PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM(PPM)
“Sistem Pencernaan Manusia”
Nama Guru:
1. Ariana Wijayanti
2. Arinal Husna Zulfi Putri Maliki
3.
Putri Arum Cahyati
Nama Sekolah:
SMP Negeri 11 Yogyakarta
Nama Mata Pelajaran:
IPA
Fase D
Kelas VIII
Jumlah JP/Tatap Muka:
3JP
Materi Pokok:
Gangguan Sistem
Pencernaan Manusia
Karakteristik Murid 1. Murid memiliki karakteristik belajar yang beragam. Berdasarkan hasil asesmen awal, sebagian besar murid
lebih mudah memahami materi melalui penjelasan yang terstruktur, media konkret (video, alat peraga, dan
praktikum), serta masih cenderung menunggu arahan guru sebelum melakukan eksplorasi secara mandiri.
2. Tingkat partisipasi belajar beragam, ditandai dengan adanya murid yang aktif, pendiam, dan seorang murid
slow learner yang memerlukan waktu lebih lama dalam memahami materi.
3. Murid menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran yang bersifat aktif dan kontekstual, seperti
praktikum, diskusi, dan pembuatan produk. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan berbagai
alternatif aktivitas dan bentuk unjuk kerja agar setiap murid dapat menunjukkan pemahamannya sesuai
2.
karakteristiknya.
Kesiapan Murid 1.Murid telah memahami konsep organisasi kehidupan (sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme).
2. Murid telah memahami bahwa organ bekerja secara terintegrasi membentuk suatu sistem organ.
3. Murid telah mengenal fungsi makanan bagi tubuh dalam kehidupan sehari-hari.
4. Murid mampu mengaitkan kebutuhan makanan dengan kelangsungan hidup makhluk hidup.
Karakteristik Materi
Pembelajaran
Jenis Pengetahuan
Faktual: mengidentifikasi berbagai jenis gangguan pada sistem pencernaan beserta organ yang terdampak.
Konseptual: mampu menjelaskan hubungan antara penyebab gangguan sistem pencernaan dengan perubahan
fungsi organ pencernaan.
Prosedural: menganalisis penyebab atau gangguan sistem pencernaan manusia.
Dimensi Profil Lulusan Kolaborasi
Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman IPA:
Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai
unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis
untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada
sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi).
Elemen Keterampilan Proses IPA:
1. Mengamati
3.
Murid mampu melakukanpengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan mencatat hasil
pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek yang diamati.
2. Mempertanyakan dan Memprediksi
Secara mandiri, murid mampu mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan
membuat prediksinya.
3. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Murid mampu mengolah data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan
dan pola atau hubungan pada data. Murid mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, serta
menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan
bukti.
4. Mengomunikasikan Hasil
Murid mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang ditunjang dengan
argumen dan bahasa yang sesuai konteks penyelidikan.
Tujuan Pembelajaran Kognitif:
1. Melalui diskusi, murid mampu menganalisis organ yang mengalami penyakit dan penyebab penyakit
atau gangguan sistem pencernaan dengan tepat.
Afektif:
1. Melalui diskusi, murid dapat bekerja sama dalam pembelajaran.
4.
Psikomotorik:
1. Melalui diskusi,murid dapat mempresentasikan hasil pengisian LKM dengan benar.
Praktik Pedagogis Model: Problem Based Learning
Pendekatan: Deep learning
Metode: Diskusi
Kemitraan Pembelajaran Guru mata pelajaran
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik Meja berkelompok
Lingkungan Virtual
Budaya Belajar Kolaborasi, komunikasi
Pemanfaatan Teknologi
Digital
Video
LCD
Langkah Pembelajaran
Pertemuan I Kegiatan Pembuka (Mindful)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam.
5.
2. Guru menanyakankabar murid.
3. Guru dan murid berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum memulai
pembelajaran.
4. Guru melakukan presensi dan mengecek kehadiran murid.
5. Guru dan murid membuat kesepakatan kelas.
6. Guru memberikan motivasi kepada murid.
"Anak-anak, setiap hari kalian tentu membeli jajanan di kantin atau di luar sekolah. Tidak semua
makanan yang terlihat enak selalu baik untuk tubuh. Melalui pembelajaran hari ini, kalian akan
memahami bagaimana tubuh mengolah makanan dan mengapa kita harus lebih bijak dalam memilih
makanan agar sistem pencernaan tetap sehat."
7. Guru menyampaikan manfaat mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari:
● Membantu murid memilih makanan yang lebih sehat di kantin maupun di rumah agar sistem
pencernaan tetap terjaga.
● Membantu murid menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti makan teratur, mengkonsumsi
sayur dan buah, serta minum air putih yang cukup.
8. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik: (Mindful)
6.
“Apakah kalian pernahmemakan seblak dengan level yang tinggi?”
“Bagaimana reaksi terhadap tubuh kalian. Apa yang kalian rasakan setelah makan seblak dengan
level tinggi?”
9. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi gangguan sistem pencernaan manusia.
10.Guru menyampaikan mekanisme penilaian dalam pembelajaran gangguan materi sistem pencernaan
manusia.
11.Murid mengerjakan soal pretest mengenai materi gangguan sistem pencernaan manusia.
Kegiatan Inti
Memahami
Tahap 1. Orientasi (Mindful)
1. Guru menyajikan video tentang sebagai stimulus pembelajaran.
Link video: Video Pemantik 2- Gangguan Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia| RA 1 PPG…
2. Guru menanyakan permasalahan yang ada pada tayangan video.
Tahap 2. Mengorganisasikan murid untuk belajar (Mindful)
7.
1. Guru mengelompokkanpeserta didik secara heterogen.
2. Guru membagikan LKM untuk dikerjakan secara berkelompok.
3. Guru membantu peserta didik membaca tugas dalam LKM untuk memahami tugas yang harus
diselesaikan oleh masing-masing kelompok.
4. Guru mengarahkan peserta didik berdiskusi untuk membagi tugas serta menyiapkan alat tulis dan buku.
Tahap 3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
1. Guru menyajikan kasus gangguan sistem pencernaan melalui video animasi, infografis gejala, dan
artikel singkat mengenai seseorang yang mengalami gastritis akibat sering melewatkan sarapan,
meminum kopi, dan mengonsumsi makanan pedas. Penyajian informasi dalam berbagai bentuk
bertujuan agar seluruh murid memperoleh akses terhadap materi sesuai kebutuhan belajarnya.
(Representation)
Video animasi: https://www.youtube.com/shorts/0fYGmHpAOwE
Infografis gejala:
8.
Artikel singkat: Andimerupakan siswa kelas VIII yang sering terlambat bangun sehingga jarang
sarapan. Saat istirahat ia membeli mie pedas dan minuman bersoda. Beberapa hari kemudian Andi
sering mengeluhkan nyeri pada ulu hati, mual, serta kehilangan nafsu makan. Setelah diperiksa dokter,
Andi didiagnosis mengalami gastritis.
2. Murid memilih salah satu sumber belajar atau mengombinasikan beberapa sumber (video, infografis,
artikel, atau buku paket) untuk mengidentifikasi:
- gejala yang dialami tokoh
- organ sistem pencernaan yang mengalami gangguan
- kebiasaan yang menjadi penyebab gangguan
- dampak gangguan terhadap proses pencernaan
3. Murid mendiskusikan hasil temuannya dalam kelompok. Setiap anggota kelompok memilih peran
sesuai kekuatan dan kenyamanannya, misalnya sebagai pembaca sumber informasi, pencatat hasil
diskusi, penelusur informasi digital, penyusun kesimpulan, atau penyampai hasil diskusi. (Engagement
& Action)
4. Murid menyusun hasil analisis sementara berdasarkan bukti yang diperoleh dengan menghubungkan
gejala → organ yang terganggu → penyebab → dampak → upaya pencegahan, kemudian menuliskan
hasil analisis tersebut pada lembar kerja kelompok.
5. Guru memberikan scaffolding yang berbeda sesuai kebutuhan murid, yaitu dengan menyediakan kartu
petunjuk berisi pertanyaan penuntun bagi kelompok yang mengalami kesulitan, memberikan ilustrasi
tambahan kepada murid slow learner, serta pertanyaan pendalaman kepada murid yang telah
menyelesaikan analisis lebih cepat. (Engagement)
9.
Tahap 4. Mengembangkandan menyajikan hasil karya (Mindful)
1. Setiap kelompok menyusun hasil analisis berdasarkan data hasil diskusi mengenai organ yang
mengalami gangguan, penyebab gangguan, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahannya.
2. Setiap kelompok memilih bentuk penyajian hasil sesuai karakteristik dan kekuatan anggotanya, seperti
poster, infografis, bagan konsep, atau presentasi lisan, sehingga setiap murid memiliki kesempatan
menunjukkan pemahamannya melalui berbagai cara (Action & Expression).
3. Guru memberikan scaffolding kepada kelompok yang memerlukan bantuan melalui pertanyaan
penuntun, contoh pengorganisasian informasi, atau klarifikasi konsep tanpa memberikan jawaban
secara langsung.
4. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis di depan kelas, sedangkan kelompok lain
mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, atau menyampaikan alternatif solusi berdasarkan
bukti ilmiah yang diperoleh selama penyelidikan.
Mengaplikasi
Tahap 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (Meaningful, Joyful)
1. Murid mengevaluasi hasil analisis kelompok berdasarkan umpan balik yang diperoleh selama
presentasi, kemudian memperbaiki bagian yang belum tepat.
2. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan hasil analisis antarkelompok sehingga murid
dapat menarik kesimpulan mengenai hubungan antara organ yang mengalami gangguan, penyebab,
dampak, serta upaya pencegahan gangguan pada sistem pencernaan.
10.
3. Guru memberikanpenguatan konsep menggunakan berbagai representasi, seperti gambar organ, bagan
proses pencernaan, atau video singkat, untuk memastikan seluruh murid memahami konsep secara utuh
(Representation).
4. Murid menyampaikan refleksi pembelajaran melalui pilihan cara, yaitu secara lisan, kartu refleksi, atau
catatan singkat mengenai pemahaman yang diperoleh dan upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan
dalam kehidupan sehari-hari (Action & Expression).
5. Guru bersama murid menyusun kesimpulan pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan
sistem pencernaan melalui penerapan pola hidup sehat serta memberikan apresiasi terhadap proses dan
hasil belajar seluruh murid.
Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan feedback terkait hasil penyelesaian masalah setiap kelompok dan memberikan pujian
pada kelompok yang analisis dan penyelesaian masalahnya paling lengkap.
2. Guru mengecek pemahaman murid.
3. Guru bersama murid melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung.
4. Guru bersama murid menyimpulkan hasil pembelajaran sistem pencernaan manusia pada hari ini.
5. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya yaitu sistem
pernapasan manusia.
6. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengucap salam.
11.
Asesmen
Jenis Bentuk)* )*
✔Sikap (dimensi profil lulusan): observasi,
✔ Performa: observasi
✔ Tertulis: pilihan ganda
1. Asesmen Diagnostik (awal
pembelajaran)
Tes tertulis (pretest)
2. Asesmen Formatif (selama
pembelajaran)
LKM, mengingat pembelajaran, jurnal
refleksi, penilaian antar teman, meminta
murid menuliskan konsep baru yang mereka
pelajari
3. Asesmen Sumatif (akhir
pembelajaran)
Tes tertulis (posttest)
Pengayaan dan Remidi
Pengayaan
1. Berdasarkan hasil analisis penilaian, murid yang telah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan.
2. Murid membuat infografis atau poster mengenai pola makan sehat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Remidi
1. Murid yang belum mencapai ketuntasan belajar akan mendapatkan pembelajaran remedial.
2. Murid mengulang dengan membuat rangkuman materi sistem pencernaan manusia..
12.
Refleksi Murid danGuru
Refleksi Murid Refleksi Guru
Apa konsep baru yang saya pahami tentang hubungan antara
pola hidup dengan gangguan sistem pencernaan?
Apakah berbagai sumber belajar (video, infografis, artikel, dan handout)
telah membantu murid memahami materi sesuai kebutuhan belajarnya?
Bagaimana proses penyelidikan hari ini membantu saya
menentukan organ yang mengalami gangguan serta
penyebabnya?
Apakah pilihan bentuk kegiatan dan unjuk kerja telah memberikan
kesempatan kepada seluruh murid untuk berpartisipasi sesuai
karakteristiknya?
Bagian pembelajaran apa yang masih belum saya pahami atau
masih memerlukan bantuan?
Apakah scaffolding dan pendampingan yang diberikan telah membantu
murid yang mengalami kesulitan belajar, termasuk murid slow learner dan
murid yang kurang percaya diri?
Bagaimana kontribusi saya dalam kelompok selama proses
penyelidikan?
Konsep apa yang masih belum dipahami sebagian murid, dan tindak lanjut
apa yang perlu direncanakan pada pembelajaran berikutnya?
LAMPIRAN
No. KKTP Indikator Soal Level
Kognitif
Soal Jawaban Penilaian
13.
1. Menarik
kesimpulan
mengenai
hubungan
antara pola
hidupdengan
munculnya
gangguan pada
sistem organ.
(Kognitif)
Disajikan ilustrasi
kebiasaan hidup
sehari-hari, murid
dapat menarik
kesimpulan
mengenai hubungan
antara pola hidup
dengan munculnya
gangguan pada
sistem organ
dengan tepat.
C3 Perhatikan ilustrasi berikut.
Selama beberapa bulan terakhir, Andi sering
mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis,
jarang berolahraga, dan lebih banyak menghabiskan
waktu bermain gawai daripada melakukan aktivitas fisik.
Akibatnya, berat badannya meningkat dan ia menjadi
mudah lelah.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, kesimpulan yang tepat
adalah … .
A. pola hidup tidak memengaruhi kesehatan sistem
organ
B. pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan
risiko munculnya gangguan pada sistem organ
C. gangguan pada sistem organ hanya dipengaruhi
oleh faktor keturunan
D. aktivitas fisik tidak berhubungan dengan
kesehatan tubuh
B 1 = Benar
0 =
Salah/tidak
dijawab
2. Menarik
kesimpulan
mengenai
Disajikan ilustrasi
kebiasaan
seseorang, murid
C3 Perhatikan ilustrasi berikut.
Rina sering tidur larut malam dan mengonsumsi makanan
pedas secara berlebihan. Beberapa waktu kemudian, ia
A 1 = Benar
0 =
Salah/tidak
14.
hubungan
antara pola
hidup dengan
munculnya
gangguanpada
sistem organ.
(Kognitif)
dapat menarik
kesimpulan
mengenai hubungan
antara pola hidup
dengan munculnya
gangguan pada
sistem organ
dengan tepat.
sering merasakan nyeri pada bagian lambung, terutama
ketika terlambat makan.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan ilustrasi
tersebut adalah … .
A. gangguan pada sistem pencernaan dapat
dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat
B. gangguan pada lambung hanya disebabkan oleh
infeksi bakteri
C. tidur larut malam tidak memengaruhi kesehatan
tubuh
D. nyeri lambung hanya dipengaruhi oleh faktor usia
dijawab
3. Mampu
menganalisis
penyebab,
dampak, dan
upaya
pencegahan
kelainan atau
gangguan pada
sistem organ
Disajikan
pernyataan, murid
dapat
mengidentifikasi
gangguan pada
sistem pencernaan.
C4 Gangguan pada sistem pencernaan memiliki gejala
sebagai berikut!
(1)sesak napas
(2)susah buang air besar
(3)menyerang kelenjar ludah
(4)kadar air dalam feses banyak
(5)karena kurang makanan berserat
Berdasarkan pernyataan tersebut yang merupakan ciri
gangguan sembelit yaitu… .
C 1 = Benar
0 =
Salah/tidak
dijawab
15.
dengan tepat.
(Kognitif)
a. (1)dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (2) dan (5)
d. (3) dan (4)
4. Mampu
menganalisis
penyebab,
dampak, dan
upaya
pencegahan
kelainan atau
gangguan pada
sistem organ
dengan tepat.
(Kognitif)
Disajikan ilustrasi,
murid dapat
menentukan
gangguan sistem
pencernaan pada
manusia.
C3 Rani, siswi kelas VIII, sering mengeluh nyeri dan perih
pada ulu hati setelah makan. Selain itu, ia juga sering
merasa mual dan kembung. Setelah diperiksa di rumah
sakit, dokter menjelaskan bahwa keluhan tersebut
disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori yang
menyerang dinding lambung.
Penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh
infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah … .
a. gastritis
b. hepatitis
c. dispepsia
d. kolitis
A 1 = Benar
0 =
Salah/tidak
dijawab
16.
Asesmen Non Kognitif
LembarObservasi Kolaborasi
Penilaian Sikap
No. Aspek yang diamati
Mampu bekerja sama secara aktif dalam diskusi kelompok saat menyusun bagan organisasi kehidupan.
1. Murid berpartisipasi aktif dalam menyusun bagan sistem pencernaan manusia bersama anggota kelompok
2. Murid melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selama kegiatan kelompok.
3. Murid memberikan ide atau saran untuk menyempurnakan bagan sistem pencernaan manusia yang dibuat kelompok.
Mampu bekerja sama secara aktif dan menghargai pendapat teman selama kegiatan diskusi mengenai fungsi sistem organ.
4. Murid mendengarkan pendapat teman saat mendiskusikan fungsi organ sistem pencernaan.
5. Murid menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendaknya saat diskusi.
6. Murid memberikan tanggapan atau masukan kepada teman dengan bahasa yang sopan
Mampu menunjukkan sikap kerja sama dan menghargai pendapat teman selama kegiatan diskusi.
7. Murid bekerja sama dengan seluruh anggota kelompok untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.
17.
8. Murid membantuanggota kelompok yang mengalami kesulitan selama kegiatan diskusi.
9. Murid menerima hasil keputusan kelompok yang telah disepakati bersama.
Lembar Input Data
No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9
18.
RUBRIK PENILAIAN SIKAPKOLABORASI
Indikator Sub Indikator Pernyataan
Kolaborasi Mampu bekerja sama secara
aktif dalam diskusi kelompok
saat menyusun bagan
organisasi kehidupan.
Murid berpartisipasi aktif dalam menyusun bagan sistem pencernaan manusia
bersama anggota kelompok
Murid melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selama kegiatan
kelompok.
Murid memberikan ide atau saran untuk menyempurnakan bagan sistem pencernaan
manusia yang dibuat kelompok.
Mampu bekerja sama secara
aktif dan menghargai pendapat
teman selama kegiatan diskusi
mengenai fungsi sistem organ.
Murid mendengarkan pendapat teman saat mendiskusikan fungsi organ sistem
pencernaan.
Murid menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendaknya saat
diskusi.
Murid memberikan tanggapan atau masukan kepada teman dengan bahasa yang
sopan
Mampu menunjukkan sikap
kerja sama dan menghargai
pendapat teman selama
Murid bekerja sama dengan seluruh anggota kelompok untuk menyelesaikan tugas
tepat waktu.
19.
kegiatan diskusi. Muridmembantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan selama kegiatan
diskusi.
Murid menerima hasil keputusan kelompok yang telah disepakati bersama.
Skala Penilaian
Skor Kriteria
4 Selalu menunjukkan perilaku sesuai pernyataan.
3 Sering menunjukkan perilaku sesuai pernyataan.
2 Kadang-kadang menunjukkan perilaku sesuai pernyataan.
1 Belum atau jarang menunjukkan perilaku sesuai pernyataan.
Rumus Penilaian
● Jumlah pernyataan = 9
● Skor maksimum = 9 × 4 = 36
● Skor minimum = 9 × 1 = 9
20.
Rumus Nilai
Nilai =x 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
36
Kategori Penilaian
Rentang Nilai Kategori
86–100 Sangat Baik (SB)
71–85 Baik (B)
56–70 Cukup (C)
≤55 Perlu Bimbingan (PB)