SlideShare a Scribd company logo
1 of 59
Download to read offline
Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya
Penulis modul:
Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd
Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT KEPALA SEKOLAH, PENGAWAS SEKOLAH DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
2022
Bahan Ajar
Pendidikan Program Guru Penggerak
Paket Modul 3: Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan
Sekolah
Modul 3.2 “Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya”
Edisi Ketiga (Januari 2022)
Penulis Modul:
• Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd
• Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T
Edisi Kesatu (September 2020)
Edisi Kedua (Juni 2021)
Edisi Ketiga (Januari 2022)
Editor:
Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan,
Kemdikbudristek
_______________________________________________________________
_____________________________
Hak Cipta © 2022 pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Dilindungi Undang-undang
Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Lembar Pengesahan
Tahapan Nama Tanda Tangan Tanggal
Review Dr. Rita Dewi Suspalupi, M.Ak.
Verifikasi Dr. Kasiman, M.T.
Validasi Dr. Praptono, M.Ed.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | i
Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga
Kependidikan
Pemimpin sekolah, dalam berbagai literatur, disebut berperan besar dalam menentukan
keberhasilan sekolah karena ia mempunyai tanggung jawab dalam menyinergikan
berbagai elemen di dalamnya. Seorang pemimpin sekolah yang berkualitas akan mampu
memberdayakan seluruh sumber daya di ekosistem sekolahnya hingga dapat bersatu
padu menumbuhkan murid-murid yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa, karsa
dan ciptanya. Tak dipungkiri, pemimpin sekolah merupakan salah satu aktor kunci dalam
terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.
Untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, seorang pemimpin sekolah perlu
mendapatkan pendidikan yang berkualitas sebelum ia menjabat. Program Pendidikan
Guru Penggerak (PPGP), sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar
episode kelima, didesain untuk mempersiapkan guru-guru terbaik Indonesia untuk
menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran (instructional leaders).
Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dalam PPGP, kandidat kepala sekolah masa
depan diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain,
pengembangan pembelajaran, manajemen sekolah serta pengembangan sekolah. Kami
memiliki harapan besar agar lulusan PPGP dapat mewujudkan standar nasional
pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan di seluruh wilayah negeri ini, di mana
keberpihakan pada murid menjadi orientasi utamanya.
Upaya pemenuhan kandidat kepala sekolah yang lebih optimal menuntut penyesuaian
pada desain pembelajaran PPGP. Karena itu, terhitung dari angkatan kelima durasi
program diefisiensikan dari sembilan menjadi enam bulan. Selain itu, PPGP juga
menerapkan diferensiasi proses untuk peserta di daerah yang memiliki akses terbatas,
baik dari segi transportasi maupun telekomunikasi. Namun, terlepas dari moda
penyampaian yang beragam, para Calon Guru Penggerak (CGP) di seluruh Indonesia
sama-sama mempelajari materi-materi bekal kepemimpinan dengan sistem on-the-job
learning di mana selama belajar, guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus
ii | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
menerapkan pengetahuan yang didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di
kelas. Pendekatan pembelajaran juga tetap menggunakan siklus inkuiri yang sarat
dengan refleksi dan praktik langsung, baik bersama sesama CGP maupun rekan sejawat
di sekolah. Pendampingan di lapangan juga tetap menjadi kunci dari keberhasilan
implementasi konsep di kelas atau sekolah CGP.
Tentu saja, seluruh upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa peran berbagai tim
pendukung yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif mewujudkan
penyelesaian bahan ajar ini serta membantu terlaksananya PPGP. Kami mengucapkan
terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengembang modul, tim
digitalisasi, serta fasilitator, pengajar praktik dan instruktur. Semoga Allah Yang
Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi transformasi
pendidikan Indonesia. Amin.
Jakarta, Januari 2022
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan,
Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | iii
Surat dari Instruktur
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak, selamat berjumpa kembali dalam modul pelatihan
Calon Guru Penggerak! Saat ini kita masuk pada modul tentang pemimpin dalam
pengelolaan sumber daya.
Seperti yang kita ketahui, sekolah wajib membangun ekosistem yang mampu
merangsang pertumbuhan dan perkembangan murid demi terwujudnya Profil Pelajar
Pancasila. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara
pandang sekolah melihat ekosistemnya: apakah sebagai kekuatan atau sebagai
kekurangan. Sekolah yang memandang semua sumber daya yang dimiliki sebagai suatu
kekuatan dan aset, maka sekolah ini tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya
pada pemanfaatan kekuatan dan aset yang dimiliki.
Sumber daya sebagai kekuatan akan banyak dieksplorasi ke dalam pembahasan tujuh
modal utama, yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam,
modal finansial, modal politik, dan modal agama dan budaya. Ketujuh modal aset ini
selaras dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), terutama pada standar sarana dan
prasarana (modal fisik dan modal lingkungan/alam), standar pendidik dan
kependidikan (modal manusia dan modal sosial) standar pembiayaan (modal finansial),
dan standar pengelolaan pendidikan (modal politik, modal sosial).
Dengan menyadari betapa banyak sumber daya yang dimiliki sekolah, modul ini akan
mengajak Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak untuk senantiasa melihat sumber daya
sebagai aset/kekuatan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang
berpihak pada murid. Modul ini merupakan bagian dari paket modul 3 yang juga
merupakan paket modul terakhir dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Seperti
pada modul yang lain, kami yakin Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak sudah terbiasa
dengan proses pelatihan yang lebih bermakna dan reflektif. Pada akhir program ini,
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak akan selalu merefleksikan semua pemahaman
yang didapatkan dengan apa yang terjadi dalam keseharian kegiatan Anda sebagai
pendidik.
iv | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Selamat mengeksplorasi materi dalam modul ini, semoga kita semua banyak
mendapatkan pencerahan selama proses pelatihan berlangsung sekaligus menjadikan
kita Guru Penggerak yang dapat mengubah dan membawa pendidikan Indonesia
menjadi lebih baik lagi.
Salam Merdeka,
Pengembang Modul 3.2,
Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd & Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | v
Daftar Isi
Hlm.
Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan ..................................i
Surat dari Instruktur .........................................................................................................iii
Daftar Isi.............................................................................................................................v
Capaian yang Diharapkan.................................................................................................vi
Pembelajaran 1: Mulai dari Diri........................................................................................ 1
Pembelajaran 2.1: Eksplorasi Konsep - Mandiri............................................................... 4
Pembelajaran 2.2: Eksplorasi Konsep (Forum Diskusi Asinkronus)............................... 18
Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi................................................................................ 22
Pembelajaran 4: Demonstrasi Kontekstual ................................................................... 26
Pembelajaran 5: Elaborasi Pemahaman........................................................................ 32
Pembelajaran 6: Koneksi Antarmateri........................................................................... 33
Pembelajaran 7: Aksi Nyata........................................................................................... 35
Surat Penutup................................................................................................................. 38
Daftar Pustaka ................................................................................................................ 39
Biodata Penulis Penulis 1................................................................................................ 40
Biodata Penulis Penulis 2................................................................................................ 42
vi | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Capaian yang Diharapkan
Kompetensi Lulusan yang Dituju
Modul ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi lulusan sebagai
berikut:
1. Guru Penggerak melakukan pendampingan kepada seluruh komunitas sekolah
untuk dapat menggunakan pendekatan reflektif dan iteratif dalam mengelola
program dan sumber daya sekolah.
2. Guru Penggerak merencanakan, menginisiasi dan mengorganisasi kerangka
program pengembangan sekolah yang mendorong kepemimpinan murid
berbasis data dan bukti.
3. Guru Penggerak memfasilitasi pelibatan orang tua/wali murid dan masyarakat
dalam pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid.
Capaian Umum Modul 3.2
Secara umum, profil kompetensi Guru Penggerak yang ingin dicapai dari modul ini
adalah CGP mampu:
1. mengidentifikasi dan mendapatkan sumber daya dari berbagai sumber yang
sah untuk menjalankan program sekolah
2. menggunakan sumber daya sekolah secara efektif untuk meningkatkan
kualitas belajar
Capaian Khusus Modul 3.2:
Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk
mampu:
a. menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif
dan efisien.
b. merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya menggunakan
pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community
Development).
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | vii
c. menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan
sumber daya.
Isi Materi Modul:
1. Sekolah sebagai Ekosistem
2. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset
3. Tujuh Modal Utama
Sumber Belajar:
a. Video; penjelasan, konsep, dan strategi pengelolaan sumber daya
b. Bacaan: artikel
c. Tautan: google form untuk menjawab pertanyaan yang diberikan
Mulai dari diri (2JP):
● CGP mengingat ulang pengetahuan mereka tentang faktor-faktor yang
memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan
sekolah dengan mengisi pertanyaan yang ada.
● CGP merefleksikan hasil jawaban yang dimiliki dari pengetahuan awal tentang
materi ini dengan keadaan di sekolahnya.
● CGP mengajukan pertanyaan dan harapan tentang materi ini.
Eksplorasi Konsep (4JP):
● Faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah
● Pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis kekurangan/masalah
● Pemetaan sumber daya yang ada di daerah dan sekolah menggunakan tujuh
aset/sumber daya berdasarkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis
Aset (Asset-Based Community Development/ABCD)
viii | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
● Prinsip pengelolaan sumber daya di sekolah dengan menggunakan pendekatan
Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community
Development/ABCD)
● Forum Diskusi: CGP mendiskusikan beberapa pertanyaan yang terkait materi
dari tahap Eksplorasi Konsep dengan seluruh CGP dan dipandu oleh fasilitator
Ruang Kolaborasi (6JP)
● CGP mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolahnya dan
strategi pemanfaatannya secara efektif.
● Setiap kelompok memilih satu jenis sumber daya yang akan didiskusikan dari
lima sumber daya yang ada, dan hasilnya dipresentasikan dalam galeri virtual dan
akan mendapatkan umpan balik dari peserta lain.
Demonstrasi Kontekstual (4JP)
● CGP melakukan analisis visi dan prakarsa perubahan dari video praktik baik.
● CGP mengidentifikasi tindakan yang dilakukan guru dalam masing-masing
tahapan B-A-G-J-A dari video praktik baik.
● CGP merefleksikan peran pemimpin dari video praktik baik.
Elaborasi Pemahaman (2JP)
● CGP mengelaborasi pemahamannya tentang strategi pengelolaan sumber daya
melalui proses tanya jawab dan diskusi menggunakan moda konferensi daring
dengan narasumber dan fasilitator. Pertanyaan-pertanyaan akan diberikan
untuk menggali pemahaman CGP.
Koneksi Antarmateri (2JP)
● CGP membuat kesimpulan yang diunggah ke dalam sosial media dalam bentuk
yang diinginkan, seperti video, artikel, infografis, powerpoint, atau lagu.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | ix
Aksi Nyata
● CGP mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk
mengidentifikasi aset/potensi/sumber daya secara kolaboratif bersama warga
sekolah.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 1
Pembelajaran 1: Mulai dari Diri
Waktu: 2 JP (90 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus:
Mengingat kembali faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran
pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, selamat datang pada kegiatan pembelajaran 1. Pada
sesi ini, Bapak dan Ibu akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang
bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal Bapak dan Ibu tentang
ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah.
Mengingat-ingat ekosistem, bayangkan sekolah atau salah satu sekolah tempat Bapak
dan Ibu bertugas. Apa bagian-bagian yang ada dari sekolah tersebut sebagai sebuah
ekosistem?
Apa saja yang bisa Anda sebut sebagai sumber daya yang dimiliki atau dapat
dimanfaatkan oleh sekolah? Perhatikan untuk tidak terpaku pada hal-hal yang kelihatan.
2 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Refleksikan sosok pemimpin atau kepala sekolah yang memimpin sekolah tersebut. Apa
hal-hal yang paling diingat dari sosok pemimpin tersebut, terkait dengan perannya di
ekosistem sekolah serta pelibatan/pemanfaatan sumber daya yang ada?
Jadi, seperti apa peran pemimpin yang ideal itu, khususnya dalam hal memanfaatkan
semua bagian dari ekosistem dan mengelola sumberdaya yang ada di dalam dan sekitar
sekolah?
Silakan refleksikan, posisi diri Bapak dan Ibu dalam ekosistem sekolah. Sejauh mana
Bapak Ibu sebagai guru atau peran lainnya telah memanfaatkan sumber daya sekolah?
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 3
Harapan
Apa saja harapan pada diri Bapak dan
Ibu sebagai seorang pendidik,
pemimpin, dan pada murid setelah
mempelajari modul ini?
Apa saja kegiatan, materi, manfaat,
yang Bapak dan Ibu harapkan ada
dalam modul ini?
Diri sendiri:
Murid:
Sekolah:
Peran Fasilitator:
1. Mendampingi CGP dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan.
2. Menganalisis jawaban CGP untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan
dan pendapat awal CGP tentang sosok pemimpin dan perannya.
4 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pembelajaran 2.1: Eksplorasi Konsep - Mandiri
Waktu: 3 JP (135 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. CGP dapat mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah.
2. CGP dapat membedakan pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis
masalah.
3. CGP memahami pengelolaan sumber daya yang ada di sekolahnya dengan
menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-
Based Community Development/ABCD).
4. CGP dapat membedakan tujuh aset utama yang dimiliki lingkungan sekolahnya.
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, kali ini kita masuk pada sesi pembelajaran 2, yaitu
Eksplorasi Konsep Mandiri. Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda akan banyak
melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah konsep dasar tentang sekolah sebagai
ekosistem, Pendekatan Berbasis Kekurangan dan Pendekatan Berbasis Aset, Sejarah
Singkat Pendekatan Asset-Based Community Development, dan aset-aset dalam sebuah
komunitas. Aktivitas setelah membaca mandiri dilanjutkan dengan berdiskusi bersama
dengan CGP lainnya pada Forum Diskusi. Sebelum melakukan telaah materi, silakan
Anda mempelajari terlebih dahulu pertanyaan pemantik berikut ini.
Pertanyaan Pemantik:
● Apabila kita menganggap sebuah sekolah adalah sebuah ekosistem dengan faktor
biotik dan abiotik yang ada di dalamnya, maka faktor-faktor apa saja yang
termasuk dalam kelompok biotik dan abiotik?
● Bagaimanakah seharusnya seorang kepala sekolah berperan dalam mengelola
ekosistem sekolahnya?
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 5
● Kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebagai
pemimpin ekosistem sekolah?
● Apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah dalam mengelola sumber
daya sekolah secara efektif dan efisien?
● Seberapa besar dampak sumber daya (fasilitas) yang sekolah miliki untuk
memfasilitasi proses pembelajaran murid saat ini? Jelaskan!
● Sejauh mana sumber daya sekolah yang kita miliki sudah kita gunakan secara
efektif untuk mendukung kualitas pembelajaran di sekolah? Jelaskan!
● Adakah cara alternatif yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan sumber daya
yang sudah ada demi meningkatkan kualitas pembelajaran murid?
● Sudahkah sekolah memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar? Bagaimana
pemanfaatannya?
Tidak ada jawaban salah atau benar di sini, tuliskan di catatan Anda sesuai dengan apa
yang Anda pikirkan dan temukan saat ini. Kita akan mendiskusikan ulang semua
jawaban pada forum diskusi.
Sekolah Sebagai Ekosistem
Ekosistem merupakan sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak
hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang
saling menunjang pada sebuah teritorial atau lingkungan tertentu.
JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi
antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur
ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang
selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling
memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor
biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah:
- Murid
- Kepala Sekolah
6 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Guru
- Staf/Tenaga Kependidikan
- Pengawas Sekolah
- Orang Tua
- Masyarakat sekitar sekolah
- Dinas terkait
- Pemerintah daerah
Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga
berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran di antaranya
adalah:
● Keuangan
● Sarana dan prasarana
● Lingkungan alam
Bapak/Ibu CGP, setelah membaca dan memahami sekolah sebagai ekosistem,
selanjutnya mari kita menonton video sekolah sebagai ekosistem.
Pendekatan Berbasis Kekurangan/Masalah (Deficit-Based Approach) dan Pendekatan
Berbasis Aset/Kekuatan (Asset-Based Approach)
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggambarkan seorang pendidik
sebagai seorang yang harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai
agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut Bpk/Ibu, bagaimana kualifikasi
akademik dan kompetensi yang dimiliki oleh Bpk/Ibu dapat dikelola sebagai aset yang
didayagunakan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional?
Pendekatan dapat dikatakan sebagai cara pandang atau cara berpikir kita melihat
sesuatu. Dalam konteks modul ini, pendekatan berbasis aset atau berbasis defisit berarti
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 7
bagaimana kita memandang sumber daya sekolah, apakah dianggap sebagai
aset/kekuatan atau kekurangan/masalah.
Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) akan memusatkan
perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak
berfungsi dengan baik. Kita mengeluhkan banyak fasilitas sekolah yang tidak berfungsi
baik, buku ajar yang tidak lengkap, atau sekolah yang tidak tidak memiliki laboratorium.
Kekurangan yang dimiliki mendorong cara berpikir negatif sehingga fokus kita adalah
bagaimana mengatasi semua kekurangan atau apa yang menghalangi tercapainya
kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang
yang tidak nyaman dan curiga yang dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan
peluang yang ada di sekitar.
Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) adalah sebuah konsep yang
dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan
berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis
menemukenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Dengan menggunakan kekuatan
sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang
berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi
yang positif.
Green & Haines (2010) menjelaskan kecenderungan cara pandang yang menggunakan
pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan berbasis aset seperti yang dapat
dilihat dari tabel di bawah ini.
Berbasis pada
kekurangan/masalah/hambatan
Berbasis pada aset/kekuatan
Fokus pada masalah dan isu Fokus pada aset dan kekuatan
Berkutat pada masalah utama Membayangkan masa depan
Mengidentifikasi kebutuhan dan
kekurangan – selalu bertanya apa yang
kurang?
Berpikir tentang kesuksesan yang telah
diraih dan kekuatan untuk mencapai
kesuksesan tersebut.
8 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Fokus mencari bantuan dari sponsor
atau institusi lain
Mengorganisasikan kompetensi dan
sumber daya (aset dan kekuatan)
Merancang program atau proyek untuk
menyelesaikan masalah
Merancang sebuah rencana berdasarkan
visi dan kekuatan
Mengatur kelompok yang dapat
melaksanakan proyek
Melaksanakan rencana aksi yang sudah
diprogramkan
Peserta menonton video tentang Deficit & Asset Based Approach: “Pendekatan Berbasis
Kekurangan dan Berbasis Kekuatan”
Pendekatan berbasis aset ini juga digunakan sebagai dasar paradigma Inkuiri Apresiatif
(IA) yang sudah dibahas sebelumnya pada modul 1.3, dimana paradigma IA ini percaya
bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada
keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dalam
implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah
dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap
selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.
Menurut Cooperrider & Whitney (2005), Inkuiri Apresiatif adalah suatu filosofi, landasan
berpikir, yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri
seseorang, organisasi, dan dunia sekitarnya, baik dari masa lalu, masa kini, maupun
masa depan. Merekapun mengatakan bahwa saat ini kita hidup pada zaman yang
membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang baik dan benar.
Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan memberikan apresiasi
atas hal yang sudah berjalan baik. Bila sebuah organisasi lebih banyak membangun sisi
positif yang dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut
dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara
berkelanjutan
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 9
Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development)
Satuan pendidikan sebagai sebuah komunitas, mempunyai hak mengatur,
melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan efektivitas
penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan dalam standar
pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif
dan efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat
dikelola dari sekolah Bpk/Ibu melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien
dan efektif?
Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita sebut dengan
Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) merupakan suatu kerangka kerja yang
dikembangkan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann, di mana keduanya adalah
pendiri dari ABCD Institute di Northwestern University, Amerika Serikat ABCD dibangun
dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki oleh anggota
komunitas, kekuatan perkumpulan lokal, dan dukungan positif dari lembaga lokal untuk
menciptakan kehidupan komunitas yang berkelanjutan (Kretzman, 2010).
Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul sebagai kritik
terhadap pendekatan konvensional atau tradisional yang menekankan pada masalah,
kebutuhan, dan kekurangan yang ada pada suatu komunitas. Pendekatan tradisional
tersebut menempatkan komunitas sebagai penerima bantuan, dan dengan demikian
dapat menyebabkan anggota komunitas menjadi merasa tidak berdaya, pasif, dan selalu
bergantung dengan pihak lain.
Pendekatan PKBA menekankan pada nilai, prinsip dan cara berpikir mengenai dunia.
Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan,
jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Dengan demikian pendekatan ini
melihat komunitas sebagai pencipta dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai
sekedar penerima bantuan. Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas
untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari
aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini
menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif.
10 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pendekatan PKBA menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat
menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi
yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih
berkelanjutan.
Pendekatan PKBA berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah
komunitas, dimana selama ini komunitas sibuk pada strategi mencari pemecahan pada
masalah yang sedang dihadapi. PKBA merupakan pendekatan yang digerakkan oleh
seluruh pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai community-
driven development. Di dalam buku ‘Participant Manual of Mobilizing Assets for
Community-driven Development’, Cunningham (2012) menuliskan bahwa Community-
driven Development adalah proses dimana sekelompok orang (dalam suatu kegiatan,
organisasi, atau lingkungan) yang dimotivasi oleh peluang yang ada akan melakukan
suatu usaha hanya dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri (minimal pada
awalnya). Seorang pemimpin akan berperan sebagai fasilitator dalam menggerakkan
dan memimpin komunitasnya.
Sekolah bisa kita pandang sebagai sebuah komunitas. Karena itu, sekolah dapat belajar
tentang bagaimana menjadi komunitas yang sehat dan tangguh. Bank of I.D.E.A.S (2014)
menyebut bahwa karakteristik komunitas yang sehat dan resilien adalah sebagai
berikut:
1. Mempraktikkan dialog berkelanjutan dan partisipasi anggota masyarakat, yaitu
perilaku yang menghargai keragaman dan mendorong dialog penduduk yang
aktif, partisipasi dan kepemilikan masyarakat atas masa depan. Apabila kita
aplikasikan ke sekolah bagaimana dialog berkelanjutan terjadi yang sekaligus
mendorong perilaku yang menghargai keragaman antar warga sekolah demi
masa depan murid-murid.
2. Menumbuhkan komitmen terhadap tempat, yaitu perilaku akan memperkuat
koneksi warga baik komunitas, lingkungan, dan ekonomi lokal mereka. Apabila
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 11
diaplikasikan ke sekolah, bagaimana memperkuat komitmen warga sekolah
untuk saling bergotong royong demi kemajuan murid-murid.
3. Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku yang mendorong
perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang kuat antara
penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas. Jika diaplikasikan ke sekolah, maka
sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan dilakukan secara
kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat sekitar,
organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan
membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru –
kepala sekolah, guru – murid – guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah –
murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid – kepala sekolah menjadi
sangat penting untuk membangun sekolah yang sehat dan inklusif.
4. Mengenal dirinya sendiri dan membangun aset yang ada, yaitu perilaku yang
menemukan, memetakan, menghubungkan, dan memanfaatkan sumber daya
seluruh komunitas yang ada. Sekolah harus dibangun dengan melihat pada
kekuatan, potensi, dan tantangan. Kita harus bisa fokus pada pembangunan
sumber daya yang tersedia, kapasitas yang kita miliki, serta kekuatan dan aspirasi
yang sudah ada.
5. Membentuk masa depannya, yaitu perilaku yang memungkinkan visi komunitas
bersama tentang masa depan, sebagaimana tercermin dalam tujuan praktis
komunitas, rencana aksi, dan peringkat prioritas, ditambah dengan keinginan
untuk tidak membahayakan kesejahteraan generasi mendatang. Sekolah
menciptakan visi sebagai perwakilan dari cita-cita yang ingin diwujudkan pada
murid-muridnya.
6. Bertindak dengan obsesi ide dan peluang, yaitu perilaku yang mendorong
pencarian tanpa akhir untuk ide-ide baru dan tepat, kemungkinan
pengembangan dan sumber daya internal dan eksternal. Dalam setiap unsur
sekolah, pasti ada sesuatu yang berhasil. Dari pada menanyakan “Ada masalah
12 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
apa?” dan “Bagaimana memperbaikinya?”, lebih baik bertanya “Apa yang telah
berhasil dilakukan?” dan “Bagaimana mengupayakan agar lebih baik lagi?”
7. Merangkul perubahan dan bertanggung jawab, yaitu perilaku yang memperkuat
kemampuan masyarakat untuk mengatasi perubahan dan pulih dari krisis, pola
pikir yang berfokus pada optimisme, harapan, dan yakin bahwa 'kita bisa
melakukannya'. Titik awal perubahan pada sekolah selalu pada perubahan pola
pikir (mindset) dan sikap yang positif.
8. Menghasilkan kepemimpinan, yaitu perilaku yang terus-menerus memperluas
dan memperbaharui kapasitas kepemimpinan masyarakat. Faktor utama dalam
perubahan yang berkelanjutan di sekolah adalah kepemimpinan lokal dan
pengembangan dan pembaharuan kepemimpinan itu secara terus menerus.
Aset –Aset dalam Sebuah Komunitas
Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh
sekolah berkaitan dengan tempat belajar, tempat berolahraga, tempat ibadah,
laboratorium, perpustakaan, bengkel kerja, tempat bermain, dan lainnya. Apabila
sekolah Bpk/Ibu hanya memiliki kriteria minimal dari standar sarana dan prasarana,
apa yang dapat dilakukan oleh Ibu/Bpk untuk tetap menghasilkan kualitas pendidikan
yang optimal?
Sebagai sebuah komunitas, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya
sama seperti komunitas pada umumnya. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
sekolah dapat memanfaatkan konsep yang digunakan pada pendekatan pengembangan
komunitas berbasis aset.
Kita dapat meminjam kerangka dari Green dan Haines (2016), yang memetakan 7 aset
utama, atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama. Tujuh modal utama ini
merupakan salah satu alat yang dapat membantu menemukenali sumber daya yang
menjadi aset sekolah. Dalam pemanfaatannya, ketujuh aset ini dapat saling beririsan
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 13
satu sama lain. Misalnya modal budaya dapat beririsan dengan modal agama.
Selengkapnya kita bisa pelajari berikut ini.
1. Modal Manusia
● Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia
menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan harga diri seseorang.
● Pemetaan modal atau aset individu merupakan kegiatan menginventaris
pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya
dalam sebuah komunitas, atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat
dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan,
dan kepala.
● Pendekatan lain mengelompokkan aset atau modal ini dengan melihat
kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya
kecakapan memimpin sekelompok orang, dan kecakapan seseorang
berkomunikasi dengan berbagai kelompok. Kecakapan yang berhubungan
dengan kewirausahaan, contohnya kecakapan dalam mengelola usaha,
pemasaran, yang negosiasi. Kecakapan yang berhubungan dengan seni dan
budaya, contohnya kerajinan tangan, menari, bermain teater, dan bermain
musik.
2. Modal Sosial
● Modal sosial dimaknai sebagai norma dan aturan yang mengikat warga
masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur
kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam
komunitas/masyarakat.
● Ini juga dapat dimaknai sebagai investasi yang berdampak pada bagaimana
manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas hidup berdampingan,
contohnya adanya kepemimpinan, kerjasama, saling percaya, dan rasa memiliki
masa depan yang sama.
14 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
● Contoh-contoh yang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi.
Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang
terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang
sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas
kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi
adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, atau kesamaan hobi. Terdapat
beberapa macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi
dan institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi
yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses
pengembangan komunitas masyarakat.
3. Modal Politik
● Modal politik tidak hanya dimaknai sebagai sebuah aktivitas demokratis dalam
tataran politik praktis tapi merupakan kemampuan kelompok untuk
memengaruhi distribusi sumber daya di dalam unit sosial.
● Sebagai kendaraan dalam mencapai tujuan, modal politik berkaitan dengan
kekuasaan dan kebijakan. Modal politik juga menjadi sebuah instrumen melalui
sumber daya manusia yang dapat memengaruhi kebijakan untuk mencapai
kepentingan. Selain itu, modal politik dapat bersifat struktural apabila merujuk
pada atribut-atribut dalam sistem politik yang menajamkan partisipasi dalam
pengambilan keputusan
● Modal politik sebagai sebagai salah satu aset sekolah dapat digunakan untuk
melahirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas
pembelajaran. Misalkan seorang kepala sekolah dengan kewenangan yang
dimilikinya, menggunakan kewenangannya untuk membuat kebijakan-kebijakan
yang mengakomodir kepentingan warga sekolah dan peningkatan kualitas
pembelajaran yang berpihak pada murid.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 15
4. Modal agama dan budaya
● Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk
mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku
lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang
bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan.
● Kebudayaan merujuk pada hasil cipta dan karya manusia yang unik yang lahir
dari serangkaian ide, gagasan, norma, perilaku, serta benda. Modal budaya
dijelaskan dari tiga hal, yaitu keadaan yang melekat dan mewujud, seperti nilai
dan tradisi yang dianut dan berkembang dalam masyarakat; keadaan konkret
hasil cipta dan karya, seperti lukisan, buku, mesin, kerajinan tangan, dan semua
benda yang dihasilkan oleh manusia sebagai bentuk kreativitas; dan sebuah
bentuk yang dapat dipelajari melalui kualifikasi akademik, yaitu sekolah.
● Identifikasi dan pemetaan modal budaya dan agama merupakan langkah yang
sangat penting untuk melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan
keagamaan dalam suatu komunitas, termasuk kelembagaan dan tokoh-tokoh
penting yang berperan langsung atau tidak langsung di dalamnya.
● Sangat penting kita mengetahui sejauh mana keberadaan ritual keagamaan dan
kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta di antaranya
dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menunjang
pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama.
●
5. Modal Fisik
Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu:
● Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses
pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan.
● Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem
air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat
transportasi, dan lain-lain.
16 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
6. Modal Lingkungan/alam
● Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang
tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal
lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai,
tumbuhan, hewan, dan sebagainya.
● Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari
pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan
kembali.
7. Modal Finansial
● Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat
digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah
komunitas.
● Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan
pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal.
● Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan
menjual sayur di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-
produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana
memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana
melakukan pembukuan.
Untuk memperoleh gambaran lebih jelas cara berpikir dengan menggunakan
pendekatan berbasis aset dan berbasis defisit, mari kita menonton video dengan judul
Suasana Rapat Guru. Video ini menunjukkan suasana rapat antara kepala sekolah dan
guru yang sedang memutuskan suatu hal.
Setelah menonton video, silakan menuliskan pengalaman Bapak dan Ibu CGP melalui
pertanyan-pertanyaan berikut ini:
Apakah perbedaan dari suasana kedua video yang baru saja kita saksikan?
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 17
Suasana rapat yang manakah yang termasuk dalam contoh pendekatan berbasis
kekurangan dan manakah yang termasuk dalam pendekatan berbasis aset/kekuatan?
Selama kita berada di sekolah, pada saat rapat antar guru atau dengan kepala sekolah,
biasanya apa yang dibahas? Apakah membahas apa yang menjadi kekurangan sekolah
selama ini? Atau membahas soal kekuatan yang dimiliki oleh sekolah? tuliskan
pengalaman rapat yang pernah terjadi
Begitu juga dengan murid kita, apabila kita mendiskusikan seorang murid bersama
sesama rekan guru, biasanya apakah yang kita bahas? Kekurangan atau kenakalan dari
murid kita atau kebaikan atau kekuatan yang dimiliki murid kita?
18 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pembelajaran 2.2: Eksplorasi Konsep (Forum Diskusi
Asinkronus)
Waktu: 1 JP (45 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. CGP dapat memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan
sekolahnya.
2. CGP mengomunikasikan ide, pikiran dan gagasannya dalam forum diskusi
asinkronus bersama para CGP lainnya.
Forum Diskusi Asinkronus:
Setelah kita membaca penjelasan tentang pendekatan Pengembangan Komunitas
Berbasis Aset, ayo kita lihat ulang jawaban dari pertanyaan pemantik sebelumnya.
Selanjutnya mari kita jawab pertanyaan di bawah ini
Daftar pertanyaan: (hanya fasilitator yang dapat melihat)
1. Apakah kita bisa menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis
Aset untuk mengelola sumber daya sekolah kita? Bisakah kita mengganti kata
komunitas menjadi sekolah, Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset?
Mengapa?
2. Apa contoh pengelolaan sumber daya sekolah kita dengan pendekatan PKBA?
3. Bagaimanakah selama ini kita mengelola sumber daya? Apakah sudah
menggunakan pendekatan PKBA?
4. Jika belum, bagaimana caranya kita mengelola dengan pendekatan
pengembangan sekolah berbasis aset?
Kerjakan pula studi kasus di bawah ini, hubungkan dengan materi pendekatan berbasis
masalah dan pendekatan berbasis aset, serta Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.
Studi kasus di bawah ini merupakan kejadian yang diambil dari pengalaman guru yang
sebenarnya, namun kami mengganti nama guru, sekolah, atau daerah mana kasus ini
terjadi.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 19
Cara Mengerjakan Studi Kasus:
Silakan membaca kedua studi kasus tersebut, lalu menjawab tiap pertanyaan dari studi
kasus tersebut. Cara menjawab tiap studi kasus, diawali dengan ‘Jawaban Studi kasus
(no):’.
Studi kasus 1:
Ibu Lilin adalah salah satu guru di SMP favorit yang selalu diincar oleh para orang tua.
Sekolah tersebut juga selalu menduduki peringkat I rerata perolehan nilai UN. Murid-
murid begitu kompetitif memperoleh nilai ulangan dan prestasi lainnya, dan dalam
keseharian proses belajar mengajar, murid terlihat sangat patuh dan tertib. Bahkan, ada
yang bergurau bahwa murid di sekolah favorit tersebut tetap antusias belajar meskipun
jam kosong.
Keadaan berubah semenjak regulasi PPDB Zonasi digulirkan. Ibu Lilin mulai sering
marah-marah di kelas karena karakter dan tingkat kepandaian murid-muridnya yang
heterogen. Sering terdengar, meja guru digebrak oleh Ibu Lilin karena kondisi kelas yang
susah dikendalikan. Apalagi, jika murid-murid tidak kunjung paham terhadap materi
pelajaran yang Ibu Lilin jelaskan. Seringkali, begitu keluar dari kelas, raut muka Ibu Lilin
merah padam dan kelelahan. Suatu hari, ada laporan berupa foto dari layar telepon
genggam yang menunjukkan tulisan tentang Ibu Lilin menjadi bulan-bulanan murid-
murid di grup WhatsApp.
Beberapa murid dipanggil oleh Guru BK. Ibu Lilin juga berada di ruang konseling saat
itu, beliau marah besar dan tidak terima penghinaan yang dilontarkan lewat pesan WA
murid-muridnya. Bahkan, beliau memboikot, tidak akan mengajar jika murid-murid yang
terlibat pembicaraan tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Kasus tersebut terdengar
pula oleh guru-guru sekolah non favorit. “Saya mah sudah biasa menghadapi murid
nakal dan bebal.” Kata Bu Siti, yang mengajar di sekolah non favorit.
20 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pertanyaan
Bagaimana Anda melihat kasus Ibu Lilin ini? Hubungkan dengan segala aspek yang bisa
didiskusikan dari materi modul ini, apa yang akan Anda lakukan apabila Anda sebagai
Kepala Sekolah.
Studi kasus 2:
Pak Pupur, guru yang dicintai para muridnya. Cara mengajarnya hebat, ramah, dan
menyayangi murid layaknya anak sendiri. Suatu ketika, Dinas Pendidikan daerah
membuka lowongan pengawas sekolah. Kepala Sekolah merekomendasi Pak Pupur
untuk mendaftar seleksi calon pengawas sekolah. Kepala sekolah memilih Pak Pupur
untuk mengikuti seleksi karena selain berkualitas, dewan gurupun begitu antusias
mendukung Pak Pupur mengikuti seleksi calon pengawas sekolah.
Secara portofolio, penghargaan kejuaraan perlombaan guru, karya alat peraga berbahan
limbah yang Pak Pupur ikuti selalu bisa sampai mendapatkan penghargaan lomba
tingkat nasional. Kecerdasannya pun juga luar biasa di mana nilai Uji Kompetensi
Gurunya (UKG) bisa mencapai nilai 90, Namun, Pak Pupur justru merasa sedih
direkomendasikan kepala sekolahnya mengikuti seleksi calon pengawas sekolah.
Pertanyaan
Bagaimana pendapat Anda mengenai sikap Pupur? Apabila Anda sebagai Kepala
Sekolah, apa yang bisa Anda lakukan?
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 21
Peran Fasilitator:
1. Mengingatkan CGP melalui media komunikasi yang disepakati untuk
menjawab pertanyaan pemantik yang ada
2. Mempelajari tugas CGP
3. Memastikan CGP menjawab kedua studi kasus
4. Mendorong CGP untuk berdiskusi di forum tertulis (studi kasus)
5. Menilai respons CGP di jawaban kedua studi kasus dengan “rubrik
keaktifan diskusi (tertulis)”
22 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi
Waktu: 6 JP (270 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus
CGP dapat mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolahnya dan
strategi pemanfaatannya secara efektif
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, pada sesi pembelajaran 3 kali ini, kita akan masuk
pada Ruang Kolaborasi. Anda akan diajak untuk bekerja sama dengan peserta lainnya
dalam menyelesaikan tugas kelompok.
Penugasan Kelompok : Mengidentifikasi sumber daya
Forum Diskusi 1 (3 JP)
- Buatlah kelompok yang terdiri atas 3-4 anggota. Masing-masing kelompok terdiri
atas guru dengan jenjang yang berbeda namun berasal dari daerah yang sama atau
berdekatan. Tentukan daerah sesuai dengan kondisi lingkungan yang serupa pada
masing-masing peserta CGP.
- Dari masing-masing sumber daya tersebut, setiap kelompok akan membuat
identifikasi aset/modal apa yang dimiliki oleh daerahnya dan menuliskan apa atau
bagaimana pemanfataannya.
Forum Diskusi 2 (3 JP)
- Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil identifikasi aset/modal
- Setiap kelompok memberikan umpan balik terhadap presentasi kelompok lain.
- Umpan balik yang diberikan berdasarkan beberapa pertanyaan ini: hal paling
menarik yang ditemukan, hal yang paling ingin diketahui lebih lanjut lagi, dan hal
yang mungkin sangat tidak berhubungan dengan aset sumber yang sedang kita
diskusikan.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 23
- Forum diskusi dilakukan menggunakan platform yang memungkinkan seluruh
peserta bertatap muka, misalnya menggunakan zoom atau google meet.
Tagihan
- Hasil pemetaan/identifikasi semua aset yang dimiliki daerahnya. Hasil
pemetaan/identifikasi bisa dalam bentuk poster, tabel, mind map, dan lain-lain.
Media
a) Alokasi penyerahan tagihan digital melalui google drive.
b) Ruang digital di mana CGP bisa memberikan umpan balik dari video masing-masing
kelompok.
24 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Rubrik Penilaian Pemetaan Sumber Daya: Presentasi 10 menit tentang sumber daya
Indikator/
Tingkatan
4
Kolaborasi yang
sangat baik
3
Mencapai
Sasaran
2
Berkembang
1
Perlu
Pembahasan
Batasan
Waktu
(Bobot: 15%)
Sangat baik
dalam
memperhatikan
batasan waktu
yang diberikan
yaitu 5 menit
dalam penyajian
dan 10 menit
dalam
memberikan
tanggapan.
Terlihat sangat
teratur dan
tepat dalam
penghitungan
waktu.
Baik dalam
memperhatika
n waktu dalam
penyajian dan
memberikan
tanggapan
terhadap
kelompok
baru.
Masih tampak
belum teratur
dalam
penyampaian
dan terlihat
melewati atau
kurang dari
waktu yang
diberikan.
Waktu yang
diberikan
sepertinya
tidak
digunakan
secara efektif,
waktu yang
diberikan
masih kurang
atau sangat
melampaui
waktu yang
diberikan.
Kualitas isi
dari paparan
presentasi
(Bobot: 50%)
Kelompok
memaparkan
secara lengkap
7 aset utama
yang dimiliki
sekolah dengan
dukungan data
dan elaborasi
yang baik
Kelompok
memaparkan
5-6 aset utama
yang dimiliki
sekolah
dengan data
dukungan
yang cukup
Pemaparan 4
aset utama
yang dimiliki
sekolah
dengan data
dukungan
yang masih
kurang
Hanya
memaparkan
kurang dari 4
aset utama
yang dimiiki
sekolah
dengan data
dukungan
yang terbatas
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 25
Penyampaia
n dan
tanggapan
terhadap
penyajian
(Bobot: 35%)
Penyampaian
sangat akurat,
tepat dan
pemilihan kata
dan artikulasi
jelas. Kelompok
terlihat bekerja
bersama, semua
memiliki
pembagian kerja
yang sama yang
tampak dari
penyajian
maupun
tanggapan yang
diberikan.
Penyampaian
sudah baik,
proyeksi suara
sudah baik,
kerja
kelompok
tampak, baik
dari penyajian
maupun
tanggapan
yang diberikan
kepada
kelompok
baru.
Penyampaian
masih belum
terlihat utuh,
masih ada
beberapa hal
yang belum
tampak
kompak,
proyeksi suara
bisa diperbaiki
untuk
kedepannya,
baik dari dari
segi penyajian
maupun
tanggapan.
Penyampaian
masih belum
utuh, bahkan
tidak tampak
ada kesatuan
pemikiran
antar anggota
kelompok,
masih tampak
keraguan baik
pada saat
penyajian atau
memberikan
tanggapan.
Tugas fasilitator:
1. Pada sesi Forum Diskusi 1, fasilitator akan membagi kelompok yang
terdiri dari 3–4 peserta dan meminta kelompok berdiskusi.
2. Pada sesi Forum Diskusi 2, setiap kelompok akan presentasi yang akan
diberikan komentar oleh kelompok lainnya.
26 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pembelajaran 4: Demonstrasi Kontekstual
Waktu: 4 JP (180 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus
1. CGP dapat menganalisis tentang visi dan prakarsa perubahan dari tayangan
video praktik baik yang ada.
2. CGP dapat mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
masing-masing tahapan B - A - G - J - A dari tayangan video yang ada.
3. CGP dapat mengidentifikasi peran pemimpin pembelajaran dari tayangan video.
4. CGP dapat menganalisis modal utama apa saja yang dimanfaatkan contoh video
praktik baik ini.
Setelah kita bersama-sama berproses, berlatih melihat, dan mengidentifikasi aset serta
kekuatan yang dimiliki daerah bersama rekan lainnya, saatnya kita menganalisis
tayangan video praktik baik yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya sekolah
untuk peningkatan kualitas pembelajaran murid. Dalam menganalisis video ini, Bapak
dan Ibu CGP kembali mengaitkan pengetahuan mengenai visi, prakarsa perubahan, dan
BAGJA yang sudah dipelajari pada modul 1.3 sebelumnya.
Di bawah ini adalah tabel penjelasan BAGJA sebagai pengingat secara singkat, untuk
lebih rincinya silakan Bapak dan Ibu CGP membaca ulang dari modul 1.3 pada LMS.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 27
Gunakan pertanyaan - pertanyaan di bawah ini untuk membantu menganalisis video.
● Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru dalam video tersebut mengabdi?
● Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan
video?
● Apakah Pertanyaan Utama dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam
tayangan video tersebut?
● Kegiatan/tindakan apa yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video yang
menggambarkan tahapan:
a. A
b. G
c. J
d. A
● Apa peran pemimpin yang tergambar dalam tayangan video?
● Apa saja modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran dalan
tayang video? lalu bagaimana pemanfataannya?
Tagihan
● Hasil analisis menonton video praktik baik berupa narasi
Media
● Alokasi penyerahan tagihan digital melalui platform.
28 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Rubrik penilaian analisis video
Indikator/
Tingkatan
Penilaian
Nilai 4 Nilai 3 Nilai 2 Nilai 1
Prakarsa
Perubahan
Menuliskan
prakarsa
perubahan
sudah sangat
sesuai dan
terperinci.
Menuliskan
prakarsa
perubahan
sudah sesuai
namun kurang
rinci.
Menuliskan
prakarsa
perubahan
kurang sesuai
tidak menuliskan
prakarsa
perubahan
B-uat Pertanyaan
● Membuat
Pertanyaa
n Utama
yang akan
menentuka
n arah
investigasi
kekuatan/
potensi/
peluang;
Menuliskan
Pertanyaan
Utama sesuai
dengan
prakarsa
perubahan
yang
diinginkan
Menuliskan
Pertanyaan
Utama sudah
sesuai namun
kurang rinci.
Menuliskan
Pertanyaan
Utama kurang
sesuai
Tidak menuliskan
Pertanyaan
Utama
A-mbil Pelajaran
● Menyusun
pertanyaan
lanjutan untuk
menemukenali
kekuatan/
potensi/
peluang lewat
investigasi;
● Menentukan
bagaimana cara
kita menggali
fakta,
memperoleh
data, diskusi
kelompok
Dapat
menyebutkan
lebih dari tiga
tindakan
Menyebutkan
tiga tindakan
Menyebutkan
satu sampai dua
tindakan
Tidak
menyebutkan
tindakan yang
ada dalam video
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 29
kecil/besar,
survei individu,
multi unsur
G-ali mimpi
● Menyusun
deskripsi
kolektif
bilamana
inisiatif
terwujud;
● Mengalokasikan
kesempatan
untuk berproses
bersama,
multiunsur
(kapan, di
mana, siapa
saja).
Dapat
menyebutkan
lebih dari tiga
tindakan
Menyebutkan
tiga tindakan
Menyebutkan
satu sampai dua
tindakan
Tidak
menyebutkan
tindakan yang
ada dalam video
30 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
J-abarkan
Rencana
● Mengidentifikas
i tindakan
konkret yang
diperlukan
untuk
menjalankan
langkah-
langkah kecil
sederhana yang
dapat dilakukan
segera, dan
langkah
berani/terobosa
n yang akan
memudahkan
keseluruhan
pencapaian;
● Menyusun
definisi
kesuksesan
pencapaian
Dapat
menyebutkan
lebih dari tiga
tindakan
Menyebutkan
tiga tindakan
Menyebutkan
satu sampai dua
tindakan
Tidak
menyebutkan
tindakan yang
ada dalam video
A-tur Eksekusi
● Menentukan
siapa yang
berperan/
dilibatkan
dalam
pengambilan
keputusan;
● Mendesain jalur
komunikasi dan
pengelolaan
rutinitas (misal:
SOP, knowledge
management,
monev/refleksi)
Dapat
menyebutkan
lebih dari tiga
tindakan
Menyebutkan
tiga tindakan
Menyebutkan
satu sampai dua
tindakan
Tidak
menyebutkan
tindakan yang
ada dalam video
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 31
Peran Fasilitator:
1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan
mengevaluasi hasil yang dibuat.
2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan CGP selama
menyelesaikan tugas tersebut.
32 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pembelajaran 5: Elaborasi Pemahaman
Waktu: 2 JP (90 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang
strategi pengelolaan sumber daya melalui proses tanya jawab dan diskusi menggunakan
moda konferensi daring dengan instruktur.
Buatlah juga pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang akan mengelaborasi pemahaman
Anda mengenai materi ini. Semua pertanyaan bisa dituliskan disini
Anda diberikan waktu selama 90 menit untuk berdiskusi dengan instruktur pada
jadwal yang akan ditentukan.
Sebelum forum diskusi, fasilitator akan menyortir dan menyeleksi pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan sebagai panduan diskusi lalu diberikan kepada instruktur.
Peran fasilitator:
● Menyeleksi dan mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki
kesamaan.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 33
Pembelajaran 6: Koneksi Antarmateri
Waktu: 2 JP (90 menit)
Tujuan Pembelajaran Khusus
- CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang
didapatkan sebelumnya.
Pada sesi pembelajaran kali ini, Bapak/Ibu CGP membuat kesimpulan dan
mengoneksikan materi yang ada di dalam modul ini dengan materi lainnya selama
mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
- Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran
dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa
mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
- Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang
tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
- Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul
lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru
Penggerak.
- Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti
modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda
mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
- Komunikasikan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih
sendiri. Unggahlah hasil pemikiran Anda melalui LMS/moda yang telah disepakati
bersama.
34 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Peran Fasilitator:
1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan
mengevaluasi hasil yang dibuat.
2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan CGP selama
menyelesaikan tugas tersebut.
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 35
Pembelajaran 7: Aksi Nyata
Tujuan Pembelajaran Khusus
CGP mengidentifikasi secara kolaboratif bersama warga sekolah lainnya tentang
aset/kekuatan/sumber daya yang dimiliki sekolah.
Aksi Nyata
Pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Bapak/Ibu CGP
mengidentifikasikan sumber daya sebagai aset/kekuatan yang dimiliki sekolah.
Identifikasi sumber daya sekolah dilakukan secara kolaboratif agar semua warga
sekolah dapat bersama-sama mengetahui dan memanfaatkannya untuk peningkatan
kualitas pendidikan. Hasil dan proses pemetaan secara kolaboratif dapat dilaporkan
dalam bentuk yang sesuai dengan kreativitas CGP, misalnya berupa foto atau video, dan
lainnya. Dokumentasi dari proses ini akan dinilai pada kunjungan pendampingan
individu ke-6.
Hasil identifikasi pemetaan aset sekolah juga akan digunakan kembali saat Anda
memasuki sesi demonstrasi kontekstual dalam modul 3.3.
Peran Fasilitator:
1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan
mengevaluasi hasil identifikasi sumber daya yang dimiliki oleh sekolahnya.
2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan selama
menyelesaikan tugas tersebut.
36 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Rubrik Penilaian Pemetaan Aset secara Kolaboratif
Aspek Indikator Sangat
baik
Baik Cukup Kurang
4 3 2 1
Keterlibatan
berbagai
pemangku
kepentingan
Ragam aktor yang
dilibatkan untuk
melakukan pemataan
aset berbasis
kekuatan
1. Kepala sekolah
2. Rekan guru
3. Murid
4. Orang tua
5. Tokoh setempat
6. Keterwakilan gender
CGP
melakukan
pemetaan
aset
dengan
melibatkan
6 ragam
unsur aktor.
CGP
melakukan
pemetaan
aset
dengan
melibatkan
4-5 ragam
unsur aktor.
CGP
melakukan
pemetaan
aset hanya
dengan
melibatkan 3
ragam unsur
aktor (murid,
rekan guru,
kepala
sekolah)
CGP
melakukan
pemetaan
dengan
hanya
melibatkan
rekan guru
dan kepala
sekolah.
Kerja sama tim Indikator wajib:
Proses kerja sama
memperlihatkan
tujuan yang jelas
Indikator pilihan:
1. Terdapat pertemuan
lebih dari 3 kali (baik
tatap muka/tatap
maya, dibuktikan
melalui dokumentasi)
2. Melakukan analisis
bersama
3. Memiliki notulensi
pertemuan terkait
dengan program
4. Terdapat
keselarasan
pemahaman tentang
proses pemetaan aset
di antara anggota tim
yang terlibat
CGP
memenuhi
indikator
wajib dan 4
indikator
pilihan
dalam
memandu
proses
kerja sama
tim
CGP
memenuhi
indikator
wajib dan 3
indikator
pilihan
dalam
memandu
proses
kerja sama
tim
CGP
memenuhi
indikator
wajib dan 2
indikator
pilihan dalam
memandu
proses kerja
sama tim
CGP
memenuhi
indikator
wajib dalam
memandu
proses kerja
sama tim
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 37
Keterkaitan
hasil pemetaan
aset untuk
pengembangan
program
sekolah
1. hasil pemetaan
mendukung
tercapainya dampak
yang ingin dilihat pada
murid
2. pemetaan aset
komprehensif (modal
yang dipetakan
dijelaskan dengan
rinci)
3. hasil pemetaan aset
realistis
4. hasil pemetaan aset
relevan dengan
kebutuhan sekolah
(konteks sekolah)
Hasil
pemeetaan
aset yang
dilakukan
CGP
memenuhi
keempat
indikator.
Hasil
pemeetaan
aset yang
dilakukan
CGP
memenuhi
3 dari 4
(empat)
indikator.
Hasil
pemeetaan
aset yang
dilakukan
CGP
memenuhi 2
dari 4
(empat)
indikator.
Hasil
pemeetaan
aset yang
dilakukan
CGP
memenuhi 1
dari 4
(empat)
indikator.
38 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Surat Penutup
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak,
Selamat, Anda baru saja menyelesaikan modul tentang ‘Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’. Terima kasih atas antusiasme dan semangat selama
melakukan proses pembelajaran modul ini. Kami berharap apapun pengetahuan dan
keterampilan yang Anda dapatkan selama proses pembelajaran kali ini dapat
bermanfaat dalam pengelolaan sumber daya yang ada.
Pada pembelajaran Aksi Nyata, Anda diminta untuk melakukan dan menyelesaikan
rencana aksi yang sudah dirancang. Semoga Anda dapat menjalankan rencana Anda
dengan baik karena kegiatan ini berhubungan langsung dengan materi pada modul
selanjutnya, yaitu Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid.
Dalam rangkaian terakhir seluruh modul yang ada, kami yakin Anda sudah menunjukkan
jati diri Anda sebagai guru penggerak. Ayo terus bergerak, rangkul semua elemen yang
menjadi bagian dari ekosistem sekolah kita, manfaatkan, fokuslah pada kekuatan aset
yang kita miliki dengan kualitas pembelajaran murid-murid kita.
Membuat dampak yang lebih baik untuk murid kita, maka kita pun sedang membuat
dampak bagi masa depan Indonesia. Teruslah bergerak, terima kasih sudah menjadi
bagian penting bagi masa depan Indonesia. Mohon maaf dari kami para penulis modul
apabila ada kekurangan dan kesalahan yang tidak kami sengaja selama proses penulisan
maupun kegiatan dalam modul ini
Salam,
Tim Penulis Modul
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 39
Daftar Pustaka
Bank of I.D.E.A.S. (2019). Eight characteristics of a healthy, vibrant, resilient, and
enterprising community and local economy. (20).
https://bankofideas.com.au/handouts/
Cunningham, G. et.al. (2012). Mobilizing Assets for Community-Driven Development.
Participant Manual. Coady International Institute.
Cooperrider, D.L., & Whitney, D.K. (2005). Appreciative Inquiry: A positive revolution in
change. Berret-Kohler Publishers.
Cooperrider, D.L., Whitney, D.K., & J.Stavros (2008). Appreciative Inquiry handbook for
Leaders of Change. Beret-Koehler Publishers.
Green, G.P., & Haines, A. (2016). Asset Building and Community Development. Sage
Publications International Educational and Professional.
Green, G.P., & Goetting, A. (2010). Mobilizing Communities: Asset Building as a
Community Development Strategy. Philadelphia: Temple University Press.
Kretzmann, J. P. (2010). Asset-based strategies for building resilient communities. In J.
W. Reich, A. Zautra & J. S. Hall (Eds.), Handbook of adult resilience. New York:
Guilford Press.
40 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Biodata Penulis Penulis 1
Nama Lengkap: Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd
Pendidikan:
- Sarjana Sastra dan Bahasa Inggris dari Universitas Diponegoro Semarang
- Magister Pendidikan Bahasa dari Universitas Negeri Jakarta
- Doktor Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia dengan konsentrasi kajian
pemertahanan bahasa
Pekerjaan :
- 2002- sekarang : Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UNTIRTA
- 2018-sekarang: Instruktur PPG Bahasa Inggris
- 2018-2020 : Koordinator Site Access Microscholarship Program
(beasiswa untuk siswa/i SMA yang bekerja sama dengan RELO-US Embassy, IIEF
dan Pusba Untirta) untuk wilayah Banten
Publikasi
Buku:
Literasi dalam Keterampilan Menulis. Kumpulan Gagasan Pendidikan Menjadi
Prioritas. Penerbit Terakata, 2015
Prosiding:
- The Effective Media for Teaching english for EYL
- Promoting Simplified Short Story to Build Students’ Interest in The Prose Class
- Language Maintenance and Shift: How Javanese Preserved and Shifted in
Industrial Area (Case Study in Nikomas Company)
Penelitian
- Pemertahanan Bahasa Jawa Dialek Banten di Provinsi Banten
- Dictogloss: Enhancing students’ creativity and Listening Comprehension
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 41
- Pengembangan Keterampilan Membaca dan Menulis Bahasa Inggris Melalui
Implementasi Reading to Learn Program Bagi Siswa di Tiga Sekolah Menengah
Pertama (SMP) di Kota Serang, Provinsi Banten, tahun 2012.
- Pemantauan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Luar Ruang. Kerjasama
dengan Kantor Bahasa Provinsi Banten
- Pilihan dan Penggunaan Bahasa di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus pada
Mahasiswa UNTIRTA dan IAIN), tahun 2015
Akun yang dapat dihubungi:
alamat surel archie.cerah@gmail.com;
facebook: archie
Aktivitas/hobi di waktu : menyanyi, travelling
42 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Biodata Penulis Penulis 2
Nama Lengkap: Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T
Pendidikan:
- Sarjana Biologi, FMIPA Universitas Indonesia
- Magister Psikologi Terapan Anak Usia Dini, Universitas Indonesia
- Advanced Certificate in Teaching and Learning, Foundation for Excellence in
Education
Pekerjaan
- Penggagas Rumah Main STrEAM, Komunitas Ibu Main STrEAM, dan
Komunitas Guru Main STrEAM
- Konsultan Pendidikan dan pelatih guru untuk kurikulum, pedagogis, dan
STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics)
Sosial Media:
Surel: youknee@gmail.com
IG: @rumahmainstream
Website: www.rumahmainstream.org
Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 43

More Related Content

Similar to Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya - Final.pdf

Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfModul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfdoziersiregar2
 
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfModul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfIrman Ramly
 
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfIrman Ramly
 
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfpkgnedusi2021
 
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdfAnaliaNesa1
 
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdfRederikaRederika
 
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdf
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdfPanduan Supervisi dan PK Tendik.pdf
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdfMHasim2
 
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdf
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdfMateri Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdf
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdfHasanBasri321358
 
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...Irman Ramly
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Irman Ramly
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.EFIEPARABANG1
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Irman Ramly
 
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdfModul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdfWahyuSantosa18
 
Materi GPO Matematika SMP Modul I
Materi GPO Matematika SMP Modul IMateri GPO Matematika SMP Modul I
Materi GPO Matematika SMP Modul IBudhi Emha
 
Modul Matematika SMP KK I
Modul Matematika SMP KK IModul Matematika SMP KK I
Modul Matematika SMP KK IEdris Zahroini
 
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdfModul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdfIrman Ramly
 
Materi tik-smp
Materi tik-smpMateri tik-smp
Materi tik-smpwin rivai
 

Similar to Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya - Final.pdf (20)

Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfModul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
 
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfModul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
 
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
 
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Angkatan 5 Reguler. Budaya Positif - Final.pdf
 
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdfModul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
 
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf
09_supervisi_dan_pk_tendik_pks.pdf
 
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdf
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdfPanduan Supervisi dan PK Tendik.pdf
Panduan Supervisi dan PK Tendik.pdf
 
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdf
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdfMateri Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdf
Materi Hari ke-1 Implementasi Kurikulum Merdeka.pdf
 
Proposal ptk
Proposal ptkProposal ptk
Proposal ptk
 
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...
Modul 2.1 Angkatan 5 Reguler. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar M...
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler.
 
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
Modul 1.1. Angkatan 5 Reguler. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final...
 
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdfModul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
 
Modul matematika smp kk I
Modul matematika smp kk IModul matematika smp kk I
Modul matematika smp kk I
 
Materi GPO Matematika SMP Modul I
Materi GPO Matematika SMP Modul IMateri GPO Matematika SMP Modul I
Materi GPO Matematika SMP Modul I
 
Modul Matematika SMP KK I
Modul Matematika SMP KK IModul Matematika SMP KK I
Modul Matematika SMP KK I
 
Modul literasi
Modul literasiModul literasi
Modul literasi
 
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdfModul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
Modul 1.2. Angkatan 5 Reguler. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
 
Materi tik-smp
Materi tik-smpMateri tik-smp
Materi tik-smp
 

Recently uploaded

Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxdonny761155
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlineMMario4
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimNodd Nittong
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfWahyudinST
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasihssuserfcb9e3
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 

Recently uploaded (20)

Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 

Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya - Final.pdf

  • 1.
  • 2.
  • 3. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Penulis modul: Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT KEPALA SEKOLAH, PENGAWAS SEKOLAH DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2022
  • 4. Bahan Ajar Pendidikan Program Guru Penggerak Paket Modul 3: Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah Modul 3.2 “Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya” Edisi Ketiga (Januari 2022) Penulis Modul: • Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd • Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T Edisi Kesatu (September 2020) Edisi Kedua (Juni 2021) Edisi Ketiga (Januari 2022) Editor: Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbudristek _______________________________________________________________ _____________________________ Hak Cipta © 2022 pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Dilindungi Undang-undang Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
  • 5. Lembar Pengesahan Tahapan Nama Tanda Tangan Tanggal Review Dr. Rita Dewi Suspalupi, M.Ak. Verifikasi Dr. Kasiman, M.T. Validasi Dr. Praptono, M.Ed.
  • 6.
  • 7. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | i Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Pemimpin sekolah, dalam berbagai literatur, disebut berperan besar dalam menentukan keberhasilan sekolah karena ia mempunyai tanggung jawab dalam menyinergikan berbagai elemen di dalamnya. Seorang pemimpin sekolah yang berkualitas akan mampu memberdayakan seluruh sumber daya di ekosistem sekolahnya hingga dapat bersatu padu menumbuhkan murid-murid yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa, karsa dan ciptanya. Tak dipungkiri, pemimpin sekolah merupakan salah satu aktor kunci dalam terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, seorang pemimpin sekolah perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas sebelum ia menjabat. Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar episode kelima, didesain untuk mempersiapkan guru-guru terbaik Indonesia untuk menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran (instructional leaders). Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dalam PPGP, kandidat kepala sekolah masa depan diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain, pengembangan pembelajaran, manajemen sekolah serta pengembangan sekolah. Kami memiliki harapan besar agar lulusan PPGP dapat mewujudkan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan di seluruh wilayah negeri ini, di mana keberpihakan pada murid menjadi orientasi utamanya. Upaya pemenuhan kandidat kepala sekolah yang lebih optimal menuntut penyesuaian pada desain pembelajaran PPGP. Karena itu, terhitung dari angkatan kelima durasi program diefisiensikan dari sembilan menjadi enam bulan. Selain itu, PPGP juga menerapkan diferensiasi proses untuk peserta di daerah yang memiliki akses terbatas, baik dari segi transportasi maupun telekomunikasi. Namun, terlepas dari moda penyampaian yang beragam, para Calon Guru Penggerak (CGP) di seluruh Indonesia sama-sama mempelajari materi-materi bekal kepemimpinan dengan sistem on-the-job learning di mana selama belajar, guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus
  • 8. ii | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya menerapkan pengetahuan yang didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan pembelajaran juga tetap menggunakan siklus inkuiri yang sarat dengan refleksi dan praktik langsung, baik bersama sesama CGP maupun rekan sejawat di sekolah. Pendampingan di lapangan juga tetap menjadi kunci dari keberhasilan implementasi konsep di kelas atau sekolah CGP. Tentu saja, seluruh upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa peran berbagai tim pendukung yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif mewujudkan penyelesaian bahan ajar ini serta membantu terlaksananya PPGP. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengembang modul, tim digitalisasi, serta fasilitator, pengajar praktik dan instruktur. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi transformasi pendidikan Indonesia. Amin. Jakarta, Januari 2022 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
  • 9. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | iii Surat dari Instruktur Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak, selamat berjumpa kembali dalam modul pelatihan Calon Guru Penggerak! Saat ini kita masuk pada modul tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Seperti yang kita ketahui, sekolah wajib membangun ekosistem yang mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan murid demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang sekolah melihat ekosistemnya: apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan. Sekolah yang memandang semua sumber daya yang dimiliki sebagai suatu kekuatan dan aset, maka sekolah ini tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya pada pemanfaatan kekuatan dan aset yang dimiliki. Sumber daya sebagai kekuatan akan banyak dieksplorasi ke dalam pembahasan tujuh modal utama, yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan budaya. Ketujuh modal aset ini selaras dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), terutama pada standar sarana dan prasarana (modal fisik dan modal lingkungan/alam), standar pendidik dan kependidikan (modal manusia dan modal sosial) standar pembiayaan (modal finansial), dan standar pengelolaan pendidikan (modal politik, modal sosial). Dengan menyadari betapa banyak sumber daya yang dimiliki sekolah, modul ini akan mengajak Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak untuk senantiasa melihat sumber daya sebagai aset/kekuatan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang berpihak pada murid. Modul ini merupakan bagian dari paket modul 3 yang juga merupakan paket modul terakhir dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Seperti pada modul yang lain, kami yakin Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak sudah terbiasa dengan proses pelatihan yang lebih bermakna dan reflektif. Pada akhir program ini, Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak akan selalu merefleksikan semua pemahaman yang didapatkan dengan apa yang terjadi dalam keseharian kegiatan Anda sebagai pendidik.
  • 10. iv | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Selamat mengeksplorasi materi dalam modul ini, semoga kita semua banyak mendapatkan pencerahan selama proses pelatihan berlangsung sekaligus menjadikan kita Guru Penggerak yang dapat mengubah dan membawa pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Salam Merdeka, Pengembang Modul 3.2, Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd & Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T
  • 11. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | v Daftar Isi Hlm. Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan ..................................i Surat dari Instruktur .........................................................................................................iii Daftar Isi.............................................................................................................................v Capaian yang Diharapkan.................................................................................................vi Pembelajaran 1: Mulai dari Diri........................................................................................ 1 Pembelajaran 2.1: Eksplorasi Konsep - Mandiri............................................................... 4 Pembelajaran 2.2: Eksplorasi Konsep (Forum Diskusi Asinkronus)............................... 18 Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi................................................................................ 22 Pembelajaran 4: Demonstrasi Kontekstual ................................................................... 26 Pembelajaran 5: Elaborasi Pemahaman........................................................................ 32 Pembelajaran 6: Koneksi Antarmateri........................................................................... 33 Pembelajaran 7: Aksi Nyata........................................................................................... 35 Surat Penutup................................................................................................................. 38 Daftar Pustaka ................................................................................................................ 39 Biodata Penulis Penulis 1................................................................................................ 40 Biodata Penulis Penulis 2................................................................................................ 42
  • 12. vi | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Capaian yang Diharapkan Kompetensi Lulusan yang Dituju Modul ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi lulusan sebagai berikut: 1. Guru Penggerak melakukan pendampingan kepada seluruh komunitas sekolah untuk dapat menggunakan pendekatan reflektif dan iteratif dalam mengelola program dan sumber daya sekolah. 2. Guru Penggerak merencanakan, menginisiasi dan mengorganisasi kerangka program pengembangan sekolah yang mendorong kepemimpinan murid berbasis data dan bukti. 3. Guru Penggerak memfasilitasi pelibatan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid. Capaian Umum Modul 3.2 Secara umum, profil kompetensi Guru Penggerak yang ingin dicapai dari modul ini adalah CGP mampu: 1. mengidentifikasi dan mendapatkan sumber daya dari berbagai sumber yang sah untuk menjalankan program sekolah 2. menggunakan sumber daya sekolah secara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar Capaian Khusus Modul 3.2: Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu: a. menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien. b. merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).
  • 13. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | vii c. menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya. Isi Materi Modul: 1. Sekolah sebagai Ekosistem 2. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset 3. Tujuh Modal Utama Sumber Belajar: a. Video; penjelasan, konsep, dan strategi pengelolaan sumber daya b. Bacaan: artikel c. Tautan: google form untuk menjawab pertanyaan yang diberikan Mulai dari diri (2JP): ● CGP mengingat ulang pengetahuan mereka tentang faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sekolah dengan mengisi pertanyaan yang ada. ● CGP merefleksikan hasil jawaban yang dimiliki dari pengetahuan awal tentang materi ini dengan keadaan di sekolahnya. ● CGP mengajukan pertanyaan dan harapan tentang materi ini. Eksplorasi Konsep (4JP): ● Faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah ● Pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis kekurangan/masalah ● Pemetaan sumber daya yang ada di daerah dan sekolah menggunakan tujuh aset/sumber daya berdasarkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD)
  • 14. viii | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya ● Prinsip pengelolaan sumber daya di sekolah dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD) ● Forum Diskusi: CGP mendiskusikan beberapa pertanyaan yang terkait materi dari tahap Eksplorasi Konsep dengan seluruh CGP dan dipandu oleh fasilitator Ruang Kolaborasi (6JP) ● CGP mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolahnya dan strategi pemanfaatannya secara efektif. ● Setiap kelompok memilih satu jenis sumber daya yang akan didiskusikan dari lima sumber daya yang ada, dan hasilnya dipresentasikan dalam galeri virtual dan akan mendapatkan umpan balik dari peserta lain. Demonstrasi Kontekstual (4JP) ● CGP melakukan analisis visi dan prakarsa perubahan dari video praktik baik. ● CGP mengidentifikasi tindakan yang dilakukan guru dalam masing-masing tahapan B-A-G-J-A dari video praktik baik. ● CGP merefleksikan peran pemimpin dari video praktik baik. Elaborasi Pemahaman (2JP) ● CGP mengelaborasi pemahamannya tentang strategi pengelolaan sumber daya melalui proses tanya jawab dan diskusi menggunakan moda konferensi daring dengan narasumber dan fasilitator. Pertanyaan-pertanyaan akan diberikan untuk menggali pemahaman CGP. Koneksi Antarmateri (2JP) ● CGP membuat kesimpulan yang diunggah ke dalam sosial media dalam bentuk yang diinginkan, seperti video, artikel, infografis, powerpoint, atau lagu.
  • 15. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | ix Aksi Nyata ● CGP mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengidentifikasi aset/potensi/sumber daya secara kolaboratif bersama warga sekolah.
  • 16.
  • 17. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 1 Pembelajaran 1: Mulai dari Diri Waktu: 2 JP (90 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus: Mengingat kembali faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, selamat datang pada kegiatan pembelajaran 1. Pada sesi ini, Bapak dan Ibu akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal Bapak dan Ibu tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Mengingat-ingat ekosistem, bayangkan sekolah atau salah satu sekolah tempat Bapak dan Ibu bertugas. Apa bagian-bagian yang ada dari sekolah tersebut sebagai sebuah ekosistem? Apa saja yang bisa Anda sebut sebagai sumber daya yang dimiliki atau dapat dimanfaatkan oleh sekolah? Perhatikan untuk tidak terpaku pada hal-hal yang kelihatan.
  • 18. 2 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Refleksikan sosok pemimpin atau kepala sekolah yang memimpin sekolah tersebut. Apa hal-hal yang paling diingat dari sosok pemimpin tersebut, terkait dengan perannya di ekosistem sekolah serta pelibatan/pemanfaatan sumber daya yang ada? Jadi, seperti apa peran pemimpin yang ideal itu, khususnya dalam hal memanfaatkan semua bagian dari ekosistem dan mengelola sumberdaya yang ada di dalam dan sekitar sekolah? Silakan refleksikan, posisi diri Bapak dan Ibu dalam ekosistem sekolah. Sejauh mana Bapak Ibu sebagai guru atau peran lainnya telah memanfaatkan sumber daya sekolah?
  • 19. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 3 Harapan Apa saja harapan pada diri Bapak dan Ibu sebagai seorang pendidik, pemimpin, dan pada murid setelah mempelajari modul ini? Apa saja kegiatan, materi, manfaat, yang Bapak dan Ibu harapkan ada dalam modul ini? Diri sendiri: Murid: Sekolah: Peran Fasilitator: 1. Mendampingi CGP dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. 2. Menganalisis jawaban CGP untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pendapat awal CGP tentang sosok pemimpin dan perannya.
  • 20. 4 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 2.1: Eksplorasi Konsep - Mandiri Waktu: 3 JP (135 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. CGP dapat mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah. 2. CGP dapat membedakan pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis masalah. 3. CGP memahami pengelolaan sumber daya yang ada di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset- Based Community Development/ABCD). 4. CGP dapat membedakan tujuh aset utama yang dimiliki lingkungan sekolahnya. Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, kali ini kita masuk pada sesi pembelajaran 2, yaitu Eksplorasi Konsep Mandiri. Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda akan banyak melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah konsep dasar tentang sekolah sebagai ekosistem, Pendekatan Berbasis Kekurangan dan Pendekatan Berbasis Aset, Sejarah Singkat Pendekatan Asset-Based Community Development, dan aset-aset dalam sebuah komunitas. Aktivitas setelah membaca mandiri dilanjutkan dengan berdiskusi bersama dengan CGP lainnya pada Forum Diskusi. Sebelum melakukan telaah materi, silakan Anda mempelajari terlebih dahulu pertanyaan pemantik berikut ini. Pertanyaan Pemantik: ● Apabila kita menganggap sebuah sekolah adalah sebuah ekosistem dengan faktor biotik dan abiotik yang ada di dalamnya, maka faktor-faktor apa saja yang termasuk dalam kelompok biotik dan abiotik? ● Bagaimanakah seharusnya seorang kepala sekolah berperan dalam mengelola ekosistem sekolahnya?
  • 21. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 5 ● Kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebagai pemimpin ekosistem sekolah? ● Apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah dalam mengelola sumber daya sekolah secara efektif dan efisien? ● Seberapa besar dampak sumber daya (fasilitas) yang sekolah miliki untuk memfasilitasi proses pembelajaran murid saat ini? Jelaskan! ● Sejauh mana sumber daya sekolah yang kita miliki sudah kita gunakan secara efektif untuk mendukung kualitas pembelajaran di sekolah? Jelaskan! ● Adakah cara alternatif yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang sudah ada demi meningkatkan kualitas pembelajaran murid? ● Sudahkah sekolah memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar? Bagaimana pemanfaatannya? Tidak ada jawaban salah atau benar di sini, tuliskan di catatan Anda sesuai dengan apa yang Anda pikirkan dan temukan saat ini. Kita akan mendiskusikan ulang semua jawaban pada forum diskusi. Sekolah Sebagai Ekosistem Ekosistem merupakan sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang saling menunjang pada sebuah teritorial atau lingkungan tertentu. JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah: - Murid - Kepala Sekolah
  • 22. 6 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya - Guru - Staf/Tenaga Kependidikan - Pengawas Sekolah - Orang Tua - Masyarakat sekitar sekolah - Dinas terkait - Pemerintah daerah Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran di antaranya adalah: ● Keuangan ● Sarana dan prasarana ● Lingkungan alam Bapak/Ibu CGP, setelah membaca dan memahami sekolah sebagai ekosistem, selanjutnya mari kita menonton video sekolah sebagai ekosistem. Pendekatan Berbasis Kekurangan/Masalah (Deficit-Based Approach) dan Pendekatan Berbasis Aset/Kekuatan (Asset-Based Approach) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggambarkan seorang pendidik sebagai seorang yang harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut Bpk/Ibu, bagaimana kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki oleh Bpk/Ibu dapat dikelola sebagai aset yang didayagunakan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional? Pendekatan dapat dikatakan sebagai cara pandang atau cara berpikir kita melihat sesuatu. Dalam konteks modul ini, pendekatan berbasis aset atau berbasis defisit berarti
  • 23. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 7 bagaimana kita memandang sumber daya sekolah, apakah dianggap sebagai aset/kekuatan atau kekurangan/masalah. Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan baik. Kita mengeluhkan banyak fasilitas sekolah yang tidak berfungsi baik, buku ajar yang tidak lengkap, atau sekolah yang tidak tidak memiliki laboratorium. Kekurangan yang dimiliki mendorong cara berpikir negatif sehingga fokus kita adalah bagaimana mengatasi semua kekurangan atau apa yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang tidak nyaman dan curiga yang dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar. Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. Green & Haines (2010) menjelaskan kecenderungan cara pandang yang menggunakan pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan berbasis aset seperti yang dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan Berbasis pada aset/kekuatan Fokus pada masalah dan isu Fokus pada aset dan kekuatan Berkutat pada masalah utama Membayangkan masa depan Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang? Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut.
  • 24. 8 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan) Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan Peserta menonton video tentang Deficit & Asset Based Approach: “Pendekatan Berbasis Kekurangan dan Berbasis Kekuatan” Pendekatan berbasis aset ini juga digunakan sebagai dasar paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) yang sudah dibahas sebelumnya pada modul 1.3, dimana paradigma IA ini percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan. Menurut Cooperrider & Whitney (2005), Inkuiri Apresiatif adalah suatu filosofi, landasan berpikir, yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri seseorang, organisasi, dan dunia sekitarnya, baik dari masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Merekapun mengatakan bahwa saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang baik dan benar. Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan memberikan apresiasi atas hal yang sudah berjalan baik. Bila sebuah organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan
  • 25. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 9 Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) Satuan pendidikan sebagai sebuah komunitas, mempunyai hak mengatur, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan efektivitas penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan dalam standar pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat dikelola dari sekolah Bpk/Ibu melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien dan efektif? Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita sebut dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) merupakan suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann, di mana keduanya adalah pendiri dari ABCD Institute di Northwestern University, Amerika Serikat ABCD dibangun dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki oleh anggota komunitas, kekuatan perkumpulan lokal, dan dukungan positif dari lembaga lokal untuk menciptakan kehidupan komunitas yang berkelanjutan (Kretzman, 2010). Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul sebagai kritik terhadap pendekatan konvensional atau tradisional yang menekankan pada masalah, kebutuhan, dan kekurangan yang ada pada suatu komunitas. Pendekatan tradisional tersebut menempatkan komunitas sebagai penerima bantuan, dan dengan demikian dapat menyebabkan anggota komunitas menjadi merasa tidak berdaya, pasif, dan selalu bergantung dengan pihak lain. Pendekatan PKBA menekankan pada nilai, prinsip dan cara berpikir mengenai dunia. Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Dengan demikian pendekatan ini melihat komunitas sebagai pencipta dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan. Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif.
  • 26. 10 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pendekatan PKBA menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan. Pendekatan PKBA berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas, dimana selama ini komunitas sibuk pada strategi mencari pemecahan pada masalah yang sedang dihadapi. PKBA merupakan pendekatan yang digerakkan oleh seluruh pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai community- driven development. Di dalam buku ‘Participant Manual of Mobilizing Assets for Community-driven Development’, Cunningham (2012) menuliskan bahwa Community- driven Development adalah proses dimana sekelompok orang (dalam suatu kegiatan, organisasi, atau lingkungan) yang dimotivasi oleh peluang yang ada akan melakukan suatu usaha hanya dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri (minimal pada awalnya). Seorang pemimpin akan berperan sebagai fasilitator dalam menggerakkan dan memimpin komunitasnya. Sekolah bisa kita pandang sebagai sebuah komunitas. Karena itu, sekolah dapat belajar tentang bagaimana menjadi komunitas yang sehat dan tangguh. Bank of I.D.E.A.S (2014) menyebut bahwa karakteristik komunitas yang sehat dan resilien adalah sebagai berikut: 1. Mempraktikkan dialog berkelanjutan dan partisipasi anggota masyarakat, yaitu perilaku yang menghargai keragaman dan mendorong dialog penduduk yang aktif, partisipasi dan kepemilikan masyarakat atas masa depan. Apabila kita aplikasikan ke sekolah bagaimana dialog berkelanjutan terjadi yang sekaligus mendorong perilaku yang menghargai keragaman antar warga sekolah demi masa depan murid-murid. 2. Menumbuhkan komitmen terhadap tempat, yaitu perilaku akan memperkuat koneksi warga baik komunitas, lingkungan, dan ekonomi lokal mereka. Apabila
  • 27. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 11 diaplikasikan ke sekolah, bagaimana memperkuat komitmen warga sekolah untuk saling bergotong royong demi kemajuan murid-murid. 3. Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku yang mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang kuat antara penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas. Jika diaplikasikan ke sekolah, maka sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan dilakukan secara kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru – kepala sekolah, guru – murid – guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah – murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid – kepala sekolah menjadi sangat penting untuk membangun sekolah yang sehat dan inklusif. 4. Mengenal dirinya sendiri dan membangun aset yang ada, yaitu perilaku yang menemukan, memetakan, menghubungkan, dan memanfaatkan sumber daya seluruh komunitas yang ada. Sekolah harus dibangun dengan melihat pada kekuatan, potensi, dan tantangan. Kita harus bisa fokus pada pembangunan sumber daya yang tersedia, kapasitas yang kita miliki, serta kekuatan dan aspirasi yang sudah ada. 5. Membentuk masa depannya, yaitu perilaku yang memungkinkan visi komunitas bersama tentang masa depan, sebagaimana tercermin dalam tujuan praktis komunitas, rencana aksi, dan peringkat prioritas, ditambah dengan keinginan untuk tidak membahayakan kesejahteraan generasi mendatang. Sekolah menciptakan visi sebagai perwakilan dari cita-cita yang ingin diwujudkan pada murid-muridnya. 6. Bertindak dengan obsesi ide dan peluang, yaitu perilaku yang mendorong pencarian tanpa akhir untuk ide-ide baru dan tepat, kemungkinan pengembangan dan sumber daya internal dan eksternal. Dalam setiap unsur sekolah, pasti ada sesuatu yang berhasil. Dari pada menanyakan “Ada masalah
  • 28. 12 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya apa?” dan “Bagaimana memperbaikinya?”, lebih baik bertanya “Apa yang telah berhasil dilakukan?” dan “Bagaimana mengupayakan agar lebih baik lagi?” 7. Merangkul perubahan dan bertanggung jawab, yaitu perilaku yang memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengatasi perubahan dan pulih dari krisis, pola pikir yang berfokus pada optimisme, harapan, dan yakin bahwa 'kita bisa melakukannya'. Titik awal perubahan pada sekolah selalu pada perubahan pola pikir (mindset) dan sikap yang positif. 8. Menghasilkan kepemimpinan, yaitu perilaku yang terus-menerus memperluas dan memperbaharui kapasitas kepemimpinan masyarakat. Faktor utama dalam perubahan yang berkelanjutan di sekolah adalah kepemimpinan lokal dan pengembangan dan pembaharuan kepemimpinan itu secara terus menerus. Aset –Aset dalam Sebuah Komunitas Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh sekolah berkaitan dengan tempat belajar, tempat berolahraga, tempat ibadah, laboratorium, perpustakaan, bengkel kerja, tempat bermain, dan lainnya. Apabila sekolah Bpk/Ibu hanya memiliki kriteria minimal dari standar sarana dan prasarana, apa yang dapat dilakukan oleh Ibu/Bpk untuk tetap menghasilkan kualitas pendidikan yang optimal? Sebagai sebuah komunitas, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya sama seperti komunitas pada umumnya. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki sekolah dapat memanfaatkan konsep yang digunakan pada pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset. Kita dapat meminjam kerangka dari Green dan Haines (2016), yang memetakan 7 aset utama, atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama. Tujuh modal utama ini merupakan salah satu alat yang dapat membantu menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah. Dalam pemanfaatannya, ketujuh aset ini dapat saling beririsan
  • 29. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 13 satu sama lain. Misalnya modal budaya dapat beririsan dengan modal agama. Selengkapnya kita bisa pelajari berikut ini. 1. Modal Manusia ● Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan harga diri seseorang. ● Pemetaan modal atau aset individu merupakan kegiatan menginventaris pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah komunitas, atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan, dan kepala. ● Pendekatan lain mengelompokkan aset atau modal ini dengan melihat kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya kecakapan memimpin sekelompok orang, dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok. Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan, contohnya kecakapan dalam mengelola usaha, pemasaran, yang negosiasi. Kecakapan yang berhubungan dengan seni dan budaya, contohnya kerajinan tangan, menari, bermain teater, dan bermain musik. 2. Modal Sosial ● Modal sosial dimaknai sebagai norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat. ● Ini juga dapat dimaknai sebagai investasi yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas hidup berdampingan, contohnya adanya kepemimpinan, kerjasama, saling percaya, dan rasa memiliki masa depan yang sama.
  • 30. 14 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya ● Contoh-contoh yang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, atau kesamaan hobi. Terdapat beberapa macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi dan institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses pengembangan komunitas masyarakat. 3. Modal Politik ● Modal politik tidak hanya dimaknai sebagai sebuah aktivitas demokratis dalam tataran politik praktis tapi merupakan kemampuan kelompok untuk memengaruhi distribusi sumber daya di dalam unit sosial. ● Sebagai kendaraan dalam mencapai tujuan, modal politik berkaitan dengan kekuasaan dan kebijakan. Modal politik juga menjadi sebuah instrumen melalui sumber daya manusia yang dapat memengaruhi kebijakan untuk mencapai kepentingan. Selain itu, modal politik dapat bersifat struktural apabila merujuk pada atribut-atribut dalam sistem politik yang menajamkan partisipasi dalam pengambilan keputusan ● Modal politik sebagai sebagai salah satu aset sekolah dapat digunakan untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Misalkan seorang kepala sekolah dengan kewenangan yang dimilikinya, menggunakan kewenangannya untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mengakomodir kepentingan warga sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid.
  • 31. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 15 4. Modal agama dan budaya ● Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan. ● Kebudayaan merujuk pada hasil cipta dan karya manusia yang unik yang lahir dari serangkaian ide, gagasan, norma, perilaku, serta benda. Modal budaya dijelaskan dari tiga hal, yaitu keadaan yang melekat dan mewujud, seperti nilai dan tradisi yang dianut dan berkembang dalam masyarakat; keadaan konkret hasil cipta dan karya, seperti lukisan, buku, mesin, kerajinan tangan, dan semua benda yang dihasilkan oleh manusia sebagai bentuk kreativitas; dan sebuah bentuk yang dapat dipelajari melalui kualifikasi akademik, yaitu sekolah. ● Identifikasi dan pemetaan modal budaya dan agama merupakan langkah yang sangat penting untuk melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan keagamaan dalam suatu komunitas, termasuk kelembagaan dan tokoh-tokoh penting yang berperan langsung atau tidak langsung di dalamnya. ● Sangat penting kita mengetahui sejauh mana keberadaan ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta di antaranya dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menunjang pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama. ● 5. Modal Fisik Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu: ● Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan. ● Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain.
  • 32. 16 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya 6. Modal Lingkungan/alam ● Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. ● Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali. 7. Modal Finansial ● Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas. ● Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal. ● Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk- produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas cara berpikir dengan menggunakan pendekatan berbasis aset dan berbasis defisit, mari kita menonton video dengan judul Suasana Rapat Guru. Video ini menunjukkan suasana rapat antara kepala sekolah dan guru yang sedang memutuskan suatu hal. Setelah menonton video, silakan menuliskan pengalaman Bapak dan Ibu CGP melalui pertanyan-pertanyaan berikut ini: Apakah perbedaan dari suasana kedua video yang baru saja kita saksikan?
  • 33. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 17 Suasana rapat yang manakah yang termasuk dalam contoh pendekatan berbasis kekurangan dan manakah yang termasuk dalam pendekatan berbasis aset/kekuatan? Selama kita berada di sekolah, pada saat rapat antar guru atau dengan kepala sekolah, biasanya apa yang dibahas? Apakah membahas apa yang menjadi kekurangan sekolah selama ini? Atau membahas soal kekuatan yang dimiliki oleh sekolah? tuliskan pengalaman rapat yang pernah terjadi Begitu juga dengan murid kita, apabila kita mendiskusikan seorang murid bersama sesama rekan guru, biasanya apakah yang kita bahas? Kekurangan atau kenakalan dari murid kita atau kebaikan atau kekuatan yang dimiliki murid kita?
  • 34. 18 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 2.2: Eksplorasi Konsep (Forum Diskusi Asinkronus) Waktu: 1 JP (45 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. CGP dapat memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan sekolahnya. 2. CGP mengomunikasikan ide, pikiran dan gagasannya dalam forum diskusi asinkronus bersama para CGP lainnya. Forum Diskusi Asinkronus: Setelah kita membaca penjelasan tentang pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset, ayo kita lihat ulang jawaban dari pertanyaan pemantik sebelumnya. Selanjutnya mari kita jawab pertanyaan di bawah ini Daftar pertanyaan: (hanya fasilitator yang dapat melihat) 1. Apakah kita bisa menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset untuk mengelola sumber daya sekolah kita? Bisakah kita mengganti kata komunitas menjadi sekolah, Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset? Mengapa? 2. Apa contoh pengelolaan sumber daya sekolah kita dengan pendekatan PKBA? 3. Bagaimanakah selama ini kita mengelola sumber daya? Apakah sudah menggunakan pendekatan PKBA? 4. Jika belum, bagaimana caranya kita mengelola dengan pendekatan pengembangan sekolah berbasis aset? Kerjakan pula studi kasus di bawah ini, hubungkan dengan materi pendekatan berbasis masalah dan pendekatan berbasis aset, serta Pengembangan Komunitas Berbasis Aset. Studi kasus di bawah ini merupakan kejadian yang diambil dari pengalaman guru yang sebenarnya, namun kami mengganti nama guru, sekolah, atau daerah mana kasus ini terjadi.
  • 35. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 19 Cara Mengerjakan Studi Kasus: Silakan membaca kedua studi kasus tersebut, lalu menjawab tiap pertanyaan dari studi kasus tersebut. Cara menjawab tiap studi kasus, diawali dengan ‘Jawaban Studi kasus (no):’. Studi kasus 1: Ibu Lilin adalah salah satu guru di SMP favorit yang selalu diincar oleh para orang tua. Sekolah tersebut juga selalu menduduki peringkat I rerata perolehan nilai UN. Murid- murid begitu kompetitif memperoleh nilai ulangan dan prestasi lainnya, dan dalam keseharian proses belajar mengajar, murid terlihat sangat patuh dan tertib. Bahkan, ada yang bergurau bahwa murid di sekolah favorit tersebut tetap antusias belajar meskipun jam kosong. Keadaan berubah semenjak regulasi PPDB Zonasi digulirkan. Ibu Lilin mulai sering marah-marah di kelas karena karakter dan tingkat kepandaian murid-muridnya yang heterogen. Sering terdengar, meja guru digebrak oleh Ibu Lilin karena kondisi kelas yang susah dikendalikan. Apalagi, jika murid-murid tidak kunjung paham terhadap materi pelajaran yang Ibu Lilin jelaskan. Seringkali, begitu keluar dari kelas, raut muka Ibu Lilin merah padam dan kelelahan. Suatu hari, ada laporan berupa foto dari layar telepon genggam yang menunjukkan tulisan tentang Ibu Lilin menjadi bulan-bulanan murid- murid di grup WhatsApp. Beberapa murid dipanggil oleh Guru BK. Ibu Lilin juga berada di ruang konseling saat itu, beliau marah besar dan tidak terima penghinaan yang dilontarkan lewat pesan WA murid-muridnya. Bahkan, beliau memboikot, tidak akan mengajar jika murid-murid yang terlibat pembicaraan tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Kasus tersebut terdengar pula oleh guru-guru sekolah non favorit. “Saya mah sudah biasa menghadapi murid nakal dan bebal.” Kata Bu Siti, yang mengajar di sekolah non favorit.
  • 36. 20 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pertanyaan Bagaimana Anda melihat kasus Ibu Lilin ini? Hubungkan dengan segala aspek yang bisa didiskusikan dari materi modul ini, apa yang akan Anda lakukan apabila Anda sebagai Kepala Sekolah. Studi kasus 2: Pak Pupur, guru yang dicintai para muridnya. Cara mengajarnya hebat, ramah, dan menyayangi murid layaknya anak sendiri. Suatu ketika, Dinas Pendidikan daerah membuka lowongan pengawas sekolah. Kepala Sekolah merekomendasi Pak Pupur untuk mendaftar seleksi calon pengawas sekolah. Kepala sekolah memilih Pak Pupur untuk mengikuti seleksi karena selain berkualitas, dewan gurupun begitu antusias mendukung Pak Pupur mengikuti seleksi calon pengawas sekolah. Secara portofolio, penghargaan kejuaraan perlombaan guru, karya alat peraga berbahan limbah yang Pak Pupur ikuti selalu bisa sampai mendapatkan penghargaan lomba tingkat nasional. Kecerdasannya pun juga luar biasa di mana nilai Uji Kompetensi Gurunya (UKG) bisa mencapai nilai 90, Namun, Pak Pupur justru merasa sedih direkomendasikan kepala sekolahnya mengikuti seleksi calon pengawas sekolah. Pertanyaan Bagaimana pendapat Anda mengenai sikap Pupur? Apabila Anda sebagai Kepala Sekolah, apa yang bisa Anda lakukan?
  • 37. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 21 Peran Fasilitator: 1. Mengingatkan CGP melalui media komunikasi yang disepakati untuk menjawab pertanyaan pemantik yang ada 2. Mempelajari tugas CGP 3. Memastikan CGP menjawab kedua studi kasus 4. Mendorong CGP untuk berdiskusi di forum tertulis (studi kasus) 5. Menilai respons CGP di jawaban kedua studi kasus dengan “rubrik keaktifan diskusi (tertulis)”
  • 38. 22 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi Waktu: 6 JP (270 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus CGP dapat mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolahnya dan strategi pemanfaatannya secara efektif Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, pada sesi pembelajaran 3 kali ini, kita akan masuk pada Ruang Kolaborasi. Anda akan diajak untuk bekerja sama dengan peserta lainnya dalam menyelesaikan tugas kelompok. Penugasan Kelompok : Mengidentifikasi sumber daya Forum Diskusi 1 (3 JP) - Buatlah kelompok yang terdiri atas 3-4 anggota. Masing-masing kelompok terdiri atas guru dengan jenjang yang berbeda namun berasal dari daerah yang sama atau berdekatan. Tentukan daerah sesuai dengan kondisi lingkungan yang serupa pada masing-masing peserta CGP. - Dari masing-masing sumber daya tersebut, setiap kelompok akan membuat identifikasi aset/modal apa yang dimiliki oleh daerahnya dan menuliskan apa atau bagaimana pemanfataannya. Forum Diskusi 2 (3 JP) - Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil identifikasi aset/modal - Setiap kelompok memberikan umpan balik terhadap presentasi kelompok lain. - Umpan balik yang diberikan berdasarkan beberapa pertanyaan ini: hal paling menarik yang ditemukan, hal yang paling ingin diketahui lebih lanjut lagi, dan hal yang mungkin sangat tidak berhubungan dengan aset sumber yang sedang kita diskusikan.
  • 39. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 23 - Forum diskusi dilakukan menggunakan platform yang memungkinkan seluruh peserta bertatap muka, misalnya menggunakan zoom atau google meet. Tagihan - Hasil pemetaan/identifikasi semua aset yang dimiliki daerahnya. Hasil pemetaan/identifikasi bisa dalam bentuk poster, tabel, mind map, dan lain-lain. Media a) Alokasi penyerahan tagihan digital melalui google drive. b) Ruang digital di mana CGP bisa memberikan umpan balik dari video masing-masing kelompok.
  • 40. 24 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Rubrik Penilaian Pemetaan Sumber Daya: Presentasi 10 menit tentang sumber daya Indikator/ Tingkatan 4 Kolaborasi yang sangat baik 3 Mencapai Sasaran 2 Berkembang 1 Perlu Pembahasan Batasan Waktu (Bobot: 15%) Sangat baik dalam memperhatikan batasan waktu yang diberikan yaitu 5 menit dalam penyajian dan 10 menit dalam memberikan tanggapan. Terlihat sangat teratur dan tepat dalam penghitungan waktu. Baik dalam memperhatika n waktu dalam penyajian dan memberikan tanggapan terhadap kelompok baru. Masih tampak belum teratur dalam penyampaian dan terlihat melewati atau kurang dari waktu yang diberikan. Waktu yang diberikan sepertinya tidak digunakan secara efektif, waktu yang diberikan masih kurang atau sangat melampaui waktu yang diberikan. Kualitas isi dari paparan presentasi (Bobot: 50%) Kelompok memaparkan secara lengkap 7 aset utama yang dimiliki sekolah dengan dukungan data dan elaborasi yang baik Kelompok memaparkan 5-6 aset utama yang dimiliki sekolah dengan data dukungan yang cukup Pemaparan 4 aset utama yang dimiliki sekolah dengan data dukungan yang masih kurang Hanya memaparkan kurang dari 4 aset utama yang dimiiki sekolah dengan data dukungan yang terbatas
  • 41. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 25 Penyampaia n dan tanggapan terhadap penyajian (Bobot: 35%) Penyampaian sangat akurat, tepat dan pemilihan kata dan artikulasi jelas. Kelompok terlihat bekerja bersama, semua memiliki pembagian kerja yang sama yang tampak dari penyajian maupun tanggapan yang diberikan. Penyampaian sudah baik, proyeksi suara sudah baik, kerja kelompok tampak, baik dari penyajian maupun tanggapan yang diberikan kepada kelompok baru. Penyampaian masih belum terlihat utuh, masih ada beberapa hal yang belum tampak kompak, proyeksi suara bisa diperbaiki untuk kedepannya, baik dari dari segi penyajian maupun tanggapan. Penyampaian masih belum utuh, bahkan tidak tampak ada kesatuan pemikiran antar anggota kelompok, masih tampak keraguan baik pada saat penyajian atau memberikan tanggapan. Tugas fasilitator: 1. Pada sesi Forum Diskusi 1, fasilitator akan membagi kelompok yang terdiri dari 3–4 peserta dan meminta kelompok berdiskusi. 2. Pada sesi Forum Diskusi 2, setiap kelompok akan presentasi yang akan diberikan komentar oleh kelompok lainnya.
  • 42. 26 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 4: Demonstrasi Kontekstual Waktu: 4 JP (180 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus 1. CGP dapat menganalisis tentang visi dan prakarsa perubahan dari tayangan video praktik baik yang ada. 2. CGP dapat mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masing-masing tahapan B - A - G - J - A dari tayangan video yang ada. 3. CGP dapat mengidentifikasi peran pemimpin pembelajaran dari tayangan video. 4. CGP dapat menganalisis modal utama apa saja yang dimanfaatkan contoh video praktik baik ini. Setelah kita bersama-sama berproses, berlatih melihat, dan mengidentifikasi aset serta kekuatan yang dimiliki daerah bersama rekan lainnya, saatnya kita menganalisis tayangan video praktik baik yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan kualitas pembelajaran murid. Dalam menganalisis video ini, Bapak dan Ibu CGP kembali mengaitkan pengetahuan mengenai visi, prakarsa perubahan, dan BAGJA yang sudah dipelajari pada modul 1.3 sebelumnya. Di bawah ini adalah tabel penjelasan BAGJA sebagai pengingat secara singkat, untuk lebih rincinya silakan Bapak dan Ibu CGP membaca ulang dari modul 1.3 pada LMS.
  • 43. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 27 Gunakan pertanyaan - pertanyaan di bawah ini untuk membantu menganalisis video. ● Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru dalam video tersebut mengabdi? ● Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video? ● Apakah Pertanyaan Utama dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut? ● Kegiatan/tindakan apa yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video yang menggambarkan tahapan: a. A b. G c. J d. A ● Apa peran pemimpin yang tergambar dalam tayangan video? ● Apa saja modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran dalan tayang video? lalu bagaimana pemanfataannya? Tagihan ● Hasil analisis menonton video praktik baik berupa narasi Media ● Alokasi penyerahan tagihan digital melalui platform.
  • 44. 28 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Rubrik penilaian analisis video Indikator/ Tingkatan Penilaian Nilai 4 Nilai 3 Nilai 2 Nilai 1 Prakarsa Perubahan Menuliskan prakarsa perubahan sudah sangat sesuai dan terperinci. Menuliskan prakarsa perubahan sudah sesuai namun kurang rinci. Menuliskan prakarsa perubahan kurang sesuai tidak menuliskan prakarsa perubahan B-uat Pertanyaan ● Membuat Pertanyaa n Utama yang akan menentuka n arah investigasi kekuatan/ potensi/ peluang; Menuliskan Pertanyaan Utama sesuai dengan prakarsa perubahan yang diinginkan Menuliskan Pertanyaan Utama sudah sesuai namun kurang rinci. Menuliskan Pertanyaan Utama kurang sesuai Tidak menuliskan Pertanyaan Utama A-mbil Pelajaran ● Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/ potensi/ peluang lewat investigasi; ● Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok Dapat menyebutkan lebih dari tiga tindakan Menyebutkan tiga tindakan Menyebutkan satu sampai dua tindakan Tidak menyebutkan tindakan yang ada dalam video
  • 45. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 29 kecil/besar, survei individu, multi unsur G-ali mimpi ● Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud; ● Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja). Dapat menyebutkan lebih dari tiga tindakan Menyebutkan tiga tindakan Menyebutkan satu sampai dua tindakan Tidak menyebutkan tindakan yang ada dalam video
  • 46. 30 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya J-abarkan Rencana ● Mengidentifikas i tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah- langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera, dan langkah berani/terobosa n yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian; ● Menyusun definisi kesuksesan pencapaian Dapat menyebutkan lebih dari tiga tindakan Menyebutkan tiga tindakan Menyebutkan satu sampai dua tindakan Tidak menyebutkan tindakan yang ada dalam video A-tur Eksekusi ● Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan; ● Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi) Dapat menyebutkan lebih dari tiga tindakan Menyebutkan tiga tindakan Menyebutkan satu sampai dua tindakan Tidak menyebutkan tindakan yang ada dalam video
  • 47. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 31 Peran Fasilitator: 1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan mengevaluasi hasil yang dibuat. 2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan CGP selama menyelesaikan tugas tersebut.
  • 48. 32 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 5: Elaborasi Pemahaman Waktu: 2 JP (90 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang strategi pengelolaan sumber daya melalui proses tanya jawab dan diskusi menggunakan moda konferensi daring dengan instruktur. Buatlah juga pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang akan mengelaborasi pemahaman Anda mengenai materi ini. Semua pertanyaan bisa dituliskan disini Anda diberikan waktu selama 90 menit untuk berdiskusi dengan instruktur pada jadwal yang akan ditentukan. Sebelum forum diskusi, fasilitator akan menyortir dan menyeleksi pertanyaan- pertanyaan yang diajukan sebagai panduan diskusi lalu diberikan kepada instruktur. Peran fasilitator: ● Menyeleksi dan mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kesamaan.
  • 49. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 33 Pembelajaran 6: Koneksi Antarmateri Waktu: 2 JP (90 menit) Tujuan Pembelajaran Khusus - CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya. Pada sesi pembelajaran kali ini, Bapak/Ibu CGP membuat kesimpulan dan mengoneksikan materi yang ada di dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. - Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah. - Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas. - Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. - Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini. - Komunikasikan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggahlah hasil pemikiran Anda melalui LMS/moda yang telah disepakati bersama.
  • 50. 34 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Peran Fasilitator: 1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan mengevaluasi hasil yang dibuat. 2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan CGP selama menyelesaikan tugas tersebut.
  • 51. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 35 Pembelajaran 7: Aksi Nyata Tujuan Pembelajaran Khusus CGP mengidentifikasi secara kolaboratif bersama warga sekolah lainnya tentang aset/kekuatan/sumber daya yang dimiliki sekolah. Aksi Nyata Pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Bapak/Ibu CGP mengidentifikasikan sumber daya sebagai aset/kekuatan yang dimiliki sekolah. Identifikasi sumber daya sekolah dilakukan secara kolaboratif agar semua warga sekolah dapat bersama-sama mengetahui dan memanfaatkannya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Hasil dan proses pemetaan secara kolaboratif dapat dilaporkan dalam bentuk yang sesuai dengan kreativitas CGP, misalnya berupa foto atau video, dan lainnya. Dokumentasi dari proses ini akan dinilai pada kunjungan pendampingan individu ke-6. Hasil identifikasi pemetaan aset sekolah juga akan digunakan kembali saat Anda memasuki sesi demonstrasi kontekstual dalam modul 3.3. Peran Fasilitator: 1. Fasilitator memastikan CGP melakukan tugasnya dengan tepat, dan akan mengevaluasi hasil identifikasi sumber daya yang dimiliki oleh sekolahnya. 2. Memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan selama menyelesaikan tugas tersebut.
  • 52. 36 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Rubrik Penilaian Pemetaan Aset secara Kolaboratif Aspek Indikator Sangat baik Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan Ragam aktor yang dilibatkan untuk melakukan pemataan aset berbasis kekuatan 1. Kepala sekolah 2. Rekan guru 3. Murid 4. Orang tua 5. Tokoh setempat 6. Keterwakilan gender CGP melakukan pemetaan aset dengan melibatkan 6 ragam unsur aktor. CGP melakukan pemetaan aset dengan melibatkan 4-5 ragam unsur aktor. CGP melakukan pemetaan aset hanya dengan melibatkan 3 ragam unsur aktor (murid, rekan guru, kepala sekolah) CGP melakukan pemetaan dengan hanya melibatkan rekan guru dan kepala sekolah. Kerja sama tim Indikator wajib: Proses kerja sama memperlihatkan tujuan yang jelas Indikator pilihan: 1. Terdapat pertemuan lebih dari 3 kali (baik tatap muka/tatap maya, dibuktikan melalui dokumentasi) 2. Melakukan analisis bersama 3. Memiliki notulensi pertemuan terkait dengan program 4. Terdapat keselarasan pemahaman tentang proses pemetaan aset di antara anggota tim yang terlibat CGP memenuhi indikator wajib dan 4 indikator pilihan dalam memandu proses kerja sama tim CGP memenuhi indikator wajib dan 3 indikator pilihan dalam memandu proses kerja sama tim CGP memenuhi indikator wajib dan 2 indikator pilihan dalam memandu proses kerja sama tim CGP memenuhi indikator wajib dalam memandu proses kerja sama tim
  • 53. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 37 Keterkaitan hasil pemetaan aset untuk pengembangan program sekolah 1. hasil pemetaan mendukung tercapainya dampak yang ingin dilihat pada murid 2. pemetaan aset komprehensif (modal yang dipetakan dijelaskan dengan rinci) 3. hasil pemetaan aset realistis 4. hasil pemetaan aset relevan dengan kebutuhan sekolah (konteks sekolah) Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi keempat indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 3 dari 4 (empat) indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 2 dari 4 (empat) indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 1 dari 4 (empat) indikator.
  • 54. 38 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Surat Penutup Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak, Selamat, Anda baru saja menyelesaikan modul tentang ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’. Terima kasih atas antusiasme dan semangat selama melakukan proses pembelajaran modul ini. Kami berharap apapun pengetahuan dan keterampilan yang Anda dapatkan selama proses pembelajaran kali ini dapat bermanfaat dalam pengelolaan sumber daya yang ada. Pada pembelajaran Aksi Nyata, Anda diminta untuk melakukan dan menyelesaikan rencana aksi yang sudah dirancang. Semoga Anda dapat menjalankan rencana Anda dengan baik karena kegiatan ini berhubungan langsung dengan materi pada modul selanjutnya, yaitu Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Dalam rangkaian terakhir seluruh modul yang ada, kami yakin Anda sudah menunjukkan jati diri Anda sebagai guru penggerak. Ayo terus bergerak, rangkul semua elemen yang menjadi bagian dari ekosistem sekolah kita, manfaatkan, fokuslah pada kekuatan aset yang kita miliki dengan kualitas pembelajaran murid-murid kita. Membuat dampak yang lebih baik untuk murid kita, maka kita pun sedang membuat dampak bagi masa depan Indonesia. Teruslah bergerak, terima kasih sudah menjadi bagian penting bagi masa depan Indonesia. Mohon maaf dari kami para penulis modul apabila ada kekurangan dan kesalahan yang tidak kami sengaja selama proses penulisan maupun kegiatan dalam modul ini Salam, Tim Penulis Modul
  • 55. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 39 Daftar Pustaka Bank of I.D.E.A.S. (2019). Eight characteristics of a healthy, vibrant, resilient, and enterprising community and local economy. (20). https://bankofideas.com.au/handouts/ Cunningham, G. et.al. (2012). Mobilizing Assets for Community-Driven Development. Participant Manual. Coady International Institute. Cooperrider, D.L., & Whitney, D.K. (2005). Appreciative Inquiry: A positive revolution in change. Berret-Kohler Publishers. Cooperrider, D.L., Whitney, D.K., & J.Stavros (2008). Appreciative Inquiry handbook for Leaders of Change. Beret-Koehler Publishers. Green, G.P., & Haines, A. (2016). Asset Building and Community Development. Sage Publications International Educational and Professional. Green, G.P., & Goetting, A. (2010). Mobilizing Communities: Asset Building as a Community Development Strategy. Philadelphia: Temple University Press. Kretzmann, J. P. (2010). Asset-based strategies for building resilient communities. In J. W. Reich, A. Zautra & J. S. Hall (Eds.), Handbook of adult resilience. New York: Guilford Press.
  • 56. 40 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Biodata Penulis Penulis 1 Nama Lengkap: Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd Pendidikan: - Sarjana Sastra dan Bahasa Inggris dari Universitas Diponegoro Semarang - Magister Pendidikan Bahasa dari Universitas Negeri Jakarta - Doktor Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia dengan konsentrasi kajian pemertahanan bahasa Pekerjaan : - 2002- sekarang : Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UNTIRTA - 2018-sekarang: Instruktur PPG Bahasa Inggris - 2018-2020 : Koordinator Site Access Microscholarship Program (beasiswa untuk siswa/i SMA yang bekerja sama dengan RELO-US Embassy, IIEF dan Pusba Untirta) untuk wilayah Banten Publikasi Buku: Literasi dalam Keterampilan Menulis. Kumpulan Gagasan Pendidikan Menjadi Prioritas. Penerbit Terakata, 2015 Prosiding: - The Effective Media for Teaching english for EYL - Promoting Simplified Short Story to Build Students’ Interest in The Prose Class - Language Maintenance and Shift: How Javanese Preserved and Shifted in Industrial Area (Case Study in Nikomas Company) Penelitian - Pemertahanan Bahasa Jawa Dialek Banten di Provinsi Banten - Dictogloss: Enhancing students’ creativity and Listening Comprehension
  • 57. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 41 - Pengembangan Keterampilan Membaca dan Menulis Bahasa Inggris Melalui Implementasi Reading to Learn Program Bagi Siswa di Tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Serang, Provinsi Banten, tahun 2012. - Pemantauan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Luar Ruang. Kerjasama dengan Kantor Bahasa Provinsi Banten - Pilihan dan Penggunaan Bahasa di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa UNTIRTA dan IAIN), tahun 2015 Akun yang dapat dihubungi: alamat surel archie.cerah@gmail.com; facebook: archie Aktivitas/hobi di waktu : menyanyi, travelling
  • 58. 42 | Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Biodata Penulis Penulis 2 Nama Lengkap: Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T Pendidikan: - Sarjana Biologi, FMIPA Universitas Indonesia - Magister Psikologi Terapan Anak Usia Dini, Universitas Indonesia - Advanced Certificate in Teaching and Learning, Foundation for Excellence in Education Pekerjaan - Penggagas Rumah Main STrEAM, Komunitas Ibu Main STrEAM, dan Komunitas Guru Main STrEAM - Konsultan Pendidikan dan pelatih guru untuk kurikulum, pedagogis, dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) Sosial Media: Surel: youknee@gmail.com IG: @rumahmainstream Website: www.rumahmainstream.org
  • 59. Modul 3.2 - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya | 43