Skip to main content
PENGETAHUAN DASAR
SCAFFOLD TUBES
Prepared by Badaruddin
PERATURAN & PERUNDANGAN
Perundangan	yang	berlaku	di	indonesia;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi No.: Per/01/Men/1980 – Keselamatan & kesehatan kerja pada
Konstruksi Bangunan.
 Keputusan Menteri Tenaga Kerja & Meteri Pekerjan Umum No. Kep. 174 / Men / 86 & No. 104 / KPTS / 1986
Tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi.
 Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan & Pengawasan Ketenaga Kerjaan No. Kep. 20/ DJPPK / 2004 Tentang
Sertifikasi Kompetensi Keselamatan Kerja Bidang Konstruksi Bangunan.
 Keputusan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No. Kep. 211/MEN/X/2008 Tentang Standard Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Sektor Industri Minyak & Gas Bumi Serta Panas Bumi Sub Sektor Industri Minyak & Gas Bumi
Hulu Hilir (Supporting) Bidang Keselamatan & Kesehatan Kerja Sub Bidang Scaffolding.
Peraturan	Negara
 Perancah, Mutu & Cara Uji Tekan Statis SNI-03-3631-1994
PERATURAN & PERUNDANGAN
Peraturan	Internasional	(International	Standard);
 Temporary Works Equipment. Scaffolds Performance Requirements & General Design BS EN 12811-1.
 Temporary Works Equipment. Information on Materials BS EN 12811-2
 Temporary Works Equipment. Load Testing BS EN 12811-3
 Temporary Works Equipment. Protection Fans for Scaffolds. Performance Requirements & Product Design
BS EN 12811-4
 Loose Steel Tubes for Tube & Coupler Scaffolds BS EN 39:2001
 Couplers, Spigot & Baseplate for Use in Falsework & Scaffolds BS EN 74-1:2005
 Ladders. Specification for Terms, Types & Functional Sizes BS EN 131-1:2011
 Ladders. Specification for Requirements, Testing & Marking BS EN 131-2:2012
JENIS JENIS SCAFFOLDING
Frame Scaffolding Modular System Scaffold Tube & Coupler Scaffold
PERBANDINGAN JENIS SCAFFOLDING
Description Frame Scaffold Modular Scaffold Tube & Coupler Scaffold
Waktu untuk installasi Cepat Cepat Lama
Fleksibilitas bentuk  Bentuk Harus persegi
 Kurang flexible pada
existing facilities
 Jarak antar post tertentu
sehingga tidak applicable
untuk bridge scaffold.
 Bentuk bisa tidak
beraturan
 Lebih flexible pada
existing facilities
 Tersedia element khsusu
untuk bentang panjang
bridge
 Bentuk tidak beraturan
 Sangat flexible pada
existing facilities
 Material yang sama dapat
digunakan untuk long
span Bridge
Biaya Murah Mahal In between
Kompetensi Pekerja Tidak khusus Tidak khusus Khusus & Certified
Jumlah pekerja yang
dibutuhkan
Sedikit Sedikit Banyak
Beban yang diijinkan Light Duty Light s/d Heavy Duty Light s/d Heavy Duty
TERMINOLOGY - EQUIPMENT SCAFFOLDING
Top rail; Bagian teratas dari sistem pagar penahan berupa tube horisontal
Mid rail; Horisonal rail yang berada pada tengah bentang dari sistem pagar penahan
Toe board; Papan yang terletak tepat diatas platform untuk mencegah material dan
peralatan terjatuh.
Standard; Batang vertikal yang berfungsi untuk meneruskan beban scaffolding ke
pondasi.
Ledger; Batang horisontal yang menghubungan satu standard terhadap standar yang
lain serta sebagai dudukan dari transom.
Transom; Batang horisontal sebagai dudukan papan platform. Transom duduk diatas
dua Ledger.
Tranverse brace; Bracing/ pengaku yang terpasang pada sisi pendek dari konstruksi
scaffolding
Face brace; Bracing / Pengaku yang terpasang pada sisi panjang dari konstruksi
scaffolding.
Base plate; Pelat baja yang dilengkapi dengan screw jack untuk meneruskan beban
dari standard ke sole board.
Sole board; Papan kayu untuk menyebar beban dari base plate ke permukaan tanah.
TERMINOLOGY - EQUIPMENT SCAFFOLDING
Bay length; Jarak horisontal pada arah memanjang antara dua
post/standard
Bay width; Jarak horisontal pada arah lebar antara dua post /
standard
Lift height; Jarak vertikal antara dua tingkat dan ini sama dengan
jarak antara lantai pada bangunan bertingkat.
Base or kicker lift; Ledger yang dipasang pada tingat pertama dari
konstruksi scaffolding.
SPESIFIKASI – SCAFFOLD TUBES
British Standard
BS EN 39; Diameter tube 48.3 mm, tebat nominal tube
4 mm, tegangan leleh minimum fy 235 N/mm2
BS EN 10219; Diameter tube 48.3 mm, tebat nominal
tube 3.2 mm, tegangan leleh minimum fy 320
N/mm2
American Standard
ASTM A500 Grade B; Diameter tube 48.3 mm, tebat
nominal tube 3.4 mm, tegangan leleh minimum fy
290 N/mm2
ASTM A53 Grade B; Diameter tube 48.3 mm, tebat
nominal tube 3.68 mm, tegangan leleh minimum fy
240 N/mm2
SPESIFIKASI – SCAFFOLD TUBES FITTING
Double coupler berfungsi Untuk
menghubungkan dua pipa tube
dengan sudut antara keduanya
adalah 90 degree, seperti post/
standard terhadap ledger.
Swivel Coupler berfungsi Untuk
menghubungkan dua pipa tube
dengan sudut bukan 90 degree, seperti
post/ standard terhadap face brace.
SPESIFIKASI – SCAFFOLD TUBES FITTING
SPESIFIKASI – SCAFFOLD TUBES FITTING
SPESIFIKASI – PAPAN SCAFFOLD
SPESIFIKASI – TANGGA SCAFFOLDING
Persyaratan teknis dari tangga ladders dijelaskan pada 3 standard / code yang berbeda: BS EN 131, BS EN 1129 khusus untuk
tangga kayu serta BS 2037 untuk tangga yang terbuat dari metal. Baik tangga kayu atau metal secara umum dapat dikategorikan
dalam 3 kelas sbb;
Cocok digunakan untuk area industri & pekerjaan konstruksi. Mampu menahan beban sampai dengan 135 kg atau
setara dengan beban satu orang ditambah dengan peralatan kerja .
Termasuk tangga kelas 2 dimana mampu menahan beban sampai dengan 110 kg
Termasuk tangga yang hanya cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak direkomendasikan sebagai
tangga scaffolding. Mampu menahan beban hanya sampai dengan 95 kg.
TYPE KONSTRUKSI SCAFFOLD TUBES
KELAS BEBAN – SCAFFOLD TUBES
Light duty scaffolding umumnya digunakan untuk
pekerjaan plester, pengecatan, membersihkan
permukaan pasangan batu dll.
Medium duty scaffolding umumnya digunakan untuk
pekerjaan pasangan batu dari material ringan,
memasang jenedela dll.
Special duty scaffolding umumnya digunakan untuk
pekerjaan pasangan batu dari material yang berat
semisal batako concrete hollow block dll.
TOWER SCAFFOLD TUBES
 Free standing tower dibagi menjadi dua type; internal tower and external
tower.
 Internal tower apabila terletak didalam ruangan sehingga tidak terexpose
terhadap gaya angin, sebaliknya external tower terletak diluar ruangan dan
terexpose oleh gaya angin.
 Tinggi maksimum dari internal tower adalah 4 x lebar terkecil dari dasar
scaffolding, sementara untuk external tower adalah 3 x lebar terkecil dasar
scaffolding.
 Tinggi dari setiap tingkat dari scaffolding tower tidak boleh melebihi 2 m,
apabila melebihi 2 m maka harus consult ke civil engineer untuk dilakukan
design khusus.
 Minimal dua tingkat dari scaffolding tower harus diberi papan penuh untuk
menjaga stabilitas sehingga tidak guling.
KELAS BEBAN & DIMENSI TOWER SCAFFOLD TUBES
SKEMA PEMBEBANAN
Load Class Max. Load-kN/m2 Typical Use
1 0.75 Access, very light duty work
2 1.5 Typical light duty work
3 2.0 Heavy duty work i.e. Welding
platform
DIMENSI DASAR SCAFFOLDING TOWER
Load Class Min. Base Dim. Max. Base Dim. Max. Height
Internal Scaff. Externall Scaff.
1 1.2 m x 1.2m 2.7 m x 2.7 m 10.8 m 8.1 m
2 1.2 m x 1.2m 2.1 m x 2.1 m 8.4 m 6.3 m
3 1.2 m x 1.2m 1.8 m x 1.8 m 7.2 m 5.4 m
Contoh kasus;
Tower scaffolding dengan lebar 1.8 m
dan panjang 2 m, berapa tinggi
maksimum dari scaffolding tower
tersebut?
Jawab;
Lebar minimal adalah 1.8 m, maka tinggi
maksimum apabila diletakan didalam
ruangan adalah 4x1.8m 7.2 m
Apabila akan dibangun diluar ruangan
maka tinggi maksimum adalah 3x1.8 m
5.4 m.
WARNING: Untuk scaffolding tower yang mobile dimana
dilengkapi dengan castors dimana umumnya terbuat dari
material scaffolding aluminium, maka harus mengikuti
petunjuk yang telah dikeluarkan oleh manufacture.
MENAIKAN & MENURUNKAN MAT. SCAFFOLD
Untuk menaikan & menurunkan material scaffolding dapat menggunakan satu
dari sejumlah metode berikut;
 Hand balling / chaining; material scaffolding ditransfer melalui scaffolder
atau helper dengan cara dioper dari tangan ke tangan. Maksimum beban
yang dijinkan untuk diangkat dengan cara ini adalh 20 kg.
 Hand line; material scaffolding ditransfer antara dua scaffolde menggunakan
batuan tali fibre rope, umumnya diameter tali 12 mm dan maksimum beban
yang dijinnkan adalah 20 kg.
 Menggunakan lifting devices semisal gin wheel dengan small pulley dan fibre
rope dia. 18 mm. Maksimum beban yang diijinkan 50 kg.
MENAIKAN & MENURUNKAN MAT. SCAFFOLD
Tipikal konstruksi gin wheel;
Cara mengikat beban;
JOB SAFETY ANALYSIS KONSTRUKSI SCAFFOLD
Memulai dengan membuat step-step pekerjaan serta menuliskan bahaya yang
mungkin terjadi. Typical hazard dijelaskan pada slide berikutnya - Bahaya
Menilai bahaya dari lima hal yang mempengaruhi penilaian resiko; orang,
peralatan, proses dan lingkungan kemudian setiap bahaya dianalisa efeknya
terhadap lima hal tersebut – Akibat Bahaya
Menentukan konsekuensi dan frekuensi dari setiap bahaya untuk selanjtnya
dengan menggunakan risk matriks maka tingkat resiko pekerjaan dapat
ditentukan. low risk, medium risk atau hight risk.
Setelah semua bahaya teridentifikasi, solusi atau kontrol resiko ditentukan
untuk mengurangi tingkat bahaya. Kontrol Resiko.
Penilaian resiko kembali untuk meninjau efektifitas langkah pengendalian untuk
menurunkan tingkat resion. Penilaian Akhir Tingkat Resiko.
Apabila penilaian resiko secara menyeluruh dapat diterima maka pekerjaan
pemasangan & operasi scaffolding dapat dilakukan akan tetapi jika tingkat
resiko tidak dapat diterima maka lakukan peninjauan ulang langkah
pengendalian untuk kontrol resiko.
JOB SAFETY ANALYSIS KONSTRUKSI SCAFFOLD
Berikut adalah typical bahaya untuk pekerjaan konstruksi scaffolding & langkah pengendalian bahaya ;
Bahaya; Terpleset atau jatuh dari working platform
Hal ini mungkin terjadi apabila;
 Terdapat sejumlah permukaan papan yang tidak
rata & licin pada working platform
 Terdapat tumpukan material atau puing-puing.
 Access road yang tidak jelas; banyak penghalang
 Terdapat bukaan yang melebihi diameter standard
pada lantai kerja.
Bahaya; Benda terjatuh falling objects & akan
menjadi accident apabila beda jatuh tersebut
mengenai pekerja atau peralatan
Hal ini mungkin terjadi apabila;
 Selama pekerjaan pengangkatan untuk menaik
turunkan material scaffolding.
 Pada saat pekerjaan pemasangan &
pembongkaran scaffolding.
 Apabila perlatan kerja dari scaffolder tidak
terikat dengan baik.
Penyusunan langkah-langkah pengendalian bahaya dapat mengacu pada list mekanisme terjadinya bahaya
seperti diatas.
JOB SAFETY ANALYSIS KONSTRUKSI SCAFFOLD
Berikut adalah typical bahaya untuk pekerjaan konstruksi scaffolding & langkah pengendalian bahaya ;
Bahaya; Scaffolding roboh collapse baik secara keseluruhan
atau sebagian.
Hal ini mungkin terjadi apabila;
 Prosedur erection scaffolding yang jelek.
 Ties / Pengikat scaffolding yang tidak proper khsusnya untuk
scaffolding tinggi.
 Menggunakan material scaffonding yang sudah rusak
damage
 Salah satu atau sejumlah pondasi scaffolding gagal /
mengalami penurunan berlebih.
 Overloading
 Ditabrak oleh kendaraan
 Terpapar angin kencang taifun
Bahaya; Orang terjatuh
Hal ini mungkin terjadi apabila;
 Menggunakan alat pelindung jatuh yang
tidak proper atau tidak menggunakan
sama sekali.
 Bekerja diluar hand rail scaffolding.
 Melepas sebagian hand rail untuk
kebutuhan tertentu.
 Fasilitas access yang jelek.
 Konstruksi scaffolding roboh baik secara
keseluruhan atau sebagian.
Penyusunan langkah-langkah pengendalian bahaya dapat mengacu pada list mekanisme terjadinya bahaya
seperti diatas.
KEGAGALAN KONSTRUKSI SCAFFOLD TUBES
KEGAGALAN KONSTRUKSI SCAFFOLD TUBES
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMAMFAAT