NodeJS Dasar
Agenda
â—Ź Pengenalan NodeJS
â—Ź Pengenalan Concurrency
â—Ź NodeJS Architecture
â—Ź Menginstall NodeJS
â—Ź NodeJS REPL
â—Ź Standard Library
â—Ź Dan lain-lain
Pengenalan NodeJS
Pengenalan NodeJS
â—Ź NodeJS diperkenalkan pertama kali oleh Ryan Dahl pada tahun 2009
â—Ź NodeJS merupakan teknologi yang bisa digunakan untuk menjalankan kode JavaScript diluar
Web Browser
â—Ź NodeJS dibuat dari V8 Engine, yaitu Engine untuk Google Chrome
â—Ź NodeJS merupakan project yang Free dan OpenSource
â—Ź https://nodejs.org/
Kenapa Belajar NodeJS
â—Ź NodeJS mempopulerkan paradigma JavaScript Everywhere, dimana dengan menggunakan
NodeJS, kita bisa membuat aplikasi berbasis server side dengan bahasa pemrograman JavaScript
â—Ź Hal ini membuat kita hanya butuh belajar bahasa pemrograman JavaScript untuk membuat
aplikasi web misalnya, sehingga tidak butuh belajar bahasa pemrograman lain seperti PHP atau
Java untuk server side web nya
â—Ź Saat ini NodeJS sangat populer dan banyak sekali digunakan di perusahaan teknologi, terutama
untuk membantu pengembangan Web Frontend
Yang Tidak Bisa Dilakukan di NodeJS
â—Ź Pada kelas JavaScript, kita sudah membahas banyak sekali fitur JavaScript yang berjalan di
Browser
â—Ź Karena NodeJS tidak berjalan di Browser, jadi tidak semua fitur JavaScript bisa dilakukan di
NodeJS
â—Ź Fitur seperti Document Object Model dan banyak Web API tidak bisa dilakukan di NodeJS, hal ini
karena DOM dan beberapa Web API berjalan membutuhkan Browser
Web Application
Web Application
â—Ź Web Application adalah aplikasi yang berjalan di Server dan ditampilkan di Browser Client
â—Ź Saat kita membuat Web Application, biasanya akan dibagi menjadi 3 bagian, Client, Server dan
Database
Diagram Web Application
Client
â—Ź Client merupakan user interface atau bagian frontend dari web application, yang digunakan oleh
pengguna web application
â—Ź Client digunakan untuk berinteraksi dengan Server, baik itu mengirim data atau menerima data
â—Ź Frontend biasanya dibuat menggunakan HTML, CSS dan JavaScript
Server
â—Ź Server bertanggung jawab untuk menerima request dari Client, mengerjakan request yang dikirim
dan membalas request berupa response ke Client
â—Ź Server bertugas sebagai backend untuk web application, dimana semua logic aplikasi akan
dilakukan di Server
â—Ź Biasanya Server dibuat menggunakan PHP, Pythton, Java, .NET dan banyak bahasa pemrograman
lainnya
â—Ź Dengan adanya NodeJS, sekarang kita bisa membuat Server menggunakan JavaScript
Database
â—Ź Database adalah tempat untuk menyimpan data web application
â—Ź Data disimpan dan diambil oleh Server.
â—Ź Client tidak bisa langsung mengambil atau menyimpan data ke Database secara langsung, oleh
karena itu perlu penengah untuk melakukannya, yaitu Server
â—Ź Database biasanya menggunakan aplikasi sistem basis data seperti misalnya MySQL, PostgreSQL,
MongoDB dan lain-lain
Synchronous vs Asynchronous
Synchronous vs Asynchronous
â—Ź Synchronous adalah ketika kode program kita berjalan secara sequential, dan semua tahapan
ditunggu sampai prosesnya selesai baru akan dieksekusi ke tahapan selanjutnya
â—Ź Sedangkan, Asynchronous artinya ketika kode program kita berjalan dan kita tidak perlu
menunggu eksekusi kode tersebut selesai, kita bisa lanjutkan ke tahapan kode program
selanjutnya
Blocking
â—Ź Saat kita membuat kode program, secara default kode program akan berjalan secara blocking
atau synchronous
â—Ź Artinya kita harus menunggu sebuah kode selesai sebelum kode selanjutnya dieksekusi
â—Ź Contoh ketika kita membuat kode program untuk membaca file, jika kode kita blocking, maka kita
harus menunggu program selesai membaca file, baru kita bisa melanjutkan kode program
selanjutnya
Non-Blocking
â—Ź Non-Blocking berbeda dengan Blocking, kode program Non-Blocking akan dieksekusi tanpa
harus menunggu kode program tersebut selesai
â—Ź Non-Blocking akan dijalankan secara asynchronous
â—Ź Ketika memanggil kode Non-Blocking, biasanya kita perlu mengirimkan callback untuk dipanggil
oleh kode Non-Blocking tersebut ketika kodenya susah selesai
â—Ź Contoh-contoh Non-Blocking sudah kita bahas di kelas JavaScript Async, seperti AJAX, Fetch
API, dan lain-lain
â—Ź Di NodeJS, hampir semua fiturnya mendukung kode Non-Blocking
Diagram Synchronous
Diagram Asynchronous
Threadpool Web Model
Threadpool
â—Ź Pada materi sebelumnya sudah dijelaskan bahwa thread adalah proses ringan yang biasa dibuat
saat membuat aplikasi
â—Ź Walaupun bisa dibilang ringan, namun jika terlalu banyak membuat thread, maka tetap akan
memberatkan sistem operasi kita
â—Ź Oleh karena itu, biasanya kita akan menggunakan threadpool untuk melakukan management
thread
â—Ź Threadpool merupakan tempat dimana kita menyimpan thread, ketika kita butuh kita akan ambil
dari threadpool, ketika sudah selesai, kita akan kembalikan thread nya ke threadpool
â—Ź Dengan threadpool, kita bisa memanfaatkan thread yang sama berkali-kali, tanpa harus membuat
thread baru terus menerus
Diagram Threadpool
Threadpool Queue
â—Ź Apa yang terjadi ketika semua thread sedang bekerja? Bagaimana jika kita ingin meminta thread
ke threadpool untuk mengerjakan sesuatu?
â—Ź Jika semua thread penuh, kita tidak bisa meminta lagi thread ke threadpool. Kita harus menunggu
sampai ada thread yang tidak sibuk
â—Ź Dimana kita harus menunggu sampai ada thread tersedia untuk digunakan?
â—Ź Biasanya threadpool memiliki tempat untuk menyimpan tugas yang belum dikerjakan oleh thread
di tempat bernama queue (antrian)
â—Ź Ketika kita mengirim perintah ke threadpool, perintah tersebut akan dikirim ke queue, lalu
perintah-perintah itu akan dieksekusi satu per satu oleh thread yang tersedia di threadpool
Diagram Threadpool Queue
Threadpool Web Model
â—Ź Dahulu pembuatan web application sangat populer menggunakan threadpool model
â—Ź Setiap request yang masuk ke web server akan diproses oleh satu buah thread
â—Ź Dengan demikian ketika banyak request masuk, semua bisa diproses secara paralel karena akan
ditangani oleh thread masing-masing
â—Ź Namun threadpool model ini memiliki kekurangan, ketika thread sedang sibuk semua, secara
otomatis request selanjutnya harus menunggu sampai ada thread yang selesai melakukan tugas
sebelumnya
â—Ź Contoh web server yang menggunakan threadpool model, seperti Apache HTTPD, Apache
Tomcat, dan lain-lain
Event-Loop
â—Ź Event-Loop merupakan single thread proses yang digunakan untuk mengeksekusi kode Non-
Blocking
â—Ź Karena Event-Loop hanya menggunakan single thread, maka kita harus berhati-hati ketika
membuat blocking code, karena bisa memperlambat proses eksekusi kode kita
â—Ź Event-Loop sendiri sebenarnya tugasnya hanya menerima dan mengirim eksekusi kode ke C++
Threadpool, oleh karena itu selalu usahakan menggunakan kode nonblocking agar proses
blocking-nya dikerjakan di C++ threadpool
â—Ź Event-Loop akan menerima response dari C++ threadpool yang di kirim via callback
Menginstall NodeJS
Menginstall NodeJS Manual
â—Ź Download versi NodeJS LTS (Long Term Support)
â—Ź https://nodejs.org/en/download/
Menginstall NodeJS dengan Package Manager
â—Ź https://github.com/nvm-sh/nvm
â—Ź https://community.chocolatey.org/packages/nodejs
â—Ź https://formulae.brew.sh/formula/node
Setting PATH NodeJS
â—Ź Setelah menginstall NodeJS, disarankan melakukan setting PATH NodeJS pada sistem operasi
kita
â—Ź Hal ini agar mudah ketika kita mengakses program NodeJS menggunakan terminal / command
prompt
Kode : Mengecek NodeJS
Hello World
Kode : Hello World
Menjalankan Kode JavaScript
â—Ź Karena NodeJS tidak memerlukan Web Browser, jadi kita bisa langsung menjalankan program
JavaScript kita menggunakan aplikasi NodeJS lewat terminal / command promt, dengan perintah
:
â—Ź node namafile.js
Kode : Menjalankan Hello World
NodeJS REPL
REPL (Read Eval Print Loop)
â—Ź REPL singkatan dari Read Eval Print Loop
â—Ź Yaitu mekanisme dimana program bisa membaca langsung kode program yang diketikkan, lalu
mengeksekusinya, menampilkan hasilnya, lalu mengulangi dari awal lagi
â—Ź NodeJS mendukung REPL, sehingga lebih mudah ketika belajar
â—Ź Namun tetap, saya menyarankan menyimpan kode program di file JavaScript, agar lebih mudah
diubah ketika terjadi masalah
â—Ź Untuk menggunakan NodeJS REPL, cukup jalankan aplikasi node saja
Kode : REPL
NodeJS Standard Library
NodeJS Standard Library
â—Ź Saat kita belajar JavaScript, di Web Browser, terdapat fitur-fitur yang bernama Web API
â—Ź https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/API
â—Ź Kebanyakan fitur Web API hanya berjalan di Web Browser, sehingga tidak bisa jalan di NodeJS
â—Ź NodeJS sendiri hanya menggunakan bahasa pemrogaman JavaScript nya, namun tidak
mengadopsi fitur Web API nya, karena itu hanya berjalan di Web Browser
â—Ź NodeJS sendiri memiliki standard library yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pembuatan
aplikasi
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/
Modules
Modules
â—Ź Standard Library yang terdapat di NodeJS bisa kita gunakan seperti layaknya JavaScript Modules
â—Ź Jika belum mengerti tentang JavaScript Modules, silahkan pelajari kelas saya tentang JavaScript
Modules
â—Ź Karena NodeJS menggunakan Modules, jika kita ingin menggunakan Modules, kita juga perlu
memberi tahu bahwa file JavaScript kita menggunakan Modules, caranya dengan mengubah
nama file dari .js menjadi .mjs
Kode : Contoh Standard Library
Require Function
Require Function
â—Ź Awal ketika NodeJS rilis, fitur JavaScript Modules belum rilis, namun sekarang JavaScript sudah
banyak menggunakan JavaScript Modules
â—Ź NodeJS pun awalnya tidak menggunakan JavaScript Modules, namun sekarang NodeJS sudah
bisa menggunakan JavaScript Modules, dan sangat direkomendasikan menggunakannya
â—Ź Namun awal sebelum Modules, NodeJS menggunakan function require() untuk melakukan import
file
â—Ź Di materi ini saya sengaja bahas, agar tidak bingung ketika kita melihat tutorial yang masih
menggunakan function require
Kode : Function Require
Global Async di Module
Global Async
â—Ź Saat kita belajar JavaScript, untuk menggunakan Async Await, biasanya kita perlu membuat
terlebih dahulu function yang kita tandai sebagai async
â—Ź Saat kita menggunakan Module, secara default, global code adalah Async, oleh karena itu kita
bisa menggunakan Async Await
â—Ź Kecuali jika kita membuat function, maka function tersebut harus kita tandai sebagai Async jika
ingin menggunakan Async Await
Kode : JavaScript
Kode : JavaScript Module
OS
OS
â—Ź OS merupakan standard library yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi tentang
sistem operasi yang digunakan
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/os.html
Kode : OS
Path
Path
â—Ź Path merupakan standard library yang bisa kita gunakan untuk bekerja dengan lokasi file dan
directory / folder
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/path.html
Kode : Path
File System
File System
â—Ź File System merupakan standard library yang bisa digunakan untuk memanipulasi file system
â—Ź Dalam File System, terdapat 3 jenis library
â—Ź Pertama library yang bersifat blocking atau synchronous
â—Ź Kedua library yang bersifat non-blocking atau asynchronous menggunakan callback
â—Ź Ketika library yang bersifat non-blocking atau asynchronous tapi menggunakan promise
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/fs.html
Kode : File System
Debugger
Debugger
â—Ź NodeJS memiliki fitur debugger, dimana kita bisa mengikuti tahapan eksekusi program di NodeJS
â—Ź Hal ini sangat cocok ketika kita melakukan proses debugging, mencari sebab masalah yang terjadi
di aplikasi kita
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/debugger.html
Breakpoint
â—Ź Dalam debugging, terdapat istilah breakpoint, yaitu lokasi dimana kita ingin menghentikan
sementara eksekusi kode program
â—Ź Biasanya ini dilakukan untuk mengawasi data-data di sekitar lokasi berhentinya tersebut
â—Ź Untuk menambahkan breakpoint, kita bisa menggunakan kata kunci: debugger
Menjalankan Mode Debug
â—Ź Jika kita menjalankan file JavaScript hanya dengan menggunakan perintah node namafile.js, maka
secara default dia tidak akan jalan dalam mode debug
â—Ź Agar jalan dalam mode debug, kita harus menambahkan perintah inspect :
node inspect namafile.js
Perintah Debugger
Saat masuk ke mode debug, ada beberapa perintah yang bisa kita gunakan dalam melakukan debugging
â—Ź cont, c: Continue execution
â—Ź next, n: Step next
â—Ź step, s: Step in
â—Ź out, o: Step out
â—Ź pause: Pause running code
Kode : Debugger
DNS
DNS
â—Ź DNS merupakan standard library yang bisa digunakan untuk bekerja dengan DNS (domain name
server)
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/dns.html
Kode : DNS
Kode : DNS Promise
Events
Events
â—Ź Events adalah standard library di NodeJS yang bisa digunakan sebagai implementasi Event
Listener
â—Ź Di dalam Events, terdapat sebuah class bernama EventEmitter yang bisa digunakan untuk
menampung data listener per jenis event.
â—Ź Lalu kita bisa melakukan emmit untuk mentrigger jenis event dan mengirim data ke event
tersebut
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/events.html
Kode : Events
Globals
Globals
â—Ź Di dalam NodeJS, terdapat library berupa variable atau function yang secara global bisa diakses
dimana saja, tanpa harus melakukan import
â—Ź Kita bisa melihat detail apa saja fitur yang terdapat secara global di halaman dokumentasinya
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/globals.html
Kode : Globals
Process
Process
â—Ź Process merupakan standard library yang digunakan untuk mendapatkan informasi proses
NodeJS yang sedang berjalan
â—Ź Process juga merupakan instance dari EventEmitter, sehingga kita bisa menambahkan listener
kedalam Process
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/process.html
Kode : Process
Readline
Readline
â—Ź Readline merupakan standard library yang digunakan untuk membaca input
â—Ź Namun pada saat dibuat video ini, Readline hanya mendukung versi callback di versi NodeJS LTS
16.
â—Ź Di NodeJS 17 sudah mendukung Promise sehingga lebih mudah digunakan, namun itupun masih
dalam tahap experimental
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/readline.html
Kode : Readline
Report
Report
â—Ź Report merupakan fitur yang terdapat di NodeJS untuk membuat laporan secara otomatis dalam
file ketika sesuatu terjadi pada aplikasi NodeJS kita
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/report.html
Kode : Error pada Aplikasi NodeJS
Buffer
Buffer
â—Ź Buffer merupakan object yang berisikan urutan byte dengan panjang tetap.
â—Ź Buffer merupakan turunan dari tipe data Uint8Array
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/buffer.html
Kode : Buffer
Buffer Encoding
â—Ź Buffer juga bisa digunakan untuk melakukan encoding dari satu encoding ke encoding yang lain
â—Ź Ada banyak encoding yang didukung oleh Buffer, misal utf8, ascii, hex, base64, base64url dan
lain-lain
Kode : Buffer Encoding
Stream
Stream
â—Ź Stream adalah standard library untuk kontrak aliran data di NodeJS
â—Ź Ada banyak sekali Stream object di NodeJS
â—Ź Stream bisa jadi object yang bisa dibaca, atau bisa di tulis, dan Stream adalah turunan dari
EventEmitter
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/stream.html
Kode : Stream
Timer
Timer
â—Ź Timer merupakan standard library untuk melakukan scheduling
â—Ź Function di Timer terdapat di globals, sehingga kita bisa menggunakannya tanpa melakukan
import, namun semua function Timer menggunakan Callback
â—Ź Jika kita ingin menggunakan Timer versi Promise, kita bisa meng-import dari module
timer/promise
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/timers.html
Kode : Timer
Kode : Timer Promise
Net
Net
â—Ź Net merupakan standard library yang bisa digunakan untuk membuat network client dan server
berbasis TCP
â—Ź Net Server dan Client merupakan object Stream, sehingga kita bisa baca datanya, tulis datanya
dan juga menambahkan listener
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/net.html
Kode : Net Server
Kode : Net Client
URL
URL
â—Ź URL merupakan standard library untuk bekerja dengan URL
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/url.html
Kode : URL
Kode : Mengubah URL
Util
Util
â—Ź Util adalah standard library yang berisikan utility-utility yang bisa kita gunakan untuk
mempermudah pembuatan kode program di NodeJS
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/util.html
Kode : Util
Zlib
Zlib
â—Ź Zlib adalah standard library yang digunakan untuk melakukan kompresi menggunakan Gzip
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/zlib.html
Kode : Zlib Compress
Kode : Zlib Decompress
Console
Console
â—Ź Console adalah standard library yang sudah sering kita gunakan
â—Ź Secara global, object console bisa kita gunakan tanpa harus melakukan import module, dan
console melakukan print text nya ke stdout
â—Ź Namun jika kita juga bisa membuat object Console sendiri jika kita mau
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/console.html
Kode : Console
Worker Threads
Worker Threads
â—Ź Worker Threads adalah standard library yang bisa kita gunakan untuk menggunakan thread
ketika mengeksekusi JavaScript secara paralel
â—Ź Worker Threads sangat cocok ketika kita membuat kode program yang butuh jalan secara
paralel, dan biasanya kasusnya adalah ketika kode program kita membutuhkan proses yang CPU
intensive, seperti misalnya enkripsi atau kompresi
â—Ź Cara kerja Worker Threads mirip dengan Web Worker di JavaScript Web API
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/worker_threads.html
Kode : Main Thread
Kode : Worker Thread
HTTP Client
HTTP Client
â—Ź NodeJS juga memiliki standard library untuk HTTP
â—Ź Salah satu fitur di module HTTP adalah HTTP Client, dimana kita bisa melakukan simulasi HTTP
Request menggunakan NodeJS
â—Ź Terdapat 2 jenis module HTTP di NodeJS, HTTP dan HTTPS
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/http.html
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/https.html
Kode : HTTP Client
HTTP Server
HTTP Server
â—Ź Standard Library HTTP juga tidak hanya bisa digunakan untuk membuat HTTP Client, tapi juga
bisa digunakan untuk membuat HTTP Server
â—Ź Untuk kasus sederhana, cocok sekali jika ingin membuat HTTP Server menggunakan standard
library NodeJS, namun untuk kasus yang lebih kompleks, direkomendasikan menggunakan library
atau framework yang lebih mudah penggunaannya
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/http.html
Kode : Simple HTTP Server
Kode : Request Response HTTP Server
Cluster
Cluster
â—Ź Seperti yang dijelaskan di awal, bahwa NodeJS itu secara default dia berjalan single thread,
kecuali jika kita membuat thread manual menggunakan worker thread, tapi tetap dalam satu
process
â—Ź NodeJS memiliki standard library bernama Cluster, dimana kita bisa menjalankan beberapa
process NodeJS secara sekaligus
â—Ź Ini sangat cocok ketika kita menggunakan CPU yang multicore, sehingga semua core bisa kita
utilisasi dengan baik, misal kita jalankan process NodeJS sejumlah CPU core
â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/cluster.html
Cluster Primary dan Worker
â—Ź Di dalam Cluster, terdapat 2 jenis aplikasi, Primary dan Worker
â—Ź Primary biasanya digunakan sebagai koordinator atau manajer untuk para Worker
â—Ź Sedangkan Worker sendiri adalah aplikasi yang menjalankan tugas nya
Kode : Cluster Primary
Kode : Cluster Worker
Materi Selanjutnya
Materi Selanjutnya
â—Ź NPM (Node Package Manager)
â—Ź NodeJS Unit Test
â—Ź ExpressJS
â—Ź NodeJS Database
â—Ź Dan lain-lain

NodeJS Dasar.pptx

  • 1.
  • 2.
    Agenda â—Ź Pengenalan NodeJS â—ŹPengenalan Concurrency â—Ź NodeJS Architecture â—Ź Menginstall NodeJS â—Ź NodeJS REPL â—Ź Standard Library â—Ź Dan lain-lain
  • 3.
  • 4.
    Pengenalan NodeJS â—Ź NodeJSdiperkenalkan pertama kali oleh Ryan Dahl pada tahun 2009 â—Ź NodeJS merupakan teknologi yang bisa digunakan untuk menjalankan kode JavaScript diluar Web Browser â—Ź NodeJS dibuat dari V8 Engine, yaitu Engine untuk Google Chrome â—Ź NodeJS merupakan project yang Free dan OpenSource â—Ź https://nodejs.org/
  • 5.
    Kenapa Belajar NodeJS â—ŹNodeJS mempopulerkan paradigma JavaScript Everywhere, dimana dengan menggunakan NodeJS, kita bisa membuat aplikasi berbasis server side dengan bahasa pemrograman JavaScript â—Ź Hal ini membuat kita hanya butuh belajar bahasa pemrograman JavaScript untuk membuat aplikasi web misalnya, sehingga tidak butuh belajar bahasa pemrograman lain seperti PHP atau Java untuk server side web nya â—Ź Saat ini NodeJS sangat populer dan banyak sekali digunakan di perusahaan teknologi, terutama untuk membantu pengembangan Web Frontend
  • 6.
    Yang Tidak BisaDilakukan di NodeJS â—Ź Pada kelas JavaScript, kita sudah membahas banyak sekali fitur JavaScript yang berjalan di Browser â—Ź Karena NodeJS tidak berjalan di Browser, jadi tidak semua fitur JavaScript bisa dilakukan di NodeJS â—Ź Fitur seperti Document Object Model dan banyak Web API tidak bisa dilakukan di NodeJS, hal ini karena DOM dan beberapa Web API berjalan membutuhkan Browser
  • 7.
  • 8.
    Web Application â—Ź WebApplication adalah aplikasi yang berjalan di Server dan ditampilkan di Browser Client â—Ź Saat kita membuat Web Application, biasanya akan dibagi menjadi 3 bagian, Client, Server dan Database
  • 9.
  • 10.
    Client â—Ź Client merupakanuser interface atau bagian frontend dari web application, yang digunakan oleh pengguna web application â—Ź Client digunakan untuk berinteraksi dengan Server, baik itu mengirim data atau menerima data â—Ź Frontend biasanya dibuat menggunakan HTML, CSS dan JavaScript
  • 11.
    Server â—Ź Server bertanggungjawab untuk menerima request dari Client, mengerjakan request yang dikirim dan membalas request berupa response ke Client â—Ź Server bertugas sebagai backend untuk web application, dimana semua logic aplikasi akan dilakukan di Server â—Ź Biasanya Server dibuat menggunakan PHP, Pythton, Java, .NET dan banyak bahasa pemrograman lainnya â—Ź Dengan adanya NodeJS, sekarang kita bisa membuat Server menggunakan JavaScript
  • 12.
    Database â—Ź Database adalahtempat untuk menyimpan data web application â—Ź Data disimpan dan diambil oleh Server. â—Ź Client tidak bisa langsung mengambil atau menyimpan data ke Database secara langsung, oleh karena itu perlu penengah untuk melakukannya, yaitu Server â—Ź Database biasanya menggunakan aplikasi sistem basis data seperti misalnya MySQL, PostgreSQL, MongoDB dan lain-lain
  • 13.
  • 14.
    Synchronous vs Asynchronous â—ŹSynchronous adalah ketika kode program kita berjalan secara sequential, dan semua tahapan ditunggu sampai prosesnya selesai baru akan dieksekusi ke tahapan selanjutnya â—Ź Sedangkan, Asynchronous artinya ketika kode program kita berjalan dan kita tidak perlu menunggu eksekusi kode tersebut selesai, kita bisa lanjutkan ke tahapan kode program selanjutnya
  • 15.
    Blocking â—Ź Saat kitamembuat kode program, secara default kode program akan berjalan secara blocking atau synchronous â—Ź Artinya kita harus menunggu sebuah kode selesai sebelum kode selanjutnya dieksekusi â—Ź Contoh ketika kita membuat kode program untuk membaca file, jika kode kita blocking, maka kita harus menunggu program selesai membaca file, baru kita bisa melanjutkan kode program selanjutnya
  • 16.
    Non-Blocking â—Ź Non-Blocking berbedadengan Blocking, kode program Non-Blocking akan dieksekusi tanpa harus menunggu kode program tersebut selesai â—Ź Non-Blocking akan dijalankan secara asynchronous â—Ź Ketika memanggil kode Non-Blocking, biasanya kita perlu mengirimkan callback untuk dipanggil oleh kode Non-Blocking tersebut ketika kodenya susah selesai â—Ź Contoh-contoh Non-Blocking sudah kita bahas di kelas JavaScript Async, seperti AJAX, Fetch API, dan lain-lain â—Ź Di NodeJS, hampir semua fiturnya mendukung kode Non-Blocking
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Threadpool â—Ź Pada materisebelumnya sudah dijelaskan bahwa thread adalah proses ringan yang biasa dibuat saat membuat aplikasi â—Ź Walaupun bisa dibilang ringan, namun jika terlalu banyak membuat thread, maka tetap akan memberatkan sistem operasi kita â—Ź Oleh karena itu, biasanya kita akan menggunakan threadpool untuk melakukan management thread â—Ź Threadpool merupakan tempat dimana kita menyimpan thread, ketika kita butuh kita akan ambil dari threadpool, ketika sudah selesai, kita akan kembalikan thread nya ke threadpool â—Ź Dengan threadpool, kita bisa memanfaatkan thread yang sama berkali-kali, tanpa harus membuat thread baru terus menerus
  • 21.
  • 22.
    Threadpool Queue â—Ź Apayang terjadi ketika semua thread sedang bekerja? Bagaimana jika kita ingin meminta thread ke threadpool untuk mengerjakan sesuatu? â—Ź Jika semua thread penuh, kita tidak bisa meminta lagi thread ke threadpool. Kita harus menunggu sampai ada thread yang tidak sibuk â—Ź Dimana kita harus menunggu sampai ada thread tersedia untuk digunakan? â—Ź Biasanya threadpool memiliki tempat untuk menyimpan tugas yang belum dikerjakan oleh thread di tempat bernama queue (antrian) â—Ź Ketika kita mengirim perintah ke threadpool, perintah tersebut akan dikirim ke queue, lalu perintah-perintah itu akan dieksekusi satu per satu oleh thread yang tersedia di threadpool
  • 23.
  • 24.
    Threadpool Web Model â—ŹDahulu pembuatan web application sangat populer menggunakan threadpool model â—Ź Setiap request yang masuk ke web server akan diproses oleh satu buah thread â—Ź Dengan demikian ketika banyak request masuk, semua bisa diproses secara paralel karena akan ditangani oleh thread masing-masing â—Ź Namun threadpool model ini memiliki kekurangan, ketika thread sedang sibuk semua, secara otomatis request selanjutnya harus menunggu sampai ada thread yang selesai melakukan tugas sebelumnya â—Ź Contoh web server yang menggunakan threadpool model, seperti Apache HTTPD, Apache Tomcat, dan lain-lain
  • 25.
    Event-Loop â—Ź Event-Loop merupakansingle thread proses yang digunakan untuk mengeksekusi kode Non- Blocking â—Ź Karena Event-Loop hanya menggunakan single thread, maka kita harus berhati-hati ketika membuat blocking code, karena bisa memperlambat proses eksekusi kode kita â—Ź Event-Loop sendiri sebenarnya tugasnya hanya menerima dan mengirim eksekusi kode ke C++ Threadpool, oleh karena itu selalu usahakan menggunakan kode nonblocking agar proses blocking-nya dikerjakan di C++ threadpool â—Ź Event-Loop akan menerima response dari C++ threadpool yang di kirim via callback
  • 26.
  • 27.
    Menginstall NodeJS Manual â—ŹDownload versi NodeJS LTS (Long Term Support) â—Ź https://nodejs.org/en/download/
  • 28.
    Menginstall NodeJS denganPackage Manager â—Ź https://github.com/nvm-sh/nvm â—Ź https://community.chocolatey.org/packages/nodejs â—Ź https://formulae.brew.sh/formula/node
  • 29.
    Setting PATH NodeJS â—ŹSetelah menginstall NodeJS, disarankan melakukan setting PATH NodeJS pada sistem operasi kita â—Ź Hal ini agar mudah ketika kita mengakses program NodeJS menggunakan terminal / command prompt
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Menjalankan Kode JavaScript â—ŹKarena NodeJS tidak memerlukan Web Browser, jadi kita bisa langsung menjalankan program JavaScript kita menggunakan aplikasi NodeJS lewat terminal / command promt, dengan perintah : â—Ź node namafile.js
  • 34.
    Kode : MenjalankanHello World
  • 35.
  • 36.
    REPL (Read EvalPrint Loop) â—Ź REPL singkatan dari Read Eval Print Loop â—Ź Yaitu mekanisme dimana program bisa membaca langsung kode program yang diketikkan, lalu mengeksekusinya, menampilkan hasilnya, lalu mengulangi dari awal lagi â—Ź NodeJS mendukung REPL, sehingga lebih mudah ketika belajar â—Ź Namun tetap, saya menyarankan menyimpan kode program di file JavaScript, agar lebih mudah diubah ketika terjadi masalah â—Ź Untuk menggunakan NodeJS REPL, cukup jalankan aplikasi node saja
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    NodeJS Standard Library â—ŹSaat kita belajar JavaScript, di Web Browser, terdapat fitur-fitur yang bernama Web API â—Ź https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/API â—Ź Kebanyakan fitur Web API hanya berjalan di Web Browser, sehingga tidak bisa jalan di NodeJS â—Ź NodeJS sendiri hanya menggunakan bahasa pemrogaman JavaScript nya, namun tidak mengadopsi fitur Web API nya, karena itu hanya berjalan di Web Browser â—Ź NodeJS sendiri memiliki standard library yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pembuatan aplikasi â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/
  • 40.
  • 41.
    Modules â—Ź Standard Libraryyang terdapat di NodeJS bisa kita gunakan seperti layaknya JavaScript Modules â—Ź Jika belum mengerti tentang JavaScript Modules, silahkan pelajari kelas saya tentang JavaScript Modules â—Ź Karena NodeJS menggunakan Modules, jika kita ingin menggunakan Modules, kita juga perlu memberi tahu bahwa file JavaScript kita menggunakan Modules, caranya dengan mengubah nama file dari .js menjadi .mjs
  • 42.
    Kode : ContohStandard Library
  • 43.
  • 44.
    Require Function â—Ź Awalketika NodeJS rilis, fitur JavaScript Modules belum rilis, namun sekarang JavaScript sudah banyak menggunakan JavaScript Modules â—Ź NodeJS pun awalnya tidak menggunakan JavaScript Modules, namun sekarang NodeJS sudah bisa menggunakan JavaScript Modules, dan sangat direkomendasikan menggunakannya â—Ź Namun awal sebelum Modules, NodeJS menggunakan function require() untuk melakukan import file â—Ź Di materi ini saya sengaja bahas, agar tidak bingung ketika kita melihat tutorial yang masih menggunakan function require
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    Global Async â—Ź Saatkita belajar JavaScript, untuk menggunakan Async Await, biasanya kita perlu membuat terlebih dahulu function yang kita tandai sebagai async â—Ź Saat kita menggunakan Module, secara default, global code adalah Async, oleh karena itu kita bisa menggunakan Async Await â—Ź Kecuali jika kita membuat function, maka function tersebut harus kita tandai sebagai Async jika ingin menggunakan Async Await
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
    OS â—Ź OS merupakanstandard library yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi tentang sistem operasi yang digunakan â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/os.html
  • 52.
  • 53.
  • 54.
    Path â—Ź Path merupakanstandard library yang bisa kita gunakan untuk bekerja dengan lokasi file dan directory / folder â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/path.html
  • 55.
  • 56.
  • 57.
    File System â—Ź FileSystem merupakan standard library yang bisa digunakan untuk memanipulasi file system â—Ź Dalam File System, terdapat 3 jenis library â—Ź Pertama library yang bersifat blocking atau synchronous â—Ź Kedua library yang bersifat non-blocking atau asynchronous menggunakan callback â—Ź Ketika library yang bersifat non-blocking atau asynchronous tapi menggunakan promise â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/fs.html
  • 58.
  • 59.
  • 60.
    Debugger â—Ź NodeJS memilikifitur debugger, dimana kita bisa mengikuti tahapan eksekusi program di NodeJS â—Ź Hal ini sangat cocok ketika kita melakukan proses debugging, mencari sebab masalah yang terjadi di aplikasi kita â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/debugger.html
  • 61.
    Breakpoint â—Ź Dalam debugging,terdapat istilah breakpoint, yaitu lokasi dimana kita ingin menghentikan sementara eksekusi kode program â—Ź Biasanya ini dilakukan untuk mengawasi data-data di sekitar lokasi berhentinya tersebut â—Ź Untuk menambahkan breakpoint, kita bisa menggunakan kata kunci: debugger
  • 62.
    Menjalankan Mode Debug â—ŹJika kita menjalankan file JavaScript hanya dengan menggunakan perintah node namafile.js, maka secara default dia tidak akan jalan dalam mode debug â—Ź Agar jalan dalam mode debug, kita harus menambahkan perintah inspect : node inspect namafile.js
  • 63.
    Perintah Debugger Saat masukke mode debug, ada beberapa perintah yang bisa kita gunakan dalam melakukan debugging â—Ź cont, c: Continue execution â—Ź next, n: Step next â—Ź step, s: Step in â—Ź out, o: Step out â—Ź pause: Pause running code
  • 64.
  • 65.
  • 66.
    DNS â—Ź DNS merupakanstandard library yang bisa digunakan untuk bekerja dengan DNS (domain name server) â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/dns.html
  • 67.
  • 68.
    Kode : DNSPromise
  • 69.
  • 70.
    Events â—Ź Events adalahstandard library di NodeJS yang bisa digunakan sebagai implementasi Event Listener â—Ź Di dalam Events, terdapat sebuah class bernama EventEmitter yang bisa digunakan untuk menampung data listener per jenis event. â—Ź Lalu kita bisa melakukan emmit untuk mentrigger jenis event dan mengirim data ke event tersebut â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/events.html
  • 71.
  • 72.
  • 73.
    Globals â—Ź Di dalamNodeJS, terdapat library berupa variable atau function yang secara global bisa diakses dimana saja, tanpa harus melakukan import â—Ź Kita bisa melihat detail apa saja fitur yang terdapat secara global di halaman dokumentasinya â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/globals.html
  • 74.
  • 75.
  • 76.
    Process â—Ź Process merupakanstandard library yang digunakan untuk mendapatkan informasi proses NodeJS yang sedang berjalan â—Ź Process juga merupakan instance dari EventEmitter, sehingga kita bisa menambahkan listener kedalam Process â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/process.html
  • 77.
  • 78.
  • 79.
    Readline â—Ź Readline merupakanstandard library yang digunakan untuk membaca input â—Ź Namun pada saat dibuat video ini, Readline hanya mendukung versi callback di versi NodeJS LTS 16. â—Ź Di NodeJS 17 sudah mendukung Promise sehingga lebih mudah digunakan, namun itupun masih dalam tahap experimental â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/readline.html
  • 80.
  • 81.
  • 82.
    Report â—Ź Report merupakanfitur yang terdapat di NodeJS untuk membuat laporan secara otomatis dalam file ketika sesuatu terjadi pada aplikasi NodeJS kita â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/report.html
  • 83.
    Kode : Errorpada Aplikasi NodeJS
  • 84.
  • 85.
    Buffer â—Ź Buffer merupakanobject yang berisikan urutan byte dengan panjang tetap. â—Ź Buffer merupakan turunan dari tipe data Uint8Array â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/buffer.html
  • 86.
  • 87.
    Buffer Encoding â—Ź Bufferjuga bisa digunakan untuk melakukan encoding dari satu encoding ke encoding yang lain â—Ź Ada banyak encoding yang didukung oleh Buffer, misal utf8, ascii, hex, base64, base64url dan lain-lain
  • 88.
    Kode : BufferEncoding
  • 89.
  • 90.
    Stream â—Ź Stream adalahstandard library untuk kontrak aliran data di NodeJS â—Ź Ada banyak sekali Stream object di NodeJS â—Ź Stream bisa jadi object yang bisa dibaca, atau bisa di tulis, dan Stream adalah turunan dari EventEmitter â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/stream.html
  • 91.
  • 92.
  • 93.
    Timer â—Ź Timer merupakanstandard library untuk melakukan scheduling â—Ź Function di Timer terdapat di globals, sehingga kita bisa menggunakannya tanpa melakukan import, namun semua function Timer menggunakan Callback â—Ź Jika kita ingin menggunakan Timer versi Promise, kita bisa meng-import dari module timer/promise â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/timers.html
  • 94.
  • 95.
    Kode : TimerPromise
  • 96.
  • 97.
    Net â—Ź Net merupakanstandard library yang bisa digunakan untuk membuat network client dan server berbasis TCP â—Ź Net Server dan Client merupakan object Stream, sehingga kita bisa baca datanya, tulis datanya dan juga menambahkan listener â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/net.html
  • 98.
    Kode : NetServer
  • 99.
    Kode : NetClient
  • 100.
  • 101.
    URL â—Ź URL merupakanstandard library untuk bekerja dengan URL â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/url.html
  • 102.
  • 103.
  • 104.
  • 105.
    Util â—Ź Util adalahstandard library yang berisikan utility-utility yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pembuatan kode program di NodeJS â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/util.html
  • 106.
  • 107.
  • 108.
    Zlib â—Ź Zlib adalahstandard library yang digunakan untuk melakukan kompresi menggunakan Gzip â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/zlib.html
  • 109.
    Kode : ZlibCompress
  • 110.
    Kode : ZlibDecompress
  • 111.
  • 112.
    Console â—Ź Console adalahstandard library yang sudah sering kita gunakan â—Ź Secara global, object console bisa kita gunakan tanpa harus melakukan import module, dan console melakukan print text nya ke stdout â—Ź Namun jika kita juga bisa membuat object Console sendiri jika kita mau â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/console.html
  • 113.
  • 114.
  • 115.
    Worker Threads â—Ź WorkerThreads adalah standard library yang bisa kita gunakan untuk menggunakan thread ketika mengeksekusi JavaScript secara paralel â—Ź Worker Threads sangat cocok ketika kita membuat kode program yang butuh jalan secara paralel, dan biasanya kasusnya adalah ketika kode program kita membutuhkan proses yang CPU intensive, seperti misalnya enkripsi atau kompresi â—Ź Cara kerja Worker Threads mirip dengan Web Worker di JavaScript Web API â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/worker_threads.html
  • 116.
  • 117.
  • 118.
  • 119.
    HTTP Client â—Ź NodeJSjuga memiliki standard library untuk HTTP â—Ź Salah satu fitur di module HTTP adalah HTTP Client, dimana kita bisa melakukan simulasi HTTP Request menggunakan NodeJS â—Ź Terdapat 2 jenis module HTTP di NodeJS, HTTP dan HTTPS â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/http.html â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/https.html
  • 120.
  • 121.
  • 122.
    HTTP Server â—Ź StandardLibrary HTTP juga tidak hanya bisa digunakan untuk membuat HTTP Client, tapi juga bisa digunakan untuk membuat HTTP Server â—Ź Untuk kasus sederhana, cocok sekali jika ingin membuat HTTP Server menggunakan standard library NodeJS, namun untuk kasus yang lebih kompleks, direkomendasikan menggunakan library atau framework yang lebih mudah penggunaannya â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/http.html
  • 123.
    Kode : SimpleHTTP Server
  • 124.
    Kode : RequestResponse HTTP Server
  • 125.
  • 126.
    Cluster â—Ź Seperti yangdijelaskan di awal, bahwa NodeJS itu secara default dia berjalan single thread, kecuali jika kita membuat thread manual menggunakan worker thread, tapi tetap dalam satu process â—Ź NodeJS memiliki standard library bernama Cluster, dimana kita bisa menjalankan beberapa process NodeJS secara sekaligus â—Ź Ini sangat cocok ketika kita menggunakan CPU yang multicore, sehingga semua core bisa kita utilisasi dengan baik, misal kita jalankan process NodeJS sejumlah CPU core â—Ź https://nodejs.org/dist/latest-v16.x/docs/api/cluster.html
  • 127.
    Cluster Primary danWorker â—Ź Di dalam Cluster, terdapat 2 jenis aplikasi, Primary dan Worker â—Ź Primary biasanya digunakan sebagai koordinator atau manajer untuk para Worker â—Ź Sedangkan Worker sendiri adalah aplikasi yang menjalankan tugas nya
  • 128.
  • 129.
  • 130.
  • 131.
    Materi Selanjutnya â—Ź NPM(Node Package Manager) â—Ź NodeJS Unit Test â—Ź ExpressJS â—Ź NodeJS Database â—Ź Dan lain-lain