SlideShare a Scribd company logo
MPI.4
MANAJEMEN KASUS
PENYAKIT MENULAR POTENSIAL
KLB DAN WABAH
PELATIHAN PENANGGULANGAN KLB DAN WABAH
UNTUK TIM GERAK CEPAT (TGC) DI PUSKESMAS
Tim Fasilitator
Nasir
Eka
dr. A Muchtar Nasir, M.Epid
Epidemiolog Ahli Muda
Subdit Penyakit Infeksi Emerging
0812-2572-265
a.mnasir@kemkes.go.id
Eka Muhiriyah, SKM, MKM
Epidemiolog Ahli Madya
Subdit Surveilans
0815-1173-7607
eka.muhiriyah@gmail.com
Gedung Adhyatma - Kementerian Kesehatan RI
Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
Ruang Lingkup
Bahasan Materi Manajemen Kasus Penyakit Menular Potensial KLB dan Wabah
You can simply
impress your
audience and add
a unique zing.
Your Text Here
You can simply
impress your
audience and add
a unique zing.
Your Text Here
You can simply
impress your
audience and add
a unique zing.
Your Text Here
Setelah mengikuti mata pelatihan ini,
peserta mampu melakukan managemen
kasus penyakit menular potensial KLB dan wabah di
masyarakat dan sistem rujukan
penyakit menular potensial KLB dan wabah.

Recommended for you

SOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docxSOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docx

sop

FMEA di Puskesmas
FMEA di PuskesmasFMEA di Puskesmas
FMEA di Puskesmas

HFMEA atau FMEA di Puskesmas merupakan salah satu alat manajemen risiko yang cukup lengkap dan mudah digunakan, termasuk untuk mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien di fasiltas layanan kesehatan. Catatan: diperlukan diklat khusus untuk melatih kemampuan staf melakukan FMEA.

fmeapuskesmasmutu
Program TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmasProgram TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmas

Dokumen tersebut membahas tentang epidemiologi tuberkulosis sebagai masalah kesehatan global. Kasus dan kematian akibat TB terus meningkat karena komitmen, dana, dan sistem pelayanan kesehatan yang kurang memadai, serta dampak pandemi HIV dan munculnya TB yang resisten obat. Dokumen ini juga menyoroti situasi TB di Indonesia yang menjadi penyebab kematian infeksi nomor satu dengan kasus baru dan kematian yang sangat tinggi.

INDIKATOR
Setelah mengikuti mata pelatihan ini,
peserta dapat :
Melakukan manajemen
kasus penyakit menular
potensial KLB dan wabah
di masyarakat
Melakukan sistim rujukan
penyakit menular potensial
KLB dan wabah
MATERI POKOK & SUB MATERI
Sub Materi Pokok 1 :
a. Isolasi kasus
b. Karantina kontak erat
Sub Materi Pokok 2 :
a. Koordinasi dengan RS rujukan
b. Evakuasi dan transportasi kasus ke RS rujukan
Materi Pokok 1.
Manajemen Kasus Penyakit Menular Potensial
KLB dan Wabah di Masyarakat
Materi Pokok 2.
Sistim Rujukan Penyakit Menular potensial KLB
dan Wabah
Jumlah : 3 JPL
• Teori : 2 JPL
• Penugasan : 1 JPL
REFERENSI BAHAN PEMBELAJARAN
 Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
 Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
 Peraturan Menteri Kesehatan No 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Terte
ntu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.
 Peraturan Menteri Kesehatan No 001 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Ke
sehatan Perorangan.
 Keputusan Menteri Kesehatan No 414 Tahun 2007 tentang Penetapan Rumah Sakit Ruju
kan Penanggulangan Flu Burung (Avian Influenza).
 Keputusan Menteri Kesehatan No. 390 Tahun 2014 tentang Pedoman Penetapan RS Ruj
ukan Nasional.
 Keputusan Menteri Kesehatan No. 391 Tahun 2014 tentang Pedoman Penetapan RS Ruj
ukan Regional.
 Keputusan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan No. HK.02.03/363/2015 tentang P
enetapan RS Rujukan Provinsi dan RS Rujukan Regional.
 Keputusan Menteri Kesehatan No. 169 Tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Ruj
ukan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.
 Keputusan Menteri Kesehatan No. 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian COVID-19.
 Pedoman Tatalaksana Klinis Flu Burung (H5N1) di Rumah Sakit (Kementerian Kesehatan
RI, Tahun 2010).
 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Ebola (Kementerian Kesehatan RI, Tahun 2015)
Curah
Pendapat
Ceramah
Interaktif
Diskusi
Kelompok
Metode Pembelajaran

Recommended for you

Laporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjlLaporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjl

Menjelaskan laporan PWS Penyakit Potensial wabah

pwsklbwabah
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docxHasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx

Hasil Indikator Mutu Klinis Puskesmas Binong selama 4 bulan berturut-turut menunjukkan capaian yang baik dengan semua indikator mencapai target. Pelayanan kesehatan di Puskesmas Binong terus berjalan dengan baik sesuai standar yang ditetapkan.

Manual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmasManual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmas

Manual mutu puskesmas tebing syahbandar

POKOK BAHASAN I
Manajemen Kasus Penyakit Menular
Potensial KLB dan Wabah
di Masyarakat
RUANG LINGKUP MANAJEMEN KASUS
PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH
(Mengacu Permenkes No. 1501/MENKES/PER/X/2010)
1
2
3
4
Pemeriksaan dan Penegakan Diagnosis
Pengobatan Kasus
Perawatan dan Isolasi Penderita
Tindakan Kekarantinaan
PRINSIP DASAR MANAJEMEN KASUS PENYAKIT
MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH
Isolasi kasus
Karantina
Kontak Erat
Setelah proses:
• Pemeriksaan
• Penegakan Diagnosis
• Pengobatan
TAHUKAH BEDANYA???

Recommended for you

Langkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabahLangkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabah

Langkah langkah investigasi klb wabah1

Keselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di PuskesmasKeselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di Puskesmas

Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar pelayanan kesehatan yang penting untuk mencegah kejadian tidak diinginkan pada pasien. Dokumen ini membahas berbagai aspek keselamatan pasien mulai dari beban global akibat kejadian tidak aman sampai dengan pentingnya pelaporan insiden untuk meningkatkan mutu pelayanan.

patient safetyindonésiakeselamatan pasien
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.pptPenjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt

MONEV KBK atau Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja Puskesmas Gedangsari I menunjukkan capaian kinerja berdasarkan tiga indikator yaitu angka kontak, rasio peserta prolanis terkendali, dan rasio rujukan non spesialistik. Capaian kinerja bulan Januari sampai Juli 2022 berada pada kisaran 90% target. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian antara lain meningkatkan kunjungan sakit dan sehat, me

BEDA ISOLASI & KARANTINA
Mengacu UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan
= Proses mengurangi risiko penularan melalui
upaya memisahkan individu yang sakit baik
yang sudah dikonfirmasi laboratorium atau
memiliki gejala (suspek/probable) dengan
masyarakat luas
ISOLASI
= Proses mengurangi risiko penularan dan identifikasi
dini penyakit menular melalui upaya memisahkan
individu yang sehat atau belum memiliki gejala
tetapi memiliki riwayat kontak dengan pasien
konfirmasi atau memiliki riwayat bepergian ke wilayah
yang sudah terjadi transmisi lokal.
KARANTINA
Tujuan: untuk dilakukan pengobatan intensif
dan pemantauan perkembangan kesakitannya
Tujuan: untuk mencegah kemungkinan adanya
penyebaran penyakit ke orang lain di sekitarnya
Karantina & Isolasi
 SANGAT PENTING dalam memutus rantai penularan penyakit
Tanpa Karantina/Isolasi
Dengan Karantina/Isolasi
Penularan akan terus berlanjut
Penularan akan berhenti
Karantina
Isolasi
• Lamanya masa isolasi/karantina bergantung pada masa inkubasi penyakitnya
• Petugas WAJIB melakukan pemantauan harian terhadap gejala yang muncul selama
karantina kontak erat, dan perkembangan penyakit pada kasus
Kasus
Kontak Erat
PELAKSANAAN KARANTINA KONTAK ERAT
KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH
1
2
3
4
Dilakukan pada orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan
kasus konfirmasi / probable dan belum menunjukkan gejala
Kriteria kontak erat pada umumnya ditetapkan
berdasarkan cara penularan penyakitnya
Terhitung sejak orang melakukan kontak erat terakhir
dengan kasus konfirmasi atau probable (terpapar)
Lamanya waktu karantina biasanya disesuaikan
dengan masa inkubasi penyakit
5 Tempat karantina dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing-
masing atau di fasilitas khusus yang disiapkan oleh pemerintah
KARANTINA OLEH PUSKESMAS / FKTP
 KARANTINA MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS
Hal-hal yang harus diperhatikan:
• Petugas FKTP/Puskesmas melakukan pemantauan harian suhu tubuh,
perkembangan gejala yang mungkin muncul. Apabila muncul
gejala/memenuhi kriteria suspek, segera lakukan tatalaksana suspek.
• Pemantauan dapat dilakukan melalui telepon atau kunjungan
berkala/harian dan dicatat pada formulir pemantauan yang sudah
ditentukan.
• Memastikan ketersediaan masker medis di tempat isolasi mandiri selama
minimal untuk 14 hari (2-3 masker per-hari) atau lamanya masa inkubasi
yang telah ditentukan
• Memastikan kepatuhan melaksanakan PPI selama karantina 
berkoordinasi dengan tokoh setempat untuk saling mengingatkan
• Karantina dapat dihentikan apabila selama masa karantina yang ditentukan
tidak menunjukkan gejala penyakit potensial KLB/wabah, selanjutnya dapat
diberikan surat pernyataan selesai masa karantina yang diterbitkan oleh
FKTP/Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.

Recommended for you

329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal

sop

CAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptxCAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptx

ukpp puskesmas penilaian kinerja tim ukpp puskesmas

ukp puskesmasukppkinerja ukp
Kak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerjaKak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerja

akreditasi

PELAKSANAAN ISOLASI KASUS PENYAKIT
MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH
1
2
3
4
Dilakukan pada kasus suspek/konfirmasi
berdasarkan hasil laboratorium
Kasus Sedang – Berat  Isolasi di RS Rujukan/RS
yang sudah memenuhi persyaratan
Kasus Tanpa Gejala - Ringan  Isolasi Mandiri
di rumah/Fasilitas Yang disediakan pemerintah
Kasus diberikan bekal obat-obatan simptomatik
dan harus menjalankan aturan-aturan terkait PPI
5 Petugas FKTP memantau harian perkembangan
kondisi kasus dan mempersiapkan rujukan
• Proses isolasi dilakukan secara mandiri
di rumah atau tempat tinggal kasus
dengan tetap mengikuti arahan dari
petugas setempat
• Sasaran : Kasus konfirmasi tanpa gejala
atau suspek bergejalaringan-sedang,
dan orang yang tidak memiliki penyakit
penyerta/komorbid
• Kamar tidur terpisah dengan penghuni
lainnya
Your Text Here
• Fasilitas isolasi disiapkan oleh pemerintah/
swadaya untuk orang yang tidak mungkin
menyelenggarakan upaya isolasi di rumah
sendiri baik di gedung permanen atau non
permanen
• Sasaran : Kasus konfirmasi tanpa gejala
atau suspek bergejala ringan-sedang yang
dinilai tidak mampu melakukan isolasi
mandiri di tempat tinggalnya/tidak layak dan
tidak memenuhi persyaratan rawat di RS
• Sebaiknya kamar tidur terpisah satu sama
lain, terutama pria dan wanita Jika tidak me
mungkinkan, maka jarak antar tempat tidur
minimal 2 meter dan pemisahan ruangan
untuk pria dan wanita.
Perhatian: kasus konfirmasi tidak boleh
digabung dengan kasus suspek (konsultasi
dengan dinas kesehatan setempat)
Your Text Here
ISOLASI KASUS OLEH PUSKESMAS / FKTP
 ISOLASI MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS
Isolasi Mandiri di
Tempat Tinggal Kasus
Isolasi Mandiri
di Fasilitas Khusus
ISOLASI KASUS OLEH PUSKESMAS / FKTP
 ISOLASI MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS
Hal-hal yang harus diperhatikan:
• Petugas FKTP/Puskesmas melakukan pemantauan harian suhu
tubuh, gejala dan tanda perburukan (perkembangan gejala)
• Pemantauan dapat dilakukan melalui telepon atau kunjungan
berkala/harian dan dicatat pada formulir pemantauan yang sudah
ditentukan.
• Memastikan ketersediaan masker medis di tempat isolasi mandiri
selama minimal untuk 14 hari (2-3 masker per-hari) atau lamanya
masa inkubasi yang telah ditentukan
• Jika sudah selesai masa isolasi / waktu pemantauan maka dapat
diberikan surat pernyataan selesai isolasi atau sembuh yang
diterbitkan oleh FKTP/Puskesmas atau Dinas Kesehatan
setempat.
PENYIAPAN FASILITAS
ISOLASI & KARANTINA BERBASIS KOMUNITAS
• Jaga jarak
• Jarak antar tempat tidur
min 1 meter
• Pisahkan kasus konfirm
asi – suspek dan laki -
perempuan
• Tempat CTPS
• Disinfeksi / bersihkan
permukaan dengan di
sinfektan berkala
• Bantu pemantauan harian gejala
• Selalu berkoordinasi dengan faskes
dan dinkes setempat
• Edukasi keluarga dan kerabat
• Siapkan akses evakuasi/rujukan
• Alat makan sendiri
• Atur penggunaan fasi
litas MCK – physical
distancing,
• Alat mandi sendiri
• Logistik kebutuhan
makan dan minum
• Ventilasi (aliran udara)
yang baik
• Pencahayaan yg baik
& cukup
• Tersedia ruang terbuka

Recommended for you

Penyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPTPenyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPT

Penyakit Rabies

healt
Sk kebijakan gizi
Sk kebijakan giziSk kebijakan gizi
Sk kebijakan gizi

Sk kebijakan gizi

2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) di Klinik, termasuk prosedur identifikasi pasien dengan benar dan komunikasi efektif antar petugas kesehatan guna meningkatkan keselamatan pasien."

TimeLine Layout
POKOK BAHASAN II
SISTEM RUJUKAN
KASUS
DEFINISI SISTEM RUJUKAN YANKES
(Mengacu Permenkes No. 001 Tahun 2012)
Suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan
yang melaksanakan pelimpahan wewenang dan tanggu
ng jawab atas kasus penyakit atau masalah kesehatan
yang diselenggarakan secara timbal balik, baik vertikal
dalam arti dari satu strata sarana yankes ke strata yan
kes lainnya, maupun horizontal dalam arti antara strata
sarana yankes yang sama
Tersier
Sekunder
Primer
SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES
Permenkes No. 001 Tahun 2012
FOKUS PELAYANAN PRIMER
Promotif dan Preventif
PNPK, CP DAN PPK
Pelayanan Kesehatan Dasar
oleh Faskes Tingkat
pertama (Puskesmas, RS
Kelas D Pratama)
Pelayanan Kesehatan Spesialistik
oleh dokter spesialis di Faskes
Tingkat lanjutan (RS Kelas C dan
D, Klinik Utama)
Pelayanan Kesehatan Sub Spesialistik oleh
dokter sub spesialis di Faskes Tingkat
lanjutan (RS Kelas A dan kelas B)
INA CBGs
KAPITASI
Pengecualian: Gawat darurat, bencana, geografis, kekhususan masalah kesehatan pasien
KEWENANGAN KLINIS
PPK I  FKTP
PPK II
PPK III
SUMBER DAYA MANUSIA
SARANA PENUNJANG DAN ALKES
Penunjang Diagnosa
Obat-obat

Recommended for you

Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023

Dokumen tersebut membahas upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu untuk mencapai target penurunan stunting dan AKI-AKB. Beberapa program yang dijelaskan adalah peningkatan cakupan imunisasi, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta transformasi layanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu seperti kunjungan rumah dan kelas ibu hamil & balita. Data menunjukkan korelasi yang lemah ant

kaderposyandu25 kompetensi kader
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docxSOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx

SOP

Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.pptKebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt

Kebijakan Pemberian Vaksinasi Covid-19

RS RUJUKAN NASIONAL (1)
RS PROVINSI (20) &
RUJUKAN REGIONAL (110)
RS KAB/KOTA (561)
PUSKESMAS (9.729)
PUSTU (1.450)
POLINDES/POSKESDES (17.605)
Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP)
Upaya Kesehatan Masyarakat
& UKP
POSYANDU (124.249)/
POSBINDU (7.225)
JKN :
Pola INA CBGs
JKN :
Pola Kapitasi
SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES
Kepmenkes No. 390-391 Tahun 2014
Catatan:
Ketentuan jumlah RS rujukan ini dapat berubah
sesuai perkembangan kapasitas RS di setiap
daerah dan sesuai kebutuhan situasi saat itu.
SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES
(Modifikasi Saat Terjadi KLB/Wabah)
RS RUJUKAN NASIONAL
RS PROVINSI, RUJUKAN REGIONAL & KAB/KOTA
RS SWASTA / RS JEJARING
ISOLASI RS DARURAT
PUSKESMAS DAN JEJARING YANKES
KARANTINA KES. DI FASILITAS KHUSUS
KARANTINA MANDIRI DI RUMAH
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN RUJUKAN ??
TAHAPAN MELAKUKAN RUJUKAN
Perhatikan Hal-hal berikut!!
Pembiayaan
Transportasi/
Evakuasi
Koordinasi

Recommended for you

PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptxPAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx

SOSIALISASI PROGRAM PENCGAHAN ATM TINGKAT DESA

aidstbmalariaeducation
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptxModul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx

asad

jkj
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2

Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2

bukucovid-19corona
PROSEDUR KOORDINASI
RUJUKAN KASUS
1
2
3
4
Lengkapi Data Pasien yang akan dirujuk (identitas,
gejala penyakit dan riwayat perjalanan penyakit)
Lampirkan surat informed consent pasien/keluarga
bersama surat rujukan
Komunikasikan rujukan oleh dokter perujuk kepada dokter di RS rujukan
tujuan tentang kondisi klinis penderita, alasan merujuk, kelayakan kirim/
transportable, dan kondisi alat transportasi yang dipakai
Lampirkan fotokopi dokumen medik penderita, termasuk hasil-
hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan
5
Petugas pengantar penderita termasuk pengemudi harus
menggunakan APD yang sesuai dengan jenis penyakit penderita.
APD dilepaskan dan dibuang di RS rujukan sesuai PPI
PROSEDUR EVAKUASI & TRANSPORTASI
RUJUKAN KASUS
ALAT TRANSPORTASI
 Disarankan menggunakan am
bulans gawat darurat/mobil
puskesmas keliling yang dileng
kapi dengan minimal tabung
oksigen yang dilengkapi perala
tan lainnya yang mendukung,
seperti pulse oksimetri, emer
gensi kit, radio komunikasi.
 Selama proses merujuk, pende
rita didampingi oleh dokter dan
/atau perawat yang kompeten.
 Prosedur desinfeksi kendaraan
setelah merujuk penderita
 Untuk penderita yang transmisi pen
yakitnya melalui vehicle, vektor mau
pun kontak tidak memerlukan jalur
khusus saat menurunkan penderita
dari ambulans di IGD sampai ke
ruang perawatan/ruang isolasi.
 Untuk penderita yang transmisi
penyakitnya melalui airborne atau
droplet (seperti COVID-19, Ebola
dan AI), untuk pintu masuknya di
IGD adalah melalui pintu masuk
yang berbeda dari jalur penderita
umum lainnya, langsung dibawa ke
ruang isolasi, seminimal mungkin
kontak dengan penderita lainnya.
JALUR MOBILISASI
PROSEDUR PEMBIAYAAN
RUJUKAN KASUS
Peraturan pemerintah mengenai pendanaan yang
timbul dalam upaya penanggulangan KLB/Wabah
(termasuk rujukan) dibebankan pada anggaran
Pemerintahan Daerah. Bila pemerintah daerah tidak
mampu maka dimungkinkan mengajukan permintaan
bantuan kepada Pemerintah atau pemerintah daerah
lainnya sesuai Permenkes No. 1501 tahun 2010.
Contoh Peraturan mengenai Pembiayaan
Perawatan Penyakit Potensial KLB/Wabah:
• Permenkes No. 59 Tahun 2016 Tentang Pembebasan
Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu
• Kepmenkes HK.01.07/MENKES/446/2021 Tentang
Petunjuk Teknis Penggantian Biaya Pelayanan Pasien
Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit
Yang Menyelenggarakan Pelayanan COVID-19
ANY QUESTIONS
?

Recommended for you

5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov

how to remote mers..

305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx

Dokumen tersebut membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi virus corona, mencakup penyampaian surat edaran ke berbagai instansi terkait seperti dinas kesehatan dan rumah sakit rujukan, serta pendataan sumber daya kesehatan untuk penanganan wabah.

SOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docxSOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docx

Dokumen ini menjelaskan prosedur penyelidikan epidemiologi kasus berpotensi KLB oleh petugas kesehatan. Prosedur tersebut meliputi pelacakan kasus, kunjungan rumah, pemeriksaan jentik, koordinasi dengan lintas sektor, dan pelaporan hasil.

SAYA BERTANYA
?
Penugasan
DISKUSI KELOMPOK
TUGAS DISKUSI KELOMPOK
Peserta dibagi menjadi 3 kelompok
Pembagian Kelompok:
Kelompok 1 : Demam Berdarah Dengue
Kelompok 2 : COVID-19
Kelompok 3 : Difteri
Poin Diskusi:
 Tata laksana dan pemantauan harian kasus yang
sedang diisolasi di rumah dan fasilitas khusus
 Tata laksana kontak erat kasus yang dilakukan
karantina rumah dan fasilitas khusus
 Tahapan system rujukan (koordinasi dengan RS
rujukan, evakuasi dan transportasi kasus)
Hasil Diskusi diupload ke CLC
Kesimpulan
 Prinsip Dasar yang harus diketahui bagi
petugas puskesmas dalam melakukan
manajemen kasus penyakit potensial
KLB/Wabah adalah bagaimana melakukan
isolasi terhadap kasus dan melaksanakan
kekarantinaan terhadap kontak erat.
 Rujukan pasien penyakit potensial
KLB/Wabah harus memperhatikan sistem
rujukan yang berlaku dan cara koordinasi,
evakuasi/transportasi pasien dengan
meminimalisir potensi paparan ke sekitarnya.

Recommended for you

367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx

Dokumen ini membahas prosedur pelaksanaan program imunisasi nasional untuk anak sekolah dasar, termasuk pelaksanaan imunisasi campak, DT, dan TD; penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi; serta cara penyuntikan vaksin campak, DT, dan TD.

Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2

Protokol Tatalaksana COVID-19 edisi kedua telah diselesaikan untuk menjadi pedoman bagi tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19. Protokol ini telah diperbarui sesuai dengan perkembangan penyakit dan situasi terkini pada Januari 2021, dan mencakup tata laksana untuk pasien tanpa gejala, ringan, sedang, dan berat.

Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19

Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19

“Jauh lebih sulit untuk membuat orang
sehat dari pada membuat mereka sakit.”
– DeForest Clinton Jarvis
TERIMA KASIH
infeksiemerging.kemkes.go.id
Master PIE Channel
@masterpie29
@infeksiemerging
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav 4- Jakarta Selatan

More Related Content

What's hot

BAHAN SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
BAHAN  SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptxBAHAN  SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
BAHAN SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
CynthiaOctavia1
 
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptxPDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
ProdukHerbalDXN
 
Penilaian kinerja puskesmas
Penilaian kinerja puskesmasPenilaian kinerja puskesmas
Penilaian kinerja puskesmas
Joni Iswanto
 
SOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docxSOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docx
IinUnique
 
FMEA di Puskesmas
FMEA di PuskesmasFMEA di Puskesmas
FMEA di Puskesmas
I Putu Cahya Legawa
 
Program TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmasProgram TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmas
Joni Iswanto
 
Laporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjlLaporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjl
HMRojali
 
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docxHasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
AuliaNi7
 
Manual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmasManual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmas
Trisfariani Cotto
 
Langkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabahLangkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabah
rickygunawan84
 
Keselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di PuskesmasKeselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di Puskesmas
I Putu Cahya Legawa
 
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.pptPenjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt
PuskesmasGedangsari1
 
329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal
Robi Siswara
 
CAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptxCAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptx
gighoga
 
Kak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerjaKak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerja
Luh Gede Kumala Ratih
 
Penyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPTPenyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPT
_Dian
 
Sk kebijakan gizi
Sk kebijakan giziSk kebijakan gizi
Sk kebijakan gizi
Hana CiieManroe
 
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
SitiMuslimah22
 
Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023
Muh Saleh
 
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docxSOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx
dayatali1
 

What's hot (20)

BAHAN SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
BAHAN  SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptxBAHAN  SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
BAHAN SOSIALISASI BIAS DAN HPV.pptx
 
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptxPDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
PDSA Dalam Tata Kelola Mutu Puskesmas.pptx
 
Penilaian kinerja puskesmas
Penilaian kinerja puskesmasPenilaian kinerja puskesmas
Penilaian kinerja puskesmas
 
SOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docxSOP Komunikasi Efektif.docx
SOP Komunikasi Efektif.docx
 
FMEA di Puskesmas
FMEA di PuskesmasFMEA di Puskesmas
FMEA di Puskesmas
 
Program TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmasProgram TB Paru di puskesmas
Program TB Paru di puskesmas
 
Laporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjlLaporan pws penyakit potensial wabah rjl
Laporan pws penyakit potensial wabah rjl
 
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docxHasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
Hasil Analisis Indikator Mutu Klinis UKP Puskesmas.docx
 
Manual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmasManual mutu puskesmas
Manual mutu puskesmas
 
Langkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabahLangkah langkah investigasi klb wabah
Langkah langkah investigasi klb wabah
 
Keselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di PuskesmasKeselamatan Pasien di Puskesmas
Keselamatan Pasien di Puskesmas
 
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.pptPenjelasan capaian KBK 2022.ppt
Penjelasan capaian KBK 2022.ppt
 
329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal329966349 sop-rujukan-internal
329966349 sop-rujukan-internal
 
CAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptxCAPAIAN KINERJA UKP.pptx
CAPAIAN KINERJA UKP.pptx
 
Kak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerjaKak kesehatan kerja
Kak kesehatan kerja
 
Penyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPTPenyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPT
 
Sk kebijakan gizi
Sk kebijakan giziSk kebijakan gizi
Sk kebijakan gizi
 
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
2023 SASARAN KESELAMATAN PASIEN.pptx
 
Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023Kompetensi Kader Posyandu 2023
Kompetensi Kader Posyandu 2023
 
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docxSOP PSN RUMAH TANGGA.docx
SOP PSN RUMAH TANGGA.docx
 

Similar to MPI 4

Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.pptKebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
veronica235175
 
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptxPAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
QisthyTuri
 
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptxModul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
faul3
 
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
CIkumparan
 
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
Rizky Siagian
 
305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx
RajaFauzanFahlevi
 
SOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docxSOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docx
Yusindrawati
 
367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx
TathaMiftha
 
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
RinduAnggara
 
Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19
PusdiklatKKB
 
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptxTata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
KLINIKKAMUNING
 
BUKU SAKU KADER TB.pptx
BUKU SAKU KADER TB.pptxBUKU SAKU KADER TB.pptx
BUKU SAKU KADER TB.pptx
budi44
 
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptxPPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
Divia Oktari Khairunnisa
 
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdfrAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
IbethMarpaung
 
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
PuskesmasSambaliung1
 
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
RonyWiranto
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
Nur Harini Purba
 
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docxKlasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
TheoNathan1
 
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptxKEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
ssuser9c651e2
 
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.pptKebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
Ngadirah1
 

Similar to MPI 4 (20)

Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.pptKebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
Kebijakan Pemberian Vaksinasi COVID-19 3 Jan 2021.ppt
 
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptxPAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
PAPARAN ATM PKK DESA DENGAN PENINGKATAN KAPATISITAS KADER DAN TPKK.pptx
 
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptxModul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
Modul_Pelatihan_Kader_Kesehatan_Peduli_T.pptx
 
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
Buku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 2
 
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
 
305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx305458_WAYAN.pptx
305458_WAYAN.pptx
 
SOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docxSOP penyelidkan epidemiologi.docx
SOP penyelidkan epidemiologi.docx
 
367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx367214810-PPT-BIAS.pptx
367214810-PPT-BIAS.pptx
 
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
Buku saku protokol tatalaksana covid 19 edisi 2
 
Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19Bahan pembelajaran 3   penanganan terhadap kasus covid-19
Bahan pembelajaran 3 penanganan terhadap kasus covid-19
 
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptxTata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
Tata Laksana Covid PKM DINKES BDG-edit.pptx
 
BUKU SAKU KADER TB.pptx
BUKU SAKU KADER TB.pptxBUKU SAKU KADER TB.pptx
BUKU SAKU KADER TB.pptx
 
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptxPPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
PPT LAPSUS LAPKAS TB DENGAN DM ISHIP PKC CAKUNG 1.pptx
 
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdfrAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
rAnOxvInJCH0xlx1WWYa1594968223.pdf
 
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
2808 D Sosialisasi Pedoman Yankes Usekrem ok.pdf
 
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
#Pelayanan Telemedicine Bagi Pasien Isolasi Mandiri_120821.pptx
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
 
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docxKlasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
Klasifikasi dan Terapi COVID-19.docx
 
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptxKEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
KEBIJAKAN PROGRAM IMUNISASI DAN PELAKSANAAN INTRODUKSI IMUNISASI PCV.pptx
 
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.pptKebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
Kebijakan Penyeliaan Fasilitatif Baru.ppt
 

More from Oktarina Permatasari

Teknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGCTeknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGC
Oktarina Permatasari
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OKMPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
Oktarina Permatasari
 
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan PenyakitKerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Oktarina Permatasari
 
MPI 5 Keracunan pangan
MPI 5 Keracunan panganMPI 5 Keracunan pangan
MPI 5 Keracunan pangan
Oktarina Permatasari
 
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
Oktarina Permatasari
 
MPI 5 TGC Review
MPI 5 TGC ReviewMPI 5 TGC Review
MPI 5 TGC Review
Oktarina Permatasari
 
MPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi RisikoMPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi Risiko
Oktarina Permatasari
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
Oktarina Permatasari
 
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
Oktarina Permatasari
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
Oktarina Permatasari
 

More from Oktarina Permatasari (12)

Teknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGCTeknik Melatih TOT TGC
Teknik Melatih TOT TGC
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OKMPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi OK
 
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan PenyakitKerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
Kerjasama Tim dalam Penanggulangan Penyakit
 
MPI 5 Keracunan pangan
MPI 5 Keracunan panganMPI 5 Keracunan pangan
MPI 5 Keracunan pangan
 
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
MPI 5 penanganan, pengepakan dan pengiriman spesimen
 
MPI 5 TGC Review
MPI 5 TGC ReviewMPI 5 TGC Review
MPI 5 TGC Review
 
MPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi RisikoMPI 6 Komunikasi Risiko
MPI 6 Komunikasi Risiko
 
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
MPI 2 Penyelidikan epidemiologi
 
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
MPI 1 Surveilans Penyakit Menular Potensial KLB - Wabah
 
Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2Langkah pra tes 2
Langkah pra tes 2
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
 
Langkah pra tes
Langkah pra tesLangkah pra tes
Langkah pra tes
 

Recently uploaded

MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
WahyuajengSarastika
 
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptxMATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
NingsihBatalipu1
 
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdfFilsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
BagasPrasetiyo2
 
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKAPPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
yesnikah
 
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptxTUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
EriDanapriatna
 
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdfTP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
ferryst03
 
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdfModul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
raffasyaarfan23
 
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptxmodul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
septiyaniputri49
 
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docxATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
kkgbsunda
 
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdekaModul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Fathan Emran
 
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdfKoneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
roviqoevi1
 
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
dewifujii
 
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptxPengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
MarioNamang
 
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITALMasa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
DeriSeptiEfendi
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
NurulHuriyah2
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdfManajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
AhmadAkbarNafi
 
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdfTUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
Yoyenyerikony1
 
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdfTP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
smabarunawati
 

Recently uploaded (20)

MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
 
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptxMATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
 
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdfFilsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
 
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKAPPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
PPT SMA SOSIOLOGI KELAS 10 BAB 3 KURIKULUM MERDEKA
 
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptxTUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
TUGAS KELOMPOK RUANG KOLABORASI MODUL 1.2.pptx
 
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdfTP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
 
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdfModul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
 
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptxmodul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
modul 1.2 tugas ruang kolaborasi kelompok 2.pptx
 
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docxATP pembelajaran  KELAS 5 2024-2025.docx
ATP pembelajaran KELAS 5 2024-2025.docx
 
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdekaModul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
 
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdfKoneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
Koneksi Antar Materi Modul 2.2cgpa10.pdf
 
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sosiologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
 
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptxPengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
 
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITALMasa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdfManajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
Manajemen Limbah Medis Sub Pin Polio - Juni 2024 ppt.pdf
 
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdfTUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
TUGAS GABUNGAN PPT FILSAFAT KELOMPOK 10.pdf
 
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdfTP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
 

MPI 4

  • 1. MPI.4 MANAJEMEN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB DAN WABAH PELATIHAN PENANGGULANGAN KLB DAN WABAH UNTUK TIM GERAK CEPAT (TGC) DI PUSKESMAS
  • 2. Tim Fasilitator Nasir Eka dr. A Muchtar Nasir, M.Epid Epidemiolog Ahli Muda Subdit Penyakit Infeksi Emerging 0812-2572-265 a.mnasir@kemkes.go.id Eka Muhiriyah, SKM, MKM Epidemiolog Ahli Madya Subdit Surveilans 0815-1173-7607 eka.muhiriyah@gmail.com Gedung Adhyatma - Kementerian Kesehatan RI Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
  • 3. Ruang Lingkup Bahasan Materi Manajemen Kasus Penyakit Menular Potensial KLB dan Wabah You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here
  • 4. Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu melakukan managemen kasus penyakit menular potensial KLB dan wabah di masyarakat dan sistem rujukan penyakit menular potensial KLB dan wabah.
  • 5. INDIKATOR Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat : Melakukan manajemen kasus penyakit menular potensial KLB dan wabah di masyarakat Melakukan sistim rujukan penyakit menular potensial KLB dan wabah
  • 6. MATERI POKOK & SUB MATERI Sub Materi Pokok 1 : a. Isolasi kasus b. Karantina kontak erat Sub Materi Pokok 2 : a. Koordinasi dengan RS rujukan b. Evakuasi dan transportasi kasus ke RS rujukan Materi Pokok 1. Manajemen Kasus Penyakit Menular Potensial KLB dan Wabah di Masyarakat Materi Pokok 2. Sistim Rujukan Penyakit Menular potensial KLB dan Wabah Jumlah : 3 JPL • Teori : 2 JPL • Penugasan : 1 JPL
  • 7. REFERENSI BAHAN PEMBELAJARAN  Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.  Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.  Peraturan Menteri Kesehatan No 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Terte ntu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.  Peraturan Menteri Kesehatan No 001 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Ke sehatan Perorangan.  Keputusan Menteri Kesehatan No 414 Tahun 2007 tentang Penetapan Rumah Sakit Ruju kan Penanggulangan Flu Burung (Avian Influenza).  Keputusan Menteri Kesehatan No. 390 Tahun 2014 tentang Pedoman Penetapan RS Ruj ukan Nasional.  Keputusan Menteri Kesehatan No. 391 Tahun 2014 tentang Pedoman Penetapan RS Ruj ukan Regional.  Keputusan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan No. HK.02.03/363/2015 tentang P enetapan RS Rujukan Provinsi dan RS Rujukan Regional.  Keputusan Menteri Kesehatan No. 169 Tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Ruj ukan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.  Keputusan Menteri Kesehatan No. 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.  Pedoman Tatalaksana Klinis Flu Burung (H5N1) di Rumah Sakit (Kementerian Kesehatan RI, Tahun 2010).  Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Ebola (Kementerian Kesehatan RI, Tahun 2015)
  • 9. POKOK BAHASAN I Manajemen Kasus Penyakit Menular Potensial KLB dan Wabah di Masyarakat
  • 10. RUANG LINGKUP MANAJEMEN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH (Mengacu Permenkes No. 1501/MENKES/PER/X/2010) 1 2 3 4 Pemeriksaan dan Penegakan Diagnosis Pengobatan Kasus Perawatan dan Isolasi Penderita Tindakan Kekarantinaan
  • 11. PRINSIP DASAR MANAJEMEN KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH Isolasi kasus Karantina Kontak Erat Setelah proses: • Pemeriksaan • Penegakan Diagnosis • Pengobatan
  • 13. BEDA ISOLASI & KARANTINA Mengacu UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan = Proses mengurangi risiko penularan melalui upaya memisahkan individu yang sakit baik yang sudah dikonfirmasi laboratorium atau memiliki gejala (suspek/probable) dengan masyarakat luas ISOLASI = Proses mengurangi risiko penularan dan identifikasi dini penyakit menular melalui upaya memisahkan individu yang sehat atau belum memiliki gejala tetapi memiliki riwayat kontak dengan pasien konfirmasi atau memiliki riwayat bepergian ke wilayah yang sudah terjadi transmisi lokal. KARANTINA Tujuan: untuk dilakukan pengobatan intensif dan pemantauan perkembangan kesakitannya Tujuan: untuk mencegah kemungkinan adanya penyebaran penyakit ke orang lain di sekitarnya
  • 14. Karantina & Isolasi  SANGAT PENTING dalam memutus rantai penularan penyakit Tanpa Karantina/Isolasi Dengan Karantina/Isolasi Penularan akan terus berlanjut Penularan akan berhenti Karantina Isolasi • Lamanya masa isolasi/karantina bergantung pada masa inkubasi penyakitnya • Petugas WAJIB melakukan pemantauan harian terhadap gejala yang muncul selama karantina kontak erat, dan perkembangan penyakit pada kasus Kasus Kontak Erat
  • 15. PELAKSANAAN KARANTINA KONTAK ERAT KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH 1 2 3 4 Dilakukan pada orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi / probable dan belum menunjukkan gejala Kriteria kontak erat pada umumnya ditetapkan berdasarkan cara penularan penyakitnya Terhitung sejak orang melakukan kontak erat terakhir dengan kasus konfirmasi atau probable (terpapar) Lamanya waktu karantina biasanya disesuaikan dengan masa inkubasi penyakit 5 Tempat karantina dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing- masing atau di fasilitas khusus yang disiapkan oleh pemerintah
  • 16. KARANTINA OLEH PUSKESMAS / FKTP  KARANTINA MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS Hal-hal yang harus diperhatikan: • Petugas FKTP/Puskesmas melakukan pemantauan harian suhu tubuh, perkembangan gejala yang mungkin muncul. Apabila muncul gejala/memenuhi kriteria suspek, segera lakukan tatalaksana suspek. • Pemantauan dapat dilakukan melalui telepon atau kunjungan berkala/harian dan dicatat pada formulir pemantauan yang sudah ditentukan. • Memastikan ketersediaan masker medis di tempat isolasi mandiri selama minimal untuk 14 hari (2-3 masker per-hari) atau lamanya masa inkubasi yang telah ditentukan • Memastikan kepatuhan melaksanakan PPI selama karantina  berkoordinasi dengan tokoh setempat untuk saling mengingatkan • Karantina dapat dihentikan apabila selama masa karantina yang ditentukan tidak menunjukkan gejala penyakit potensial KLB/wabah, selanjutnya dapat diberikan surat pernyataan selesai masa karantina yang diterbitkan oleh FKTP/Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
  • 17. PELAKSANAAN ISOLASI KASUS PENYAKIT MENULAR POTENSIAL KLB/WABAH 1 2 3 4 Dilakukan pada kasus suspek/konfirmasi berdasarkan hasil laboratorium Kasus Sedang – Berat  Isolasi di RS Rujukan/RS yang sudah memenuhi persyaratan Kasus Tanpa Gejala - Ringan  Isolasi Mandiri di rumah/Fasilitas Yang disediakan pemerintah Kasus diberikan bekal obat-obatan simptomatik dan harus menjalankan aturan-aturan terkait PPI 5 Petugas FKTP memantau harian perkembangan kondisi kasus dan mempersiapkan rujukan
  • 18. • Proses isolasi dilakukan secara mandiri di rumah atau tempat tinggal kasus dengan tetap mengikuti arahan dari petugas setempat • Sasaran : Kasus konfirmasi tanpa gejala atau suspek bergejalaringan-sedang, dan orang yang tidak memiliki penyakit penyerta/komorbid • Kamar tidur terpisah dengan penghuni lainnya Your Text Here • Fasilitas isolasi disiapkan oleh pemerintah/ swadaya untuk orang yang tidak mungkin menyelenggarakan upaya isolasi di rumah sendiri baik di gedung permanen atau non permanen • Sasaran : Kasus konfirmasi tanpa gejala atau suspek bergejala ringan-sedang yang dinilai tidak mampu melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya/tidak layak dan tidak memenuhi persyaratan rawat di RS • Sebaiknya kamar tidur terpisah satu sama lain, terutama pria dan wanita Jika tidak me mungkinkan, maka jarak antar tempat tidur minimal 2 meter dan pemisahan ruangan untuk pria dan wanita. Perhatian: kasus konfirmasi tidak boleh digabung dengan kasus suspek (konsultasi dengan dinas kesehatan setempat) Your Text Here ISOLASI KASUS OLEH PUSKESMAS / FKTP  ISOLASI MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS Isolasi Mandiri di Tempat Tinggal Kasus Isolasi Mandiri di Fasilitas Khusus
  • 19. ISOLASI KASUS OLEH PUSKESMAS / FKTP  ISOLASI MANDIRI BERBASIS KOMUNITAS Hal-hal yang harus diperhatikan: • Petugas FKTP/Puskesmas melakukan pemantauan harian suhu tubuh, gejala dan tanda perburukan (perkembangan gejala) • Pemantauan dapat dilakukan melalui telepon atau kunjungan berkala/harian dan dicatat pada formulir pemantauan yang sudah ditentukan. • Memastikan ketersediaan masker medis di tempat isolasi mandiri selama minimal untuk 14 hari (2-3 masker per-hari) atau lamanya masa inkubasi yang telah ditentukan • Jika sudah selesai masa isolasi / waktu pemantauan maka dapat diberikan surat pernyataan selesai isolasi atau sembuh yang diterbitkan oleh FKTP/Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
  • 20. PENYIAPAN FASILITAS ISOLASI & KARANTINA BERBASIS KOMUNITAS • Jaga jarak • Jarak antar tempat tidur min 1 meter • Pisahkan kasus konfirm asi – suspek dan laki - perempuan • Tempat CTPS • Disinfeksi / bersihkan permukaan dengan di sinfektan berkala • Bantu pemantauan harian gejala • Selalu berkoordinasi dengan faskes dan dinkes setempat • Edukasi keluarga dan kerabat • Siapkan akses evakuasi/rujukan • Alat makan sendiri • Atur penggunaan fasi litas MCK – physical distancing, • Alat mandi sendiri • Logistik kebutuhan makan dan minum • Ventilasi (aliran udara) yang baik • Pencahayaan yg baik & cukup • Tersedia ruang terbuka
  • 22. POKOK BAHASAN II SISTEM RUJUKAN KASUS
  • 23. DEFINISI SISTEM RUJUKAN YANKES (Mengacu Permenkes No. 001 Tahun 2012) Suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan wewenang dan tanggu ng jawab atas kasus penyakit atau masalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik vertikal dalam arti dari satu strata sarana yankes ke strata yan kes lainnya, maupun horizontal dalam arti antara strata sarana yankes yang sama
  • 24. Tersier Sekunder Primer SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES Permenkes No. 001 Tahun 2012 FOKUS PELAYANAN PRIMER Promotif dan Preventif PNPK, CP DAN PPK Pelayanan Kesehatan Dasar oleh Faskes Tingkat pertama (Puskesmas, RS Kelas D Pratama) Pelayanan Kesehatan Spesialistik oleh dokter spesialis di Faskes Tingkat lanjutan (RS Kelas C dan D, Klinik Utama) Pelayanan Kesehatan Sub Spesialistik oleh dokter sub spesialis di Faskes Tingkat lanjutan (RS Kelas A dan kelas B) INA CBGs KAPITASI Pengecualian: Gawat darurat, bencana, geografis, kekhususan masalah kesehatan pasien KEWENANGAN KLINIS PPK I  FKTP PPK II PPK III SUMBER DAYA MANUSIA SARANA PENUNJANG DAN ALKES Penunjang Diagnosa Obat-obat
  • 25. RS RUJUKAN NASIONAL (1) RS PROVINSI (20) & RUJUKAN REGIONAL (110) RS KAB/KOTA (561) PUSKESMAS (9.729) PUSTU (1.450) POLINDES/POSKESDES (17.605) Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Upaya Kesehatan Masyarakat & UKP POSYANDU (124.249)/ POSBINDU (7.225) JKN : Pola INA CBGs JKN : Pola Kapitasi SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES Kepmenkes No. 390-391 Tahun 2014 Catatan: Ketentuan jumlah RS rujukan ini dapat berubah sesuai perkembangan kapasitas RS di setiap daerah dan sesuai kebutuhan situasi saat itu.
  • 26. SISTEM RUJUKAN BERJENJANG YANKES (Modifikasi Saat Terjadi KLB/Wabah) RS RUJUKAN NASIONAL RS PROVINSI, RUJUKAN REGIONAL & KAB/KOTA RS SWASTA / RS JEJARING ISOLASI RS DARURAT PUSKESMAS DAN JEJARING YANKES KARANTINA KES. DI FASILITAS KHUSUS KARANTINA MANDIRI DI RUMAH
  • 28. TAHAPAN MELAKUKAN RUJUKAN Perhatikan Hal-hal berikut!! Pembiayaan Transportasi/ Evakuasi Koordinasi
  • 29. PROSEDUR KOORDINASI RUJUKAN KASUS 1 2 3 4 Lengkapi Data Pasien yang akan dirujuk (identitas, gejala penyakit dan riwayat perjalanan penyakit) Lampirkan surat informed consent pasien/keluarga bersama surat rujukan Komunikasikan rujukan oleh dokter perujuk kepada dokter di RS rujukan tujuan tentang kondisi klinis penderita, alasan merujuk, kelayakan kirim/ transportable, dan kondisi alat transportasi yang dipakai Lampirkan fotokopi dokumen medik penderita, termasuk hasil- hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan 5 Petugas pengantar penderita termasuk pengemudi harus menggunakan APD yang sesuai dengan jenis penyakit penderita. APD dilepaskan dan dibuang di RS rujukan sesuai PPI
  • 30. PROSEDUR EVAKUASI & TRANSPORTASI RUJUKAN KASUS ALAT TRANSPORTASI  Disarankan menggunakan am bulans gawat darurat/mobil puskesmas keliling yang dileng kapi dengan minimal tabung oksigen yang dilengkapi perala tan lainnya yang mendukung, seperti pulse oksimetri, emer gensi kit, radio komunikasi.  Selama proses merujuk, pende rita didampingi oleh dokter dan /atau perawat yang kompeten.  Prosedur desinfeksi kendaraan setelah merujuk penderita  Untuk penderita yang transmisi pen yakitnya melalui vehicle, vektor mau pun kontak tidak memerlukan jalur khusus saat menurunkan penderita dari ambulans di IGD sampai ke ruang perawatan/ruang isolasi.  Untuk penderita yang transmisi penyakitnya melalui airborne atau droplet (seperti COVID-19, Ebola dan AI), untuk pintu masuknya di IGD adalah melalui pintu masuk yang berbeda dari jalur penderita umum lainnya, langsung dibawa ke ruang isolasi, seminimal mungkin kontak dengan penderita lainnya. JALUR MOBILISASI
  • 31. PROSEDUR PEMBIAYAAN RUJUKAN KASUS Peraturan pemerintah mengenai pendanaan yang timbul dalam upaya penanggulangan KLB/Wabah (termasuk rujukan) dibebankan pada anggaran Pemerintahan Daerah. Bila pemerintah daerah tidak mampu maka dimungkinkan mengajukan permintaan bantuan kepada Pemerintah atau pemerintah daerah lainnya sesuai Permenkes No. 1501 tahun 2010. Contoh Peraturan mengenai Pembiayaan Perawatan Penyakit Potensial KLB/Wabah: • Permenkes No. 59 Tahun 2016 Tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu • Kepmenkes HK.01.07/MENKES/446/2021 Tentang Petunjuk Teknis Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan COVID-19
  • 35. TUGAS DISKUSI KELOMPOK Peserta dibagi menjadi 3 kelompok Pembagian Kelompok: Kelompok 1 : Demam Berdarah Dengue Kelompok 2 : COVID-19 Kelompok 3 : Difteri Poin Diskusi:  Tata laksana dan pemantauan harian kasus yang sedang diisolasi di rumah dan fasilitas khusus  Tata laksana kontak erat kasus yang dilakukan karantina rumah dan fasilitas khusus  Tahapan system rujukan (koordinasi dengan RS rujukan, evakuasi dan transportasi kasus) Hasil Diskusi diupload ke CLC
  • 36. Kesimpulan  Prinsip Dasar yang harus diketahui bagi petugas puskesmas dalam melakukan manajemen kasus penyakit potensial KLB/Wabah adalah bagaimana melakukan isolasi terhadap kasus dan melaksanakan kekarantinaan terhadap kontak erat.  Rujukan pasien penyakit potensial KLB/Wabah harus memperhatikan sistem rujukan yang berlaku dan cara koordinasi, evakuasi/transportasi pasien dengan meminimalisir potensi paparan ke sekitarnya.
  • 37. “Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat dari pada membuat mereka sakit.” – DeForest Clinton Jarvis
  • 38. TERIMA KASIH infeksiemerging.kemkes.go.id Master PIE Channel @masterpie29 @infeksiemerging Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav 4- Jakarta Selatan