SlideShare a Scribd company logo
Definisi
World Health Assocition (WHO) menyebutkan
bahwa sindrom metabolik terjadi ketika
seseorang memiliki tiga atau lebih dari enam
komponen sindroma metabolik, yaitu glukosa
darah tinggi (diabetes), hipertensi,
dislipidemia, mikroalbuminuria, indeks massa
tubuh dan obesitas sentral. Kumpulan faktor
risiko sindrom metabolik tersebut
berhubungan langsung dengan beberapa
penyakit yaitu nefropati diabetik, penyakit
kardiovaskluar (stroke dan jantung koroner),
dan gagal ginjal kronis
Sindroma metabolik adalah sekumpulan faktor
risiko terhadap penyakit kardiovaskular dan
metabolik yang meliputi resisten insulin,
obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi
Untuk orang Indonesia dipakai criteria WHO
Asia Pasifik, yaitu: Body Mass Index (BMI) = 25
kg/m2, lingkar perut = 90 cm (laki-laki), = 80 cm
(wanita).
Prevalensi
Prevalensi sindroma metabolik meningkat
dengan bertambahnya usia, dari 7% pada
populasi berumur 20an menjadi sekitar 44%
pada populasi berusia 60an tahun.
Pada populasi umum di Bali (888 orang)
sindroma metabolik rata rata 20.3%, daerah
perkotaan mempunyai prevalensi yang lebih
tinggi dibandingkan
Etiologi
penyebab Sindroma Metabolik adalah:
Pertama, gangguan fungsi sel β dan
hipersekresi insulin untuk mengkompensasi
Resistensi insulin. Hal ini memicu terjadinya
komplikasi makrovaskuler (misalnya komplikasi
jantung);
Kedua, kerusakan berat sel β menyebabkan
penurunan progresif sekresi insulin, sehingga
menimbulkan hiperglikemia. Hal ini
menimbulkan komplikasi mikrovaskuler
(misalnya nephropathy diabetica).
Patogenesis
Mekanisme yang dipercaya menyebabkan
terjadinya sindroma metabolik hingga saat ini
bersumber pada resistensi insulin dan obesitas
sentral (viseral). Penumpukan sel lemak akan
meningkatkan asam lemak bebas/NEFA dari
hasil lipolisis, yang akan menurunkan
sensitifitas terhadap insulin. Peningkatan NEFA
ini di liver akan meningkatkan gluconeogenesis,
meningkatkan produksi glukose dan
menurunkan ekstraksi insulin, sehingga terjadi
hiperinsulinemia. Di otot akan menurunkan
pemakaian glukose dan di sel â pankreas akan
menurunkan sekresi insulin. Resistensi insulin
semakin lama semakin berat dan sekresi insulin
akhirnya menurun, sehingga terjadi
hiperglikemia dan manifestasi DM type 2.
Dislipidemia sering ditemui pada resistensi
insulin atau DM tipe2, meskipun dengan gula
darah terkontrol. Ciri spesifik dislipidemia pada
resistensi insulin adalah peningkatan
trigliserida (TG), penurunan HDL, peningkatan
small dense LDL meskipun total LDL kadang
normal. Dislipidemia ini diduga berhubungan
dengan hiperinsulinemia. Pada resistensi
insulin terjadi peningkatan lipolisis, sehingga
terjadi peningkatan asam lemak bebas dalam
plasma yang selanjutnya akan meningkatkan
uptake asam lemak bebas kedalam liver.
Faktor resiko
Selain pola konsumsi, usia dapat
meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Peningkatan umur menyebabkan perubahan
komposisi tubuh meliputi peningkatan massa
lemak, utamanya obesitas sentral yang menjadi
salah satu faktor sindrom metabolik. Stress
dapat memengaruhi terjadinya sindrom
metabolik, melalui mekanisme gangguan
keseimbangan hormone hypothalamic-
pituitary-adrenal axis (HPA-axis). Aktivitas fisik
yang kurang memadai dan asupan kalori yang
berlebih juga menjadi faktor risiko sindrom
metabolik. Seseorang dengan aktivitas fisik
yang rendah dapat mengalami risiko
sindrom metabolik 2 kali lebih besar dibanding
mereka yang memiliki aktivitas fisik yang
baik.
Diagnosis
Tatalaksana
International Diabetes Federation (IDF)
merekomendasikan terapi yang dapat
digunakan untuk mengatasi sindrom metabolik
yaitu (1) menggunakan obat penurun tekanan
darah seperti ACEI dan ARB, (2) obat penurun
kadar glukosa darah seperti metformin dan
akarbose, dan (3) obat antidislipidemia seperti
golongan statin dan/atau fibrat
Komplikasi
- Diabetes Mellitus
- Atherosclerosis
- Penyakit Ginjal
- Serangan Jantung
- Fatty Liver / Perlemakan hati
- Stroke
- Komplikasi DM yang lain

More Related Content

Similar to Tutor Endokrin sindrom metabolik sindrom metabolik.docx

Dm
DmDm
Chapter II dm.pdf
Chapter II dm.pdfChapter II dm.pdf
Chapter II dm.pdf
HandrisSupriadi1
 
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitusPengetahuan tentang penyakit diabetes melitus
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitusRosania Aninditari
 
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes MelitusAsuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
pjj_kemenkes
 
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes MelitusAsuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
pjj_kemenkes
 
Diabetes militus
Diabetes militusDiabetes militus
Diabetes militus
anggo888
 
Dislipidemiaaaa pdf
Dislipidemiaaaa pdfDislipidemiaaaa pdf
Dislipidemiaaaa pdf
Frita Dwi Luhuria
 
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetesPengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
Niakhairani
 
P2 Diabetes Mellitus.pdf
P2 Diabetes Mellitus.pdfP2 Diabetes Mellitus.pdf
P2 Diabetes Mellitus.pdf
SenseiRita
 
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAHDIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
pjj_kemenkes
 
Diabetes mellitus
Diabetes mellitusDiabetes mellitus
Diabetes mellitus
Tasdik Ismail
 
Konsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
Konsep Dasar Penyakit Diabetes MellitusKonsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
Konsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
Aceh Cyber Team (Act-Crew)
 
BAB 1 - BAB 5 AENI.docx
BAB 1 - BAB 5 AENI.docxBAB 1 - BAB 5 AENI.docx
BAB 1 - BAB 5 AENI.docx
NurliannaSitanggang
 
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH  DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
pjj_kemenkes
 
Epidemiologi Diabetes Mellitus
Epidemiologi Diabetes MellitusEpidemiologi Diabetes Mellitus
Epidemiologi Diabetes Mellitus
Shafa Nabilah Eka Puteri
 
Pharmaclass 4 dm-dikonversi
Pharmaclass 4   dm-dikonversiPharmaclass 4   dm-dikonversi
Pharmaclass 4 dm-dikonversi
SarjonoNew
 
Satuan acara penyuluhan
Satuan acara penyuluhanSatuan acara penyuluhan
Satuan acara penyuluhan
SyahrilSahuddin
 

Similar to Tutor Endokrin sindrom metabolik sindrom metabolik.docx (20)

Eklamsia 1
Eklamsia 1Eklamsia 1
Eklamsia 1
 
Nutrisi dm
Nutrisi dmNutrisi dm
Nutrisi dm
 
Dm
DmDm
Dm
 
Chapter II dm.pdf
Chapter II dm.pdfChapter II dm.pdf
Chapter II dm.pdf
 
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitusPengetahuan tentang penyakit diabetes melitus
Pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus
 
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes MelitusAsuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
 
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes MelitusAsuhan Keperawatan Diabetes Melitus
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus
 
Diabetes militus
Diabetes militusDiabetes militus
Diabetes militus
 
Asuhan keperawatan
Asuhan keperawatanAsuhan keperawatan
Asuhan keperawatan
 
Dislipidemiaaaa pdf
Dislipidemiaaaa pdfDislipidemiaaaa pdf
Dislipidemiaaaa pdf
 
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetesPengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
Pengaruh diet mikrobiotik tehadap penyakit diabetes
 
P2 Diabetes Mellitus.pdf
P2 Diabetes Mellitus.pdfP2 Diabetes Mellitus.pdf
P2 Diabetes Mellitus.pdf
 
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAHDIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
 
Diabetes mellitus
Diabetes mellitusDiabetes mellitus
Diabetes mellitus
 
Konsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
Konsep Dasar Penyakit Diabetes MellitusKonsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
Konsep Dasar Penyakit Diabetes Mellitus
 
BAB 1 - BAB 5 AENI.docx
BAB 1 - BAB 5 AENI.docxBAB 1 - BAB 5 AENI.docx
BAB 1 - BAB 5 AENI.docx
 
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH  DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
DIET PADA PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
 
Epidemiologi Diabetes Mellitus
Epidemiologi Diabetes MellitusEpidemiologi Diabetes Mellitus
Epidemiologi Diabetes Mellitus
 
Pharmaclass 4 dm-dikonversi
Pharmaclass 4   dm-dikonversiPharmaclass 4   dm-dikonversi
Pharmaclass 4 dm-dikonversi
 
Satuan acara penyuluhan
Satuan acara penyuluhanSatuan acara penyuluhan
Satuan acara penyuluhan
 

Recently uploaded

PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR  Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptxPENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR  Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
Hamzi Hadi
 
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptxMateri 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
syam586213
 
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan JiwaSejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
BayuEkaKurniawan1
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
SyailaNandaSofiaWell
 
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
ImanChimonxNurjaman
 
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdfv2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
fritshenukh
 
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdfMonitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
haniekusuma
 
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptxketerampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
pkmcinagara
 
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.pptCara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
andiulfahmagefirahra1
 
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptxAsuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
hosnuinayati1
 
ASKEP pada pasien dengan diagnosa CAD CICU.docx
ASKEP pada pasien dengan diagnosa  CAD CICU.docxASKEP pada pasien dengan diagnosa  CAD CICU.docx
ASKEP pada pasien dengan diagnosa CAD CICU.docx
zalfazulfa174
 
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdfPencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
PramitaHertasning
 
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdfPengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
ryskilahmudin
 
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIFPRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
ratnawulokt
 
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIFPENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
FredyMaringga1
 
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
hendityas
 
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasijejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
lala263132
 

Recently uploaded (17)

PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR  Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptxPENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR  Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
PENJAGAAN PESAKIT DENGAN VENTILATOR Kursus Basic Resus Nursing HTJS.pptx
 
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptxMateri 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
 
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan JiwaSejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
Sejarah, Trend Isu Keperawatan Jiwa Dan Konsep Dasar Keperawatan Jiwa
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
 
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
428375104-Ppt-Pemberian-Obat-Topikal.pptx
 
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdfv2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
v2 Intervensi serentak pencegahan stunting.pdf
 
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdfMonitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
Monitoring dan Evaluasi Program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.pdf
 
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptxketerampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
keterampilan kader dan teknis penilaian tingkat kecakapan kader posyandu.pptx
 
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.pptCara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
 
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptxAsuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
Asuhan Keperawatan HIPO&HIPERTIROID.pptx
 
ASKEP pada pasien dengan diagnosa CAD CICU.docx
ASKEP pada pasien dengan diagnosa  CAD CICU.docxASKEP pada pasien dengan diagnosa  CAD CICU.docx
ASKEP pada pasien dengan diagnosa CAD CICU.docx
 
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdfPencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
 
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdfPengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
Pengertian dan jenis obat antiparasit.pdf
 
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIFPRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF
 
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIFPENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN SKRINING KESEHATAN USIA PRODUKTIF
 
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
Tatalaksana Infeksi Menular Seksual (IMS)
 
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasijejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
 

Tutor Endokrin sindrom metabolik sindrom metabolik.docx

  • 1. Definisi World Health Assocition (WHO) menyebutkan bahwa sindrom metabolik terjadi ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari enam komponen sindroma metabolik, yaitu glukosa darah tinggi (diabetes), hipertensi, dislipidemia, mikroalbuminuria, indeks massa tubuh dan obesitas sentral. Kumpulan faktor risiko sindrom metabolik tersebut berhubungan langsung dengan beberapa penyakit yaitu nefropati diabetik, penyakit kardiovaskluar (stroke dan jantung koroner), dan gagal ginjal kronis Sindroma metabolik adalah sekumpulan faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular dan metabolik yang meliputi resisten insulin, obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi Untuk orang Indonesia dipakai criteria WHO Asia Pasifik, yaitu: Body Mass Index (BMI) = 25 kg/m2, lingkar perut = 90 cm (laki-laki), = 80 cm (wanita). Prevalensi Prevalensi sindroma metabolik meningkat dengan bertambahnya usia, dari 7% pada populasi berumur 20an menjadi sekitar 44% pada populasi berusia 60an tahun. Pada populasi umum di Bali (888 orang) sindroma metabolik rata rata 20.3%, daerah perkotaan mempunyai prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan Etiologi penyebab Sindroma Metabolik adalah: Pertama, gangguan fungsi sel β dan hipersekresi insulin untuk mengkompensasi Resistensi insulin. Hal ini memicu terjadinya komplikasi makrovaskuler (misalnya komplikasi jantung); Kedua, kerusakan berat sel β menyebabkan penurunan progresif sekresi insulin, sehingga menimbulkan hiperglikemia. Hal ini menimbulkan komplikasi mikrovaskuler (misalnya nephropathy diabetica). Patogenesis Mekanisme yang dipercaya menyebabkan terjadinya sindroma metabolik hingga saat ini bersumber pada resistensi insulin dan obesitas sentral (viseral). Penumpukan sel lemak akan meningkatkan asam lemak bebas/NEFA dari hasil lipolisis, yang akan menurunkan sensitifitas terhadap insulin. Peningkatan NEFA ini di liver akan meningkatkan gluconeogenesis, meningkatkan produksi glukose dan menurunkan ekstraksi insulin, sehingga terjadi hiperinsulinemia. Di otot akan menurunkan pemakaian glukose dan di sel â pankreas akan menurunkan sekresi insulin. Resistensi insulin semakin lama semakin berat dan sekresi insulin akhirnya menurun, sehingga terjadi hiperglikemia dan manifestasi DM type 2. Dislipidemia sering ditemui pada resistensi insulin atau DM tipe2, meskipun dengan gula darah terkontrol. Ciri spesifik dislipidemia pada resistensi insulin adalah peningkatan trigliserida (TG), penurunan HDL, peningkatan small dense LDL meskipun total LDL kadang normal. Dislipidemia ini diduga berhubungan dengan hiperinsulinemia. Pada resistensi insulin terjadi peningkatan lipolisis, sehingga terjadi peningkatan asam lemak bebas dalam plasma yang selanjutnya akan meningkatkan uptake asam lemak bebas kedalam liver.
  • 2. Faktor resiko Selain pola konsumsi, usia dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik. Peningkatan umur menyebabkan perubahan komposisi tubuh meliputi peningkatan massa lemak, utamanya obesitas sentral yang menjadi salah satu faktor sindrom metabolik. Stress dapat memengaruhi terjadinya sindrom metabolik, melalui mekanisme gangguan keseimbangan hormone hypothalamic- pituitary-adrenal axis (HPA-axis). Aktivitas fisik yang kurang memadai dan asupan kalori yang berlebih juga menjadi faktor risiko sindrom metabolik. Seseorang dengan aktivitas fisik yang rendah dapat mengalami risiko sindrom metabolik 2 kali lebih besar dibanding mereka yang memiliki aktivitas fisik yang baik. Diagnosis Tatalaksana International Diabetes Federation (IDF) merekomendasikan terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi sindrom metabolik yaitu (1) menggunakan obat penurun tekanan darah seperti ACEI dan ARB, (2) obat penurun kadar glukosa darah seperti metformin dan akarbose, dan (3) obat antidislipidemia seperti golongan statin dan/atau fibrat Komplikasi - Diabetes Mellitus - Atherosclerosis - Penyakit Ginjal - Serangan Jantung - Fatty Liver / Perlemakan hati - Stroke - Komplikasi DM yang lain