SlideShare a Scribd company logo
1 of 30
PROGRAM KB (HORMONAL
DAN NON HORMONAL)
PUSKESMAS LUBUK
KILANGAN
Keluarga Berencana adalah upaya mengatur
kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan,
mengatur kehamilan, melalui promosi,
perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak
reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang
berkualitas.
Definisi KB
Mencegah 4T:
1. Kehamilan terlalu dini
2. Kehamilan terlalu “telat”
3. Kehamilan yang terlalu berdekatan jaraknya
4. Terlalu sering hamil dan melahirkan
Manfaat Program KB
Definisi
Kontrasepsi: Kontra + Konsepsi
 usaha-usaha yang dapat digunakan
untuk mencegah kehamilan
Macam-macam metode kontrasepsi
Tanpa
menggunakan alat
/ obat-obatan
Mekanik
Obat-obat
spermatisida
Hormonal (oral,
suntik, implan)
AKDR
Mantap atau
permanen
(tubektomi,
vasektomi)
Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-
alat/obat-obatan
Senggama Terputus Pantang berkala
Metode suhu basal
badan
Metode amenorea
Laktasi (MAL)
• penarikan penis dari vagina sebelum terjadi
ejakulasi
• Akan terjadinya ejakulasi disadari oleh pria :
masih ada waktu ± 1 detik untuk menarik penis
keluar vagina sebelum ejakulasi
• (+): tidak butuh biaya, alat, persiapan
• (-): butuh pengendalian diri yang besar dari pria,
mengurangi kepuasan berhubungan seksual
Senggama terputus
• Ogino-Knaus : “seorang wanita hanya dapat hamil
selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya”
• Masa subur (Fase Ovulasi): mulai 48 jam sebelum
ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi
• (+): tidak butuh biaya, alat, persiapan
• (-): sulit menentukan waktu yang tepat dari ovulasi
• Umumnya ovulasi terjadi 14±2 hari sebelum hari
pertama haid yang akan datang
Pantang berkala
• suhu yang diukur di waktu pagi segera sesudah bangun tidur
dan sebelum melakukan aktifitas apapun
Suhu basal badan dicatat dengan teliti setiap hari
• (+): Dapat meningkatkan efektivitas kontrasepsi pantang
berkala
• (-): beberapa keadaan juga dapat meningkatkan suhu basal
badan tanpa terjadi ovulasi, misal pada infeksi, kurang tidur,
minum alkohol
Metode Suhu Basal Badan
• Kemungkinan untuk menjadi hamil lebih kecil
apabila wanita menyusui anaknya secara eksklusif
segera setelah melahirkan
• (+): Efektivitas mencapai 98% bila menyusui secara
penuh selama 6 bulan, sering (>8x sehari), ibu
belum mendapat haid
• (-): tingkat efektivitas tergantung tingkat
eksklusifitas menyusui bayi, tidak melindungi
pengguna dari PMS (HIV/AIDS), pada wanita yang
bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam
Metode Amenorea Laktasi (MAL)
Kontrasepsi secara mekanis untuk pria
maupun wanita
Kondom
Sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus,
dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina.
(+): kontrasepsi, perlindungan terhadap penyakit
kelamin
(-) : selaput karet dirasakan dapat mengurangi
kenikmatan koitus, tumpahnya sperma akibat kondom
yang bocor, alergi
Diafragma
(+):
1) hampir tidak ada efek sampingan
2) Dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul,
hasilnya cukup memuaskan
3) dapat dipakai untuk pengganti pil atau AKDR
(-) :
1) diperlukan motivasi yang cukup kuat
2) Umumnya hanya cocok untuk wanita terpelajar dan tidak
untuk digunakan secara massal
3) Pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan
4) tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR.
Kontrasepsi dengan obat-obat
spermatisida
Obat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi
terdiri atas 2 komponen: zat kimiawi mampu
mematikan sperma, dan vehikulum yang nonaktif
membuat tablet atau cream/jelly.
Umumnya digunakan bersama-sama
dengan kontrasepsi lain (diafragma
vaginal)
Jenis obat-obatan spermisida yaitu vaginal cream,
vaginal foam, vaginal jelly, vaginal suppositoria,
vaginal tablet ( busa ), vaginal soluble film.
(-): reaksi alergi
Kontrasepsi Hormonal
(oral, suntik, implant)
• Pil Kombinasi
• Mini Pil
• Pil sekuenseal
• Once a month pil
• Morning after pil
Pil
• Kombinasi
• Progestin
Suntikan
• Norplant
• Implanon
Implant
• Mengandung hormon estrogen
dan progesteron dalam bentuk hormon aktif
dan tidak aktif
Pil Kombinasi
• Efektifitas pil
kombinasi lebih dari 99
persen, apabila
digunakan dengan benar
dan konsisten.
Efektivitas
Keuntungan
• Resiko terhadap kesehatan kecil.
• Memiliki efektifitas tinggi, apabila diminum secara
teratur.
• Tidak mengganggu hubungan seksual.
• Siklus haid teratur.
• Dapat mengurangi kejadian anemia.
• Dapat mengurangi ketegangan
sebelum menstruasi (pre menstrual tension).
• Dapat digunakan dalam jangka panjang.
• Mudah dihentikan setiap waktu
Kekurangan
• Tidak mencegah penyakit menular seksual
termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS
• Pengguna harus disiplin minum pil setiap hari.
• Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui
• Mahal.
• Suntikan kombinasi mengandung 25mg DMPA
dan 5mg Estradiol sipionat, diberikan IM sebulan
sekali (cyclofem), 50 mg Noretindron enantat
dan 5 mg Estradiol valerat, diberikan IM sebulan
sekali
• Suntikan progestin mengandung 150 mg DMPA
diberikan setiap 3 bulan secara IM, depo
noretisteron enantat (depo noristerat)
mengandung 200 mg noretindrone enatat,
diberikan setiap 2 bulan secara IM
Suntikan
• Implan kontrasepsi jangka panjang bersifat
reversibel berisi hanya progestin saja (progestin-
only) yang melepaskan sejumlah kecil progestin
secara terus-menerus ke dalam aliran darah.
Implan
Keuntungan
• Cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat
yang mengandung estrogen
• Perdarahan yang terjadi lebih ringan
• Tidak menaikkan tekanan darah,
• Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan
dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
Kerugian, dapat menimbulkan efek samping:
• Gangguan pola haid, seperti terjadinya spotting, perdarahan
memanjang atau lebih sering berdarah (metrorrhagia),
• Amenore,
• Mual-mual, anoreksia, pening, sakit kepala,
• Kadang-kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan.
• Timbulnya jerawat.
Kontrasepsi dengan AKDR
dengan adanya AKDR dalam kavum uteri
menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang
disertai dengan sebukan leukosit yang dapat
menghancurkan blastokista dan sperma
Efektifitasnya tinggi dapat mencapai 0.6 – 0.8
kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1
kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).
1. Umumnya hanya memerlukan
satu kalipemasangan
2. Tidak menimbulkan efek sistemik
3. Alat itu ekonomis dan cocok
untuk penggunaan secara massal
4. Efektivitas cukup tinggi
5.Reversibel
6.Tidak ada pengaruh terhadap ASI
•Perdarahan
•Masa haid dapat menjadi
lebih panjang dan banyak,
terutama pada bulan-bulan
pertama pemakaian
•Rasa nyeri dan kejang di
perut
•Ekspulsi (pengeluaran
sendiri)
Metode Kontrasepsi Mantap
(Sterilisasi)
Tubektomi
• Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/
pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk
mencegah proses fertilisasi.
• (+): efektivitas mencapai 100%
Vasektomi
• Pemotongan saluran sperma  tidak dapat
membuahi sel telur wanita
TERIMA KASIH

More Related Content

Similar to PENYULUHAN_KB.ppt

Alat kontrasespsi kel iii new
Alat kontrasespsi kel iii newAlat kontrasespsi kel iii new
Alat kontrasespsi kel iii newWelly Andrei
 
KB MODERN.pptx
KB MODERN.pptxKB MODERN.pptx
KB MODERN.pptxvenyAfre
 
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptx
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptxdocdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptx
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptxssusera4e147
 
keluarga_berencana_ppt.pptx
keluarga_berencana_ppt.pptxkeluarga_berencana_ppt.pptx
keluarga_berencana_ppt.pptxaris521850
 
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dan
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_danMakalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dan
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dandias123654
 
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKM
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKMKONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKM
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKMdewisetiyana52
 
Pilihan Metode Kontrasepsi
Pilihan Metode Kontrasepsi Pilihan Metode Kontrasepsi
Pilihan Metode Kontrasepsi Aan Erlian
 
Pembinaan aseptor kb melalui konseling
Pembinaan aseptor kb melalui konselingPembinaan aseptor kb melalui konseling
Pembinaan aseptor kb melalui konselingLucyana A
 
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptx
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptxPPT KONSEP KB-UNAIC-.pptx
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptxkusmawati4
 
Kontrasepsi oral kelompok 3
Kontrasepsi oral kelompok 3Kontrasepsi oral kelompok 3
Kontrasepsi oral kelompok 3Fitri Handayani
 
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdfSinergiTanibima
 
300723 Kontrasepsi.pptx
300723 Kontrasepsi.pptx300723 Kontrasepsi.pptx
300723 Kontrasepsi.pptxMcShadiqZikry
 
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KB
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KBKeuntungan Dan Kerugian Menggunakan KB
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KBRita Puspita Sari
 
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptxkontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptxayulestari228780
 
MATERI PENYULUHAN KB.pptx
MATERI PENYULUHAN KB.pptxMATERI PENYULUHAN KB.pptx
MATERI PENYULUHAN KB.pptxMariaMia15
 
Keluarga berencana (2)
Keluarga berencana (2)Keluarga berencana (2)
Keluarga berencana (2)sicua050896
 

Similar to PENYULUHAN_KB.ppt (20)

Alat kontrasespsi kel iii new
Alat kontrasespsi kel iii newAlat kontrasespsi kel iii new
Alat kontrasespsi kel iii new
 
KB MODERN.pptx
KB MODERN.pptxKB MODERN.pptx
KB MODERN.pptx
 
Sistem reproduksi
Sistem reproduksiSistem reproduksi
Sistem reproduksi
 
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptx
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptxdocdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptx
docdownloader.com_5-metode-kontrasepsi-bkkbnppt.pptx
 
KB METODE HORMONAL.pptx
KB METODE HORMONAL.pptxKB METODE HORMONAL.pptx
KB METODE HORMONAL.pptx
 
Surya83
Surya83Surya83
Surya83
 
keluarga_berencana_ppt.pptx
keluarga_berencana_ppt.pptxkeluarga_berencana_ppt.pptx
keluarga_berencana_ppt.pptx
 
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dan
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_danMakalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dan
Makalah a.l kontrasepsi_non_hormonal_dan
 
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKM
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKMKONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKM
KONTRASEPSI HORMONAL_Materi Dosen IKM
 
Pilihan Metode Kontrasepsi
Pilihan Metode Kontrasepsi Pilihan Metode Kontrasepsi
Pilihan Metode Kontrasepsi
 
Pembinaan aseptor kb melalui konseling
Pembinaan aseptor kb melalui konselingPembinaan aseptor kb melalui konseling
Pembinaan aseptor kb melalui konseling
 
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptx
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptxPPT KONSEP KB-UNAIC-.pptx
PPT KONSEP KB-UNAIC-.pptx
 
Kontrasepsi oral kelompok 3
Kontrasepsi oral kelompok 3Kontrasepsi oral kelompok 3
Kontrasepsi oral kelompok 3
 
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf
01Asuhan Kebidanan pada KB dan kontrasepsi Nurhayana (1).pdf
 
300723 Kontrasepsi.pptx
300723 Kontrasepsi.pptx300723 Kontrasepsi.pptx
300723 Kontrasepsi.pptx
 
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KB
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KBKeuntungan Dan Kerugian Menggunakan KB
Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan KB
 
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptxkontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
kontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
 
MATERI PENYULUHAN KB.pptx
MATERI PENYULUHAN KB.pptxMATERI PENYULUHAN KB.pptx
MATERI PENYULUHAN KB.pptx
 
Keluarga berencana (2)
Keluarga berencana (2)Keluarga berencana (2)
Keluarga berencana (2)
 
KONTRASEPSI.pptx
KONTRASEPSI.pptxKONTRASEPSI.pptx
KONTRASEPSI.pptx
 

Recently uploaded

kelompok rentan pada perempuan dan a.ppt
kelompok rentan pada perempuan dan a.pptkelompok rentan pada perempuan dan a.ppt
kelompok rentan pada perempuan dan a.pptssuser8a13d21
 
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_elin560994
 
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan Contoh
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan ContohUji Validitas dan Realibilitas SPSS dan Contoh
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan ContohARDS5
 
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.haslinahaslina3
 
EMPIEMA yang disebabkan oleh TBC. .pptx
EMPIEMA  yang disebabkan oleh TBC. .pptxEMPIEMA  yang disebabkan oleh TBC. .pptx
EMPIEMA yang disebabkan oleh TBC. .pptxsisiliafitriapurnani
 
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anak
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anakKIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anak
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anakelin560994
 

Recently uploaded (6)

kelompok rentan pada perempuan dan a.ppt
kelompok rentan pada perempuan dan a.pptkelompok rentan pada perempuan dan a.ppt
kelompok rentan pada perempuan dan a.ppt
 
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_
PENYULUHAN_KB HORMONAL DAN NON HORMONAL_
 
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan Contoh
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan ContohUji Validitas dan Realibilitas SPSS dan Contoh
Uji Validitas dan Realibilitas SPSS dan Contoh
 
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.
ASUHAN KEFARMASIAN DOSIS.ppt dosis obat.
 
EMPIEMA yang disebabkan oleh TBC. .pptx
EMPIEMA  yang disebabkan oleh TBC. .pptxEMPIEMA  yang disebabkan oleh TBC. .pptx
EMPIEMA yang disebabkan oleh TBC. .pptx
 
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anak
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anakKIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anak
KIA ppt penyuluhan buku kesehatan ibu dan anak
 

PENYULUHAN_KB.ppt

  • 1. PROGRAM KB (HORMONAL DAN NON HORMONAL) PUSKESMAS LUBUK KILANGAN
  • 2. Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Definisi KB
  • 3. Mencegah 4T: 1. Kehamilan terlalu dini 2. Kehamilan terlalu “telat” 3. Kehamilan yang terlalu berdekatan jaraknya 4. Terlalu sering hamil dan melahirkan Manfaat Program KB
  • 4. Definisi Kontrasepsi: Kontra + Konsepsi  usaha-usaha yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan
  • 5. Macam-macam metode kontrasepsi Tanpa menggunakan alat / obat-obatan Mekanik Obat-obat spermatisida Hormonal (oral, suntik, implan) AKDR Mantap atau permanen (tubektomi, vasektomi)
  • 6. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat- alat/obat-obatan Senggama Terputus Pantang berkala Metode suhu basal badan Metode amenorea Laktasi (MAL)
  • 7. • penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi • Akan terjadinya ejakulasi disadari oleh pria : masih ada waktu ± 1 detik untuk menarik penis keluar vagina sebelum ejakulasi • (+): tidak butuh biaya, alat, persiapan • (-): butuh pengendalian diri yang besar dari pria, mengurangi kepuasan berhubungan seksual Senggama terputus
  • 8. • Ogino-Knaus : “seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya” • Masa subur (Fase Ovulasi): mulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi • (+): tidak butuh biaya, alat, persiapan • (-): sulit menentukan waktu yang tepat dari ovulasi • Umumnya ovulasi terjadi 14±2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang Pantang berkala
  • 9. • suhu yang diukur di waktu pagi segera sesudah bangun tidur dan sebelum melakukan aktifitas apapun Suhu basal badan dicatat dengan teliti setiap hari • (+): Dapat meningkatkan efektivitas kontrasepsi pantang berkala • (-): beberapa keadaan juga dapat meningkatkan suhu basal badan tanpa terjadi ovulasi, misal pada infeksi, kurang tidur, minum alkohol Metode Suhu Basal Badan
  • 10. • Kemungkinan untuk menjadi hamil lebih kecil apabila wanita menyusui anaknya secara eksklusif segera setelah melahirkan • (+): Efektivitas mencapai 98% bila menyusui secara penuh selama 6 bulan, sering (>8x sehari), ibu belum mendapat haid • (-): tingkat efektivitas tergantung tingkat eksklusifitas menyusui bayi, tidak melindungi pengguna dari PMS (HIV/AIDS), pada wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam Metode Amenorea Laktasi (MAL)
  • 11. Kontrasepsi secara mekanis untuk pria maupun wanita
  • 12. Kondom Sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus, dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina. (+): kontrasepsi, perlindungan terhadap penyakit kelamin (-) : selaput karet dirasakan dapat mengurangi kenikmatan koitus, tumpahnya sperma akibat kondom yang bocor, alergi
  • 13. Diafragma (+): 1) hampir tidak ada efek sampingan 2) Dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya cukup memuaskan 3) dapat dipakai untuk pengganti pil atau AKDR (-) : 1) diperlukan motivasi yang cukup kuat 2) Umumnya hanya cocok untuk wanita terpelajar dan tidak untuk digunakan secara massal 3) Pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan 4) tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR.
  • 15. Obat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas 2 komponen: zat kimiawi mampu mematikan sperma, dan vehikulum yang nonaktif membuat tablet atau cream/jelly. Umumnya digunakan bersama-sama dengan kontrasepsi lain (diafragma vaginal) Jenis obat-obatan spermisida yaitu vaginal cream, vaginal foam, vaginal jelly, vaginal suppositoria, vaginal tablet ( busa ), vaginal soluble film. (-): reaksi alergi
  • 17. • Pil Kombinasi • Mini Pil • Pil sekuenseal • Once a month pil • Morning after pil Pil • Kombinasi • Progestin Suntikan • Norplant • Implanon Implant
  • 18. • Mengandung hormon estrogen dan progesteron dalam bentuk hormon aktif dan tidak aktif Pil Kombinasi • Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen, apabila digunakan dengan benar dan konsisten. Efektivitas
  • 19. Keuntungan • Resiko terhadap kesehatan kecil. • Memiliki efektifitas tinggi, apabila diminum secara teratur. • Tidak mengganggu hubungan seksual. • Siklus haid teratur. • Dapat mengurangi kejadian anemia. • Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension). • Dapat digunakan dalam jangka panjang. • Mudah dihentikan setiap waktu
  • 20. Kekurangan • Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS • Pengguna harus disiplin minum pil setiap hari. • Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui • Mahal.
  • 21. • Suntikan kombinasi mengandung 25mg DMPA dan 5mg Estradiol sipionat, diberikan IM sebulan sekali (cyclofem), 50 mg Noretindron enantat dan 5 mg Estradiol valerat, diberikan IM sebulan sekali • Suntikan progestin mengandung 150 mg DMPA diberikan setiap 3 bulan secara IM, depo noretisteron enantat (depo noristerat) mengandung 200 mg noretindrone enatat, diberikan setiap 2 bulan secara IM Suntikan
  • 22. • Implan kontrasepsi jangka panjang bersifat reversibel berisi hanya progestin saja (progestin- only) yang melepaskan sejumlah kecil progestin secara terus-menerus ke dalam aliran darah. Implan
  • 23. Keuntungan • Cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen • Perdarahan yang terjadi lebih ringan • Tidak menaikkan tekanan darah, • Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
  • 24. Kerugian, dapat menimbulkan efek samping: • Gangguan pola haid, seperti terjadinya spotting, perdarahan memanjang atau lebih sering berdarah (metrorrhagia), • Amenore, • Mual-mual, anoreksia, pening, sakit kepala, • Kadang-kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan. • Timbulnya jerawat.
  • 26. dengan adanya AKDR dalam kavum uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista dan sperma Efektifitasnya tinggi dapat mencapai 0.6 – 0.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).
  • 27. 1. Umumnya hanya memerlukan satu kalipemasangan 2. Tidak menimbulkan efek sistemik 3. Alat itu ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal 4. Efektivitas cukup tinggi 5.Reversibel 6.Tidak ada pengaruh terhadap ASI •Perdarahan •Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian •Rasa nyeri dan kejang di perut •Ekspulsi (pengeluaran sendiri)
  • 29. Tubektomi • Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/ pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi. • (+): efektivitas mencapai 100% Vasektomi • Pemotongan saluran sperma  tidak dapat membuahi sel telur wanita