SlideShare a Scribd company logo
SUTRADARA
Zainul Arifin, S. Kom
TEKNIK PRODUKSI DAN PENYIARAN PROGRAM RADIO DAN PERTELEVISIAN
SMK NEGERI 1 PUNGGNGING - MOJOKERTO
PENGERTIAN
• Sutradara Televisi adalah Sebutan bagi seseorang yang mempunyai
profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama
ataupun Nondrama, dalam produksi single ataupun Multi Camera.
(Naratama : 2004)
• Sutradara film adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film
sesuai dengan manuskrip, pembuat film juga digunakan untuk merujuk
pada produser film. Manuskrip skenario digunakan untuk mengontrol
aspek-aspek seni dan drama.
PENGERTIAN
• 3 dasar konsep harus dipahami oleh Sutradara, yakni :
a. What People Want To See
b. What People Need To See
c. What People Want and Need To See
• Filosofi dalam penutradaraan televisi merupakan sebuah daya pemikiran
atas nilai-nilai seni visual yang diwujudkan dalam kenyataan visual itu
sendiri.
BEDA SUTRADARA DENGAN PENGARAH ACARA
• Director (Sutradara), seorang yang bertanggung jawab terhadap
kualitas gambar (film) yang tampak di layar dimana di dalamnya ia
bertugas mengontrol teknik sinematik, penampilan pemeran, kredibilitas
dan kontinuitas cerita yang disertai elemen-elemen dramatik pada
produksinya.
• Pengarah Acara Televisi (Program Directing) adalah seseorang yang
mempunyi profesi untuk bertanggung jawab terhadap kreativitas dan
kualitas gambar yang tampak di layar di mana di dalamnya ia bertugas
mengontrol teknik sinematik, mempelajari dan meliput jalannya acara,
dan memimpin kerabat kerja berbagai bidang televisi
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SUTRADARA
Peran dan tanggung jawab seorang sutradara antara lain :
• Sutradara sebagai pemimpin, Jiwa kepemimpinan ! Itulah modal
utama seorang sutradara. Tanpa leadership, Anda tidak pernah bisa
menciptakan karya seni sesuai yang anda inginkan.
• Sutradara sebagai seniman, sebagai kreator yang bertanggung jawab
terhadap karya akhir tayangan visual, seorang dituntut untuk menjadi
seorang seniman yang menpunyai cita rasa tinggi tentang suatu nilai
kesenian dan kebudayaan.
• Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran, Sebagai
sutradara ,Anda juga dituntut untuk menjadi pengamat yang mengerti
kondisi dan kebutuhan dari stasiun televisi televisi, sponsor, dan
penonton penonton.
• Sutradara sebagai penasehat teknik, Sebagai sutradara, Anda juga
dituntut menguasai teknik baik secara praktek maupun konsep dalam
pembuatan sebuah program acara.
TEKNIK DALAM PENYUTRADARAAN
Teknik Gordon Craight (diktator/otoriter).
• Teknik ini menampilkan sutradara pada posisi penentu tunggal.
Kelebihan :
• Hasil pementasan menjadi sangat sempurna
• Terjaminnya ketertiban, keteraturan, kecermatan, dan ketelitian.
• Durasi pertunjukan dapat berlangsung tepat waktu.
Kelemahan :
• Sutradara bertindak sebagai diktator, tanpa kompromi.
• Aktor/aktris hanya sebagai alat yang harus selalu tunduk kepada
sutradara.
• Kreatifitas dan inisiatif aktor/aktris menjadi kurang berkembang.
• Dalam adegan tidak muncul improvisasi dan surprise.
TEKNIK DALAM PENYUTRADARAAN
Teknik ini menempatkan sutradara sebagai pengamat/observer.
Kelebihan :
• Kreatifitas para aktor/aktris dapat berkembang.
• Kemungkinan terjadi adegan surprise sangat besar.
• Aktor bebas melakukan improvisasi baik dalam gerak maupun ucapan.
Kelemahan :
• Ketertiban/keteraturan kurang terjamin.
• Durasi pementasan dapat berlarut-larut.
• Ada kemungkinan suatu adegan didominasi oleh seorang aktor/aktris.
PERSIAPAN SUTRADARA
Sebagai sutradara sudah harus menguasai teknik sinematografi
dibarengi dengan adanya motivasi, jadi bukan sekedar kreatifitas
eksperimental belaka. Minimal Sutradara harus memahami makna dan
tujuan dari metode dasar seperti :
1. Gerak Kamera (pan, tilt, zoom, crabs, track, dollie)
2. Kesinambungan (shot, scene, sequence, screen direction)
3. Memotivasi emosi penonton
4. Cutaways (untuk menyingkat waktu dan merubah point of view,
terutama bila mengalami kesalahan screen direction)
5. Arti setiap shot (memahami dampak dari tipe2 shot pada emosi
penonton)
6. Lensa (pemahaman jenis lensa dan tujuan penggunaannya)
MENJADI SUTRADARA
1. MEMULAI KARIR
• Anda mungkin sudah pernah melihat banyak film yang membuat Anda
tertarik menjadi sutradara, tetapi Anda bisa mulai menggunakan
pengalaman menonton film sebagai sebuah cara untuk belajar tentang
membuat film. Tontonlah sebanyak mungkin film dan perhatikan detail-
detailnya. Cobalah menghitung setidaknya 15 kesalahan dalam setiap
film yang Anda tonton. Cari kesalahan akting, penyuntingan, jalan cerita,
dll.
• Kembangkan kesadaran bercerita saat menonton film. Cobalah
menonton tanpa suara dan perhatikan bagaimana cerita dalam film
berkembang dengan gambar-gambarnya. Atau, Anda juga bisa
mendengarkan dialog, suara latar, serta bunyi-bunyi lainnya dalam
sebuah film untuk melihat bagaimana ceritanya berkembang
berdasarkan perkataan para karakternya
MENJADI SUTRADARA
2. MEMBUAT FILM PENDEK
• Untuk menjadi sutradara, Anda harus segera mulai dan mengambil
semua langkah yang diperlukan. Belilah kamera jika belum punya. Meski
kamera yang berkualitas akan membantu Anda memproduksi film-film
yang lebih baik, mulailah dengan kamera apa pun yang tersedia. Tulis
naskah Anda sendiri atau bekerjalah dengan teman yang merupakan
seorang penulis.
• Kumpulkan teman-teman di akhir pekan dan kumpulkan adegan untuk
membuat sebuah film pendek. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda
bisa menyatukan setiap adegan dengan program seperti Adobe
Premiere.
• Membuat film pendek akan memaksa Anda untuk mulai mempelajari
aspek-aspek pengarahan teknis. Anda harus tahu cara menyunting,
menulis, dan melakukan semua hal lainnya. Membuat film pendek akan
memberikan kesempatan bagi Anda untuk mencoba berbagai peran dan
mengembangkan kumpulan kemampuan yang berbeda.
MENJADI SUTRADARA
3. BELAJAR AKTING
• Cara terbaik untuk belajar mengarahkan aktor adalah dengan
mengumpulkan pengalaman berakting, baik dalam film-film Anda sendiri
atau kelompok drama. Pelajari lebih banyak tentang akting dan lakukan
sendiri agar Anda lebih menghargai aktor-aktor yang bekerjasama dan
mempermudah komunikasi dengan mereka. [2]
• Cobalah mempelajari semua hal tentang aktor. Sebagai contoh, Anda
bisa belajar tentang berbagai strategi akting atau teknik yang berbeda,
seperti akting metode dan klasikal.
MENJADI SUTRADARA
4. MEMBACA NASKAH ORANG LAIN
• Meski Anda mungkin mulai dengan menuliskan naskah sendiri, Anda
bisa saja harus berurusan dengan naskah orang lain di kemudian hari.
Membaca naskah yang telah ditulis orang lain adalah cara yang baik
untuk menghidupkan cerita. Ketika Anda membaca naskah orang lain,
cobalah memikirkan detail-detail tentang bagaimana Anda akan
mengambil setiap adegan.
• Sebagai contoh, jika dua orang berargumen dalam sebuah adegan,
bagaimana Anda akan mengatur posisi mereka? Sudut kamera mana
yang akan Anda gunakan? Jenis pencahayaan seperti apa yang menjadi
pilihan? Suara apa saja yang akan berada di latar belakang?
MENJADI SUTRADARA
5. PERTIMBANGKAN MENGIKUTI SEKOLAH FILM
• Meski hal ini tidak benar-benar diperlukan, sekolah film baik untuk tiga
hal: mengembangkan pengalaman, akses terhadap kru, serta
membangun jejaring. Banyak sutradara yang tidak pernah mengikuti
pendidikan di sekolah film, tetapi lebih banyak lagi yang menjadi
siswanya. Anda akan mendapat akses ke program magang, pelatihan,
dan, yang paling penting, nama, nama, dan nama-nama baru. Jika Anda
punya proyek, Anda bisa terbantu dalam hal kru serta membangun
jejaring dengan membantu sesama.
• Meski sangat kompetitif, NYU, USC, University of California di Los
Angeles, AFI (Los Angeles), dan California Institute of the Arts
merupakan sebagian sekolah film yang top. Beberapa sutradara terkenal
pernah mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah ini, misalnya Spike Lee,
Martin Scorsese, Oliver Stone, Ron Howard, George Lucas, John
Singleton, Amy Heckerling, David Lynch, Terrence Malick, Francis Ford
Coppola, dan John Lasseter.
MENJADI SUTRADARA
6. BEKERJA SEBAGAI KRU PRODUKSI
• Menjadi sutradara bukanlah hal yang instan. Kebanyakan di antara
mereka mulai sebagai tenaga pembantu, operator kamera, atau
menjalankan peran-peran lain sebagai bagian dari kru produksi. Tidak
ada pekerjaan yang terlalu remeh bagi calon sutradara. Baik itu mengisi
berkas, memastikan para aktor memiliki kudapan, atau mengawasi
perlengkapan kamera di malam hari, semuanya adalah langkah yang
tepat. Jika mengikuti pendidikan di sekolah film, carilah program magang
di industri perfilman.
• Perusahaan produksi lebih mungkin memberikan kesempatan kepada
seseorang dengan pengalaman menjadi asisten produksi selama lima
tahun daripada lulusan sekolah film yang masih hijau. Cobalah mencari
pekerjaan asisten produksi atau tugas kru produksi tingkat awal lainnya
dan lakukan sebaik mungkin.
MENJADI SUTRADARA
7. MULAILAH MEMBUAT JEJARING SOSIAL
• Pendeknya, Anda tidak akan bisa menjadi seorang sutradara tanpa
kenalan. Hal ini adalah yang terpenting untuk dimiliki. Ini berarti, industri
ini sangat mudah ditaklukkan jika Anda punya jalur masuk. Demi
mendapatkannya, Anda harus segera membangun jejaring sosial.
Semakin banyak orang yang Anda kenal maka akan semakin banyak
peluang yang Anda dapatkan.
• Ikuti acara-acara pada industri film, seperti pertemuan, konvensi, pesta,
pemutaran perdana, dll. Perkenalkan diri ke orang-orang dan cobalah
mengembangkan hubungan baik dengan mereka. Tawarkan bantuan
pada proyek-proyek di masa depan atau undang orang lain untuk
bekerja bersama.

More Related Content

What's hot

Pertemuan 1 pengantar unsur film
Pertemuan 1 pengantar unsur  filmPertemuan 1 pengantar unsur  film
Pertemuan 1 pengantar unsur film
AdePutraTunggali
 
Desain produksi siaran
Desain produksi siaranDesain produksi siaran
Ppt pr kelompok 1
Ppt pr kelompok 1Ppt pr kelompok 1
Ppt pr kelompok 1
Arjuna Ahmadi
 
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi KesehatanWorkshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
Geri Sugiran Abdul Sukur
 
10 analisis poster film
10 analisis poster film10 analisis poster film
10 analisis poster film
Zulfah Raihani
 
PRINSIP DASAR LAYOUT
PRINSIP DASAR LAYOUTPRINSIP DASAR LAYOUT
PRINSIP DASAR LAYOUT
Muhamad Salman Alfarisi
 
Pert. 6 bahasa dan naskah radio
Pert. 6 bahasa  dan naskah radioPert. 6 bahasa  dan naskah radio
Pert. 6 bahasa dan naskah radio
Nur Alfiyatur Rochmah
 
Format Presentasi PICA Project.pptx
Format Presentasi PICA Project.pptxFormat Presentasi PICA Project.pptx
Format Presentasi PICA Project.pptx
RikoHutabarat1
 
Layout dan komposisi desain grafis
Layout dan komposisi desain grafisLayout dan komposisi desain grafis
Layout dan komposisi desain grafis
dwi_heristiyadi20
 
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TVDASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
Diana Amelia Bagti
 
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporerProposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
pycnat
 
Produksi film
Produksi filmProduksi film
story board.ppt
story board.pptstory board.ppt
story board.ppt
NibrasFaiqMuhammad
 
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATUREPENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
Diana Amelia Bagti
 
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONSMENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
Universitas `Aisyiyah Yogyakarta
 
Format Tata letak
Format Tata letakFormat Tata letak
Format Tata letak
Martin Arale
 
Dasar-dasar Dokumenter (2)
Dasar-dasar Dokumenter (2)Dasar-dasar Dokumenter (2)
Dasar-dasar Dokumenter (2)
Publish What You Pay (PWYP) Indonesia
 
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENTPRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
Diana Amelia Bagti
 
Proposal Produksi Film Dokumenter
Proposal Produksi Film DokumenterProposal Produksi Film Dokumenter
Proposal Produksi Film Dokumenter
Lantip Budiarto
 
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power point
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power pointPanduan untuk media pembelajaran berbasis power point
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power point
Hari Fitriansyah
 

What's hot (20)

Pertemuan 1 pengantar unsur film
Pertemuan 1 pengantar unsur  filmPertemuan 1 pengantar unsur  film
Pertemuan 1 pengantar unsur film
 
Desain produksi siaran
Desain produksi siaranDesain produksi siaran
Desain produksi siaran
 
Ppt pr kelompok 1
Ppt pr kelompok 1Ppt pr kelompok 1
Ppt pr kelompok 1
 
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi KesehatanWorkshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
Workshop Smartphone Videography untuk Media Promosi Kesehatan
 
10 analisis poster film
10 analisis poster film10 analisis poster film
10 analisis poster film
 
PRINSIP DASAR LAYOUT
PRINSIP DASAR LAYOUTPRINSIP DASAR LAYOUT
PRINSIP DASAR LAYOUT
 
Pert. 6 bahasa dan naskah radio
Pert. 6 bahasa  dan naskah radioPert. 6 bahasa  dan naskah radio
Pert. 6 bahasa dan naskah radio
 
Format Presentasi PICA Project.pptx
Format Presentasi PICA Project.pptxFormat Presentasi PICA Project.pptx
Format Presentasi PICA Project.pptx
 
Layout dan komposisi desain grafis
Layout dan komposisi desain grafisLayout dan komposisi desain grafis
Layout dan komposisi desain grafis
 
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TVDASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
DASAR-DASAR PRODUKSI RTV - Format dan Jenis Program TV
 
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporerProposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
Proposal seminar teknologi komunikasi kontemporer
 
Produksi film
Produksi filmProduksi film
Produksi film
 
story board.ppt
story board.pptstory board.ppt
story board.ppt
 
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATUREPENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
PENULISAN NASKAH BERITA TV FEATURE & DOKUMENTER - MATERI : FEATURE
 
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONSMENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
MENENTUKAN MASALAH PUBLIC RELATIONS
 
Format Tata letak
Format Tata letakFormat Tata letak
Format Tata letak
 
Dasar-dasar Dokumenter (2)
Dasar-dasar Dokumenter (2)Dasar-dasar Dokumenter (2)
Dasar-dasar Dokumenter (2)
 
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENTPRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
PRAKTIK FEATURE & REPORTASE RTV - MATERI : CONTOH TREATMENT
 
Proposal Produksi Film Dokumenter
Proposal Produksi Film DokumenterProposal Produksi Film Dokumenter
Proposal Produksi Film Dokumenter
 
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power point
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power pointPanduan untuk media pembelajaran berbasis power point
Panduan untuk media pembelajaran berbasis power point
 

Viewers also liked

Menulis scenario
Menulis scenarioMenulis scenario
Istilah dalam broadcasting
Istilah dalam broadcastingIstilah dalam broadcasting
Kameraman
KameramanKameraman
Komposisi dalam Fotografi
Komposisi dalam Fotografi Komposisi dalam Fotografi
Komposisi dalam Fotografi
Firdaus Azwar Ersyad
 
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
Firdaus Azwar Ersyad
 
Pengertian Film dan penjelasannya
Pengertian Film dan penjelasannyaPengertian Film dan penjelasannya
Pengertian Film dan penjelasannya
Agus Setiawan
 
Presentasi disc
Presentasi discPresentasi disc
Presentasi disc
Lala Santyaputri
 
Presentation post produksi
Presentation post produksiPresentation post produksi
Presentation post produksi
FilmIndie
 
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menyusun produksi
Menyusun produksi Menyusun produksi
Mengenal jenis jenis file video
Mengenal jenis jenis file videoMengenal jenis jenis file video
Sejarah dan dasar fotografi
Sejarah dan dasar fotografiSejarah dan dasar fotografi
Materi pengenalan sinematografi
Materi pengenalan sinematografiMateri pengenalan sinematografi
Materi pengenalan sinematografi
katarinaardela
 
Master control
Master controlMaster control
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Storyboard - Film Trailer A2 Media
Storyboard - Film Trailer A2 MediaStoryboard - Film Trailer A2 Media
Storyboard - Film Trailer A2 Media
KHallWyke
 
STORYBOARDING by Romel P. Babera
STORYBOARDING by Romel P. BaberaSTORYBOARDING by Romel P. Babera
STORYBOARDING by Romel P. Babera
Carla Gomez
 
Film treatment
Film treatmentFilm treatment
Film treatment
jakelspencer12
 
Storyboarding
StoryboardingStoryboarding
Storyboarding
nealbd
 
Dasar dasar video)
Dasar dasar video)Dasar dasar video)

Viewers also liked (20)

Menulis scenario
Menulis scenarioMenulis scenario
Menulis scenario
 
Istilah dalam broadcasting
Istilah dalam broadcastingIstilah dalam broadcasting
Istilah dalam broadcasting
 
Kameraman
KameramanKameraman
Kameraman
 
Komposisi dalam Fotografi
Komposisi dalam Fotografi Komposisi dalam Fotografi
Komposisi dalam Fotografi
 
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
Materi Produksi Acara Televisi- Pertemuan ke-3
 
Pengertian Film dan penjelasannya
Pengertian Film dan penjelasannyaPengertian Film dan penjelasannya
Pengertian Film dan penjelasannya
 
Presentasi disc
Presentasi discPresentasi disc
Presentasi disc
 
Presentation post produksi
Presentation post produksiPresentation post produksi
Presentation post produksi
 
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
Membuat animasi 2 d dengan adobe flash pewarnaan object (pertemuan 1)
 
Menyusun produksi
Menyusun produksi Menyusun produksi
Menyusun produksi
 
Mengenal jenis jenis file video
Mengenal jenis jenis file videoMengenal jenis jenis file video
Mengenal jenis jenis file video
 
Sejarah dan dasar fotografi
Sejarah dan dasar fotografiSejarah dan dasar fotografi
Sejarah dan dasar fotografi
 
Materi pengenalan sinematografi
Materi pengenalan sinematografiMateri pengenalan sinematografi
Materi pengenalan sinematografi
 
Master control
Master controlMaster control
Master control
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik
 
Storyboard - Film Trailer A2 Media
Storyboard - Film Trailer A2 MediaStoryboard - Film Trailer A2 Media
Storyboard - Film Trailer A2 Media
 
STORYBOARDING by Romel P. Babera
STORYBOARDING by Romel P. BaberaSTORYBOARDING by Romel P. Babera
STORYBOARDING by Romel P. Babera
 
Film treatment
Film treatmentFilm treatment
Film treatment
 
Storyboarding
StoryboardingStoryboarding
Storyboarding
 
Dasar dasar video)
Dasar dasar video)Dasar dasar video)
Dasar dasar video)
 

Similar to Sutradara

Cara membuat video
Cara membuat videoCara membuat video
Cara membuat video
verpra
 
10 tips-membuat-film-pendek
10 tips-membuat-film-pendek10 tips-membuat-film-pendek
10 tips-membuat-film-pendek
Sofwan Almubarok
 
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdfDKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
Zainul Arifin
 
Theo jaka ppt pkn
Theo jaka ppt pknTheo jaka ppt pkn
Theo jaka ppt pkn
rohis
 
Organisasi film
Organisasi filmOrganisasi film
Organisasi film
SMA Santa Laurensia
 
Produksi audio visual
Produksi audio visualProduksi audio visual
Presentation pra produksi
Presentation pra produksiPresentation pra produksi
Presentation pra produksi
FilmIndie
 
Pembuatan film aco 1
Pembuatan film aco 1Pembuatan film aco 1
Pembuatan film aco 1
kristoforusacoindra fadlieagle
 
program talk show
program talk showprogram talk show
program talk show
rohis
 
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM MDESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
diyahayuentikaqurani
 
workshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptxworkshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptx
pranggokkopi
 
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONEINFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
DEDEALAMSYAHSPd
 
Cinematography
CinematographyCinematography
Cinematography
xoxonct
 
Deskripsi Editor Film.pdf
Deskripsi Editor Film.pdfDeskripsi Editor Film.pdf
Deskripsi Editor Film.pdf
suaranewstv
 
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptxMATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
smkn1palembang
 
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.pptsinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
laksamana6
 
MANAJEMEN PRODUKSI FILM
MANAJEMEN PRODUKSI FILMMANAJEMEN PRODUKSI FILM
MANAJEMEN PRODUKSI FILM
Universitas `Aisyiyah Yogyakarta
 
Smartphone Foto & Video Production
Smartphone Foto & Video ProductionSmartphone Foto & Video Production
Smartphone Foto & Video Production
suryokoco suryoputro
 
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
Agus Murdadi
 
Belajar Asas Fotografi melalui slide power point
Belajar Asas Fotografi melalui slide power pointBelajar Asas Fotografi melalui slide power point
Belajar Asas Fotografi melalui slide power point
Nazrinmediapeekture
 

Similar to Sutradara (20)

Cara membuat video
Cara membuat videoCara membuat video
Cara membuat video
 
10 tips-membuat-film-pendek
10 tips-membuat-film-pendek10 tips-membuat-film-pendek
10 tips-membuat-film-pendek
 
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdfDKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
DKV VIDEOGRAFI MEMAHAMI CINEMATOGRAFI SMK NEGERI 1 PUNGING MOJOKERTO.pdf
 
Theo jaka ppt pkn
Theo jaka ppt pknTheo jaka ppt pkn
Theo jaka ppt pkn
 
Organisasi film
Organisasi filmOrganisasi film
Organisasi film
 
Produksi audio visual
Produksi audio visualProduksi audio visual
Produksi audio visual
 
Presentation pra produksi
Presentation pra produksiPresentation pra produksi
Presentation pra produksi
 
Pembuatan film aco 1
Pembuatan film aco 1Pembuatan film aco 1
Pembuatan film aco 1
 
program talk show
program talk showprogram talk show
program talk show
 
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM MDESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
DESAIN SERAGAM MAN 1.docxDESAIN SERAGAM M
 
workshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptxworkshop sinematografi.pptx
workshop sinematografi.pptx
 
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONEINFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
 
Cinematography
CinematographyCinematography
Cinematography
 
Deskripsi Editor Film.pdf
Deskripsi Editor Film.pdfDeskripsi Editor Film.pdf
Deskripsi Editor Film.pdf
 
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptxMATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
MATERI NARASUMBER SENSOR FILM - ZULFIKRI (1).pptx
 
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.pptsinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
sinematografi_02_-_tahap_membuat_film.ppt
 
MANAJEMEN PRODUKSI FILM
MANAJEMEN PRODUKSI FILMMANAJEMEN PRODUKSI FILM
MANAJEMEN PRODUKSI FILM
 
Smartphone Foto & Video Production
Smartphone Foto & Video ProductionSmartphone Foto & Video Production
Smartphone Foto & Video Production
 
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
Studi perancangan penulisan skenario dalam produksi film melodrama "terbaik m...
 
Belajar Asas Fotografi melalui slide power point
Belajar Asas Fotografi melalui slide power pointBelajar Asas Fotografi melalui slide power point
Belajar Asas Fotografi melalui slide power point
 

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO

KD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambarKD Mendiskusikan format gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambarMenerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrogramanMenerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan tipografi
Menerapkan tipografiMenerapkan tipografi
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambarMenganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografiMenerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputerKD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasiMenganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat kerasKOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 dKD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latarAnimasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3dAnimasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurfaceANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO
 

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO (20)

KD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambarKD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambar
 
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambarMenerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
Menerapkan tata cahaya dalam pengambilan gambar
 
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
 
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrogramanMenerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
 
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
 
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
 
Menerapkan tipografi
Menerapkan tipografiMenerapkan tipografi
Menerapkan tipografi
 
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
 
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
 
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
 
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambarMenganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
 
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografiMenerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
Menerapkan pengoperasian kamera digital dan perawatan peralatan fotografi
 
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputerKD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
 
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasiMenganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat kerasKOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
 
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 dKD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
 
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latarAnimasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
 
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3dAnimasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
 
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurfaceANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
 

Recently uploaded

materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
NoviaSriAstini
 
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptxPEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
waryo252
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
dexallsonmully
 
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja pptPower point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
isma211554
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
ratna693450
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
ririnferina1
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
RizkiDwiKamalulJamal1
 
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docxMODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
CindyRamadhani19
 
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptxppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
mmansyur42
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
wilda108450
 
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdfKARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
SUZIEWATIBTMATYAAKUP
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
muchamatsolikin58
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
ROFIK24
 
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
khanzatugas
 
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptxMateri Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
SudaryonoSudaryono9
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
anisaavrr1
 
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
gdrive16
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
AdeWahyuni13
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
KartikaNurlailaRahma
 
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimalTips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
KhalifGenerasiRabban
 

Recently uploaded (20)

materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptxmateri MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
materi MPLS tentang ekstrakurikuler.pptx
 
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptxPEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
 
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja pptPower point kesehatan reproduksi remaja ppt
Power point kesehatan reproduksi remaja ppt
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
 
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docxMODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
MODUL AJAR kumer semester 1 ips kelas 7.docx
 
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptxppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
ppt materi MPLS SMK : lingkungan belajar.pptx
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
 
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdfKARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
KARNIVAL PERPADUAN BAHASA INGGERIS TAHUN 2024.pdf
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
 
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
 
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2024
 
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptxMateri Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
Materi Pengenalan Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar.pptx
 
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS ETUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
TUGAS AKHIR POWER POINT KELOMPOK 3 KELAS E
 
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal materi MPLS.pptx
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
 
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimalTips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
Tips untuk belajar efektif untuk mendapatkan hasil maksimal
 

Sutradara

  • 1. SUTRADARA Zainul Arifin, S. Kom TEKNIK PRODUKSI DAN PENYIARAN PROGRAM RADIO DAN PERTELEVISIAN SMK NEGERI 1 PUNGGNGING - MOJOKERTO
  • 2. PENGERTIAN • Sutradara Televisi adalah Sebutan bagi seseorang yang mempunyai profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Nondrama, dalam produksi single ataupun Multi Camera. (Naratama : 2004) • Sutradara film adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan manuskrip, pembuat film juga digunakan untuk merujuk pada produser film. Manuskrip skenario digunakan untuk mengontrol aspek-aspek seni dan drama.
  • 3. PENGERTIAN • 3 dasar konsep harus dipahami oleh Sutradara, yakni : a. What People Want To See b. What People Need To See c. What People Want and Need To See • Filosofi dalam penutradaraan televisi merupakan sebuah daya pemikiran atas nilai-nilai seni visual yang diwujudkan dalam kenyataan visual itu sendiri.
  • 4. BEDA SUTRADARA DENGAN PENGARAH ACARA • Director (Sutradara), seorang yang bertanggung jawab terhadap kualitas gambar (film) yang tampak di layar dimana di dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, penampilan pemeran, kredibilitas dan kontinuitas cerita yang disertai elemen-elemen dramatik pada produksinya. • Pengarah Acara Televisi (Program Directing) adalah seseorang yang mempunyi profesi untuk bertanggung jawab terhadap kreativitas dan kualitas gambar yang tampak di layar di mana di dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, mempelajari dan meliput jalannya acara, dan memimpin kerabat kerja berbagai bidang televisi
  • 5. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SUTRADARA Peran dan tanggung jawab seorang sutradara antara lain : • Sutradara sebagai pemimpin, Jiwa kepemimpinan ! Itulah modal utama seorang sutradara. Tanpa leadership, Anda tidak pernah bisa menciptakan karya seni sesuai yang anda inginkan. • Sutradara sebagai seniman, sebagai kreator yang bertanggung jawab terhadap karya akhir tayangan visual, seorang dituntut untuk menjadi seorang seniman yang menpunyai cita rasa tinggi tentang suatu nilai kesenian dan kebudayaan. • Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran, Sebagai sutradara ,Anda juga dituntut untuk menjadi pengamat yang mengerti kondisi dan kebutuhan dari stasiun televisi televisi, sponsor, dan penonton penonton. • Sutradara sebagai penasehat teknik, Sebagai sutradara, Anda juga dituntut menguasai teknik baik secara praktek maupun konsep dalam pembuatan sebuah program acara.
  • 6. TEKNIK DALAM PENYUTRADARAAN Teknik Gordon Craight (diktator/otoriter). • Teknik ini menampilkan sutradara pada posisi penentu tunggal. Kelebihan : • Hasil pementasan menjadi sangat sempurna • Terjaminnya ketertiban, keteraturan, kecermatan, dan ketelitian. • Durasi pertunjukan dapat berlangsung tepat waktu. Kelemahan : • Sutradara bertindak sebagai diktator, tanpa kompromi. • Aktor/aktris hanya sebagai alat yang harus selalu tunduk kepada sutradara. • Kreatifitas dan inisiatif aktor/aktris menjadi kurang berkembang. • Dalam adegan tidak muncul improvisasi dan surprise.
  • 7. TEKNIK DALAM PENYUTRADARAAN Teknik ini menempatkan sutradara sebagai pengamat/observer. Kelebihan : • Kreatifitas para aktor/aktris dapat berkembang. • Kemungkinan terjadi adegan surprise sangat besar. • Aktor bebas melakukan improvisasi baik dalam gerak maupun ucapan. Kelemahan : • Ketertiban/keteraturan kurang terjamin. • Durasi pementasan dapat berlarut-larut. • Ada kemungkinan suatu adegan didominasi oleh seorang aktor/aktris.
  • 8. PERSIAPAN SUTRADARA Sebagai sutradara sudah harus menguasai teknik sinematografi dibarengi dengan adanya motivasi, jadi bukan sekedar kreatifitas eksperimental belaka. Minimal Sutradara harus memahami makna dan tujuan dari metode dasar seperti : 1. Gerak Kamera (pan, tilt, zoom, crabs, track, dollie) 2. Kesinambungan (shot, scene, sequence, screen direction) 3. Memotivasi emosi penonton 4. Cutaways (untuk menyingkat waktu dan merubah point of view, terutama bila mengalami kesalahan screen direction) 5. Arti setiap shot (memahami dampak dari tipe2 shot pada emosi penonton) 6. Lensa (pemahaman jenis lensa dan tujuan penggunaannya)
  • 9. MENJADI SUTRADARA 1. MEMULAI KARIR • Anda mungkin sudah pernah melihat banyak film yang membuat Anda tertarik menjadi sutradara, tetapi Anda bisa mulai menggunakan pengalaman menonton film sebagai sebuah cara untuk belajar tentang membuat film. Tontonlah sebanyak mungkin film dan perhatikan detail- detailnya. Cobalah menghitung setidaknya 15 kesalahan dalam setiap film yang Anda tonton. Cari kesalahan akting, penyuntingan, jalan cerita, dll. • Kembangkan kesadaran bercerita saat menonton film. Cobalah menonton tanpa suara dan perhatikan bagaimana cerita dalam film berkembang dengan gambar-gambarnya. Atau, Anda juga bisa mendengarkan dialog, suara latar, serta bunyi-bunyi lainnya dalam sebuah film untuk melihat bagaimana ceritanya berkembang berdasarkan perkataan para karakternya
  • 10. MENJADI SUTRADARA 2. MEMBUAT FILM PENDEK • Untuk menjadi sutradara, Anda harus segera mulai dan mengambil semua langkah yang diperlukan. Belilah kamera jika belum punya. Meski kamera yang berkualitas akan membantu Anda memproduksi film-film yang lebih baik, mulailah dengan kamera apa pun yang tersedia. Tulis naskah Anda sendiri atau bekerjalah dengan teman yang merupakan seorang penulis. • Kumpulkan teman-teman di akhir pekan dan kumpulkan adegan untuk membuat sebuah film pendek. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda bisa menyatukan setiap adegan dengan program seperti Adobe Premiere. • Membuat film pendek akan memaksa Anda untuk mulai mempelajari aspek-aspek pengarahan teknis. Anda harus tahu cara menyunting, menulis, dan melakukan semua hal lainnya. Membuat film pendek akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk mencoba berbagai peran dan mengembangkan kumpulan kemampuan yang berbeda.
  • 11. MENJADI SUTRADARA 3. BELAJAR AKTING • Cara terbaik untuk belajar mengarahkan aktor adalah dengan mengumpulkan pengalaman berakting, baik dalam film-film Anda sendiri atau kelompok drama. Pelajari lebih banyak tentang akting dan lakukan sendiri agar Anda lebih menghargai aktor-aktor yang bekerjasama dan mempermudah komunikasi dengan mereka. [2] • Cobalah mempelajari semua hal tentang aktor. Sebagai contoh, Anda bisa belajar tentang berbagai strategi akting atau teknik yang berbeda, seperti akting metode dan klasikal.
  • 12. MENJADI SUTRADARA 4. MEMBACA NASKAH ORANG LAIN • Meski Anda mungkin mulai dengan menuliskan naskah sendiri, Anda bisa saja harus berurusan dengan naskah orang lain di kemudian hari. Membaca naskah yang telah ditulis orang lain adalah cara yang baik untuk menghidupkan cerita. Ketika Anda membaca naskah orang lain, cobalah memikirkan detail-detail tentang bagaimana Anda akan mengambil setiap adegan. • Sebagai contoh, jika dua orang berargumen dalam sebuah adegan, bagaimana Anda akan mengatur posisi mereka? Sudut kamera mana yang akan Anda gunakan? Jenis pencahayaan seperti apa yang menjadi pilihan? Suara apa saja yang akan berada di latar belakang?
  • 13. MENJADI SUTRADARA 5. PERTIMBANGKAN MENGIKUTI SEKOLAH FILM • Meski hal ini tidak benar-benar diperlukan, sekolah film baik untuk tiga hal: mengembangkan pengalaman, akses terhadap kru, serta membangun jejaring. Banyak sutradara yang tidak pernah mengikuti pendidikan di sekolah film, tetapi lebih banyak lagi yang menjadi siswanya. Anda akan mendapat akses ke program magang, pelatihan, dan, yang paling penting, nama, nama, dan nama-nama baru. Jika Anda punya proyek, Anda bisa terbantu dalam hal kru serta membangun jejaring dengan membantu sesama. • Meski sangat kompetitif, NYU, USC, University of California di Los Angeles, AFI (Los Angeles), dan California Institute of the Arts merupakan sebagian sekolah film yang top. Beberapa sutradara terkenal pernah mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah ini, misalnya Spike Lee, Martin Scorsese, Oliver Stone, Ron Howard, George Lucas, John Singleton, Amy Heckerling, David Lynch, Terrence Malick, Francis Ford Coppola, dan John Lasseter.
  • 14. MENJADI SUTRADARA 6. BEKERJA SEBAGAI KRU PRODUKSI • Menjadi sutradara bukanlah hal yang instan. Kebanyakan di antara mereka mulai sebagai tenaga pembantu, operator kamera, atau menjalankan peran-peran lain sebagai bagian dari kru produksi. Tidak ada pekerjaan yang terlalu remeh bagi calon sutradara. Baik itu mengisi berkas, memastikan para aktor memiliki kudapan, atau mengawasi perlengkapan kamera di malam hari, semuanya adalah langkah yang tepat. Jika mengikuti pendidikan di sekolah film, carilah program magang di industri perfilman. • Perusahaan produksi lebih mungkin memberikan kesempatan kepada seseorang dengan pengalaman menjadi asisten produksi selama lima tahun daripada lulusan sekolah film yang masih hijau. Cobalah mencari pekerjaan asisten produksi atau tugas kru produksi tingkat awal lainnya dan lakukan sebaik mungkin.
  • 15. MENJADI SUTRADARA 7. MULAILAH MEMBUAT JEJARING SOSIAL • Pendeknya, Anda tidak akan bisa menjadi seorang sutradara tanpa kenalan. Hal ini adalah yang terpenting untuk dimiliki. Ini berarti, industri ini sangat mudah ditaklukkan jika Anda punya jalur masuk. Demi mendapatkannya, Anda harus segera membangun jejaring sosial. Semakin banyak orang yang Anda kenal maka akan semakin banyak peluang yang Anda dapatkan. • Ikuti acara-acara pada industri film, seperti pertemuan, konvensi, pesta, pemutaran perdana, dll. Perkenalkan diri ke orang-orang dan cobalah mengembangkan hubungan baik dengan mereka. Tawarkan bantuan pada proyek-proyek di masa depan atau undang orang lain untuk bekerja bersama.