Skip to main content
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : ................................................
Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti
Fase A, Kelas / Semester : I (Satu) / I (Ganjil)
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN: PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
BAB: 1 : CERITA RAMAYANA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Kelas / Fase / Semester : I (Satu) / A / I (Ganjil)
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
 Pengetahuan Awal: Peserta didik sudah mengetahui tokoh-tokoh pahlawan secara
sederhana, namun belum sepenuhnya mendalami kisah Ramayana dan nilai-nilainya.
 Minat: Peserta didik sangat tertarik pada cerita bergambar, kegiatan mendengarkan
dongeng kepahlawanan, serta aktivitas mewarnai.
 Latar Belakang: Peserta didik memiliki pemahaman agama Hindu dasar yang bervariasi
bergantung pada bimbingan dari lingkungan keluarga di rumah.
 Kebutuhan Belajar:
o Visual: Peserta didik membutuhkan media berupa gambar tokoh-tokoh Ramayana
dan ilustrasi adegan yang menarik dari buku.
o Auditori: Peserta didik membutuhkan penyampaian materi melalui metode bercerita,
menyimak penjelasan guru, serta kegiatan bernyanyi bersama.
o Kinestetik: Peserta didik membutuhkan aktivitas yang melibatkan gerak seperti
bermain peran sederhana, menirukan pose tokoh, dan kegiatan interaktif menyusun
atau menjodohkan gambar.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
 Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
o Konseptual: Mengenal nama tokoh-tokoh dalam epos Ramayana (seperti Raja
Dasaratha, Rama, Bharata, Laksmana, Satrughna, Sita, Subali, Sugriwa, Hanuman,
Jatayu, Sampati, dan Rahwana) beserta karakter masing-masing.
o Prosedural: Mampu menceritakan kembali alur kisah Ramayana secara sederhana
dan langkah-langkah menerapkan keteladanan tokoh dalam kehidupan sehari-hari.
 Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Cerita ini mengajarkan nilai-nilai
bakti kepada orang tua, kasih sayang kepada saudara, kesetiaan pada kebenaran, serta
sikap saling tolong-menolong di sekolah maupun keluarga.
 Tingkat Kesulitan: Disesuaikan untuk anak Kelas I Sekolah Dasar (rendah), disajikan
melalui pengenalan tokoh visual dan cerita naratif pendek.
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
 Struktur Materi: Dimulai dari pengenalan tokoh dan karakternya, dilanjutkan dengan
membaca rangkaian cerita kepahlawanan Ramayana, hingga diakhiri dengan proses
meneladani sifat baik para tokoh.
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
 Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai ajaran Weda melalui sikap
kepahlawanan, kejujuran (Satyam), kerelaan berkorban, dan menolak perbuatan buruk.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Meneladani nilai-nilai Dharma dari kisah Ramayana untuk menumbuhkan Sraddha dan
Bhakti kepada Hyang Widhi Wasa.
 Kewargaan: Menyadari peran sebagai anak dan siswa yang baik dengan mengamalkan
ajaran moral dalam kehidupan bermasyarakat.
 Penalaran Kritis: Membedakan mana sifat yang baik (Dharma) dari tokoh protagonis
dan sifat yang buruk (Adharma) dari tokoh antagonis.
 Kreativitas: Mengekspresikan karakter dan adegan cerita melalui pewarnaan gambar
serta bermain peran secara ekspresif.
 Kolaborasi: Bekerja sama secara rukun dengan teman-teman saat mendengarkan cerita,
berdiskusi, dan berbagi alat mewarnai.
 Kemandirian: Menyelesaikan penugasan seperti menjodohkan kata dengan gambar dan
menebalkan tulisan secara mandiri.
 Kesehatan: Menjaga kesehatan pikiran dan batin dengan menyerap energi positif dari
nilai-nilai keteladanan.
 Komunikasi: Menyampaikan kembali bagian cerita yang paling diingat secara lisan di
depan kelas dengan penuh percaya diri.
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Kitab Suci Weda
Memahami kitab Ramayana dan Mahabharata.
 Sraddha dan Bhakti
Memahami Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta dan sumber hidup.
 Susila
Memahami Subha dan Asubha Karma, serta Tri Kaya Parisudha.
 Acara
Memahami Dainika Upasana dan sarana persembahyangan.
 Sejarah Agama Hindu
Memahami tokoh-tokoh kerajaan Hindu di Indonesia.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
 Bahasa Indonesia: Keterampilan menyimak dongeng, memperbanyak kosakata,
membaca teks sederhana, dan menceritakan kembali peristiwa.
 Pendidikan Pancasila: Memahami gotong royong dan rasa keadilan yang tercermin
dalam upaya pahlawan membela kebenaran.
 Seni Budaya dan Prakarya: Mengasah keterampilan motorik halus dan kreativitas
estetika melalui aktivitas mewarnai gambar tokoh pewayangan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Pertemuan 1: Mengenal tokoh keluarga kerajaan (Raja Dasaratha, Rama, Bharata,
Laksmana, Satrughna, Sita). (2 JP)
 Pertemuan 2: Mengenal tokoh protagonis pendukung dan antagonis (Subali, Sugriwa,
Hanuman, Jatayu, Sampati, dan Rahwana). (2 JP)
 Pertemuan 3: Membaca dan menyimak awal cerita Ramayana (Kelahiran, masa belajar,
hingga pengasingan Rama). (2 JP)
 Pertemuan 4: Membaca dan menyimak konflik Ramayana (Penculikan Sita, pembuatan
jembatan, hingga kemenangan melawan Rahwana). (2 JP)
 Pertemuan 5: Mengidentifikasi dan meneladani sifat-sifat mulia Raja Dasaratha, Rama,
Bharata, Laksmana, Satrughna, dan Sita. (2 JP)
 Pertemuan 6: Mengidentifikasi keteladanan Hanuman, Jatayu, dan Sampati, serta
melaksanakan asesmen sumatif Bab 1. (2 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menyebutkan nama-nama tokoh utama dalam cerita Ramayana
dengan benar.
2. Peserta didik mampu memasangkan nama tokoh dengan gambar yang sesuai.
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
3. Peserta didik mampu menceritakan kembali urutan singkat peristiwa penting dalam kisah
Ramayana.
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
4. Peserta didik mampu membedakan perilaku tokoh yang mencerminkan sifat baik dan
buruk.
5. Peserta didik mampu menyebutkan contoh sikap teladan para tokoh untuk dipraktikkan
dalam kehidupan nyata.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Penerapan nilai-nilai kepatuhan anak kepada orang tua, persaudaraan yang rukun antar
teman, keberanian membela hal yang benar, dan ketulusan dalam membantu sesama.
F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
 Model Pembelajaran: Storytelling, Picture and Picture, dan Direct Instruction.
 Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
o Mindful Learning: Mengkondisikan peserta didik untuk hening dan fokus menyimak
pembacaan cerita pewayangan sehingga meresapi nilai-nilainya secara mendalam.
o Meaningful Learning: Mengambil pesan moral dari kisah epik masa lalu dan
menerjemahkannya ke dalam contoh perilaku sehari-hari peserta didik, seperti
membantu teman yang kesulitan.
o Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang riang gembira melalui visualisasi
gambar tokoh yang menarik, kegiatan mewarnai, serta permainan menebak tokoh.
 Metode Pembelajaran: Bercerita (mendongeng), tanya jawab interaktif, penugasan
individu (menjodohkan dan mewarnai), serta diskusi ringan.
 Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Diferensiasi Konten: Menyediakan variasi penyampaian materi berupa lembar kerja
yang memiliki teks untuk dibaca sekaligus gambar ilustrasi untuk diamati.
o Diferensiasi Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada peserta didik yang
masih beradaptasi dengan kegiatan membaca, sementara peserta didik yang sudah
fasih diberikan pengayaan untuk bercerita.
o Diferensiasi Produk: Membebaskan gaya peserta didik dalam merespons cerita, baik
dengan mewarnai secara artistik maupun menyampaikan kembali secara verbal.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
 Lingkungan Sekolah: Melibatkan interaksi antarsiswa di kelas untuk menumbuhkan
sikap tolong-menolong layaknya para tokoh yang saling membantu dalam cerita
Ramayana.
 Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengajak orang tua berpartisipasi dengan
meminta mereka mendengarkan anak menceritakan kembali kisah kepahlawanan di
rumah.
 Mitra Digital: Penggunaan media seperti proyektor oleh guru untuk menampilkan
gambar berwarna atau memutar audio pendek bernuansa pewayangan.
LINGKUNGAN BELAJAR
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Tersedia Kelas 1-6
Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan
budaya belajar:
 Ruang Fisik: