SlideShare a Scribd company logo
Pelatihan Penanggulangan KLB dan
Wabah untuk Tim Gerak Cepat (TGC) di
Puskesmas
1
Mata Pelatihan Inti-5
Pengelolaan Spesimen Penyakit
Menular Potensi KLB dan Wabah
Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
Hal Yang dicapai dalam Pelatihan
Mampu Melakukan
persiapan pengambilan
spesimen
Mampu Melakukan
penatalaksanaan spesimen
mulai dari pengambilan
penyimpanan, pengepakan dan
pengiriman spesimen
Mampu Melakukan teknik
penanganan sampel
makanan/minuman dan spesimen
korban KLB Keracunan Pangan
Peserta mampu
melakukan
pengelolaan spesimen
penyakit menular
potensi KLB dan
Wabah sesuai Standar
Operasional Prosedur
(SOP).
1. Persiapan Pengambilan Spesimen:
• Prinsip-Prinsip Biosafety dan
Biosekuriti penanganan spesimen
• Bahan Pengambilan dan Jenis
Spesimen
• Penggunaan APD
2. Penatalaksanaan Spesimen
• Pengambilan Spesimen
• Pengisian Formulir
• Pemberian Label
3. Managemen penanganan, pengepakan
dan pengiriman spesimen
4. Teknik penanganan sampel
makanan/minuman dan spesimen
korban KLB Keracunan Pangan
Pokok Bahasan
Pendahuluan
• Pengelolaan spesimen bertujuan 🡪 mendapatkan
spesimen dengan kualitas baik dan kuantitas
cukup.
• Pengelolaan spesimen yang baik akan mencegah
spesimen rusak selama proses pengiriman dan
memberikan hasil pemeriksaan yang akurat.
• Pemeriksaan spesimen diperlukan untuk
penetapan diagnosa.
• Pengelolaan spesimen meliputi pengambilan,
penanganan, penyimpanan, pengepakan,
pengiriman serta metode pencatatan dan
pelaporan.
6
1. Persiapan Pengambilan Spesimen:
• Prinsip-Prinsip Biosafety dan
Biosekuriti penanganan spesimen
• Bahan Pengambilan dan Jenis
Spesimen
• Penggunaan APD
2. Penatalaksanaan Spesimen
• Pengambilan Spesimen
• Pengisian Formulir
• Pemberian Label
3. Managemen penanganan, pengepakan
dan pengiriman spesimen
4. Teknik penanganan sampel
makanan/minuman dan spesimen
korban KLB Keracunan Pangan
Pokok Bahasan
1. Persiapan Pengambilan Spesimen
8
a. Prinsip – prinsip Biosafety dan Biosecurity Penanganan
Spesimen
Biosafety (WHO) : Prinsip
penyimpanan, teknologi dan praktek
yg dilaksanakan dlm rangka
melindungi pekerja laboratorium dari
paparan bahan-2 berbahaya potensial
(patogen & toxin) serta tidak
mencemari lingkungan sekitarnya
Biosecurity : Upaya perlindungan
perorangan dan institusi
(laboratorium) thd usaha pencurian,
penyalahgunaan, pengalihan,
pelepasan dengan sengaja dari bahan
biologi berbahaya (patogen & toxin)
dan sabotage
Bahaya resiko di laboratorium
Biosafety dan Biosecurity dalam Penanganan Spesimen
•Penilaian Resiko
BIOSAFETY
BIOSECURITY
Kehilangan
Agent Mikroba
Pelepasan
Mikroba secara
sengaja
Bahaya
Timbulnya
Aerosol
Bahaya Kontaminasi
penanganan
spesimen infeksius
1
4
1
Pencurian
Agent Mikroba
Bahaya Tertelan atau
masuknya patogen ke
dalam tubuh
2 2
Penyalahgunaan
Mikroba
Bahaya Tertusuk dan
terinfeksi patogen
3 3
4
Akses Terbatas
11
KONSEP DASAR PENGELOLAAN SPESIMEN
•Pengelolaan spesimen:
•Pengambilan: sesuai jenis spesimen dan prosedur
operasional standar (POB)
•Penanganan: sesuai jenis spesimen dan POB
•Penyimpanan: secepatnya dikirim atau disimpan sesuai
POB bahan
•Pengiriman: pelabelan dan pengemasan
KEWASPADAAN UNIVERSAL
•Kewaspadaan Universal :Tindakan pengendalian infeksi yang
dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi
resiko penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip
bahwa darah dan cairan tubuh dapat berpotensi menularkan
penyakit, baik berasal dari pasien maupun petugas
kesehatan.
•Darah dan cairan tubuh dari siapapun harus dianggap
infeksius.
NIHRD
Center for Biomedical and Basic Technology of Health (CBBTH )
Kegiatan
Pokoknya
Mencuci Tangan,
Penggunaan APD
Pengelolaan
Benda Tajam :
Jarum suntik
Prinsip –
prinsipnya :
Menjaga hygiene
sanitasi individu,
hygiene sanitasi
ruangan, serta
sterilisasi
peralatan
Kewaspadaan Universal
Pengelolaan alat
kesehatan :
Sterilitas alat,
Dekontaminasi
Dalam pengelolan spesimen yang pertama
dan yang paling utama : CUCI TANGAN !
Prinsip dasar kewaspadaan Universal
(Biosafety &Biosecurity)
⚫ Penggunaan APD yang cukup
Jas laboratorium
Sarung tangan disposable
Masker disposable
Goggle (pelindung mata)
Tutup kepala
Sepatu tertutup
⚫ Desinfektasi
Mencuci tangan denga
desinfektan sebelum dan
sesudah
Menjaga kebersihan ruangan
dengan desinfektan
b. Bahan Pengambilan dan Jenis Spesimen
16
Penentuan Bahan Pengambilan dan jenis spesimen
• Identifikasi jenis pemeriksaan dan bahan yang akan digunakan
• Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengambilan spesimen
harus sesuai dengan jenis parameter pemeriksaan dan diagnosis
penyakit potensi wabah sesuai dengan persyaratan yang telah
ditentukan
• Spesimen untuk pemeriksaan bakteriologi dan virologi harus diambil
secara aseptis : Wadah dan alat yang digunakan harus steril
• Tipe spesimen, Medium Transport, waktu dan teknik pengambilan harus
menjadi hal yang diperhatikan.
• Kecukupan jumlah atau volume spesimen juga menjadi pertimbangan
17
JENIS SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN
•Spesimen Darah
•Spesimen luka, jaringan, abses,
•Spesimen Tinja/ Rectal swab
•Spesimen Cerebrospinal fluid
•Spesimen Saluran pernapasan
•Spesimen dahak / sputum
•Spesimen urin
•Spesimen lingkungan,
Makanan, Minuman
Thank you
Terimakasih
19
Jenis Spesimen Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Potensi Wabah
Difteri Pertusis Legionella
Swab Nasopharing;
Swab Tenggorok,
dalam medium Amies
Swab Nasopharing;
Swab Tenggorok,
dalam medium amies
Swab Nasopharing;
Swab Tenggorok, BAL
Sampel Lingkungan
Anthrax Leptospira Demam tifoid
Usap kulit, Usap dubur,
Tinja, Sputum,
Darah/Serum
Darah 3- 5 mL /Serum 1
mL ,
Darah (Non EDTA &EDTA
), Darah kultur,
Diare Kolera Keracunan Pangan
Tinja 2-3 gr , rectal
Swab dalam carry
&blair atau medium
Hanks, Muntahan
Feses, rectal Swab
dalam medium Carry
&blair , Muntahan,
Sampel Lingkungan,
Makanan
Feses, rectal Swab
medium Carry &
blair, Muntahan,
Sampel Lingkungan,
Makanan
Bakteriologi
Jenis Spesimen Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Potensi
Wabah
Polio
HFMD (Penyakit Kuku
dan Mulut
Campak/Rubella
Tinja selang 24 jam
Faeses dan Usap Dubur, usap
tenggorok, usap vesikel
dalam medium hanks
Serum 1-2 mL, Swab
Tenggorok dalam hanks,
Urine 50 mL
Chikunga/Dengue/
Zika
Hepatitis A Flu Burung
Darah 3-5 mL (non EDTA
&EDTA )
Darah 3- 5 mL /Serum 1 mL ,
, sampel lingkungan air, swab
dubur (hanks )
Swab Hidung; Swab
Tenggorok dalam Hanks,
serum, BAL
MERS-Cov EBOLA COVID-19
Swab Hidung; Swab
Tenggorok dalam medium
hanks , & Dahak
Darah dalam Vaccutainer
Swab Nasopharing; Swab
Tenggorok dalam VTM
Sputum, Faeses
Virologi
Transport Medium
Transport Virus Vs Transport Bakteri
Medium Transport Virologi Medium Transport Bakteriologi
Steril Steril
Mengandung Anti Bakteri & Anti
Fungal
Mengandung Zat diperkaya
(Enrichment Media)
Berupa Cairan (VTM) Biasanya berupa Gel (Agar-agar)
atau Slicagel packed
Selalu disimpan dalam kondisi
Dingin
Sebaiknya disimpan dalam kondisi
Dingin
Hanks BSS, Virocult, dll Amies, Silica Gel Packed 🡪 Difteri
Carry and Blair 🡪 Swab Dubur
c. Penggunaan APD
Pengertian APD
4 unsur yang harus dipatuhi terkait
Penggunaan APD
Prinsip yang harus dipenuhi dalam pemilihan (APD) antara lain :
MPI 5 TGC Review
1. Persiapan Pengambilan Spesimen:
• Prinsip-Prinsip Biosafety dan
Biosekuriti penanganan spesimen
• Bahan Pengambilan dan Jenis
Spesimen
• Penggunaan APD
2. Penatalaksanaan Spesimen
• Pengambilan Spesimen
• Pengisian Formulir
• Pemberian Label
3. Managemen penanganan, pengepakan
dan pengiriman spesimen
4. Teknik penanganan sampel
makanan/minuman dan spesimen
korban KLB Keracunan Pangan
Pokok Bahasan
2. Penatalaksanaan Spesimen
29
a. Pengambilan Spesimen
Pengambilan Darah
•Anak (2-5ml), Dewasa (7-10ml)
•Desinfektasi
•Hindari darah lisis
Penanganan
•Untuk Pemeriksaan Bakteri: Darah dimasukkan ke dalam botol-botol
kultur yang berisi media pengaya dengan segera (sebelum membeku)
dan dikirim ke laboratorium tanpa didinginkan atau dibekukan.
•Untuk isolasi virus dan pemeriksaan serologi, darah disentifugasi
untuk mendapatkan serum (minimal 1.5 cc), dikirim dalam suhu
dingin (2-80
C), dalam cool box dengan dry ice
1
2
3
4
5
Pengambilan darah vena
32
6
7
8
9
PEMISAHAN SERUM
000001
Simpan dalam 2-8 O
C, bila tidak
dikirim langsung
2000 rpm (6) selama 10 menit
SPESIMEN DARAH
•Dapat terbagi menjadi komponen serum, plasma, whole blood dan
sediaan darah.
•Pemilihan komponen darah yang diambil tergantung dari jenis
penyakit yang akan diperiksa.
•Diperlukan untuk pemeriksaan laboratorium terkait dengan penyakit
malaria dengan apus darah dan sediaan darah dry blood spot, demam
berdarah dengue (DBD), pneumonia, demam tifoid, hepatitis,
chikungunya (serum), flu burung (serum), campak (serum), antraks
(whole blood, serum), leptospirosis, meningitis.
PENGAMBILAN SPESIMEN : COVID 19
Waktu pengambilan dan gejala klinis yang
menyertai pasien sangat penting untuk
menentukan jenis spesimen COVID-19
yang perlu diambil.
Untuk meningkatkan performa
Pemeriksaan Metode RDT-Ag, maka
pemeriksaan dilakukan pada fase akut
(dalam waktu 7 hari pertama sejak onset
gejala). Performa RDT-Ag semakin
menurun setelah fase akut dilalui
Deteksi antibody memungkinkan setelah
minggu kedua
Perkiraan masa infeksi dan keberadaan virus maupun antibodi pada infeksi SARS-CoV-2 Sumber:
Sethuraman et al., 2020
WAKTU PENGAMBILAN
JENIS SPESIMEN
PERSIAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN
Sebelum melakukan pengambilan spesimen,
harus memperhatikan universal precaution atau
kewaspadaan universal
1.Menggunakan APD
2.Mencuci tangan dengan desinfektan sebelum
dan sesudah tindakan
PERSIAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN
Alat dan Bahan
1.Dokumen : Formulir Form COVID-19
2.Peralatan Pelindung diri (APD)
3.Peralatan Pengambilan Spesimen Saluran
Pernafasan
a.Medium VTM
b.Swab Dacron atau Flocked Swab
c.Tongue Spatel
d.Marker atau Label
1 2 3
4 5 6 7
Swab :
•Tidak terbuat dari
kapan/cotton
•Batang swab tidak berbahan
kayu
•Tidak mengandung Calcium
Alginat
TAHAP PENGAMBILAN USAP NASOFARING
1. Persiapkan cryotube yang berisi 1,5 ml media transport
virus (Hanks BSS + Antibiotika), dapat juga digunakan
VTM komersil yang siap pakai (Pabrikan).
2. Berikan label yang berisi Nama Pasien dan Kode
Nomer Spesimen. Jika label bernomer tidak tersedia
maka Penamaan menggunakan Marker/Pulpen pada
bagian berwarna putih di dinding cryotube.
3. Gunakan swab yang terbuat dari Dacron/rayon steril
dengan tangkai plastic atau jenis Flocked Swab
(tangkai lebih lentur). Jangan menggunakan swab
kapas atau swab yang mengandung Calcium Alginat
atau Swab kapas dengan tangkai kayu, karena mungkin
mengandung substansi yang dapat menghambat
menginaktifasi virus dan dapat menghambat proses
pemeriksaan secara molekuler.
4. Pastikan tidak ada Obstruksi (hambatan pada lubang
hidung).
5. Masukkan secara perlahan swab ke dalam hidung,
pastikan posisi swab pada septum bawah hidung.
6. Masukkan swab secara perlahan-lahan ke bagian
nasofaring.
Lokasi Pengambilan Nasofaring
Tahap Pengambilan Nasofaring
7. Swab kemudian dilakukan gerak memutar secara perlahan.
8. Kemudian masukkan sesegera mungkin ke dalam cryotube yang berisi VTM
9. Putuskan tangkai plastik di daerah mulut cryotube agar cryotube dapat ditutup dengan rapat.
10. Pastikan label kode spesimen sesuai dengan kode yang ada di formulir/Kuesioner.
11. Cryotube kemudian dililit parafilm dan masukkan ke dalam Plastik Klip. Jika ada lebih dari 1
pasien, maka Plastik Klip dibedakan/terpisah. Untuk menghindari kontaminasi silang.
12. Simpan pada suhu 4-8 ° C sebelum dikirim
Pengambilan Spesimen Usap Tenggorok
1. Gunakan APD sesuai standar
2. Persiapkan cryotube yang berisi 1,5 ml
media transport virus (Hanks BSS atau
sejenisnya), berikan label identitas
pasien. Jangan gunakan Medium Hanks
bila telah berubah warna menjadi
Kuning.
3. Gunakan swab yang terbuat dari
Dacron/rayon steril dengan tangkai
plastik.
4. Lakukan usap pada lokasi area tonsil
dan belakang pharynx dan hindarkan
menyentuh bagian lidah.
Pengambilan Spesimen Usap Tenggorok
5. Kemudian masukkan swab tenggorok sesegera
mungkin ke dalam cryotube yang berisi virus
transport medium.
6. Putuskan tangkai plastik di daerah mulut cryotube
agar cryotube dapat ditutup dengan rapat.
7. Cryotube kemudian dililit parafilm.
8. Cryotube yang sudah berisi swab dibungkus
dalam tissue bersih lalu dimasukan ke dalam
plastik klip.
9. Simpan dalam suhu 4-8°C sebelum dikirim.
Vial
Usap Nasofaring
Usap Tenggorok
Spesimen swab saluran nafas
SPESIMEN RECTAL SWAB
Cara Pengambilan
•Persiapkan tabung berisi media yang sudah ditempeli
stiker ID pasien dan diberi selotip.
•Persiapkan pasien dalam posisi membungkuk atau tidur
miring, paha bagian atas ditekuk ke depan
•Kapas lidi terlebih dahulu dicelupkan ke dalam agar Cary
Blair/PBS. --🡪 untuk bakteri
•Kapas lidi dimasukkan perlahan ke dalam dubur, setelah
masuk dubur lidi ditekan sedikit lagi sampai memasuki
anus (sekitar 2-3 cm), sampai kapas tidak kelihatan.
•Lidi diputar searah jarum jam sampai satu putaran penuh
(360o
), lidi dicabut kembali sambil diputar ke kanan.
•Setelah lidi keluar, langsung dimasukkan ke dalam tabung
Cary Blair/ PBS, lidi ditekan sampai dasar tabung hingga
seluruh bagian lidi yang terbalut kapas terendam dalam
media.
•Lilit tabung dengan parafilm.
Thank you
Terimakasih
46

More Related Content

What's hot

Buletin Surveilans & Imunisasi Edisi I Maret 2020
Buletin Surveilans & Imunisasi  Edisi I Maret 2020Buletin Surveilans & Imunisasi  Edisi I Maret 2020
Buletin Surveilans & Imunisasi Edisi I Maret 2020
Ditjen P2P Kemenkes
 
Sistem Kewaspadaan Dini KLB
Sistem Kewaspadaan Dini KLBSistem Kewaspadaan Dini KLB
Sistem Kewaspadaan Dini KLB
WiandhariEsaBBPKCilo
 
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
Candra Wiguna
 
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
Fitria Hati
 
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
Lingkar Association (Perkumpulan Lingkar)
 
Edukasi pasien dan keluarga
Edukasi pasien dan keluargaEdukasi pasien dan keluarga
Edukasi pasien dan keluarga
Botel_Galiat
 
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
Kanaidi ken
 
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
Tini Wartini
 
Ns mei 2021 15.00 hiv
Ns   mei 2021 15.00 hivNs   mei 2021 15.00 hiv
Ns mei 2021 15.00 hiv
BidangTFBBPKCiloto
 
PPT HIVAIDS.pptx
PPT HIVAIDS.pptxPPT HIVAIDS.pptx
PPT HIVAIDS.pptx
SriAndiniWidyaNingru2
 
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
ssuserb0e31e
 
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
SitiMuslimah22
 
Konsep Surveilans
Konsep SurveilansKonsep Surveilans
Konsep Surveilans
pjj_kemenkes
 
Pelaksanaan penanggulangan klb
Pelaksanaan penanggulangan klbPelaksanaan penanggulangan klb
Pelaksanaan penanggulangan klb
WiandhariEsaBBPKCilo
 
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDSPENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
Achmad Wahid
 
Contoh profil indikator mutu ukm
Contoh profil indikator mutu ukmContoh profil indikator mutu ukm
Contoh profil indikator mutu ukm
KlinikSubanmedika
 
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptxAudit Kebersihan Tangan KKT.pptx
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
RiaSilviani1
 
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
Muh Saleh
 
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.docPEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
umma16
 
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptxPETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
MasDianSaputra
 

What's hot (20)

Buletin Surveilans & Imunisasi Edisi I Maret 2020
Buletin Surveilans & Imunisasi  Edisi I Maret 2020Buletin Surveilans & Imunisasi  Edisi I Maret 2020
Buletin Surveilans & Imunisasi Edisi I Maret 2020
 
Sistem Kewaspadaan Dini KLB
Sistem Kewaspadaan Dini KLBSistem Kewaspadaan Dini KLB
Sistem Kewaspadaan Dini KLB
 
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
Manajemen Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Program Penanggulanan Penyakit Menul...
 
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
Sistem informasi kesehatan (puskesmas)
 
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
LINGKAR Sekolah aman dan siaga bencana v0
 
Edukasi pasien dan keluarga
Edukasi pasien dan keluargaEdukasi pasien dan keluarga
Edukasi pasien dan keluarga
 
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
 
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Fasyankes
 
Ns mei 2021 15.00 hiv
Ns   mei 2021 15.00 hivNs   mei 2021 15.00 hiv
Ns mei 2021 15.00 hiv
 
PPT HIVAIDS.pptx
PPT HIVAIDS.pptxPPT HIVAIDS.pptx
PPT HIVAIDS.pptx
 
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
447720813-MATERI-PENYULUHAN-KELAS-IBU-HAMIL-ppt (2).ppt
 
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
 
Konsep Surveilans
Konsep SurveilansKonsep Surveilans
Konsep Surveilans
 
Pelaksanaan penanggulangan klb
Pelaksanaan penanggulangan klbPelaksanaan penanggulangan klb
Pelaksanaan penanggulangan klb
 
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDSPENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
 
Contoh profil indikator mutu ukm
Contoh profil indikator mutu ukmContoh profil indikator mutu ukm
Contoh profil indikator mutu ukm
 
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptxAudit Kebersihan Tangan KKT.pptx
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
 
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
Kebijakan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga berencana pada masa p...
 
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.docPEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
PEDOMAN KESELAMATAN PASIEN K3.doc
 
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptxPETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
PETUNJUK-VALIDASI DATA ASPAK_Hendrik.pptx
 

Similar to MPI 5 TGC Review

Lecture 12-laboratory and field investigation
Lecture 12-laboratory and field investigation Lecture 12-laboratory and field investigation
Lecture 12-laboratory and field investigation
said warsame
 
Nitub 2018 mou
Nitub 2018 mou Nitub 2018 mou
Nitub 2018 mou
Muhammad Tareque Hasan
 
Sample collection, Storage III.ppt
Sample collection, Storage III.pptSample collection, Storage III.ppt
Sample collection, Storage III.ppt
nezifzenu2023
 
Specimen collection for clinical microbiology laboratory
Specimen collection for clinical microbiology laboratorySpecimen collection for clinical microbiology laboratory
Specimen collection for clinical microbiology laboratory
SITI HAWA HAMZAH
 
dr bhavika sample collection and transport.ppt
dr bhavika sample collection and transport.pptdr bhavika sample collection and transport.ppt
dr bhavika sample collection and transport.ppt
DrBhavikapatel
 
Pengurusan Sample MERS-COV
Pengurusan Sample MERS-COVPengurusan Sample MERS-COV
Pengurusan Sample MERS-COV
Syafiq Ali
 
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
AbdallahAlasal1
 
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory DiagnosisCollection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Perez Eric
 
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory DiagnosisCollection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Perez Eric
 
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptxCOLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
SereneVarghese1
 
Measles Disease.pptx
Measles Disease.pptxMeasles Disease.pptx
Measles Disease.pptx
VivianBuberwa
 
microbiology_sample_collection.pptx
microbiology_sample_collection.pptxmicrobiology_sample_collection.pptx
microbiology_sample_collection.pptx
EDEMAWIILLIAM
 
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
dr.Ihsan alsaimary
 
محاضره ١٣ البطانه.pptx
محاضره ١٣ البطانه.pptxمحاضره ١٣ البطانه.pptx
محاضره ١٣ البطانه.pptx
Walahassan4
 
Collection and transport of clinical samples
Collection and transport of clinical samplesCollection and transport of clinical samples
Collection and transport of clinical samples
Saajida Sultaana
 
Microbiology.pdf
Microbiology.pdfMicrobiology.pdf
Microbiology.pdf
AedreannSerojales
 
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdfTB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
AarchaMohan
 
LABORATORY DIAGNOSIS
LABORATORY DIAGNOSISLABORATORY DIAGNOSIS
LABORATORY DIAGNOSIS
anilapj
 
Laboratory diagnosis of_infectious_diseases
Laboratory diagnosis of_infectious_diseasesLaboratory diagnosis of_infectious_diseases
Laboratory diagnosis of_infectious_diseases
Shilpa k
 
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptxlaboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
sknjoroge
 

Similar to MPI 5 TGC Review (20)

Lecture 12-laboratory and field investigation
Lecture 12-laboratory and field investigation Lecture 12-laboratory and field investigation
Lecture 12-laboratory and field investigation
 
Nitub 2018 mou
Nitub 2018 mou Nitub 2018 mou
Nitub 2018 mou
 
Sample collection, Storage III.ppt
Sample collection, Storage III.pptSample collection, Storage III.ppt
Sample collection, Storage III.ppt
 
Specimen collection for clinical microbiology laboratory
Specimen collection for clinical microbiology laboratorySpecimen collection for clinical microbiology laboratory
Specimen collection for clinical microbiology laboratory
 
dr bhavika sample collection and transport.ppt
dr bhavika sample collection and transport.pptdr bhavika sample collection and transport.ppt
dr bhavika sample collection and transport.ppt
 
Pengurusan Sample MERS-COV
Pengurusan Sample MERS-COVPengurusan Sample MERS-COV
Pengurusan Sample MERS-COV
 
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
7 - 8 Collection, Labelling and Transportation of Microbiological Samples(1)....
 
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory DiagnosisCollection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
 
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory DiagnosisCollection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
Collection and Handling of Specimens for Laboratory Diagnosis
 
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptxCOLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
COLLECTION AND TRANSPORT OF SPECIMEN LATEST.pptx
 
Measles Disease.pptx
Measles Disease.pptxMeasles Disease.pptx
Measles Disease.pptx
 
microbiology_sample_collection.pptx
microbiology_sample_collection.pptxmicrobiology_sample_collection.pptx
microbiology_sample_collection.pptx
 
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
2021 laboratory diagnosis of infectious diseases dr.ihsan alsaimary
 
محاضره ١٣ البطانه.pptx
محاضره ١٣ البطانه.pptxمحاضره ١٣ البطانه.pptx
محاضره ١٣ البطانه.pptx
 
Collection and transport of clinical samples
Collection and transport of clinical samplesCollection and transport of clinical samples
Collection and transport of clinical samples
 
Microbiology.pdf
Microbiology.pdfMicrobiology.pdf
Microbiology.pdf
 
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdfTB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
TB_Specimen_Collection_thru_Processing_TrainerNotes.pdf
 
LABORATORY DIAGNOSIS
LABORATORY DIAGNOSISLABORATORY DIAGNOSIS
LABORATORY DIAGNOSIS
 
Laboratory diagnosis of_infectious_diseases
Laboratory diagnosis of_infectious_diseasesLaboratory diagnosis of_infectious_diseases
Laboratory diagnosis of_infectious_diseases
 
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptxlaboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
laboratorydiagnosisofinfectiousdiseases-.pptx
 

More from Oktarina Permatasari

Teknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGCTeknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGC
Oktarina Permatasari
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OKMPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
Oktarina Permatasari
 
MPI 4
MPI 4MPI 4
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan PenyakitKerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Oktarina Permatasari
 
MPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi RisikoMPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi Risiko
Oktarina Permatasari
 
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
Oktarina Permatasari
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
Oktarina Permatasari
 
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
Oktarina Permatasari
 

More from Oktarina Permatasari (11)

Teknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGCTeknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGC
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OKMPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
 
MPI 4
MPI 4MPI 4
MPI 4
 
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan PenyakitKerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
 
MPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi RisikoMPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi Risiko
 
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
MPI.3 Pencegahan Penyakit Infeksi
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
 
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
 
Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
 

Recently uploaded

View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17 Slides
View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17  SlidesView Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17  Slides
View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17 Slides
Celine George
 
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptxParkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
AnujVishwakarma34
 
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdfOpen Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
Jessica Zairo
 
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
Nguyen Thanh Tu Collection
 
Parent PD Design for Professional Development .docx
Parent PD Design for Professional Development .docxParent PD Design for Professional Development .docx
Parent PD Design for Professional Development .docx
AntonioJarligoCompra
 
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
mansk2
 
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
Celine George
 
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
Dr. Nasir Mustafa
 
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
UmeshTimilsina1
 
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal UseIntroduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
Excellence Foundation for South Sudan
 
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
UmeshTimilsina1
 
E-learning Odoo 17 New features - Odoo 17 Slides
E-learning Odoo 17  New features - Odoo 17 SlidesE-learning Odoo 17  New features - Odoo 17 Slides
E-learning Odoo 17 New features - Odoo 17 Slides
Celine George
 
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdfPRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
nservice241
 
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
UmeshTimilsina1
 
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
mansk2
 
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privilegesLecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
Murugan146644
 
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
Celine George
 
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
Alvaro Barbosa
 
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHatJava MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
Scholarhat
 
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
Codeavour International
 

Recently uploaded (20)

View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17 Slides
View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17  SlidesView Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17  Slides
View Inheritance in Odoo 17 - Odoo 17 Slides
 
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptxParkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
Parkinson Disease & Anti-Parkinsonian Drugs.pptx
 
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdfOpen Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
Open Source and AI - ByWater Closing Keynote Presentation.pdf
 
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
BỘ ĐỀ THI HỌC SINH GIỎI CÁC TỈNH MÔN TIẾNG ANH LỚP 9 NĂM HỌC 2023-2024 (CÓ FI...
 
Parent PD Design for Professional Development .docx
Parent PD Design for Professional Development .docxParent PD Design for Professional Development .docx
Parent PD Design for Professional Development .docx
 
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
QCE – Unpacking the syllabus Implications for Senior School practices and ass...
 
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
How to Manage Access Rights & User Types in Odoo 17
 
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
Dr. Nasir Mustafa CERTIFICATE OF APPRECIATION "NEUROANATOMY"
 
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
11. Post harvest quality, Quality criteria and Judgement.pptx
 
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal UseIntroduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
Introduction to Google Productivity Tools for Office and Personal Use
 
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
3. Maturity_indices_of_fruits_and_vegetable.pptx
 
E-learning Odoo 17 New features - Odoo 17 Slides
E-learning Odoo 17  New features - Odoo 17 SlidesE-learning Odoo 17  New features - Odoo 17 Slides
E-learning Odoo 17 New features - Odoo 17 Slides
 
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdfPRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
PRESS RELEASE - UNIVERSITY OF GHANA, JULY 16, 2024.pdf
 
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
1. Importance_of_reducing_postharvest_loss.pptx
 
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
11EHS Term 3 Week 1 Unit 1 Review: Feedback and improvementpptx
 
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privilegesLecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
Lecture Notes Unit4 Chapter13 users , roles and privileges
 
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
Mail Server Configuration Using App passwords in Odoo 17
 
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
Benchmarking Sustainability: Neurosciences and AI Tech Research in Macau - Ke...
 
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHatJava MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
Java MCQ Questions and Answers PDF By ScholarHat
 
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
Codeavour 5.0 International Impact Report - The Biggest International AI, Cod...
 

MPI 5 TGC Review

  • 1. Pelatihan Penanggulangan KLB dan Wabah untuk Tim Gerak Cepat (TGC) di Puskesmas 1
  • 2. Mata Pelatihan Inti-5 Pengelolaan Spesimen Penyakit Menular Potensi KLB dan Wabah Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
  • 3. Hal Yang dicapai dalam Pelatihan Mampu Melakukan persiapan pengambilan spesimen Mampu Melakukan penatalaksanaan spesimen mulai dari pengambilan penyimpanan, pengepakan dan pengiriman spesimen Mampu Melakukan teknik penanganan sampel makanan/minuman dan spesimen korban KLB Keracunan Pangan Peserta mampu melakukan pengelolaan spesimen penyakit menular potensi KLB dan Wabah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
  • 4. 1. Persiapan Pengambilan Spesimen: • Prinsip-Prinsip Biosafety dan Biosekuriti penanganan spesimen • Bahan Pengambilan dan Jenis Spesimen • Penggunaan APD 2. Penatalaksanaan Spesimen • Pengambilan Spesimen • Pengisian Formulir • Pemberian Label 3. Managemen penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen 4. Teknik penanganan sampel makanan/minuman dan spesimen korban KLB Keracunan Pangan Pokok Bahasan
  • 5. Pendahuluan • Pengelolaan spesimen bertujuan 🡪 mendapatkan spesimen dengan kualitas baik dan kuantitas cukup. • Pengelolaan spesimen yang baik akan mencegah spesimen rusak selama proses pengiriman dan memberikan hasil pemeriksaan yang akurat. • Pemeriksaan spesimen diperlukan untuk penetapan diagnosa. • Pengelolaan spesimen meliputi pengambilan, penanganan, penyimpanan, pengepakan, pengiriman serta metode pencatatan dan pelaporan.
  • 6. 6
  • 7. 1. Persiapan Pengambilan Spesimen: • Prinsip-Prinsip Biosafety dan Biosekuriti penanganan spesimen • Bahan Pengambilan dan Jenis Spesimen • Penggunaan APD 2. Penatalaksanaan Spesimen • Pengambilan Spesimen • Pengisian Formulir • Pemberian Label 3. Managemen penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen 4. Teknik penanganan sampel makanan/minuman dan spesimen korban KLB Keracunan Pangan Pokok Bahasan
  • 9. a. Prinsip – prinsip Biosafety dan Biosecurity Penanganan Spesimen Biosafety (WHO) : Prinsip penyimpanan, teknologi dan praktek yg dilaksanakan dlm rangka melindungi pekerja laboratorium dari paparan bahan-2 berbahaya potensial (patogen & toxin) serta tidak mencemari lingkungan sekitarnya Biosecurity : Upaya perlindungan perorangan dan institusi (laboratorium) thd usaha pencurian, penyalahgunaan, pengalihan, pelepasan dengan sengaja dari bahan biologi berbahaya (patogen & toxin) dan sabotage Bahaya resiko di laboratorium
  • 10. Biosafety dan Biosecurity dalam Penanganan Spesimen •Penilaian Resiko BIOSAFETY BIOSECURITY Kehilangan Agent Mikroba Pelepasan Mikroba secara sengaja Bahaya Timbulnya Aerosol Bahaya Kontaminasi penanganan spesimen infeksius 1 4 1 Pencurian Agent Mikroba Bahaya Tertelan atau masuknya patogen ke dalam tubuh 2 2 Penyalahgunaan Mikroba Bahaya Tertusuk dan terinfeksi patogen 3 3 4 Akses Terbatas
  • 11. 11 KONSEP DASAR PENGELOLAAN SPESIMEN •Pengelolaan spesimen: •Pengambilan: sesuai jenis spesimen dan prosedur operasional standar (POB) •Penanganan: sesuai jenis spesimen dan POB •Penyimpanan: secepatnya dikirim atau disimpan sesuai POB bahan •Pengiriman: pelabelan dan pengemasan
  • 12. KEWASPADAAN UNIVERSAL •Kewaspadaan Universal :Tindakan pengendalian infeksi yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan tubuh dapat berpotensi menularkan penyakit, baik berasal dari pasien maupun petugas kesehatan. •Darah dan cairan tubuh dari siapapun harus dianggap infeksius.
  • 13. NIHRD Center for Biomedical and Basic Technology of Health (CBBTH ) Kegiatan Pokoknya Mencuci Tangan, Penggunaan APD Pengelolaan Benda Tajam : Jarum suntik Prinsip – prinsipnya : Menjaga hygiene sanitasi individu, hygiene sanitasi ruangan, serta sterilisasi peralatan Kewaspadaan Universal Pengelolaan alat kesehatan : Sterilitas alat, Dekontaminasi
  • 14. Dalam pengelolan spesimen yang pertama dan yang paling utama : CUCI TANGAN !
  • 15. Prinsip dasar kewaspadaan Universal (Biosafety &Biosecurity) ⚫ Penggunaan APD yang cukup Jas laboratorium Sarung tangan disposable Masker disposable Goggle (pelindung mata) Tutup kepala Sepatu tertutup ⚫ Desinfektasi Mencuci tangan denga desinfektan sebelum dan sesudah Menjaga kebersihan ruangan dengan desinfektan
  • 16. b. Bahan Pengambilan dan Jenis Spesimen 16
  • 17. Penentuan Bahan Pengambilan dan jenis spesimen • Identifikasi jenis pemeriksaan dan bahan yang akan digunakan • Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengambilan spesimen harus sesuai dengan jenis parameter pemeriksaan dan diagnosis penyakit potensi wabah sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan • Spesimen untuk pemeriksaan bakteriologi dan virologi harus diambil secara aseptis : Wadah dan alat yang digunakan harus steril • Tipe spesimen, Medium Transport, waktu dan teknik pengambilan harus menjadi hal yang diperhatikan. • Kecukupan jumlah atau volume spesimen juga menjadi pertimbangan 17
  • 18. JENIS SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN •Spesimen Darah •Spesimen luka, jaringan, abses, •Spesimen Tinja/ Rectal swab •Spesimen Cerebrospinal fluid •Spesimen Saluran pernapasan •Spesimen dahak / sputum •Spesimen urin •Spesimen lingkungan, Makanan, Minuman
  • 20. Jenis Spesimen Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Potensi Wabah Difteri Pertusis Legionella Swab Nasopharing; Swab Tenggorok, dalam medium Amies Swab Nasopharing; Swab Tenggorok, dalam medium amies Swab Nasopharing; Swab Tenggorok, BAL Sampel Lingkungan Anthrax Leptospira Demam tifoid Usap kulit, Usap dubur, Tinja, Sputum, Darah/Serum Darah 3- 5 mL /Serum 1 mL , Darah (Non EDTA &EDTA ), Darah kultur, Diare Kolera Keracunan Pangan Tinja 2-3 gr , rectal Swab dalam carry &blair atau medium Hanks, Muntahan Feses, rectal Swab dalam medium Carry &blair , Muntahan, Sampel Lingkungan, Makanan Feses, rectal Swab medium Carry & blair, Muntahan, Sampel Lingkungan, Makanan Bakteriologi
  • 21. Jenis Spesimen Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Potensi Wabah Polio HFMD (Penyakit Kuku dan Mulut Campak/Rubella Tinja selang 24 jam Faeses dan Usap Dubur, usap tenggorok, usap vesikel dalam medium hanks Serum 1-2 mL, Swab Tenggorok dalam hanks, Urine 50 mL Chikunga/Dengue/ Zika Hepatitis A Flu Burung Darah 3-5 mL (non EDTA &EDTA ) Darah 3- 5 mL /Serum 1 mL , , sampel lingkungan air, swab dubur (hanks ) Swab Hidung; Swab Tenggorok dalam Hanks, serum, BAL MERS-Cov EBOLA COVID-19 Swab Hidung; Swab Tenggorok dalam medium hanks , & Dahak Darah dalam Vaccutainer Swab Nasopharing; Swab Tenggorok dalam VTM Sputum, Faeses Virologi
  • 22. Transport Medium Transport Virus Vs Transport Bakteri Medium Transport Virologi Medium Transport Bakteriologi Steril Steril Mengandung Anti Bakteri & Anti Fungal Mengandung Zat diperkaya (Enrichment Media) Berupa Cairan (VTM) Biasanya berupa Gel (Agar-agar) atau Slicagel packed Selalu disimpan dalam kondisi Dingin Sebaiknya disimpan dalam kondisi Dingin Hanks BSS, Virocult, dll Amies, Silica Gel Packed 🡪 Difteri Carry and Blair 🡪 Swab Dubur
  • 25. 4 unsur yang harus dipatuhi terkait Penggunaan APD
  • 26. Prinsip yang harus dipenuhi dalam pemilihan (APD) antara lain :
  • 28. 1. Persiapan Pengambilan Spesimen: • Prinsip-Prinsip Biosafety dan Biosekuriti penanganan spesimen • Bahan Pengambilan dan Jenis Spesimen • Penggunaan APD 2. Penatalaksanaan Spesimen • Pengambilan Spesimen • Pengisian Formulir • Pemberian Label 3. Managemen penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen 4. Teknik penanganan sampel makanan/minuman dan spesimen korban KLB Keracunan Pangan Pokok Bahasan
  • 30. a. Pengambilan Spesimen Pengambilan Darah •Anak (2-5ml), Dewasa (7-10ml) •Desinfektasi •Hindari darah lisis Penanganan •Untuk Pemeriksaan Bakteri: Darah dimasukkan ke dalam botol-botol kultur yang berisi media pengaya dengan segera (sebelum membeku) dan dikirim ke laboratorium tanpa didinginkan atau dibekukan. •Untuk isolasi virus dan pemeriksaan serologi, darah disentifugasi untuk mendapatkan serum (minimal 1.5 cc), dikirim dalam suhu dingin (2-80 C), dalam cool box dengan dry ice
  • 33. PEMISAHAN SERUM 000001 Simpan dalam 2-8 O C, bila tidak dikirim langsung 2000 rpm (6) selama 10 menit
  • 34. SPESIMEN DARAH •Dapat terbagi menjadi komponen serum, plasma, whole blood dan sediaan darah. •Pemilihan komponen darah yang diambil tergantung dari jenis penyakit yang akan diperiksa. •Diperlukan untuk pemeriksaan laboratorium terkait dengan penyakit malaria dengan apus darah dan sediaan darah dry blood spot, demam berdarah dengue (DBD), pneumonia, demam tifoid, hepatitis, chikungunya (serum), flu burung (serum), campak (serum), antraks (whole blood, serum), leptospirosis, meningitis.
  • 36. Waktu pengambilan dan gejala klinis yang menyertai pasien sangat penting untuk menentukan jenis spesimen COVID-19 yang perlu diambil. Untuk meningkatkan performa Pemeriksaan Metode RDT-Ag, maka pemeriksaan dilakukan pada fase akut (dalam waktu 7 hari pertama sejak onset gejala). Performa RDT-Ag semakin menurun setelah fase akut dilalui Deteksi antibody memungkinkan setelah minggu kedua Perkiraan masa infeksi dan keberadaan virus maupun antibodi pada infeksi SARS-CoV-2 Sumber: Sethuraman et al., 2020 WAKTU PENGAMBILAN
  • 38. PERSIAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN Sebelum melakukan pengambilan spesimen, harus memperhatikan universal precaution atau kewaspadaan universal 1.Menggunakan APD 2.Mencuci tangan dengan desinfektan sebelum dan sesudah tindakan
  • 39. PERSIAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN Alat dan Bahan 1.Dokumen : Formulir Form COVID-19 2.Peralatan Pelindung diri (APD) 3.Peralatan Pengambilan Spesimen Saluran Pernafasan a.Medium VTM b.Swab Dacron atau Flocked Swab c.Tongue Spatel d.Marker atau Label 1 2 3 4 5 6 7 Swab : •Tidak terbuat dari kapan/cotton •Batang swab tidak berbahan kayu •Tidak mengandung Calcium Alginat
  • 40. TAHAP PENGAMBILAN USAP NASOFARING 1. Persiapkan cryotube yang berisi 1,5 ml media transport virus (Hanks BSS + Antibiotika), dapat juga digunakan VTM komersil yang siap pakai (Pabrikan). 2. Berikan label yang berisi Nama Pasien dan Kode Nomer Spesimen. Jika label bernomer tidak tersedia maka Penamaan menggunakan Marker/Pulpen pada bagian berwarna putih di dinding cryotube. 3. Gunakan swab yang terbuat dari Dacron/rayon steril dengan tangkai plastic atau jenis Flocked Swab (tangkai lebih lentur). Jangan menggunakan swab kapas atau swab yang mengandung Calcium Alginat atau Swab kapas dengan tangkai kayu, karena mungkin mengandung substansi yang dapat menghambat menginaktifasi virus dan dapat menghambat proses pemeriksaan secara molekuler. 4. Pastikan tidak ada Obstruksi (hambatan pada lubang hidung). 5. Masukkan secara perlahan swab ke dalam hidung, pastikan posisi swab pada septum bawah hidung. 6. Masukkan swab secara perlahan-lahan ke bagian nasofaring. Lokasi Pengambilan Nasofaring
  • 41. Tahap Pengambilan Nasofaring 7. Swab kemudian dilakukan gerak memutar secara perlahan. 8. Kemudian masukkan sesegera mungkin ke dalam cryotube yang berisi VTM 9. Putuskan tangkai plastik di daerah mulut cryotube agar cryotube dapat ditutup dengan rapat. 10. Pastikan label kode spesimen sesuai dengan kode yang ada di formulir/Kuesioner. 11. Cryotube kemudian dililit parafilm dan masukkan ke dalam Plastik Klip. Jika ada lebih dari 1 pasien, maka Plastik Klip dibedakan/terpisah. Untuk menghindari kontaminasi silang. 12. Simpan pada suhu 4-8 ° C sebelum dikirim
  • 42. Pengambilan Spesimen Usap Tenggorok 1. Gunakan APD sesuai standar 2. Persiapkan cryotube yang berisi 1,5 ml media transport virus (Hanks BSS atau sejenisnya), berikan label identitas pasien. Jangan gunakan Medium Hanks bila telah berubah warna menjadi Kuning. 3. Gunakan swab yang terbuat dari Dacron/rayon steril dengan tangkai plastik. 4. Lakukan usap pada lokasi area tonsil dan belakang pharynx dan hindarkan menyentuh bagian lidah.
  • 43. Pengambilan Spesimen Usap Tenggorok 5. Kemudian masukkan swab tenggorok sesegera mungkin ke dalam cryotube yang berisi virus transport medium. 6. Putuskan tangkai plastik di daerah mulut cryotube agar cryotube dapat ditutup dengan rapat. 7. Cryotube kemudian dililit parafilm. 8. Cryotube yang sudah berisi swab dibungkus dalam tissue bersih lalu dimasukan ke dalam plastik klip. 9. Simpan dalam suhu 4-8°C sebelum dikirim.
  • 45. SPESIMEN RECTAL SWAB Cara Pengambilan •Persiapkan tabung berisi media yang sudah ditempeli stiker ID pasien dan diberi selotip. •Persiapkan pasien dalam posisi membungkuk atau tidur miring, paha bagian atas ditekuk ke depan •Kapas lidi terlebih dahulu dicelupkan ke dalam agar Cary Blair/PBS. --🡪 untuk bakteri •Kapas lidi dimasukkan perlahan ke dalam dubur, setelah masuk dubur lidi ditekan sedikit lagi sampai memasuki anus (sekitar 2-3 cm), sampai kapas tidak kelihatan. •Lidi diputar searah jarum jam sampai satu putaran penuh (360o ), lidi dicabut kembali sambil diputar ke kanan. •Setelah lidi keluar, langsung dimasukkan ke dalam tabung Cary Blair/ PBS, lidi ditekan sampai dasar tabung hingga seluruh bagian lidi yang terbalut kapas terendam dalam media. •Lilit tabung dengan parafilm.