi1. Judul2. Latar Belakang Masalah3. Rumusan Masalah4. Tujuan dan Manfaat PTK5. Teori dan Hipotesis (jika ada)6. Hasil Penelitian dan Pembahasan7. Kesimpulan dan Saran8. Daftar Pustaka9. Lampiran-Lampiran 11

×