SlideShare a Scribd company logo
1 of 32
“PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL”
DISUSUN OLEH:
DASRUN (14010101088)
MEY SULVIA (14010101096)
NURSYAMSI (14010101099)
DOSEN PEMBIMBING: DR. AMBAR SRI LESTARI, M.PD
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURURAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2015
“PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL
DAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB”
DISUSUN OLEH:
DASRUN (14010101088)
MEY SULVIA (14010101096)
NURSYAMSI (14010101099)
DOSEN PEMBIMBING : DR. AMBAR SRI LESTARI, M.PD
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURURAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Taufik serta Hidayah-Nya
lah sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik dan tepat pada
waktunya dengan pokok bahasan “PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL DAN
PEMBELAJARAN BERBASIS WEB” dalam rangka untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh
dosen mata kuliah yang bersangkutan.
Makalah ini disusun dengan tujuan agar para pembaca dapat memperluas khazanah
pengetahuan mereka tentang bagaimana cara mengembangkan prosedur pengembangan bahan
belajar mandiri (modul) serta mengetahui konsep pembelajaran berbasis web, sehingga bisa langsung
diaplikasikan dalam pengembangan bahan belajar secara mandiri dan mampu memanfaatkan
berbagai sumber belajar agar mampu mewujudkan siswa yang berkualitas dalam ilmu pendidikan.
Meskipun demikian, penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Berbagai keterbatasan yang ada, menyebabkan kekurang sempurnaan makalah ini. Oleh
karenanya, kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan dari pembaca. Tak lupa ucapan terima
kasih kami kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya mendukung penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amiin.
Kendari, 18 November 2015
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN
KATA PENGANTA ii
DAFTAR ISI iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Deskripsi Singkat
C. Peta Konsep
D. Manfaat Tujuan Pembelajaran
3
4
5
5
6
BAB II
KEGIATAN BELAJAR I
A. SK/KD (Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar).............................
B. Materi Pokok.......................................................................................
C. Uraian materi
2.1. Definisi Prosedur Pengembangan Modul……….………….......
2.2. Komponen-Komponen Modul……….......................................
2.3. Cara Mengembangkan Modul…....………................................
2.4. Langkah-Langkah Pengembangan Modul………......................
KEGIATAN BELAJAR 2
a. Tahap Perencanaan…………………………............................
b. Tahap Penulisan…………………………................................
c. Tahap Review, Uji Coba, Revisi…………………………........
d. Tahap Finalisasi dan Percetakan….…......................................
2.5. Definisi Pembelajaran Berbasis Web..........................................
2.6. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web...............................
2.7. Faktor Pendukung Pembelajaran Berbasis Web..........................
2.8. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web.......................
2.9.Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Web...........
D. Rangkuman.........................................................................................
E. Latihan/Tugas....................................................................................
F. Tes Mandiri........
7
7
7
7
8
10
10
10
11
12
12
12
14
16
17
18
19
BAB III EVALUASI
A. Maksud dan Tujuan Evaluasi
B. Materi Evaluasi
C. Soal Evaluasi
20
20
21
BAB IV PENUTUP
A. Tindak Lanjut
B. Harapan
22
DAFTAR PUSTAKA
KUNCI JAWABAN
23
24
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap kegiatan pembelajaran pastilah membutuhkan bahan belajar. Bahan belajar yang digunakan adalah
kegiatan pembelajaran bentuknya bermacam-macam. Ada bahan belajar yang dikemas dalam bentuk tercetak, dan
non cetak. Satu kesatuan modul sering disebut dengan modul. Modul adalah bahan belajar yang dirancang secara
sistematis berdasarkan kurikulum tertentu yang dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan
memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu.
Modul ini berisi dua kegiatan belajar atau dua penggalan. Kegiatan belajar 1 membahas tetang konsep
dasar modul dan berbagai cara pengembangan modul, dan kegiatan belajar 2 tentang langkah-langkah penulisan
modul. Meliputi uraian tentang pra penulis, pengkajian/review, uji coba dan revisi, serta finalisasi dan percetakan.
Serta dalam kegiatan belajar 2 ini juga dibahas tentang pembelajaran berbasis web yang dalam konsep
pembelajaran banyak menggunakan jaringan internet.
Dalam meningkatkan kualitas kinerja guru yang terkadang masih banyak yang belum mengerti dalam hal
menyusun bahan ajar (modul) maupun masih banyak dari tenaga pendidik yang belum mahirdalam menggunakan
komputer maupun berhubungan dengan jaringan internet, sehingga penulis mengambil kesimpulan kembali
menyusun prosedur pengembangan modul dan pembelajaran berbasis web sehingga setelah membaca atau
mempelajari modul ini pembaca atau peserta dapat menjelaskan konsep dasar modul, berbagai cara pengembangan
modul dan yang terpenting mampu menjelaskan langkah-langkah penulisan modul dan mampu mengembangkan
kreatifitasnya yang berkaitan dengan berbagai jaringan internet, agar pendidik mampu secara profesional
meningkatkan kualitas kependidikannya mengembangkan bahan ajar (modul).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan prosedur pengembangan modul ?
1. Apa-apa saja yang menjadi komponen-komponen modul ?
2. Bagaimana cara pengembangan modul ?
3. Bagaimana langkah-langkah pengembangan modul ?
4. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis web ?
5. Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web ?
6. Faktor-faktor apa yang menjadi pendukung pembelajaran berbasis web ?
7. Apakah fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web ?
8. Apakah keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis web ?
4
B. Deskripsi Singkat
a. Menjelaskan prosedur pengembangan modul
b. Menjelaskan komponen-komponen prosedur pengembanban modul
c. Menjelaskan langkah-langkah prosedur pengembangan modul
d. Menjelaskan konsep pembelajaran berbasis web
e. Menjelaskan prinsip-prinsip, serta faktor pendukung pembelajaran berbasis web
f. Menjelaskan fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web
g. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis web.
C. Peta Konsep
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL
Komponen-Komponen
Prosedur Pengembangan Modul
Cara Pembuatan Modul
Langkah-Langkah
Pembuatan Modul
Konsep Prosedur
Pengembangan Modul
5
PEMBELAJARANBERBASIS WEB
Konsep Pembelajaran
Berbasis Web
Peinsip-Prinsip Pembelajaran
Berbasis Web
Faktor Pendukung
Pembelajaran Berbasis
Web
Fungsi dan Manfaat
Pembelajaran Berbasis Web
Keunggulan dan Kelemahan
Pembelajaran Berbasis Web
D. MANFAAT, TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan modul ini mahasiswa diharapkan agar dapat
memahami bagaimana prosedur modul dan bagaimana cara
mengembangkan prosedur pengembangan modul serta
langkah-langkah pengembangan modul. Mengetahui konsep
pembelajaran berbasis web, fungsi, manfaat pembelajaran
berbasis web sampai mengetahui keunggulan serta kelemahan
dari pembelajaran berbasis web.
1. Menjelaskan prosedur pengembangan modul
2. Menjelaskan langkah-langkah prosedur
pengembangan modul
3. Menjelaskan konsep pembelajaran berbasis web
4. Menjelaskan fungsi dan manfaat pembelajaran
berbasis web.
6
A. STANDAR KOMPETENSI
1. Siswa dapat meningkatkan sikap dan keterampilannya tentang bagaimana prosedur pengembangan
modul.
2. Siswa dapat mengembangkan keterampilannya tentang bagaimana konsep pembelajaran berbasis web.
KOMPETENSI DASAR
1. Mampu menjelaskankan prosedur, pengertian modul, dan pengembangan modul dan konsep
pembelajaran berbasis web
2. Mampu menerapkan langkah-langkah penulisan modul dan menyebutkan prinsip-prinsip pembelajaran
berbasis web
3. Mampu menjelaskan berbagai cara pengembangan modul seperti; adaptasi, kompilasi, dan menulis
serta mampu menjelaskan fungsi dan manfaan dari pembelajaran berbasis web
B. MATERI POKOK
1. Prosedur Pengembangan Modul
2. Komponen-Komponen Pengembangan Modul
3. Cara Pengembangan Modul
4. Langkah-Langkah Pengembangan Modul.
5. Konsep Pembelajaran Berbasis Web
6. Prinsi-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web
7. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
8. Keunggulan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Web
BAB II
KEGIATAN BELAJAR 1
C. URAIAN MATERI
KEGIATAN BELAJAR 1
2.1 Definisi Prosedur Pengembangan Modul
Menurut Amin Widjaja prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan. Sedangkan menurut
Zaki Baridwan (1990:3) prosedur merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam
suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering
terjadi. Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002
:538).
Menurut National Centre for Competency Based Training (2007), Modul adalah segala bentuk bahan ajar
yang digunakan oleh guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sedangkan menurut Panen
(2001) mengungkapkan bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara
sistematis yang digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran (Andi, 2011:16). Berdasarkan
berbagai pengertian diatas tentang prosedur pengembangan modul yang dikemukakan oleh para ahli penulis dapat
mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan prosedur pengembangan modul yaitu sekumpulan urutan
pekerjaan dalam menampung bahan atau materi pembelajaran yang dapat dipergunakan guru atau peserta didik
dalam proses pengembangan pembelajaran dengan menggunakan cara/teknik, proses dan metode tertentu.
7
2.2 Komponen-komponen Modul
Komponen-komponen utama yang perlu tersedia di dalam modul, yaitu tinjauan mata pelajaran,
pendahuluan, kegiatan belajar, latihan; rambu-rambu jawaban latihan, rangkuman, tes formatif, dan kunci jawaban
tes formatif. Kedelapan komponen tersebut akan dijelaskan satu persatu dalam bagian selanjutnya.
1. Tinjauan Mata Pelajaran
Tinjauan mata pelajaran adalah paparan umum mengenai keseluruhan pokok-pokok isi mata pelajaran
yang mencakup:
1) Deskripsi mata pelajaran
2) Kegunaaan mata pelajaran
3) Kompetensi dasar
4) Bahan pendukung lainnya (kaset, kit, dll)
5) Petunjuk Belajar
2. Pendahuluan
Pendahuluan suatu modul merupakan pembukaan pembelajaran suatu modul. Oleh karena itu, dalam
pendahuluan semestinya memuat hal-hal sebagai berikut :
1) Cakupan isi modul dalam bentuk deskripsi singkat
2) Indikator yang ingin dicapai melalui sajian materi dan kegiatan modul
3) Deskripsi perilaku awal (entry behaviour) yang memuat pengetahuan dan keterampilan yang
sebelumnya sudah diperoleh atau seyogyanya sudah dimiliki sebagai pijakan (anchoring) dari
pembahasan modal itu.
4) Relevansi
3. Kegiatan Belajar
Bagian ini merupakan “daging” atau inti dalam pemaparan materi pelajaran. Di dalam kegiatan belajar
terdapat uraian atau penjelasan secara rinci tentang isi pelajaran yang diikuti dengan contoh-contoh konkrit dan
non contoh. Urutan penyajian dapat pula dimulai dengan contoh dan non contoh, atau kasus-kasus kemudian
diikuti dengan penjelasan tentang konsep yang dimaksud. Sajian materi modul memperhatikan elemen uraian dan
contoh yang dirancang untuk menumbuhkan proses belajar dalam diri pembaca. Berikut akan dijelaskan kedua
elemen dasar yang ada dalam sajian materi modul.
a. Uraian
Uraian dalarn sajian materi modul adalah paparan materi-materi pelajaran berupa: fakta/data, konsep,
prinsip, generalisasi/dalil, teori, nilai, prosedur/metode, keterampilan, hukum, dan masalah.
b. Contoh
Contoh adalah benda, ilustrasi, angka, gambar dan lain-lain yang mewakili/ mendukung konsep yang
disajikan. Contoh bertujuan untuk memantapkan pemahaman pembaca tentang fakta/data, konsep, prinsip,
generalisasi/dalil, hukum, teori, nilai, prosedur/metode, keterampilan dan masalah.
8
4. Latihan
Latihan adalah berbagai bentuk kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh siswa setelah membaca uraian
sebelumnya. Gunanya untuk memantapkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap tentang fakta/data, konsep,
prinsip, generalisasi/dalil, teori, prosedur, dan metode.
5. Rambu-rambu Jawaban latihan
Kegunaan rambu-rambu jawaban ini adalah untuk mengarahkan pemahaman siswa tentang jawaban yang
diharapkan dari pertanyaan atau tugas dalam latihan dalam mendukung tercapainya kompetensi pembelajaran.
6. Rangkuman
Rangkuman adalah inti dari uraian materi yang disajikan pada kegiatan belajar dari suatu modul, yang
berfungsi menyimpulkan dan memantapkan pengalaman belajar (isi dan proses) yang dapat mengkondisikan
tumbuhnya konsep atau skemata baru dalam pikiran siswa.
7. Tes Formatif
Tes formatif ini bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi sesuai dengan indikator
yang telah ditetapkan. Hasil tes formatif digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan ke pokok bahasan selanjutnya.
8. Kunci Jawaban Tes Formatif dan Tindak Lanjut
Kunci jawaban te formatif pada umumnya diletakkan dibagian paling akhir suatu modul. Jika kegiatan belajar
berjumlah 2 buah, maka kunci jawaban tes formatif terletak setelah tes formatif kegiatan 2, dengan halaman
tersendiri. Tujuannya agar siswa benar-benar berusaha mengerjakan tes tanpa melihat kunci jawaban terlebih
dahulu.
Tindak lanjut
Di dalam kunci jawaban tes formatif, terdapat bagian tindak lanjut yang berisi kegiatan yang harus dilakukan
siswa atas dasar tes formatifnya. Siswa diberi petunjuk untuk melakukan kegiatan tindak lanjutan, seperti;
terusmempelajari kegiatan belajar berikutnya bila ia berhasil dengan baik yaitu mencapai tingkat penguasaan 80%
dalam tes formatif yang lalu, atau mengulangi kembali mempelajari kegiatan belajar tersebut bila hasilnya masih
dibawah 80% dari skor maksimal.
9
2.3 Cara Mengembangkan Modul
Modul dapat dikembangkan dengan berbagai cara antara lain melalui adaptasi, kompilasi dan menulis sendiri.
1. Adaptasi Modul
Adaptasi modul ialah bahan belajar yang dikembangkan atas dasar buku yang ada di pasaran. Sebelum
pembelajaran berlangsung, guru, dosen, atau widiaiswara mengidentifikasi buku-buku yang ada (di toko buku atau
perpustakaan) yang isinya relevan dengan materi yang akan diajarkan.1 Setelah itu guru, dosen atau widyaiswara
memilih salah satu buku tersebut sebagai bahan belajar yang digunakan untuk satu mata pelajaran/diklat. Buku
tersebut digunakan dalam kegiatan pembelajaran secara utuh atau sebagian dengan dilengkapi panduan belajar.
Pengembangan panduan belajar bersifat melengkapi buku tersebut dengan semacam petunjuk mempelajarinya.
Panduan belajar untuk melengkapi buku antara lain berisi:
1) Overview dan rangkuman dari topik-topik yang wajib dipelajari peserta didik;
2) Peta atau diagram yang menggambarkan keterkaitan topik-topik yang akan dipelajari peserta didik;
3) Rumusan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dikuasai peserta didik;
4) Daftar Pustaka yang relevan
5) Petunjuk bagi peserta didik tentang topik mana yang harus dipelajari dan topik mana yang tidak perlu
dipelajari.
6) Penjelasan tambahan (tertulis atau lisan yang direkam) untuk menjelaskan topik-topik yang dianggap salah,
bias, kadaluarsa, serta membingungkan peserta didik.
2. Kompilasi Modul
Kompilasi modul ialah bahan belajar yang dikembangkan atas dasar buku-buku yang ada di pasaran, artikel
jurnal ilmiah dan modul yang sudah ada sebelumnya. Kompilasi di lakukan oleh guru, dosen atau widiaiswara
dengan menggunakan garis-garis besar program pembelajaran/pelatihan (GBPP) atau silabi yang disusun
sebelumnya.
Prosedur Kompilasi
Kompilasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, modul dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata
diklat seperti tercantum dalam Daftar Pustaka di GBPP.
2) Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, modul dan bagian dari sumber acuan lain yang
digunakan per Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP
3) Fotocopy seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP
4) Pilihlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP
5) Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Pokok Bahasan
6) Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Pokok Bahasan kemudian
dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagikan kepada peserta didik) Ada satu hal penting yang harus
diperhatikan oleh guru, dosen atau widiaiswara dalam melakukan kompilasi, yaitu harus memperhatikan
masalah hak cipta. Untuk buku-buku atau bahan lain yang dilindungi hak cipta maka penggunaan atau
pengkopiannya wajib memperoleh ijin dari pemegang hak cipta.
10
3. Menulis
Menulis adalah cara pengembangan modul yang paling ideal. Menulis modul memiliki tingkat kesulitan tertinggi
dibanding dengan kedua cara lain yang telah diuraikan terdahulu. Ada beberapa syarat atau asumsi yang harus dipenuhi
dalam penulisan modul. Asumsi-asumsi tersebut adalah:
a. guru, dosen atau widiaiswara adalah pakar bidang ilmu tertentu atau menguasai dengan baik dalam
bidangnya.
b. guru, dosen atau widiaiswara mempunyai kemampuan menulis
c. guru, dosen atau widiaiswara mengerti kebutuhan peserta didik dalam Ilmu atau mata pelajaran tersebut.
Ada beberapa acuan yang harus digunakan oleh penulis dalam penulisan modul. Modul ditulis berdasarkan:
1) Kurikulum ,
2) Satuan acara pembelajaran atau SAP, dan
3) garis-garis besar isi modul (GBIM).
Penulisan modul sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;
1) perencanaan,
2) penulisan,
3) review, ujicoba dan revisi,
4) finalisasi dan pencetakan.
Sampai disini anda telah menyelesaikan kegiatan belajar 1 dari modul. Sebelum melangkah pada kegiatan
belajar 2, kerjakanlah tugas berikut ini :
Tugas 1
1. Jelaskan tentang cara-cara pengembangan modul!
2. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penulisan modul!
3. Sebutkan komponen-komponen yang harus dikembangkan dalam penulisan modul!
11
KEGIATAN BELAJAR 2
2.4. Langkah-langkah Pengembangan Modul.
Langkah-langkah pengembangan modul sebagai berikut :
A. Tahap Perencanaan
Penulis hendaknya terlibat sejak dalam tahap perencanaan sehingga ia benar-benar mengetahui tentang
tujuan yang ingin dicapai dan materi yang harus disajikan. Para ahli dan penulis ini berkumpul bersama untuk
menyusun Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM) atau Garis-Garis Isi Pembelajaran/Pelatihan (GPPP) yang akan
dijadikan pedoman dalam penyusunan modul. GBIM merupakan cetak biru (blueprint) bagi modul yang akan
ditulis dan biasanya dituangkan dalam suatu format matrik yang memuat berbagai aspek terutama menyangkut
kompetensi, dan cakupan materi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan GBIM
modul1 :
a. Siapakah peserta diklat yang akan memanfaatkan bahan belajar tersebut?
b. Apakah kompetensi atau tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus yang ingin
dicapai?
c. Materi/isi pelajaran apa yang akan disajikan?
d. Bagaimanakah urutan penyajian materi pelajaran tersebut?
e. Metode mengajar dan media apa yang akan digunakan?
f. Bila akan digunakan media cetak, media apakah yang merupakan pendukung media cetak tersebut?
g. Bagaimanakah penilaian yang akan dilakukan terhadap peserta diklat?
h. Bagaimanakah alokasi waktu untuk setiap materi pelajaran atau setiap mata diklat?
i. Bagaimanakah bahan belajar akan dinilai dan direvisi?
B. Tahap Penulisan
Seperti telah dijelaskan dalam bagian terdahulu, bahwa dari tahap perencanaan diharapkan dapat dihasilkan
suatu rencana modul yang dituangkan dalam Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM ini berisi tentang sasaran
atau peserta diklat, tujuan umum dan tujuan khusus, materi atau isi pelajaran, media yang digunakan dan strategi
penilaian. Anda sebagai penulis, sebaiknya menggunakan GBIM secara cermat, untuk kemudian melakukan
langkah berikutnya yaitu:
1. persiapan outline,
2. penulisan.
12
TAHAP
PERENCANAAN
Penyusunan Garis
Besar Isi Modul
(GBIM)
TAHAP PENULISAN
- Persiapan Outline/
teman sejawat
- Menulis Draf 1
- Melengkapi Draf 1
menjadi Draf 2
TAHAP REVIEW/UJI
COBA DAN REVISI
- Review ahli dan
teman sejawat
- Uji coba kelompok
kecil dan uji coba
lapangan
TAHAP
FINALISASI DAN
PERCETAKAN
- Pembuatan naskah
modul
- Percetakan
1. Mempersiapkan outline/Rancangan
a. Menentukan topik yang akan dimuat
b. Mengatur urutan topik-topik sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran
c. Mempersiapkan outline.
Berikut ini adalah contoh rancangan atau outline sebuah modul.
Rancangan di atas sekedar contoh. Anda dapat membuat rancangan yang berbeda dengan contoh di atas,
misalnya Anda membuat yang lebih rinci lagi.
2. Penulisan
a. Menulis draft 1
Setelah Anda mempersiapkan outline, langkah berikutnya adalah mencoba menulis draft 1. Ada beberapa
pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam menulis draft .
- Apakah Anda telah menulis dalam bahasa yang umum dipakai, dan menggunakan bahasa yang akrab
seperti menyapa peserta diklat dengan sapaan “Anda”, dan saya bagi penulis?
- Apakah Anda telah menggunakan pertanyaan retorik secara tepat misalnya pada awal uraian diberikan
pertanyaan retorik kemudian Anda menjawabnya dalam uraian berikutnya?
- Apakah Anda telah menghindari penggunaan sebuah kata yang terlalu sering, sementara Anda dapat
menggantinya dengan kata lain?
- Apakah Anda telah menggunakan bahasa preciese atau jelas daripada bahasa yang abstrak dan tidak
jelas?
- Apakah Anda telah berusaha menggunakan bahasa/kalimat aktif dari kalimat pasif?
- Apakah Anda telah menggunakan kalimat yang cukup jelas, pendek dan sederhana?
- Apakah Anda telah menggunakan paragraf secara tepat?
- Apakah telah jelas point pembelajaran dalam setiap paragraf?
- Apakah Anda telah menghindari lebih dari satu point pembelajaran dalam setiap paragraf?
- Apakah Anda telah memberikan aktivitas dan feedback secara tepat?
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1...(judul)
Sub-sub judul, uraian, contoh-
contoh, ilustrasi atau diagram,
latihan
Kegiatan Belajar 2...(judul)
Sub-sub judul, uraian, contoh-
contoh, ilustrasi atau diagram,
latihan
Penutup
13
Cobalah Anda menulis draft 1 kemudian mereview tulisan Anda sendiri berdasarkan pertanyaan- pertanyaan
di atas.
b. Melengkapi draft 1 menjadi draft 2
Setelah Anda selesai menulis draft 1 dan coba mereview berdasarkan pertanyaan di atas, tugas berikutnya
adalah melengkapi draft 1 menjadi draft 2. Sekarang Anda telah memahami apa kekurangan dan kelebihan dari
tulisan Anda. Ada beberapa pertanyaan dalam menilai draft 2
- Sudahkah Anda membuat tulisan Anda jelas bagi peserta diklat tentang apa yang mereka harapkan dari
tulisan Anda?
- Sudahkan Anda menghindari bahasa yang membingungkan?
- Apakah semua uraian cukup jelas bagi peserta diklat?
- Apakah tata letak, contoh, gambar-gambar dibuat dalam efek yang menarik?
- Apakah peserta diklat sudah diarahkan bila mereka harus mendengarkan radio, menonton program video,
atau melakukan praktek?
- Apakah Anda telah membuat tes mandiri “self assessment” dengan frekuensi yang cukup dan relevan
terhadap tujuan belajar?
- Apakah feedback/umpan balik yang Anda berikan cukup membantu peserta diklat dalam mencocokkan
jawaban mereka?
- Apakah Anda telah menetapkan waktu yang realistis bagi peserta diklat dalam melakukan suatu aktivitas?
c. Menulis tes/penilaian hasil belajar peserta diklat
Pengembangan bahan tes atau penilaian pada dasarnya tidak terlepas dari pengembangan bahan belajar
itu sendiri. Penulis hendaknya mampu memilih metode, teknik dan alat penilaian yang tepat, sehingga dapat
mengukur pencapaian tujuan secara tepat. Pada dasarnya ada dua penggunaan hasil penilaian dalam proses belajar
mandiri, yaitu:
- Untuk membantu peserta diklat dalam memperbaiki kegiatan belajar mereka.
- Untuk memberikan laporan tentang apa yang telah mereka pelajari.
Penggunaan hasil penilaian yang pertama sering disebut tes formatif karena dimaksudkan untuk membantu
peserta diklat belajar. Yang kedua disebut tes sumatif karena untuk menginformasikan tentang pencapaian hasil
belajar.
LATIHAN !
1. Jelaskan langkah-langkah dalam mempersiapkan out- line sebuah modul!
2. Jelaskan langkah-langkah dalam menulis modul!
3. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan jika Anda menulis modul?
14
14
C. Tahap Review, Uji Coba dan Revisi
1. Review
Dalam kegiatan ini anda meminta beberapa orang untuk membaca draft Anda secara cermat dan mintalah
kritik dari mereka, biarkan mereka memberikan komentar yang konstruktif. Siapa sajakah yang dapat Anda
harapkan menjadi reviewer? Ada tiga kelompok reviewer, yaitu :
- Ahli materi/ahli bidang studi,
- Ahli media/ahli instruksional,
- Teman sejawat/tutor yang sering berhubungan dengan peserta diklat.
2. Uji Coba
a. Uji coba tatap muka dalam kelompok kecil
Untuk uji coba ini Anda membutuhkan dua atau tiga peserta diklat sebagai sampel. Sampel hendaknya dari
peserta diklat yang akan mempelajari bahan belajar ini. Peserta diklat tersebut diminta untuk mengerjakan
/mempelajari draft modul yang telah diperbaiki berdasarkan hasil re- view ahli materi, ahli media dan teman
sejawat. Mintalah mereka untuk mengerjakannya secara santai/rilex dan dalam keadaan wajar-wajar saja.
Kemudian mintalah peserta diklat untuk memulai. Apabila uji coba yang telah Anda lakukan sejauh ini belum
memberikan semua informasi yang Anda butuhkan, Anda memerlukan suatu uji coba yang lebih ‘‘realistic’’ yang
disebut uji coba lapangan “field trials’’.
b. Uji coba lapangan
Dalam uji coba ini anda membutuhkan sampel peserta diklat lebih banyak, katakan 20 – 30 orang. Anda
dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
- Mintalah peserta diklat untuk menyelesaikan test dalam pelajaran tersebut, baik sebelum atau sesudah
membaca modul Anda.
- Mintalah mereka untuk mengisi “kuesioner/ daftar pertanyaan yang meminta komentar mereka tentang: -
Berapa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan bahan belajar tersebut? - Bagaimana mengenai
kemudahan/ keterkaitan dan kegunaan bahan belajar tersebut? - Bagaimana yang mereka sukai dan tidak
mereka sukai?
- Interview beberapa peserta diklat dan amati bagaimana tanggapan umum mereka terhadap bahan belajar dan
bagaimana saran mereka untuk perbaikan bahan belajar tersebut.
3. Revisi
Tujuan diadakannya review dan uji coba adalah untuk perbaikan bahan belajar. Bila semua informasi atau
komentar yang didapatkan dari ahli materi, ahli media dan teman sejawat dipakai untuk memperbaiki bahan
belajar, sebenarnya kita telah mendapatkan bahan belajar yang cukup baik. Apalagi bila hasil uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan dijadikan dasar untuk perbaikan modul, maka kita telah mendapatkan modul yang
lebih baik lagi. Dengan demikian modul tersebut telah siap untuk masuk dalam tahap berikutnya yaitu tahap
“finalisasi” atau penyelesaian.
15
D. Finalisasi dan Percetakan
Uraian Setelah modul direview, diuji coba dan direvisi maka langkah berikutnya adalah finalisasi dan
pencetakan. Finalisasi berarti kita melihat kembali kebenaran text dan kelengkapan modul sebelum modul siap
untuk dicetak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap finalisasi.
- Apakah text telah sempurna (tidak salah ketik)?
- Apakah ilustrasi yang diminta telah lengkap?
- Apakah catatan kaki dan daftar pustaka telah lengkap?
- Apakah penomeran halaman sudah benar?
Dalam pencetakan modul yang penting untuk diperhatikan adalah:
- typografi/tata huruf , heading, penomeran halaman dan catatan kaki, layout, ilustrasi, penggunaan warna.
Dengan memperhatikan masalah tersebut diharapkan hasil pencetakan dapat dibaca dengan baik, enak
dibaca, memiliki daya pikat terhadap pembaca, jelas batas uraian dan pemenggalan bahasanya, dan tata letak
sesuai dengan umur dan tingkat kemampuan pembaca. Dalam pencetakan modul lembaga pembuat modul dapat
menempuh 2 cara :
1. pencetakan diserahkan ke percetakan,
2. pencetakan dilakukan di kantor sendiri, dengan menggunakan desktop Publishing. Desktop Publishing
adalah suatu sistem pencetakan dengan memanfaatkan komputer yang mampu untuk mengatur text dan grafik
dengan memanipulasi gambar yang tampak dilayar.
TUGAS :
1. Mengapa dalam pengembangan modul perlu perencanaan yang mantang?
2. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam merencanakan modul?
3. Faktor-faktor apakah yang perlu diketahui tentang peserta diklat dalam rangka perencanaan modul?
4. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi?
5. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam rangka pemilihan media?
6. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan?
16
 Menurut Amin Widjaja prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan.
 Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002 :538).
 Menurut National Centre for Competency Based Training (2007), Modul adalah segala bentuk bahan ajar
yang digunakan oleh guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran.
 Komponen-komponen utama yang perlu tersedia di dalam modul, yaitu :
a. Tinjauan mata pelajaran,
b. Pendahuluan,
c. Kegiatan belajar,
d. Latihan;
e. Rambu-rambu jawaban latihan,
f. Rangkuman,
g. Tes formatif, dan
h. Kunci jawaban tes formatif.
 Modul dapat dikembangkan dengan berbagai cara antara lain melalui :
a. Adaptasi Modul,
b. Kompilasi Modul dan
c. Menulis sendiri.
 Langkah-langkah pengembangan modul meliputi :
a. Tahap Perencanaan
b. Tahap Penulisan
c. Tahap Review, Uji Coba dan Revisi
d. Finalisasi dan Percetakan.
D. Rangkuman
17
2.5 Definisi Pembelajaran Berbasis Web/Website
Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang terangkum dalam sebuah
domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam Internet. Web
merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer server yang berada di
seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet. Hampir 80%
layanan internet adalah website.
Faktor utama yang yang membuat website begitu cepat berkembang adalah karena penyebaran informasi
melalui website sangat cepat dan mencakup area yang luas (mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu,
Disamping itu, saat ini juga lagi tren pembuatan website pribadi atau blog.
Perkembangan yang sangat pesat telah membuat dunia baru yang kita sering sebut dengan dunia maya.
Melalui dunia maya kita dapat melakukan aktifitas apa saja layaknya seperti dunia nyata yang kita hadapi sehari-
hari. Misalnya jika kita hendak membeli sesuatu, kita bisa mengakses website ecommerce kemudian melakukan
transaksi jual beli secara online dan barang yang kita beli akan sampai di rumah kita.
Begitu juga halnya, kalau ingin kuliah, kita tinggal mendaftar pada website-website yang menyediakan jasa
e-learning. Proses perkuliahannya dapat dilakukan secara online walaupun dibatasi oleh jarak. Bahkan dengan
adanya website kita bisa memesan tiket pesawat, pesan makanan, transaksi perbankan dan lain sebagainya.
Semua bisa dilayani oleh internet melalui media yang disebut website.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami
perkembangan yang sangat berarti.1 Dalam pengelompokan jenis website lebih diarahkan pada fungsi, sifat dan
bahasa pemograman yang digunakan.
Adapun website menurut sifatnya adalah:
a. Website dinamis merupakan website yang menyediakan content atau isi yang selalu berubah-ubah setiap
saaat. Misalnya website berita, seperti detik.com, kompas.com, dan lain sebagainya.
b. Website statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang diubah. Misalnya, website profil
organisasi.2
Adapun kalau ditinjau dari segi tujuan, maka bisa dibagi menjadi beberapa website atas:
a. Personal web, website yang berisi informasi pribadi seseorang.
b. Corporate web, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan
c. Purtal web, website yang mempunyai banyak layanan. Mulai dari layanan berita, email, dan jasa-jasa yang
lainnya.
d. Forum web, sebuah web yang bertujuan sebagai media diskusi.
c. Selain disebut diatas, ada juga website e-Government, e-Banking, e-Payment, dan lain sebagainya.
18
a. Konsep Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang bisa diakses melalui jaringan internet.
Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web
based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk
sebuah proses pendidikan.1Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran yang memanfaatkan
teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat
disebut sabagai pemeblajaran berbasis web. Yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis web adalah kecepatan
dan tidak terbatasnya pada ruang dan waktu untuk mengakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah
dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan dimana. Selama komputer saling terhubung dengan jaringan internet
akan memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi.
Cara belajar melalui web syarat utama yang harus dipenuhi yaitu adanya akses dengan sumber informasi
melalui internet. Selanjutnya adanya informasi tentang dimana letak sumber informasi yang ingin kita dapatkan.
Ada beberapa sumber data yang dapat diakses dengan bebas dan gratis, tanpa proses administrasi pengaksesan
yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya diakses oleh pihak yang memang telah diberi otorisasi
pemilik sumber informasi.
Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web kemudian
diakses melalui komputer, web digunakan bukan hanya sebagai media alternative pengganti kertas untuk
menyimpan berbagai dokumen atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tidak dimiliki
kertas maupun yang lain. Pembelajaran berbasis web itu unik tapi serius. Yang dimaksud serius disini adalah
merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajarn berbasis web tidak semudah yang dibayangkan.
Selain infrastruktur internet, Pembelajaran berbasis web memerlukan sebuah model instruktur yang memang
dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. Model intruksional merupakan komponen vital yang
menentukan keefektifan proses belajar. Adapun model intruksional yang dirancang, interaktivitas antara peserta
didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar harus mendapatkan perhatian khusus.1 Monitoring proses
pembelajaran berbasis web lebih sulit dari pada diruang kelas. Menyediakan bahan ajar online tidak cukup.
Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama banyaknya
dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik untuk terlibat dalam berbagai kegiatan belajar. Satu hal yang perlu
diingat bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu
dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.
19
2.6 Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis web dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan
keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal ini membuat pembelajaran berbasis web ini
efektif pada dasarnya bergantung pada pandangan dari pemegang kepentingan. Oleh karena itu sulit menentukan
prinsip utama yang setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis web diantaranya:
1. Interaksi
Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau
menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasistas
berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara
pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based Instruction). Hal ini
berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin,
melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan
waktu yang sama. Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antar manusia, tetapi menyediakan
keterhubungan isi, dimana setiap orang dapat membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi
materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan lapisan belajar terdalam yang tidak bisa diciptakan oleh
pengembangan media.
2. Ketergunaan
Ketergantungan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua
element penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana
perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana,
sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan
aktivitas belajar lain).
3. Relevansi
Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat
spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan
dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri dan sedikit mengembangkan e-
learning yang berhasil melalukan kombinasi ini1. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta
kedinamisan pencarian dan penempatan konten(materi). Jadi prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran
berbasis web adalah harus adanya interaksi atau komunikasi antar peserta, maupun instruktur dalam lingkungan
belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Kemudian harus ada ketergunaan yaitu
bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan
sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran. Dan juga harus ada
relevansi setiap informasi yang spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias. Selain
prinsip di atas, pembelajaran berbasis web memerlukan kerja sama banyak orang dalam merefleksikan banyak
kemungkinan skenario desain. Dalam pengajaran ini merupakan bagian penting dari tim pengembangan.
20
Beberapa langkah yang harus diperhatiakn oleh pengajar dalam hal ini, diantaranya:
1. Pengajar harus secara aktif terlibat dengan proses pendidikan dan harus memahami kebutuhan dan
harapan peserta didik.
2. Pengajaran harus berkolaborasi dengan peserta didik untuk mengumpulkan ide-ide mereka tentang apa
yang seharusnya tercakup dalam pelajaran atau kurikulum online
3. Pengajar harus sangat akrab dengan bidang-bidang utama persoalan yang diajarkan agar relevan.
4. Pengajaran harus mempunyai ide yang baik yang menjadi keunggulan setiap pelajaran dalam keseluruhan
perencanaan kurukulum, informasi dan aktivitas keterampilan yang tercakup dalam struktur tertentu.
5. Pengajaran juga akan memehami bagaimana pembelajaran yang layak secara individual. Kapan suatu
pelajaran itu perlu dikembangkan sebagai perubahan keseluruhan kurikulum terhadap arah baru atau
perluasan yang mempertemukan tuntutan baru. Pengajar punya perasaan yang baik tentang pengajaran
individual yang mana perlu dikembangkan, dan dimana yang perlu dimodivikasi dari seluruh kurikulum.1
Peserta didik dalam lingkungan akademik online harus dapat berfikir secara kritis, tidak semata-mata
mengingat informasi, melainkan juga dapat menerapkan pengetahuan mereka pada situasi baru. Cara mendesain
kurikulum dan mata pelajaran yang harus merefleksikan kemajuan peserta didik melaui serangkaian kegiatan
yang cermat untuk menciptakan dan mengawasi pengalaman belajar.
Untuk mendidik yang berhasil, peserta didik harus disiapkan pada kegiatan online. Membantu peserta didik
menggunakan teknologi penemuan dalam mata pelajaran online dan sosialisasi peserta didik pada pekerjaan yang
lainnya melaui internet dan komponen penting bagi keberhasilan. Pembelajaran berbasis web yang efektif
meliputi kelas-kelas atau paling tidak modul-modul yang membantu peserta didik yang menyesuaikan diri pada
pendidikan yang memnafaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronik Mata pelajaran
online dapat meningkatkan partisipasi semua peserta didik. Selama proses pembelajaran, misalnya semua peserta
didik didorong untuk berpartisipasi. Setiap orang mempunyai kesempatan menjadi pendengar. Kegiatan ini akan
dirasakan sulit jika belajar di kelas saja. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tergantung pada keefektifan
peralatan teknis yang digunakannya dalam menampilkan materi pembelajaran. Para peserta didik sering menilai
proses pembelajaran berhubungan dengan kesenangan dirinya dengan peralatan yang digunakannya dan
kemampuan pengajar membantu mereka untuk belajar lebih mudah.
21
2.7 Faktor Pendukung Kelancaran Pembelajaran Berbasis Web
Faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web, meliputi:
1. Menikmati penggunaan dengan internet
Pengajar harus menikmati penggunaan internet. Peserta didik sering menggunakan internet, maka pengajar
harus mengikuti trend dalam desain dan informasinya. Pengajar harus merasa nyaman melakukan brosing web
untuk mendapatkan informasi yang tersimpan dalam jutaan situs secara potensial dan database. Pengajar perlu
akrab dengan bermacam-macam search mesines. Pengajar harus harus menjadi peneliti online yang efisien sesuai
yang dicita-citakan, yaitu menjadi seorang desainer informasi yang kompeten yang mengikuti pemakaian inter-
tatap muka dan teknologi pendidikan. Jika pengajar sedang bekerja seperti itu atau melakukan kegiatan secara
online, maka harus menikmati lingkungan kerja tersebut dan dapat mendiskusikan berita-berita dari internet
dengan peserta didik.
2. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan
Menekankan pentingnya perencanaan yang strategis. Apakah pengajar seorang diri atau kelopok yang
bertanggungjawab untuk perencanaan ini. Pengajar perlu memerlukan pemetaan yang jelas dan visi efektif yang
dijunjung. Downey menyerahkan bahwa penyerahan yang strategis suatu tim terdiri dari teknologi, administrator,
ahli-ahli penyampaian materi, tujuan pemakaian.
3. Mengimplementasikan kurikulum
Setelah kurikulum dan desain website dibuat perencanaannya tahap selanjutnya adalah
mengimplementasikannya. Pengajar harus memahami bagaimana mengoprasikan pembelajaran online dan
membuat alasan mengapa pengajar merancang dengan cara tertentu. Jika pengajar akan mengajar dengan
pembelajaran online, pengajar perlu mempersiapkan dengan baik. Sebelum kelas dimulai, pengajar harus belajar
secara khusus masalah website dan peralatan yang akan pengajar gunakan. Memahami pengetahuan dalam
membuat pembelajaran online yang efektif dapat membantu pengajar, tidak hanya ketika pengajar mengajar di
elas tetapi juga dapat pembelajaran dan bahan-bahan kurikulum berikutnya atau perlunya perbaikan terhadap
website yang dibuat.
2.8 Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
Kruse menyatakan dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for learning” yang dimuat
dalam situs www. elearningguru.com mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis web sering kali memiliki
manfaat yang banyak bagi peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis
web bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi menyebabkan
peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran serta mengurangibiaya-biaya operasional yang biasanya
dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang jajan/ biaya transportasi sekolah).
Dikarenakan sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran dianggap telah memberikan flexibilitas terhadap
kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Pengantar materi pembelajaran tidak lagi tergantung pada medium
fisik seperti buku pembelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini terbentuk data digital yang bisa
di decode (diuraikan) melaui perangkat elektronik seperti komputer, smartphone, telepon seluler atau piranti
elektronik lainnya.
22
2.9 Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
Sebagai media pembelajaran pada umunya, pembelajaran berbasis web pun memiliki berbagai kelebihan dan
kekurangan:
1. Kelebihan Pembelajaran Berbasis Web
a. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.
b. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya dirinya sendiri karena pembelajaran
berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
c. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai
sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.
d. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
e. Dapat mendorong pebelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam belajar
f. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran
g. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka
butuhkan
h. Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
2. Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
a. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemndirian dan motivasi pembelajar.
b. Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi
pembelajar.
c. Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa mengakses informasi, dikarenakan tidak
terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup.
d. Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang
terdapat di dalam web sangat beragam. Dengan menggunkan pembelajaran berbasis web, pebelajar
terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi.
23
 Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang terangkum dalam sebuah
domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam Internet.
 Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga
disebut web based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia
pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan.
 Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web meliputi :
a. Interaksi
b. Ketergunaan dan
c. Relevansi
 Faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web, meliputi:
a. Menikmati penggunaan dengan internet
b. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan
c. Mengimplementasikan kurikulum
 Kelebihan pembelajaran berbasis web antara lain :
a. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.
b. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya dirinya sendiri karena
pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
c. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari
berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.
d. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk
belajar.
 Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
a. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemndirian dan motivasi pembelajar.
b. Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah
bagi pembelajar.
c. Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa mengakses informasi, dikarenakan
tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup.
d. Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang
terdapat di dalam web sangat beragam. Dengan menggunkan pembelajaran berbasis web, pebelajar
terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi.
Rangkuman -
24
TES FORMATIF
Berilah tanda silang (X) pada pilihan A, B, C dan D sesuai jawaban yang benar.
1. Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan merupakan definisi menurut ....
A. Amin Widjaja C. Zaki Baridwan
B. Panen D. Sungkono
2. Yang merupakan komponen-komponen modul dibawah ini, kecuali....
A. Tinjauan Mata Pelajaran C. Pendahuluan
B. Petunjuk Belajar D. Kegiatan Belajar
3. Uraian atau penjelasan secara rinci tentang isi pelajaran yang diikuti dengan contoh-contoh konkrit dan non
contoh merupakan pengertian dari....
A. Tinjauan Mata Pelajaran C. Pendahuluan
B. Petunjuk Belajar D. Kegiatan Belajar
4. Cara mengembangkan medul melalui tiga cara yaitu....
A. Adaptasi, kompilasi dan menulis sendiri C. Menulis sendiri, evaluasi dan peta gambar
B. Adaptasi, overview dan menulis sendiri D. Menulis sendiri, Kompilasi dan evaluasi
5. Langkah-langkah penulisan modul dibawah ini yang benar, kecuali....
A. Perencanaan, penulisan, review, ujicoba dan revisi, finalisasi dan pencetakan.
B. Perencanaan, uji coba, evaluasi dan Percetakan
C. Perencanaan, review, uji coba, dan penulisan
D. Penulisan, percetakan, uji coba dan perencanaan
6. Persiapan Outline/teman sejawat, Menulis Draf 1, Melengkapi Draf 1 menjadi Draf 2, berdasarkan ciri-ciri
diatas merupakan langkah-langkah penulisan modul pada tahapan....
A. Perencanaan C. Penulisan
B. Review uji coba dan revisi D. Finalisasi dan Percetakan
7. Dalam mempersiapkan outline/rancangan dalam penulisan seharusnya mengikuti langkah-langkah berikut,
kecuali....
A. Menentukan topik yang akan dimuat
B. Mengatur urutan topik-topik sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran
C. Mempersiapkan outline
D. Melakukan observasi mata pelajaran
25
8. Melihat atau meninjau ulang modul sebelum dicetak merupakan pengertian dari....
A. Percetakan C. Finalisasi
B. Review D. Uji Coba
9. Menurut kamu apakah istilah lain dari web .....?
A. Internet C. Modul
B. Intranet D. World Wide Web
10. Yang termaksud faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web dibawah ini kecuali,,,,
A. Menikmati penggunaan dengan internet
B. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan
C. Membaca modul sebelum dicetak
D. Mengimplementasikan kurikulum
26
E. LATIHAN
Setelah membaca materi diatas untuk mengetahui sampai dimana tingkat penguasaan materi yang telah dibahas
diatas, silahkan berlatih soal-soal berikut !
Pentunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat
1. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi ?
2. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan ?
3. Mengapa pembelajaran berbasis web penting untuk diketahui seorang tenaga pendidik ?
4. Apakah kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbaisi web ?
F. TES MANDIRI
Cocokkan jawaban anda dengan menggunakan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian akhir
modul ini. Hitunglah jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasan anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dan 2.
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban kalian yang benar X 100%
10
Ket : Akumulasi tingkat penguasaan terhadap materi pembelajaran :
 90% -100% = Baik Sekali
 80% -89% = Baik
 70% -79% = Cukup Baik
 <70% = Kurang
Apabila tingkat penguasaan anda telah mencapai 80% atau lebih , anda dapat meneruskan kegiatan belajar
selanjutnya.Tetapi, apabila nilai tingkat pengusaan anda masih dibawah 80%, maka harus mengulangi kegiatan
belajar 1 maupun kegiatan belajar 2, terlebih bagian yang belum anda kuasai.
27
BAB IV
EVALUASI
A. Maksud dan Tujuan Evaluasi
Sebagaima dalam upaya mengetahuai proses perkembangan pembelajaran seperti yang dimaksud dalam modul
ini, kegiatan evaluasi perlu dilakukan secara berstuktur .
Setelah anda mempelajari seluruh materi dari modul ini, disiapkan contoh instrumen soal dari setiap materi
pembahasan maupun dalam tes formatif tujuannya untuk mengujikan kemampuan anda terhadap materi dalam
modul ini. Adapun maksud dan tujuan kegiatan evaluasi, dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Untuk memberikan panduan kepada anda agar memiliki standar isi yang seragam
2. Untuk mengetahui tingkat penerimaan dan pemahaman anda terhadap materi garis besar yang
dikembangkan dalam modul ini.
3. Untuk mengetahui tingkat kesulitan materi modul, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan langkah
penyesuaian di masa yang akan datang.
4. Untuk memberikan masukan sebagai dasar perbaikan isi modul, strategi penyampaian, dan pelaksanaan
pembelajaran.
Kegiatan evaluasi diberikan dalam bentuk pengujuian tertulis melalui insrtumen pilihan ganda, dimana
pertanyaan pilihan ganda berjumlah 10 item. Dalam pertanyaan bernilai (skor) 1, sehingga total skor adalah 10.
Kemudian, skor tersebut diolah dalam bentuk nilai 1 sampai 100. Tingkat keberhasilan, pemahaman serta daya
serap Anda terhadapa modul ini ditentukan dan diperoleh skor total dari jawaban yang benar ditentukan dari
perolehan skor total dari jawaban yang benar dengan kriteria pembobotan seperti terurai dibawah ini.
Nilai Predikat
90-100% Baik sekali
80-89% Baik
70-79% Cukup Baik
60-69% Kurang
B. Materi Evaluasi
A. Ruang lingkup materi evaluasi
Materi yang dievaluasikan dalam modul ini meliputi prosedur pengembangan modul, komponen-
komponen modul, cara pembuatan modul serta langkah-langkah pengembangan modul.
B. Aspek evaluasi
a. Aspek penguasaan materi bagi peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.
b. Aspek pengembangan sikap dan kreativitas, terutama dalam mempresentasikan materi
pembelajaran.
c. Aspek keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dalam kelas.
d. Aspek keterampikan dalam melakukan tugas dan unjuk kerja.
28
C. Soal Evaluasi
1. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan?
2. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penulisan modul!
3. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan jika Anda menulis modul?
4. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi?
5. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam rangka pemilihan media?
6. Sebutkan berbagai media yang terkait pembelajaran berbasis web?
7. Faktor apakah yang mendukung pembelajaran berbasis web !
8. Jelaskan secara singkat fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web ?
29
A. Tindakan lanjutan
Bagi anda yang sudah dapat menjawab benar sebanyak 80% atau lebih dari seluruh soal evaluasi, dapat
mengembangkan pemahaman kalian tentang prosedur pengembangan modul. Adapun bagi yang belum
mencapai belajar tuntas 80%, dapat mengulangi belajar dengan memilih materi-materi yang masih dianggap sulit
secara lebih teliti atau dengan diskusi bersama teman maupun dosen kalian.
B. Harapan
Modul ini adalah salah satu bahan ajar mata kuliah Media Pembelajaran. Namun, harus dimengerti pula
bahwa modul ini bukanlah satu-satunya rujukan bagi kalian. Untuk melengkapi pengetahuan anda tentang
berbagai pengetahuan alam tersebut, maka sangat rugi jika tidak menambah referensi dengan banyak membaca
buku-buku tentang Media Pembelajaran ataupun ensiklopedia dan berbagai sumber pembelajaran lainnya.
Semoga modul ini dapat menyajikan materi pembelajaran secara menarik dan menyenangkan, sehingga proses
pembelejaran bisa berlangsung efektif dan efesien serta tujuan dari proses pembelajaran pun dapat tercapai
dengan baik.
BAB IV
PENUTUP
30
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1991. Writing for Distance Education, Samples, In- ternational Extension College, Cambridge.
Arief, S. Sadiman, dkk. 1986. Media Pendidikan, CV Rajawali, Jakarta.
Gachuchi, D. 1989. Handbook for Designing and Writing Dis- tance Education Materials, DSE, Bonn.
Jenkins, Janet. 1987. Course Development, A manual for Editors of Distance Teaching Materials, London:IEC
Lewis, Roger, and Paine, Nigel, 1985. How to Communicate with the Learner (open Learning Guide 6), Council
for Educational Technology, London.Pat Heim, Ph.D, Elwood, N, Chapman. Learning to Lead, An Action Plan
for Succes, (A Self-Improvement Program for Manager)Rowntree,
Sungkono, dkk. (2003). Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: FIP UNY.
Tian Belawati, dkk. (2003). Pengembangan Bahan Ajar . Jakarta: Pusat Penerbitan UT.
Universitas Terbuka (1997). Panduan Operasional Penulisan Modul. Jakarta: UT
Yuhefizar, Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunkan Content Mangement System Jomla CMS,
(Jakarta : PT Gramedia, 2009)
Mukhtar dan Iskandar, Desain Pembelajaran Berbasis TIK, (Jakarata: Referensi, 2012)
Rusman, Model-Model Pembelajaran (Jakarta : Rajawali Pers, 2011)
Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung :Alfabeta, 2010)
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF
1. A
2. B
3. D
4. A
5. A
6. C
7. D
8. C
9. D
10. C

More Related Content

What's hot

Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
Muthi Zahra
 
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
zaenalarif_in
 
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
Dolfie Eky Pratama
 
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
Talithafatin
 
17.mengadministrasi server dalam_jaringan
17.mengadministrasi server dalam_jaringan17.mengadministrasi server dalam_jaringan
17.mengadministrasi server dalam_jaringan
An Atsa
 

What's hot (15)

Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
Standar operasional prosedur muthmainnah 1102194
 
2015-18. ilham setia pambudi - pemrograman web e-learning berbasis php
2015-18. ilham setia pambudi - pemrograman web e-learning berbasis php2015-18. ilham setia pambudi - pemrograman web e-learning berbasis php
2015-18. ilham setia pambudi - pemrograman web e-learning berbasis php
 
Prosedur pengembangan modul
Prosedur pengembangan modulProsedur pengembangan modul
Prosedur pengembangan modul
 
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
APLIKASI PRESENSI SISWA SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN P...
 
Prakerin eko2019
Prakerin eko2019Prakerin eko2019
Prakerin eko2019
 
Usm p.pengurusan
Usm   p.pengurusanUsm   p.pengurusan
Usm p.pengurusan
 
Modul lelly kurniawan
Modul lelly kurniawanModul lelly kurniawan
Modul lelly kurniawan
 
Laporan pkp
Laporan pkpLaporan pkp
Laporan pkp
 
Makalah ict
Makalah ictMakalah ict
Makalah ict
 
Modul berbasis komputer
Modul berbasis komputerModul berbasis komputer
Modul berbasis komputer
 
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
M01 o82393935905 tpenggunaan teknik fading dalam rangka meningkatkan penguasa...
 
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
Makalah Pembelajaran Berbasis Komputer Kelompok 2
 
17.mengadministrasi server dalam_jaringan
17.mengadministrasi server dalam_jaringan17.mengadministrasi server dalam_jaringan
17.mengadministrasi server dalam_jaringan
 
116506971 contoh-laporan-survey
116506971 contoh-laporan-survey116506971 contoh-laporan-survey
116506971 contoh-laporan-survey
 
Modul mitha
Modul mithaModul mitha
Modul mitha
 

Viewers also liked (6)

Angket Evaluasi Diri Kepala Sekolah SMP
Angket Evaluasi Diri Kepala Sekolah SMPAngket Evaluasi Diri Kepala Sekolah SMP
Angket Evaluasi Diri Kepala Sekolah SMP
 
Format angket eds untuk kepsek dan guru sd
Format angket eds untuk kepsek dan guru sdFormat angket eds untuk kepsek dan guru sd
Format angket eds untuk kepsek dan guru sd
 
Pertanyaan-pertanyaan seputar Media Pembelajaran
Pertanyaan-pertanyaan seputar Media PembelajaranPertanyaan-pertanyaan seputar Media Pembelajaran
Pertanyaan-pertanyaan seputar Media Pembelajaran
 
Pengantar akuntansi seri soal b dan aktivitias khusus
Pengantar akuntansi seri soal b dan aktivitias khususPengantar akuntansi seri soal b dan aktivitias khusus
Pengantar akuntansi seri soal b dan aktivitias khusus
 
Lampiran 3 angket instrumen penelitian
Lampiran 3 angket instrumen penelitianLampiran 3 angket instrumen penelitian
Lampiran 3 angket instrumen penelitian
 
Kuesioner minat belajar mata pelajaran matematika
Kuesioner minat belajar mata pelajaran matematikaKuesioner minat belajar mata pelajaran matematika
Kuesioner minat belajar mata pelajaran matematika
 

Similar to Tugas modul media pembelajaran

Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
usmaniain
 

Similar to Tugas modul media pembelajaran (20)

Modul pembelajaran berbasis web/wbsite
Modul pembelajaran berbasis web/wbsiteModul pembelajaran berbasis web/wbsite
Modul pembelajaran berbasis web/wbsite
 
modul PEMBELAJARAN BERBASIS WEB/WEBSITE
modul PEMBELAJARAN BERBASIS WEB/WEBSITEmodul PEMBELAJARAN BERBASIS WEB/WEBSITE
modul PEMBELAJARAN BERBASIS WEB/WEBSITE
 
Ermawati
ErmawatiErmawati
Ermawati
 
Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )
 
Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )
 
Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )Modul media pembelajaran ( web )
Modul media pembelajaran ( web )
 
Jumarni.p
Jumarni.pJumarni.p
Jumarni.p
 
Pdf siti asrianti
Pdf siti asriantiPdf siti asrianti
Pdf siti asrianti
 
Modul media pembelajaran zalvian pgmi
Modul media pembelajaran   zalvian pgmiModul media pembelajaran   zalvian pgmi
Modul media pembelajaran zalvian pgmi
 
Modul media pembelajaran rosdiana pgmi
Modul media pembelajaran   rosdiana pgmiModul media pembelajaran   rosdiana pgmi
Modul media pembelajaran rosdiana pgmi
 
Modul siti asrianti
Modul siti asriantiModul siti asrianti
Modul siti asrianti
 
Modul siti asrianti
Modul siti asriantiModul siti asrianti
Modul siti asrianti
 
Ermawati
ErmawatiErmawati
Ermawati
 
Jumarni p
Jumarni pJumarni p
Jumarni p
 
Proposal E Learning
Proposal E LearningProposal E Learning
Proposal E Learning
 
Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
 
Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
 
Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
 
Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
 
Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2Modul media pembelajaran 2
Modul media pembelajaran 2
 

Recently uploaded

489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
FaqihMakhfuddin1
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
indahningsih541
 
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
ssuser9382bd1
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
SriHandayaniLubisSpd
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
ressyefrina15
 
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdfBUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
andre173588
 
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docxOK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
SusBiantoro1
 

Recently uploaded (20)

MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
489600378-KARTU-SOAL matematika oke.docx
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
BAB 5 - PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE DENGAN LIBRARY KECERDASAN ARTIFISIAL.pptx
BAB 5 - PENGEMBANGAN  APLIKASI MOBILE DENGAN LIBRARY KECERDASAN ARTIFISIAL.pptxBAB 5 - PENGEMBANGAN  APLIKASI MOBILE DENGAN LIBRARY KECERDASAN ARTIFISIAL.pptx
BAB 5 - PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE DENGAN LIBRARY KECERDASAN ARTIFISIAL.pptx
 
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
 
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdftugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
 
presentasi instal sistem operasi windows
presentasi instal sistem operasi windowspresentasi instal sistem operasi windows
presentasi instal sistem operasi windows
 
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxPerspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
 
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
 
Solusi dan Strategi ATHG yang di hadapi Indonesia (Kelas 11).pptx
Solusi dan Strategi ATHG yang di hadapi Indonesia (Kelas 11).pptxSolusi dan Strategi ATHG yang di hadapi Indonesia (Kelas 11).pptx
Solusi dan Strategi ATHG yang di hadapi Indonesia (Kelas 11).pptx
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
 
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdfBUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
 
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAHSOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
 
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docxOK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
 

Tugas modul media pembelajaran

  • 1. “PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL” DISUSUN OLEH: DASRUN (14010101088) MEY SULVIA (14010101096) NURSYAMSI (14010101099) DOSEN PEMBIMBING: DR. AMBAR SRI LESTARI, M.PD FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURURAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI 2015 “PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL DAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB” DISUSUN OLEH: DASRUN (14010101088) MEY SULVIA (14010101096) NURSYAMSI (14010101099) DOSEN PEMBIMBING : DR. AMBAR SRI LESTARI, M.PD FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURURAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI 2015
  • 2. KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Taufik serta Hidayah-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya dengan pokok bahasan “PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL DAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB” dalam rangka untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan. Makalah ini disusun dengan tujuan agar para pembaca dapat memperluas khazanah pengetahuan mereka tentang bagaimana cara mengembangkan prosedur pengembangan bahan belajar mandiri (modul) serta mengetahui konsep pembelajaran berbasis web, sehingga bisa langsung diaplikasikan dalam pengembangan bahan belajar secara mandiri dan mampu memanfaatkan berbagai sumber belajar agar mampu mewujudkan siswa yang berkualitas dalam ilmu pendidikan. Meskipun demikian, penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna. Berbagai keterbatasan yang ada, menyebabkan kekurang sempurnaan makalah ini. Oleh karenanya, kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan dari pembaca. Tak lupa ucapan terima kasih kami kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya mendukung penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amiin. Kendari, 18 November 2015 Penyusun ii
  • 3. DAFTAR ISI HALAMAN KATA PENGANTA ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Deskripsi Singkat C. Peta Konsep D. Manfaat Tujuan Pembelajaran 3 4 5 5 6 BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. SK/KD (Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar)............................. B. Materi Pokok....................................................................................... C. Uraian materi 2.1. Definisi Prosedur Pengembangan Modul……….…………....... 2.2. Komponen-Komponen Modul………....................................... 2.3. Cara Mengembangkan Modul…....………................................ 2.4. Langkah-Langkah Pengembangan Modul………...................... KEGIATAN BELAJAR 2 a. Tahap Perencanaan…………………………............................ b. Tahap Penulisan…………………………................................ c. Tahap Review, Uji Coba, Revisi…………………………........ d. Tahap Finalisasi dan Percetakan….…...................................... 2.5. Definisi Pembelajaran Berbasis Web.......................................... 2.6. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web............................... 2.7. Faktor Pendukung Pembelajaran Berbasis Web.......................... 2.8. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web....................... 2.9.Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Web........... D. Rangkuman......................................................................................... E. Latihan/Tugas.................................................................................... F. Tes Mandiri........ 7 7 7 7 8 10 10 10 11 12 12 12 14 16 17 18 19 BAB III EVALUASI A. Maksud dan Tujuan Evaluasi B. Materi Evaluasi C. Soal Evaluasi 20 20 21 BAB IV PENUTUP A. Tindak Lanjut B. Harapan 22 DAFTAR PUSTAKA KUNCI JAWABAN 23 24 iii
  • 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap kegiatan pembelajaran pastilah membutuhkan bahan belajar. Bahan belajar yang digunakan adalah kegiatan pembelajaran bentuknya bermacam-macam. Ada bahan belajar yang dikemas dalam bentuk tercetak, dan non cetak. Satu kesatuan modul sering disebut dengan modul. Modul adalah bahan belajar yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu yang dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu. Modul ini berisi dua kegiatan belajar atau dua penggalan. Kegiatan belajar 1 membahas tetang konsep dasar modul dan berbagai cara pengembangan modul, dan kegiatan belajar 2 tentang langkah-langkah penulisan modul. Meliputi uraian tentang pra penulis, pengkajian/review, uji coba dan revisi, serta finalisasi dan percetakan. Serta dalam kegiatan belajar 2 ini juga dibahas tentang pembelajaran berbasis web yang dalam konsep pembelajaran banyak menggunakan jaringan internet. Dalam meningkatkan kualitas kinerja guru yang terkadang masih banyak yang belum mengerti dalam hal menyusun bahan ajar (modul) maupun masih banyak dari tenaga pendidik yang belum mahirdalam menggunakan komputer maupun berhubungan dengan jaringan internet, sehingga penulis mengambil kesimpulan kembali menyusun prosedur pengembangan modul dan pembelajaran berbasis web sehingga setelah membaca atau mempelajari modul ini pembaca atau peserta dapat menjelaskan konsep dasar modul, berbagai cara pengembangan modul dan yang terpenting mampu menjelaskan langkah-langkah penulisan modul dan mampu mengembangkan kreatifitasnya yang berkaitan dengan berbagai jaringan internet, agar pendidik mampu secara profesional meningkatkan kualitas kependidikannya mengembangkan bahan ajar (modul). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan prosedur pengembangan modul ? 1. Apa-apa saja yang menjadi komponen-komponen modul ? 2. Bagaimana cara pengembangan modul ? 3. Bagaimana langkah-langkah pengembangan modul ? 4. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis web ? 5. Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web ? 6. Faktor-faktor apa yang menjadi pendukung pembelajaran berbasis web ? 7. Apakah fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web ? 8. Apakah keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis web ? 4
  • 5. B. Deskripsi Singkat a. Menjelaskan prosedur pengembangan modul b. Menjelaskan komponen-komponen prosedur pengembanban modul c. Menjelaskan langkah-langkah prosedur pengembangan modul d. Menjelaskan konsep pembelajaran berbasis web e. Menjelaskan prinsip-prinsip, serta faktor pendukung pembelajaran berbasis web f. Menjelaskan fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web g. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis web. C. Peta Konsep PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL Komponen-Komponen Prosedur Pengembangan Modul Cara Pembuatan Modul Langkah-Langkah Pembuatan Modul Konsep Prosedur Pengembangan Modul 5 PEMBELAJARANBERBASIS WEB Konsep Pembelajaran Berbasis Web Peinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web Faktor Pendukung Pembelajaran Berbasis Web Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Web
  • 6. D. MANFAAT, TUJUAN PEMBELAJARAN Dengan modul ini mahasiswa diharapkan agar dapat memahami bagaimana prosedur modul dan bagaimana cara mengembangkan prosedur pengembangan modul serta langkah-langkah pengembangan modul. Mengetahui konsep pembelajaran berbasis web, fungsi, manfaat pembelajaran berbasis web sampai mengetahui keunggulan serta kelemahan dari pembelajaran berbasis web. 1. Menjelaskan prosedur pengembangan modul 2. Menjelaskan langkah-langkah prosedur pengembangan modul 3. Menjelaskan konsep pembelajaran berbasis web 4. Menjelaskan fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web. 6
  • 7. A. STANDAR KOMPETENSI 1. Siswa dapat meningkatkan sikap dan keterampilannya tentang bagaimana prosedur pengembangan modul. 2. Siswa dapat mengembangkan keterampilannya tentang bagaimana konsep pembelajaran berbasis web. KOMPETENSI DASAR 1. Mampu menjelaskankan prosedur, pengertian modul, dan pengembangan modul dan konsep pembelajaran berbasis web 2. Mampu menerapkan langkah-langkah penulisan modul dan menyebutkan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web 3. Mampu menjelaskan berbagai cara pengembangan modul seperti; adaptasi, kompilasi, dan menulis serta mampu menjelaskan fungsi dan manfaan dari pembelajaran berbasis web B. MATERI POKOK 1. Prosedur Pengembangan Modul 2. Komponen-Komponen Pengembangan Modul 3. Cara Pengembangan Modul 4. Langkah-Langkah Pengembangan Modul. 5. Konsep Pembelajaran Berbasis Web 6. Prinsi-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web 7. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web 8. Keunggulan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Web BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 C. URAIAN MATERI KEGIATAN BELAJAR 1 2.1 Definisi Prosedur Pengembangan Modul Menurut Amin Widjaja prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan. Sedangkan menurut Zaki Baridwan (1990:3) prosedur merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering terjadi. Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002 :538). Menurut National Centre for Competency Based Training (2007), Modul adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan oleh guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sedangkan menurut Panen (2001) mengungkapkan bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran (Andi, 2011:16). Berdasarkan berbagai pengertian diatas tentang prosedur pengembangan modul yang dikemukakan oleh para ahli penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan prosedur pengembangan modul yaitu sekumpulan urutan pekerjaan dalam menampung bahan atau materi pembelajaran yang dapat dipergunakan guru atau peserta didik dalam proses pengembangan pembelajaran dengan menggunakan cara/teknik, proses dan metode tertentu. 7
  • 8. 2.2 Komponen-komponen Modul Komponen-komponen utama yang perlu tersedia di dalam modul, yaitu tinjauan mata pelajaran, pendahuluan, kegiatan belajar, latihan; rambu-rambu jawaban latihan, rangkuman, tes formatif, dan kunci jawaban tes formatif. Kedelapan komponen tersebut akan dijelaskan satu persatu dalam bagian selanjutnya. 1. Tinjauan Mata Pelajaran Tinjauan mata pelajaran adalah paparan umum mengenai keseluruhan pokok-pokok isi mata pelajaran yang mencakup: 1) Deskripsi mata pelajaran 2) Kegunaaan mata pelajaran 3) Kompetensi dasar 4) Bahan pendukung lainnya (kaset, kit, dll) 5) Petunjuk Belajar 2. Pendahuluan Pendahuluan suatu modul merupakan pembukaan pembelajaran suatu modul. Oleh karena itu, dalam pendahuluan semestinya memuat hal-hal sebagai berikut : 1) Cakupan isi modul dalam bentuk deskripsi singkat 2) Indikator yang ingin dicapai melalui sajian materi dan kegiatan modul 3) Deskripsi perilaku awal (entry behaviour) yang memuat pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya sudah diperoleh atau seyogyanya sudah dimiliki sebagai pijakan (anchoring) dari pembahasan modal itu. 4) Relevansi 3. Kegiatan Belajar Bagian ini merupakan “daging” atau inti dalam pemaparan materi pelajaran. Di dalam kegiatan belajar terdapat uraian atau penjelasan secara rinci tentang isi pelajaran yang diikuti dengan contoh-contoh konkrit dan non contoh. Urutan penyajian dapat pula dimulai dengan contoh dan non contoh, atau kasus-kasus kemudian diikuti dengan penjelasan tentang konsep yang dimaksud. Sajian materi modul memperhatikan elemen uraian dan contoh yang dirancang untuk menumbuhkan proses belajar dalam diri pembaca. Berikut akan dijelaskan kedua elemen dasar yang ada dalam sajian materi modul. a. Uraian Uraian dalarn sajian materi modul adalah paparan materi-materi pelajaran berupa: fakta/data, konsep, prinsip, generalisasi/dalil, teori, nilai, prosedur/metode, keterampilan, hukum, dan masalah. b. Contoh Contoh adalah benda, ilustrasi, angka, gambar dan lain-lain yang mewakili/ mendukung konsep yang disajikan. Contoh bertujuan untuk memantapkan pemahaman pembaca tentang fakta/data, konsep, prinsip, generalisasi/dalil, hukum, teori, nilai, prosedur/metode, keterampilan dan masalah. 8
  • 9. 4. Latihan Latihan adalah berbagai bentuk kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh siswa setelah membaca uraian sebelumnya. Gunanya untuk memantapkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap tentang fakta/data, konsep, prinsip, generalisasi/dalil, teori, prosedur, dan metode. 5. Rambu-rambu Jawaban latihan Kegunaan rambu-rambu jawaban ini adalah untuk mengarahkan pemahaman siswa tentang jawaban yang diharapkan dari pertanyaan atau tugas dalam latihan dalam mendukung tercapainya kompetensi pembelajaran. 6. Rangkuman Rangkuman adalah inti dari uraian materi yang disajikan pada kegiatan belajar dari suatu modul, yang berfungsi menyimpulkan dan memantapkan pengalaman belajar (isi dan proses) yang dapat mengkondisikan tumbuhnya konsep atau skemata baru dalam pikiran siswa. 7. Tes Formatif Tes formatif ini bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Hasil tes formatif digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan ke pokok bahasan selanjutnya. 8. Kunci Jawaban Tes Formatif dan Tindak Lanjut Kunci jawaban te formatif pada umumnya diletakkan dibagian paling akhir suatu modul. Jika kegiatan belajar berjumlah 2 buah, maka kunci jawaban tes formatif terletak setelah tes formatif kegiatan 2, dengan halaman tersendiri. Tujuannya agar siswa benar-benar berusaha mengerjakan tes tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu. Tindak lanjut Di dalam kunci jawaban tes formatif, terdapat bagian tindak lanjut yang berisi kegiatan yang harus dilakukan siswa atas dasar tes formatifnya. Siswa diberi petunjuk untuk melakukan kegiatan tindak lanjutan, seperti; terusmempelajari kegiatan belajar berikutnya bila ia berhasil dengan baik yaitu mencapai tingkat penguasaan 80% dalam tes formatif yang lalu, atau mengulangi kembali mempelajari kegiatan belajar tersebut bila hasilnya masih dibawah 80% dari skor maksimal. 9
  • 10. 2.3 Cara Mengembangkan Modul Modul dapat dikembangkan dengan berbagai cara antara lain melalui adaptasi, kompilasi dan menulis sendiri. 1. Adaptasi Modul Adaptasi modul ialah bahan belajar yang dikembangkan atas dasar buku yang ada di pasaran. Sebelum pembelajaran berlangsung, guru, dosen, atau widiaiswara mengidentifikasi buku-buku yang ada (di toko buku atau perpustakaan) yang isinya relevan dengan materi yang akan diajarkan.1 Setelah itu guru, dosen atau widyaiswara memilih salah satu buku tersebut sebagai bahan belajar yang digunakan untuk satu mata pelajaran/diklat. Buku tersebut digunakan dalam kegiatan pembelajaran secara utuh atau sebagian dengan dilengkapi panduan belajar. Pengembangan panduan belajar bersifat melengkapi buku tersebut dengan semacam petunjuk mempelajarinya. Panduan belajar untuk melengkapi buku antara lain berisi: 1) Overview dan rangkuman dari topik-topik yang wajib dipelajari peserta didik; 2) Peta atau diagram yang menggambarkan keterkaitan topik-topik yang akan dipelajari peserta didik; 3) Rumusan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dikuasai peserta didik; 4) Daftar Pustaka yang relevan 5) Petunjuk bagi peserta didik tentang topik mana yang harus dipelajari dan topik mana yang tidak perlu dipelajari. 6) Penjelasan tambahan (tertulis atau lisan yang direkam) untuk menjelaskan topik-topik yang dianggap salah, bias, kadaluarsa, serta membingungkan peserta didik. 2. Kompilasi Modul Kompilasi modul ialah bahan belajar yang dikembangkan atas dasar buku-buku yang ada di pasaran, artikel jurnal ilmiah dan modul yang sudah ada sebelumnya. Kompilasi di lakukan oleh guru, dosen atau widiaiswara dengan menggunakan garis-garis besar program pembelajaran/pelatihan (GBPP) atau silabi yang disusun sebelumnya. Prosedur Kompilasi Kompilasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, modul dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata diklat seperti tercantum dalam Daftar Pustaka di GBPP. 2) Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, modul dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP 3) Fotocopy seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP 4) Pilihlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan Pokok Bahasan sesuai dengan GBPP 5) Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Pokok Bahasan 6) Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Pokok Bahasan kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagikan kepada peserta didik) Ada satu hal penting yang harus diperhatikan oleh guru, dosen atau widiaiswara dalam melakukan kompilasi, yaitu harus memperhatikan masalah hak cipta. Untuk buku-buku atau bahan lain yang dilindungi hak cipta maka penggunaan atau pengkopiannya wajib memperoleh ijin dari pemegang hak cipta. 10
  • 11. 3. Menulis Menulis adalah cara pengembangan modul yang paling ideal. Menulis modul memiliki tingkat kesulitan tertinggi dibanding dengan kedua cara lain yang telah diuraikan terdahulu. Ada beberapa syarat atau asumsi yang harus dipenuhi dalam penulisan modul. Asumsi-asumsi tersebut adalah: a. guru, dosen atau widiaiswara adalah pakar bidang ilmu tertentu atau menguasai dengan baik dalam bidangnya. b. guru, dosen atau widiaiswara mempunyai kemampuan menulis c. guru, dosen atau widiaiswara mengerti kebutuhan peserta didik dalam Ilmu atau mata pelajaran tersebut. Ada beberapa acuan yang harus digunakan oleh penulis dalam penulisan modul. Modul ditulis berdasarkan: 1) Kurikulum , 2) Satuan acara pembelajaran atau SAP, dan 3) garis-garis besar isi modul (GBIM). Penulisan modul sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut; 1) perencanaan, 2) penulisan, 3) review, ujicoba dan revisi, 4) finalisasi dan pencetakan. Sampai disini anda telah menyelesaikan kegiatan belajar 1 dari modul. Sebelum melangkah pada kegiatan belajar 2, kerjakanlah tugas berikut ini : Tugas 1 1. Jelaskan tentang cara-cara pengembangan modul! 2. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penulisan modul! 3. Sebutkan komponen-komponen yang harus dikembangkan dalam penulisan modul! 11
  • 12. KEGIATAN BELAJAR 2 2.4. Langkah-langkah Pengembangan Modul. Langkah-langkah pengembangan modul sebagai berikut : A. Tahap Perencanaan Penulis hendaknya terlibat sejak dalam tahap perencanaan sehingga ia benar-benar mengetahui tentang tujuan yang ingin dicapai dan materi yang harus disajikan. Para ahli dan penulis ini berkumpul bersama untuk menyusun Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM) atau Garis-Garis Isi Pembelajaran/Pelatihan (GPPP) yang akan dijadikan pedoman dalam penyusunan modul. GBIM merupakan cetak biru (blueprint) bagi modul yang akan ditulis dan biasanya dituangkan dalam suatu format matrik yang memuat berbagai aspek terutama menyangkut kompetensi, dan cakupan materi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan GBIM modul1 : a. Siapakah peserta diklat yang akan memanfaatkan bahan belajar tersebut? b. Apakah kompetensi atau tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus yang ingin dicapai? c. Materi/isi pelajaran apa yang akan disajikan? d. Bagaimanakah urutan penyajian materi pelajaran tersebut? e. Metode mengajar dan media apa yang akan digunakan? f. Bila akan digunakan media cetak, media apakah yang merupakan pendukung media cetak tersebut? g. Bagaimanakah penilaian yang akan dilakukan terhadap peserta diklat? h. Bagaimanakah alokasi waktu untuk setiap materi pelajaran atau setiap mata diklat? i. Bagaimanakah bahan belajar akan dinilai dan direvisi? B. Tahap Penulisan Seperti telah dijelaskan dalam bagian terdahulu, bahwa dari tahap perencanaan diharapkan dapat dihasilkan suatu rencana modul yang dituangkan dalam Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM ini berisi tentang sasaran atau peserta diklat, tujuan umum dan tujuan khusus, materi atau isi pelajaran, media yang digunakan dan strategi penilaian. Anda sebagai penulis, sebaiknya menggunakan GBIM secara cermat, untuk kemudian melakukan langkah berikutnya yaitu: 1. persiapan outline, 2. penulisan. 12 TAHAP PERENCANAAN Penyusunan Garis Besar Isi Modul (GBIM) TAHAP PENULISAN - Persiapan Outline/ teman sejawat - Menulis Draf 1 - Melengkapi Draf 1 menjadi Draf 2 TAHAP REVIEW/UJI COBA DAN REVISI - Review ahli dan teman sejawat - Uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan TAHAP FINALISASI DAN PERCETAKAN - Pembuatan naskah modul - Percetakan
  • 13. 1. Mempersiapkan outline/Rancangan a. Menentukan topik yang akan dimuat b. Mengatur urutan topik-topik sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran c. Mempersiapkan outline. Berikut ini adalah contoh rancangan atau outline sebuah modul. Rancangan di atas sekedar contoh. Anda dapat membuat rancangan yang berbeda dengan contoh di atas, misalnya Anda membuat yang lebih rinci lagi. 2. Penulisan a. Menulis draft 1 Setelah Anda mempersiapkan outline, langkah berikutnya adalah mencoba menulis draft 1. Ada beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam menulis draft . - Apakah Anda telah menulis dalam bahasa yang umum dipakai, dan menggunakan bahasa yang akrab seperti menyapa peserta diklat dengan sapaan “Anda”, dan saya bagi penulis? - Apakah Anda telah menggunakan pertanyaan retorik secara tepat misalnya pada awal uraian diberikan pertanyaan retorik kemudian Anda menjawabnya dalam uraian berikutnya? - Apakah Anda telah menghindari penggunaan sebuah kata yang terlalu sering, sementara Anda dapat menggantinya dengan kata lain? - Apakah Anda telah menggunakan bahasa preciese atau jelas daripada bahasa yang abstrak dan tidak jelas? - Apakah Anda telah berusaha menggunakan bahasa/kalimat aktif dari kalimat pasif? - Apakah Anda telah menggunakan kalimat yang cukup jelas, pendek dan sederhana? - Apakah Anda telah menggunakan paragraf secara tepat? - Apakah telah jelas point pembelajaran dalam setiap paragraf? - Apakah Anda telah menghindari lebih dari satu point pembelajaran dalam setiap paragraf? - Apakah Anda telah memberikan aktivitas dan feedback secara tepat? Pendahuluan Kegiatan Belajar 1...(judul) Sub-sub judul, uraian, contoh- contoh, ilustrasi atau diagram, latihan Kegiatan Belajar 2...(judul) Sub-sub judul, uraian, contoh- contoh, ilustrasi atau diagram, latihan Penutup 13
  • 14. Cobalah Anda menulis draft 1 kemudian mereview tulisan Anda sendiri berdasarkan pertanyaan- pertanyaan di atas. b. Melengkapi draft 1 menjadi draft 2 Setelah Anda selesai menulis draft 1 dan coba mereview berdasarkan pertanyaan di atas, tugas berikutnya adalah melengkapi draft 1 menjadi draft 2. Sekarang Anda telah memahami apa kekurangan dan kelebihan dari tulisan Anda. Ada beberapa pertanyaan dalam menilai draft 2 - Sudahkah Anda membuat tulisan Anda jelas bagi peserta diklat tentang apa yang mereka harapkan dari tulisan Anda? - Sudahkan Anda menghindari bahasa yang membingungkan? - Apakah semua uraian cukup jelas bagi peserta diklat? - Apakah tata letak, contoh, gambar-gambar dibuat dalam efek yang menarik? - Apakah peserta diklat sudah diarahkan bila mereka harus mendengarkan radio, menonton program video, atau melakukan praktek? - Apakah Anda telah membuat tes mandiri “self assessment” dengan frekuensi yang cukup dan relevan terhadap tujuan belajar? - Apakah feedback/umpan balik yang Anda berikan cukup membantu peserta diklat dalam mencocokkan jawaban mereka? - Apakah Anda telah menetapkan waktu yang realistis bagi peserta diklat dalam melakukan suatu aktivitas? c. Menulis tes/penilaian hasil belajar peserta diklat Pengembangan bahan tes atau penilaian pada dasarnya tidak terlepas dari pengembangan bahan belajar itu sendiri. Penulis hendaknya mampu memilih metode, teknik dan alat penilaian yang tepat, sehingga dapat mengukur pencapaian tujuan secara tepat. Pada dasarnya ada dua penggunaan hasil penilaian dalam proses belajar mandiri, yaitu: - Untuk membantu peserta diklat dalam memperbaiki kegiatan belajar mereka. - Untuk memberikan laporan tentang apa yang telah mereka pelajari. Penggunaan hasil penilaian yang pertama sering disebut tes formatif karena dimaksudkan untuk membantu peserta diklat belajar. Yang kedua disebut tes sumatif karena untuk menginformasikan tentang pencapaian hasil belajar. LATIHAN ! 1. Jelaskan langkah-langkah dalam mempersiapkan out- line sebuah modul! 2. Jelaskan langkah-langkah dalam menulis modul! 3. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan jika Anda menulis modul? 14 14
  • 15. C. Tahap Review, Uji Coba dan Revisi 1. Review Dalam kegiatan ini anda meminta beberapa orang untuk membaca draft Anda secara cermat dan mintalah kritik dari mereka, biarkan mereka memberikan komentar yang konstruktif. Siapa sajakah yang dapat Anda harapkan menjadi reviewer? Ada tiga kelompok reviewer, yaitu : - Ahli materi/ahli bidang studi, - Ahli media/ahli instruksional, - Teman sejawat/tutor yang sering berhubungan dengan peserta diklat. 2. Uji Coba a. Uji coba tatap muka dalam kelompok kecil Untuk uji coba ini Anda membutuhkan dua atau tiga peserta diklat sebagai sampel. Sampel hendaknya dari peserta diklat yang akan mempelajari bahan belajar ini. Peserta diklat tersebut diminta untuk mengerjakan /mempelajari draft modul yang telah diperbaiki berdasarkan hasil re- view ahli materi, ahli media dan teman sejawat. Mintalah mereka untuk mengerjakannya secara santai/rilex dan dalam keadaan wajar-wajar saja. Kemudian mintalah peserta diklat untuk memulai. Apabila uji coba yang telah Anda lakukan sejauh ini belum memberikan semua informasi yang Anda butuhkan, Anda memerlukan suatu uji coba yang lebih ‘‘realistic’’ yang disebut uji coba lapangan “field trials’’. b. Uji coba lapangan Dalam uji coba ini anda membutuhkan sampel peserta diklat lebih banyak, katakan 20 – 30 orang. Anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut. - Mintalah peserta diklat untuk menyelesaikan test dalam pelajaran tersebut, baik sebelum atau sesudah membaca modul Anda. - Mintalah mereka untuk mengisi “kuesioner/ daftar pertanyaan yang meminta komentar mereka tentang: - Berapa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan bahan belajar tersebut? - Bagaimana mengenai kemudahan/ keterkaitan dan kegunaan bahan belajar tersebut? - Bagaimana yang mereka sukai dan tidak mereka sukai? - Interview beberapa peserta diklat dan amati bagaimana tanggapan umum mereka terhadap bahan belajar dan bagaimana saran mereka untuk perbaikan bahan belajar tersebut. 3. Revisi Tujuan diadakannya review dan uji coba adalah untuk perbaikan bahan belajar. Bila semua informasi atau komentar yang didapatkan dari ahli materi, ahli media dan teman sejawat dipakai untuk memperbaiki bahan belajar, sebenarnya kita telah mendapatkan bahan belajar yang cukup baik. Apalagi bila hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan dijadikan dasar untuk perbaikan modul, maka kita telah mendapatkan modul yang lebih baik lagi. Dengan demikian modul tersebut telah siap untuk masuk dalam tahap berikutnya yaitu tahap “finalisasi” atau penyelesaian. 15
  • 16. D. Finalisasi dan Percetakan Uraian Setelah modul direview, diuji coba dan direvisi maka langkah berikutnya adalah finalisasi dan pencetakan. Finalisasi berarti kita melihat kembali kebenaran text dan kelengkapan modul sebelum modul siap untuk dicetak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap finalisasi. - Apakah text telah sempurna (tidak salah ketik)? - Apakah ilustrasi yang diminta telah lengkap? - Apakah catatan kaki dan daftar pustaka telah lengkap? - Apakah penomeran halaman sudah benar? Dalam pencetakan modul yang penting untuk diperhatikan adalah: - typografi/tata huruf , heading, penomeran halaman dan catatan kaki, layout, ilustrasi, penggunaan warna. Dengan memperhatikan masalah tersebut diharapkan hasil pencetakan dapat dibaca dengan baik, enak dibaca, memiliki daya pikat terhadap pembaca, jelas batas uraian dan pemenggalan bahasanya, dan tata letak sesuai dengan umur dan tingkat kemampuan pembaca. Dalam pencetakan modul lembaga pembuat modul dapat menempuh 2 cara : 1. pencetakan diserahkan ke percetakan, 2. pencetakan dilakukan di kantor sendiri, dengan menggunakan desktop Publishing. Desktop Publishing adalah suatu sistem pencetakan dengan memanfaatkan komputer yang mampu untuk mengatur text dan grafik dengan memanipulasi gambar yang tampak dilayar. TUGAS : 1. Mengapa dalam pengembangan modul perlu perencanaan yang mantang? 2. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam merencanakan modul? 3. Faktor-faktor apakah yang perlu diketahui tentang peserta diklat dalam rangka perencanaan modul? 4. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi? 5. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam rangka pemilihan media? 6. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan? 16
  • 17.  Menurut Amin Widjaja prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan.  Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002 :538).  Menurut National Centre for Competency Based Training (2007), Modul adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan oleh guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran.  Komponen-komponen utama yang perlu tersedia di dalam modul, yaitu : a. Tinjauan mata pelajaran, b. Pendahuluan, c. Kegiatan belajar, d. Latihan; e. Rambu-rambu jawaban latihan, f. Rangkuman, g. Tes formatif, dan h. Kunci jawaban tes formatif.  Modul dapat dikembangkan dengan berbagai cara antara lain melalui : a. Adaptasi Modul, b. Kompilasi Modul dan c. Menulis sendiri.  Langkah-langkah pengembangan modul meliputi : a. Tahap Perencanaan b. Tahap Penulisan c. Tahap Review, Uji Coba dan Revisi d. Finalisasi dan Percetakan. D. Rangkuman 17
  • 18. 2.5 Definisi Pembelajaran Berbasis Web/Website Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam Internet. Web merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer server yang berada di seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet. Hampir 80% layanan internet adalah website. Faktor utama yang yang membuat website begitu cepat berkembang adalah karena penyebaran informasi melalui website sangat cepat dan mencakup area yang luas (mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, Disamping itu, saat ini juga lagi tren pembuatan website pribadi atau blog. Perkembangan yang sangat pesat telah membuat dunia baru yang kita sering sebut dengan dunia maya. Melalui dunia maya kita dapat melakukan aktifitas apa saja layaknya seperti dunia nyata yang kita hadapi sehari- hari. Misalnya jika kita hendak membeli sesuatu, kita bisa mengakses website ecommerce kemudian melakukan transaksi jual beli secara online dan barang yang kita beli akan sampai di rumah kita. Begitu juga halnya, kalau ingin kuliah, kita tinggal mendaftar pada website-website yang menyediakan jasa e-learning. Proses perkuliahannya dapat dilakukan secara online walaupun dibatasi oleh jarak. Bahkan dengan adanya website kita bisa memesan tiket pesawat, pesan makanan, transaksi perbankan dan lain sebagainya. Semua bisa dilayani oleh internet melalui media yang disebut website. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti.1 Dalam pengelompokan jenis website lebih diarahkan pada fungsi, sifat dan bahasa pemograman yang digunakan. Adapun website menurut sifatnya adalah: a. Website dinamis merupakan website yang menyediakan content atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saaat. Misalnya website berita, seperti detik.com, kompas.com, dan lain sebagainya. b. Website statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang diubah. Misalnya, website profil organisasi.2 Adapun kalau ditinjau dari segi tujuan, maka bisa dibagi menjadi beberapa website atas: a. Personal web, website yang berisi informasi pribadi seseorang. b. Corporate web, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan c. Purtal web, website yang mempunyai banyak layanan. Mulai dari layanan berita, email, dan jasa-jasa yang lainnya. d. Forum web, sebuah web yang bertujuan sebagai media diskusi. c. Selain disebut diatas, ada juga website e-Government, e-Banking, e-Payment, dan lain sebagainya. 18
  • 19. a. Konsep Pembelajaran Berbasis Web Pembelajaran berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan.1Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran yang memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sabagai pemeblajaran berbasis web. Yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis web adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada ruang dan waktu untuk mengakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan dimana. Selama komputer saling terhubung dengan jaringan internet akan memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi. Cara belajar melalui web syarat utama yang harus dipenuhi yaitu adanya akses dengan sumber informasi melalui internet. Selanjutnya adanya informasi tentang dimana letak sumber informasi yang ingin kita dapatkan. Ada beberapa sumber data yang dapat diakses dengan bebas dan gratis, tanpa proses administrasi pengaksesan yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya diakses oleh pihak yang memang telah diberi otorisasi pemilik sumber informasi. Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web kemudian diakses melalui komputer, web digunakan bukan hanya sebagai media alternative pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumen atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tidak dimiliki kertas maupun yang lain. Pembelajaran berbasis web itu unik tapi serius. Yang dimaksud serius disini adalah merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajarn berbasis web tidak semudah yang dibayangkan. Selain infrastruktur internet, Pembelajaran berbasis web memerlukan sebuah model instruktur yang memang dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. Model intruksional merupakan komponen vital yang menentukan keefektifan proses belajar. Adapun model intruksional yang dirancang, interaktivitas antara peserta didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar harus mendapatkan perhatian khusus.1 Monitoring proses pembelajaran berbasis web lebih sulit dari pada diruang kelas. Menyediakan bahan ajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik untuk terlibat dalam berbagai kegiatan belajar. Satu hal yang perlu diingat bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula. 19
  • 20. 2.6 Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web Pembelajaran berbasis web dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal ini membuat pembelajaran berbasis web ini efektif pada dasarnya bergantung pada pandangan dari pemegang kepentingan. Oleh karena itu sulit menentukan prinsip utama yang setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis web diantaranya: 1. Interaksi Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasistas berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based Instruction). Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama. Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antar manusia, tetapi menyediakan keterhubungan isi, dimana setiap orang dapat membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan lapisan belajar terdalam yang tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media. 2. Ketergunaan Ketergantungan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua element penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain). 3. Relevansi Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri dan sedikit mengembangkan e- learning yang berhasil melalukan kombinasi ini1. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten(materi). Jadi prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis web adalah harus adanya interaksi atau komunikasi antar peserta, maupun instruktur dalam lingkungan belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Kemudian harus ada ketergunaan yaitu bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran. Dan juga harus ada relevansi setiap informasi yang spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias. Selain prinsip di atas, pembelajaran berbasis web memerlukan kerja sama banyak orang dalam merefleksikan banyak kemungkinan skenario desain. Dalam pengajaran ini merupakan bagian penting dari tim pengembangan. 20
  • 21. Beberapa langkah yang harus diperhatiakn oleh pengajar dalam hal ini, diantaranya: 1. Pengajar harus secara aktif terlibat dengan proses pendidikan dan harus memahami kebutuhan dan harapan peserta didik. 2. Pengajaran harus berkolaborasi dengan peserta didik untuk mengumpulkan ide-ide mereka tentang apa yang seharusnya tercakup dalam pelajaran atau kurikulum online 3. Pengajar harus sangat akrab dengan bidang-bidang utama persoalan yang diajarkan agar relevan. 4. Pengajaran harus mempunyai ide yang baik yang menjadi keunggulan setiap pelajaran dalam keseluruhan perencanaan kurukulum, informasi dan aktivitas keterampilan yang tercakup dalam struktur tertentu. 5. Pengajaran juga akan memehami bagaimana pembelajaran yang layak secara individual. Kapan suatu pelajaran itu perlu dikembangkan sebagai perubahan keseluruhan kurikulum terhadap arah baru atau perluasan yang mempertemukan tuntutan baru. Pengajar punya perasaan yang baik tentang pengajaran individual yang mana perlu dikembangkan, dan dimana yang perlu dimodivikasi dari seluruh kurikulum.1 Peserta didik dalam lingkungan akademik online harus dapat berfikir secara kritis, tidak semata-mata mengingat informasi, melainkan juga dapat menerapkan pengetahuan mereka pada situasi baru. Cara mendesain kurikulum dan mata pelajaran yang harus merefleksikan kemajuan peserta didik melaui serangkaian kegiatan yang cermat untuk menciptakan dan mengawasi pengalaman belajar. Untuk mendidik yang berhasil, peserta didik harus disiapkan pada kegiatan online. Membantu peserta didik menggunakan teknologi penemuan dalam mata pelajaran online dan sosialisasi peserta didik pada pekerjaan yang lainnya melaui internet dan komponen penting bagi keberhasilan. Pembelajaran berbasis web yang efektif meliputi kelas-kelas atau paling tidak modul-modul yang membantu peserta didik yang menyesuaikan diri pada pendidikan yang memnafaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronik Mata pelajaran online dapat meningkatkan partisipasi semua peserta didik. Selama proses pembelajaran, misalnya semua peserta didik didorong untuk berpartisipasi. Setiap orang mempunyai kesempatan menjadi pendengar. Kegiatan ini akan dirasakan sulit jika belajar di kelas saja. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tergantung pada keefektifan peralatan teknis yang digunakannya dalam menampilkan materi pembelajaran. Para peserta didik sering menilai proses pembelajaran berhubungan dengan kesenangan dirinya dengan peralatan yang digunakannya dan kemampuan pengajar membantu mereka untuk belajar lebih mudah. 21
  • 22. 2.7 Faktor Pendukung Kelancaran Pembelajaran Berbasis Web Faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web, meliputi: 1. Menikmati penggunaan dengan internet Pengajar harus menikmati penggunaan internet. Peserta didik sering menggunakan internet, maka pengajar harus mengikuti trend dalam desain dan informasinya. Pengajar harus merasa nyaman melakukan brosing web untuk mendapatkan informasi yang tersimpan dalam jutaan situs secara potensial dan database. Pengajar perlu akrab dengan bermacam-macam search mesines. Pengajar harus harus menjadi peneliti online yang efisien sesuai yang dicita-citakan, yaitu menjadi seorang desainer informasi yang kompeten yang mengikuti pemakaian inter- tatap muka dan teknologi pendidikan. Jika pengajar sedang bekerja seperti itu atau melakukan kegiatan secara online, maka harus menikmati lingkungan kerja tersebut dan dapat mendiskusikan berita-berita dari internet dengan peserta didik. 2. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan Menekankan pentingnya perencanaan yang strategis. Apakah pengajar seorang diri atau kelopok yang bertanggungjawab untuk perencanaan ini. Pengajar perlu memerlukan pemetaan yang jelas dan visi efektif yang dijunjung. Downey menyerahkan bahwa penyerahan yang strategis suatu tim terdiri dari teknologi, administrator, ahli-ahli penyampaian materi, tujuan pemakaian. 3. Mengimplementasikan kurikulum Setelah kurikulum dan desain website dibuat perencanaannya tahap selanjutnya adalah mengimplementasikannya. Pengajar harus memahami bagaimana mengoprasikan pembelajaran online dan membuat alasan mengapa pengajar merancang dengan cara tertentu. Jika pengajar akan mengajar dengan pembelajaran online, pengajar perlu mempersiapkan dengan baik. Sebelum kelas dimulai, pengajar harus belajar secara khusus masalah website dan peralatan yang akan pengajar gunakan. Memahami pengetahuan dalam membuat pembelajaran online yang efektif dapat membantu pengajar, tidak hanya ketika pengajar mengajar di elas tetapi juga dapat pembelajaran dan bahan-bahan kurikulum berikutnya atau perlunya perbaikan terhadap website yang dibuat. 2.8 Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web Kruse menyatakan dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for learning” yang dimuat dalam situs www. elearningguru.com mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis web sering kali memiliki manfaat yang banyak bagi peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis web bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran serta mengurangibiaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang jajan/ biaya transportasi sekolah). Dikarenakan sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran dianggap telah memberikan flexibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Pengantar materi pembelajaran tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pembelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini terbentuk data digital yang bisa di decode (diuraikan) melaui perangkat elektronik seperti komputer, smartphone, telepon seluler atau piranti elektronik lainnya. 22
  • 23. 2.9 Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web Sebagai media pembelajaran pada umunya, pembelajaran berbasis web pun memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan: 1. Kelebihan Pembelajaran Berbasis Web a. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun. b. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual. c. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar. d. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar. e. Dapat mendorong pebelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam belajar f. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran g. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan h. Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah. 2. Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web a. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemndirian dan motivasi pembelajar. b. Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. c. Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. d. Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam. Dengan menggunkan pembelajaran berbasis web, pebelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi. 23
  • 24.  Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam Internet.  Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan.  Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web meliputi : a. Interaksi b. Ketergunaan dan c. Relevansi  Faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web, meliputi: a. Menikmati penggunaan dengan internet b. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan c. Mengimplementasikan kurikulum  Kelebihan pembelajaran berbasis web antara lain : a. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun. b. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual. c. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar. d. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.  Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web a. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemndirian dan motivasi pembelajar. b. Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. c. Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. d. Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam. Dengan menggunkan pembelajaran berbasis web, pebelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi. Rangkuman - 24
  • 25. TES FORMATIF Berilah tanda silang (X) pada pilihan A, B, C dan D sesuai jawaban yang benar. 1. Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan merupakan definisi menurut .... A. Amin Widjaja C. Zaki Baridwan B. Panen D. Sungkono 2. Yang merupakan komponen-komponen modul dibawah ini, kecuali.... A. Tinjauan Mata Pelajaran C. Pendahuluan B. Petunjuk Belajar D. Kegiatan Belajar 3. Uraian atau penjelasan secara rinci tentang isi pelajaran yang diikuti dengan contoh-contoh konkrit dan non contoh merupakan pengertian dari.... A. Tinjauan Mata Pelajaran C. Pendahuluan B. Petunjuk Belajar D. Kegiatan Belajar 4. Cara mengembangkan medul melalui tiga cara yaitu.... A. Adaptasi, kompilasi dan menulis sendiri C. Menulis sendiri, evaluasi dan peta gambar B. Adaptasi, overview dan menulis sendiri D. Menulis sendiri, Kompilasi dan evaluasi 5. Langkah-langkah penulisan modul dibawah ini yang benar, kecuali.... A. Perencanaan, penulisan, review, ujicoba dan revisi, finalisasi dan pencetakan. B. Perencanaan, uji coba, evaluasi dan Percetakan C. Perencanaan, review, uji coba, dan penulisan D. Penulisan, percetakan, uji coba dan perencanaan 6. Persiapan Outline/teman sejawat, Menulis Draf 1, Melengkapi Draf 1 menjadi Draf 2, berdasarkan ciri-ciri diatas merupakan langkah-langkah penulisan modul pada tahapan.... A. Perencanaan C. Penulisan B. Review uji coba dan revisi D. Finalisasi dan Percetakan 7. Dalam mempersiapkan outline/rancangan dalam penulisan seharusnya mengikuti langkah-langkah berikut, kecuali.... A. Menentukan topik yang akan dimuat B. Mengatur urutan topik-topik sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran C. Mempersiapkan outline D. Melakukan observasi mata pelajaran 25
  • 26. 8. Melihat atau meninjau ulang modul sebelum dicetak merupakan pengertian dari.... A. Percetakan C. Finalisasi B. Review D. Uji Coba 9. Menurut kamu apakah istilah lain dari web .....? A. Internet C. Modul B. Intranet D. World Wide Web 10. Yang termaksud faktor pendukung kelancaran pembelajaran berbasis web dibawah ini kecuali,,,, A. Menikmati penggunaan dengan internet B. Pertimbangan-pertimbangan penting dalam perencanaan C. Membaca modul sebelum dicetak D. Mengimplementasikan kurikulum 26
  • 27. E. LATIHAN Setelah membaca materi diatas untuk mengetahui sampai dimana tingkat penguasaan materi yang telah dibahas diatas, silahkan berlatih soal-soal berikut ! Pentunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat 1. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi ? 2. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan ? 3. Mengapa pembelajaran berbasis web penting untuk diketahui seorang tenaga pendidik ? 4. Apakah kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbaisi web ? F. TES MANDIRI Cocokkan jawaban anda dengan menggunakan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasan anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dan 2. Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban kalian yang benar X 100% 10 Ket : Akumulasi tingkat penguasaan terhadap materi pembelajaran :  90% -100% = Baik Sekali  80% -89% = Baik  70% -79% = Cukup Baik  <70% = Kurang Apabila tingkat penguasaan anda telah mencapai 80% atau lebih , anda dapat meneruskan kegiatan belajar selanjutnya.Tetapi, apabila nilai tingkat pengusaan anda masih dibawah 80%, maka harus mengulangi kegiatan belajar 1 maupun kegiatan belajar 2, terlebih bagian yang belum anda kuasai. 27
  • 28. BAB IV EVALUASI A. Maksud dan Tujuan Evaluasi Sebagaima dalam upaya mengetahuai proses perkembangan pembelajaran seperti yang dimaksud dalam modul ini, kegiatan evaluasi perlu dilakukan secara berstuktur . Setelah anda mempelajari seluruh materi dari modul ini, disiapkan contoh instrumen soal dari setiap materi pembahasan maupun dalam tes formatif tujuannya untuk mengujikan kemampuan anda terhadap materi dalam modul ini. Adapun maksud dan tujuan kegiatan evaluasi, dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Untuk memberikan panduan kepada anda agar memiliki standar isi yang seragam 2. Untuk mengetahui tingkat penerimaan dan pemahaman anda terhadap materi garis besar yang dikembangkan dalam modul ini. 3. Untuk mengetahui tingkat kesulitan materi modul, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan langkah penyesuaian di masa yang akan datang. 4. Untuk memberikan masukan sebagai dasar perbaikan isi modul, strategi penyampaian, dan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan evaluasi diberikan dalam bentuk pengujuian tertulis melalui insrtumen pilihan ganda, dimana pertanyaan pilihan ganda berjumlah 10 item. Dalam pertanyaan bernilai (skor) 1, sehingga total skor adalah 10. Kemudian, skor tersebut diolah dalam bentuk nilai 1 sampai 100. Tingkat keberhasilan, pemahaman serta daya serap Anda terhadapa modul ini ditentukan dan diperoleh skor total dari jawaban yang benar ditentukan dari perolehan skor total dari jawaban yang benar dengan kriteria pembobotan seperti terurai dibawah ini. Nilai Predikat 90-100% Baik sekali 80-89% Baik 70-79% Cukup Baik 60-69% Kurang B. Materi Evaluasi A. Ruang lingkup materi evaluasi Materi yang dievaluasikan dalam modul ini meliputi prosedur pengembangan modul, komponen- komponen modul, cara pembuatan modul serta langkah-langkah pengembangan modul. B. Aspek evaluasi a. Aspek penguasaan materi bagi peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. b. Aspek pengembangan sikap dan kreativitas, terutama dalam mempresentasikan materi pembelajaran. c. Aspek keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dalam kelas. d. Aspek keterampikan dalam melakukan tugas dan unjuk kerja. 28
  • 29. C. Soal Evaluasi 1. Mengapa penilaian perlu dibicarakan sejak tahap perencanaan? 2. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penulisan modul! 3. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan jika Anda menulis modul? 4. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam penentuan isi dan uraian materi? 5. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam rangka pemilihan media? 6. Sebutkan berbagai media yang terkait pembelajaran berbasis web? 7. Faktor apakah yang mendukung pembelajaran berbasis web ! 8. Jelaskan secara singkat fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web ? 29
  • 30. A. Tindakan lanjutan Bagi anda yang sudah dapat menjawab benar sebanyak 80% atau lebih dari seluruh soal evaluasi, dapat mengembangkan pemahaman kalian tentang prosedur pengembangan modul. Adapun bagi yang belum mencapai belajar tuntas 80%, dapat mengulangi belajar dengan memilih materi-materi yang masih dianggap sulit secara lebih teliti atau dengan diskusi bersama teman maupun dosen kalian. B. Harapan Modul ini adalah salah satu bahan ajar mata kuliah Media Pembelajaran. Namun, harus dimengerti pula bahwa modul ini bukanlah satu-satunya rujukan bagi kalian. Untuk melengkapi pengetahuan anda tentang berbagai pengetahuan alam tersebut, maka sangat rugi jika tidak menambah referensi dengan banyak membaca buku-buku tentang Media Pembelajaran ataupun ensiklopedia dan berbagai sumber pembelajaran lainnya. Semoga modul ini dapat menyajikan materi pembelajaran secara menarik dan menyenangkan, sehingga proses pembelejaran bisa berlangsung efektif dan efesien serta tujuan dari proses pembelajaran pun dapat tercapai dengan baik. BAB IV PENUTUP 30
  • 31. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1991. Writing for Distance Education, Samples, In- ternational Extension College, Cambridge. Arief, S. Sadiman, dkk. 1986. Media Pendidikan, CV Rajawali, Jakarta. Gachuchi, D. 1989. Handbook for Designing and Writing Dis- tance Education Materials, DSE, Bonn. Jenkins, Janet. 1987. Course Development, A manual for Editors of Distance Teaching Materials, London:IEC Lewis, Roger, and Paine, Nigel, 1985. How to Communicate with the Learner (open Learning Guide 6), Council for Educational Technology, London.Pat Heim, Ph.D, Elwood, N, Chapman. Learning to Lead, An Action Plan for Succes, (A Self-Improvement Program for Manager)Rowntree, Sungkono, dkk. (2003). Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: FIP UNY. Tian Belawati, dkk. (2003). Pengembangan Bahan Ajar . Jakarta: Pusat Penerbitan UT. Universitas Terbuka (1997). Panduan Operasional Penulisan Modul. Jakarta: UT Yuhefizar, Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunkan Content Mangement System Jomla CMS, (Jakarta : PT Gramedia, 2009) Mukhtar dan Iskandar, Desain Pembelajaran Berbasis TIK, (Jakarata: Referensi, 2012) Rusman, Model-Model Pembelajaran (Jakarta : Rajawali Pers, 2011) Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung :Alfabeta, 2010)
  • 32. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. A 2. B 3. D 4. A 5. A 6. C 7. D 8. C 9. D 10. C